View Full Version : Apakah agama Buddha itu agama berhala?
c2h2ia
May 09, 2003, 22:49
dulu waktu smp and smu, guru guru gw sering maksa in gw untuk masuk agama mereka....... well doesn't seem work to me....... mereka selalu bilang klo kita agama budha itu sembah BERHALA...... karena patung patung tersebut...... nah any comment for that??
menurut gue object of worship bukan berhala.
ini cuplikan tulisan dari : Oleh Ven. Dr K Sri Dhammananda
Ramai yang salah faham dan menggangap penganut agama
Buddha sebagai penyembah berhala. Salah faham ini disebabkan
oleh kurangnya pengetahuan tentang ajaran Buddha serta adat-
resam dan tradisi penganut agama tersebut.
Menyembah berhala secara amnya bermaksud mendirikan patung
dewa-dewi di dalam berbagai bentuk untuk disembah, meminta
restu dan perlindungan serta mengharapkan kemewahan,
kesihatan dan kekayaan daripadanya di dalam agama-agama
yang berunsurkan ketuhanan. Terdapat juga mereka yang
berdoa untuk diberkati berbagai kesenangan walaupun
kesenangan itu diperolehi dengan cara yang salah. Mereka juga
berdoa agar dosa mereka diampunkan.
Menyembah kepada imej Buddha sebenarnya berlainan daripada
konsep yang diterangkan diatas. Perkataan "menyembah" itu
sendiri tidak memenuhi maksud sebenar daripada sudut
pandangan agama Buddha. "Memberi penghormatan" merupakan
istilah yang lebih tepat. Umat Buddhis tidak menyembah berhala
atau imej. Mereka memberi penghormatan kepada seorang guru
agama yang agung. Gambargambar dan imej didirikan bagi bagi
tujuan menghormati dan menghargai Pencerahan Sempurna dan
kesempurnaan tertinggi yang dicapai oleh Buddha. Bagi
seseorang Buddhis, imej Buddha hanya merupakan satu simbol
yang membantunya mengingati Buddha.
Seseorang Buddhis melutut dan memberi hormat kepada imej
Buddha yang sebenarnya mewakili Buddha. Mereka tidak harus
memohon pertolongan daripada imej tersebut. Mereka merenung
dan bermeditasi tentang Buddha untuk mendapatkan inspirasi
daripada ciri-ciri peribadi Beliau yang mulia. Mereka cuba
mengikuti ciri-ciri kesempurnaan Buddha dengan mengamalkan
ajaran-ajaran Bhagava yang suci itu. Seseorang Buddhis
menghormati kebaikan dan kesucian guru agamanya yang
diwakili oleh imej tersebut. Malah, penganut semua agama
membentuk imej yang mewakili guru agama mereka sama ada
yang boleh dilihat atau digambarkan di dalam fikiran mereka
untuk tujuan menghormati guru agama mereka. Oleh itu, tidak
tepat dan tidak adil untuk mengkritik dan menyatakan bahawa
penganut agama Buddha merupakan penyembah berhala.
Amalan memberi penghormatan kepada seorang yang mulia
seperti Buddha bukan satu perbuatan yang dilakukan atas sebab
takut atau untuk memohon kebahagiaan duniawi. Seseorang
Buddhis percaya bahawa perbuatan menghargai dan
menghormati ciri-ciri suci yang dipunyai oleh guru agama mereka
merupakan satu perbuatan yang berpahala dan membawa
berkat. Seseorang Buddhis juga percaya bahawa mereka sendiri
yang bertanggungjawab diatas penyelamatan diri mereka; tidak
harus bergantung kepada sesiapapun untuk penyelamatan
mereka.
Walau bagaimanapun, terdapat juga mereka yang berpendapat
bahawa mereka boleh mendapat penyelamatan diri melalui
perantaran pihak ketiga. Golongan ini yang mengkritik penganut
agama Buddha sebagai penyembah imej seorang yang sudah
tiada lagi di dunia. Jasad seseorang boleh mengalami disintegrasi
dan menjadi juzuk konstituen (pepejal, cecair, haba dan arus)
tetapi kemuliannya akan kekal selamalamanya.
