View Full Version : Imlek? ajaran Buddha bukan?
Enche
January 22, 2004, 06:11
perasaan ga ada ya?
kalau ga ada, kok orang2 bisa penuhin vihara2 pas imlek?
qalm
January 22, 2004, 10:33
boleh .. lahhh
TAHUN BARU ===> harapan baru, hidup baru ...bajubaru heheh
sheen
January 22, 2004, 14:57
imlek juga dirayakan di gereja :D
Crystaline
January 22, 2004, 15:11
bukan.........menurut yang gue denger, imlek adalah perayaan warga Chinese terhadap datangnya Spring ato dalam bahasa Inggris disebut Spring Festival. Tujuan ke vihara adalah berdoa memohon berkah agar bisa mendapatkan kesuksesan.
tapi sekarang maknanya dah berlawanan banget.
mumbojumbo
January 22, 2004, 19:00
bukan................
orang jepang, korea, dll
ajak ikut rayainnn....
thing``
January 23, 2004, 03:44
krn imlek itu merupakan kebiasaan / adat / hari raya orang Tionghua yang mana mayoritas memeluk agama budha. Suatu hari raya perlu suatu wadah untuk perayaan. dgn begitu org tionghua yang mayoritas memeluk agama budha pasti akan ke vihara utk merayakannya.
Tapi ga cuman di vihara sebenarnya gereja juga ada yg rayain koQ.
hyper
January 23, 2004, 06:48
Secara langsung tidak ada. Tapi bagi orang yang non tionghoa tetapi Buddhist juga biasanya juga ke vihara, karena tepat pada hari imlek tersebut yaitu tanggal 1 penanggalan bulan, adalah hari Uposatta.
yasnagora
January 23, 2004, 16:03
Originally posted by thing``
krn imlek itu merupakan kebiasaan / adat / hari raya orang Tionghua yang mana mayoritas memeluk agama budha. Suatu hari raya perlu suatu wadah untuk perayaan. dgn begitu org tionghua yang mayoritas memeluk agama budha pasti akan ke vihara utk merayakannya.
Tapi ga cuman di vihara sebenarnya gereja juga ada yg rayain koQ.
iya deh, imlek kan perayaan tradisional chinese gitu, sementara di beberapa daerah mayoritas penganut buddhism adalah chinese, lalu kebanyakan kelenteng dan vihara itu digabung bangunannya, jadi mau gak mau yang mau ke kelenteng untuk persembahyangan imlek itu yadateng juga ke vihara gitu...
soale kan kalo persembahyangan tradisional gitu bukannya harusnya pergi ke klenteng kan?
Avantasia
January 23, 2004, 20:17
kalo budha di chinese emank ga bisa dilepasin ama adat istiadat sih.. jadinya ya gitu deh padahal gak ada ajaran imlek di budhism
suka jadi mixed ama kong hu cu
yasnagora
January 24, 2004, 13:45
Originally posted by Avantasia
kalo budha di chinese emank ga bisa dilepasin ama adat istiadat sih.. jadinya ya gitu deh padahal gak ada ajaran imlek di budhism
suka jadi mixed ama kong hu cu
iya itu tadi, padahal sebenernya kan harusnya sih kelenteng sama vihara itu dipisah aja deh... tapi apa boleh buat kali ya, yang namanya tradisi kan udah merupakan warisan genetika...
hyper
January 26, 2004, 02:07
Originally posted by yasnagora
iya itu tadi, padahal sebenernya kan harusnya sih kelenteng sama vihara itu dipisah aja deh... tapi apa boleh buat kali ya, yang namanya tradisi kan udah merupakan warisan genetika...
Inilah dilematisnya agama Buddha di Indonesia.
Hingga kini orang-orang non Buddhist banyak bertanya mengenai hal ini, bahkan mengenai pemujaan-pemujaan dewa-dan dewi yang pada dasarnya itu berasal dari kepercayaan Konghucu dan Taoism.
Seharusnya di masa reformasi ini antara vihara dan klenteng semestinya juga harus dipisah, dan pasti bisa dipisahkan. Tapi sayangnya para tokoh agama Buddha yang di atas sana ngak perduli.
Ok saya stop dulu deh sampai disini takut OT. :D nanti disambung dengan topik Buddhism dan Budaya
thing``
January 26, 2004, 02:30
Originally posted by yasnagora
iya deh, imlek kan perayaan tradisional chinese gitu, sementara di beberapa daerah mayoritas penganut buddhism adalah chinese, lalu kebanyakan kelenteng dan vihara itu digabung bangunannya, jadi mau gak mau yang mau ke kelenteng untuk persembahyangan imlek itu yadateng juga ke vihara gitu...
soale kan kalo persembahyangan tradisional gitu bukannya harusnya pergi ke klenteng kan?
zaman sekarang hal2 yg berbau tionghua selalu disamakan dengan ajaran buddha. padahal byk yang tidak termasuk.
