View Full Version : Inspirational Stories







sher
January 17, 2003, 07:12
nih tentang Tahun baru..........

Surat si anak desa kepada Yesus
Jakarta, 1 Januari 2003.

SAHABATKU Yesus,

Kami baru saja selesai merayakan hari Natal-Mu yang ke 2002. Kali ini aku diundang pamanku ke Jakarta. Begitu mewah pesta Natal disini. Sepatu kickers seharga Rp.300.000,- yang kuterima sebagai hadiah Natal dari pamanku, enggan aku memakainya. Dengan harga sepatu ini, sudah cukup untuk makan kami sekeluarga sebulan, di desa.

Di malam tutup tahun aku diajak oleh pamanku yang kaya ini berpesta-pora di sebuah hotel termewah di ibu kota. Tahukah Kau sahabat, bahwa pamanku membayar Rp.400.000,- untuk tiket satu orang, sedangkan kami semuanya berjumlah 15 orang?

Sebagai anak desa yang baru pertama kali melihat keramaian Kota Jakarta, aku benar-benar tertegun, kagum tapi juga bingung. Betapa tidak ? Dalam perjalanan kami menuju hotel di malam Tahun Baru itu, aku melihat puluhan anak-anak tanggung seusiaku yang menjual trompet kertas. Mereka basah kuyup ditimpa hujan, menggigil kedinginan berlindung di bawah pohon.
Trompet kertas jualan mereka ditutupi dengan lembaran plastik agar tidak basah.

Karena hujan terus turun, nampaknya mereka pasti rugi, karena tidak ada pembeli. Selama pesta di hotel mewah itu, aku masih teringat kepada anak-anak sebayaku penjual trompet kertas. Mereka pasti kelaparan malam ini.

Bukankah mereka juga sahabat-sahabatmu, Yesus ?

Teringat kepada mereka itulah, sekembaliku dari hotel, kutulis surat ini. Aku ingin bertanya kepadamu Yesus: Bisakah aku berterima kasih pada Tuhan bila hanya aku cukup pangan, sedangkan kawan sebayaku masih kelaparan ?
Dapatkah aku berdoa : terima kasih Tuhan atas santapan mewah yang terhidang ?

Bisakah aku memuji Tuhan bila hanya aku bersandang sutera, keluargaku bermobil banyak, berumah mewah, sedangkan sebayaku lainnya terlantar dengan telanjang tidur di kaki lima, di bawah kolong jembatan layang ?
Masih dapatkah aku berdoa: terpujilah Tuhan karena segala kebaikan-Mu ?

Bisakah aku memuliakan Tuhan bila hanya aku cukup gizi, beraga sehat, sedangkan kawan seusiaku menderita tbc, malaria dan muntaber tanpa kemungkinan mendapat obat ?! Bisakah aku bersyukur kepada Tuhan bila hanya aku yang bebas, bertindak semauku tanpa tekanan, tanpa rintangan sedangkan begitu banyak mereka yang tertindas tak punya kesempatan untuk hidup layak ?
Lalu haruskah aku berkata: terima kasih Tuhan, karena aku orang terpilih ?

Ini bukannya surat cengeng, Yesus ! Tapi aku tak habis mengerti: Mengapa orang-orang seperti pamanku itu membuang uang seenaknya, hanya demi kesenangan sekelompok kecil keluarga ? Ah, aku kepingin cepat pulang ke desa tercinta. Jawablah surat ini Yesus, dan alamatkan ke desa kecilku di atas bukit. Kutunggu balasanmu,

Dari sahabatmu si anak desa.

sher
January 17, 2003, 07:14
Bethlehem, 7 Januari 2003.

SAHABATKU yang baik,
Tahukah Kau sahabatku, sewaktu Kau berada di Jakarta aku juga ada di sana?
Sewaktu Kau membuka bungkusan hadiah Natalmu, aku berdiri jauh di sudut gelap di bawah pohon asem di halaman rumah pamanmu. Kalian menyanyi dan menyebut namaKu, tapi aku sendiri tidak diundang masuk.

Sayang seandainya Kau hadir dalam perayaan Natal untuk para gelandangan di Senayan, pasti kita bertemu; karena aku ikut hadir di sana. Aku tahu kegelisahan yang menggeluti hatimu. Kau memang seorang sahabat yang baik, bahwa masih punya ingatan kepada orang lain yang kebetulan tidak seberuntung Kau.

Nah, dengarkanlah baik-baik pesanku: Kau diberi cukup pangan, bukannya untuk dirimu sendiri sehingga berbunga dalam kepongahan. Kau diberi kecukupan agar dibagikan kepada mereka yang berkekurangan; rezeki yang berkelimpahan, agar
diteruskan kepada mereka yang lapar dan telanjang. Lalu mereka mengenal cinta Tuhan. Dan memuliakan Bapa di surga !

Kau memperoleh cukup sandang dan papan bukannya untuk bersantai di kursi bangga ! Semua itu kau terima, agar mereka yang tak berdangau beroleh kehangatan lewat upayamu, pintu rumahmu, pelarian mereka yang menderita ! Lalu mereka mengenal cinta Tuhan. Dan memuliakan Bapa di surga !

Kau cicipi kesehatan dan kebebasan bukannya untuk berbusung dada di keangkuhanmu; kau sehat, biar mampu menolong yang sakit, dan terlantar papa; Kau bebas, biar mampu berjuang bagi mereka yang tertindas. Lalu mereka mengenal cinta Tuhan. Dan memuliakan Bapa di surga !

Aku memilih kau jadi sahabatku bukannya supaya kau sejahtera sendiri di waktu kini dan kekekalan nanti. Kupilih Kau menjadi kawan sekerja untuk menyebar cinta di tengah dendam untuk membiak damai di tengah benci. Lalu mereka mengenal cinta Tuhan. Dan memuliakan Bapa di surga !

Salam hangat dari sahabatmu, Yesus.

sher
January 17, 2003, 07:16
Desa tak bernama, 14 Januari 2003.

YESUS yang baik,
Aku baru sehari kembali di desa, ketika suratmu tiba. Ai, begitu lega hatiku membaca pesanmu di alam terbuka tanpa polusi ini. Aku tidak mengeluh karena di sini tidak ada listrik, tapi aku berterima kasih padamu, atas sinar bintang yang lembut dan cahaya bulan yang begitu mesra.

Aku tidak mengeluh, karena di sini tidak ada orkes symphoni pimpinan Idris Sardi. Tapi aku berterima kasih padamu, karena begitu mesra terdengar konser burung di pepohonan.

Aku tidak mengeluh, karena di sini tidak ada TIM, Dufan, Taman Ria atau Taman Mini Indonesia Indah. Tapi aku berterima kasih padamu, atas bermekarannya anggrek hutan dan tarian bunga-bunga di lembah hijau !

Aku tidak mengeluh, karena di sini belum ada saluran air minum. Tapi aku berterima kasih padamu, atas air terjun dan sungai segar yang tidak pernah kering.

Aku tidak mengeluh karena di sini tidak ada telepon. Tapi aku berterima kasih padamu, karena aku bisa bercanda dengan sahabat-sahabatku.

Aku tidak mengeluh, karena di sini tidak ada hotel mewah. Tapi aku berterima kasih padamu, karena setiap rumah bersedia menampung siapa pun yang datang.

Aku tidak mengeluh, bahwa di sini kami masih miskin. Tapi aku berterima kasih, karena Tuhan menjadikan kami kaya, untuk mencintai setiap insan.

Bersama kau, Yesus, aku ingin mengabdi!
SahabatMu si anak desa.

we love You, we need You, we trust You

sher
January 17, 2003, 07:18
shield.......... boleh nggak post cerita diatas??

suka banget nih gue.............

shieldheart
January 17, 2003, 07:54
boleh donk sher :D malah gue juga suka cerita2 kayak gitu ;)

sher
January 24, 2003, 06:17
Hadiah Ulang Tahun


Di sebuah sekolah minggu. Suatu hari Minggu, setelah pelajaran berakhir seperti biasanya suster menyediakan kue-kue kecil untuk dibagikan kepada anak-anak.

Tiba-tiba satu dar antara anak-anak itu berlari menuju suster dan berkata; ‘Suster...suster, kemarin saya berulang-tahun.’

Dengan penuh penyesalan suster mengulurkan tangannya sambil menjawab; ‘Oh...selamat ulang tahun. Maafkan saya karena saya tidak tahu bahwa kemarin adalah hari ulang tahunmu.’ Kata suster tersebut seakan mengadili diri sendiri karena lalai mengingat hari penting anak muridnya.

‘Apa yang kamu butuhkan sebagai hadiah ulang tahunmu? Walau terlambat, aku masih ingin memberikan hadiah buatmu.’ Suster lalu menyebut satu persatu barang yang menurut suster pasti dibutuhkan oleh anak tersebut. Namun anak itu cuman menggelengkan kepala.

Sambil menengadah memandang wajah suster tersebut, anak itu berkata; ‘Suster, yang aku butuhkan cumanlah pelukanmu yang hangat.’

-----------------------

Sebongkah hati yang mencintai berbicara lebih kuat dan lebih dalam dari pada setumpuk harta kekayaan.

sher
January 24, 2003, 06:27
Tukang Rombeng


Menjelang fajar, pada suatu hari Jumat, saya melihat seorang pria muda, tampan, dan kuat, berjalan di lorong-lorong kota kami. Dia menarik gerobak yang penuh dengan pakaian baru sambil berseru dengan suara nyaring, "Rombeng!" Ah, udara berbau busuk dan cahaya yang muram itu dilintasi oleh suara musik yang indah.

"Rombeng! Baju lama ditukar baju baru! Saya menerima baju rombeng! Rombeng!"

"Sekarang inilah keajaiban," pikir saya dalam hati, karena pria ini tinggi besar, dan lengannya kukuh seperti dahan pohon, keras dan berotot. Matanya menyorotkan kecerdasan. Apakah dia tidak dapat mencari pekerjaan yang lebih baik sehingga memilih menjadi tukang rombeng di kota yang kumuh? Saya mengikutinya karena keingintahuan saya yang besar. Dan, saya tidak kecewa. Tukang rombeng itu melihat seorang wanita duduk di beranda belakang.

Dengan saputangan menutupi wajahnya, dia menangis, mengeluh dan mencucurkan ribuan tetes air mata. Lutut dan sikunya membentuk huruf X. Bahunya bergetar. Hatinya hancur. Tukang rombeng itu menghentikan gerobaknya. Dengan tenang, dia menghampiri wanita itu sambil menginjak kaleng-kaleng kosong, mainan rusak, dan barang rongsokan lainnya.

"Berikan barang rombengmu," ujar tukang rombeng itu dengan sabar, "dan saya akan memberimu barang baru."

Tukang rombeng itu melepaskan saputangan dari mata wanita itu. Wanita itu memandangnya, dan tukang rombeng itu meletakkan sebuah saputangan linen yang baru dan bersih ke telapak tangannya. Mata wanita itu beralih dari pemberian itu ke pemberinya.

Kemudian, saat tukang rombeng itu menarik gerobaknya kembali, dia melakukan hal yang aneh: Dia mengusapkan saputangan yang penuh noda itu ke wajahnya sendiri, dan kemudian dia mulai menangis. Dia menangis begitu kerasnya seperti wanita itu sehingga pundaknya bergetar. Namun, wanita itu tidak lagi menangis.

"Ini ajaib," ujar saya kepada diri saya sendiri, dan saya mengikuti tukang rombeng seperti seorang anak yang ingin membongkar suatu misteri.

"Rombeng! Rombeng! Baju tua saya ganti dengan baju baru!"

Tidak lama kemudian, ketika matahari makin tinggi, tukang rombeng itu mendatangi seorang gadis yang kepalanya dibalut. Mata gadis itu menatap kosong. Darah membasahi perbannya. Aliran darah mengalir di pipinya. Sekarang, tukang rombeng yang tinggi itu menatap gadis itu dengan rasa kasihan, dan dia mengeluarkan topi wanita dari gerobaknya.

"Berikan perbanmu," ujarnya, "dan saya akan memberimu sebuah topi baru."

Anak gadis itu hanya dapat menatap tukang rombeng dengan heran ketika dia mulai melepaskan perban dari kepalanya dan memasangnya di kepalanya sendiri.

Kemudian, dia memasang topi baru itu di kepala gadis kecil itu. Dan, saya terperangah dengan apa yang saya lihat. Sekarang, ganti kepala tukang rombeng itu yang terluka. Di alisnya mengalir darah segar, darahnya sendiri!

"Rombeng! Rombeng! Saya menerima barang rombeng!" teriak tukang rombeng yang kuat, cerdas tetapi menangis dan berdarah.

Matahari menyilaukan mata saya dan tukang rombeng itu tampak semakin tergesa-gesa.

"Apakah kamu mau bekerja?" tanyanya kepada seorang yang bersandar di tiang telepon. Pria itu menggelengkan kepalanya.

Tukang rombeng itu mendesaknya, "Apakah kamu memiliki pekerjaan?"

"Kamu gila ya?" ujar orang itu sambil menyeringai. Dia tidak lagi bersandar di tiang telepon, tetapi membuka lengan bajunya dan menarik tangannya dari kantung jaketnya. Dia tidak mempunyai tangan.

"Berikan jaketmu kepada saya dan saya akan memberimu jaket saya," perintah tukang rombeng itu.

Suaranya memancarkan otoritas! Pria buntung itu melepaskan jaketnya. Demikian juga tukang rombeng itu. Dan, saya gemetar mengetahui apa yang saya lihat: lengan tukang rombeng itu melekat di jaketnya dan ketika pria buntung itu mengenakan jaket, lengan itu terpasang di pundaknya. Sekarang, tukang rombeng itu buntung sebelah tangannya.

"Pergilah bekerja," ujar tukang rombeng itu.

Setelah itu, tukang rombeng menjumpai seorang pemabuk yang berbaring pingsan di bawah selimut tentara. Pemabuk itu tampak tua dan memprihatinkan. Tukang rombeng itu mengambil selimut pemabuk itu dan membungkuskannya ke tubuhnya sendiri, lalu menyelimuti pemabuk tua itu dengan selimut baru.

Dan, sekarang saya harus berlari supaya bisa mengikuti tukang rombeng itu. Meskipun dia menangis menjadi-jadi, darah bercucuran di wajahnya, menarik gerobak dengan satu lengan, tersandung, terjatuh berkali-kali, kelelahan, tua dan sakit, dia melangkah dengan kecepatan tinggi. Dengan "kaki laba-laba" dia menyusuri lorong-lorong kota itu.

Saya terkejut melihat perubahan pria ini. Saya sedih melihat penderitaannya. Meskipun demikian, saya ingin melihat ke mana dia pergi dengan begitu tergesa-gesa dan saya juga ingin mengetahui apa yang membuatnya melakukan semua ini.

Tukang rombeng yang sekarang bertubuh kecil dan tua itu pergi ke suatu tempat. Dia menghampiri sebuah lubang sampah. Saya ingin membantunya mengerjakan apa pun, namun saya menarik diri dan bersembunyi. Dia mendaki sebuah bukit. Dengan usaha yang keras, dia membersihkan sebuah tempat di bukit itu. Kemudian, dia menarik napas. Dia berbaring. Dia memakai sebuah saputangan dan jaket sebagai bantalnya. Dia menutupi tulang-tulangnya dengan selimut tentara. Dan, dia mati.

Oh, saya menangis menyaksikan kematian seperti itu! Saya masuk ke sebuah mobil rongsokan dan menangis serta meratap seperti seorang yang tidak punya harapan, karena saya mulai mencintai tukang rombeng itu. Setiap wajah yang saya kenal memudar ketika saya melihat wajah tukang rombeng itu. Saya sangat menghargai tukang rombeng itu, tetapi dia mati. Saya menangis terus sampai jatuh tertidur.

Saya tidak tahu -bagaimana saya bisa tahu?- bahwa saya tidur melewati Jumat malam dan Sabtu malam. Tetapi kemudian, pada Minggu pagi, saya tersentak bangun. Cahaya -sinar yang murni- menghunjam wajah saya yang kecut, dan saya mengerjapkan mata saya. Saya melihat keajaiban yang terakhir dan pertama. Tukang rombeng itu bangun, melipat selimutnya dengan amat hati-hati.

Ada goresan luka di dahinya, namun dia hidup! Di samping itu, dia juga sehat! Tidak ada kesan sedih atau tua di wajahnya, dan semua rombengan yang berhasil dikumpulkannya tampak bersih dan bersinar. Saya tidak sanggup menatap semua itu lagi. Saya gemetar melihat semua itu. Saya berjalan mendekati tukang rombeng itu. Saya memberi tahu nama saya dengan rasa malu, karena saya adalah makhluk yang patut dikasihani di depannya.

Kemudian, saya melepaskan pakaian saya di tempat itu, dan saya berkata kepadanya dengan penuh permohonan, "Beri saya pakaian baru."

Dia memakaikan pakaian baru di tubuh saya. Saya menjadi ciptaan baru di tangannya. Tukang rombeng itu, tukang rombeng itu, tukang rombeng itu adalah Kristus!

sher
January 24, 2003, 06:31
jangan bosen ya kalau gue post cerita......... ;)

penyihir
January 24, 2003, 07:52
kalo cerita spt begitu gimana bisa bosen?
kalo ada lagi boleh dong...

shieldheart
January 24, 2003, 08:21
sher! gile aja bosen ama cerita gituan! itu cerita bagus banget! walo kurang masuk diakal :D

sher
January 24, 2003, 08:25
:toktok: tuh cerita gue suka banget.............

kan lukisan seseorang mengenai Tuhan Yesus....... ;)

sher
January 24, 2003, 08:30
Kasih Yang Paling Besar


Suatu pagi yang sunyi di Korea, di suatu desa kecil, ada sebuah bangunan kayu mungil yang atapnya ditutupi oleh seng-seng. Itu adalah rumah yatim piatu di mana banyak anak tinggal akibat orang tua mereka meninggal dalam perang.

Tiba-tiba, kesunyian pagi itu dipecahkan oleh bunyi mortir yang jatuh di atas rumah yatim piatu itu. Atapnya hancur oleh ledakan, dan kepingan-kepingan seng mental ke seluruh ruangan sehingga membuat banyak anak yatim piatu terluka. Ada seorang gadis kecil yang terluka di bagian kaki oleh kepingan seng tersebut, dan kakinya hampir putus. Ia terbaring di atas puing-puing ketika ditemukan, P3K segera dilakukan dan seseorang dikirim dengan segera ke rumah sakit terdekat untuk meminta pertolongan.

Ketika para dokter dan perawat tiba, mereka mulai memeriksa anak-anak yang terluka. Ketika dokter melihat gadis kecil itu, ia menyadari bahwa pertolongan yang paling dibutuhkan oleh gadis itu secepatnya adalah darah. Ia segera melihat arsip yatim piatu untuk mengetahui apakah ada orang yang memiliki golongan darah yang sama. Perawat yang bisa berbicara bahasa Korea mulai memanggil nama-nama anak yang memiliki golongan darah yang sama dengan gadis kecil itu.

Kemudian beberapa menit kemudian, setelah terkumpul anak-anak yang memiliki golongan darah yang sama, dokter berbicara kepada grup itu dan perawat menerjemahkan, "Apakah ada di antara kalian yang bersedia memberikan darahnya utk gadis kecil ini?" Anak-anak tersebut tampak ketakutan, tetapi tidak ada yang berbicara. Sekali lagi dokter itu memohon, "Tolong, apakah ada di antara kalian yang bersedia memberikan darahnya utk teman kalian, karena jika tidak, ia akan meninggal!" Akhirnya, ada seorang bocah laki-laki di belakang mengangkat tangannya dan perawat membaringkannya di ranjang untuk mempersiapkan proses transfusi darah.

Ketika perawat mengangkat lengan bocah untuk membersihkannya, bocah itu mulai gelisah. "Tenang saja," kata perawat itu, "Tidak akan sakit kok." Lalu dokter mulai memasukan jarum, ia mulai menangis. "Apakah sakit?" tanya dokter itu. Tetapi bocah itu malah menangis lebih kencang. "Aku telah menyakiti bocah ini!" kata dokter itu dalam hati dan mencoba untuk meringankan sakit bocah itu dengan menenangkannya, tetapi tidak ada gunanya. Setelah beberapa lama, proses transfusi telah selesai dan dokter itu minta perawat untuk bertanya kepada bocah itu. "Apakah sakit?"

Bocah itu menjawab, "Tidak, tidak sakit."

"Lalu kenapa kamu menangis?", tanya dokter itu.

"Karena aku sangat takut untuk meninggal" jawab bocah itu.

Dokter itu tercengang! "Kenapa kamu berpikir bahwa kamu akan meninggal?"
Dengan air mata di pipinya, bocah itu menjawab, "Karena aku kira untuk menyelamatkan gadis itu aku harus menyerahkan seluruh darahku!" Dokter itu tidak bisa berkata apa-apa, kemudian ia bertanya, "Tetapi jika kamu berpikir bahwa kamu akan meninggal, kenapa kamu bersedia untuk memberikan darahmu?"
Sambil menangis ia berkata, "Karena ia adalah temanku, dan aku mengasihinya!"

sheen
January 28, 2003, 05:56
Cara Tuhan

Suatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka.