Seseorang Buddhis menghargai dan menghormati sifat-sifat mulia
ini. Oleh itu, tuduhan melulu terhadap penganut agama Buddha
merupakan satu perkara yang begitu malang, salah sama sekali
serta tidak berasas.
Lengkapnya disini.... (http://www.geocities.com/Athens/Crete/6468/artikel163.html)
kita mesti berhati-hati juga dengan diri sendiri.
dan tentunya kalau sifat kita seperti memuja berhala itu
sangat berbahaya.
kalimat yang gue rasa cukup penting adalah
Seseorang Buddhis juga percaya bahawa mereka sendiri
yang bertanggungjawab diatas penyelamatan diri mereka; tidak
harus bergantung kepada sesiapapun untuk penyelamatan
mereka.
jadi kalau minta kekuatan, kekayaan dan lain2 sewaktu
berdoa/beribadah, atau menganggap patung Buddha itu
sebagai sesuatu imej yang memilki kekuatan gaib.
i can say, itu berhala.
siapa bilang?
menurut gue masing masing mempunyai objek sendiri2 deh! dan ciri khas tersendiri!
kalau gue pikir2 lagi.
gue berpendapat
tergantung banget ama cara pandang elo terhadap objek worship
nya masing2, kalau elo menganggap patung itu sesuatu yang
punya kekuatan gaib yang bisa menagbulkan doa2 elo.
itu merupakan praktek berhala.
kalau sebagai objek worship untuk melatih konsentrasi,
membangkitkan kesadaran etc. it's not.
tambahan : untuk sesajen (buah2 persembahan) gitu juga
bukan untuk patungnya tapi lebih untuk meningkatkan
rasa terima kasih kita.
pandangan gue so far begitu.. kita tunggu pendapat2 yang laen
gue rasa juga agama yang lain juga sama mempunyai objek tersendiri!!
didepan objek tersebut kita bersujud apa berarti itu menyembah berhala?
c2h2ia
May 11, 2003, 13:26
klo menurut guru agama gw yang dulu, dia bilang patung patung itu cuman simbol...... sama seperti kristen, mereka memakai tanda salib, tapi itu bukan pertanda mereka nyembah berhala kan??
yup
patung Buddha atau Buddha rupang cuma dipakai sebagai symbol untuk mengingatkan kita kepada ajaran2 sang Buddha.
buah2an yg biasa di sediakan di altar ditujukan agar kita berbuat baik dengan cara memberikan buah2an tersebut setelah selesai kebaktian.
bunga2 segar yang juga dipakai untuk menghiasi altar dipakai untuk mengingatkan manusia untuk tidak melihat sesuatu dari "luar"nya saja. Sama seperti bunga2 yg akan layu setelah bbrp hari, manusia juga akan tua, keriput, dan mati sejalan dengan umur.
c2h2ia
May 18, 2003, 13:59
ada yg tau dari mana ada idea dari mana patung patung itu berbentuk...... maksud nya gw, gimana mereka bisa bikin klo patung kwan im itu seperti ini....... terus patung budha itu seperti itu.........
wah ini tergantung budaya dan seni.
dulu di pelajaran seni sejarah timur gue pernah pelajari hal ini.
dulu patung Buddha bentuknya bukan seperti yang sekarang
kita liat. :) mengalami berbagai metamorfosa bentuk.
c2h2ia
May 18, 2003, 14:32
nah kan........ jangan jangan hanya imajinasi manusia?
ImPala
May 19, 2003, 07:29
gw setuju banget ama exxxo, Buddha rupang digunakan untuk menghormati beliau yang telah berhasil menemukan jalan / dan kemudian mengajarkan kepada kita untuk memutuskan roda samsara.
untuk berhala or enggak, mungkin - ini sekali lagi imho loh - karena erat kaitan dengan adanya kepercayaan beberapa pihak yang mengganggap rupang ato patung punya power untuk mewujudkan sesuatu (mungkin kepercayaan chinese kuno ?) gak taw yang jelas gw pernah taw ada seseorang yang abisan 'menyembah' Dewi Kuan Im dan waktu ada masalah pada keluarga dia - dia merasa stress dan akhirnya pindah agama.
