View Full Version : Ketika Nusakambangan Dihuni Para Koruptor







k1nky
November 06, 2004, 10:24
PULAU Nusakambangan yang memiliki luas sekitar 21.106 hektare kini semakin dikenal banyak orang. Tidak tertutup kemungkinan, pulau itu pun menjadi pusat perhatian dunia luar.

Dahulu, Pulau Nusakambangan membuat gempar masyarakat dengan kasus pelarian Jhoni Indo. Nama pulau itu pun semakin banyak dikenal banyak orang. Terlebih lagi setelah kisah pelarian Jhoni Indo diangkat ke layar perak.

Tidak kalah menarik, kisah pemindahan terpidana Tommy Soeharto dari LP Cipinang ke Pulau Nusakambangan. Maklum, siapa sih orangnya yang tidak kenal dengan Tommy Soeharto?

Proses pemindahan putra kesayangan mantan presiden HM Soeharto yang berlangsung pada 15 Agustus 2002 itu juga menjadi perhatian masyarakat luas. Banyak masyarakat Cilacap yang berdatangan ke Dermaga Wijayapura hanya untuk melihat wajah Tommy.

Kedatangan Tommy Soeharto seakan semakin melengkapi ketenaran nama Pulau Nusakambangan. Apalagi sebelum Tommy dipindah ke LP Batu, Muhammad "Bob" Hasan terlebih dulu tinggal di LP tersebut.

Pengusaha yang pada era Orde Baru kerap dijuluki Raja Kayu Indonesia itu dimasukkan ke LP Batu karena kasus korupsi dana reboisasi. Sementara itu, Tommy Soeharto karena kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita dan kepemilikan senjata api ilegal.

Saat itu, Bob Hasan dan Tommy Soeharto ditempatkan di Blok Ruang Admisi dan Orientasi atau Blok Adm-OR II yang dibangun secara terpisah dari sel lain. Tommy Soeharto menempati kamar nomor 17-B, sedangkan Bob Hasan di kamar nomor 17-A. Kedua kamar berukuran 5x4 meter itu berada dalam satu blok.

Ketika Bob Hasan baru masuk ke LP Batu, lingkungan di dalam LP tersebut sangat kumuh dan kurang terawat. Kamar mandi terbuka yang disediakan untuk mandi para napi secara beramai-ramai sangat kotor dan pipa air dari besi yang dipasang pada zaman Belanda dibiarkan bocor di sana-sini.

Akan tetapi begitu Bob Hasan datang, keadaan lingkungan LP Batu seperti disulap dari kumuh menjadi kinclong.

Semua bangunan dicat dengan warna baru. Pipa besi yang sudah berkarat dan bocor diganti dengan pipa paralon. Bak mandi yang kotor dan keruh menjadi bersih. Bahkan, semua ruang sel yang ada di LP itu pun menjadi bersih dan nyaman.

"Semua yang kumuh dan tidak menyehatkan, saya bersihkan dan benahi. Termasuk pipa air yang sudah berkarat dan bocor. Saya juga selalu menanamkan kepada para warga binaan di LP Batu untuk terbiasa hidup bersih. Sebab, hidup bersih itu akan membuat kita sehat," ungkap Bob Hasan pada saat mengunjungi LP Batu, Rabu (27/10).

LP itu semakin tertata baik setelah Tommy Soeharto menyusul Bob Hasan. Kedatangan kedua orang itu semakin mengangkat nama Pulau Nusakambangan. Para mantan pejabat pada era Orde Baru serta kolega-kolega mereka berdua pun terus berdatangan ke Nusakambangan untuk menjenguk.

Tidak hanya itu, artis sinetron pun ada yang datang ke pulau itu untuk menjenguk Tommy Soeharto. Bahkan, keluarga HM Soeharto atau yang lebih populer disebut dengan nama keluarga Cendana juga kerap datang untuk menjenguk Tommy. Sekarang, Bob Hasan sudah tidak lagi tinggal di LP Batu. Sebab, dia sudah dinyatakan bebas.

Setelah Bob Hasan dan Tommy Soeharto, kini giliran enam napi korupsi yang akan "meramaikan" LP Nusakambangan. Keenam napi kasus korupsi yang telah dikirim ke Nusakambangan, yaitu Pande Lubis, Lintong Siringoringo, Pratomo, Duryani, Dedi Abdul Kadir, dan Saiful Bahri Ismail. Mereka mulai masuk ke LP Nusakambangan pada Kamis (4/11) sekitar pukul 05.20.