Dia bukanlah orang yang kikir. Dia adalah pria yang baik hati dan tulus, setia kepada keluarganya, dan bersih kelakuannya terhadap orang lain. Tetapi ia tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap gereja di hari Natal. Dia sunguh-sungguh tidak percaya.


"Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih, " kata pria itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja, "tapi saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi saya "


Pada malam Natal, istri dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah malam di gereja. Pria itu menolak untuk
menemani mereka. "Saya tidak mau menjadi munafik," jawabnya. " Saya lebih baik tinggal di rumah. Saya akan
menunggumu sampai pulang."


Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun. Ia melihat keluar jendela dan melihat butiran-butiran salju itu berjatuhan. Lalu ia kembali ke kursinya di samping perapian dan
mulai membaca surat kabar. Beberapa menit kemudian, ia dikejutkan oleh suara ketukan. Bunyi itu terulang tiga kali. Ia berpikir seseorang pasti sedang melemparkan bola salju ke arah jendela rumahnya.


Ketika ia pergi ke pintu masuk untuk mengeceknya, ia menemukan sekumpulan burung terbaring tak berdaya di salju yang dingin. Mereka telah terjebak dalam badai salju, dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat berteduh.


Saya tidak dapat membiarkan makhluk kecil itu kedinginan di sini, pikir pria itu. Tapi bagaimana saya bisa menolong mereka?


Kemudian ia teringat akan kandang tempat kuda poni anak-anaknya. Kandang itu pasti dapat memberikan tempat berlindung yang hangat. Dengan segera pria itu mengambil jaketnya dan pergi ke kandang kuda tersebut. Ia membuka
pintunya lebar-lebar dan menyalakan lampunya. Tapi burung-burung itu tidak masuk ke dalam.


Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk, pikirnya. Jadi ia berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti, dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang. Tapi ia sungguh terkejut. Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus melompat-lompat kedinginan di atas salju. Pria itu mencoba menggiring
mereka seperti anjing menggiring domba, tapi justru burung-burung itu berpencaran kesana-kemari, malah menjauhi
kandang yang hangat itu.


"Mereka menganggap saya sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan," kata pria itu pada dirinya sendiri, "dan saya tidak
dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai saya. Kalau saja saya dapat menjadi seekor burung selama beberapa menit, mungkin saya dapat membawa mereka pada tempat yang aman. "


Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi. Pria itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah. Kemudian dia terjatuh pada lututnya and berkata, "Sekarang saya mengerti," bisiknya dengan terisak. "Sekarang saya mengerti mengapa Kau mau menjadi manusia."

sher
January 28, 2003, 09:02
Doa Seorang Sahabat


Sebuah kapal karam di tengah laut karena terjangan badai dan ombak hebat. Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke sebuah pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun, mereka berdua yakin bahwa tidak ada yang dapat dilakukan kecuali berdoa.

Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat untuk membagi pulau kecil itu menjadi dua wilayah. Dan mereka tinggal sendiri-sendiri berseberangan di sisi-sisi pulau tersebut.

Doa pertama mereka panjatkan, mereka memohon agar diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki ke satu melihat sebuah pohon penuh dengan buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.

Seminggu kemudian, lelaki yang ke satu merasa kesepian dan memutuskan untuk berdoa agar diberikan seorang istri. Keesokan harinya, ada kapal yang karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang berenang dan terdampar di sisi tempat lelaki ke satu itu tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki ke dua tetap saja tidak ada apa-apanya.

Segera saja, lelaki ke satu ini berdoa memohon rumah, pakaian, dan makanan. Keesokan harinya,seperti keajaiban saja, semua yang diminta hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa. Akhirnya, lelaki ke satu ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. Pagi harinya mereka menemukan sebuah kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki ke satu dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap untuk berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan lelaki ke dua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya, memang lelaki kedua itu tidak pantas menerima berkah tersebut karena doa-doanya tak pernah terkabulkan.

Begitu kapal siap berangkat, lelaki ke satu ini mendengar suara dari langit menggema, "Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?" "Berkahku hanyalah milikku sendiri, karena hanya doakulah yang dikabulkan," jawab lelaki ke satu ini. "Doa lelaki temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka,ia tak pantas mendapatkan apa-apa." "Kau salah!" suara itu membentak membahana. "Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan, semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa."

"Katakan padaku," tanya lelaki ke satu itu. "Doa macam apa yang ia panjatkan sehingga aku harus merasa berhutang atas semua ini padanya?" "Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan!"

-----------------------------
Kesombongan macam apakah yang membuat kita merasa lebih baik dari yang lain? Sadarilah betapa banyak orang yang telah mengorbankan segala sesuatu demi keberhasilan kita. Tak selayaknya kita mengabaikan peran orang lain, dan janganlah menilai seseorang/sesuatu hanya dari "yang terlihat" saja.

sher
January 28, 2003, 09:11
Makan Siang Bersama Tuhan


Ada seorang anak yang rindu bertemu dengan Tuhannya. Ia menyadari bahwa perjalanan panjang diperlukan ke rumah Tuhan, karena itu dikemaslah tasnya dengan kue Twinkies dan satu pack root beer berisi 6 kaleng lalu memulaikan perjalanannya.

Ketika telah melampaui beberapa blok dari rumahnya, ia bertemu dengan seorang tua. Ia sedang duduk di taman dekat air memperhatikan burung burung.

Sang anak duduk dekat dengannya lalu membuka tas. Ketika ia mengambil root beer (bir tidak beralkohol) untuk melepaskan dahaganya ia perhatikan bahwa orang tua itu kelihatan lapar sedang memandang padanya. Dengan segera ia menawarkan kue Twinkie kepada orang tua itu.

Dengan gembira ia menerima dan memberikan senjum padanya. Senyum itu luarbiasa menarik sehingga anak ini senang untuk menikmatinya lagi. Itu sebabnya anak ini menawarkan lagi kepada orang tua itu sekaleng root beer.

Sekali lagi, ia tersenyum kepadanya. Anak ini sangat gembira! Sepanjang petang mereka duduk disana, makan dan tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata.

Ketika malam turun, anak ini merasa lelah, ia berdiri untuk meninggalkan tempat itu, namun sebelum ia melangkahkan kakinya, ia berbalik dan lari ke orang tua itu dan memberikan sebuah pelukan.

Orang tua itu memberikan senyumnya yang lebar. Ketika anak ini membuka pintu rumahnya beberapa waktu kemudian, ibunya terkejut melihat kegembiraan memancar di wajah anaknya. Ia bertanya: Apa yang terjadi hari ini sehingga membuat kamu begitu senang?

Sang anak menjawab: "Saya berkesempatan makan siang bersama Tuhan".

Dan sebelum ibu memberikan responsnya, anak ini menambahkan: " Ibu, Ibu tahu senyumnya, itulah senyum paling indah yang pernah saya lihat".

Sementara itu, si orang tua, juga penuh dengan kegembiraan, pulang kerumahnya. Anaknya terpesona melihat kedamaian memancar diwajahnya dan bertanya: "Ayah, apa yang terjadi hari ini membuat kamu sangat bergembira?

Ia menjawab: "Saya makan Kue Twinkies di taman bersama Tuhan".

Dan sebelum anaknya merespon, ia menambahkan: "Kamu tahu, Dia lebih muda dari yang saya duga."

Terlalu sering kita menganggap remeh kuasa dalam senyum, jamahan, kata-kata yang baik, telinga yang mendengar, pemberian yang tulus atau perhatian perhatian kecil. Semua itu berpotensi membuat kehidupan seseorang menjadi istimewa atau bahkan merubah kehidupan seseorang.

hansel
February 05, 2003, 23:35
Setelah beberapa lagu pujian seperti biasanya pada hari Minggu, pembicara gereja bangkit berdiri & perlahan-lahan berjalan menuju mimbar untuk berkhotbah.
"Seorang ayah dan anaknya serta teman anaknya pergi berlayar ke samudra Pasifik", dia memulai, "ketika dgn cepat badai mendekat & menghalangi jalan untuk kembali ke darat. Ombak sangat tinggi, sehingga meskipun sang ayah seorang pelaut berpengalaman, dia tidak dapat lagi mengendalikan
perahu sehingga mereka bertiga terlempar ke lautan." Pengkotbah berhenti sejenak & memandang mata dua orang remaja yg mendengarkan cerita tersebut dgn penuh perhatian. Dia melanjutkan, "Dgn menggenggam tali penyelamat, sang ayah harus membuat keputusan yg sangat sulit dalam hidupnya...kepada anak yg mana akan dilemparkannya tali penyelamat itu. Dia hanya punya beberapa detik untuk membuat
keputusan.
Sang ayah tahu bahwa anaknya adalah seorang pengikut Kristus, & dia
juga tahu bahwa teman anaknya bukan. Pergumulan yg menyertai proses pengambilan keputusan ini tidaklah dapat dibandingkan dgn gelombang ombak yg ganas. Ketika sang ayah berteriak, 'Aku mengasihi engkau, Anakku!' Dia melemparkan tali itu kepada teman anaknya. Pada waktu dia menarik teman anaknya itu ke sisi perahu, anaknya telah menghilang hanyut ditelan gelombang dalam kegelapan malam. Tubuhnya tidak pernah ditemukan lagi."
Ketika itu, 2 orang remaja yg duduk di depan, menantikan kata-kata berikut yg keluar dari mulut sang pembicara.
"Sang ayah," si pembicara melanjutkan, "tahu bahwa anaknya akan masuk dalam kebahagiaan & keselamatan kekal dalam Kristus, & dia tidak sanggup membayangkan jika teman anaknya melangkah dalam kekekalan tanpa rahmat. Karena itu dia mengorbankan anaknya sendiri. Betapa besar kasih Allah, sehingga Dia melakukan hal yang sama kepada kita." Sang pembicara kembali ke tempat duduknya sementara keheningan memenuhi ruangan.
Beberapa saat kemudian, 2 orang remaja duduk di sisi pembicara. "Cerita yg menarik," seorang remaja memulai pembicaraan dgn sopan, "tetapi saya pikir tidaklah realistis bagi sang ayah untuk mengorbankan hidup anaknya
hanya dengan berharap bahwa teman anaknya akan menjadi seorang Kristen."
"Benar, engkau benar sekali," jawab pembicara. Sebuah senyum lebar menghiasi wajahnya & kemudian di memandang kedua remaja tersebut dan berkata, "Tentu saja itu tidak realistis bukan? Tapi saya ada di sini untuk memberitahu kalian bahwa cerita itu membuka mataku tentang apa yg sesungguhnya terjadi ketika Tuhan Allah memberikan Putra-Nya untuk saya. Engkau
tahu...sayalah teman sang anak itu....."

hansel
February 09, 2003, 00:27
Originally posted by sheen
obrol-obrol, gue pernah dapat renungan yang kurang lebih kayak gini...

'hati-hati dengan permohonan, karena permohonan dapat dikabulkan dengan cara/bentuk yang tidak pernah dibayangkan'

gue sekarang gak berani kebanyakan doa permohonan, apalagi untuk diri sendiri... :bingung:

Suatu kutukan dari Persia kuno malah berbunyi: "Semoga setiap keinginanmu menjadi nyata!"

Ini ada article dari "The Song of the Birds":

Inilah cerita yang sangat disukai oleh Guru Sufi Sa'di dari
Shiraz:

Salah seorang sahabatku senang sekali karena isterinya
mengandung. Dia ingin sekali mendapatkan anak laki-laki. Tak
henti-hentinya dia berdoa kepada Tuhan & menjanjikan
berbagai kaul dgn wujud itu.
Maka terjadilah, bahwa isterinya melahirkan seorang anak
laki-laki. Sahabatku bergembira sekali dan mengundang
seluruh penduduk kampung untuk merayakan pesta syukur.
Bertahun-tahun kemudian, sekembaliku dari Mekah, aku
melewati kampung sahabatku itu. Aku diberitahu bahwa dia
dipenjara.
"Mengapa? Apa kesalahannya?" tanyaku.
Tetangganya berkata, "Anaknya mabuk, membunuh orang,
kemudian melarikan diri. Maka ayahnya lalu ditangkap dan dipenjarakan."
Meminta kepada Tuhan dgn tekun apa yg kita inginkan
merupakan perbuatan yg patut dipuji.
Tetapi doa seperti itu juga amat berbahaya.

Romii
February 09, 2003, 01:14
Aku sudah lama mudah naik darah.
Aku serba kuatir , mudah tersinggung dan egois sekali.
Setiap orang mengatakan bahwa aku harus berubah. dan setiap orang-orang terus menerus menekankan, betapa mudah aku menjadi marah

aku sakit hati terhadap mereka, biarpun sebetulnya aku menyetujui nasehat mereka.
Aku memang ingin berubah, tetapi aku tidak berdaya untuk berubah, betapapun aku telah berusaha

Aku merasa paling tersinggung ketika sahabat karibku juga mengatakan, bahwa aku mudah naik pitam. Ia juga terus menerus mendesak supaya aku berubah. Aku mengakui bahwa ia benar, meskipun aku tidak bisa membencinya. Aku merasa sama sekali tidak berdaya dan terpasung

Namun pada suatu hari ia berkata kepadaku:
jangan berubah! Tetaplah seperti sediakala
Sungguh tidak jadi soal, apakah engkau berubah atau tidak. Aku mencintai sebagaimana kau ada. Aku tidak bisa tidak mencintaimu

Kata-kata itu berbunyi merdu dalam telingaku:
"jangan berubah. Jangan berubah. Jangan berubah.... Aku mencintaimu.' Dan aku menjadi tenang. Aku mulai bergairah.
Dan oh, sungguh mengherankan. aku berubah



Sekarang aku tahu, bahwa aku tidak dapat benar-benar berubah, sebelum aku menemukan orang yang tetap mencintaiku, entah aku berubah atau tidak


Engkau mencitaiku seperti itu Tuhan??

dikutip dari : Burung berkicau hlm. 84


cyberpriest

Romii
February 09, 2003, 01:40
ketika kita bicara tentang doa, pada umumnya kita sering mereduksi arti doa sebagai doa permohonan, padahal dalam Gereja katolik dikenal macam-macam doa. ada doa lisan dan mental. ada doa afektif dan diskursif, ada doa spontan dan formal, doa meditasi, doa liturgis, doa kontemplasi dan doa mistik.

semua doa ini pada hakekatnya berarti membuka diri kepada Allah. Doa mengangkat budi dan hati kita kepada Allah. Berdoa adalah bersantai, membiarkan, mengulurkan dan membuka telapak tangan sebagai tanda mau menerima. Kita berdoa dengan harapan karena Allah itu dekat dan mau mengisi kita. Kita merasa perlu berdoa karena tanpa Allah kita tak dapat berakar dan sendirian dan hidup kita menjadi dangkal.

pusat aktivitas doa adalah Allah dan bukan kita.
ketakutan, keengganan, kemalasan, keraguan, keapatisan, barangkali karena kita menggeserkan pusat doa kita dari DIA menjadi AKU.


ketika cinta kita berpusat pada AKU dan bukan DIA, maka ketakutan, kekecewaan, kemarahan, kekawatiran, kegalauan, kesedihan, keputusasaan, barangkali buah pahit yang akan kita petik.


cyberpriest

sher
February 13, 2003, 09:36
nih ada cerita keren........ :bravo:

Kemurahan Hati yang Sejati

Waktu sebuah angin topan menimpa sebuah kota kecil dekat-dekat sini, banyak keluarga mengalami musibah. Sesudah itu, semua surat kabar lokal memuat banyak berita kemanusiaan yang menarik dengan liputan keluarga-keluarga yang paling menderita.

Di edisi Minggu, sebuah gambar khusus begitu menyentuh hatiku. Ada seorang ibu muda berdiri di depan sebuah rumah-mobil yang hancur, raut wajahnya mencerminkan kesedihan yang begitu memelas. Seorang bocah laki-laki, sekitar 7 atau 8 tahun, berdiri di sampingnya, matanya memandang ke bawah. Seorang gadis kecil sedang memegang erat- erat gaun ibunya, matanya
memandang ke lensa kamera, lebar terbelalak penuh kebingungan dan rasa takut. Berita yang menyertai gambar itu memberikan nomor-nomor ukuran pakaian tiap anggota keluarga itu. Perhatianku makin bertambah, aku mengamati ukuran-ukurannya hampir menyamai punya kami. Ini sebuah
kesempatan bagus untuk mendidik anak- anakku membantu mereka-mereka yang kurang beruntung dari anak-anakku. Gambar keluarga muda itu aku tempelkan pada lemari es, kuterangkan bencana mereka itu pada putra-putra kembarku,
Brad dan Brett, yang berumur 7 tahun, dan pada putriku Meghan yang baru berumur 3 tahun. Aku berkata, "Kita ini punya begini banyak, mereka itu sekarang hampir-hampir tak memiliki apapun. Ayo, mari kita membagikan milik kita dengan mereka." Aku bawa turun 3 kotak besar dari gudang bawah- atap yang lalu kutaruh di ruang keluarga. Meghan diam-diam mengamati kedua
kakaknya dan aku yang sedang mengisi salah satu kotak itu dengan makanan kaleng dan lain-lainnya yang tahan lama, juga sabun dan kebutuhan kebersihan lainnya. Waktu aku memilah pakaian-pakaian, aku menyemangati putra-putraku untuk melihat-lihat mainan mereka dan menyumbangkan apa yang kiranya sudah kurang digemari. Si Meghan terus memandang, diam saja, saat mereka itu mulai menumpuk mainan maupun 'game' yang mau dibuang. "Nanti habis ini akan ibu bantu carikan sesuatu untuk gadis kecil itu," kataku.

Bocah-bocah laki-laki itu mengisikan mainan-mainan yang mereka pilih untuk disumbangkan ke dalam salah satu kotak sedangkan aku mengisi kotak ketiga dengan pakaian-pakaian. Meghan datang berjalan sambil mendekap erat-erat di dadanya, Lucy, boneka kainnya yang selain sudah luntur, kucel bocel dan
lusuh kumal namun begitu ia sayangi. Ia berhenti sejenak di depan kotak yang memuat mainan-mainan itu, menempelkan wajahnya yang bulat kecil mungil pada muka lukisan Lucy yang datar ceper, memberinya sebuah ciuman selamat tinggal, lalu menaruhnya dengan lembut di atas lain-lainnya. "Lho, Sayang,"
aku berkata, "Lucy tidak perlu kau berikan. Itu kan kesayanganmu?" Meghan mengangguk dengan hikmat, matanya agak berkilau membasah dengan air mata yang tertahan. "Lucy membuatku begitu bahagia, Bu. Mungkin nanti dia juga akan membuat gadis kecil itu bahagia sekali." Aku, yang semula maunya mengajar, malah mendapat pelajaran. Anak-anak laki-laki itu telah melihat dan melongo, mulut terbuka, saat adik perempuannya meletakkan boneka kesayangannya ke dalam kotak. Tanpa sepatah kata, Brad berdiri dan menghilang ke kamarnya. Ia muncul kembali dan membawa salah satu mainan
tokoh aksi-aksian yang paling ia kagumi. Terlihat ia agak ragu-ragu, maju-mundur sambil menggenggam mainan itu, lalu ia melirik Meghan dan kemudian diletakkannya di kotak, di samping Lucy. Sebuah senyum pelan-pelan melebar di muka Brett, lalu ia lompat berdiri, matanya bersinar-sinar saat ia lari pergi mengambil beberapa buah mobil-mobilan dari kumpulan Matchbox
yang ia begitu sayangi. Begitu terkagum, aku menyadari bahwa merekapun juga menangkap isi makna sikap dan tindakan Meghan. Dengan menahan air mata, aku merangkul ketiga anak-anakku dalam pelukanku. Dengan rasa menelan yang berat, aku memandangi Meghan agak lama, termenung sebentar memikirkan
bagaimana caranya aku bisa mengajar putra-putraku pelajaran yang Meghan baru ajarkan kepadaku, karena tiba-tiba saja aku sadar bahwa setiap orang bisa memberikan apa saja yang memang mau dibuang.

Kemurahan hati yang sejati ialah bila memberikan apa yang justru paling kau sayang dan hargai. Kebajikan murni sejati dan jujur ialah di saat gadis umur tiga tahun mengorbankan boneka tersayangnya, meskipun sudah kumal, kepada seorang gadis kecil lainnya yang tak ia kenal, dengan harapan bahwa
itu akan membawa kadar kebahagiaan yang sama seperti yang ia terima. Dengan mengambil contoh dari si kecilku, aku mengambil kembali jaket coklatku berjumbai-jumbai yang lama dari kotak pakaian. Aku ganti itu dengan jaket baru berwarna hijau-pemburu yang baru kutemukan minggu lalu waktu ada obral. Aku harap wanita muda di gambar itu akan menyukainya sama seperti aku.