Intinya imho, bukan pada patung tapi kemampuan kita untuk berbuat baik kan ? Rupang hanyalah rupang, tapi maksud dari dihadirkannya Rupang adalah untuk penghormatan tok. ;D
untuk bentukan wujud Rupang, gw pernah denger kalo dengan kemampuan bathin, seseorang bisa mem-visualisasikan bentuk Dewi Kwan Im ato Sang Buddha Gotama (dan setuju juga dengan Exxxotica) - semuanya terpengaruh oleh seni dan budaya (contoh nya Rupang di Thailand berbeda sama sekali dengan Rupang di India, Jepang dan China).
untuk kemampuan bathin, karena gw gak punya ;D jadi belom bisa di buktikan, cuma gw yakin itu ada.
Originally posted by Q`tee
yup
patung Buddha atau Buddha rupang cuma dipakai sebagai symbol untuk mengingatkan kita kepada ajaran2 sang Buddha.
buah2an yg biasa di sediakan di altar ditujukan agar kita berbuat baik dengan cara memberikan buah2an tersebut setelah selesai kebaktian.
bunga2 segar yang juga dipakai untuk menghiasi altar dipakai untuk mengingatkan manusia untuk tidak melihat sesuatu dari "luar"nya saja. Sama seperti bunga2 yg akan layu setelah bbrp hari, manusia juga akan tua, keriput, dan mati sejalan dengan umur.
setuju...
di altar biasa ada beberapa macam benda misal:
-bunga
-air: keadaan batin yang tenang
-lilin: menandakan pencerahan/penerangan, lenyapnya kebodohan
kalo buah ???
sebenarnya gak ada maknanya sih menurut gw, tapi yg pasti bahwa itu biasanya dipakai saat kita sembayang leluhur. Karena kita gak tau apakah mereka terlahir di alam yg baik/buruk, maka kita menyediakan makanan untuk mereka jika mereka membutuhkan. Biasa yg menyantap makanan itu semacam setan yg hanya memakan makanan yg disembahkan (lupa namanya).
Selain itu juga seperti yg dibilang di atas, biasanya habis sembahyang kita kasih/sumbangin ke org yg membutuhkan. Dengan harapan bahwa leluhur kita kalau misalnya melihat perbuatan baik itu, akan menimbulkan pikiran baik (yg menghasilkan karma baik) sehingga dapat terlahir di alam yg lebih baik.
ImPala
May 21, 2003, 00:51
seperti kata onoz ;D - memang di Vijja Dhamma ada pelajaran tentang 31 alam kehidupan dan dibahas lengkap dan cukup detail. Salah satu alam dari 4 alam kesengsaraan adalah alam setan (hantu adalah salah satunya) - ada setan yang menyantap makanan tsb, bahkan ada terlahir sebagai setan yang nongkrong di altar di Vihara.
eh gimana kalo ada yg post soal tipitaka, tapi khususnya ke Sutta pitaka. Soalnya di sana byk memuat cerita menarik tentang kehidupan manusia :D
ImPala
May 21, 2003, 03:51
Wuaduh kalo udah soal Tipitaka, gw gak ngerti ni ;D - palingan yang pernah gw baca adalah salah satu bagian dari Tipitaka yaitu Dhammapada aja - itu pun gak inget and gak bisa ngerti artinya secara pasti semua hehe - maklum kebijaksanaan gw belom nyampe hahahahaha :D
:D
gw juga sih...
tapi demen gw bacanya, enak gitu, pikiran lebih terbuka soal agama buddha. ;D
gw dulu pas masih smp dijejelin macem2 sutta sama nikaya, ampe bebel. Dulu sih bt bener, tapi sekarang kok jadi pengen baca lagi ya. Mungkin dulu beban kali ya, soalnya buat bahan ujian ;D
ImPala
May 21, 2003, 07:21
Hahaha, dari Sutta, Nikaya sampe Bible hahaha :D top ;D
gak heran kalo BT, soalnya semua kata2 itu (apalagi kalo buat diinget pas mo ujian) beraattt banget -
cuma -
-kalo pas lagi tenang baca gitu sih ok aja - ;D
c2h2ia
May 21, 2003, 12:11
gmn bisa dapet in buku buku ttg Dhamma??