TANPA_AKU
January 27, 2004, 08:10
peran anda?
sebagai orang indonesia
sebagai ras chinese
sebagai manusia
sebagai umat buddhist
atau merangkap semuanya menjadi satu: sebagai orang indonesia,sekaligus sebagai ras chinese sekaligus sebagai manusia, sekaligus sebagai umat buddhist.
perayaan apa yang dilakukan?
merayakan hari kemerdekaan indonesia
merayakan tahun baru chinese
merayakan semua hari besar untuk meminta nasib baik, dll......
merayakan hari besar agama buddha
atau merangkap semuanya menjadi satu: merayakan hari kemerdekaan indonesia, dan juga merayakan tahun baru chinese (imlek) dan juga merayakan semua hari besar yang mendatangkan nasib baik,dll........... dan juga merayakan hari besar buddhist.
apakah peran anda?
sebagai umat kristen
sebagai ras chinese
sebagai orang indonsia
sebagai manusia
sebagai suku jawa, atau suku batak, dll......
begitu banyak peran yang anda punya
begitu banyak perayaan yg anda rayakan
bagaimanakah anda melihat posisi diri anda?
bagaimanakah anda melihat posisi orang lain?
apakah ada yg salah dengan peran kita?
apakah ada yg salah dengan perayaan2 yg kita lakukan?
ketika bedoa di vihara peran apa yg kita bawa ke vihara?
setelah melihat ini apakah kebijaksana anda bisa muncul?
Crystaline
January 27, 2004, 09:02
aduh.......sori nih kalo gue boleh komen dikit ama postingan di atas gue. please jangan terlalu puitis donk, intinya malah jadi ga jelas gitu.......
TANPA_AKU
February 01, 2004, 05:57
:)
to meleena
maaf jika terlalu puitis :)
yasnagora
February 04, 2004, 15:47
Originally posted by TANPA_AKU
peran anda?
sebagai orang indonesia
sebagai ras chinese
sebagai manusia
sebagai umat buddhist
atau merangkap semuanya menjadi satu: sebagai orang indonesia,sekaligus sebagai ras chinese sekaligus sebagai manusia, sekaligus sebagai umat buddhist.
perayaan apa yang dilakukan?
merayakan hari kemerdekaan indonesia
merayakan tahun baru chinese
merayakan semua hari besar untuk meminta nasib baik, dll......
merayakan hari besar agama buddha
atau merangkap semuanya menjadi satu: merayakan hari kemerdekaan indonesia, dan juga merayakan tahun baru chinese (imlek) dan juga merayakan semua hari besar yang mendatangkan nasib baik,dll........... dan juga merayakan hari besar buddhist.
apakah peran anda?
sebagai umat kristen
sebagai ras chinese
sebagai orang indonsia
sebagai manusia
sebagai suku jawa, atau suku batak, dll......
begitu banyak peran yang anda punya
begitu banyak perayaan yg anda rayakan
bagaimanakah anda melihat posisi diri anda?
bagaimanakah anda melihat posisi orang lain?
apakah ada yg salah dengan peran kita?
apakah ada yg salah dengan perayaan2 yg kita lakukan?
ketika bedoa di vihara peran apa yg kita bawa ke vihara?
setelah melihat ini apakah kebijaksana anda bisa muncul?
aduuuhhh susah deh kalo udah nyambungnya ke suku, agama, ras, adat *eh apa tebolak ya?*
Crystaline
March 01, 2004, 06:28
iya neh........apa sich hubungannya ama tuh semua?
Oii....yang nge post, tolong diringkas n kasih tau isi dari puisi tuh..........
lulu
March 11, 2004, 01:53
intinya cuman peran dan posisi kita di dalam kehidupan aja koq...kita bisa jadi org indo keturunan chinese yang beragama budha dan merayakan imlek...
kira2 begitu kan ya? [???]
Crystaline
June 18, 2005, 09:34
whatever, tapi yg jelas itu bukan agama Buddha I can tell...
kalo gue liat dari sejarah imlek itu sendiri, imlek berasal dari China, sedangkan Sang Buddha berasal dari India...Inti dari Imlek itu sendiri sebenarnya seperti perayaan menyambut musim semi...umat buddha ke vihara itu seperti suatu tradisi, dimana mereka memohon for a better year....
lagean, banyak juga temen2, tante2 n spupu gue yg christian juga merayakan chinese new year....
n from the name itself, kita bisa tau kalo imlek adalah chinese new year, not buddhist new year :)
untuklebih jelas ttg sejarah imlek, bisa baca di link ini:
http://www.theholidayspot.com/chinese_new_year/history.htm
Nothing
June 21, 2005, 11:07
Nothing berkata : WELLY ... guk guk guk....kemari....guk guk guk ayo nari-nari hehehehehe
erw88
June 21, 2005, 16:44
Rasanya ini 2 hal yg ngak berhubungan sama sekali dan ngak bertentangan sama sekali.
Sbg chinese tentunya gw tetap mo merayakan imlek dan bagus kan kalo kita bisa padukan. Pas perayaan imlek, umat juga ke vihara or gereja buat beribadah.
chacha991
July 16, 2005, 04:15
Bukan lagi
Imlek itu adalah kebudayan dari negri China. karena di China banyak penganut agama Buddha jadi sudah jadi tradisi kalo imlek itu ke Vihara untuk berdoa. menyambut tahun baru
NextLEVEL
July 24, 2005, 23:52
Tradisi Imlek memang dari China, yaitu festival menyambut musim semi, yang ditetapkan sebagai tahun baru..
Utk penanggalan china, patokannya adalah masa hidup KongHuCU... seperti halnya penanggalan internasional yang memakai patokan Mesias/Masehi (Kristus)...
Kalau kita bicara tentang Agama Buddha dari India, imlek tidak lebih dari sekedar akulturasi budaya china dan kehidupan spiritual masyarakat china yang banyak memeluk agama Buddha..
