View Full Version : The Winner
Lady Synthesizer
January 13, 2003, 05:15
Thread ini udah pernah ada di [KG] dan akupercaya.
But ijinkan gua untuk menulisnya kembali. Dan bbrp penulisannya juga gua ubah.
But semua ini 100% tidak ada unsur rekayasa sama sekali. ;)
Selama kita hidup pasti banyak hal yang udah kita alami. Baik yang tidak enak maupun yang menyenangkan. Tapi apakah kita bisa memenangkan semua yang terjadi dalam hidup kita? Apakah kita bisa menjadi The Winner?? Itu yang menjadi pertanyaan.
Di sini gua mo menceritakan true stories dari bbrp temen gua, termasuk cerita ttg gua sendiri, dimana gua merasa inilah orang2 yang sudah menang. Orang2 yg memiliki sikap hati seorang pemenang!
Tentu saja dgn seijin dari empunya cerita.... :)
Have a look and kasih komen. Boleh juga berbagi cerita di sini... :)
Lady Synthesizer
January 13, 2003, 05:16
Hidup yang Diubahkan
Aku memasuki ruangan kelas yg baru sebagai murid pindahan di kelas 3 SMU. Sambil melihat2 dan berusaha menyesuaikan diri pada kelas baru akhirnya aku di tempatkan untuk duduk di sebelah sdorg co, Charlie namanya. Seperti biasanya kebiasaanku, aku langsung meneliti orang ini, mencoba menebak-nebak pribadi seperti apakah dia ini.
Charlie adalah seorg pria yg tampak ceria, berkaca mata tipis, bibir merah agak tebal, rambut agak gondrong, dan sejujurnya mungkin dari segi wajah dia adalah pria yang paling menarik di kelas. Sayang sekali dia terlalu kurus.
Kemudian aku berkenalan dgn ce yg duduk di depanku, yg ternyata adalah teman Charlie sejak SMP. Dari berbincang-bincang dengannya ketika istirahat siang di kantin, aku mendapatkan bahwa menurut dia Charlie itu cukup tampan dan baik. Tapi dari istirahat ini pula aku melihat bahwa Charlie merokok terlalu banyak. Anehnya intuisi anehku muncul lagi, bahwa aku akan mengenal anak itu.
Dalam waktu beberapa hari saja aku sudah bisa melihat bahwa Charlie cukup terkenal di kalangan ce-ce kelas lain. Dan lagi aku akhirnya tahu dia iseng sekali. Hampir sepanjang hari selama di kelas, asal ada kesempatan pasti aku sebagai teman sebangkunya di-isengin. Dan aku yang dasarnya juga ceria dan doyan ketawa akhirnya balas membalas dengan dia.
Seperti biasa, pelajaran2 memang kadang bisa menjadi sangat menjemukan. Yah, hari itu rupanya aku mengalaminya. Dalam kebosanan aku menyanyi-nyanyi kecil, karena memang hobiku ini menyanyi. Lagu ini adalah ciptaan 3 temanku.
Syairnya:
Kehidupan ini terasa hampa
seperti kehidupan dalam khayalan
apa yang kucari tak kutemukan
terasa sepi hidup ini
Tak terasa hidup terus berlalu
namun semua kini telah kulalui
ketemukan satu tujuan pasti
karna Yesus di dalam hati, hidup ku terasa berarti
Tiba-tiba aku terkejut waktu melihat air muka Charlie yang kontan berubah waktu mendengar lagu yang selesai kunyakikan. Dengan nada pahit dia berkata, "Hidup gua persis seperti bait pertama lagu yang loe nyanyikan." Mata dia tampak begitu sedih sampai hatiku terenyuh. Dari sinilah aku kemudian mendengar cerita tentang hidup Charlie.