Lady Synthesizer
March 26, 2003, 06:49
Sepuluh Perintah Allah bagi Interner Surfer

Sepuluh Perintah Allah memimpin hidup kita, dan menuntun kita kepada Tuhan (Allah). Untuk membantu Anda, bagaimana seharusnya yang diperbuat.

1. Jangan Ada Allah lain Selain Daripada Aku dan jangan membiarkan internet merampas (menyita) waktumu sedemikian banyak, sehingga takkan ada waktu tersisa untuk beribadah dan merenung bersama Tuhan (Allah).

2. Jangan Menyebut Nama Tuhan Allahmu dengan Sembarangan melainkan menjadi saksi Kristiani dalam menyusuri internet.

3. Ingatlah & Kuduskanlah Hari Sabbath (Hari Tuhan) sehingga sebagai orang Kristen tidak terjerumus dalam penyembahan terhadap dunia maya.

4. Hormati Ayahmu dan Ibumu sehingga internet tidak menjadi lebih penting bagimu daripada waktu (jam) kebersamaanmu dengan keluarga dan sahabat.

5. Jangan Membunuh tapi engkau harus menentang segala bentuk kekerasan (pelanggaran), kebencian dan kejahatan di internet.

6. Jangan Ingin dan Berbuah Cabul (Zinah) dan jangan mencari jaringan situs-situs atau jaringan komunitas, yang memperlihatkan (membenarkan) pornografi, prostitusi dan kejahatan seksual (hal-hal kotor/mesum).

7. Jangan Mencuri dan karena hal inilah, maka jangan mengambil atau mengedarkan program-program, musik atau permainan, yang mana kamu tidak punya hak (izin) atas itu

8. Jangan Bersaksi Dusta atas Sesamamu dan jangan memberi informasi palsu atau ganda di internet.

9. Jangan Mengingini Hak Kepunyaan Sesamamu tetapi menjadi jujur dan dapat dipercaya, sehingga tidak berbuat curang atau menyusahkan, seperti mencuri tanda pengenal orang lain.

10. Jangan Mengingini (yang bukan milikmu) dan jangan keinginan mempengaruhimu, sehingga engkau HARUS memiliki perangkat lunak atau perangkat keras terbaru.

Unknown

eNGi
April 21, 2003, 02:29
Suatu masa, ada seorang pria bernama George Thomas, seorang pastur di
sebuah
kota kecil di New England. Pada suatu Minggu pagi, hari Paskah, ia tiba
di
gereja dengan membawa sangkar burung yg sudah karatan dan
penyok-penyok,
dan meletakannya di altar. Orang-orang pada keheranan dan, seolah-olah
menangkap rasa penasaran orang-orang, Pastur Thomas mulai bicara....

"Saya sedang berjalan-jalan sekeliling kota kemarin dan melihat seorang
anak
laki-laki berjalan mendekati saya sambil mengayun-ayunkan sangkar
burung
ini. Di dasar sangkar ada tiga burung kecil dan liar, menggigil karena
kedinginan dan ketakutan. Saya stop anak laki-laki itu dan saya
tanyakan,
"Ada apa di sangkar itu, nak ?"

"Hanya beberapa burung biasa" jawabnya.
"Apa yg akan kau lakukan pada mereka ?" tanya saya.
"Bawa pulang ke rumah dan menggoda mereka," jawabnya. "Saya akan
menggoda
mereka dan mencabuti bulu-bulu mereka supaya mereka saling berkelahi.
Saya
pasti akan menikmati saat itu."

"Tapi kamu nanti akan jadi bosan dengan burung-burung itu cepat atau
lambat. Lantas apa yang akan kamu kerjakan ?"
"Oh, saya kan punya beberapa kucing," kata anak laki-laki itu. "Mereka
senang burung. Saya akan berikan burung-burung ini pada kucing-kucing
itu"

Pastur terdiam untuk beberapa saat. "Berapa yang kamu inginkan untuk
burung-burung itu, nak ?"
"Huh? Mengapa, Anda tidak mungkin menginginkan burung-burung ini kan,
Pak.
Mereka hanyalah burung biasa. Mereka tidak bisa bersiul merdu. Mereka
bahkan tidak menarik !"
"Berapa ?" Tanya pastur lagi.
Si anak laki-laki itu mengukur kemampuan si pastur dan menilai si
pastur
mungkin gila, dan menjawab, "$10?"
Pastur mengambil dari kantungnya dan mengeluarkan selembar uang kertas
sepuluh dollar.
Ia taruh di tangan anak laki-laki itu ! Dalam sekejap, anak laki-laki
itu
pun menghilang. Si pastur memungut sangkar tersebut dan dengan lembut
membawanya ke ujung gang dimana ada sebuah pohon dan tempat yang
berumput.
Sambil meletakkan sangkar itu, ia membuka pintunya, dan dengan mengetuk
jeruji sangkar pelan-pelan membujuk burung-burung itu keluar. Dan, itu
tadi
menjelaskan mengapa sangkar burung yang kosong ini di atas altarini,
lalu
pas tur mulai menceritakan cerita ini.

Suatu hari Iblis dan Yesus sedang bercakap-cakap. Iblis baru saja
datang
dari Taman Firdaus, dan ia nampak rakus dan sedang membual.
"Ya, tuan, saya baru saja melihat dunia penuh dengan orang-orang di
bawah
sana. Saya pasang perangkap, gunakan umpan yang saya tahu pasti mereka
tak
akan bisa menolak. Kenalah mereka semua !"

"Apa yg akan kau lakukan terhadap mereka ?" tanya Yesus.
Iblis menjawab, "Oh, saya akan bersenang-senang ! Saya akan ajarkan
mereka
bagaimana kawin dan cerai, bagaimana saling membenci dan menganiaya
satu
sama lain, bagaimana saling minum-minum dan merokok dan menghujat. Saya
akanajarkan mereka bagaimana membuat senjata dan bom dan saling
membunuh satu
sama lain. Saya akan benar-benar senang !"

"Dan apa yang akan kau lakukan terhadap mereka setelah engkau selesai
dengan itu semua ?" tanya Yesus.
"Oh, saya akan bunuh mereka," Iblis menatap dengan bangga.

"Berapa yang kau inginkan untuk mereka ?" tanya Yesus.
"Oh, kau tidak mungkin menginginkan orang-orang itu. Mereka tidaklah
baik.
Mengapa, kau ambil mereka dan mereka hanya akan membencimu. Mereka akan
meludahimu, menghujatmu dan membunuhmu. Kau tidak mau orang-orang ini
!"
"Berapa ? Ia bertanya lagi.
Iblis menatap Yesus dan menyeringai, "Semua darah, airmata, dan
jiwamu."
Yesus berkata, "Baiklah !" Lalu Ia membayar harganya.

penyihir
April 22, 2003, 11:08
Originally posted by eNGi


"Apa yg akan kau lakukan terhadap mereka ?" tanya Yesus.
Iblis menjawab, "Oh, saya akan bersenang-senang ! Saya akan ajarkan
mereka
bagaimana kawin dan cerai, bagaimana saling membenci dan menganiaya
satu
sama lain, bagaimana saling minum-minum dan merokok dan menghujat. Saya
akanajarkan mereka bagaimana membuat senjata dan bom dan saling
membunuh satu
sama lain. Saya akan benar-benar senang !"

"Dan apa yang akan kau lakukan terhadap mereka setelah engkau selesai
dengan itu semua ?" tanya Yesus.
"Oh, saya akan bunuh mereka," Iblis menatap dengan bangga.

"Berapa yang kau inginkan untuk mereka ?" tanya Yesus.
"Oh, kau tidak mungkin menginginkan orang-orang itu. Mereka tidaklah
baik.
Mengapa, kau ambil mereka dan mereka hanya akan membencimu. Mereka akan
meludahimu, menghujatmu dan membunuhmu. Kau tidak mau orang-orang ini
!"
"Berapa ? Ia bertanya lagi.
Iblis menatap Yesus dan menyeringai, "Semua darah, airmata, dan
jiwamu."
Yesus berkata, "Baiklah !" Lalu Ia membayar harganya.


Aduh.. jangan gitu dong Ngi.. gua termasuk perokok neh.. :(

shieldheart
April 22, 2003, 13:45
Originally posted by penyihir



Aduh.. jangan gitu dong Ngi.. gua termasuk perokok neh.. :(

ano...... Tuhan Yesus membayar dengan darahnya untuk ngebantu elo.... :) seharusnya seneng dunk bahwa ada orang yg berani merelakan tubuhnya untk elo... makanya berusaha berhenti ngerorokoooookkk duuunkkk maaaaassss :D

gu elama2 jadi mirip pendeta :p

penyihir
April 22, 2003, 16:03
Originally posted by shieldheart


ano...... Tuhan Yesus membayar dengan darahnya untuk ngebantu elo.... :) seharusnya seneng dunk bahwa ada orang yg berani merelakan tubuhnya untk elo... makanya berusaha berhenti ngerorokoooookkk duuunkkk maaaaassss :D

gu elama2 jadi mirip pendeta :p

:hehe baru tau gua ada pendeta yang fans berat arsenal and sering tarohan bola.. biar cuma pake GPs.. :haha

fifiluZu
July 03, 2003, 05:58
From: "Gideon Evert" <gideon@meratusline.com>
>To: <Undisclosed-Recipient:;@poseidon.sby.dnet.net.id>
>Subject: Fw: FW: Tuhan Tahu]
>Date: Wed, 16 Apr 2003 10:07:23 +0700
>
>
> teman2x, artikel dibawah ini cukup bgs :)
> thx,
>
> TUHAN TAHU
>
> Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya
> sia-sia... Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
>
> Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih
> terasa pedih...
> Tuhan sudah menghitung airmatamu.
>
> Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu
> dan waktu serasa berlalu begitu saja...
> Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.
>
> Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu
> sibuk untuk menelepon...
> Tuhan selalu berada disampingmu.
>
> Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan
> tidak tahu hendak berbuat apa lagi...
> Tuhan punya jawabannya.
>
> Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau
> merasa tertekan...
> Tuhan dapat menenangkanmu.
>
> Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
> Tuhan sedang berbisik kepadamu.
>
> Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa
> ingin mengucap syukur...
> Tuhan telah memberkatimu.
>
> Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...
Tuhan
> telah tersenyum padamu.
>
> Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi
> untuk digenapi...
> Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan
> namamu.
>
> Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap... TUHAN
TAHU
>
> Jika kau sangat diberkati dengan artikel ini,
> sampaikanlah kepada teman temanmu
>

k1nky
June 13, 2004, 07:14
PERAHU KESELAMATAN

Aku duduk menikmati senja dalam perahu keselamatanku yang sedang
berlabuh.... Kulihat Yesus di ruang kemudi, menatapku dan berkata:

"Lepaskan tambatan perahumu dan biarkan Aku membawa engkau ke seberang.
Bukan rencanaKu, untuk engkau tetap tertambat disini."

Dengan takut, gelisah dan khawatir aku menjawabNya, "Tuhan bukankah lebih baik aku tetap disini. Aku tidak akan melihat topan, badai dan angin ribut. Dan aku dapat kembali ke darat kapanpun aku mau."

Lembut Yesus memegang tanganku, menatap mataku dan berkata,

"Memang disini engkau tidak akan mengalami topan, badai dan angin ribut.
Tapi engkau juga tidak akan pernah melihat Aku mengatasi semua itu.
Engkau tidak akan melihat Aku berkuasa atas semuanya itu, karena Akulah TUHAN."

Dalam pergumulan berat, aku memandangi tali yang mengikat perahuku.

Di tali itu kulihat ada rasa khawatir akan keuangan.., pekerjaan..,
pasangan hidup.., dll.

Dalam hati aku bertanya-tanya :

Tahukah IA akan apa yang aku inginkan?
Mengertikah IA akan apa yang aku rindukan dan dambakan?

Yesus memelukku dan berbisik lembut, "Memang tidak semuanya akan sesuai dengan apa yang kau inginkan, dengan apa yang kau rindukan dan dengan apa yang kau dambakan bahkan mungkin kebalikannya yang akan engkau dapat...

Tapi maukah kau percaya bahwa rancangan-Ku adalah rancangan damai
sejahtera..dan masa depan-Ku adalah masa depan yang penuh harapan..?"

Ia memeluk dan menangis bersamaku.

Dengan berat aku melepaskan tali perahuku Kulepaskan semua rasa khawatir itu dari hatiku, kutaruh hak atas masa depanku di tanganNya.

Aku tidak tahu bagaimana masa depanku, sambil menangis aku menatap-Nya
dan berkata:

"...JADILAH NAKHODA DALAM PERAHUKU DAN MARILAH KITA BERLAYAR.."

Teman... hari ini Yesus mengajak kita semua utk berlayar dalam Perahu KeselamatanNya... Maukah kau serahkan hak atas masa depanmu dalam
tangan-Nya - tanpa engkau pernah tahu bagaimana Ia akan merancang semuanya
itu, tapi hanya dengan satu keyakinan :

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku
mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera
dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan
yang penuh harapan."

(Yeremia 29:11)

red_conjurer
June 13, 2004, 09:44
Originally posted by hansel
Suatu kutukan dari Persia kuno malah berbunyi: "Semoga setiap keinginanmu menjadi nyata!"

Ini ada article dari "The Song of the Birds":

Inilah cerita yang sangat disukai oleh Guru Sufi Sa'di dari
Shiraz:

Salah seorang sahabatku senang sekali karena isterinya
mengandung. Dia ingin sekali mendapatkan anak laki-laki. Tak
henti-hentinya dia berdoa kepada Tuhan & menjanjikan
berbagai kaul dgn wujud itu.
Maka terjadilah, bahwa isterinya melahirkan seorang anak
laki-laki. Sahabatku bergembira sekali dan mengundang
seluruh penduduk kampung untuk merayakan pesta syukur.
Bertahun-tahun kemudian, sekembaliku dari Mekah, aku
melewati kampung sahabatku itu. Aku diberitahu bahwa dia
dipenjara.
"Mengapa? Apa kesalahannya?" tanyaku.
Tetangganya berkata, "Anaknya mabuk, membunuh orang,
kemudian melarikan diri. Maka ayahnya lalu ditangkap dan dipenjarakan."
Meminta kepada Tuhan dgn tekun apa yg kita inginkan
merupakan perbuatan yg patut dipuji.
Tetapi doa seperti itu juga amat berbahaya.

ooh ini dari anthony de Mello SJ yah ? gw baca edisi indonya "burung berkicau", beliau memang suka sekali mengutip kisah2 dari para sufi dan zen.

ada kisah yg gw seneng bgt di buku itu. lonceng-lonceng kuil. very inspiring.

Namaste

red_conjurer
June 13, 2004, 09:51
tahun lalu aku dah pernah posting cerita ini.. tapi gpp posting lagi deh.. ceritanya emang bagus banget sich :)
=====================================

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur (Filipina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

“Bagaimana kabarmu Andoy? Apakah kamu akan ke sekolah ?”
“Ya, Bapa Pendeta!” balas Andoy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.
Dia begitu memperhatikan keselamatan Andoy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut,”Jangan menyeberang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang jalan . jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat.”

Terima kasih, Bapa Pendeta.”
“Kenapa kamu tidak pulang sekarang ?? . apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?”
“Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan .. sahabatku.”
Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya didepan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy kepada Bapa di Surga.

“Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya . aku makan satu kue dan minum airku . Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan! . aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya . lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini selopku yang terakhir . aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa .. paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.

Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah . tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi . tolong Tuhan ??

Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.

Tuhan . Engkau mau lihat lukaku ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini .. disini .. aku rasa Engkau tahu yang ini khan ..??

Tolong jangan marahi Ibuku ya ..??? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukul kami.

Oh Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, namanya Anita ... menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku ???

Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei .. ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira ??
Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu . tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang.”

Kemudian Andoy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, “Bapa Pendeta .Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!”

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah .. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andoy tiba dari pesta natal di sekolahnya, dan menyapa “Halo Tuhan..Aku ...’

“Kurang ajar kamu bocah !!! tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa ??!!!
Keluar.!!!”
Andoy begitu terkejut, “ Dimana Bapa Pendeta Agaton ..??? dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya .. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja . tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus - ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya .” Ketika Andoy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja. Sambil membuat tanda salib ia berkata “Keluarlah bocah .. kamu akan mendapatkannya !!!”

Oleh karena itu Andoy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut didepan Gereja. Dia mulai menyeberang .ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang - disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andoy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar .. dan Andoy tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tak bernyawa.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, “ Maaf Tuan.apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?” Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam segera berdiri dan berkata,” Dia adalah sahabatku.” Hanya itulah yang dia katakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andoy.

“Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?” “Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari.” ucap ibu Andoy terisak.

“Apa katanya ?”
Ayah Andoy berkata ,”Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andoy sepertinya Dia begitu mengenal Andoy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan menegani Dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut.

Dia menyibakkan rambut Andoy dari wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu ..” “Apa yang dia katakan ?”

“Dia berkata kepada puteraku ..” Ujar sang Ayah
“Terima kasih buat kadonya . Aku akan segera berjumpa denganmu . engkau akan bersamaku.” Dan sang Ayah melanjutkan, “Anda tahu kemudian . semuanya itu terasa begitu indah .. aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. aku tidak dapat melukiskan sukacita didalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta..siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu ? anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap hari . kecuali pada waktu puteraku meninggal .” Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik,” Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa .. kecuali dengan Tuhan.”

KEEP IN FAITH ...
GIVE THANKS EVERYDAY ... FOR EVERYTHING ...
GOD BLESS YOU


__________________

Saffran
June 16, 2004, 19:05
sher, banyak sekali ceritanya. gue pengen baca, tapi besok aj. dah pagi nih.

sheen
June 22, 2004, 13:27
numpang kupi-pest:

FOOTPRINTS

Sajak tersebut telah menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia. Namun tidak banyak orang mengetahui siapa pengarang sajak itu. Juga tidak banyak orang tahu apa latar belakang lahirnya sajak itu.

Lebih-lebih lagi tidak banyak orang tahu bahwa sajak yang berjudul 'Jejak' (aslinya : 'Footprints') sebenarnya adalah buah pena masa berpacaran di suatu senja di tepi danau.

Pengarang sajak itu adalah Margaret Fishback, seorang guru sekolah dasar untuk anak-anak Indian di Kanada. Margaret sangat pendek dan kecil untuk ukuran orang Kanada. Tinggi badannya hanya 147 cm. Tubuhnya ramping dan wajahnya halus seperti anak kecil. Karena itu walaupun ia sudah dewasa dan sudah menjadi ibu guru ia sering diberi karcis untuk anak-anak kalau berdiri di depan loket atau kalau naik bis.

Margaret dibesarkan dalam keluarga yang bersuasana hangat dan penuh kasih. Namun ada beberapa peristiwa yang terasa pahit dalam kenangan masa kecilnya.

Yang pertama adalah pengalamannya ketika ia menjadi murid kelas satu sekolah dasar. Ia mempunyai kenangan buruk tentang gurunya. Margaret berlogat Jerman karena ayahnya berasal dari Jerman. Lalu tiap kali Margaret melafalkan sebuah kata Bahasa Inggris dengan logat Jerman jari-jari tangannya langsung dipukul oleh gurunya dengan sebuah tongkat kayu. Tiap hari jari-jari tangan Margaret memar kemerah-merahan.'Jangan bicara dengan
logat Jerman. Pakai logat yang betul, kalau tidak ... !' Itulah ancaman dan amarah yang didengar Margaret setiap hari. Dan ia sungguh takut.

'Tiap hari aku berangkat ke sekolah dihantui oleh rasa takut. Aku heran mengapa aku dimarahi. Apa salahku ? Apa salahnya orang berbicara dengan logat Jerman ? Baru kemudian hari aku tahu bahwa pada waktu itu sedang berlangsung Perang Dunia II, sehingga orang Jerman dibenci di Amerika dan Kanada,' ucap Margaret mengenang masa kecilnya.

Kenangan pahit lain yang diingat Margaret adalah tentang dua teman perempuannya di kelasnya. 'Aku akrab dengan semua teman dan mereka senang bermain dengan aku, kecuali dua orang teman perempuan yang kebetulan berbadan besar. Kedua teman itu sering menjahati aku. Untung ada seorang teman laki-laki yang selalu melindungi aku. Namun pada suatu hari teman laki-laki itu tidak masuk ke sekolah. Lalu kedua teman perempuan yang berbadan besar itu menjatuhkan aku dan duduk di atas perutku sambil menggelitiki aku. Aku kehabisan nafas. Untung tiba-tiba ada orang yang lewat sehingga aku dilepas. Langsung aku lari ketakutan sampai aku jatuh dan pingsan. Selama beberapa hari aku terbaring sakit.

Tetapi yang lebih parah lagi, selama beberapa bulan aku ketakutan,' kenang Margaret. Juga tentang masa dewasanya Margaret mempunyai pengalaman yang menakutkan.