Buddha Gotama Sakyamuni adalah Buddha yang lahir di India, tetapi jangan lupa, bahwa sebelum Sakyamuni Buddha, sudah ada Buddha2 terdahulu yang pernah lahir.. dimana Sakyamuni sendiri adalah Sammasambuddha yang ke 28.. sebelumnya ada Dipankara Buddha.. dan setelah Sakyamuni nanti akan ada Maitreya Buddha.. nah jauh sebelum Buddhist Era yang ditandai dengan masa keemasan Sakyamuni Buddha, di China kuno sudah berkembang ajaran Buddha, tetapi yang disembah adalah Amitabha Buddha.. yang merupakan Dhyani Buddha (Buddha yang tidak terlahirkan), tidak sama dengan Sakyamuni Buddha yang merupakan Buddha yang dilahirkan.
demikian pengetahuan saya, bila ada kesalahan mohon maklum dan silakan dikoreksi..
Sabbe Satta Avero Hontu Bhavantu Sukhitatta..!
NextLEVEL
July 25, 2005, 00:01
Altar sebuah vihara kuno di china, biasanya terdapat 3 Buddha Rupang..
masing2 adalah:
Sakyamuni Buddha (Se Cia Muo Ni Fo)
Amitabha Buddha (O Mi Tuo Fo)
dan Baisyajaguru Buddha (mandarinnya saya lupa),..
Nah agama Buddha di China lebih kompleks,
tidak seperti di India yang hanya mengenal Siddharta/Sakyamuni Buddha...
Akulturasi dengan budaya tradisionalnya pun juga kompleks,
oleh karena itulah imlek sering diidentikkan dengan acara vihara..
Setau saya, Theravada (Hinayana) tidak memperingati imlek, tetapi Mahayana-tantra merayakan. Itu dilatarbelakangi oleh dimana ajaran/aliran itu berkembang...
Hinayana (Theravada) banyak berkembang di India, Nepal, Sri Lanka, Thailand, Kamboja, Vietnam dan gugusan Nusantara..
sedangkan Mahayana-tantra berkembang di China, Tibet, hingga ke sebagian negara timur tengah..
Japrier
September 26, 2005, 01:23
*sudah tradisi*
darju
September 28, 2005, 00:51
Originally posted by NextLEVEL
di China kuno sudah berkembang ajaran Buddha, tetapi yang disembah adalah Amitabha Buddha.. yang merupakan Dhyani Buddha (Buddha yang tidak terlahirkan), tidak sama dengan Sakyamuni Buddha yang merupakan Buddha yang dilahirkan.
tidak dilahirkan ya? ;D i wonder... gimana ajarannya bisa diketahui?
Crystaline
October 15, 2005, 09:33
blame on the human then :D
yg harus dihormati aja belom lahir, tp ajarannya udah keluar duluan :D
darju
October 29, 2005, 02:16
Apakah ini berarti org China dulu mendalami Buddha-nya bukan Dharma-nya dan mereka tidak tau sama sekali ttg dharma?... Buddha seharusnya lahir setelah ajaran ttg dharma dah terlupakan sama sekali dari dunia ini...
Senyum :)
October 29, 2005, 10:40
Originally posted by TANPA_AKU
peran anda?
sebagai orang indonesia
sebagai ras chinese
sebagai manusia
sebagai umat buddhist
atau merangkap semuanya menjadi satu: sebagai orang indonesia,sekaligus sebagai ras chinese sekaligus sebagai manusia, sekaligus sebagai umat buddhist.
perayaan apa yang dilakukan?
merayakan hari kemerdekaan indonesia
merayakan tahun baru chinese
merayakan semua hari besar untuk meminta nasib baik, dll......
merayakan hari besar agama buddha
atau merangkap semuanya menjadi satu: merayakan hari kemerdekaan indonesia, dan juga merayakan tahun baru chinese (imlek) dan juga merayakan semua hari besar yang mendatangkan nasib baik,dll........... dan juga merayakan hari besar buddhist.
apakah peran anda?
sebagai umat kristen
sebagai ras chinese
sebagai orang indonsia
sebagai manusia
sebagai suku jawa, atau suku batak, dll......
begitu banyak peran yang anda punya
begitu banyak perayaan yg anda rayakan
bagaimanakah anda melihat posisi diri anda?
bagaimanakah anda melihat posisi orang lain?
apakah ada yg salah dengan peran kita?
apakah ada yg salah dengan perayaan2 yg kita lakukan?
ketika bedoa di vihara peran apa yg kita bawa ke vihara?
setelah melihat ini apakah kebijaksana anda bisa muncul?
Konsep otak :)
Mengidentikkan diri sebagai orang Indonesia
Mengidentikkan diri sebagai Ras Chinese
Mengidentikkan diri sebagai manusia
Mengidentikkan diri sebagai umat Buddhist
.....
siapakah "aku" ? :)
Angel_Eyes
November 01, 2005, 07:59
Originally posted by Enrique
perasaan ga ada ya?
kalau ga ada, kok orang2 bisa penuhin vihara2 pas imlek?
Bukan ajaran Buddha.
Imlek adalah hari raya tahun baru untuk penaggalan Chinese.
Imlek lebih cenderung ke kepercayaan..