Charlie adalah anak ke-2, di atas dia ada seorang kakak laki-laki, di bawahnya ada adik laki-laki, dan kemudian adik bungsunya adalah perempuan. Setiap hari orang tua nya berkelahi dan berteriak-teriak. Dan Charlie yg sakit hati selalu menyimpan foto papa dan mama nya ketika masa pacaran orang tua nya. Kakak nya adalah anak yang luar biasa badung, berantem dengan geng sambil membawa kayu dan benda-benda tajam, memakai obat walau masih kelas ringan, dan bahkan pernah memaksa mencekoki Charlie dengan obat. Adik laki-lakinya adalah seorang yang juga terluka. Adik perempuannya mantan artis cilik dan punya sifat egois luar biasa, apapun yang diinginkannya harus dituruti. Tapi itu mungkin karena dia memang tidak mengalami kasih dari papa dan mama.
Aku terdiam sedih saat mendengar cerita itu karena Charlie dalam kesehariannya begitu ceria, walaupun entah kenapa dalam hatiku pun menduga ada sesuatu dalam dirinya dan sekarang aku tahu. Aku mulai bercerita tentang Yesus, tapi ternyata tanggapannya malah tidak baik. Dia benci pada gereja karena gereja dan kemunafikannya telah mengecewakan dia. Hati ku begitu sedih. Setiap ada waktu aku pasti bercerita sedikit demi sedikit tentang Yesus sambil memperlihatkan puisi-puisi yang kubuat tapi hati Charlie tidak juga terbuka.
Rasanya begitu putus asa karena 4 bulan hampir tiba. Aku akan segera pindah ke Sydney. Charlie dan 3 IPA akan menjadi kenangan sementara tidak ada satupun dalam kelas ini yang mengenal Tuhan. Aku bercerita pada Charlie sehari sebelum aku berhenti sekolah bahwa besok aku tidak akan ada lagi di sekolah. Wajah Charlie menjadi sedih dan akhirnya dia bilang, "Ok, untuk memenuhi keinginan elo yang terakhir sebelum elo pergi, gua akan ikut ke gereja." Aku senang luar biasa. Aku punya pengharapan besar untuk Charlie mengenal Tuhan setelah dunia begitu tidak adil memperlakukan dia.
bersambung
Lady Synthesizer
January 13, 2003, 05:16
Hari Minggu tiba, Charlie ikut ke gereja. Dia duduk di sebelah temanku dan kami berdua sangat terkejut waktu tiba-tiba melihat wajah Charlie penuh dengan air mata. Selesai kebaktian aku mencoba bertanya apa yang dia rasakan, saat itu jawaban dia hanya bahwa kebaktian tadi sangat mengaharukan. Mungkin aku memang tidak akan pernah tau apa yang dia rasakan hari itu.
Saat itu Charlie belum memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan JuruSelamat nya tapi aku tetap percaya bahwa Tuhan pasti akan melakukan sesuatu.
Hari perpisahan tiba. Aku merayakan bersama cell group ku dan Charlie ikut bersama kami semua.Mulanya benar2 diadakan hanya untuk perpisahanku tapi akhirnya jadi suasana menyembah Tuhan. Waktu akhirnya doa berakhir, aku kaget melihat satu kotak tissue sudah habis. Charlie yang matanya bengkak langsung ketawa ngeliat muka aku yang terkaget2. Mungkin dia malu kali ya, soalnya ternyata dia yg ngabisin tissue-nya. Charlie yang biasanya ceria??? Wow!
Akhirnya aku berangkat ke Sydney. Saat itu Charlie belum berubah walau sekarang wajahnya sudah lebih tanpa beban dan lagipula dia sudah kenal teman-teman gerejaku.
Surat demi surat berdatangan dan aku begitu terharu membaca bahwa Charlie sudah berubah. Dia yang merokok habis-habisan sekarang STOP SMOKING TOTALLY! Wow! Aku hampir menangis membaca surat-surat yang datang dari orang yang berbeda-beda menceritakan yang sama, bahkan dari teman sekolah yang terkejut apa yang terjadi pada Charlie. Emosi Charlie yang dulu meledak-ledak dan penuh kata-kata kotor pun menjadi tenang. Senyum terukir di bibirku. Benar kan? Tuhan pasti melakukan sesuatu walau aku tidak melihat langsung.
