View Full Version : The Corner Of My Story







Ma®™
December 22, 2003, 13:29
Kayanya ini thread gua jadiin buat cerpen gua jadi gua gaQ usa bikin topik baru :)

So far gua uda bikin 2 cerpen, tinggal klik aja di link ini kalo pada lom baca ;D

Andai... (http://forum.webgaul.com/showthread.php?s=&threadid=16596)

God, please dont take him away from me! Now i just realise that i need him so bad! I LOVE HIM"

One Love (http://forum.webgaul.com/showthread.php?s=&threadid=17757)

Dikatakan itu cinta sejati apabila engkau melepaskan dan membiarkan dia meraih kebahagiaan

"Lebih baik dicintai daripada mencintai, itulah cinta sejati menurutku"

jinsbelel
December 22, 2003, 13:33
iya deh neng...:D

Ma®™
December 22, 2003, 13:37
6 tahun yang lalu, aku mengenal pria dari dunia yang sama sekali tidak nyata. Aku ingat sekali hari itu beberapa hari sebelum natal tiba, aku diliputin perasaan aneh. Perasaan yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya.

Flashback

6 tahun yang lalu, 23 December…

Aku terbangun dari tidurku. Kulihat jam di handphoneku masi jam 10.08 AM. Aneh.. akhir-2 ini aku suka bangun pagi. Aku teringat akan ucapanku semalam. “Aku kirim imel ke kamu besok, kamu baca yah..” ketik ku sebelum aku pamit tidur.

Aku buka emailku. Dan mulai ku ketik semua yang ada di hatiku dari semalam.

To: 0709@yahoo.com
Subject: None
Aku semalem kepikiran aja mo tulis imel ke kamu.. Lately aku ngerasa aku kalo ngomong ama kamu kayanya ga ada perasaan kaya dulu lagi, such as kangen (kangen sih ada tapi ga banget-2 kaya dulu), enjoy, bisa feel mendingan kalo lagi ada masalah.. Skr itu uda engga ada aku ga tau knapa.. Makanya maren aku bilang ke kamu kayanya aku uda bosen ma kamu..
I really appreciate it if we can act like friends.. Aku ga mo nyusain ortu aku lagi, 3 ari ini malem aku sering ga bisa tidur, sering nangis ndiri, n bahkan sering mikir i wish i were never born.. Aku ga perlu cerita masalah ini ke kamu karna aku ga pernah bisa share masalah keluarga aku ma orang laen.. I think dats all, if come up sometin else in ma mind, ill let u noe..

-M-

Aku baca sampai berulang kali. Lucu yah? Tapi aku ngerasa kalo aku belum cerita ke dia, ada perasaan ganjil, perasaan tidak puas. Akhirnya aku ketik tombol send.

Aku terbangun dari tidur. Seperti biasa, aku mengambil handphone di sebelah ranjang tidurku, dan kulihat handphoneku, baru jam 7 lewat 15 PM. Aku ke kamar mandi dan kucuci muka ku. Ku nyalakan tombol monitor ku, kulihat dia sudah mengirim msg di MSN MESSENGER ku.

Dia: Hunny, aku uda baca imel dari kamu.
Dia: Masi bobo yah?
Dia: Yah udah msg aku aja kalo uda bangun yah.

Aku enggan membalas. Lalu ku berjalan keatas, ku nyalakan tivi, ternyata acara sedang bagus-2 di hari Senin ini. That’s why sometimes I always think Monday not always bad for some people. Aku nyalakan sebatang Marlboro Menthol dan kuhisap dalam-2. Lumayan mengurangi beban yang ada di kepalaku. Setidaknya aku bisa tertawa dengan duduk santai di depan tivi.

© ·Mä®·°³™

Ma®™
December 22, 2003, 13:40
::wave:: Bang jins! Baru di buka warung uda nongol aja ente :)

Lets grab some beer ::agree::

jinsbelel
December 23, 2003, 06:05
cyberlop-an yee...:hahaha...dah dapet bonus blom..???:rotfl:

DWibowo1.
December 23, 2003, 08:30
Lanjut donk :hehe

Ma®™
December 23, 2003, 11:11
Bonus paan? Natal? ;D

Ga mo lanjoeD *ngambeQ :o

DWibowo1.
December 23, 2003, 18:11
wah ga mau nglanjutin.... paya,,, penonton kecewa nech ;D