Orang2 menuhin vihara pas imlek dikarenakan, kebanyakan orang2 yang beragama Budha itu adalah orang chinese, jadi keikutan di Vihara..
Namo Buddhaya..
santo_gaul
April 10, 2008, 03:58
kalau kita lihat dari sejarahnya imlek itu sebenarnya yang menerapkan penanggalan itu pertama x adalah Nabi Khong Cu. Sebelum Nabi Khongcu lahir sebenarnya di cina sana sudah hidup Nabi-Nabi atau Raja-raja suci. Sedangkan Agama Buddha masuk ke cina baru sekitar abad ke V masehi.
Bila ada yang mengatakan bahwa Nabi-nabi atau Orang2 Suci yang hidup sebelum Nabi Khongcu adalah Budha atau Bodisatva juga, itu hanyalah merupakan suatu "penyebutan istilah" oleh penganut Budha pada masa itu yang menganggap Nabi-Nabi, Raja-Raja, atau orang-orang suci tersebut termasuk buddha atau bodisatva juga.
Untuk memahami sejarah yang lebih lengap bisa berkunjung ke http://santo-lim.blogspot.com/2008_02_01_archive.html
salam
::v::
bodhi
April 12, 2008, 10:12
bukan ajaran Buddha.
imlek= tahun baru orang tionghoa
sedangkan Sang Buddha sendiri orang India.
ga nyambung.
Szayel
April 12, 2008, 10:24
Buddhisme memang gak pernah ngajarin kita buat ngerayain Imlek
Tapi Siddharta gak pernah ngelarang kita untuk melakukan tradisi
Inget Upali Sutra n Kalama Sutra aja deh
Selama tradisi tersebut tidak merugikan siapapun juga ataupun melanggar Dharma
So???
Intinya terserah kepada kitanya lagi
Mo rayain atao gak?
Seenggak2nya kalo kita rayain Imlek yah jangan ampe bunuh binatang secara langsung ataupun nyuruh orang untuk bunuh binatang tersebut supaya kita kenyang
Geto aja kok repot...
Please CMIIW :maaf::maaf::maaf:
santo_gaul
April 29, 2008, 01:47
Iyah, kalau yang di vihara/klenteng waktu imlek itu banyak orang chinese, karena sebenarnya akulturasi kedua agama buddha tersebut di cina. Jadi tentu beda antara ajaran Buddha di Cina dan ajaran buddha di India. Terutama soal budaya dan tata upacara jelas bedalah.
Kalau ajaran Buddha di cina, imlek itu sudah terintegrasi di dalamnya. Jadi ga usah diperdebatkanlah. Seperti di India tentu punya tradisinya sendiri.
santo_gaul
April 29, 2008, 01:56
Ada tambahan nih, seperti kita lihat banyak klenteng yang akhirnya jadi "vihara", karena alasan diresmikan pemerintah (oknum pemerintah tersebut dari sebuah vihara). Kemudian isi klenteng itu ingin dirubah "distandarisasi" seperti vihara. Ini kan namanya "makan temen sendiri".
Biarlah vihara adalah vihara, biarkanlah klenteng adalah klenteng, biarkan yang menganut Buddha Chinese atau Buddha Nepal, atau Tibet..yang penting semuanya didalam jalan cintakasih dan kebenaran...
Amithaba..
Avenger
April 29, 2008, 02:10
boleh nanya sesuatu ga?
sebenernya gw masih rada bingung beda klenteng sama vihara..
karena gw selalu perginya ke klenteng.. ;D
Crystal Jade
April 29, 2008, 03:08
Klenteng: San Jiao/Saw Kaw/Tri Dharma (Daoism + Confucius's Teaching + Mahayana Buddhism)
Vihara: Buddhism (Teravada/Hinayana, Mahayana and Tantrayana)
santo_gaul
April 29, 2008, 08:16
Jaman dahulu banget, lebih dari 500 tahun SM, Klenteng sudah ada, namanya Miao atau Bio. Kalau dalam bahasa Indonesia di sebut klenteng. Pada zaman dahulu banget itu sebelum Konghucu, Lao Tze, ataupun Buddha Sidharta lahir, bangsa Chinese sudah memiliki klenteng sebagai tempat ibadah.
Kemudian setelah ketiga agama tersebut muncul, klenteng atau Miao
tetap menjadi tempat ibadah bersama mereka.
Mungkin ada yang bisa menceritakan asal-muasal vihara pertama kali?
semoga semua mahluk berbahagia
Jingkhe
April 29, 2008, 10:12
NextLEVEL, Bajsahjra Budha (duh, maaf ga tau nulis namaNya), nama mandarin Yao Se Fo.
imlek tu berasal dr China asli. Perayaan tsb dilakukan utk syukuran atas dtgnya musim semi. ato musim panen tiba. ttg napa byk tionghua yg ke viara ketika imlek krn telah terjadi pencampuran budaya. hal itu terjadi ketika pertama kali agama Budha masuk ke China. krn ajaran2 Kong Hu Chu n Lao Tze yg kurang lbh mirip maka org tionghua jg memuja n meneladani Budha n Bodhisatva. sehingga sampe skrg mrk2 ttp pergi ke viara2 ktika imlek tiba.
setiap kelenteng pasti ada patung Budha. cause ajaran2 Budha hampir sama dgn ajaran Lao Tze n Kong Hu Chu. jd tiap2 kelenteng pasti ada patung Budha. bedanya, klo di kelenteng, biasanya org2 tionghua tu bakar uang kertas (kim/gin cua) sedang di viara org2 hanya membaca mantram Budha.