Pada suatu siang yang bercuaca buruk, ketika ia sedang mengajar di kelas, tiba-tiba jendela terbuka dan petir menyambar sekujur tubuh Margaret. Ia jatuh terpental di lantai. Setelah dirawat di rumah sakit, ia tetap mengidap penyakit yang tidak tersembuhkan. Urat syarafnya terganggu sehingga ia sering bergetar. Bukan mustahil semua pengalaman buruk itu turut mewarnai lahirnya sajak 'Jejak' ini, yang dikarang oleh Margaret ketika ia sudah mempunyai tunangan yang bernama Paul.

Hari itu Margaret dan Paul berangkat menuju suatu tempat perkemahan di utara Toronto untuk memimpin khalwat.

Di tengah perjalanan, mereka melewati Danau Echo yang indah. 'Mari kita jalan di pantai,' usul Margaret. Dengan semangat mereka melepaskan sepatu lalu berjalan bergandengan tangan di pantai pasir. Ketika mereka kembali dan berjalan ke arah mobil mereka, dengan jelas mereka mengenali dua pasang jejak kaki mereka di pasir pantai. Namun di tempat-tempat tertentu gelombang air telah menghapus satu pasang jejak itu.

'Hai Paul, lihat, jejak kakiku hilang,' seru Margaret. 'Itukah mungkin yang akan terjadi dalam impian pernikahan kita? Semua cita-cita kita mungkin akan lenyap disapu gelombang air,' lirih Margaret.

'Jangan berpikir begitu,' protes Paul. 'Aku malah melihat lambang yang indah. Setelah kita menikah, yang semula dua akan menjadi satu. Lihat itu, di situ jejak kaki kita masih ada lengkap dua pasang.' Mereka berjalan terus.

'Paul, lihat, di sini jejakku hilang lagi.' Paul menatap Margaret dengan tajam, 'Margie jalan hidup kita dipelihara Tuhan. Pada saat yang susah, ketika kita sendiri tidak bisa berjalan, nanti Tuhan akan mengangkat kita. Seperti begini...' Lalu Paul mengangkat tubuh Margaret yang kecil dan ringan itu dan memutar-mutarnya.

Malam itu setibanya mereka di tempat khalwat, Margaret yang adalah pengarang kawakan menggoreskan pena dan menuangkan ilham pengalamannya tadi di pantai. Kalimat demi kalimat mengalir. Dicoretnya sebuah kalimat, diubahnya kalimat yang lain. Ia berpikir, menulis, termenung, mencoret, menulis lagi, termenung lagi, mencoret lagi.......Seolah-olah bermimpi, dalam imajinasinya ia merasa berjalan bersama dengan Tuhan di tepi pantai. Ketika berjalan kembali ia melihat dua pasang jejak kaki, satu pasang jejaknya sendiri dan satu pasang jejak Tuhan. Tetapi... dan seterusnya. Margaret melihat lonceng. Pukul 3 pagi ! Cepat-cepat diselesaikannya tulisannya, lalu ia tidur.

Keesokan harinya, begitu bangun, ia langsung membaca ulang tulisannya. Ah, belum ada judulnya. Margaret berpikir sejenak lalu membubuhkan judul 'Aku Bermimpi'. Ia mengubah beberapa kata dan kalimat. Dan lahirlah sajak yang sekarang kita kenal dengan judul 'Jejak'.

Pada hari itu juga dalam ibadat, sajak itu dibacakan Paul. Paul berkata, '... ada saat di mana kita merasa seolah-olah Tuhan meninggalkan kita. Musibah menimpa kita dan jalan hidup kita begitu sulit. Kita bertanya mengapa Tuhan tidak menolong kita. Sebenarnya Tuhan sedang menolong kita. Tuhan sedang mengangkat kita.' Lalu Paul membacakan sajak karya Margaret :

One night I dreamed a dream.
I was walking along the beach with my Lord.
Across the dark sky flashed scenes from my life.
For each scene, I noticed two sets of footprints in the sand,
One belong to me and one to my Lord.
When the last scene of my life shot before me,
I looked back at the footprints in the sand.
There was only one set of footprints.
I realized that this was the lowest and the saddest times of my life.
This always bothered me and I questioned the Lord about my dilemma.
'Lord, You told me when I decided to follow, You would walk and talk with me all the way.
But I'm aware that during the most troublesome times of my life, There is only one set of footprints.
I just don't understand why, when I need You most, You leave me.'
He whispered, 'My precious child, I love you and will never leave you never, ever, during your trials and testings.
When you saw only one set of footprints, It was then that I carried you.'

Seluruh peserta khalwat duduk terpaku mendengarnya. Mereka termenung menyimak kedalaman arti yang terkandung sajak itu. Sekarangpun tiap orang termenung setiap kali membaca sajak itu. Sajak itu mengajak kita menelusuri perjalanan hidup kita. Dalam perjalanan itu telapak kaki kita dan telapak kaki Tuhan membekas bersebelahan. Tetapi pada saat-saat dimana musibah menimpa dan perjalanan menjadi sulit serta berbahaya, ternyata yang tampak hanya telapak kaki Tuhan.

Telapak kali kita tidak tampak, padahal telapak kaki Tuhan membekas dengan jelas. Mana telapak kaki kita ?

Telapak kaki kita tidak ada, sebab pada saat-saat seperti itu kita sedang diangkat dan digendong Tuhan.

k1nky
June 25, 2004, 04:26
Tuhan, jadikan aku sepotong ubi

Apa yang terjadi jika sepotong ubi dan sebutir telur dimasukkan ke alam air mendidih ?
Apakah kedua benda itu keluar dari panci panas dalam keadaan yang sama
dengan keadaan sebelum direbus ? Air mendidih mengubah ubi dan telur itu. Namun perubahan yang terjadi pada kedua benda itu sangat bertolak
belakang.

Setelah direbus, telur menjadi keras. Sebaliknya, ubi menjadi lembut.
Kedua benda itu berada dalam panci yang sama dan air mendidih yang sama,
namun reaksi mereka berbeda. Telur akan muncul dalam keadaan keras,
sedangkan ubi akan muncul dalam keadaan lembut.

Dalam hidup ini, ada masa dimana kita harus masuk ke dalam panci yang
berisi air mendidih, yaitu musibah dan penderitaan.
Dalam suatu musibah, kita merasakan betapa sakit dan nyeri direbus dalam
air mendidih. Musibah dan penderitaan bisa terasa sangat kejam dan
menyakitkan bagaikan menusuk tulang, hati, dan sumsum.

Apalagi ketika musibah demi musibah datang menimpa bagaikan tak ada
habisnya. Kita seperti terhempas lemas. Kita menunduk dan menarik nafas
panjang, kita bertanya lirih: 'Oh, Tuhan, mengapa ini harus terjadi ?'

Namun kenyataan adalah kenyataan.

Musibah itu sudah atau sedang terjadi. Jadi yang lebih mendesak bukanlah
persoalan mengapa musibah ini terjadi, melainkan bagaimana menghadapinya, bagaimana bisa melewati dan mengatasi musibah ini.

Bagaimana bisa survive dalam dan dari musibah ini. Jika musibah dan penderitaan merupakan ibarat direbus dalam panci, soalnya adalah bagaimana kita akan keluar dari panci itu.

Apakah kita akan keluar sebagai telur atau ubi?

Ada orang yang keluar dari musibah dalam keadaan yang sangat tertekan.
Mukanya selalu suram. Ia menyendiri. Hidupnya menjadi pahit dan getir.
Sikapnya terhadap orang lain menjadi kaku. Ia menjadi keras. Ia ibarat telur yang setelah keluar dari air mendidih menjadi keras.

Sebaliknya, ada orang yang setelah keluar dari musibah justru menjadi bijak dan matang. Ia merasa damai dengan dirinya. Sikapnya hangat dan ramah. Ia tersenyum dan menyapa. Ia menjadi lembut. Ia ibarat ubi yang setelah digodok justru menjadi lembut.

Dampak itu bisa begitu berbeda, sebab pandangan dan ketahanan orang
terhadap penderitaan dan musibah berbeda-beda. Pengarang surat
Yakobus menulis : ' .... turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para
nabi.... sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang
telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu
telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan
Maha Penyayang dan penuh kasihan'. (Yakobus 5:10-11).

Paulus mengalimatkan kaitan ini secara lebih terinci: 'Kita malah bermega juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan' (Roma 5:3-4).

Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Penderitaan dan musibah tidak dapat dihindarkan. Itu adalah bagian dari hidup. Hidup adalah ibarat roda, sebentar di atas, sebentar di bawah. Hidup ini ada enaknya dan ada tidak enaknya, yaitu masuk dalam panci dan direbus dalam air mendidih.

Soalnya, apakah kita akan keluar dari panci panas itu sebagai telur rebus yang keras ataukah sebagai ubi yang lembut ?
Apakah kita akan keluar dari sebuah musibah sebagai orang yang kaku dan
keras atau sebaliknya, sebagai orang yang berhati lembut ?
Agaknya, dalam suatu musibah, kita boleh belajar berbisik: 'Tuhan, biarlah saya menjadi seperti ubi ... seperti sepotong ubi rebus yang lembut, hangat, dan manis'.

sheen
June 25, 2004, 06:47
Apa yang terjadi jika sepotong ubi dan sebutir telur dimasukkan ke alam air mendidih ?
Apakah kedua benda itu keluar dari panci panas dalam keadaan yang sama
dengan keadaan sebelum direbus ? Air mendidih mengubah ubi dan telur itu. Namun perubahan yang terjadi pada kedua benda itu sangat bertolak
belakang.

Setelah direbus, telur menjadi keras. Sebaliknya, ubi menjadi lembut.
Kedua benda itu berada dalam panci yang sama dan air mendidih yang sama,
namun reaksi mereka berbeda. Telur akan muncul dalam keadaan keras,
sedangkan ubi akan muncul dalam keadaan lembut.


Soalnya ubi itu karbohidrat dan telur itu protein. karbohidrat akan melunak kalau dipanaskan sedang protein akan mengeras kalau dipanaskan. :D

Skippy
June 25, 2004, 07:00
Originally posted by sheen
Soalnya ubi itu karbohidrat dan telur itu protein. karbohidrat akan melunak kalau dipanaskan sedang protein akan mengeras kalau dipanaskan. :D


Waduh, komennya OT sekali deh :toktok:

eLiZa
June 25, 2004, 07:45
hauhaha... iya tuh :haha

tapi kreatif :p

k1nky
June 29, 2004, 03:15
ini bagus nih.... tapi bukan stories sih, cuman kek renungan gitu deh....

*********************************************
The 1st Secret - The Power Of Thought.
*********************************************

Love begins with our thoughts. We become what we think about.
Loving thoughts create loving experiences and loving relationships.
Affirmations can change our beliefs and thoughts about others and ourselves.
if we want to love someone, we need to consider their needs and
desires.
Thinking about your ideal partner will help you recognize her when you meet her.

*********************************************
The 2nd Secret - The Power Of Respect.
*********************************************

You cannot love anyone or anything unless you first respect them.
The first person you need to respect is yourself.
To begin to gain self-respect asks yourself, "What do I respect about myself?"
To gain respect for others, even those you may dislike, ask yourself "What do I respect about them?"

*********************************************
3rd Secret - The Power Of Giving.
*********************************************

If you want to receive love, all you have to do is give it!
The more love you give, the more you will receive.
To love is to give of yourself freely and unconditionally.
Practice random acts of kindness.
Before committing to a relationship ask not what the other person
will be able to give to you, but rather what will you be able to give them.
The secret formula of a happy, lifelong, loving relationship is
to always focus on what you can give instead of what you can take.

*********************************************
The 4th Secret - The Power Of Friendship.
*********************************************

To find a true love, you must first find a true friend.
Love does not consist of gazing into each other's eyes,
but rather looking outward together in the same direction.
To love someone completely you must love them for who they are, not what they look like.
Friendship is the soil through which love's seeds grow.
If you want to bring love into a relationship, you must first bring
friendship.

*********************************************
The 5th Secret - The Power Of Touch.
*********************************************

Touch is one of the most powerful statements of love, breaking down barriers and bonding relationships. Touch changes our physical and emotional states and makes us more receptive to love.

*********************************************
The 6th Secret - The Power Of Letting Go.
*********************************************

If you love something, let it free. If it comes back to you it's
yours, if it doesn't, it never was.
Even in a loving relationship, people need their own space.
If we want to learn to love, we must first learn to forgive and let
go of past hurts and grievances.
Love means letting go of our fears, prejudices, egos and conditions.
"Today I let go of all my fears, the past has no power over me -
today is the beginning of a new life."

*********************************************
The 7th Secret - The Power Of Communication.
*********************************************

When we learn to communicate openly and honestly, life changes.
To love someone is to communicate with them.
Let the people you love know that you love them and appreciate them.
Never be afraid to say those three magic words: "I Love You."
Never let an opportunity pass to praise someone.
Always leave someone you love with a loving word it could be the last time you see them.
If you were about to die but could make telephone calls to the people you loved, who would you call, what would you say and ...why are you waiting?

*********************************************
The 8th Secret - The Power Of Commitment.
*********************************************

If you want to have love in abundance, you must be committed to it, and that commitment will be reflected in your thoughts and actions. Commitment is the true test of love.
If you want to have loving relationships, you must be committed to loving relationships.
When you are committed to someone or something, quitting is never an option.
Commitment distinguishes a fragile relationship from a strong one.

*********************************************
The 9th Secret - The Power Of Passion.
*********************************************

Passion ignites love and keeps it alive.
Lasting passion does not come through physical attraction alone;
it comes from deep commitment,enthusiasm, interest and excitement.
Passion can be recreated by recreating past experiences when you felt passionate.
Spontaneity and surprises produce passion.
The essence of love and happiness are the same; all we need to do is to live each day with passion.

*********************************************
The 10th Secret - The Power Of Trust.
*********************************************

Trust is essential in all loving relationships.
Without it one person becomes suspicious, anxious and fearful
and the other person feels trapped and emotionally suffocated.
You cannot love someone completely unless you trust them completely.
Act as if your relationship with the person you love will never end.
One of the ways you can tell whether a person is right for you is to ask yourself, "Do I trust them completely and unreservedly?" If the answer is "no", think carefully before making a commitment.

potato lover
July 01, 2004, 04:11
Waaaah, ceritanya bagus-bagus :bravo:, terutama yang Andoy (gue nangis :nangis: ) & Margareth. Gue juga mao nyumbang cerita nih, pertama kali baca bikin gue merinding :heartbeat

God Never Leaves Us

Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik
untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka

Jika seorang anak laki-laki tersebut sudah cukup umur untuk didewasakan,
maka anak laki-laki tersebut akan dibawa pergi oleh seorang pria dewasa
yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup

Anak laki-laki tersebut dibawa jauh menuju hutan yang paling dalam.
Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan dibuka,
dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian.
Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut
jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.

Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri
dan ia begitu ketakutan.
Hutan tersebut mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan,
auman serigala, bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan,
tetapi ia harus diam, ia tidak boleh berteriak atau menangis,
ia harus berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut.

Sedetik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun,
ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun,
keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya.

Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat sekelilingnya,
dan kemudian ia menjadi begitu kaget ketika mengetahui
bahwa ayahnya berdiri tidak jauh di belakang dirinya,
dengan posisi siap menembakkan anak panah, dengan golok terselip di pinggang,
menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas lainnya,
maka ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya,
sebelum binatang buas itu mendekati anaknya,
sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.

----------------------------
Dalam mengarungi kehidupan ini, sepertinya Tuhan "begitu kejam"
melepaskan anak-anakNya ke dalam dunia yang jahat ini.
Terkadang kita tidak dapat melihat penyertaanNya,
namun satu hal yang pasti, Ia setia, Ia mengasihi kita,
dan Ia selalu berjaga-jaga bagi kita.

"God is too wise to be mistaken. God is too good to be unkind.
So when you don't understand, when you can't see His plan and
when you can't trace His hand... TRUST HIS HEART"

potato lover
July 01, 2004, 04:14
Batu Kecil

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi.
Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.
Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya
karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja,
sehingga usahanya sia-sia saja.

Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya,
ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya.
Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu, lalu bekerja kembali.
Pekerja itu mencoba kembali, tetapi usahanya yang kedua pun memperoleh hasil yang sama.

Tiba-tiba ia mendapat ide.
Ia mengambil batu kecil, lalu melemparkannya ke arah orang itu.
Batu itu tepat mengenai kepala temannya,
dan karena ia merasa sakit, temannya menengadah ke atas.
Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.

-----------------
Tuhan kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan
untuk membuat kita menengadah kepadaNya.

Seringkali Tuhan melimpahi kita dengan berkat,
tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya.
Karena itu, agar kita selalu mengingat kepadaNya,
Tuhan sering menjatuhkan "batu kecil" yang tak lain adalah
masalah-masalah dalam hidup kita,
untuk membuat kita lebih dekat kepadaNya.

k1nky
July 14, 2004, 15:35
Bagaimana Caranya Mengampuni dan Melupakan

MENGAMPUNI ORANG LAIN ADALAH PERBUATAN BAIK YANG TERBESAR YANG DAPAT ANDA LAKUKAN - BAGI DIRI ANDA SENDIRI


1.Ambillah inisiatif Jangan tunggu orang yang bersangkutan minta maaf.

2.Kalau orang yang telah Anda ampuni itu ingin memasuki kehidupan Anda lagi adillah untuk menuntut kejujuran. la hendaknya dibuat mengerti, dibuat merasakan kepedihan yang telah Anda rasakan. Lalu hendaknya Anda harapkan janji tulus bahwa Anda takkan dilukai sepert itu lagi.

3.Bersabarlah. Kalau kepedihannya dalam, Anda tidak mungkin
mengampuninya seketika.

4.Ampunilah "secara eceran", bukannya "secara grosiran" Adalah hampir tidak mungkin mengampuni seseorang yang jahat. Fokuskanlah pada perbuatan tertentu yang menyinggung Anda (Mungkin akan membantu kalau Anda menuliskannya).

5.Jangan terlalu berharap. Mengampuni tidaklah berarti Anda harus memperbaharui hubungan yang pernah dekat.

6.Singkirkanlah rasa benar sendiri. Seorang korban bukanlah orang kudus. Andapun bisa-bisa membutuhkan pengampunan suatu hari nanti.

7.Pisahkanlah amarah dengan kebencian. Untuk menghilangkan kebencian Anda: Hadapilah emosi Anda dan terimalah itu sebagai alami. Lalu diskusikanlah, entah dengan objek kebencian Anda (kalau Anda dapat melakukannya tanpa menambah kebenciannya) atau dengan pihak ketiga yang bisa Anda percayai.

8.Ampunilah diri sendiri. Mungkin inilah yang paling berat. Bersikap apa adanya sangat penting. Akuilah kesalahan Anda. Rileks-kanlah pergumulan Anda untuk menjadi sempurna. Lalu bersikaplah yang konkrit dan spesifik tentang apa yang mengganggu Anda. Perbuatan Anda mungkin jahat. Tetapi Anda tidak.


Lewis B. Smedes
Diambil dari "Forgive and Forget"

red_conjurer
August 22, 2004, 08:43
cerita ttg andoy itu .. tiap kali gw baca.. selalu saja terharu.
cerita2 yg laen juga bagus2... gw mau forward ke teman2 di milis.

namaste~Shalom~Shanti

k1nky
August 25, 2004, 11:55
AYAT ALKITAB
============
Efesus 5:22-33 ; 1Korintus 7:3-4; Filipi 2:3-5; 1Petrus 3:7

LATAR BELAKANG
==============
Ketika dua kehidupan dipersatukan bersama dalam suatu hubungan intim
jangka panjang, sewaktu-waktu akan muncul masalah. Banyak pasangan
memasuki pernikahan hanya dengan sedikit persiapan untuk menghadapinya.
Kadang-kadang mereka kurang memiliki kedewasaan emosional, kemantapan atau
keluwesan, yang harus dimiliki dalam pasangan yang berhasil.

