View Full Version : Karya Seni Tinggi dari Kulit Telur







azayaka
June 24, 2004, 13:40
12/6/2004 16:42
Liputan6.com, Jakarta: Tak disangka kulit telur yang biasa teronggok di tong sampah mampu menghasilkan karya seni yang tinggi. Kulit telur ini dijadikan bahan dasar lukisan serta beragam kerajinan, bahkan dijadikan penghias furnitur. Karena tampak indah, belakangan ini, karya seni tersebut juga banyak diminati konsumen. Para pengunjung biasanya langsung membeli, bahkan ada yang memesannya.

Adalah Dwiyono yang "menyulap" ampas bahan makanan tersebut. Sejak sembilan tahun silam, Dwiyono memang memberanikan diri membuat terobosan baru. Di tangan pria lulusan teknik sipil sebuah perguruan tinggi inilah kulit telur itu dijadikan bahan dasar lukisan, serta beragam kerajinan dan penghias furnitur. Dia yang dulunya bekerja selama 12 tahun di perusahaan konsultan teknik ini tetap eksis menjalankan usahanya.

Ide ini didapatkannya saat telur yang hendak diceplok oleh istrinya jatuh ke bawah dan secara tidak sengaja terinjak oleh dirinya. Menurut pengamatannya, efek pecahan telur tadi sangat bagus. Setelah bereksperimen selama dua tahun, dia memutuskan kulit telur dikembangkan sebagai lukisan. Apalagi warna kulit telur sangat beragam. "Warna telur ayam itu ada 40 lebih, bebek, delapan sampai sembilan warna," ujar Dwiyono.

Dia membuka workshop di rumahnya di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur. Bersama 12 karyawannya, Dwiyono telah menghasilkan ratusan keramik. Lelaki ini terus berkarya dengan banyaknya pesanan dari hotel maupun kafe di Bali, Eropa, Amerika Serikat, dan Turki untuk interior.

Dwiyono juga telah menghasilkan 52 lukisan dengan bahan dasar kulit telur. Untuk memenuhi kebutuhan 200 butir kulit telur per meter persegi, Dwiyono mendapat pasokan dari penjual martabak jalanan dari Jakarta dan beberapa kota di Pulau Jawa. Biasanya, untuk menyelesaikan sebuah lukisan diperlukan waktu sekitar dua sampai tiga bulan. Lukisan itu dihargai dari Rp 10 juta sampai Rp 100 juta.

Harga itu memang cukup pantas bagi para pecinta seni tinggi. Apalagi Dwiyono menjamin hasil lukisannya tahan gores. "Maintenance-nya mudah dicuci dengan air biasa, kekuatannya saya jamin", ujar insinyur ini. Hal ini disebabkan kulit telur tidak akan dimakan oleh hama apa pun.

Bagi pelanggan yang menyukai suatu hal yang tidak biasa harga bukanlah masalah. "Saya menemukan bahwa karya-karya Pak Nyono [sapaan akrab Dwiyono] itu merupakan karya yang luar biasa," ujar Christy Mariska Rene Tupan. Dia mengaku mengoleksi hasil karya Dwiyono dari furnitur hingga lukisan di rumahnya.

Keinginan untuk menularkan keahliannya pada masyarakat luas, membuat Dwiyono menyelenggarakan pendidikan keterampilan bagi peminat tanpa dipungut biaya sepersen pun. Kini telah ada 200 perajin keramik yang ia didik dan menjadi outsourcing usahanya. Yang istimewa adalah, dia telah mendidik 15 pelajar untuk menekuni lukisan kulit.(DNP/Tim Usaha Anda)

Dwiyono
Jalan Rawamangun Muka Timur IA
Jakarta Timur 13220
Telepon : (021) 489-4091
Faksimile: (021) 489-7793


---------------

kreatif abis! :D

Teru-teru
June 26, 2004, 01:10
buat paskah pasti laku :D

Leen
June 27, 2004, 02:54
gak bau apa??? ^o^

add photonya donggg