@santo_gaul, kelenteng awal berdiri mgk agak susah utk ditelisik. namun, dlm berbagai catatan sejarah, kelenteng didirikan oleh masyarakat utk menghormati org2 yg dianggap berjasa bagi rakyat n negaranya.
Kuil Kongzi tertua dan terbesar adalah kuil yang dibangun pada tahun 478 SM di kampung halamannya di Qufu, Shandong. Kuil ini dibangun setahun setelah wafatnya Konfusius atas perintah Pangeran Ai dari negara Lu.
(wikipedia)
maaf, klo ada yg salah.
Jingkhe
April 29, 2008, 10:16
ni ada tambahan. aaf klo terlalu panjang.
Tidak ada catatan resmi bagaimana istilah "Klenteng" ini muncul, tetapi yang pasti istilah ini hanya terdapat di Indonesia karenanya dapat dipastikan kata ini muncul hanya dari Indonesia. Sampai saat ini, yang lebih dipercaya sebagai asal mula kata Klenteng adalah bunyi teng-teng-teng dari lonceng di dalam klenteng sebagai bagian ritual ibadah.
Klenteng juga disebut sebagai bio yang merupakan dialek Hokkian dari karakter 廟 (miao). Ini adalah sebutan umum bagi klenteng di Tiongkok.
Pada mulanya 廟 "Miao" adalah tempat penghormatan pada leluhur 祠 "Ci" (rumah abuh). Pada awalnya masing-masing marga membuat "Ci" untuk menghormati para leluhur mereka sebagai rumah abuh. Para dewa-dewi yang dihormati tentunya berasal dari suatu marga tertentu yang pada awalnya dihormati oleh marga/family/klan mereka. Dari perjalanan waktu maka timbullah penghormatan pada para Dewa/Dewi yang kemudian dibuatkan ruangan khusus untuk para Dewa/Dewi yang sekarang ini kita kenal sebagai Miao yang dapat dihormati oleh berbagai macam marga, suku. Saat ini masih di dalam "Miao" masih juga bisa ditemukan (bagian samping atau belakang) di khususkan untuk abuh leluhur yang masih tetap dihormati oleh para sanak keluarga/marga/klan masing-masing. Ada pula di dalam "Miao" disediakan tempat untuk mempelajari ajaran-ajaran/agama leluhur seperti ajaran-ajaran Konghucu, Lao Tze dan bahkan ada pula yang mempelajari ajaran Buddha.
Miao - atau Kelenteng (dalam bahasa Jawa) dapat membuktikan selain sebagai tempat penghormatan para leluhur, para Suci (Dewa/Dewi), dan tempat mempelajari berbagai ajaran - juga adalah tempat yang damai untuk semua golongan tidak memandang dari suku dan agama apa orang itu berasal.
Saat ini Miao (Kelenteng) bukan lagi milik dari marga, suku, agama, organisasi tertentu tapi adalah tempat umum yang dipakai bersama
Klenteng adalah sebutan umum sehingga klenteng sendiri terbagi atas beberapa kategori:
[sunting] Klenteng berdasarkan umat
Konghucu
Litang (禮堂)
Ci (祠)
Miao (廟)
Taoisme:
Gong (宮)
Guan (觀)
Buddhisme:
Si (寺)
An (庵)
(wikipedia)
santo_gaul
May 03, 2008, 01:31
betul saudara jingkhe, Tapi kalau klenteng itu adalah bahasa jawa, kemudian bahasa indonesianya yang tepat apa ya?
Apakah bahasa indonesia nya vihara? jangan salah lho...vihara dan klentheng itu bermakna beda lho, seperti yang sudah dijelasin diatas. Kalau church itu gereja, mosque itu artinya masjid. Tapi kalau vihara itu bukan klentheng lho. Ini yang saya mau kemukakan karena banyak kerancuan di masyarakat yang tidak paham.
Ini kembali ke tema asalnya aja, karena lama-lama kok bicarin klentheng dan vihara, hehe.." imlek ajaran buddha bukan?",
Kalau saya jawab: "bukanlah", contohnya valentine juga bukan ajaran buddha, tapi anak-anak muda semua merayakannya dengan segudang persepsi tentang "kasih sayang". Kalau imlek itu adalah "Spirit of Chinese New Year, dengan segudang berkah dan makna atau ajaran yang sangat baik didalamnya.
salam
Jingkhe
May 03, 2008, 07:40
klo kelenteng bahsa indonya ya kelenteng. ya, krn ada bahsa indo yg jg diserap dr bahasa daerah. jdnya gini lo. ga ada yg tau. kecuali klo bahasa melayu malay. tu pun saya lupa.
back 2 topic ya.
saya kadang sangat sedih sekali. klo ada org2 yg anggep klo tradisi kelenteng, imlek tu masuk jd kebiasaan Budhisme krn "mrk" mendompleng agama Buhda. itu sesungguhnya adalah krn kesalah fahaman org.
imlek suda ada sejak ribuan thn lalu. ini sbtlnya adalah perayaan ttg dtgnya hari panen. perayaan ini dilakukan ama org2 tiongkok dahulu. ya, ini dah dilakukan tiap2 thn dan menjadi adat istiadat dan kebiasaan.
