View Full Version : TRUTH and/or FACT ?







.//VZX
January 19, 2003, 07:16
when you judge something, which one will you use?
are you judging based on FACT ? or you will judge based on TRUTH ?

{)
please
*akhirnya kepikiran juga mao buat thread baru*

Xetto Skywalker
January 19, 2003, 12:32
maksudnya apa nih ?

.//VZX
January 19, 2003, 15:10
contoh simple :
ada 2 orang anak lagi ulangan umum
anak yang di belakang lemparin kertas yang tulisannya : "eh jawaban nomor x apa sih?"
siswa yang depan nggak jawab apa, dan gak nulis apa2, langsung aja kertasnya dibalikin setelah dia baca
guru pengawas ngeliatin 2 anak itu,

menurut peraturan ulangan umum, selama ulangan umum berlangsung tidak boleh adanya komunikasi antar siswa, apabila siswa melanggar, maka ia akan diberi 0 pada ulangan umumnya hari itu

the FACT : kedua siswa berkomunikasi
the TRUTH : siswa yang di depan nggak punya niat untuk berkomunikasi

misalnya eloe jadi guru pengawas, pilih yang mana? :D

c2h2ia
January 19, 2003, 22:36
boleh nggak milih dua dua nya?

Padawan
January 20, 2003, 03:07
Originally posted by .//VZX
menurut peraturan ulangan umum, selama ulangan umum berlangsung tidak boleh adanya komunikasi antar siswa, apabila siswa melanggar, maka ia akan diberi 0 pada ulangan umumnya hari itu

the FACT : kedua siswa berkomunikasi
the TRUTH : siswa yang di depan nggak punya niat untuk berkomunikasi

misalnya eloe jadi guru pengawas, pilih yang mana? :D

sebenarnya dua anak itu cukup diusir dr kelas, karena toh mereka udah tau peraturannya. yg ngelempar kertas bersalah karena minta jawaban. sdg yg mo jawab, bersalah karena melakukan kebodohan mengembalikan kertas tsb.

tapi ya kalo disuruh milih, ya the fact, karena gue gak punya waktu untuk mengejar the truth. konsekuensinya: gue hrs ngasih 0 buat kedua siswa tsb.

Padawan
January 20, 2003, 03:09
sorry, langsung ralat. siswa depan (yg 'gak' mo jawab) melakukan kebodohan mengembalikan kertas tsb.

.//VZX
January 20, 2003, 08:58
ya.... sekalian gue mao polling, orang sini banyakan bertindak berdasarkan apa? :D

*_*
January 20, 2003, 10:31
Gak ada yang salah...
Yang keliatan itu Fact

The Truth mungkin aja:
anak yang pertama udah nyogok anak kedua sebelumnya di luar kelas agar bolhe nyontek
anak yang kedua ternyata pengecut, gak berani kasih contekan

atau
anak pertama nanya sebagai permintaan balasan, karena ia tadi udah kasih tahu beberapa jawaban untuk anak kedua...

Kalau judgment dibikin cuma ngeliat kejadian yang ada kan bisa salah.
Lebih baik biarin aja dulu. Toh kalau bener nyontek belum tentu jawabannya bener.

Terra_Sephiroth
January 20, 2003, 13:41
IMHO sih sebenarnya kita harus bertindak berdasarkan truth.

Tapi.........sering kali TRUTH itu sangat sulit untuk didapatkan. Dan kita harus mencari truth secara keseluruhan. Kalau hanya sebagian2x saja, maka itu tidak lebih dari sebuah pecahan fakta.

Si A memukul si B. Kenapa??
Karena si A benci si B. Kenapa??
Karena gaji si A dikorupsi oleh si B. Kenapa??
Karena si A selalu berlagak di kantor, B jadi kesel . Kenapa??
Karena si A hanya kesepian, ia ingin mendapatkan temen.

Dan so on.....

Storm
January 20, 2003, 14:25
Originally posted by .//VZX
contoh simple :
ada 2 orang anak lagi ulangan umum
anak yang di belakang lemparin kertas yang tulisannya : "eh jawaban nomor x apa sih?"
siswa yang depan nggak jawab apa, dan gak nulis apa2, langsung aja kertasnya dibalikin setelah dia baca
guru pengawas ngeliatin 2 anak itu,

menurut peraturan ulangan umum, selama ulangan umum berlangsung tidak boleh adanya komunikasi antar siswa, apabila siswa melanggar, maka ia akan diberi 0 pada ulangan umumnya hari itu

the FACT : kedua siswa berkomunikasi
the TRUTH : siswa yang di depan nggak punya niat untuk berkomunikasi

misalnya eloe jadi guru pengawas, pilih yang mana? :D

Hmmm... gua pilih the truth... tapi kertas (brg bukti) tetep gua ambil pas lagi kepergok...gua biarkan mereka selesaikan ulangan dulu, setlh itu panggil mereka berdua, bicara 6 mata... baru bisa diputuskan bagaimana nasib mereka berdua...