Ma®™
December 23, 2003, 19:27
Yah itu lah tentang perasaan aneh yang tidak pernah aku rasakan. Hanya aku rasakan 6 tahun yang lalu. Tapi siang tadi, aku menerima telepon dari dia. Dia bilang dia lagi liburan dengan ayahnya. Ayahnya salah satu orang besar di Negara tempat aku dan dia lahir. “Kapan nyampe?” tanyaku masi sedikit shock. “Baru tadi pagi, papi ada bisnis, yah well.. Kita ada bisnis tapi aku lebih enak bilank sebagai liburan” jawabnya santai. “Kamu stay dimana?” tanyaku lagi. “Oohh di hotel deket casino, deket kan ama apartment kamu?” tanyanya. “Yeap, jadi gampang tinggal jalan kaki” jawabku.

Tidak lama percakapan pun berakhir. Dengan janji aku dan dia makan malam bersama nanti malam.

Sorenya begitu aku sampai dirumah, seperti biasa aku dan teman satu apartmentku pasti menghabiskan 1 atau 2 jam ngobrol dan bertukar cerita tentang kejadian satu hari itu. “Satya telpon gua tadi” ucapku singkat sambil tetap memandang layer televisi. “Satya???” Midi terbelalak kaget. “He eh.. Dia bilang dia lagi ma bokapnya kemari, bisnis en skalian liburan, tar malem dinner bareng” jelasku lagi. “Ooohhhh” seperti biasa Midi tidak banyak bicara. Karena dia tahu aku sudah dewasa dan tau isi hatiku sendiri.

“Aku uda di dalem hotel kamu nih, kamu dimana?” tanyaku begitu sampai di dalam hotel. “Aku ada di belakang kamu nih” katamu. Aku menengok ke belakang dan disanalah kamu berdiri sedang memandangku sambil tersenyum. “Kamu tuh yah, ga berubah, iseng terusss dari dulu!” ucapku sambil menggelengkan kepala. “Loh papimu mana?” tanyaku begitu sadar ada sesuatu yang ganjil. “Papi mo tidur katanya cape” jawabmu singkat.

Ketika makan malam, handphone ku bunyi. “Sorry” ucapku sambil berbisik. Kamu hanya tersenyum. “Ya?” jawabku. “Lo uda kasi tau dia?” tanya Midi. “Um.. belom” jawabku salah tingkah. “Sooner or later lo musti kasi tau dia” kata Midi tegas. “Iyah gua tau kok Mid, thanks buat ngingetin gua” kataku dan tidak lama kututup handphoneku. Tidak berapa lama handphoneku bunyi lagi. Aku hanya bisa nunduk. “Angkat aja dulu” katamu.

“Hello? Hallo.. Kamu dimana?” tanyaku sambil tersenyum. “Aku lagi dinner aja sama temen aku, dia baru datang kesini tadi pagi” jawabku. “Oohh iya iya..” jawabku gelagapan. “Hallo tante.. Iyah nih lagi makan malam aja ama temen aku, nemenin dia jalan-2 kan lagi disini liburan… Cowo tante.. Hahaha, iyah lah tante aku tau” jawabku tertawa, padahal sih dalam hati agak kesal juga. “Anyway tante, kapan Reza kemari?” tanyaku mengalihkan pembicaraan. Tidak lama Reza ambil alih telepon dan kembali berbicara denganku. “Okie, I will see you soon then.. Love you too” kembali kututup handphoneku.

“Siapa?” tanyamu dengan nada datar. “Tunanganku..” jawabku sambil tersenyum.

© ·Mä®·°³™

shella
December 24, 2003, 06:01
lanjut dong marrrr ....jgn lama2 ya ;D

Ma®™
December 24, 2003, 13:09
Mungkin aku masi menyimpan perasaan untuknya. Hanya saja aku tidak sadar. Aku tidak mau dia tahu tentang pertunanganku. Aku tidak mau dia tahu jika aku akan menjadi milik orang lain. Aku ingin bertanya tentang dia, kehidupan dia, rindukah dia dengan diriku, tapi.. aku berpikir bahwa aku ini tunangan orang lain. Lagipula, aku yang mengakhiri semuanya dulu, mengapa aku harus menyesal sekarang?