Apa saja unsur-unsur pembentuk suatu pernikahan yang baik?

o Saling menghormati.
-------------------
Saling menghormati berarti masing-masing menerima pasangannya
sebagaimana adanya, tidak berusaha memperalat, membantu
pasangannya untuk bertumbuh sesuai rencana Allah dengan tidak
mementingkan dirinya sendiri, saling menghargai, membedakan antara
yang ideal dan yang merupakan kenyataan, serta tidak menuntut
terlalu banyak. "Kasihilah istrimu seperti dirimu sendiri dan
istri hendaklah menghormati suaminya." (Efesus 5:33)

o Penyerahan diri yang tulus.
---------------------------
Hakekat janji yang diucapkan dalam pemberkatan nikah ialah
penyerahan diri secara tulus, satu kepada yang lain, sambil
meninggalkan segala hal lainnya. Alkitab berkata, "Sebab itu laki-
laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan
istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging" (Kejadian 2:24).
Waktu dan pengalaman membuktikan bahwa "menjadi satu daging" dalam
pernikahan, tidak berarti pelepasan kepribadian atau hak-hak pribadi. Justru
penyerahan diri yang memperkaya kepribadian keduanya.

o Komunikasi yang baik.
---------------------
Agar dapat berkomunikasi, harus ada pengertian tentang perbedaan-
perbedaan emosional, mental dan jasmani, antara pria dan wanita.
Perlu dikembangkan suasana persahabatan. "Lebih baik bersama teman
hidupku, daripada dengan orang lain." Harus terjadi percakapan, bukan saja
berdiskusi ketika muncul perbedaan, tetapi pertukaran informasi yang berarti
baik dalam tingkat intelektual maupun emosional.

o Waktu dan usaha.
----------------
Kasih harus diberi kesempatan untuk tumbuh dewasa. Suasana untuk
itu, terdapat dalam Firman Tuhan. Ketika perjalanan hidup menjadi
berat, pasangan tersebut tidak "membuang cinta" mereka; tetapi
mereka bertahan bersama dan berusaha menyelesaikannya. Mereka
tidak menganggap diri mereka "korban" dari "salah perhitungan",
tetapi "teman pewaris kasih karunia". (1Petrus 3:7)

Masalah dan perbedaan diselesaikan melalui pengampunan "Hendaklah
kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan
saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah
mengampuni kamu." (Efesus 4:32)

Kalimat-kalimat berikut perlu dihayati oleh pasangan-pasangan yang
ingin agar pernikahannya terpelihara:
"Aku bersalah",
"Aku menyesal",
"Maafkan aku",
"Aku mengasihimu".

o Kesatuan rohani.
----------------
Mengerti dimensi rohani dalam pernikahan akan membawa dampak yang
dalam. Paulus membandingkan pernikahan -- kesatuan suami dan istri
-- dengan hubungan kekal antara Kristus dan Gereja.
(Lihat Efesus 5:22-33)

STRATEGI BIMBINGAN
==================
1. Tunjukkan sikap mendukung dan menguatkan. Dengarkan baik-baik
dengan pengertian. Jangan menghakimi dan jangan berpihak. Kadang-
kadang orang yang Anda layani, ada di pihak yang salah.

2. Berusahalah menemukan penyebab ketidaksetujuan dan masalah. Jika
perlu, bertanyalah. Apakah yang bersangkutan merasa bahwa dia
bertanggung jawab atas perkembangan negatif yang terjadi?

Tanyakan penilaiannya tentang pernikahannya berdasarkan bahasan
tentang unsur-unsur pembentuk suatu pernikahan yang baik, yang
telah dibahas dalam Latar Belakang. Dalam hal apa dia kurang? Apa
yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya? Dengan rendah hati,
dia dapat meminta ampun atas ketidakpekaan, kepedihan dan kesalahan yang
dibuatnya. Mungkin perlu waktu, tetapi sangat bermanfaat.

3. Tanyakan, pernahkah mengundang Allah masuk ke dalam hidup
pernikahan dan hidup mereka?

4. Sesudah itu, jelaskan langkah-langkah tindak lanjut berikut ini:

a. Baca, pelajari, dan terapkan Firman Tuhan dalam hidupnya dan
hidup pernikahannya.

b. Belajar berdoa tiap hari. Berdoalah satu untuk yang lain.
Doakan masalah-masalah yang muncul atau hal-hal yang dapat berkembang
menjadi masalah. "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang
memelihara kamu." (1Petrus 5:7)
Adanya sikap-sikap yang lebih baik, membuat seseorang lebih peka kepada
kebutuhan teman hidupnya, menciptakan hubungan-hubungan yang lebih baik.
Inilah salah satu nilai penelaahan Alkitab dan doa: kita akan dibuatnya
lebih peka secara rohani dan lebih mampu menyongsong masalah-masalah.

c. Libatkan diri dalam kelompok persekutuan keluarga dalam suatu gereja yang
mementingkan Firman Tuhan. Peran serta aktif dalam suatu gereja yang dinamis
dapat memperbaharui pernikahan dan rumah tangga seseorang. Dukungan dan
pertolongan rohani dapat diperoleh dalam persekutuan dengan sesama Kristen
yang sejati dan dalam pertukaran pikiran dengan pendeta.

d. Dalam gangguan pernikahan tertentu, terkadang diperlukan bimbingan lebih
lanjut. Hubungilah pendeta yang terlatih untuk itu, atau psikolog Kristen
atau penyuluh pernikahan.

Jika orang tersebut Kristen, anjurkan dia untuk mulai mencari bimbingan
serius dari pusat bantuan pernikahan yang ada, atau dari pendeta yang
terlatih untuk itu. Seringkali perlu diadakan penanganan dan penyesuaian
pada masing-masing pihak, yang membutuhkan waktu-waktu bimbingan yang cukup
lama. Hal terpenting ialah belajar bersikap tulus dan jujur, menghadapi
situasi mereka dalam terang Firman Tuhan. Mungkin titik permulaannya harus
dimulai dari kalimat-kalimat permohonan maaf seperti yang ditulis dalam
Latar Belakang di atas.

----------------------------Kutipan---------------------------
Menurut Billy Graham:
"Pernikahan yang sempurna adalah kesatuan antara tiga pribadi
-- seorang pria, seorang wanita, dan Allah! Inilah yang membuat pernikahan menjadi kudus. Iman dalam Kristus adalah bagian terpenting dari semua prinsip penting lainnya untuk membangun suatu pernikahan dan rumah tangga yang bahagia."

k1nky
August 25, 2004, 12:13
* Morning Sun *

I gazed out over the mountainside alone at break of day
And wondered at the colors God chose to paint the day
The background of His canvas He painted softest gray
Then splashed a ray of sunshine as if to light the way.

I watched tha Master painting and began to understand
That in the lovely painting He shared a simple plan
For just as His painting our lives begin soft gray
We choose our colors hour by hour as we live out each day
And when our life is ending the paintings all been done
He wipes the canvas clean for us to paint the morning sun.

k1nky
September 02, 2004, 04:22
You are who you are for a reason.
You're part of an intricate plan.
You're a precious and perfect unique design,
Called God's special woman or man

You look like you look for a reason.
Our God made no mistake.
He knit you together within the womb,
You're just what He wanted to make.

The parents you had were the ones he chose,
And no matter how you may feel,
They were custom - designed with God's plan in mind,
And they bear the Master's seal.

No, that trauma you faced was not easy,
And God wept that it hurt you so;
But it was allowed to shape your heart
So that into His likeness you'd grow.

You are who you are for a reason,
You've been formed by the Master's rod.
You are who you are, beloved,
Because there is a God!

red_conjurer
September 03, 2004, 03:23
THE BALANCE SHEET OF LIFE

Birth is our Opening Balance!
Death is our Closing Balance!
Prejudiced Views are our Liabilities
Our Creative Ideas are our Assets
Heart is our Current Asset
Soul is our Fixed Asset
Brain is our Fixed Deposit
Thinking is our Current Account
Achievements are our Capital
Character & Morals, our Stock-in-Trade
Friends are our General Reserves
Values & Behaviour are our Goodwill
Patience is our Interest Earned
Love is our Dividend
Children are our Bonus Issues
Education is Brands / Patents
Knowledge is our Investment
Experience is our Premium Account

The Aim is to Tally the Balance Sheet accurately.
The Goal is to get the Best Presented Accounts Award.

Some very good and very bad things...
The most destructive habit......................Worry
The greatest joy..............................Giving
The greatest loss................Loss of self-respect
The most satisfying work...............Helping others
The ugliest personality trait.............Selfishness

The most endangered species.........Dedicated leaders
Our greatest natural resource...............Our youth
The greatest "shot in the arm"..........Encouragement
The greatest problem to overcome.................Fear
The most effective sleeping pill........Peace of mind

The most crippling failure disease............Excuses
The most powerful force in life..................Love
The most dangerous pariah..................A gossiper
The world's most incredible computer........The brain
The worst thing to be without...................Hope

The deadliest weapon.......................The tongue
The two most power-filled words..............."I Can"
The greatest asset..............................Faith
The most worthless emotion..................Self-pity
The most beautiful attire......................SMILE!
The most prized possession..................Integrity
The most powerful channel of communication.....Prayer
The most contagious spirit.................Enthusiasm
The most important thing in life..................GOD!!

Namaste~Shalom~Shanti~Assalammualaikum Wr.Wb.

red_conjurer
November 16, 2004, 05:44
Paku

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk
mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan
mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang
setiap kali dia marah ...

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia
marah ... Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa
ternyata lebih mudah
menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa
mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia
memberitahukan hal ini kepada
ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap
hari dimana dia tidak marah.

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa
semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke
pagar. "Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah
lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti
sebelumnya. "Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu
meninggalkan bekas seperti lubang ini ... di hati orang lain.

Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu ...
Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap
ada... dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik
.."

red_conjurer
November 16, 2004, 05:48
CINTA SEORANG IBU

Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan
anak satu-satunya.Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.

Sang Ibu sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya . Adapun
anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri,
berjudi,mengadu ayam, dan banyak lagi yang membuat si ibu sering
menangis meratapi nasibnya yang malang. Namun begitupun ibu tua itu selalu
berdoa kepada Tuhan, "Tuhan tolong Kau sadarkan anakku yang kusayangi,
supaya ia tidak berbuat dosa lebih banyak lagi. Aku sudah
tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat,sebelum Aku mati".

Namun semakin lama si Anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya. Sudah
sangat sering ia keluar masuk bui karena kejahatan yang dilakukannya.

Suatu hari ia kembali mencuri di sebuah rumah penduduk desa. Namun malang
nasibnya akhirnya ia tertangkap oleh penduduk yang kebetulan lewat.
Kemudian dia dibawa ke hadapan Raja untuk diadili sesuai dengan
kebiasaan di Kerajaan tersebut. Setelah ditimbang berdasarkan sudah
seringnya ia mencuri, maka tanpa ampun lagi si Anak tersebut dijatuhi
hukuman Pancung. Pengumuman hukuman itu disebarkan ke seluruh desa.
Hukuman pancung akan dilakukan keesokan harinya didepan rakyat desa dan
kerajaan tepat pada saat lonceng Gereja berdentang menandakan pukul enam
pagi.

Berita hukuman itu sampai juga ke telinga si Ibu. Dia menangis ,meratapi
Anak yang sangat dikasihinya. Sembari berlutut dia berdoa kepada Tuhan.
"Tuhan, Ampunilah Anak Hamba.Biarlah HambaMu yang sudah tua renta ini yang
menanggung dosa dan kesalahannya. Dengan tertatih-tatih dia mendatangi Raja
dan memohon supaya anaknya dibebaskan, tapi keputusan sudah bulat, si Anak
tetap harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur si Ibu kembali ke rumah .
Tidak berhenti dia berdoa supaya anaknya diampuni.Karena kelelahan dia
tertidur dan bermimpi bertemu dengan Tuhan.

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan ,rakyat berbondong-bondong
untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang Algojo sudah siap dengan
Pancungnya, dan si Anak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal
menjemputnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, tanpa
terasa dia menangis menyesali perbuatannya.

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan ,
lonceng Gereja belum juga berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lima
menit lewat dari waktunya. Akhirnya didatangi petugas yang
membunyikan lonceng di Gereja. Dia Juga mengaku heran, karena sudah sedari
tadi dia menarik lonceng tapi, suara dentangnya tidak ada.

Ketika mereka sedang terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang di pegangnya
mengalir darah. , darah tersebut datangnya dari atas,berasal dari tempat
di mana Lonceng diikat. Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat
menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah itu.
Tahukah Anda apa yang terjadi? Ternyata di dalam lonceng besar itu ditemui
tubuh si Ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia
memeluk Bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi,
sebagai gantinya kepalanya yang terbentur ke dinding lonceng .

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air
mata . Sementara si Anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah
diturunkan.Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya.
Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke Atas dan
mengikat dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi di dalam
lonceng,untuk menghindari hukuman pancung anaknya.

Demikianlah, sangat jelas kasih seorang ibu untuk anaknya, betapapun
jahatnya si Anak. Marilah kita mengasihi orang tua kita masing-masing
,selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi
kita di Dunia ini. Amin.

Sesuatu untuk dijadikan renungan untuk kita agar selalu mencintai sesuatu yang
berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun.

DWibowo1.
March 07, 2005, 19:23
Dapet dari temen gwe nich, bagus buat renungan :)


LUCIFER


Oleh: Augustinus S

Setiap masa puasa tiba, Lucifer merasa sedih. Peristiwa 2000 tahun yang lalu selalu melintas. Saat itu dia sudah menang. Roh kerakusan dapat merasuki Yudas Iskariot, seorang dari 12 murid Yesus. Bayangkan, Yesus hanya dihargaI 30 keping uang. Kekalahan setan saat Yesus berkarya karena kebodohan setan sendiri. Hal ini disadari pada saat kekalahannnya ketika mencobai Yesus di padang gurun. Reformasi setan yang dia rencanakan ditentang habis-habisan. Mau apalagi , Lucifer kalah suara. Para setan mempunyai aturan sendiri, nalar, atau tidak nalar,pokoknya yang jumlahnya banyak harus menang dan dianggap benar.

Ketika Yesus ditangkap, diadili dan dipermalukan di depan umum. Lucifer bangga dan bayangan kemenangan kembali terlintas. Pilatus tersudut dan mengalah ketika dihadapkan dengan pilihan jabatan atau yang benar. Terbayang dengan jelas bagaimana Pilatus dengan putus asa mengatakan "Saya tidak menemukan kesalahan apapun pada orang ini". Roh-roh penghasut dan roh-roh pendajwa agar mempengaruhi orang-orang Parisi untuk menekan Pilatus dan dalam keputusasaan Pilatus mencuci tangan dan mengatakan "Saya tidak bertanggung jawab atas darah orang yang tidak berdosa ini ". Roh pengahasut ini pun berhasil melaksanakan tugasnya dengan sukses. Mereka mampu mempengaruhi orang Yahudi memilih Barabas. Seorang penjahat. Roh ketakutan pun berhasil mempengaruhi Petrus sehingga menyangkal Yesus sampai tiga kali.

Kesuksesan yang diraihnya dalam sekejap hilang tak berbekas . Roh penghasut gagal membujuk Yesus. Saat itu roh penghasut,roh kenikmatan,roh kekuasaan sudah bekerja maksimal. Seandainya Yesus mau, maka ia dapat menjadi raja orang Yahudi, kerajaannya luas ,terkenal, dicatat dalam sejarah manusia.Lebih besar dari Salomon dan raja-raja di bumi yang pernah ada. Yesus tetap menaati bapa-nya di surga , sengsara, wafat di kayu salib yang hina. Tiga hari kemudia bangkit dari antara orang mati. Inilah kemenangan Yesus atas maut.

Lucifer merasa sangat terpukul. Seandainya reformasi yang telah dia katakan mau dilaksanakan, mungkin hasilnya akan berbeda. Saat itu , Lucifer telah mengatakan biarlah oarng-orang mengikuti Yesus, bahkan dia telah memerintahkan roh penghasut untuk menghasut setiap orang mengikuti Yesus kemana pun pergi. Bawa semua orang sakit, sakit kusta, sakit lumpuh ,buta,tuli,bisu. Pokoknya bawa ke Yesus sehingga Yesus kelelahan dan tidak dapat mewartakan Injil. Warta Injil inilah yang sangat penting untuk dilawan. Mengapa para setan saat itu tidak menyadari betapa berbahayanya pewartaan Injil.

Sebagai mantan malaikat. Lucifer pun sebenarnya memahami cara-cara malaikat dalam membimbing manusia untuk sampai kepada Tuhan. Lucifer berpikir, mengapa tidak digunakan perpaduan cara malaikat dan cara setan sehingga manusia sulit mengenalinya? Bukankah yang paling perlu dilawan adalah pewartaan Injil dan sementara yang lain dapat dimanfaatkan.

Untuk kesekian kalinya Lucifer mengundang para setan untuk rapat kembali. Kini mereka mempunyai tugas yang baru yaitu mengajarkan aturan mereka yang mengatakan bahwa yang "jumlahnya banyak pasti benar", tidak peduli nalar atau tidak kepada umat manusia. Lucifer menegaskan untuk memakai cara malaikat dalam pengajaran ini sehingga akan nampak mulia dan membela kepentingan orang banyak

Jauhkanlah mereka dari pemikiran kritis, apalagi dari terang Injil. Keadilan dan kebenaran cukup dihitung secara numerik, pokoknya yang jumlahnya banyak itu benar. Tugas ini bukan hanya tugas roh penghasut, tetapi juga tugas roh ketakutan, roh kebodohan,roh kekacauan dan roh pendakwa. Buatlah mereka yang jumlahnya sedikit ketakutan dengan dalih tidak memperhatikan kepentingan umum. Roh kekacauan ,rah kebodohan mempunyai tugas mengacaukan cara berpikir manusia sehingga berpikir kebablsan atau tidak mampu berpikir kritis.

Ciptakan suasana seperti saat Pilatus ada dalam putus asa. Biarkan kata-kata yang tercatat dalam sejarah terulang dan menggema dimana-mana"Saya tidak menemukan kesalahan apapun pada orang ini","Saya tidak bertanggung jawab atas darah orang ini". Kalu perlu cara kerja roh penghasut seperti saat demo didepan Pilatus juga dipakai. Kebenaran dan keadilan cukup dihitung dengan numerik.

Sementara itu, para pengikut Yesus yang jumlahnya sudah banyak, cukup disibukkan dengan bonus mereka. Bukankah Yesus memberi mereka tugas mewartakan Injil dan kepada mereka diberi kuasa mengusir setan dan menyembuhkan penyakit?Seperti umumnya , bonus lebih menarik daripada tugas yang sebenarnya. Bonus mengusir setan dan menyembuhkan ini sangat menarik bagi pengikut Yesus.

Lucifer mebuat reformasi baru, bahwa menyembuhkan penyakit dan pengusiran setan bukan suatu hal yang perlu ditakuti lagi oleh para setan. Jadikan itu suatu hal yang menarik dan menyenangkan karena para setan dapat main petak umpet. Jadi win-win solution. Ini cara malaikat yang diadopsi Lucifer

Pengikut Yesus akan mendapat prestasi besar , nama besar, popularitas dan semua ketenaran duniawi, karena dapat mengusir setan dan menyembuhkan penyakit. Biarkan mereka "mengilahikan" atau "mempersetankan" semua hal dengan mudah. Biarkan mereka menjadi hebat ,bukankah mereka akan tersandung. Setan mendapat permainan baru, olahraga gratis. Masuk, diusir, keluar, masuk lagi, oh…benar-benar mengasyikan. Kedua belah pihak diuntungkan. Lucifer memikirkan cara yang jenius yaitu keadilan untuk dua belah pihak.

Gereja akan penuh dengan atraksi pengusiran setan dan penyembuhan. Biarkan mereka berteiak-teriak histeris, kata Lucifer. Biarkan jumlah mereka bertambah, nanti mereka akan sibuk membangun gereja baru yang megah, nanti mereka akan sibuk dengan masalah baru dan kalian pun para setan sekarang mempunyai permainan baru, olah raga gratis, main petak umpet.

Nanti model gereja akan diubah, tidak ada altar, tidak ada Ekaristi,tidak ada pewartaan sabda. Biarkan mereka menganggap pewartaan sabda dan Ekaristi menjadi kuno. Mereka akan mengubah gereja menjadi gedung pertunjukan.

Terbayang di mata Lucifer, anak-anak yang bergembira saat Paskah, berlari mencari telur Paskah. Orang-orang yang ke gereja pada malam Paskah, malam yang diterangi lilin-lilin Paskah. Lucifer membayangkan anak-anak yang dengan riangnya mencari telur Paskah akan mengembara di dunianya sendiri seperti mahluk dari dunia lain. Semuanya karena kebenaran dan keadilan hanya dihitung secara numerik,pengikut Yesus hanya sibuk dengan bonusnya dan Injil tidak diwartakan.

puppy_eyez
August 15, 2005, 11:16
wah, wah.. ceritanya bagus2.. pada ditambahin lagi dunx kl ada.. =)

red_conjurer
August 26, 2005, 05:58
Originally posted by puppy_eyez
wah, wah.. ceritanya bagus2.. pada ditambahin lagi dunx kl ada.. =)

Cerita ttg andoy udah kamu masukin ke buletin kampusmu ?

k1nky
September 22, 2005, 19:56
Nice reflection...
==============
Kerja (persembahan) buat Tuhan

By: Angela Christy

"I hate this job. I hate this job ? "

Nggak tahu deh, udah berapa kali kalimat ini terus menerus aku ulang-ulang dalam hati. Rasanya kekesalan demi kekesalan semakin bertumpuk dalam hati. Dan yang lebih ngeselin lagi. Semakin aku kesal, semakin semua pekerjaan ini terasa berat.

Benciiii!!!!! Benciiii!!!!