Setahun kemudian aku pulang. Betapa hancurnya hatiku saat melihat Charlie yang katanya sudah berubah malah menjadi lebih parah dari sebelumnya. Wajahnya menjadi kusut, senyum ceria nya yang dulu ada malah sekarang hampir tidak pernah terlihat. Kurus dan kusam. Tidak ada kehidupan di wajahnya.
Dengan hati yang tercabik-cabik aku bertanya pada Charlie apa yang terjadi pada dia. Dan akhirnya aku mendengar cerita yang menyedihkan..
"Nyokap gua nyewa orang nembak bokap gua. Untung bokap gua ngga mati!"
"Bokap gua punya ce lain, nyokap gua punya co lain"
"Koko gua udah jadi pecandu putau.Dikirim ke rehab dan pulang dengan kepala bocor abis jebolin rehab plus ngacurin mobil orang"
Aku nangis... nangis.. dan nangis... ngga tau apa yang bisa aku katakan.
"Mana janji Tuhan? Mana? MANA?!"
Dan aku cuma bisa diam.
Malam hari aku berdoa, dan akhirnya aku sms dia.
"Saat sebuah rumah hendak diperbaiki, maka ada banyak bagian dalam rumah itu yang harus dibongkar, keadaannya akan lebih buruk dari sebelumnya, namun setelah itu kita akan melihat rumah yang jauh lebih indah dari sebelumnya."
Aku cuma bisa percaya akan janji Tuhan dan berdoa supaya Charlie juga percaya. Ya Tuhan.. pulihkanlah dia..
Saat itu aku dan Charlie sama-sama berumur 18 tahun.
bersambung
Lady Synthesizer
January 13, 2003, 05:17
Satu hari Charlie datang ke rumahku. Aku mengambil gitar dan mulai menyakin lagu ciptaan temanku, Sylvester. Lagunya sederhana dengan nada yg indah.
You and me were buddies
we go back a long way
we both vowed on that day
we be friends for always
life is like a big wheel
it just keep on turning
faced the things which are real
leave your dream keep dreaming
don't be a stranger now
I know you feeling down
but there's no need for that frown
coz some ways up are down
Mulanya lagu ini kuperuntukkan untuk diri ku sendiri yang merasa begitu asing ketika kembali ke Indonesia. Tapi aku nyanyikan juga untuk Charlie yang saat ini merasa berjuang sendiri.
Tiba-tiba dia minta lagu itu diajarkan padanya dan setelah dia bisa, Charlie sendiri memainkannya dan sungguh mengejutkan dia berkata, "gua ingin melakukan sesuatu untuk org2 yg mengalami seperti yg gua alami. Setidak nya gua mau jadi org yg mengerti dan mendengarkan mereka. Karena banyak yg mengalami seperti gua..."
Aku tidak tahu bagaimana pastinya atau apa yang sebenarnya dia rasakan dan mungkin memang tidak ada yang tahu, yang pasti sejak hari itu Charlie berjuang mati-matian untuk bangkit dan berhenti lagi dari rokok. Menyambut tangan Tuhan yang terulur menantikan dia dan akhirnya kembali menyandarkan bahunya lelah kepada Tuhan. Charlie bangkit! Tanpa peduli apa kata orang, karena ternyata setelah aku denger-denger banyak kakak-kakak pembina yang akhirnya menghakimi dia yang menjauh dari Tuhan. Dan.. Charlie mengampuni mereka semua tanpa terkecuali.
Saat itu aku melihat transformasi kehidupan yang diubahkan, dari lumpur ke air yang jernih, dari malam menjadi siang.
Keluarga Charlie mungkin tidak berubah dalam sehari, tapi hidup dia lah yang berubah. Dia menjadi berkat karena dia mau menjadi berkat.
Dan ini lah dia waktu itu sampai hari ini, seorang pemenang.
Seorang pemenang bukan orang yang tidak pernah gagal, tapi seorang yang tidak pernah berhenti mencoba!
Lady Synthesizer
August 14, 2003, 08:00
pindahin ke Kisah Nyata aja...
europe
August 14, 2003, 09:49
wow .. ini anak mang jagonya bikin cerita .. ;D
yup ... maximized manhood yah ?? semboyan itu ??