Carlos
January 20, 2003, 23:10
Pengennya sih The Truth. Tapi itu susah banget! The Fact itu membuktikan Truth..

Pengakuan sangat mungkin dimanipulasi. Darimana kita tau dia jujur atau tidak? Dari fakta, kenyataan.

In that case, anak di depan tetap komunikasi dgn siswa di belakang. Tapi keliatan bukti langsung bahwa kertas kosong gak ditulisin jawaban.

Pendapat gue sih begitu. So I choose "the FACT".

Enche
January 20, 2003, 23:41
sorry i must choose FACT!

Capunk
January 21, 2003, 00:49
dari facts akan bisa disimpulkan the truth, tapi proses pemikirannya jugak harus bener....kalo nggak bener sama ajah kesimpulannya salah.

sebetulnya kalo pertanyaan macam ini jawabannya harusnya the fact, karena actually we can not know the truth before we know the fact. :) :D:D

.//VZX
January 21, 2003, 10:43
Originally posted by *_*
Gak ada yang salah...
Yang keliatan itu Fact

The Truth mungkin aja:
anak yang pertama udah nyogok anak kedua sebelumnya di luar kelas agar bolhe nyontek
anak yang kedua ternyata pengecut, gak berani kasih contekan

atau
anak pertama nanya sebagai permintaan balasan, karena ia tadi udah kasih tahu beberapa jawaban untuk anak kedua...

Kalau judgment dibikin cuma ngeliat kejadian yang ada kan bisa salah.
Lebih baik biarin aja dulu. Toh kalau bener nyontek belum tentu jawabannya bener.
kalo eloe disuruh bikin decision in 5 minutes gimana?
no matter what the reason is

*gue juga tau diam adalah emas :D*

.//VZX
January 21, 2003, 10:45
Originally posted by Storm


Hmmm... gua pilih the truth... tapi kertas (brg bukti) tetep gua ambil pas lagi kepergok...gua biarkan mereka selesaikan ulangan dulu, setlh itu panggil mereka berdua, bicara 6 mata... baru bisa diputuskan bagaimana nasib mereka berdua...
lookin thru their eyes to get what is the truth?
gimana eloe punya kerjaan terjadwal yang punya prioritas lebih tinggi daripada ngurusin 2 anak itu, tetapi di lain pihak men-judge 2 anak ini juga tidak kalah pentingnya?

.//VZX
January 21, 2003, 10:46
Originally posted by Capunk
dari facts akan bisa disimpulkan the truth, tapi proses pemikirannya jugak harus bener....kalo nggak bener sama ajah kesimpulannya salah.

sebetulnya kalo pertanyaan macam ini jawabannya harusnya the fact, karena actually we can not know the truth before we know the fact. :) :D:D
tapi bukannya kalo udah ketemu fact, untuk kasus yang gue kasi, udah 'case closed' ?

Storm
January 21, 2003, 15:06
Originally posted by .//VZX
lookin thru their eyes to get what is the truth?
gimana eloe punya kerjaan terjadwal yang punya prioritas lebih tinggi daripada ngurusin 2 anak itu, tetapi di lain pihak men-judge 2 anak ini juga tidak kalah pentingnya?

Bicara 6 mata maksudnya bukan hanya ngeliatin mata mereka dan langsung percaya apa yang mereka katakan...
Maksudnya meminta penjelasan dari masing2 tersangka dan bandingkan dengan semua bukti yang ada... termasuk berkas ulangannya dan penjelasannya...
mis : surat contekannya tulisan tgn siapa... terus di berkas ulangannya jawabannya gimana... umumnya yang berniat contek pasti jawabannya lebih kacau dibandingkan dengan jawaban yang dijadikan nara sumber contekan...

Menjadi seorg guru... Pekerjaan terjadwal apa yang lebih penting dibandingkan dengan mendidik muridnya menjadi seorg manusia yang berprinsip jujur...?

Enche
January 21, 2003, 15:19
btw bukannya dengan adanya FACT kita tau TRUTH

otomatis 2-2nya ya perlu ?