bosatsu
May 21, 2003, 14:10
coba ceritain dikit tnt sutta en nikaya.. :D
ImPala
May 22, 2003, 01:01
Buka tentang Dhamma ada di Vihara2 kan ? kaya Vihara Sunter itu sepertinya ada deh ;D
seperti Vijja Dhamma itu kaya Buku pelajaran (dulu waktu sekolah gw pake yang satu ini :D )
bosatsu - kalo sutta en nikaya gak bisa ni ceritain, abis gak ada yang inget juga palingan kalo maw ya coba baca Dhammapada aja. ;D
kalo baca dhammapada gw suka males, ngantuk ;D
soalnya kurang menarik gitu :D
kalo gw dulu pas smp pake buku agama warna kuning (lupa namanya ;D) itu isinya mayan lengkap lah, kira2 sebagian besar intisari agama buddha ada (kali ;D)
eh ini ada link yg berisi terjemahan tipitaka
http://samaggi-phala.or.id/tipitaka
ImPala
May 22, 2003, 04:37
onoz, itu mungkin yang namanya Vijja Dhamma ;D
The_One
October 27, 2004, 02:51
Berhala dalam KBBI artinya memuja sesuatu sbg Tuhan.
Nah, padahal Buddha itu kan bukan Tuhan. So, kesimpulannya agama Buddha itu bukan agama berhala.
just my 2 cents of opinion:)
langitbiru
October 29, 2004, 03:46
huehehehehehe...
padat dan singkat :D
betul sekali, hanya karena kita bersujud di depan patung buddha bukan berarti kita menganggap buddha sbg Tuhan. patung buddha itu ibaratnya "foto" guru kita. dan kita bersujud sbg ungkapan penghormatan. malah ada cerita ttg bhikkhu zen yg membakar patung buddha. ekstrim kalo dilihat ya? :D
The_One
October 29, 2004, 14:22
akhirnya ada reply juga. tadinya udah mo gue close threadnya..hehe
hyper
October 30, 2004, 08:55
Ada artikel yang menarik dari www.kmbui.net
--------
Penyembah berhala, apakah tolak ukurnya?
oleh: Selamat Rodjali
artikel dhamma tgl 10 May 2003
Ketika saya bertemu dengan doktor pribadi saya, beliau bertanya tentang kegiatan religius saya. Dan ketika beliau telah mengetahui merek religius saya, ia menanggapi bahwa saya adalah pemuja batu dan saya disarankan untuk memiliki pegangan hidup agar di hari kiamat yang telah dekat, saya dapat tertolong sehingga dapat terlahir di surga abadi. Lalu saya bertanya mengapa saya disebut pemuja batu? Jawabnya, saya menyembah patung, pemuja berhala. Ketika saya bertanya balik, apakah benar saya menyembah patung, beliau mengatakan ya, karena menurutnya, saya menghormat dan memohon-mohon rejeki, keselamatan, nama baik, keberhasilan dan sebagainya kepada patung yang terbuat dari batu dan tak ada bedanya dengan animisme, penyembah batu, religius berhala. Kemudian saya berkata: “Pernyataan dokter seolah-olah menunjukkan bahwa perihal pikiran saya, sepertinya dokter lebih tahu dari pikiran saya sendiri, darimanakah dokter mengetahui bahwa saya menghormat dan memohon-mohon kepada patung, apakah dokter dapat membaca pikiran saya, tolong dokter memberikan petunjuk bagi saya.” Maka iapun menjawab bahwa kebanyakan, orang yang bertingkah laku di depan patung adalah demikian, sehingga diambil kesimpulan bahwa itu menyembah dan memohon kepada patung.