Apalagi yang harus dikatakan supaya bisa lebih lega. Ternyata apapun
yang aku katakan bukannya bikin lega, tapi malah bikin sumpek.

Gimana nggak ??? Hari pertama masuk kantor, nggak ada yang tersenyum,
nggak ada yang menyapa apalagi ngajak ngobrol (dan ternyata setelah
beberapa hari! kerja, aku baru tahu kalau katanya ada juklak yang
mengatur bahwa karyawan dilarang ngobrol waktu jam kerja, ajaib!!),
semua berwajah serius. Satu-satunya yang melegakan hati hanya seorang teman baru yang sama-sama baru diterima di kantor.

Oke deh, lupakan hari pertama. Dimana-mana juga biasanya orang kalo
hari pertama kerja memang unforgettable. Waktu itu aku cuma berharap
semoga esoknya nggak akan seburuk itu.

But? ternyata tidak!

"Christy, buat laporan ini? laporan itu. Semua harus selesai dalam 1x 24 jam!Ingat ya, setiap tugas dari saya, apapun itu harus selesai dalam 1 x 24 jam !!"

"Christy! Kalau telponnya bunyi, jangan sampai kring lebih dari dua kali! Harus sudah kamu angkat!"

Fiuhh? galak amat. Memang sih ngomongnya sambil senyum (hambar), tapi
dalem boo?

"Wah, saya nggak tahu data itu ada dimana. Tanya aja sama yang lain".

"Lho, itu kan yang tahu orang cabang Balikpapan atau Banjarmasin. Kejar aja kesana".

Gile benerrr. Untuk minta data aja susahnya minta ampun. Gimana bisa
bikin laporan. Aku bener-bener nggak ngerti kenapa suasana kantor bisa
seperti ini. Orang-orangnya susah diajak kerja sama, self defense tinggi, gampang saling menyalahkan, wah bener-bener lingkungan kerja yang tidak nyaman. Ini yang salah apanya ya ? SDM-nya kah? Management-nya kah? Lingkungannya? Jenis pekerjaannya? Atau apanya?

Kayaknya semakin hari bukannya semakin baik, tapi malah semakin buruk.
Tiap hari ada saja hal-hal 'mengagumkan' yang kutemukan.

Pulang jam setengah enam merupakan hal 'aneh'(padahal jam kerja hanya
sampai jam 5), katanya ada perhitungan lembur, tapi kalau hanya sampai
jam setengah delapan istilahnya itu kan masih sore, masak mau ngurus
surat lembur. Sabtu Minggu katanya libur, tapi kebanyakan dipakai untuk
lembur. Uang lembur nggak jelas kapan keluarnya, katanya sih sekitar 3-4 bulan kemudian.

Satu hal yang paling nggak 'sreg' di hatiku, setiap kali meeting pasti
memakan waktu lama. Dan lamanya itu bukan untuk mencari solusi dari
permasalahan yang ada, tapi selalu mencari 'siapa yang salah'.
Pokoknya, pada saat meeting, jangan sampai kita salah menyebut nama orang lain. Siapapun itu pasti langsung dipanggil menghadap saat itu juga. Jadi, sering kali waktu terbuang percuma hanya untuk mendengarkan pembelaan diri dan ucapan-ucapan yang saling menyalahkan,
dan ujung-ujungnya? tidak ada solusi.

Jadi kebayang, seandainya waktu itu ada yang minta aku untuk buat list
'Ten things you hate about your company' mungkin aku bias bikin sampai 100. Pokoknya the point is : I hate this job! Wake up girl ?! You pray for this job, remember!!

Iya sih. Memang betul. Tapi keadaan ini bener-bener bikin aku
tertekan. Aku ingat komitmen-ku pada Tuhan. Apapun itu Tuhan,
bagaimanapun kehidupan yang harus kujalani, selama itu membuat aku semakin dekatdenganMu, aku akan menjalaninya dengan sukacita.

Tapi kalau seperti ini?

Setiap pulang, sampai rumah aku sudah 'terlalu capek' untuk berdoa dan
membaca firman. Saat teduhku jadi super bolong bolong. Kalau di rumah,
bawaannya marah melulu. Kenapa rasanya nggak ada yang ngerti.

"There's gotta be something more than this".

bersambung......

k1nky
September 22, 2005, 19:57
Kalimat ini terus terngiang-ngiang di telingaku. Masak sih, aku harus hidup kayak gini terus. Tuhan, kenapa sih Engkau menempatkan aku di tempat seperti ini? Pekerjaan yang tidak sesuai dengan bidang pendidikanku, suasana kerja yang nggak enak, tempat kerja yang jauh,
waktu kerja yang nggak jelas. Aduhhh? kenapa Tuhan? Rasanya setiap
hari yang ada hanya keluhan.

Di tengah-tengah kejenuhan yang sudah memuncak, satu hari Tuhan
menegurku dengan suatu nyanyian yang sudah 'terlalu sering' dinyanyikan sehinggaa kadang-kadang kita lupa 'mendengarkan' dengan sungguh-sungguh.

Hitung berkat satu per satu
Kau kan kagum oleh kasihNya
Berkat Tuhan mari hitunglah
Kau niscaya kagum oleh kasihNya

Aku tersentak.

Memang benar, there's gotta be something more than this. Hidup nggak
boleh begini terus. Tapi hidup nggak akan berubahkalau aku sendiri
nggak merubah cara pandangku.

So, aku mulai menghitung berkatku.
Hari pertama kerja.

Seorang satpam menyapa ramah, "Hari ini udah mulai masuk ya mbak".
Seorang office boy tersenyum, "Wah, mbak iki ayu rek.."
Aku mendapatkan seorang sahabat baru, bisa berbagi suka duka dan
saling menguatkan.

Di antara Operational Director dan Deputy Director yang menjadi atasan
langsungku, walaupun yang satu galak dan tidak pernah puas, tapi yang
satu ramah dan baik dan selalu memberikan penghargaan untuk setiap pekerjaan yang berhasil aku selesaikan dengan baik.

Dan aku terus menghitung, setiap senyuman adalah berkat, setiap pujian
adalah sukacita, setiap tugas dan pekerjaan adalah kepercayaan.

I have to change.

Setiap pagi aku tersenyum pada setiap orang yang kutemui. Kuucapkan
selamat pagi dengan senyuman (walaupun sering kali tidak ada
balasan), setidaknya seorang sahabat pasti selalu membalas.

Dan, hei ? rasanya banyak yang berubah.

Memang benar bahwa hidup ini merupakan suatu chainreaction. Dan di
tengah-tengah suasana kerja yang kurang nyaman itu mulai tumbuh
bunga-bunga persahabatan. Memang kita tak dapat merubah seluruh dunia hanya dalam sekejap. Tapi setiap perubahan ke arah yang lebih baik adalah berkat.

Rekan-rekan kerja mulai lebih terbuka dan salingmembantu dalam
pekerjaan. Syukur atas talenta yang diberikan Tuhan, aku memang
punya sedikit kemampuan lebih di bidang komputer sehingga banyak rekan-rekan yang sering bertanya. Dari saling membantu itulah akhirnya suasana kerja yang kaku mulai cair.

Dan betapa bahagianya ketika suatu hari kemudian Tuhan menyapaku
lembut,"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di
sorga"(Matius 5 : 16)

Namun tak bisa dipungkiri, sistem perusahaan yang begitu menekan tetap
mendorongku untuk berusaha mencari pekerjaan lain.

Hanya dalam waktu 3 bulan, tiba-tiba aku mendapat panggilan dari
perusahaan lain, dan hanya dengan satu kali test, mereka memutuskan
untuk menerima aku. Sungguh-sungguh suatu berkat yang tak terduga.
Apalagi di kantor baru tersebut aku ditempatkan di bagian IT Support & Multimedia, yang memang lebih sesuai dengan bidang pendidikanku.

Ketika aku mengajukan pengunduran diri, salah satu bosku yang sudah
merasa cocok denganku berusaha mempertahankanku. Namun dengan tekad yang sudah bulat aku memutuskan untuk tetap memilih perusahaan baru walaupun perusahaan tersebut jauh lebih kecil daripada perusahaan tempat aku bekerja saat itu.
Dan untuk menunjukkan niat baikku, selama dua minggu terakhir, aku
berusaha menyelesaikan sebanyak mungkin pekerjaan yangmenjadi tanggung
jawabku. Lembur tanpa mengurus surat lembur. Aku ingin melakukan yang terbaik. Yang terbaik yang dapat aku berikan.

Sampai tibalah hari terakhir aku bekerja, aku mendapat informasi bahwa
Berita Acara Serah Terima pekerjaanku belum ditandatangani oleh sang Direktur dan beberapa teman menjelaskan bahwa biasanya berkastersebut baru ditandatangani 2/4 minggu kemudian, dan setelah itu baru aku bisa
menerima ijazah dan gajiku. Ada perasaan marah ketika menyadari bahwa
ternyata semua kerja kerasku tidak berarti apa-apa.

Tapi Tuhan memang baik sekali.

Dia tidak memperbolehkan kemarahanku merusak pekerjaan terbaik yang
telah kupersembahkan. Aku telah melakukan yang terbaikkarena Tuhan sendiri yang telah memampukanku, jadi kalaupun ternyata ada beberapa orang yang tak dapat menghargainya, kenapa aku harus berkecil hati? Aku
melakukannya karenaTuhan,bersama Tuhan dan untuk Tuhan.

Dan untuk itu Ia telah menyediakan hadiah yang jauh lebih indah.
Berkat-berkat yang menyirami hati. Di hari terakhir itu;

Seorang sahabat memelukku.
Seorang rekan kerja memutar lagu kesayanganku sepanjang hari.
Seorang lagi membuat sketsa wajahku.
Aku menerima banyak ucapan terima kasih dari rekan-rekan kerja bahkan
dari departemen lain.
Dan seorang office boy menangis menyalamiku sambil berkata,"Mbak,
terima kasih ya karena selalu tersenyum kalau ketemu saya ?"

Dan ketika seorang ibu deputy director dari departemen
lain (yang sehari-harinya terkenal judes, but somehow aku yakin
hatinya penuh kasih) memeluk dan menciumku sambil mengucapkan doa dan berkat buatku, dalam hatiku aku memperbaharui kembali janjiku pada Yesus.

Bapa, dimanapun aku Kau tempatkan, apapun pekerjaanku, selama itu
membuatku lebih dekat denganMu dan menyenangkan hatiMu, aku akan
melakukannya dengan segenap hatiku dan dengan segenap kemampuanku,
sebagai persembahanku untukMu.

Memang kita tidak dapat merubah segalanya. Tapi jika kita menyadari
bahwa setiap tanggung jawab yang diletakkan di tangan kita adalah suatu pekerjaan buat Tuhan, maka sudah sepantasnyalah kita melakukan yang terbaik.

So guys, kalau saat ini kamu merasa
Pekerjaanmu tidak terlalu berarti?
Lingkungan kerjamu benar-benar tidak nyaman?
Perusahaan berlaku tidak adil padamu?
Rekan-rekan kerjamu saling menjatuhkan?
Kerja kerasmu sia-sia?

Jangan pernah berkecil hati.

Selama engkau sungguh-sungguh menyadari bahwa engkau telah memberikan
yang terbaik, engkau telah berlaku jujur dan setia dalam pekerjaanmu,
ingatlah, Bapamu di surga selalu memperhatikan engkau. Dan Ia tersenyum
padamu. Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

I Korintus 15:58.

Karena itu, marilah kita mulai pekerjaan kita hari ini dengan senyuman
dan sukacita di hati, sehingga di akhir hari kita dapat menjawab pertanyaan seperti yang tertuang dalam sebuah kidung,

"Sudahkah yang terbaik kuberikan kepada YesusTuhanku?"

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu
seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kolose 3 : 23

puppy_eyez
November 15, 2005, 15:29
Iyah udah dimasukin =) Thanks buat storynya, jadi bisa share ke teman2 yang lain..

flashhere4U
July 15, 2006, 23:01
The Resume of : Jesus Christ
Address : Ephesians 1:20
Phone : Romans 10:13
Website : The Bible. Keywords: Christ,
Lord, Savior and Jesus

Hello. My name is Jesus -The Christ . Many call
me Lord! I've sent you my resume because I'm
seeking the top management position in your heart.
Please consider my accomplishments as set forth in
my resume.

Qualifications:
. I founded the earth and established the
heavens, (See Proverbs 3:19)
. I formed man from the dust of the ground, (See
Genesis 2:7)
. I breathed into man the breath of life, (See
Genesis 2:7)
. I redeemed man from the curse of the law, (See
Galatians 3:13)
. The blessings of the Abrahamic Covenant comes
upon your life through me,
(See Galatians 3:14)

Occupational Background
. I've only had one employer, (See Luke 2:49).
. I've never been tardy, absent, disobedient,
slothful or disrespectful.
. My employer has nothing but rave reviews for
me, (See Matthew 3:15-17)

Skills Work Experiences
. Some of my skills and work experiences include:
empowering the poor to be poor no more, healing
the brokenhearted, setting the captives free,
healing the sick, restoring sight to the blind and
setting at liberty them that are bruised, (See
Luke 4:18).
. I am a Wonderful Counselor, (See Isaiah 9:6).
People who listen to me shall dwell safely and
shall not fear evil, (See Proverbs 1:33).
. Most importantly, I have the authority, ability
and power to cleanse you of your sins, (See I John
1:7-9)

Educational Background
. I encompass the entire breadth and length of
knowledge, wisdom and understanding, (See
Proverbs
2:6).
. In me are hid all of the treasures of wisdom
and knowledge, (See Colossians 2:3).
. My Word is so powerful; it has been described
as being a lamp unto your feet and a lamp unto
your path, (See Psalms 119:105).
. I can even tell you all of the secrets of your
heart, (See Psalms 44:21).

Major Accomplishments:
. I was an active participant in the greatest
Summit Meeting of all times,
(See Genesis 1:26).
. I laid down my life so that you may live, (See
II Corinthians 5:15).
. I defeated the archenemy of God and mankind
and
made a show of them openly, (See Colossians
2:15).
. I've miraculously fed the poor, healed the sick
and raised the dead!
. There are many more major accomplishments, to
many to mention here. You can read them on my
website, which is located at: www dot - the BIBLE.
You don't need an Internet connection or computer
to access my website.

References:
. Believers and followers worldwide will testify
to my divine healings, salvation, deliverance,
miracles, restoration and supernatural guidance

In Summation

Now that you've read my resume, I'm confident
that I'm the only candidate uniquely qualified to
fill this vital position in your heart. In summation,
I will properly direct your paths, (See Proverbs
3:5-6), and lead you into everlasting life, (See
John 6:47).
When can I start?
Time is of the essence, (See Hebrews 3:15).

flashhere4U
July 15, 2006, 23:03
aku coba mengtranslate resumenya ( maaap yach kalau terdapat kata2x yang ganjil atau kesalahan kata2x..kalau ada yang mau memperbaikinya menjadi lebih baik lagi sangat berterima kasih )...Tuhan memberkati

rangkuman dari : Jesus Kristus
Alamat : Efesus 1:20
( yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga )
telepon : Roma 10:13
( Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan )
Situs : Kitab Injil
Kata kunci : Kristus, Raja, Penyelamat dan Jesus

Halo. Namaku adalah Jesus Kristus
. Banyak orang2x yang memangilku Raja !
aku mengirimkan rangkumanku karena aku mencari
pimpinan tertinggi di dalam hatimu
kumohon pertimbangkan penyelesaianku sebagai rangkumanku

Kualifikasi :
. Aku meletakkan bumi dan membentuk surga
Amsal 3 :19 ( Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit )
. Aku membentuk manusia dari debu2x di tanah
Kejadian 2: 7 ( ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup )
. Aku menghembuskan nafas kehidupan kepada manusia
Kejadian 2: 7 ( ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup )
. Aku menebus manusia dari kutuk hukum taurat
Galatia 3:13 ( Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"" )
. Berkat2x dari perjanjian dari Abraham sampai di dalam hidupmu melalui Aku Galatia 3:14 ( Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu )

Latar Belakang Pekerjaan :
. Aku hanya mempunyai satu pimpinan
Lukas 2:49 ( Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" )
. Aku tidak pernah terlambat , tidak hadir, membangkang, malas ataupun tidak hormat.
. Pimpinanku tidak menemukan yang tidak layak tetapi DIA menyambut hangat tentangku
Matius 3: 15-17 ( Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." )

Pengalaman Kemampuan Bekerja :
. beberapa dari kemapuan berkerjaku termasuk :
mensuport orang2x yang miskin menjadi tidak miskin lagi,
menyembukan orang2x yang terluka hatinya, membebaskan para tawanan.
menyembuhkan yang sakit, memulihkan penglihatan orang2x yang tidak
dapat melihat dan membebaskan
mereka dari luka2x mereka
Lukas 4: 18 ( "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku" )
. Aku adalah seorang penasehat yang sangat bagus
Yesaya 9:6 ( Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. ). Orang2x yang mendengarkan aku ia akan tingal dengan selamat dan tidak akan merasa takut
Amsal 1: 33 ( Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka.")
. Tetapi dari semuanya itu yang terpenting, Aku mempunyai kekuasaan, kemampuan dan kekuatan untuk mensucikan kamu dari segala dosa2xmu dan kesalahanmu
1 Yohanes 1 : 7 - 9 ( Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.)

Latar Belakang Pendidikan
. Aku mengetahui segala pengetahuan, kebijaksaaan dan segala pengertian Amsal 2 : 6 ( Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. )
. Di Dalamku tersembunyi semua kekayaan kebijaksaan, dan pengetahuan Kolose 2:3 ( sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan )
. Perkataanku sangatlah berkuasa...itu akan mengambarkan seperti Pelita bagi kakimu dan terang bagi jalanmu
Mazmur 119:105 ( Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. )
. Aku bahkan bisa memberitahukan engkau semua rahasia yang ada di hatimu Mazmur 44:21-22 ( Seandainya kami melupakan nama Allah kami, dan menadahkan tangan kami kepada allah lain, masakan Allah tidak akan menyelidikinya? Karena Ia mengetahui rahasia hati )

Pokok Tugas yang diselesaikan :
. Aku pernah aktif dan ikut mengambil bagian selalu dalam setiap meeeting yang luar biasa
Kejadian 1:26 ( Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. )
. Aku menyerahkan nyawaku sehinga Engkau bisa memperoleh kehidupan
2 Korintus 5:15 ( Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. )
. Aku mengalahkan penguasa2x dan musuh2x Tuhan dan manusia dan membuat mereka menjadi tontonan orang2x banyak
Kolose 2:15 ( Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka. )
. Aku membuat keajaiban dengan memberi makan kepada yang miskin, menyembuhkan yang sakit dan membangkitkan orang2x yang telah mati
. Banyak lagi Tugas2x yang telah diselesaikan, terlalu banyak untuk dituliskan disini. Kamu bisa
membaca semuanya di situsku, terletak di www. - Kitab Injil ( Alkitab ). Kamu tidak memmbutuhkan koneksi
internet ataupun komputer untuk melihat situsku

Refrensi
. Orang2x yang percaya dan pengikut2ku di seluruh dunia akan memberikan kesakisan tentang keajabian ksembuhanku, Jalan keselamatan, keajaiban, pemulihan dan bimbingan pengetahuan kepadamu

Hasil Rangkuman :
Sekarang engkau sudah membaca rangkuman tentang Aku, Aku percaya
bahwa hanya aku satu2nya kandidat unik yang berhak mengisi posisi bagian yang penting di dalam hatimu..Sumary , Aku akan membimbing dan menunjukkan Jalanmu
Amsal 3 : 5-6 ( Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. )dan akan membimbingku ke dalam hidup yang kekal Yohanes 6:47 ( Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal )
Jadi kapan aku bisa memulai ?
Sekaranglah waktunya Ibrani 3:15 ( Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman")

GBU all

red_conjurer
January 14, 2007, 05:59
Catatan Harian Seorang Pramugari

Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena
bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak
mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani
penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.

Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat
perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.

Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking,
penumpang sangat penuh pada hari ini.

Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah
karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang
berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan
pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju
seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika
melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk
dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua
bagaikan patung.

Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan
tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi
tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya
duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia
duduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga
ditolak olehnya.

Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia
sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet
tetapi dia takut apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takut
merusak barang didalam pesawat.

Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan
menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat
menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke
penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami
meletakan segelas minuman teh dimeja dia, ternyata gerakan kami
mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah,
kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan
spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan
kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak
percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan
meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak
diladeni malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya
perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik
mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam
kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun
kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang
meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.

Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik,
putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah
ditingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua
orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut
tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini
orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking, anak
sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga
membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke
Peking, tetapi ditolak olehnya karena
dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat
pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.

Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak
bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh
menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras
membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan
hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur,
akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasi tempat
duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung
tersebut.

Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia
selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia
tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah
sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia
menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakan
makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah
melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk
anaknya, kami semua sangat kaget.

Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata
seorang desa menjadi begitu berharga.

Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan
terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami
bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami
berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian
kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak
menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut
benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran
berharga bagi saya.

Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa
menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang
terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat,
sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya
lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami,
mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami
semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya
makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang
begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak
memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya
tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian.
Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia
mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan
menyuruh seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari
lapangan terbang.

Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang
sudah saya jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi
belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan
tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan,
hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70
tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan
terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan
menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak
bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat
saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat
berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari
penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan
mensyukuri apa yang kita dapat.

Source (http://www.mail-archive.com/mayapadaprana%40yahoogroups.com/msg06153.html)

charlize
September 18, 2007, 06:09
Filemon 1:4 Aku mengucap syukur kepada Tuhanku, setiap kali aku mengingat engkau Dalam doaku,

Abigael menangis tersedu-sedu dikamarnya, Abigael merasa suaminya sudah tidak lagi mencintainya, bagaimana mungkin suaminya sampai melupakan moment penting dalam rumah tangga mereka. Apa karena aku sudah tidak secantik dulu lagi ? Atau jangan-jangan Ada wanita lain yang masih lebih cantik Dan energik dibanding aku ? PikirAbigael. Apalagi hingga kini di usia pernikahan yang ke sebelas mereka belum juga dikarunia momongan.

Tuntutan pekerjaan membuat Daud, suaminya sering kali tugas luar dengan jadwal yang tidak pasti, Dan Abigael mengerti akan hal ini, Dan apa susahnya jika suaminya mengucapkan ulang tahun pernikahan mereka lewat telphone atau setidaknya sms.

Hati Dan pikiran Abigael bergejolak, untuk apa tinggal dengan orang yang tidak lagi mencintaiku, pikir abigael. Dan seketika tangisnya terhenti saat melihat Ada kotak kecil berwarna biru di meja riasnya.Dengan nafas tertahan, perlahan-lahan Abigael membuka kotak kecil itu, ternyata isinya sebuah surat yang singkat.

Tangan Abigael gementar saat membaca surat dari suaminya, air matanya mengalir deras.

Untuk Belahan jiwaku,

Engkau hadiah terindah yang Bapa titipkan bagiku, melukaimu berarti melukai diriku sendiri, bersamamu, Hari-hariku menjadi luar biasa aku tak mampu membayangkan bagaimana kehidupanku, jika bukan engkau yang Bapa ijinkan mendampingiku.

Terimakasih sudah menjadi belahan jiwaku selama 11 tahun, pintaku kiranya engkaulah belahan jiwaku sampai Bapa memanggil Kita berdua kembali ke Rumah Bapa.

Aku mengucap syukur kepada Tuhanku, setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku,

Love,
Belahan jiwamu.

Tangis Abigael semakin keras saat membaca kalimat terakhir disurat suaminya.
Selama ini yang Abigael lakukan hanya menuntut diperhatikan oleh suaminya, Dan hanya pada moment tertentu saja dia berdoa buat suaminya.Dan betapa malunya Abigael saat mengetahui alasan suaminya tidak menelphone ketika itu, ternyata Handphone suaminya rusak karena jatuh ke sungai, Dan suaminya tidak hafal nomer telp rumah Dan handphone istrinya :)

Rasul Paulus memberikan Kita teladan untuk mengingat Dan berdoa bagi orang lain.Karena lewat Doa yang di tuntun oleh Roh Kudus, sesuatu yang mustahil menjadi tidak mustahil. Lewat DOA, seseorang bisa berubah dari yang jahat menjadi baik.

Saat Kita diperlakukan tidak adil, walau sulit untuk dilakukan mari Kita sama-sama belajar untuk membawa orang tersebut kedalam Doa, karena hanya Roh Kudus yang mampu untuk memampukan Kita dalam hal melupakan Dan mengampuni.

Sahabat,
Ketika anda bangun pagi, siapa saja yang anda ingat ? Mari belajar membawa
Orang-orang yang Kita cintai, orang yang Ada disekitar Kita, bahkan orang
Yang melukai Kita sekalipun kedalam DOA.

Efesus 1:16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku,

Keluaran 2:24 Tuhan mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak Dan Yakub.
Ditulis oleh S. H Tarigan.

charlize
September 18, 2007, 06:10
Handoko terserang penyakit yang mengerikan Dan menjijik-kan, tubuhnya di penuhi oleh borok yang bernanah Dan dibeberapa bagian dari tubuhnya sudah mengeluarkan bau busuk !

Tak terhitung biaya yang sudah dikeluarkan dari koceknya, tapi dokter yang sudah berkaliber dunia sekalipun menyerah !

Sampai suatu malam, Hondoko bermimpi bertemu dengan seorang Hamba Tuhan,
Wajah dari Hamba Tuhan itu sangat familiar karena beberapa bulan yang lalu saat dia masih sehat bugar, Hamba Tuhan itu datang kerumahnya untuk melayani tapi dengan kasar dia mengusir Hamba Tuhan itu. Di dalam mimpi Pak Handoko di doakan dalam nama Yesus Dan dia SEMBUH, semua borok di tubuhnya, bau busuk hilang tanpa Ada bekas sedikitpun ! !

"Tuhan Yesus" . .. , itu kata pertama yang keluar dari mulutnya saat terbangun dari mimpinya. Sudah lama sekali nama itu hilang dari hidupnya, kehancuran rumah tangga orang tuanya membuat dia membenci Tuhan Yesus.
Ibunya sangat aktiv dipelayanan, begitu juga dengan ayahnya tapi ternyata ayahnya selingkuh dengan wanita teman sepelayanan digereja mereka. Sakit hati Dan malu, membuat sang Ibu tidak mampu berpikir jernih Dan mengambil jalan pintas, BUNUH DIRI dengan menggantung diri dikamar Handoko. Ketika itu Handoko kecil sudah mengerti apa yang terjadi dalam RT orang tuanya ! Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, hanya DIAM ! ! !

Handoko tumbuh tanpa kasih kasih sayang, Ada akar kepahitan dalam hidupnya,
Dari sudut materi dia mendapatkan semuanya tapi Ada hal yang hilang dalam hidupnya. . . .hatinya penuh dendam, rasa kebencian akan ayahnya yang selingkuh, rasa kecewa pada Ibunya yang tega meninggalkan dia dengan cara bunuh diri, padahal dia aktiv melayani Tuhan, sejak kecil Ibunya selalu bercerita akan kebaikan Dan campur tangan Tuhan bagi orang yang percaya Dan setia padaNya Dan dia juga MARAH pada Tuhan karena membiarkan keluarga mereka hancur ! !

Antara putus ASA Dan adanya harapan untuk sembuh, dia menyuruh Hambali, orang yang dia percaya untuk memanggil Hamba Tuhan yang Ada dimimpinya, yang pernah dia usir sebelumnya.

Ada syarat yang Handoko sampaikan; Hamba Tuhan itu tidak boleh diberitahu apa penyakit sesungguhnya yang dia derita, cukup mengatakan bahwa kakinya sakit Dan is Hamba Tuhan tidak boleh masuk ke dalam kamar, cukup mendoakan dia dari luar kamar.

Dia ingin buktikan, benarkan Yesus itu ajaib, benarkah Yesus itu Mahatau Dan mampu memyembuhkan penyakitnya melalui Hamba Tuhan yang akan mendoakan dia, Tampa melihat Dan menjamah tubuhnya yang sakit. Katanya, "aku akan percaya

Tampa menunda-nunda waktu, Hambali segera menjemput is Hamba Tuhan.
Sesuai dengan persyaratan yang diajukan oleh Handoko, dikatakan penyakit yang diderita hanyalah sakit dibagian kaki Dan is Hamba Tuhan tidak giijikan masuk kedalam kamar, cukup mendoakan dari luar.

Mendengar persyaratan ini, Hamba Tuhan bingung karena belum pernah Ada yang minta dilayani dengan persyaratan seperti ini. Tapi Roh Kudus berbicara padanya, "pergilah, lakukan bagianmu maka Aku akan lakukan bagianKu".

Setiba di tujuan, Ada keraguan dihati sang Hamba Tuhan, bagaimana mendoakan orang yang dia tidak lihat Dan tidak tau sakitnya apa ? Tapi kembali dia mendengar suara yang berkata, "lakukan yang menjadi bagianmu anakKu, jangan ragu, jangan gunakan pikiranmu, Aku akan lakukan hal yang tidak pernah kau pikirkan sebelumnya".

Hamba Tuhan tersebut menaikkan pujian di depan pintu kamar, memuji Dan menyembah Tuhan, dia merasakan hadirat Tuhan yang luar biasa diruangan itu, Dan dia mulai berdoa, "Bapa, kuasaMu tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang Dan selama-lamanya, hamba serahkan Bpk. Handoko ketanganMu, jamah kakinya yang sakit sehingga dia bisa berjalan. Amin".

Setelah itu, Hamba Tuhan ini pamit pulang Dan diantar oleh supir yang sudah disediakan.

Apa yang terjadi dengan Handoko ?

Sepeninggal is Hamba Tuhan, Handoko menangis meraung2 didalam kamar, tentu saja satu rumah panik tapi karena kamar dikunci dari dalam tak seorangpun bisa masuk. Lambat laun suara raungan mengencil menjadi isak tangis Dan akhirnya diam.

Karena panik, Hambali memutuskan untuk mendobrak pintu kamar tapi terhenti ketika pintu kamar bossnya terbuka, Dan semua Mata yang Ada diruangan itu terpukau, semua diam.

Handoko berjalan perlahan-lahan, dia sudah sembuh ! ! Borok yang Ada ditubuhnya hilang, bau busuk yang menyengat hidung tidak Ada lagi. . . .semua Mata dipenuhi air Mata suka cita ! !

Sahabat, dari kisah diatas Ada hal yang secara pribadi bisa Kita ambil untuk jadi renungan.

Ada 3 tokoh di renungan ini, Dan saat ini tokoh apa yang sedang anda lakoni ?

1. Sebagai Handoko
2. Sebagai orang yang melihat keajaiban Dan karya Tuhan
3. Sebagai Hamba Tuhan

Tuhan memberkati.

From S. H Tarigan.

charlize
September 18, 2007, 06:10
Pada waktu Kita melewati "batu tajam- cadas" yang panjang, seakan-akan kerikil itu tak Ada ujungnya, Kita mulai tertekan, putus ASA Dan tak jarang Ada yang ingin Tuhan ambil nyawanya. Kita ingin segala sesuatu berlangsung seperti apa yang Kita mau, sesuai dengan perencanaan yang sudah Kita buat Dan akhirnya kecewa ketika apa yang Kita alami tidak sama dengan apa yang Kita canangkan sebelumnya. Kita tidak sabar menanti rancangan Tuhan bagi Kita ! !


Di usia yang ke 17 tahun Lukman, anak remaja yang frustasi dikarenakan kegagalan rumah tangga orang tuanya, marah pada Tuhan Dan terjadilah komunikasi antara dia dengan Tuhan.

"Tuhan, aku bosan dengan kehidupan yang aku alami, rasanya lebih baik mati dari pada hidup tapi susah kayak gini", gerutu Lukman dikamar tidurnya yang luas.

Jawab Tuhan,"belum waktunya anakku, jalan yang engkau lalui masih panjang".

Kata Lukman lagi,"Gini aja deh Tuhan, sekarang umurku baru 17 tahun, gimana kalau Tuhan percepat waktu, dimana umurku sudah 25 tahun, paling tidak dengan dipercepat delapan tahun Tuhan sudah membantuku melewati kesesakan yang menderaku selama ini".

"Baiklah anakKu, tutup matamu Dan saat kau membuka Mata maka kau akan melihat di depan sana apa yang terjadi ketika usiamu sudah 25 thn", jawab Yesus.

Lukman melihat, seorang pria gagah, terlihat berwibawa Dan mapan Dan akhirnya dia tau kalau pria itu adalah dirinya sendiri, disitu juga terlihat Ada seorang wanita yang sangat cantik ! !

Kata Tuhan, "apakah mau dilanjutkan ke tahun berikutnya atau bagaimana ?"

Dengan cepat Lukman menjawab,"Tuhan, apa yang aku lihat sepertinya indah untuk dijalani, aku mau menikah dengan wanita itu ! Dia sangat cantik Dan sudah pasti hatinya juga cantik".

Tuhan bilang,"apa ngak sebaiknya kamu lihat dulu apa yang terjadi di tahun berikutnya ?" Mata Lukman sudah buta dengan melihat kecantikan yang wanita itu miliki, "Tuhan, aku mau menikah dengan dia ! ".

............ ......... .akhirnya Lukman menikah.

Satu tahun berlalu begitu indahnya, tapi setelah itu Lukman mulai melihat hal-hal yang tidak baik pada istrinya, ternyata istrinya suka menghambur-hamburka n uang, bermain judi, shoping Dan membeli hal-hal yang tidak penting. Dan yang lebih menyakitkan lagi, istrinya tidak mempunyai belas kasih, dia tidak menghormati orang tua Lukman.

Setiap kali Lukman pulang kantor, istrinya tidak pernah Ada dirumah bahkan tak jarang pulang kerumah dalam keadaan mabuk ! !

Sama dengan malam-malam sebelumnya, Lukman sendiri di ruang tamu menanti istrinya yang belum pulang hingga pukul 2 subuh.
Begitu lelahnya, Lukman mulai teringat akan Tuhan ! Selama satu tahun pernikahannya dia mulai jauh dari Tuhan, kesibukan dikantor menyita waktunya Dan kelakukan istrinya membuat dia frustasi ! !

Lukman kembali bertanya pada Tuhan, "kenapa wanita seperti ini yang Engkau berikan padaku ?, bukankah ketika itu aku melihat semuanya indah tapi ternyata tidak seperti apa yang aku lihat".

Jawab Tuhan,"AnakKu, kau tidak sabar menanti waktuKu ! Bukankah ketika itu aku memintamu bersabar ? Dan melihat satu tahun kedepan ? Tapi engkau tidak sabar Dan langsung memutuskan apa yang kau lihat.

Dengan gusar, Lukman bertanya lagi,"kalau aku sabar menunggu satu tahun lagi, apakah aku mendapat hal yang lebih baik ?"

"AnakKu, tutup matamu Dan lihat apa yang Ada didepan sana", jawab Yesus dengan lembut.

Satu tahun setelah Lukman bertemu dengan wanita cantik itu, yang sekarang sudah menjadi istrinya, ternyata dia bertemu dengan wanita yang secara Phisik biasa saja, tapi wanita itu berhati mulia, mencintai Yesus lebih dari segalanya Dan dia juga mencintai orang tua Lukman.

Melihat itu tidak terasa air Mata Lukman menetes, tapi semua sudah terjadi..... .....

Sahabat, renungkan waktu-waktu yang sudah berlalu,.... ......rasakan bagaimana rancangan Tuhan dalam hidup Kita


Yesaya 59 : 1.
Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, Dan pendengaran- Nya tidak kurang tajam untuk mendengar.

Yesaya 59 : 2.
Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu Dan Tuhanmu ialah segala kejahatanmu Dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Dikirim oleh S. H Tarigan.

charlize
September 18, 2007, 06:10
Seorang Kristen menulis surat kepada Editor sebuah surat kabar Dan mengeluhkan kepada para pembaca bahwa dia merasa sia-sia pergi ke gereja setiap minggu tulisnya sbb:
"Saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun Dan selama itu saya telah mendengar 3000 khotbah. Tapi selama hidup, saya tidak bisa mengingat satu khotbah pun. Jadi saya rasa saya telah memboroskan begitu banyak waktu demikian pun para pendeta itu telah memboroskan waktu mereka dengan khotbah-khotbah mereka."

Surat itu menimbulkan perdebatan yang hebat dalam kolom pembaca, perdebatan itu berlangsung berminggu-minggu sampai akhirnya Ada seseorang yang menulis demikian:
"Saya sudah menikah selama 30 tahun, selama ini istri saya telah memasak 32.000 jenis masakan. Selama hidup, saya tidak bisa mengingat satu pun jenis masakan yang dilakukan istri saya. Tapi satu hal yang saya tahu bahwa masakan-masakan itu telah memberi saya kekuatan yang saya perlukan untuk bekerja, seandainya istri saya tidak memberikan makanan itu kepada saya, maka saya sudah lama meninggal."

Sejak saat itu tidak Ada lagi perdebatan maupun komentar tentang khotbah maupun gereja.

red_conjurer
September 23, 2007, 12:42
Pohon Apel & Anak Lelaki

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang
bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga
ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang
daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula,
pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi
bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi
pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,"
pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon
lagi." jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak
punya uang untuk membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak
punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau
bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. " Anak lelaki itu sangat
senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada dipohon dan pergi dengan penuh
suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu
kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya
datang. "Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel. "Aku tak punya
waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami
membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" "Duh, maaf aku
pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk
membangun rumahmu." kata pohon apel.

Kemudian, anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan
pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu
senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa
kesepian dan sedih. Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon
apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi denganku."
Kata pohon apel. "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin
hidup tenang.Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku
sebuah kapal untuk pesiar?"

"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan
menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan
bersenang-senanglah ." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu
dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi
datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf,
anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu." Jawab
anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat."
kata pohon apel. "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki
itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan
padamu.Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." kata
pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki. "Aku hanya
membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama
meninggalkanmu. " "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah
tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di
pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu
berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan
tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita
tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan
sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada
di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita
bahagia. Kamu mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat
kasar pada pohon itu, tetapi kadang begitulah cara kita memperlakukan orang tua
kita.

Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan, teman, sahabat &
saudara. Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang
tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh
hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

charlize
September 27, 2007, 04:13
naekin lagi yuk ...

Mereka bilang ini adalah kisah nyata ....

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur
(Filipina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah
berbatuan
dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan
yang
melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini
mampir
sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan.
Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa
terharu
menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

"Bagaimana kabarmu Andy? Apakah kamu akan ke sekolah ?"
"Ya, Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati
Pendeta
tersebut.

Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia
berkata
kepada bocah tersebut,"Jangan menyeberang jalan raya sendirian, setiap
kali
pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu
ke
seberang jalan . jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu
pulang
ke rumah dengan selamat."

"Terima kasih, Bapa Pendeta."
"Kenapa kamu tidak pulang sekarang ?? Apakah kamu tinggal di Gereja
setelah
pulang sekolah?"
"Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan .. sahabatku."
Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya
didepan
altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi
dibalik
altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di
Surga.

"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi
aku
tidak mencontek walaupun temanku melakukannya . aku makan satu kue dan
minum
airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah
kue
ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan! . aku tadi melihat anak kucing
malang
yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya .
lucunya,
aku
nggak begitu lapar. Lihat, ini selopku yang terakhir. Aku mungkin
harus
berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu ini sepatu ini akan
rusak,
tapi tidak apa-apa .. paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.

Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah
bulan
ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah . Tolong Bantu
mereka
supaya bisa sekolah lagi . tolong Tuhan ?? Oh ya, Engkau tahu Ibu
memukulku
lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang,
paling
tidak aku masih punya seorang Ibu.
Tuhan . Engkau mau lihat lukaku ??? Aku tahu Engkau mampu
menyembuhkannya,
disini .. disini .. aku rasa Engkau tahu yang ini khan .....??

Tolong jangan marahi Ibuku ya ..??? dia hanya sedang lelah dan kuatir
akan
kebutuhan makanan dan biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukul
kami.
Oh Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis
yang
cantik dikelasku, namanya Anita ... menurut Engkau apakah dia akan
menyukaiku ???
Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena
aku
tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah
sahabatku.

Hei .. ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira??
Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu .tapi ini
kejutan
bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya. Ooops aku harus pergi
sekarang."

Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta
....Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa
menemaniku menyeberang jalan sekarang!"

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen
sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap
hari
Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang
murni kepada Allah .. suatu pandangan positif dalam situasi yang
negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa
memimpin
gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya
kepada
4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala
sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang
yang
menyinggung mereka.

Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andy tiba dari
pesta
natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku ...'

"Kurang ajar kamu bocah !!! tidakkah kamu lihat kami sedang
berdoa ??!!!
Keluar.!!!"

Andy begitu terkejut, " Dimana Bapa Pendeta Agaton .??? Dia seharusnya
membantuku menyeberangi jalan raya . dia selalu menyuruhku mampir
lewat
pintu belakang Gereja . tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan
Yesus
ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ...."

Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang
dari
keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.
Sambil membuat tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah ..kamu akan
mendapatkannya !!!"
Oleh karena itu Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian
menyeberangi
jalan raya yang berbahaya tersebut didepan Gereja. Dia mulai
menyeberang
.ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang disitu ada
tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah
tersebut
didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus
tersebut.

Waktunya hanya sedikit untuk menghindar .. dan Andy tewas seketika.
Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang
tersebut yang sudah tak bernyawa.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih
dengan
wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan
memeluk
tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, " Maaf Tuan.apakah
anda
keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"

Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu
dalam
segera berdiri dan berkata," Dia adalah sahabatku." Hanya itulah yang
dia
katakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut
dan
menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah
malang
tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan orang tersebut
semakin
penasaran...