Keenam napi korupsi itu akan ditempatkan dulu di ruang isolasi yang ada di LP Batu, LP Kembangkuning, dan LP Permisan. Minimal mereka akan berada di ruang isolasi tujuh hari. Setelah selesai menjalani masa isolasi, mereka berenam akan dikumpulkan menjadi satu dan ditempatkan di ruang yang disediakan secara khusus bagi napi koruptor.

Ruang khusus itu tidak lain adalah Ruang Admisi dan Orientasi II (Ruang Adm dan OR II) yang dahulu ditempati Bob Hasan. Ruang itu sebelumnya disiapkan untuk menampung para napi teroris. Namun, rencana tersebut batal lalu untuk menampung para napi koruptor seperti Pande Lubis Cs.

Bila kita masuk ke LP Batu maka ruang yang akan ditempati Pande Lubis cs akan terlihat jelas. Sebab, ruang itu terlihat lebih baik dibandingkan dengan ruang lain. Kenyataan tersebut setidak-tidaknya dapat dilihat dari genting yang digunakan.

Ruang-ruang di Blok Ruang Admisi dan Orientasi II juga sudah dirombak. Ada dua ruang berukuran kecil yang dijadikan satu sehingga ruang tersebut menjadi lebih luas. Rata-rata ruangan tersebut berukuran 3 x 4 meter. Di blok itu terdapat tujuh ruang namun yang disiapkan untuk napi korupsi enam ruang. Konon ruang yang satunya ditempati Tommy Soeharto.

Di depan deretan ruang atau kamar yang nantinya akan ditempati Pande Lubis cs terdapat halaman yang lumayan luas. Namun, dikelilingi tembok tinggi yang disudut pagar tembok itu terdapat menara pengawas.

Menara pengawas itu dibuat untuk mengawasi setiap gerak-gerik Pande Lubis cs saat dijadikan satu di LP Batu. Setelah Bob Hasan, Tommy Soeharto, dan Pande Lubis Cs kiranya siapa lagi yang bakal menyusul menjadi penghuni sel koruptor di LP Batu? Ada yang berkelakar, seandainya koruptor-koruptor kakap dikirim ke Nusakambangan, niscaya lembaga pemasyarakatan itu lambat laun berubah menjadi tempat yang bagus layaknya hotel.(Agus Sukaryanto-33j)

Nee Chee
November 06, 2004, 15:28
Entar liburan jadi pengen wisata ke Nusakambangan ah :D ... bener ndak siy katanya deket Nusakambangan ada hotel bintang 4 :hehe ... jangan-jangan dibangunnya untuk memudahkan Oom Tommy dan Oom Hasan nginep disana sehari-harinya

Hamlet
November 06, 2004, 16:21
Jadi buat koruptor2, neh hukuman begini jangan2 cuma dianggap liburan sejenak :D

** COMY **
November 06, 2004, 22:06
lah..buronan kelas kakap aja bisa ikut waktu pelantikan presiden sby kemarin..padahal jelas2x..polisinya seabrek2x..apalagi nun jauh disana..nggak ada yg tauk mereka lagi ngapain..bilangnya di penjara,padahal???

Hamlet
November 07, 2004, 03:39
Oh, siapa tuh namanya? Kemaren di Gatra juga sempet jadi topik utama.

janissary
November 07, 2004, 09:05
maunya buat koruptor di boven digul aja......

search
November 07, 2004, 17:59
kok penjahat jd enak.....

Hamlet
November 07, 2004, 19:59
Welcome to Indonesia :D

k1nky
November 07, 2004, 21:35
lha cewek2nya tommy aja masih bebas n leluasa kluar masuk itu "penjara" kok untuk men-servis si tommy..... :o

si bob hasan gosipnya dulu juga gitu, artis2/ce2 "simpenannya" rajin "nengok" dia.... sekali "nengok" dikasih duit brapa yaaa.... ::mikir::

** COMY **
November 08, 2004, 02:02
Originally posted by Hamlet
Oh, siapa tuh namanya? Kemaren di Gatra juga sempet jadi topik utama.