masuknya Budhisme ke tiongkok, byk org yg kemudian memeluk Budhisme namun tidak melunturkan adat istiadat rakyat tiongkok dulu. rakyat yg merasa bahwa adat yg mrk lakukan tak bertentangan dgn ajaran Budhisme, maka mrk ttp rayain imlek. dan imlek ini dah mendarah daging di tiap2 org tionghua meskipun mrk pindah ke negara lain bkn tiongkok lg.
so, klo kalender lunar tiongkok da sampe ke tgl 1 bln 1, maka mrk rayain imlek. ga pdli gama apa jua mrk.
tp, kadang org salah. mrk kiranya ini ajaran Tao ato Kong Hu Chu, sehingga kadang yg bkn lg beragama Budhis/Kong Hu Chu/ Tao mula ninggalin kebiasaan ini. pdhl ini btl2 murni budaya tiongkok kuno. perayaan dtgnya hari raya panen..klo sembahyang ke kelenteng adalah sebagai ucapan terima kasih atas dtgnya hari panen..
coba perhatiin imlek di dunia, hanya dirayain ama org2 chinese bkn misalnya org bule dll dsb..
ya, krn ini tradisi maka sepatutnya mrk2 yg keturunan tiongkok merayain ini. ini kan ga ada ajaran agamanya.
santo_gaul
May 06, 2008, 09:16
Sebenarnya kalo di bilang imlek mendompleng agama buddha ya ga sih. Harus kita lihat dari aliran Buddha sebelah mana dulu. Waktu Sang Buddha Sidharta Lahir di India sana, ga ada yang namanya imlek itu. Orang-orang india tentu tidak tahu apa imlek itu. Memang Imlek asli berasal dari cina. Jadi jangan salahkan orang yang merayakan imlek di klenteng atau vihara.
Orang chinese yang "non klenteng atau viharapun" juga merayakan imlek di tempat ibadahnya. walaupun mereka tidak tahu apa makna imlek itu. Kadang mereka menghalalkan imlek itu dengan pemahaman mereka sendiri (buat saya ketawa aja). Tapi biarlah..orang merayakan imlek dimanapun juga.
Dan sebenarnya kalau dikupas detail imlek itu mengandung tradisi-tradisi religius / upacara keagamaan. Bahkan ada agama yang menganggap imlek adalah hari besar keagamaannya juga.
Bahkan kenyataannya klenteng dan vihara banyak yang merayakannya secara resmi, sebagai bagian dari upacara keagamaan. Upacaranya dipersembahkan kepada Buddha, Bodhisatva, ataupun Dewa-Dewa, serta tidak lupa para leluhur juga.
Ya kesimpulannya kalo dibilang imlek itu asli ajaran Buddha Sidarta di India sana ya jelas bukanlah. Tapi budaya dan agama Buddha itu bersinkretisasi dan berakulturasi secara besar-besaran di dunia ini, Sudah ribuan Tahun. Tergantung dari sisi mana kita melihatnyalah. Itulah bukti Ajaran Besar Sang Buddha yang sangat universal
Amithaba
Henry888jr
May 06, 2008, 09:58
Sebenarnya kalo di bilang imlek mendompleng agama buddha ya ga sih. Harus kita lihat dari aliran Buddha sebelah mana dulu. Waktu Sang Buddha Sidharta Lahir di India sana, ga ada yang namanya imlek itu. Orang-orang india tentu tidak tahu apa imlek itu. Memang Imlek asli berasal dari cina. Jadi jangan salahkan orang yang merayakan imlek di klenteng atau vihara.
Orang chinese yang "non klenteng atau viharapun" juga merayakan imlek di tempat ibadahnya. walaupun mereka tidak tahu apa makna imlek itu. Kadang mereka menghalalkan imlek itu dengan pemahaman mereka sendiri (buat saya ketawa aja). Tapi biarlah..orang merayakan imlek dimanapun juga.
Dan sebenarnya kalau dikupas detail imlek itu mengandung tradisi-tradisi religius / upacara keagamaan. Bahkan ada agama yang menganggap imlek adalah hari besar keagamaannya juga.
Bahkan kenyataannya klenteng dan vihara banyak yang merayakannya secara resmi, sebagai bagian dari upacara keagamaan. Upacaranya dipersembahkan kepada Buddha, Bodhisatva, ataupun Dewa-Dewa, serta tidak lupa para leluhur juga.
Ya kesimpulannya kalo dibilang imlek itu asli ajaran Buddha Sidarta di India sana ya jelas bukanlah. Tapi budaya dan agama Buddha itu bersinkretisasi dan berakulturasi secara besar-besaran di dunia ini, Sudah ribuan Tahun. Tergantung dari sisi mana kita melihatnyalah. Itulah bukti Ajaran Besar Sang Buddha yang sangat universal
Amithaba
SETUBUH.....!!! EH, SALAH, SETUJU....!!!