Reza tahu semua tentang aku, tentang semua mantan pacarku. Termasuk tentang Satya, hanya saja, aku tidak memberi tahu Reza tentang makan malam itu. Bukannya aku tidak mau belajar jujur hanya saja aku merasa itu tidak perlu daripada persoalan menjadi panjang.

2 minggu sebelum hari pernikahan, aku kembali ke Jakarta untuk mengurusi semuanya dan aku minta ke sekretarisku untuk mengirimkan kartu undangan ini ke alamat Satya. Aku mau dia datang ke pernikahanku, melihatku memakai gaun pengantin yang berwarna putih dan suci. Dan.. Aku ingin memastikan untuk terakhir kali bahwa cintaku untuk dia hanya di dalam hati saja.

Hari ini adalah hari dimana aku akan menjadi milik seseorang seutuhnya, sampai maut memisahkan aku dan Reza. Di dalam gereja, di hadapan pastor dan di hadapan orang banyak, kita berdua mengikat sumpah dan janji akan bersama selamanya. Dan Satya memandangku dari jauh dengan tulus dan ikhlas, aku masih ingat ucapan dia 6 tahun yang lalu. “Aku tidak mau hubungan kita berakhir seperti ini” ucapnya sedih. “Aku tahu, tapi harus” jawabku.

“Dan hari ini cinta kita benar-2 berakhir” ucapku dalam hati.

Aku dan Reza berciuman di depan altar dan tanpa kusadari air mataku menetes.

The End

© ·Mä®·°³™

Ini bener-2 CERPEN yah kali ini ;D

DWibowo1.
December 24, 2003, 19:36
wah bagusnya... :bravo:

Ma®™
December 24, 2003, 20:31
Nyindir pa beneran nih ::mikir::

Gua bilang ga ada bagus2nya :haha

DWibowo1.
December 24, 2003, 23:23
Beneran..... gwe mah ga bisa basa-basi :haha
Gwe suka bgt soalnya ceritanya singkat ghitu, ga muter2 dan ga diulur-ulur :bravo: (ga kaya cerita bikinan gwe :P)

Ma®™
December 25, 2003, 01:51
Cerita lo knapa? Oke kQ cmen rada-2 serem aje, bikin deg2an ;D

Lo tau aja cerpen, ceritanya cintaaaa molo, ga pernah ada yg bikin cerita serem, gilirannya ada pada parno smoa :D

c dev
December 25, 2003, 06:09
wadoo.. betul2 pendek :haha

Ma®™
December 25, 2003, 09:00
Namanya aja cerpen bu ;D

thing``
December 26, 2003, 02:55
:haha mar kali ini bener2 cerita yang pendek ya ;D

Ma®™
December 26, 2003, 10:17
He eh thing`` :) Thanks uda mampier, cerita dikiD ttg perasaan gua ;D

thing``
December 27, 2003, 01:30
crita ttg perasaan loe??
g baca ulank neh!!!! ;D

Ma®™
December 27, 2003, 12:02
:haha He eh tentang perasaan gua

Knapa juga ampe d baca ulang yah?

Ma®™
December 28, 2003, 13:14
Aku merasa manusia paling bodoh sedunia! Sebegitu lemahnya kah wanita?

Pagi tadi aku iseng seperti biasa, aku cek inbox email dia. Ada 1 new message yang menggoda hatiku. Sepertinya aku mempunyai indra keenam, bila aku merasa sesuatu tidak beres, langsung saja jahil.

Klik.

Message itu terbuka. Dan... Ayu? Aku berpikir keras dimana pernah kudengar nama itu dari mulutmu. Ayu, nama mantan kekasihmu yang sempat mendua karna jauh. Aku baca smoa isi di email itu. Hatiku sakit! Sakit sekali!

"Yang, ayu tuh sapa?" tanyaku wajar, tenang. Hening. Tidak ada jawaban. "Ayu itu ex aku, kan aku uda pernah kasih tau" jawabmu tidak yakin. Dari nada suaramu, aku tahu ada sesuatu yang kamu sembunyikan. "Kamu masih kontek ama dia?" tanyaku lagi. Percakapan berakhir dengan tangisanku.

Sorenya, kamu memanggilku di msn. "Iyah aku masih kontek sama dia" ketikmu. "Sorry aku ga jujur sama kamu selama ini" lanjutmu. KAMU BOHONG! Apa arti semuanya ini?