DODI SUMADI :)

DWibowo1.
November 08, 2004, 02:20
wong yg pengusaha bermasalah aja jadi menteri koq :hehe

Hamlet
November 08, 2004, 06:30
Enak kali jadi koruptor di Indo. Hukum bisa takut ama duit :haha

search
November 08, 2004, 06:33
emang payah, maling sendal jepit digebukin, dimasukin penjara yg gak enak, eh ini maling negara di kasi enak2........

k1nky
November 08, 2004, 13:30
artikel di kompas hari ini: DPRD Jateng bakal cek Tommy Soeharto di Nusakambangan (karena ada berita sering "kabur" n gak tinggal di sel nya)

nih link nya: http://www.kompas.com/utama/news/0411/08/194028.htm

(cara copy paste artikel online yg gak langsung di copy paste itu gimana sih...?? ;D )

janissary
November 08, 2004, 13:38
aduh...
kalo gini...mendingan pulau buru dibuka lagi aja.....

begawan
November 08, 2004, 14:48
gw ada rencana hunting foto ke nusakambangan

ada yg mo pesan foto tommi lagi mancing kali :D

DWibowo1.
November 08, 2004, 15:45
Boro2 mancing. Nyobain mobil reli terbarunya kali ;D

begawan
November 08, 2004, 16:02
ato lagi berenang sama model2 indonesia :kakaka:

capur_tulis
November 08, 2004, 20:22
wah lama2 Nusakambangan bisa jadi pulau pariwisata...
Wisata ngeliatin narapidana... :hehe

DWibowo1.
November 08, 2004, 22:56
Bagus khan malah :D Bisa buat sumber devisa negara :hehe kalo perlu dibikin aja sebagai pusat offshore banking. Keuntungan dari money laundeering gedhe loch :D

bunda naila
November 09, 2004, 01:35
Originally posted by capur_tulis
wah lama2 Nusakambangan bisa jadi pulau pariwisata...
Wisata ngeliatin narapidana... :hehe

sebenernya sejak lebih dari 10 taun yg lalu, kita bisa kok "wisata" ke Nusakambangan. dulu gue pernah naik perahu motor dari pantai timur Pangandaran, sampe ke pantai barat Pulau Nusakambangan. tapi ya cuma jalan2 di pantai & hutannya aja, nggak sampe ke penjara & negokin narapidana di sono :hehe. pantai dan hutannya kan masih alami & bersih!

cuma klo gak tahan mabok, ditanggung teler deh :D. soalnya jalur perahunya ngelewatin muara Sungai Citanduy. amit2 ombaknya gede banget. kaget juga gue, maklum blom pernah liat muara sungai sebelumnya.

pokerface
November 09, 2004, 01:47
berapa jam naik perahu motornya?

Bo Tat
November 09, 2004, 03:06
Paling cuma 10-15 menit.
Wong dekat banget kok dari pelabuhan Cilacap itu.

Bo Tat
November 09, 2004, 03:07
Eh yang dimaksud bunda, dari pantai pangandaran ya? :hehe
Kirain dari pelabuhan Cilacap! :haha

pokerface
November 09, 2004, 03:32
Originally posted by Bo Tat
Paling cuma 10-15 menit.
Wong dekat banget kok dari pelabuhan Cilacap itu.


Originally posted by Bo Tat
Eh yang dimaksud bunda, dari pantai pangandaran ya? :hehe
Kirain dari pelabuhan Cilacap! :haha

[nunjuk] Bo Tat

:kakaka:

DWibowo1.
November 10, 2004, 00:36
dari www.kompas.com


Napi Koruptor Stres di Nusakambangan

Cilacap, Rabu


Kirim Teman | Print Artikel

Narapidana (Napi) kasus korupsi yang tengah melewati masa isolasi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kembangkuning, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, mengaku stres karena "hotel prodeo" yang kini ditempati tidak seperti di LP sebelumnya.

Lintong Siringoringo, seorang dari enam napi korupsi yang Kamis (4/11) masuk ke Pulau Nusakambangan dengan vonis empat tahun, mengatakan, selama lima hari menjalani kurungan di LP Kembangkuning merasa kurang nyaman. Jika di LP Cipinang dia mengaku mendapat fasilitas VIP, di LP Kembangkuning kondisinya jauh berbeda.