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh
mengejutkan.

Dia berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah
putih
tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang
tua
Andy.

"Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?"
"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." ucap ibu Andy
terisak.
"Apa katanya ?"
Ayah Andy berkata ,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat
berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian
atas
meninggalnya Andy sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik.
Tapi
ada
suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai Dirinya. Dia
menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut
Andy
dari
wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan
sesuatu ...
"Apa yang dia katakan?"
"Dia berkata kepada puteraku .." Ujar sang Ayah "Terima kasih buat
kadonya
.
Aku akan segera berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku." Dan sang
Ayah
melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah ..
aku
menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku
menangis
karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi
ketika
Dia meninggalkan kami ada suatu Kedamaian yang memenuhi hati kami, aku
merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku..
Aku tidak dapat melukiskan sukacita didalam hatiku. Aku tahu puteraku
sudah
berada di Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa
Pendeta..siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap
hari
di Gerejamu ? anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada
disana
setiap hari, kecuali pada waktu puteraku meninggal ."

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan
lutut
gemetar dia berbisik," Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa. kecuali
dengan Tuhan."

st_friendster
September 27, 2007, 05:16
cerita yang sangat menyentuh :)
emang Yesus adalah sahabat sejati kita yah,
dan kadang2 kita tidak perlu hal yang macem2 buat menyenangkan Dia,
cukup dengan ketulusan hati.. :D

charlize
October 04, 2007, 03:09
Salam sejahtera untuk seluruh anggota milis rohani Nasrani dalam nama Yesus Kristus Tuhan Kita. Membaca cerita yang Ada didalam milis ini sungguh merupakan pengalaman yang menyenangkan karena bisa berbagi cerita untuk saling menguatkan iman Kita semua.

Aku ingin menceritakan pengalaman pribadi yang sudah'ku pendam sejak bulan Februari 2007 lalu.
Ingin rasanya berbagi cerita Dan pengalaman ini tapi aku merasa diri ini belum pantas untuk menceritakannya karena apalah diri ini.

Seringkali dalam proses mencari Tuhan Yesus, Kita melihat hal-hal yang besar. Padahal Ada hal-hal kecil disekitar Kita yang merupakan perpanjangan tangan dari Tuhan Yesus untuk Kita berbuat sesuatu. Perhatikanlah sekitarmu Dan resapi akan kehadiran Tuhan Yesus.

Kisahnya terjadi pada bulan Februari 2007, setelah banjir besar mengubur Jakarta.
Hari itu tidak mendung tapi sinar matahari menyorot dengan teriknya, pokoknya panas sekali. Setelah sekian Hari diguyur hujan tapi Hari ini panas terik.

Siang itu aku berdiri diatas trotoar jalan Otista Raya, Jakarta Timur. Seperti biasa dalam perjalanan menuju kantor aku menggunakan taksi. Tentunya taksi yang aku pilih adalah taksi dengan argo lama. Maklum jarak dari rumah ke kantor lumayan jauh Dan selisih argonya bisa mencapai 20.000 rupiah.

Tapi siang itu, entah mengapa, aku tidak memberhentikan taksi yang memakai argo lama. Padahal mereka lewat didepan 'Ku Dan tanpa penumpang. Pokoknya tidak tahu kenapa tangan ini tidak mau melambai untuk menghentikan taksi itu. Di hatipun tidak Ada penyesalan dengan tidak menghentikan taksi itu.

Tiba-tiba dikejauhan Ada taksi berwarna biru khas dari taksi ternama dengan lambang burung birunya. Aku tahu taksi ini memakai argo baru yang lebih Mahal. Entah mengapa tangan'ku kok melambaikan tangan untuk menghentikan taksi itu.

Taksi itupun berhenti didepan 'Ku.
Kemudian aku membuka pintu taksi yang Ada di depan Dan duduk disamping supir taksi.
Supir taksinya bernama Pak En Yang, aku bisa melihatnya dari kartu pengenal taksi yang Ada didepan. Berhubung aku duduk di depan maka tanda pengenal itu dengan mudah bisa 'Ku baca.

Baru saja aku duduk Dan menutup pintu.

Pak En Yang berteriak,” Puji Tuhan. Engkaulah malaikat Tuhan yang diutus untukku!”

Mendengar perkataan Pak En Yang, aku jadi terkejut Dan merinding seluruh bulu di tubuh ini. Apa maksud ucapannya? Aku tidak mengerti. Kenapa IA berkata seperti ini?

Saya memperhatikan raut muka Pak En Yang. Ia menangis dengan air Mata menetes dipipinya. Saya semakin bingung.
Kemudian aku bertanya kepadanya,” Pak. Kenapa kok menangis Dan menyebut saya seperti ini?”

Sambil menangis Pak En Yang menceritakan, apa yang IA alami Dan rasakan Hari ini.

“Pak, maaf ya. Saya mau tanya ke bapak. Apakah bapak percaya kepada Yesus?

“Iya. Saya percaya kepada Yesus.”

“Nah, kalau begitu Kita ini satu Iman. Makanya saya mau cerita ke bapak”

“Oo, silahkan Pak.”

“Pak ini sebuah pengakuan kepada bapak. Saya tidak mengarang atau membuat-buatnya.
Hari ini sebelum menarik taksi saya berdoa kepada Tuhan agar Hari ini saya diberi rejeki karena dirumah beras sudah habis, uang sekolah belum terbayar Dan dua Hari lagi akan Ada kebaktian gereja di rumah saya. Tapi saya tidak punya uang sama sekali.”

“Saya keluar dari pagi sampai siang ini. Tidak Ada satu penumpangpun yang naik taksi saya. Seolah-olah taksi saya ini barang najis yang tidak mau disentuh orang. Bayangkan Pak sudah lebih dari 4 jam saya keliling Jakarta tapi tidak Ada penumpang yang mau naik.”

“Saya bertanya kepada Tuhan kenapa saya diberi cobaan seperti ini. Toh, saya telah menjadi pengikutMU selama sepuluh tahun ini. Saya ini dilahirkan kembali baru 10 tahun lalu setelah dari kecil saya menyembang dewa. Kini saya percaya kepada Yesus Kristus.”

“Tapi kenapa ketika saya setia. Kok saya seperti ditinggalkannya Dan dijauhkannya. Hari ini saya kalut Dan pusing Pak karena masalah dirumah. Otak saya buntu Dan beku tidak tahu lagi bagaimana harus menghidupi keluarga saya.”

Aku tetap diam karena masih kaget dengan kejadian diawal tadi.

“Saya Hari ini berpikiran ingin bunuh diri saja dengan menjatuhkan taks ini dari atas jembatan layang Tomang. Mungkin semua urusan saya beres, saya tidak pusing lagi Dan keluarga memperoleh uang dari asuransi”

“Tapi hati kecil saya kok melarang hal itu Dan teringat akan ayat yang mengatakan bahwa Tuhan tidak akan menguji Kita diluar kemampuan Kita. Sayapun berkata kepada Tuhan Yesus.”

“Tuhan Yesus. Jika engkau Ada maka utuslah malaikatMU sekarang juga untuk menyelamatkan aku.”

“Doa itu saya ucapakan ketika berada di lampu merah Otista III. Bapak berdiri di halte PFN, Otista raya Dan menghentikan taksi ini.”

“Makanya ketika bapak menghentikan taksi ini Dan naik. Saya langsung teriak. Puji Tuhan Engkaulah malaikat Tuhan yang diutus untukku,” ujar Pak En Yang sambil menangis Dan memuji Tuhan.

“Tuhan Yesus, maafkan aku yang berdosa ini karena meragukanmu.”

Aku yang mendengar cerita dari Pak En Yang ini langsung lemas Dan menangis berdua di dalam taksi ini. Aku tidak pernah menduga kalau aku yang berdosa dipakai oleh Tuhan Yesus untuk membantu menguatkan Pak En Yang.

Diri ini langsung gemetaran di dalam taksi.
Oh......betapa indahnya kuasaNYA ketika IA memakai diri ini untuk menolong orang yang dikasih Tuhan Yesus.

“Bapak telah diutus oleh Tuhan Yesus untuk menyelamatkan saya dari perbuatan nekat Dan bodoh yaitu dengan bunuh diri. Setan itu jahat Dan menyesatkan iman saya kepada Tuhan Yesus. Seolah-olah Tuhan Yesus meninggalkan saya Dan membiarkan saya menderita.”

“Semestinya saya ingat akan cerita di Alkitab, Tuhan Yesus sebagai gembala domba yang baik. Ia tak akan meninggalkan domba-dombanya tersesat.”
Kamipun menangis berdua didalam taksi dan kami memanjatkan doa Bapak Kami didalam taksi itu.

Setibanya dikantor dan membayar uang seharga argo.
Aku melihat wajah pak En Yang yang kini bercahaya kembali.
Aku tersenyum melihatnya. Ia menerima uang dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yesus.

“Pak, kejadian ini akan saya jadikan kesaksian pada kebaktian dirumah.”

Akupun mengucap syukur dan terima kasih.

Kamipun berpisah dan tak pernah bertemu lagi hingga hari ini.

Yang pasti dari pintu taksi menuju ke kantor. Kakiku lemas seolah tak bertenaga.Aku tidak percaya yang kualami hari ini.

Sebuah pengalaman sederhana tapi maknanya sangat dalam sekali.
Jika kita dipakai oleh Tuhan Yesus untuk menyelamatkan domba-domba Nya yang tersesat. Siapa yang bisa menolak? Siapa yang bisa menduga peristiwa apa yang ada didepan kita atau yang akan kita hadapi.


Dikirim oleh "Urban"

Skippy
October 04, 2007, 05:45
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu
menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan
apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, si petani memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga
perlu ditimbun (ditutup, karena berbahaya), jadi tidak berguna untuk
menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang
membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia
menangis penuh kengerian . Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si
keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam
sumur. Si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang
dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran,
si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan
badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki
tanah itu.

Sementara tetangga2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung
hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik.
Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur
dan melarikan diri !

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam
tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari “sumur” (kesedihan, masalah,
dsb)? adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita
(pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari (kesedihan, masalah, dsb)?
dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah.
Kita dapat keluar dari (kesedihan, masalah, dsb)? yang terdalam dengan
terus berjuang, jangan pernah menyerah !

Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :
Bebaskan dirimu dari kebencian
Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan.
Hiduplah sederhana.
Berilah lebih banyak.
Berharaplah lebih sedikit.
Tersenyumlah.
Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum.

”Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan, maka aku
meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama. Entah ini adalah waktu kita
yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang
kita miliki saat ini !!!!!”

charlize
October 05, 2007, 04:30
Hampir tiap orang di dunia ini pernah mempunyai seorang sahabat karib, entah pada saat Kita masih kecil maupun saat sekarang ini.

Bagaimana kalau Anda di tinggal mati oleh sahabat karib anda? Tempat dimana anda bisa berbagi suka maupun duka. Hal inilah yg terjadi pada saat ini dengan diri saya, sobat karib saya, Ben kemarin telah meninggal dunia dalam usia 46 th, karena penyakit kanker.

Hal ini mengingatkan kembali ketika saya di tinggal mati oleh Udin.

Sejak usia 2 th saya telah di tinggal ayah, karena IA ditawan oleh tentara Jepang. Ibu harus berkerja keras untuk bisa membiayai hidup anak-anaknya.Ibu sering melakukan puasa, karena tidak cukup makanan dirumah, bahkan kamipun sering tidur dengan perut lapar.

Hal inilah yg mendorong saya untuk minggat dari rumah, karena ingin meringankan beban Ibu. Padahal waktu itu usia saya baru 6 th dengan rasa berat hati Dan air Mata berlinang saya berangkat meninggalkan kampung halaman dengan tujuan pergi ke kota besar Bandung, karena ingin mencoba mencari nafkah sendiri.

Saya berangkat berdua dengan sobat karib saya Udin yg usianya 3 th lebih tua daripada saya. Ber-jam2 kami berjalan kaki seharian tanpa makan, sedangkan uang tidak kami miliki, satu-satunya harta yang kami miliki ialah sehelai baju yang melekat dibadan kami.

Karena sudah tidak tertahankan lagi, saya mengusulkan kepada Udin untuk mencuri buah-buahan di kebun orang, tetapi Udin walaupun IA anak yatim, IA sangat taat sekali kepada agama, IA melarang saya untuk mencuri, IA bilang lebih baik Kita mengemis daripada mencuri.

Kami melewati satu gedung besar, Dan kami berpikir disinilah Kita bisa mengemis untuk memohon sesuap nasi, tetapi belum saja kami bisa masuk ke halaman rumah, kami telah dikejar oleh anjing sipemilik rumah, kami lari terbirit-birit, dengan kaki yg masih kecil, saya belum bisa berlari cepat, sehingga saya jatuh tersungkur Dan anjing menggigit saya. Akhirnya Udin datang melindungi Dan menghalau anjing tersebut.

Hujan telah turun dgn deras, badan kami menggigil kedinginan, karena telah tak tertahankan lagi, kami mencari makan di tempat sampah, ternyata disitu masih Ada sisa sepotong roti kecil, Dan beberapa genggam nasi.

Karena badan saya telah lemah lunglai apalagi telah digigit anjing Udin memberikan roti maupun nasi tersebut semuanya untuk saya, makanlah IA bilang, karena saya lagi puasa, walaupun kenyataannya tidaklah demikian, tetapi IA mengikhlaskannya untuk saya.
Malam Hari itu kami tidur di emperan rumah orang, tepatnya di depan sebuah kelenteng. Malam-malam saya terbangun, karena saya mendengar suara Udin mengeluh kesakitan, badannya menggigil, tak satu katapun bisa IA ucapkan tetapi matanya kelihatan sayu.

Saya mengetahui kalau IA sakit, karena lapar, IA sudah tidak makan sejak lebih dari dua Hari, Dan bagian makanannya selalu diberikan kepada saya, sehingga badannya menjadi sedemikian lemahnya.

Dari luar kelenteng masih kelihatan cahaya api lilin remang-remang diatas meja sesajen, tanpa pikir panjang saya memanjat pagar Dan pintu kelenteng untuk bisa masuk ke dalam, akhirnya saya berhasil mencuri sesajen berupa dua potong kueh. Saya berlari kepada Udin cepat-cepat untuk memberikannya kepada dia, karena saya merasa takut sekali kehilangan dia. Ketika saya tiba, saya berusaha memeluk badan Udin yang gemetaran Dan mencoba menyuapkan kueh ke dalam mulutnya, tetapi rupanya telah terlambat. Sang Pencipta telah memanggil dia balik kepangkuan Nya.

Apakah anda bisa membayangkan betapa perasaan seorang bocah berusia 6 th yang ditinggal mati oleh kawan Dan sobat satu-satunya yg pada saat itu tidak memiliki siapapun juga, karena jauh dari kampung halaman?

Bagaimana perasaan Anda apabila sobat karib Anda meninggal dalam pelukan tangan anda?

Dibawah hujan rintik-rintik dengan badan menggigil kedinginan, saya menangis terseduh-seduh. Saya mendekap badan Udin erat-erat Dan dengan suara tersendat-sendat saya mengucapkan: "Jangan tinggalkan saya, Din! Jangan tinggakan saya seorang diri......”

Hal inilah yg terulang Dan teringat kembali, bagaimana sakitnya perasaan Dan hati saya di tinggal oleh seorang sobat karib. Dengan air Mata berlinang saya menyanyikan lagi: "What we have a friend in Jesus!"

Selamat jalan Ben!

A brother may not be a friend, but a friend will always be a brother.

red_conjurer
October 15, 2007, 10:36
Chatting Dengan Tuhan :D:D


TUHAN : BUZZ!!!
TUHAN : Kamu memanggilKu ?
AKU : MemanggilMu ? Tidak.. Ini siapa ya ?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa ? Semut juga sibuk.
AKU : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikit pun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.
AKU : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada sekedar lewat mimpi, misalnya.
AKU : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit ?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.
AKU : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa Senang ?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
AKU : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
AKU : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.
AKU : Jika Penderitaan itu pilihan,mengapa orang baik selalu menderita ?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.
AKU : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian du lu, baru pemahamannya.
AKU : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu ? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah ?

TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha - leha.
AKU : Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah.

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.
AKU : Kadang - kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan ?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.
AKU : Di dalam saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi ?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
AKU : Apa yang menarik dari manusia ?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku ?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku ?".
AKU : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini ?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
AKU : Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini ?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan
keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
AKU : Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.
AKU : Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini. TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

TUHAN has signed out.

red_conjurer
October 15, 2007, 10:39
Bersepeda Bersama Yesus

Pada awalnya, aku memandang Tuhan sebagai seorang pengamat; seorang hakim yang mencatat segala kesalahanku, sebagai bahan pertimbangan apakah aku akan dimasukkan ke surga atau dicampakkan ke dalam neraka pada saat aku mati. Dia terasa jauh sekali, seperti seorang raja. Aku tahu Dia melalui gambar-gambar-Nya, tetapi aku tidak mengenal-Nya.

Ketika aku bertemu Yesus, pandanganku berubah. Hidupku menjadi bagaikan sebuah arena balap sepeda, tetapi sepedanya adalah sepeda tandem, dan aku tahu bahwa Yesus duduk di belakang, membantu aku mengayuh pedal sepeda.

Aku tidak tahu sejak kapan Yesus mengajakku bertukar tempat, tetapi sejak itu hidupku jadi berubah. Saat aku pegang kendali, aku tahu jalannya. Terasa membosankan, tetapi lebih dapat diprediksi ... biasanya, hal itu tak berlangsung lama. Tetapi, saat Yesus kembali pegang kendali, Ia tahu jalan yang panjang dan menyenangkan. Ia membawaku mendaki gunung, juga melewati batu-batu karang yang terjal dengan kecepatan yang menegangkan. Saat-saat seperti itu, aku hanya bisa menggantungkan diriku sepenuhnya pada-Nya! Terkadang rasanya seperti sesuatu yang 'gila', tetapi Ia berkata, "Ayo, kayuh terus pedalnya!"

Aku takut, khawatir dan bertanya, "Aku mau dibawa ke mana?" Yesus tertawa dan tak menjawab, dan aku mulai belajar percaya. Aku melupakan kehidupan yang membosankan dan memasuki suatu petualangan baru yang mencengangkan. Dan ketika aku berkata, "Aku takut!" Yesus menurunkan kecepatan, mengayuh santai sambil menggenggam tanganku.

Ia membawaku kepada orang-orang yang menyediakan hadiah-hadiah yang aku perlukan... orang-orang itu membantu menyembuhkan aku, mereka menerimaku dan memberiku sukacita. Mereka membekaliku dengan hal-hal yang aku perlukan untuk melanjutkan perjalanan... perjalananku bersama Tuhanku. Lalu, kami pun kembali mengayuh sepeda kami.

Kemudian, Yesus berkata, "Berikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang membutuhkannya; jika tidak, hadiah-hadiah itu akan menjadi beban bagi kita." Maka, aku pun melakukannya. Aku membagi-bagikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang kami jumpai, sesuai kebutuhan mereka. Aku belajar bahwa ternyata memberi adalah sesuatu yang membahagiakan.

Pada mulanya, aku tidak ingin mempercayakan hidupku sepenuhnya kepadaNya. Aku takut Ia menjadikan hidupku berantakan; tetapi Yesus tahu rahasia mengayuh sepeda. Ia tahu bagaimana menikung di tikungan tajam, Ia tahu bagaimana melompati batu karang yang tinggi, Ia tahu bagaimana terbang untuk mempercepat melewati tempat-tempat yang menakutkan. Aku belajar untuk diam sementara terus mengayuh... menikmati pemandangan dan semilir angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahku selama perjalanan bersama Sahabatku yang setia: Yesus Kristus.
Dan ketika aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan, Yesus akan tersenyum dan berkata... "Mengayuhlah terus, Aku bersamamu."

- O -
October 16, 2007, 19:37
Cuman hati-hati aja karena cerita-cerita 'inspirational' tersebut :

* Bisa memasukkan nilai moral yang 'baik' tapi tidak sesuai dengan ajaran Katholik.
* Bisa mereduksi iman Kristen menjadi sekedar 'ajaran moral' atau 'perbuatan baik' saja, tapi tidak mengarah kepada Kristus dan karya penyelamatannya...
* Iman memang tidak untuk dibuktikan, tapi juga bukan berarti melulu hanya dirasakan (hanya pakai perasaan melulu...) karena ada unsur rasio yang diperlukan juga dalam iman (fides querens intelectum).

Gregory House
October 17, 2007, 03:36
bukankah perbuatan baik juga ajaran Kristen?
so tidak apa2 kan kl mengingatkan orang untuk berbuat baik?
tp saya setuju sih kl mengingat Yesus penting