Capunk
January 21, 2003, 19:24
Originally posted by .//VZX

tapi bukannya kalo udah ketemu fact, untuk kasus yang gue kasi, udah 'case closed' ? sebetulnya gue nggak setuju fact elo...fact elo itu only half of the case.

kalo gue jadi tuh guru yah nggak bisa cuman meliat doank, harus ada penjelasan jugak dunks dari tersangka. kalo gitu kita cuman bisa meliat half of the fact, not the full fact + the truth.

kalo udah bisa kita tau full factnya apaan, walaopun bagaimana[un kesimpulannya adalah the truth.

tam-tam
February 16, 2003, 00:28
Dari pemahaman saya tentang filsafat yang hanya saya peroleh dari
beberapa ngobrol dengan temen-temen dan membaca sendiri saya mendapat
gambaran sebagai berikut :

Filsafat sebagai pencari kebenaran telah banyak memberikan konsep-konsep
tentang kebenaran (meskipun filsafat bukan hanya membahas kebenaran).
Dan konsep yang diberikan oleh filsafat relativisme menurut saya
merupakan konsep yang dapat mengakomodasi semua aliran filsafat yang
muncul. Dari filsafat relativisme inilah yang selanjutnya dapat membawa
kita kepada pemahaman atas eksistensi kebenaran mutlak (apakah sudah
diakui ?)

tam-tam
February 16, 2003, 00:28
Lain halnya posmodernisme, yang kata sebagian orang muncul akibat
hilangnya kepercayaan kepada modernitas (ilmiah, rasional) manusia.
Sementara itu keseluruhan kajian filsafat, masih menurut pemahaman saya,
berpangkal kepada kemampuan manusia tertinggi yaitu kemampuan budi atau
rasio. Dan oleh karenanya, posmodernisme merupakan wujud dari kematian
manusia (bahkan peradaban manusia ?)

Atau bagaimanakah sebaiknya kita mendudukan permasalahan universal
"kebenaran" ini dalam perspektif masa kini. Apakah masih perlu ?

kapiten
February 17, 2003, 02:22
Originally posted by tam-tam
Dari pemahaman saya tentang filsafat yang hanya saya peroleh dari
beberapa ngobrol dengan temen-temen dan membaca sendiri saya mendapat
gambaran sebagai berikut :

Filsafat sebagai pencari kebenaran telah banyak memberikan konsep-konsep
tentang kebenaran (meskipun filsafat bukan hanya membahas kebenaran).
Dan konsep yang diberikan oleh filsafat relativisme menurut saya
merupakan konsep yang dapat mengakomodasi semua aliran filsafat yang
muncul. Dari filsafat relativisme inilah yang selanjutnya dapat membawa
kita kepada pemahaman atas eksistensi kebenaran mutlak (apakah sudah
diakui ?) Memang pembicaraan filsafat kebanyakan berkisar pada usaha mencari kebenaran. Sebagaimana definisi
filsafat yang dulu pernah gue posting.
Jadi 'philosophia' berarti cinta kepada kebijaksanaan atau cinta kepada kebenaran. Maksudnya, setiap orang yang berfilsafat akan menjadi bijaksana. Orang yang cinta kepada pengetahuan disebut 'philosopher', dalam bahasa Arabnya 'failasuf".
Pecinta pengetahuan ialah orang yang menjadikan pengetahuan sebagai tujuan hidupnya, atau perkataan lain, mengabdikan dirinya kepada pengetahuan.

Filsuf hanyalah orang yang memikirkan hakikat segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan mendalam.
Tegasnya: Filsafat adalah hasil akal seorang manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Dengan kata lain: Filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakikat
kebenaran segala sesuatu.
Tetapi disamping aliran "pencari kebenaran", ada pula filsuf yang lebih menekankan pada "pencarian kebaikan". Demikianlah perbedaan antara Plato dan Aristoteles. Plato lebih menekankan "pencarian kebaikan". Sedangkan Aristoteles lebih menekankan pada "pencarian kebenaran".
Menurut gue naluri mencari kebaikan dan kebenaran dimiliki oleh setiap manusia. Akan tetapi tentu setiap manusia mempunyai tingkatan yang berbeda dalam usaha mencari kebaikan dan kebenaran tersebut.
Sayangnya akibat usaha mencari kebenaran ini sering timbul sikap-sikap "mengklaim kebenaran" secara sempit. Selanjutnya timbul berbagai gerakan untuk memaksakan suatu nilai yang dianggap benar dari sekelompok masyarakat pada kelompok masyarakat yang lain. Inilah yang terjadi dengan ideologi ideologi fasisme yang memaksakan nilai kebenarannya dengan kekuatan senjata.