ReD_PhOeNiX
August 23, 2003, 09:05
A touching story :)
handycandra
August 23, 2003, 09:11
Oooo..hhh... ::bahagia:
Frieda
April 10, 2004, 06:10
tapi biasanay the winner merampas semuanya..yg kalah nggak dapat apa2...curang!
Kayak chicken soup ::cheer::
menarrik
Lady Synthesizer
June 04, 2004, 09:05
Originally posted by Frieda
tapi biasanay the winner merampas semuanya..yg kalah nggak dapat apa2...curang!
setiap orang itu bisa jadi pemenang pada bagian-bagiannya sendiri kok. :)
Lady Synthesizer
June 04, 2004, 09:06
sorry yang ini agak beda.. cuma perenungan gua doank...
Semua Wanita Ingin Menjadi Cantik
Sepanjang jalan kupandang wanita-wanita yang cantik dan bertubuh langsing. Memiliki rambut yang indah, ada yang panjang dan ada yang pendek.. dengan warna-warna cat rambut yang mencolok dan sengaja dibuat supaya terlihat elegan. Berjalan dengan pakaian yang indah.. rok yang lembut.. kaus yang kasual, yang feminim, t-shirt yang anggun dan menunjukkan bentuk tubuh. Celana yang berpotongan indah dan sempurna, jeans yang menonjolkan bentuk kaki yang indah. Yang harga nya di atas rata-rata. Make up yang sempurna, dan alis mata yang dibentuk sedemikian rupa. Wajah yang memandang lebih tinggi dari sebagian orang yang menunjukkan kepercayaan diri yang sedikit di atas orang-orang biasanya. Semua wanita ingin menjadi cantik.
Di kiri kanan kulihat toko-toko yang menjual segala pendukung kecantikan. Dengan harga-harga yang bervariasi. T-shirt dengan harga 1 juta lebih.. celana dengan harga ratusan ribu. Yang di bawah 100 ribu paling hanya sekedar tank top. Lalu kosmetik yang bervariasi harganya. Perhiasan.. tas harganya jutaan. Dan wanita-wanita itu masuk dan mulai memilih-milih lalu keluar dengan kantong-kantong yang besar bertuliskan LV, Mango, Versace.. dan macam-macam merek. Wajah mereka terlihat puas karena memiliki tambahan lagi koleksi untuk membuat diri mereka cantik. Semua wanita ingin menjadi cantik.
Semua berlomba-lomba menjadi yang paling cantik. Sehingga standart kecantikan fisik semakin tinggi dari hari ke hari. Wanita yang tidak memiliki cukup uang, tidak memiliki bentuk tubuh yang indah, tidak memiliki rambut yang berpotongan indah yang dibentuk oleh salon yang mahal, semakin lama semakin tertinggal jauh di belakang. Dalam hati mereka berkata.. saya juga ingin seperti mereka. Pria-pria yang mereka cintai memilih si gadis berwajah oval, berlipstick merah jambu dengan bibir yang sensual, t-shirt anggun, dan rok yang feminim, dengan sepatu putih tinggi yang terlihat begitu anggun, rambut dicat pirang dengan potongan yang luar biasa elegan. Semua wanita ingin menjadi cantik.
Wanita rela membayar mahal supaya terlihat cantik. Semua wanita ingin menjadi cantik.
Tapi tidak semua wanita ingin memiliki hati yang cantik. Hati yang membayar mahal untuk memberi sebagian waktu dan uangnya untuk mereka yang menangis karena tidak memiliki makanan yang cukup, tidak mempunyai uang untuk membeli susu untuk bayi kecil yang tidak bersalah. Hati yang menangis bagi mereka yang diperlakukan tidak adil, yang terjatuh dari bus dan kehilangan kaki nya karena mengemis demi membeli makanan. Hati yang berbelas kasihan untuk mereka yang bahkan sudah lupa artinya kecantikan fisik. Tidak semua wanita ingin memiliki hati yang cantik.
