handycandra
February 13, 2004, 09:53
Pelajaran Bahasa Indonesia Membosankan ?
Sekilas kita melihat judul ini cukup menarik, terutama bagi para siswa-siswi yang masih duduk di bangku sekolah baik itu SD/SMP/SMU/PT. Sudah menjadi kebiasaan bagi kita semua yang hidup di bumi Indonesia untuk mempelajari bahasa Indonesia terutama di sekolah-sekolah yang kita masuki. Namun saya melihat beberapa point disini yang perlu untuk dicermati lebih jauh lagi diantaranya:
Negara Republik Indonesia mempunyai bahasa kenegaraan sendiri yaitu bahasa Indonesia, dibandingkan negara lain yang terjajah dan memakai bahasa penjajahnya. Memang perlunya bahasa nasional untuk menunjukkan eksistensi suatu bangsa. Baik atau tidaknya hal ini menurut saya relatif karena negara yang terjajah Inggris dan memakai bahasa Inggris sebagai bahasa nasionalnya cukup beruntung karena Inggris telah menjadi salah satu bahasa internasional.
Perlukah kita belajar bahasa Indonesia ? Menurut saya kita harus bisa berbahasa Indonesia terutama yang merasa warga negara Indonesia, Mengapa? Karena begitu kompleknya suku bangsa dan budaya yang ada di seluruh penjuru Indonesia, perlu ada sesuatu yang dapat mengikat atau membuat kita dapat saling memahami satu dengan yang lainnya yaitu lewat komunikasi dan diperlukan mediatornya yaitu bahasa Indonesia.
Seberapa dalamkah kita perlu memahami dan mengikuti peraturan menulis dalam Bahasa Indonesia? Menurut saya (tanpa ada maksud menyinggung pihak tertentu) itu adalah tugas sekertaris, guru/dosen Bahasa Indonesia, ataupun orang-orang yang tertarik untuk lebih mendalami kesusastraan Indonesia. Jadi orang yang tidak berminat terjun dalam bidang tersebut di atas tidak perlu terlalu mengikuti peraturan sampai dengan titik komanya sesuai dengan EYD, yang penting orang yang ditujukan untuk membaca tulisan kita mengerti maksudnya tetapi tidak pula terlalu jauh menyimpang dari tata bahasa yang berlaku.
Jadi apakah pelajaran Bahasa Indonesia membosankan ?
Kalau melihat point-point yang saya kemukakan diatas dan kenyataan kurikulum untuk pelajaran bahasa Indonesia sekarang ini saya katakan dengan tegas “Ya, pelajaran Bahasa Indonesia bisa dibilang sangat membosankan” tetapi untuk kedepannya kalau ada perubahan kurikulum dan cara/metoda mengajar Bahasa Indonesia yang tidak dipaksakan mungkin pelajaran ini akan menjadi lebih menyenangkan, bahkan lebih diminati.
Akhir kata kita hanya bisa berharap hal ini dapat terlaksana suatu hari saat negara kita sudah tidak memiliki masalah krusial yang lebih penting sehingga orang-orang dapat lebih mencurahkan pemikirannya untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif dalam tata cara belajar mengajar bahasa negara kita dimana kita dapat merasa bangga memakai bahasa Indonesia.
Sekilas kita melihat judul ini cukup menarik, terutama bagi para siswa-siswi yang masih duduk di bangku sekolah baik itu SD/SMP/SMU/PT. Sudah menjadi kebiasaan bagi kita semua yang hidup di bumi Indonesia untuk mempelajari bahasa Indonesia terutama di sekolah-sekolah yang kita masuki. Namun saya melihat beberapa point disini yang perlu untuk dicermati lebih jauh lagi diantaranya:
Negara Republik Indonesia mempunyai bahasa kenegaraan sendiri yaitu bahasa Indonesia, dibandingkan negara lain yang terjajah dan memakai bahasa penjajahnya. Memang perlunya bahasa nasional untuk menunjukkan eksistensi suatu bangsa. Baik atau tidaknya hal ini menurut saya relatif karena negara yang terjajah Inggris dan memakai bahasa Inggris sebagai bahasa nasionalnya cukup beruntung karena Inggris telah menjadi salah satu bahasa internasional.
Perlukah kita belajar bahasa Indonesia ? Menurut saya kita harus bisa berbahasa Indonesia terutama yang merasa warga negara Indonesia, Mengapa? Karena begitu kompleknya suku bangsa dan budaya yang ada di seluruh penjuru Indonesia, perlu ada sesuatu yang dapat mengikat atau membuat kita dapat saling memahami satu dengan yang lainnya yaitu lewat komunikasi dan diperlukan mediatornya yaitu bahasa Indonesia.
Seberapa dalamkah kita perlu memahami dan mengikuti peraturan menulis dalam Bahasa Indonesia? Menurut saya (tanpa ada maksud menyinggung pihak tertentu) itu adalah tugas sekertaris, guru/dosen Bahasa Indonesia, ataupun orang-orang yang tertarik untuk lebih mendalami kesusastraan Indonesia. Jadi orang yang tidak berminat terjun dalam bidang tersebut di atas tidak perlu terlalu mengikuti peraturan sampai dengan titik komanya sesuai dengan EYD, yang penting orang yang ditujukan untuk membaca tulisan kita mengerti maksudnya tetapi tidak pula terlalu jauh menyimpang dari tata bahasa yang berlaku.
Jadi apakah pelajaran Bahasa Indonesia membosankan ?
Kalau melihat point-point yang saya kemukakan diatas dan kenyataan kurikulum untuk pelajaran bahasa Indonesia sekarang ini saya katakan dengan tegas “Ya, pelajaran Bahasa Indonesia bisa dibilang sangat membosankan” tetapi untuk kedepannya kalau ada perubahan kurikulum dan cara/metoda mengajar Bahasa Indonesia yang tidak dipaksakan mungkin pelajaran ini akan menjadi lebih menyenangkan, bahkan lebih diminati.
Akhir kata kita hanya bisa berharap hal ini dapat terlaksana suatu hari saat negara kita sudah tidak memiliki masalah krusial yang lebih penting sehingga orang-orang dapat lebih mencurahkan pemikirannya untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif dalam tata cara belajar mengajar bahasa negara kita dimana kita dapat merasa bangga memakai bahasa Indonesia.