Kemudian saya mengutarakan kenyataan yang umum terjadi di masyarakat: “Ketika rakyat suatu negara mengangkat tangan di atas kening sambil menghadap tegap ke arah Bendera Nasional Negara itu pada kesempatan suatu upacara, apakah makna tingkah laku orang-orang itu, apakah mereka menyembah atau meminta-minta sesuatu kepada bendera itu?” Dokter saya menjawab, bahwa menghadapi Bendera Nasional, mereka tidak menyembah atau meminta-minta sesuatu namun saat itu mereka mengenang perbuatan / kualitas jasa para pahlawan sehingga secara alamiah mereka tergugah batinnya untuk mencontoh perbuatan patriot para pahlawannya.” Kemudian saya lanjutkan: “mungkinkah penganut religius yang dokter sebut sebagai penyembah patung/berhala tadi, ketika berlutut di bawah atau di hadapan patung itu, pikirannya diliputi oleh sifat-sifat baik yang mencontoh orang yang dilambangkan dengan patung tadi, atau mengenang kualitas-kualitas batin yang baik dari orang yang dilambangkan dalam bentuk patung tersebut, seperti halnya rakyat yang sedang mengenang jasa para pahlawannya?” Beliau menjawab bahwa hal itu sangat mungkin. Lantas saya kembali bertanya:”Apabila sangat mungkin, maka orang-orang yang melakukan dengan pikiran baik tersebut apakah masih layak disebut sebagai penyembah patung/berhala, dan jika saya melakukan seperti itu, apakah tepat pernyataan dokter pertama tadi bahwa saya adalah penyembah berhala?” Tentu saja tidak, jawab dokter itu. Saya melanjutkan:”mengapa tidak?” Karena penyembah berhala artinya menyembah dan meminta-minta sesuatu (rejeki, keselamatan, dan sebagainya) kepada sesuatu yang tidak diketahuinya, demikian jawab dokter tersebut. Mendapat jawaban seperti itu, saya berkata dan bertanya kepada beliau: “Maaf dokter, saya gembira sekali karena dokter berbicara sangat terbuka, oleh karena itu ijinkanlah saya bertanya secara terbuka dan jangan terlalu dipikirkan apabila pertanyaan saya ini tidak tepat; bagaimanakah dengan dokter, apakah dokter dalam mempraktikkan kepercayaan religius yang dokter anut, acap kali meminta atau memohon sesuatu (keselamatan, rejeki dsb) kepada sesuatu yang sesungguhnya dokter tidak/belum pahami/ketahui (tanpa atau dengan media tertentu seperti patung atau hal lainnya)?” Beliau terdiam sejenak, kemudian menanggapi:”Selama ini saya telah salah pandangan tentang kepercayaan religius yang kamu pahami, maafkan saya! Sesungguhnya selama ini, saya lebih berhala dibandingkan kamu, karena saya sering kali meminta atau memohon sesuatu (rejeki, kesehatan, keselamatan dan sebagainya) kepada sesuatu yang memang saya belum/tidak pahami/ketahui. Maafkan saya, selama ini saya telah salah menilai kepercayaan religius yang kamu pahami hanya dari penampakan luar. Ternyata sisi batin si pelaku sangat menentukan kualitas perbuatannya. Terus terang, saya merasa syukur atas keteranganmu karena untuk selanjutnya saya tidak akan salah menilai seperti itu lagi.
Demikianlah dialog antara dokter pribadi saya dan saya, yang terjadi secara spontan dan terbuka. Memang, saya dan teman-teman memiliki ruang yang terdapat patung seorang guru besar yang bernama Gotama. Memuja patung bukanlah ajaran religius kami, namun, memang kebanyakan para penganut religius kami, tidak mengerti dengan benar ajaran religiusnya (tidak mau tahu atau karena ajaran tersebut memerlukan kemampuan logika pada taraf tertentu), sehingga mereka terjebak ke dalam praktik keliru sebagai pemuja berhala. Bagi kami, patung guru besar kami yang bernama Gotama hanya sebagai alat bantu bagi para pemula (bagi yang telah pandai sama sekali tidak memerlukan alat bantu seperti itu) untuk membangkitkan sikap batinnya seperti yang dimiliki oleh guru besar Gotama, yaitu:
1. murah-hati (dermawan)
2. bermoral (tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berzinah, tidak berdusta, tidak memakan atau meminum makanan atau minuman yang melemahkan kewaspadaan)
3. tidak terikat/tidak melekat
4. bijaksana dalam bertindak, berbicara dan berpikir
5. bersemangat
6. sabar
7. selalu berpikir, berbicara dan bertindak jujur dan benar
8. memiliki tekad yang kuat
9. memiliki cinta kasih terhadap semua mahluk (tidak pandang bangsa, ras, agama, golongan, sekte, mahluk, dsb)
10. sikap seimbang menghadapi suka dan duka (tidak larut dalam suka maupun duka)
Patung bukanlah kriteria ajaran kami. Ada atau tidak ada patung tidak menjadi masalah. Guru besar kami sama sekali tidak mengajarkan pemujaan patung guna menuju kebahagiaan sejati. Tindakan melalui pikiran, ucapan dan jasmani yang senantiasa terkendali serta jauh dari keserakahan, kebencian dan kebodohan batin merupakan syarat mutlak untuk merealisasi kebahagiaan sejati. Setiap mahluk mengharapkan kebahagiaan, namun kebahagiaan tidak dapat muncul karena berdoa, meminta-minta. Kebahagiaan merupakan akibat, dan akibat akan muncul apabila ada sebab tepat yang mendahuluinya. Sebab yang baik pasti akan menimbulkan akibat yang baik; sebaliknya sebab yang buruk akan menimbulkan akibat yang buruk pula. Proses sebab akibat ini akan berlangsung selama kondisi-kondisi penunjangnya terpenuhi; mereka berproses secara alamiah. Pengertian yang benar mengenai proses inilah yang menyebabkan saya secara sukarela berusaha melakukan kebaikan tanpa tergiur oleh janji/iming-iming surga dan secara sukarela pula berusaha tidak melakukan kejahatan, tanpa diliputi rasa takut akan ancaman neraka. Semoga uraian kenyataan di atas dapat meredakan kesalahpahaman antar penganut religius.