Itu kebohongan pertama yang berlanjut dengan kebohongan lainnya. Tapi..

Semakin aku mencoba untuk melupakan kamu, rasa sayang ini semakin menjadi. Sebodoh itukah aku?

© ·Mä®·°³™

sashacantik
December 28, 2003, 13:33

Ma®™
December 28, 2003, 22:52
Duh sasha ternyata :kakaka:

*turut bahagia* ;D

thing``
December 29, 2003, 04:51
ini kejadian sebenarnya :P
:haha kisah nyata neh!!!!
PUBLIKASIIiiii,.....

:kabur: sebelum di [timpuk] ama mareah

Ma®™
December 29, 2003, 04:51
thing`` sok tahu tempe ah :kakaka:

thing``
December 29, 2003, 07:32
:o Tahu tempe kan enak

:toktok: ah dasar loe mar.. thing kan sehati, sejiwa, seperasaan, seperjuangan, senasib, tapi ga sependeritaan ama loe :P:P


:hehe

DWibowo1.
December 29, 2003, 07:35
mar, ini udah ga ada hubungannya sama yg cerita sblomnya yach? :)

Ma®™
December 29, 2003, 09:02
uM.. ada ga yah? Simak aja yah :haha

ih thing`` geto yah, ck ck ck sedih deh gua ;D

Ma®™
December 29, 2003, 09:22
Ingin sekali rasanya aku datang ke tempatnya, menampar mukanya dan... membunuhnya? Ingin sekali kubunuh dia. Tapi aku ini masih orang beriman. Aku hanya bisa bersumpah dalam hati, semoga saja dia mendapat karma. "Ga heran diduain ama cewenya dulu!" dampratku dalam hati.

Aku berpikir dan terus berpikir. Sampai sinar yang begitu terang lewat di depan mobilku.

Begitu ku buka mataku, ugh ada sinar terang yang menusuk mataku. "Panggil dokter!" teriak suara seseorang panik. "Dia sudah sadar?" disusul dengan suara seseorang. Aku setengah sadar dan kurasakan kepalaku pusing sekali.

"Maria?" tanya seseorang berpakaian panjang berwarna putih. "Hah? Maria?" tanyaku. "Dokter apa yang terjadi?" tanya suara wanita itu terdengar setengah menangis. "Rasanya dia lupa ingatan" jelas dokter itu. Aku terus memegangi balutan dikepalaku.

"Untung lo ga kenapa-2 Mar!" Tere memelukku. Aku hanya bisa diam terpaku. Bingung. Aku tidak kenal mereka. Tapi mereka tidak putus harapan untuk membuatku ingat akan siapa aku sebenarnya.

Dokter menganalisaku setiap hari dan berasumsi aku kehilangan ingatan. Dan memang aku lupa siapa aku. Tapi itu hanya untuk seminggu. Berangsur-2 ingatanku mulai sembuh. Tere yang setia menemaniku siang gantian dengan Midi pada malam hari.

Sampai setahun kemudian, Felix, boss besar di perusahaanku mengajakku makan siang. "Kamu keberatan kalo aku ajak kamu ke Korea 2 minggu lagi?" tanya Felix. "Aku?" tanyaku. Felix menggangukkan kepalanya. "Boleh aku tau ngapain?" tanyaku penasaran. "Ada meeting dengan client dari perusahaan lain, lagian di perusahaan hanya kamu orang kepercayaan aku dan aku juga dekat denganmu" jelas Felix.

Aku kerja di perusahaan yang lumayan besar dan ternama di negaraku ini. Negaraku? Yeap negaraku. Aku datang kemari sejak aku 15 tahun. Bisa dibilang aku besar disini juga. Mungkin kalian pikir Felix ini sedang mengejarku tapi jangan salah, Felix itu gay. Itulah mengapa aku merasa nyaman berteman dengannya tanpa ada salah kaprah diantara kita.

"Sure, kenapa engga? Tiket ama hotel dibayarin ini kan?" tanyaku polos. Felix hanya bisa tertawa.