::cheer::::banana::::v::::banana::::cheer::
dragonballz
May 14, 2008, 07:37
klo kelenteng bahsa indonya ya kelenteng. ya, krn ada bahsa indo yg jg diserap dr bahasa daerah. jdnya gini lo. ga ada yg tau. kecuali klo bahasa melayu malay. tu pun saya lupa.
back 2 topic ya.
saya kadang sangat sedih sekali. klo ada org2 yg anggep klo tradisi kelenteng, imlek tu masuk jd kebiasaan Budhisme krn "mrk" mendompleng agama Buhda. itu sesungguhnya adalah krn kesalah fahaman org.
imlek suda ada sejak ribuan thn lalu. ini sbtlnya adalah perayaan ttg dtgnya hari panen. perayaan ini dilakukan ama org2 tiongkok dahulu. ya, ini dah dilakukan tiap2 thn dan menjadi adat istiadat dan kebiasaan.
masuknya Budhisme ke tiongkok, byk org yg kemudian memeluk Budhisme namun tidak melunturkan adat istiadat rakyat tiongkok dulu. rakyat yg merasa bahwa adat yg mrk lakukan tak bertentangan dgn ajaran Budhisme, maka mrk ttp rayain imlek. dan imlek ini dah mendarah daging di tiap2 org tionghua meskipun mrk pindah ke negara lain bkn tiongkok lg.
so, klo kalender lunar tiongkok da sampe ke tgl 1 bln 1, maka mrk rayain imlek. ga pdli gama apa jua mrk.
tp, kadang org salah. mrk kiranya ini ajaran Tao ato Kong Hu Chu, sehingga kadang yg bkn lg beragama Budhis/Kong Hu Chu/ Tao mula ninggalin kebiasaan ini. pdhl ini btl2 murni budaya tiongkok kuno. perayaan dtgnya hari raya panen..klo sembahyang ke kelenteng adalah sebagai ucapan terima kasih atas dtgnya hari panen..
coba perhatiin imlek di dunia, hanya dirayain ama org2 chinese bkn misalnya org bule dll dsb..
ya, krn ini tradisi maka sepatutnya mrk2 yg keturunan tiongkok merayain ini. ini kan ga ada ajaran agamanya.
Mungkin bisa saya tambahkan, dalam versi agama Khong Hu Cu, Imlek bukan hanya perayaan musim semi, waktu panen, tahun baru.
Sehari, malam sebelum Imlek / pd pagi hari tgl1 bln1 Imlek, umat KHC pergi ke Bio KHC / Klenteng, bersujud menyampaikan rasa syukur ke hadirat Thian karena satu tahun telah dilewati dg baik. Demikian pula sembahyang sujud ke hadirat Tian pd wkt2 tertentu lainnya mempunyai makna, yg berbeda pula.
Cat Woman
May 14, 2008, 08:28
terus terang gua terhadap ajaran agama masih dangkal..::malu::
Jingkhe
May 14, 2008, 08:55
@santo, Dragonball.. ya, mungkin sich. penjelasan ku ga bener semua/lengkap. hehe. cm, saya agak2 kecewa melihat kadang terjadi perdebatan ttg Tao/KHC(singkatan bung Dragonball). yg selalu saja blg klo 2 aliran tu mengkontaminasi ajaran Budha. ataupun meminjam "kata" Budha di Indonesia.
meski saya bkn praktisi agama atau btl2 memahami agama. namun, saya agak kecewa. bila dulu saya sering mendengar org no Budhis menjelekkan kepercayaan saya. skrg malah liat sesama Budhis(meski ada yg msh ikt tradisi2) mejelekkan. hiks.
mudah2an tdk ada lg saling menjelekkan. td saya semat membaca di sebuah forum yg seolah2 sangat2 mengejek. Amitofo. Kebahagian bagi semua makluk.
btw, mumpung sini ada yg bs n ngerti ttg kong Hu Chu. gimana klo buat sub forum ttg KHC ato Tao?? thx.. inilah yg ku rindukan.
@santo, Dragonball.. ya, mungkin sich. penjelasan ku ga bener semua/lengkap. hehe. cm, saya agak2 kecewa melihat kadang terjadi perdebatan ttg Tao/KHC(singkatan bung Dragonball). yg selalu saja blg klo 2 aliran tu mengkontaminasi ajaran Budha. ataupun meminjam "kata" Budha di Indonesia.
meski saya bkn praktisi agama atau btl2 memahami agama. namun, saya agak kecewa. bila dulu saya sering mendengar org no Budhis menjelekkan kepercayaan saya. skrg malah liat sesama Budhis(meski ada yg msh ikt tradisi2) mejelekkan. hiks.
mudah2an tdk ada lg saling menjelekkan. td saya semat membaca di sebuah forum yg seolah2 sangat2 mengejek. Amitofo. Kebahagian bagi semua makluk.
btw, mumpung sini ada yg bs n ngerti ttg kong Hu Chu. gimana klo buat sub forum ttg KHC ato Tao?? thx.. inilah yg ku rindukan.
kalo KHC seh wa masih ngerti dikit2, kalo Tao kaga ngerti taunya cuma manusia harus hidup selaras dgn alam hehehe.
Svanto
May 19, 2008, 05:10
@santo, Dragonball.. ya, mungkin sich. penjelasan ku ga bener semua/lengkap. hehe. cm, saya agak2 kecewa melihat kadang terjadi perdebatan ttg Tao/KHC(singkatan bung Dragonball). yg selalu saja blg klo 2 aliran tu mengkontaminasi ajaran Budha. ataupun meminjam "kata" Budha di Indonesia.
Maaf kalo kamu kecewa. Tapi itu memang kenyataan kalo Tao/KongHuCu telah meminjam nama Agama Buddha untuk berkembang di Indonesia.
Dan karena org2 berpikir ajaran dr Vihara Tao sama dengan Vihara Buddha. Jadi org2 berpikir ajaran Tao adalah ajaran Buddha. Bukan kah itu termasuk mengkontaminasi?