"Sudah lima hari di sini tidak ada radio, tidak ada televisi. Enak di Jakarta bisa nonton televisi dan dekat dengan keluarga," katanya kepada anggota Komisi A (Bidang Pemerintahan) DPRD Provinsi Jawa Tengah, yang melakukan kunjungan ke sejumlah LP di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Selasa (9/11).

Seperti yang diwartakan, Lintong dan kelima terpidana korupsi ditempatkan di ruang khusus yang disebut Ruang Admisi dan Orientasi. Terpidana kasus pembobolan Bank Mandiri Rp20 miliar itu menempati sel berukuran 3 X 9 meter yang terbagi dalam dua ruang.

Ruang di dalam untuk istirahat yang tersedia kasur dan ruang di luar untuk mencuci dan menjemur pakaian. Kran air di ruang luar itu terlihat masih ngocor kendati bak dari tembok sudah penuh. Bersebelahan dengan Lintong adalah terpidana Syaiful Bahri Ismail dengan vonis tujuh tahun. Mantan penghuni Lapas Salemba itu terlihat baru bangun tidur. Dia tidak begitu suka ketika rombongan berusaha memotret wajahnya.

Ketika ditanya kondisinya sejak menghuni "Pulau Penjara" itu, dia tampak enggan menjawab pertanyaan dari anggota rombongan yang dipimpin Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jateng, H. Subyakto, SH.MH.

Dua koruptor lainnya yakni Dedi Abdul Kadir dan Duryani (keduanya sebelumnya menghuni di Lapas Sukamiskin, Bandung) terlihat menempati sel isolasi di LP Batu. Dedi terlihat membaca buku kusam yang digeletakkan di dekat kasurnya. Keduanya berada satu blok dengan terpidana mati bandar ekstasi asal Tangerang, Ang Kim Sui, warga Belanda keturunan Cina.

Subyakto menanyakan kesehatan Dedi selama masuk di Lapas Batu, dia menjawab, "Cukup baik, meski fasilitas yang diberikan minim. Ya begini ini Pak, kondisinya seadanya." Dedi divonis enam tahun dan kini sudah menjalani tiga tahun. Sedangkan dua koruptor lainnya dikirimkan ke LP Permisan, yaitu Pratomo dari Rutan Salemba dan Pande Lubis dari Lapas Cipinang.

Kepala LP Batu, Sudwi Haryatmo BcIP menyatakan, keenamnya tetap akan menempati sel yang dihuni saat ini. Khusus penghuni LP Batu, Senin malam sudah diperbolehkan mengikuti salat tarawih berjamaah.

Ia menjelaskan, selama isolasi itu mereka tidak diperbolehkan bergaul dengan napi lain. "Mereka orang baru, padahal penghuni di sini kan buangan semua. Mereka bisa diperas," katanya. Menyinggung napi kasus korupsi yang stres, ia menyatakan itu kondisi yang biasa. Sebab, mereka baru saja menempati sel yang baru pertama kalinya. Penghuni baru, kata dia, tentu memerlukan masa untuk menyesuaikan diri.

Di lain pihak, satu-satunya dokter kompleks LP tersebut, dr Sudiro menyebutkan seorang napi korupsi yaitu Lintong Siringoringo terserang penyakit gula darah atau "diabetes melitus". Penyakit itu baru saja diketahui tim medis, karena napi bersangkutan tidak mengatakan kalau dirinya menderita penyakit tersebut. (Ant/Dul)

janissary
November 11, 2004, 15:05
nusakambangan jadi objek wisata? kayak alcatraz aja....
tapi asyik juga tuh!!!

Hamlet
November 11, 2004, 20:17
Originally posted by anak_chambers
Jika di LP Cipinang dia mengaku mendapat fasilitas VIP, di LP Kembangkuning kondisinya jauh berbeda.

"Sudah lima hari di sini tidak ada radio, tidak ada televisi. Enak di Jakarta bisa nonton televisi dan dekat dengan keluarga," katanya kepada anggota Komisi A (Bidang Pemerintahan) DPRD Provinsi Jawa Tengah


:kakaka::kakaka: Buset dahhhh...

Dipenjara kok kesannya kaya lagi studi banding :D:D