© ·Mä®·°³™

thing``
December 29, 2003, 09:36
:argg

mar curank... :toktok:
kisah nyata difiksikan [timpuk]
:P

Ma®™
December 29, 2003, 10:42
Nah loh kQ curank? Ini mang fiksi kQ, mang ada yg bilang nyata? :haha

sashacantik
December 29, 2003, 11:08

Ma®™
December 29, 2003, 13:28
Felix??? Gay sih biasa cakep yah but too bad yg ini engga :kakaka:

Ini smoa fiksi sih yah, aku cmen pake nama yg melintas aja di pikiran aku :)

thing``
December 30, 2003, 01:30
[timpuk] mar.. :P

felix... hmm...



















co g lebih keren :P
:haha

Ma®™
December 30, 2003, 01:43
thing`` napa sih?? *binunz*

Hahahaha maaph gua ga ada cowoQ :P

Ma®™
January 02, 2004, 09:05
Akhirnya sampai juga aku dan Felix di Seoul, Korea. Sebelum berangkat, Felix memberitahu aku, kita akan tinggal disini selama seminggu paling lama.

Sesampainya di kamar hotel, aku tidur. Setengah jam kemudian, Felix mengetuk pintu kamarku. "Hey, nona malas! Bangun!" teriak Felix tidak lama aku buka pintu kamar hotelku. "Baru juga setengah jam tidur, mau kemana sih?" tanyaku sambil merem melek. "Temenin main golf" jawab Felix singkat. Tidak lama aku dan Felix sudah berada didalam mobil dalam perjalanan kesana.

"Katanya ada orang indo yang kerja disini, ngajarin orang latihan golf" bisik Felix. Aku hanya mengganguk-2. Aku tidak bisa main golf, tidak tahu kenapa, tetapi aku hanya merasa tidak suka dengan permainan yang satu ini. Felix pernah bilang kalau orang bisnis itu suka sekali bermain golf sambil membicarakan urusan kantor dan semacamnya. "Toh aku ini cewe, hanya butuh modal body dan tampang, ngapain pusing!" kataku dalam hati.

Tidak lama, ada suara seseorang berbicara bahasa kita. "Permisi" kata orang itu. Aku menengok. "Ya?" kataku bingung. "Aku Satya. Tadi boss aku bilang kalo ada orang indo kemari dan aku di suruh boss aku nemenin kamu dan boss kamu" jelas dia panjang lebar. "Ohh.." jawabku singkat. "Lix, aku duduk disana yah? Nih orang indo yang kamu bilang tadi" jelasku kemudian berjalan pergi.

Satya melihat aku jalan pergi dengan wajah sedikit kecewa. Aku tidak tahu mengapa. Aku hanya merasa sesuatu tidak beres. Aku tidak suka ketika melihat dia.

Tidak lama handphoneku bunyi. "Anyong haseo.." jawabku. Tidak lama aku berjalan ke arah Felix. "Lix meetingnya entar jam 3, barusan sekretaris nya uda telpon" jelasku. "Yah udah 15 menit lagi kita balik dulu ke hotel" jawab Felix singkat.

"Ehm.. Sorry.." panggil Satya. "Knapa?" jawabku bingung. "Maaf, aku tidak bermaksud lancang tapi.. apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Satya. "I dont think so.." jawabku.

"Akhirnya!" teriakku begitu dimobil. "Iyah taran kan nyampe hotel kamu bisa tidur dulu sebelom meeting" kata Felix kesal. Siangnya, aku dan Felix berjalan ke tempat yang sudah ditentukan untuk meeting dengan client dari perusahaan lain. Ternyata mereka sudah tiba duluan, dan boss dari perusahaan itu langsung menjabat tangan Felix. Ketika dia melihatku, tanpa basa basi langsung berbicara bahasa korea denganku. Dengan lancar pula aku berbincang-2 dengannya. Sampai aku sadar kalau Felix disebelahku hanya menjadi kambing conge.

"Sorry.." kataku polos. "Aku ga pernah tau kalo kamu bisa ngomong bahasa korea" kata Felix. "Aku bisa ngomong 5 bahasa kamu juga ga tau?" tanyaku. Felix hanya bisa menatapku tidak percaya.

© ·Mä®·°³™

lonely_girl
January 04, 2004, 04:46
mar lanjut ::cheer::
keren neh :hehe
btw satya itu pacar lamanya lo kan :hehe

Ma®™
January 04, 2004, 08:08
ck ck ck bukan kali yah [timpuk] LG

sok tau.com ah lo ;D

aphrodite_zhou
January 04, 2004, 13:50
mar, lanjoet duuuuuuuunnkkk!!!!!!!!!!!

btw, apatarnya guy ni yeeeee... sayang ya dia kalah waktu di worldwidenya... pdhl suaranya keren tuh!