Contohnya saja. Dewa KwanKung. Dalam sejarah perkembangan agama Buddha, Dewa KwanKung dihormati karena konon arwah nya setelah meninggal, berguru dgn seorg Bhikku, kemudian dia berjanji akan menjadi Protector Buddhism. Oleh karena itu, Buddhist seharusnya sembahyang Dewa KwanKung karena jasa nya melindungi Buddhism.
Tp oleh agama Tao telah membuat org menyembahyang Dewa KwanKung karena alasan laen.
Dan org yg agama Buddha nya masi dangkal mengira yg diajarkan agama Tao sama dengan agama Buddha. Sehingga mennyembah Dewa KwanKung dgn alasan yg tidak sesuai dgn ajaran agama Buddha.
meski saya bkn praktisi agama atau btl2 memahami agama. namun, saya agak kecewa. bila dulu saya sering mendengar org no Budhis menjelekkan kepercayaan saya. skrg malah liat sesama Budhis(meski ada yg msh ikt tradisi2) mejelekkan. hiks.
Menjelekkan agama org laen seharusnya dihindari.
mudah2an tdk ada lg saling menjelekkan. td saya semat membaca di sebuah forum yg seolah2 sangat2 mengejek. Amitofo. Kebahagian bagi semua makluk.
btw, mumpung sini ada yg bs n ngerti ttg kong Hu Chu. gimana klo buat sub forum ttg KHC ato Tao?? thx.. inilah yg ku rindukan.
This is a great idea. You should.
wah menjelek2an agama org laen itu hal2 yg wajar, kl masih dangkal pemikirannya, kyk gw dl, byk tuh hasil karya2 gw dl d WG.
mank da berlalu, gw da sadar, dan gw mencoba memperbaikinya.
wlp tanggpan org D3d masih krg gimana gitu, ttp gw ttp pk ID ini, wlp gw bs aj buat lagi.
ttp gw terima akibat dr perbuatan gw.
apalagi menjelek2an sesama Buddhis, kl gw sih masih terbilang baru d Buddhis dan Waisak besok mgkn yg pertama bagi gw.
ingat kata2 Bhante Uttamo, kesucian bukan milik agama Buddha sendiri, Dhamma bukanlah milik agama Buddha, ttp milik semua org yg mau memilikinya.
huangxiaoyen
May 19, 2008, 16:04
Yang penting dah sadar itu yang terbaik kata orang tua itu yang dinamakan "rasa malu dan kehormatan"
santo_gaul
June 02, 2008, 01:42
Maaf kalo kamu kecewa. Tapi itu memang kenyataan kalo Tao/KongHuCu telah meminjam nama Agama Buddha untuk berkembang di Indonesia.
Dan karena org2 berpikir ajaran dr Vihara Tao sama dengan Vihara Buddha. Jadi org2 berpikir ajaran Tao adalah ajaran Buddha. Bukan kah itu termasuk mengkontaminasi?
Contohnya saja. Dewa KwanKung. Dalam sejarah perkembangan agama Buddha, Dewa KwanKung dihormati karena konon arwah nya setelah meninggal, berguru dgn seorg Bhikku, kemudian dia berjanji akan menjadi Protector Buddhism. Oleh karena itu, Buddhist seharusnya sembahyang Dewa KwanKung karena jasa nya melindungi Buddhism.
Tp oleh agama Tao telah membuat org menyembahyang Dewa KwanKung karena alasan laen.
Dan org yg agama Buddha nya masi dangkal mengira yg diajarkan agama Tao sama dengan agama Buddha. Sehingga mennyembah Dewa KwanKung dgn alasan yg tidak sesuai dgn ajaran agama Buddha.
Menjelekkan agama org laen seharusnya dihindari.
This is a great idea. You should.
I'm Back...
Maaf Ikut nimbrung lagi...
Kalau agama Buddha itu sudah terpecah beberapa aliran, ada yang kiblatnya ke China, ada yang kiblatnya ke Thailand. Ada yang ke Jepang, dan ada juga yang ke USA dll..
Maka kita bicara agama Buddha yang mana dulu??
Kalau agama Buddha yang menyembah Kwan Kong tentu kiblatnya yang ke China. Singkatnya Buddha yang masuk ke China dengan mencampur (mixing) dengan kepercayaan yang sudah ada di China saat itu. Jadi Buddha yang ada di china itu laen dengan yang berkiblat di Thailand misalnya.
Sebelum Tahun 1965 Umat Khonghucu itu lebih banyak dari umat Buddha. Karena Khonghucu dilarang karena alasan politis, akhirnya penganut Khongcu tersebut "terpaksa" bermigrasi ke TriDharma.
Maka jika ada yang mengatakan kalau Tao/KongHuCu telah meminjam nama Agama Buddha untuk berkembang di Indonesia itu namanya kebalik dan tidak berdasar.
Mungkin ini yang bisa saya jelaskan. Tidak bermaksud apa-apa tapi mencoba pengertian tentang sejarah saja.
terimakasih
Jingkhe
June 02, 2008, 17:46
ach..orang2 ga ada kerjaan aja tuh kk santo sll mempermasalahkan hal2 spti ini..hahaha..
vBulletin® v3.8.2, Copyright ©2000-2013, Jelsoft Enterprises Ltd.