Saya seorang wanita. Saya ingin menjadi cantik. Tapi akankah saya sungguh menjadi cantik bila hati saya melupakan mereka yang membutuhkan saya?
Plaza Indonesia, 3 June 2004
Frieda
June 05, 2004, 13:07
biasanay the winner take all..so jangan mau kalah!
Lady Synthesizer
June 05, 2004, 16:55
jeng Sar bisa ajah neh... :hehe
Lady Synthesizer
June 18, 2004, 08:14
United Again
Sekarang another story yg ending-nya beda.
Dari si pencipta lagu You and Me Were Buddies yang gua nyanyikan untuk A dan akhirnya diulang sama dia.
Sebut aja orang ini S.F. Berbeda dgn A yg seumur dgn gua, SF ini cenderung seperti adik gua karena lbh muda hampir 3 tahun.
Gua kenal dia tahun 94. Dan kira2 tahun 95'an kami dekat.
Gua agak heran, kenapa SF ini "beda" dgn orang lain. Sebagai co ABeGe, dia ini ngga "norak". Malah kesan nya tenang dan lebih dewasa. Cara dia naksir ce pun ngga aneh. Cenderung Oedipus Complex pada mulanya (suka ce lebih tua), skrg sich udah kaga.... Tapi waktu itu gua udah kaya kakak nya dia. Rupanya dia anak tunggal. Sehingga jadi seneng sekali punya kakak. Tapi heran nya dia ngga manja sebagai anak tunggal.
Gua sering dateng ke keluarga dia. Bahagia banget sampe gua iri kok bisa yah dlm satu keluarga, suasananya warm kaya gini. Sampe2 gua udah dianggap anak dlm keluarga ini, dimana gua bisa pergi sama bokap-nyokap dan SF ber-empat.
Satu hari (tahun baru 1996) gua baca satu artikel. Gua kaget banget di sana ada photo mama-papa SF. Padahal itu adalah kolom tempat kesaksian org2 yg mengalami masalah keluarga, alias selingkuh, divorce, dan kawan2nya.
Ternyata orang tua SF baru kembali bersatu setelah 11 tahun berpisah!! . Gua sampe bengong. Dan baru kembali bersatu tahun 1995, dgn kata lain tahun 1994 dimana gua kenal SF itu keluarga dia masih berpisah donk? Dia ikut mama nya dan papa nya di kota lain. Bearti juga dia baru tinggal dgn papa nya tahun 1995. Looks like mereka (papa-anak) itu begitu akrab!
Gua tanya sama SF dgn sedikit ragu2 karena dia TIDAK pernah mengeluh sama sekali tentang keluarga dia. Juga tidak pernah blame God. Don't even ever hate his father. Akhirnya satu cerita yg menakjubkan keluar dari mulut si gitaris pencipta lagu ini.
Since dia kecil, papa nya keep on selingkuh dgn wanita2, mabuk2an. And nyokapnya nangis2 selalu. Sampai akhirnya papanya with Japanese girl dan mereka memutuskan untuk berpisah. Papa nya pindah ke luar kota.
Dan dlm kesendirian nya, sebagai single parents, mamanya harus membesarkan anaknya. Pada satu waktu, mama nya menyerahkan dirinya kepada Tuhan dan mengetahui bahwa dlm 1 keluarga harus ada persatuan dan Tuhan tdk mengijinkan perceraian.
Dengan membuang gengsi seorang wanita, mama nya dgn membawa SF yg saat itu masih sangat kecil ke kota lain, tempat papa nya berada. SF yg sebagai seorang anak kecil datang ke kota itu dgn keinginan main2 harus menghadapi mama-nya yg duduk menangis seorang diri di pantai setelah mengetahui kondisi papa nya yang bermain2 dgn wanita. Still the same father. SF yg dari mulanya mau bermain2 akhirnya duduk tertunduk di pantai dan ikut menitikkan air mata, melihat mama nya sedih. Kepekaan seorang anak kecil yang menyadari ada yang tidak beres dgn mama-nya. Dimana saat berpisah, SF sudah cukup besar untuk mengenali papa-nya.