[bule]
The_One
October 30, 2004, 16:49
dialog yg menarik. trims hyper...bener2 menjelaskan semuanya.
Svanto
November 01, 2004, 00:54
Bila ada penganut agama lain yg mengatakan bahwa Agama Buddha adalah penyembah berhala, maka menurut saya itu adalah orang yg berpandangan pendek.
Yang tidak melihat sesuatu itu apa adanya.
Hanya bermaksd menjelekan agama lain agar kepercayaannya terhadap agama yg dia anut sendiri tidak goyah.
Dgn menjelekan agama lain maka ia bisa menyembunyikan kejelekan agamanya sendiri.
Tp sbnrnya dia org bisa berpikir demikian karena di Indonesia tidak dibedakan Taoisme dan Buddhism. Umumnya yg memohon rejeki, Nama, dan lain lain itu adalah di Taoisme.
Menurut saya, Taoisme sendiri jg bukan menyembah berhala. Karena patung itu berdasarkan figur dewa/i tertentu. Dan, menurut kepercayaan Chinese ada yg pernah melihat lantas tau kira2 figurnya seperti apa. Ada jg dewa yg sbnrnya dulunya manusia, karena dia baik hati maka setelah meninggal disembah bagaikan dewa.
Misalnya KuanTek Kong(Jendral Kuan dr masa Samkok)...
Trus yg disembah penganut Taoisme(yg umumnya chinese non-christian or non-muslim) itu adalah dewa KuanTek Kong, n bukan patungnya. Patungnya itu hanya lah sebuah lambang.
Bila demikian jg dianggap berhala, maka saya jg bisa mengatakan orang yg berlutut di depan Patung Bunda Maria berdoa memohon sesuatu adalah berhala, berlutut dibawah kayu salib jg berhala karena berdoa memohon pengampunan kepada kayu, orang yg menyembah kotak hitam di negeri Arab jg merupakan berhala.
Yah semoga org2 yg melihat thread ini tidak akan lagi menggunakan konsep menyembah berhala untuk mejelekan agama Buddha atau pun Agama lain.
The_One
November 02, 2004, 09:39
Hi Svanto,
Sebenarnya dalam Taoism, konsep dewa tuh ada 2 mcm. 1: dewa yg dulunya manusia, meninggal, karena berjasa maka jd dewa dgn mksd sbg teladan. 2: dewa yg memang dr sononya.
just my 2 cents:)
superfanny
November 03, 2004, 05:51
Two thumbs up for you, hyper.
Btw, bagaimana menjelaskan sosok dewi Kwan Im? Kan banyak penganut buddhis menyembah dewi kwan im..... dan dewi kwan im adalah sosok yang populer.... lebih populer dari Ananda, Sariputra.......
Apakah Anda:
[1] dewi kwan im itu sosok mitos, tidak ada dalam kitab suci
[2] sebenarnya menyembah dewi kwan im itu cuma untuk mengenang sifat welas asihnya ( seperti dialog dokter itu )
[3] maaf, dewi kwan im tidak ada dalam aliran saya ( theravada ), tanyakan ke penganut ( mahayana )
[4] other
Ini adalah salah satu hal yang dilematis untuk dijelaskan......
