Azik!
June 25, 2004, 08:43
Shillo adalah seorang bartender yang baru saja bekerja di salah satu bar milik pemerintah. Disana ia mendapatkan gaji yang cukup besar dan mendapatkan THR ::GP:: yang lumayan besar. (boleh juga tuh :D ) Suatu ketika, pada saat Shillo sedang tidur-tiduran di atas meja bar (maklum, semalam habis lembur :kakaka: ) masuklah seorang pemuda berbadan besar yang bernama Kapiten sambil membawa kotak gitar (seperti film Desperado) dan memesan Martini. “Dikocok, tapi jangan diaduk” begitu kata si Kapiten.
Shillo : ”Maaf pak, nama bapak siapa ?”
Kapiten : “Memang mau apa kamu ?!” (sambil memegang pistol desert eagle kaliber .50 AE)
Shillo : :o “Yah, saya cuman nanya doang pak. Jangan marah gitu dong !” (sambil memberikan minuman)
Kapiten : “Ya sudah, nama saya Kapiten” (sambil meminum minuman tersebut)
Shillo : “Pekerjaan bapak apa ?”
Kapiten : ( memuntahkan minuman dan menodongkan pistolnya ke kepala Shillo) “Kamu sudah bosan hidup ya ?”
Shillo : “Ye si bapak, saya kan cuman nanya doang. Masa nggak boleh sih.” (sambil mengambil pistol tersebut dan melihatnya)
“Yah, ini sih pistol mainan pak ! Bapak tukang mainan ya ?” :kakaka:
Kapiten : ::malu2:: (sambil mengambil pistol tersebut dan menyarungkannya) “Pekerjaan saya adalah logic thinker”
Shillo : “Apaan tuh ?!”
Shillo : ”Maaf pak, nama bapak siapa ?”
Kapiten : “Memang mau apa kamu ?!” (sambil memegang pistol desert eagle kaliber .50 AE)
Shillo : :o “Yah, saya cuman nanya doang pak. Jangan marah gitu dong !” (sambil memberikan minuman)
Kapiten : “Ya sudah, nama saya Kapiten” (sambil meminum minuman tersebut)
Shillo : “Pekerjaan bapak apa ?”
Kapiten : ( memuntahkan minuman dan menodongkan pistolnya ke kepala Shillo) “Kamu sudah bosan hidup ya ?”
Shillo : “Ye si bapak, saya kan cuman nanya doang. Masa nggak boleh sih.” (sambil mengambil pistol tersebut dan melihatnya)
“Yah, ini sih pistol mainan pak ! Bapak tukang mainan ya ?” :kakaka:
Kapiten : ::malu2:: (sambil mengambil pistol tersebut dan menyarungkannya) “Pekerjaan saya adalah logic thinker”
Shillo : “Apaan tuh ?!”