SF dan mama nya terus pulang pergi antara kota mereka dgn kota tempat sang papa berada. Bertahun2 lama-nya. Tanpa sekalipun pengharapan dan penyerahan kepada Tuhan tdk pernah kandas dari hati mama nya. SF yg seorang diri pun tdk benci kepada papa-nya (itu yang paling gua salut!). Dia berkata, "tidak sedikit dlm hati gua membenci papa gua... yg ada rasa sedih ketika lihat mama gua." Orang yang mengambil keputusan untuk tidak pahit dalam kehidupan dia, adalah orang yang akan hidup dalam ke-positive-an! . Dan SF adalah orang nya.
Tahun demi tahun berlalu, sampai tahun 1995, dimana 11 tahun telah berlalu sejak perpisahan mereka. Papa nya menyerahkan diri kepada Tuhan. Meninggalkan wanita2nya, berhenti mabuk, dan kembali kepada keluarga yang terhilang ini. Papa nya SF yang gua kenal adalah seorang papa yang bersih, sehat, baik, penyayang, dan bekerja dgn baik (gua tidak melebih-lebihkan! ini bener2 nyata, that's why gua sangat kaget waktu baca artikel itu dan mendengar cerita SF). Tuhan mengubah seluruh hati, hidup, dan karakter papa SF berikut seisi keluarga-nya.
Sekitar akhir 1996 (atau awal 97, tapi kayanya sih akhir 96) adik dari SF lahir, menjadi simbol dari persatuan keluarga mereka kembali. Simbol kasih karunia Allah.
Adik SF seperti kakak nya emank punya paras cukup top, pun sangat manis dan cantik.
Lady Synthesizer
June 18, 2004, 08:17
Miracle in Relationship ::cheer::
Gua punya sahabat co... namanya DH.... dia di bawah gua setaon umurnya.
Maren itu pas 25 Dec 2001 dia dateng and than cerita tentang pasangan dia. Gila banget pada umur 20 dia udah dapet pasangan dimana dia akan menikah. Kayanya tuh kan masih jauh banget. Tp ce dia itu bener2 GIVEN FROM GOD! Gua bener2 sampe takjub ama ceritanya.
Ce nya itu 3 taon lbh tua dari dia.
Dia kenal ce nya itu sekitar sebelum Dec taon kemaren (NB:tahun 2000). Dan ternyata sblm mrk deket, Tuhan pernah ngomong ke ce ini... "NY (nama ce nya), kalo kamu dikasih DH mau ngga?" Terus NY argue ama Tuhan, "Tp Tuhan... saya kan ngga pernah ngobrol sama dia, kenal juga cuma gitu2 doank." Tp Tuhan tanya lagi, "NY, kalo DH itu pasangan kamu, kamu mau ngga?" Akhirnya NY bilang, "Ya udah deh Tuhan, kalo memang dia, maka saya mau saya bisa deket sama dia."
Akhirnya pas Dec mrk berdua dg tanpa campur tangan sapa pun seolah2 semua hanya kebetulan, bisa deket.
Sahabat wanita DH waktu itu adalah gua dan NY pada akhirnya.
Mama nya DH itu pendoa syafaat.
waktu mama nya DH tau bahwa NY itu deket ama DH, dia ngga suka. Soalnya NY itu muka nya mirip tantenya dhany yg jahat banget. Mama nya DH berdoa mati2an supaya anak nya dijauhkan dari NY.
(papa - mama DH udah cerai sebelum mrk kenal Tuhan)
Bulan Maret... mama nya DH lagi doa. Waktu berdoa biasanya kalo ada telp pasti bakalan dicuekin ama mamanya. Gua tau bener mama nya. Soalnya dia itu bener2 pendoa. Dia bakal bener2 doaaaaaaa ampe kelar baru dia lakukan hal2 lain.
Tiba2 pas doa telp bunyi. Tentu aja dicuekin ampe lama. Tiba2 Tuhan bilang ama mamanya, "Angkat telp itu." dan mama nya ngga mau. Soalnya dia lagi doa. Sampe akhirnya Tuhan bilang, "angkat! itu adalah calon menantu kamu."