Thx....
The_One
November 03, 2004, 14:20
hi superfanny, dewi Kwan Im pernah disebutkan oleh sang Buddha sendiri. nama kitabnya klo ga salah prajna paramita:)
superfanny
November 04, 2004, 04:54
yah, benar. tapi....
buddha mengatakan nya sebagai avalokitesvara ( maaf, salah tulis )...... ada yang beranggapan beliau ngomongin orang lain.... ada yang beranggapan beliau ngomongin suatu keadaan batin......
Belum ada dewi kwan im waktu itu.... Nah.... waktu penyebaran agama buddha ke cina, pujangga cina dengan kreatif menerjemahkannya sebagai sosok dewi kwan im..... jadi dewi kwan im baru dikenal pertama kali di cina.
hyper
November 05, 2004, 02:14
Mungkin maslah Kwan Im perlu kita bahas tersendiri ya.
Saya sudah buat topik baru, Just klik :
http://forum.webgaul.com/showthread.php?s=&threadid=34946
The_One
November 05, 2004, 14:45
jd thread ini balik lg deh ke topik berhala nggak nya....
sebenarnya mslh berhala tuh bisa dijelasin demikian (oleh Ven Thubten Chodron).
ketika kita melihat foto, mengagumi foto itu. apakah yg kita kagumin itu foto (gambar orang itu)..kan bukan kan. yg kita kagumi adalah orang itu sendiri. begituh.
jd ketika menghormati Buddha, bukan patung Buddhanya yg kita hormati tapi Buddhanya sendiri.
langitbiru
November 08, 2004, 13:07
gw pernah denger cerita yg menarik, lupa dpt dr mana ;D
seorg bhikkhu diuji oleh setan, dia berkata "saya akan membuat kamu menyembah aku" (kayak cerita 41 harinya yesus ya? :D ). setan itu menampilkan wujud Buddha. bhikkhu tsb langsung bersujud. "tuh kann... kamu menyembah aku kan?" " tdk. saya bersujud pada buddha krn pikiran saya terarah pd buddha bukan pd kamu, kamu hanya sarana bagi saya untuk bersujud pd buddha"
erw88
November 08, 2004, 21:58
bener sekali inti cerita langitbiru... bahwa pikiranlah yg utama.
The_One
November 09, 2004, 15:03
wah cerita yg menarik tuh langitbiru:)
takeruya
November 13, 2004, 01:25
bagus tuh ceritanya
erw88
November 13, 2004, 21:49
lain kali klo ada yg ungkit soal 'berhala', gw pake cerita ini aja deh sbg jawaban.
hyper
November 16, 2004, 07:19
Originally posted by langitbiru
gw pernah denger cerita yg menarik, lupa dpt dr mana ;D
seorg bhikkhu diuji oleh setan, dia berkata "saya akan membuat kamu menyembah aku" (kayak cerita 41 harinya yesus ya? :D ). setan itu menampilkan wujud Buddha. bhikkhu tsb langsung bersujud. "tuh kann... kamu menyembah aku kan?" " tdk. saya bersujud pada buddha krn pikiran saya terarah pd buddha bukan pd kamu, kamu hanya sarana bagi saya untuk bersujud pd buddha"
ceritanya singkat tapi kena sasaran :D
hyper
November 16, 2004, 07:23
Tapi pernah ngak teman-teman merasa capek memberitahu orang lain bahwa agama Buddha tidak menyembah berhala ?
Kalau aku kadang-kadang pernah sih :D Jadi ya..aku bilang aja sama tuh orang jangan ketinggalan jaman dan ketinggalan informasi donk, masa hari gini masih anggap agama Buddha menyembah berhala. A. Einstein aja udah mengakui keunggulan agama Buddha.
ucca
November 16, 2004, 10:06
Sebenarnya orang yang bersujud di depan patung Buddha itu cuma untuk mengingat sifat2 luhur Sang Buddha dan berusaha meneladaninya. Pernah dijelaskan bahwa tidak seharusnya seseorang meminta sesuatu terhadap patung Sang Buddha. Jadi kan bukan menyembah berhala!!!
vBulletin® v3.8.2, Copyright ©2000-2013, Jelsoft Enterprises Ltd.