Mamanya DH sampe kaget dan cukup lama dia cuma mandangin telp, ngga diangkat ama dia. sampe akhirnya dia angkat dan itu ternyata NY.
Tutup telp (krn DH lagi pergi) mama nya DH nangis habis2an sama Tuhan krn dia tdk rela anaknya jadi dg NY soalnya dia ngga suka ce itu.. Tp dia tahu bahwa dia harus relakan anaknya dpt yg terbaik dr Tuhan.
Sepanjang bln maret sampe sept Tuhan terus2an mempertemukan mama nya DH dg NY. Tp NY sendiri ga tau bahwa ada mama nya DH di sana. Akhirnya mama nya terus memperhatikan NY secara diam2. Sampe akhirnya Tuhan melembutkan hati mama nya DH dan dia akhirnya bisa mengasihi NY.
Bulan Juni... DH bilang sama NY bahwa dia mau mrk sama2 berdoa untuk hubungan, apakah dr Tuhan atau bukan. Soal nya DH ragu banget, krn dia itu kan masih muda, dan dia tau mama nya ngga suka NY lalu juga dia sama sekali blm boleh punya pasangan umur 20. Permit dr mama nya itu umur 24 saat dia udah mapan.
Mrk sepakat berdoa selama 3 bulan.
Tepat 3 bulan (yaitu bln 9) DH ga berani ngomong ke nyokapnya sama sekali. Dia tahu lah bagaimana perasaan nyokap nya ke NY (walau dia ngga tau bahwa diam2 nyokapnya sudah mendoakan anaknya dan NY dan bahwa Tuhan udah ngelembutin nyokapnya). waktu dia mo berangkat kul dia agak terlambat. Tiba2 hari itu (tepat 3 bulan) mama nya ajak dia ngomong sesudah dia keluar dari kamar mandi, "Gemana hubungan kamu sama NY?"
Dan DH cuma ngeles doank bahwa ngga ada apa2...
Tapi tiba2 Roh Kudus bicara sama dia bhw inilah saat nya.............. untuk dia buka hal ini pada mamanya.
Akhirnya dia ngomong sama mama nya bhw dia dan NY sdg saling mendoakan.
Dan tanda bahwa NY dari Tuhan itu hanya adalah bila mama DH menyetujui hubungan mrk (dimana buat DH dan NY itu mustahil).
Akhirnya mama nya pada hari itu membuka semua yg dia simpan selama ini.
Sejak bln Maret mama nya tau bhw NY lah pasangan anaknya dr Tuhan, semua itu dia catat setiap hr sampe waktu Tuhan hal itu harus dibukakan yaitu hr itu (setelah mrk berdoa selama 3 bulan). Padahal mama nya pun tdk tahu bahwa anaknya sdg berdoa selama 3 bulan, waktunya begitu tepat. God always works on time!
Mama nya cerita sambil nangis ke DH sampe DH akhir bener2 yakin bahwa NY BENER2 dari Tuhan.
Satu hal lagi yg luar biasa...
Mama nya DH itu trauma berat pada papa nya DH. Pertama....... papa nya itu org Khek, cina totok. Sedangkan mama DH itu cina Jawa, dulu oleh keluarga papa nya, mamanya sering dihina. Lalu papa mama nya beda 3 tahun sedangkan kepercayaan Cina, 3 tahun itu bawa sial.
NY.... org Khek, cina totok, 3 tahun lbh tua dari DH.
DH dlm posisi nyokapnya, cina Jawa.
Mama nya nangis habis2an... dia tahu bahwa Tuhan memakai anaknya dan calon menantunya untuk memulihkan dia dr trauma dia dg bekas suaminya.
Gua pas denger cerita ini kemaren itu dari DH langsung udah ampir nangis..
Hubungan yg dr Tuhan itu THE BEST! bukan berarti tanpa konflik. Tp di dalam nya ada blessing.
vBulletin® v3.8.2, Copyright ©2000-2013, Jelsoft Enterprises Ltd.