Ma®™
January 04, 2004, 22:47
ho oh Guy gua kalah hiks hiks, tp ga pp kQ gua masi cinte ma die :haha Ikutan gosip noh di thread sebelah, klik aja di siggie gue *promosi*

Ma®™
January 04, 2004, 23:07
Sejak kecelakaan itu memang banyak yang berubah dari diriku. Hanya saja tidak seorangpun tahu, hanya aku, yah.. hanya aku. "Kamu aja yah ngomong wakilin aku. Setau aku kan orang Korea inggrisnya ga terlalu bagus" kata Felix sambil berbisik. Aku hanya mengganguk tanda setuju. Tidak lama boss dari perusahaan itu menyilahkan Felix untuk memberi penjelasan, tapi Felix malah menyilahkan aku untuk membuka suara.

"Bahasa apa lagi yang kamu bisa?" tanya Felix begitu selesai meeting. "English, Indo dan korea kamu kan uda tau? Aku bisa Jepang dan Germany. Lagi mikir mo belajar bahasa Perancis sih" pikirku. "Bagus kalo gitu, 2 bulan lagi aku mikir mo ke Eropa, aku bisa ajak kamu lagi kalo begitu" kata Felix. "Heee???" teriakku. "Aku tidur dulu yah, kamu juga jangan bobo malem2, gut nite" pamit Felix menghilang dari balik pintu.

Sudah 2 jam aku berguling-2 di atas ranjang ini. Akhirnya kuputuskan untuk jalan-2 diluar. "Anda butuh sesuatu Bu?" tanya salah seorang karyawan di resepsionis. "Aku tidak papa. Aku keluar sebentar Shin" kataku sambil melambaikan tangan. Di seberang hotel ini ada pantai, biasanya kalau aku susah tidur, aku tinggal keluar dan menikmati angin malam, seperti sekarang ini.

Tiba-2.. "Excuse me?" terdengar suara seorang cowok di sampingku. Spontan aku menengok dan kutemukan wajah yang sempat tadi siang aku temui. "Kamu yang di tempat golf tadi siang yah?" tanyaku bingung. "Yeap" Satya mengganguk. "Kamu juga yang ngikutin aku dari tadi?" tanyaku sambil membuang asap rokokku. Satya diam.

"Kamu udah pernah kemari sebelumnya Mar?" tanya Satya penuh tanda tanya. "Aku?" tanyaku lagi. "Belum pernah.. Aku masuk dulu" kataku sambil langsung meninggalkan dia. Shin menghampiriku. "Kamu ga papa Mar? Akhir-2 ini aku perhatiin kamu suka susah tidur" tanya Shin. "Kamu liat barusan?" tanyaku. Shin mengganguk. "Dia bilang dia kenal aku, padahal baru sekali ini aku ketemu dia, dulu selagi aku disini aku ga pernah ketemu dia" pikirku. "Sudah kamu urus smua untuk besok?" tanyaku. "Iyah sudah, kamu mo tinggal berapa lagi disini?" tanya Shin. "Another week, aku musti meeting ama karyawan baru" jawabku. "Kamu yakin?" Shin bertanya. Sekali lagi aku mengganguk.

Paginya, Felix sudah siap2 balik ke airport. "Lix, aku bakalan tinggal seminggu lagi disini, ga papa kan?" tanyaku sebelum Felix pergi. "Ada urusan apa lagi? Bukannya urusan dengan clien itu sudah selesai?" tanya Felix bingung. "Ini urusanku Lix" jawabku. "Yah sudah, nanti kalo mo balik kesana, kasih tau aku aja oke? Aku berangkat yah?" Felix mencium pipiku. Aku mengantar Felix sampai di lobby hotel. "Im checkin out" kata Felix sambil berdiri di meja resepsionis. Aku mendorong-2 Felix keluar. "Udah ditungguin tuh ama mobilnya!" kataku sambil mendorong Felix ke dalam mobil. Felix hanya bisa tersenyum. "Thanks" jawab Felix sambil berlalu pergi.

"Shin, sejam lagi kita meeting" kataku yang terdengar seperti perintah.

© ·Mä®·°³™

lonely_girl
January 05, 2004, 02:00
Originally posted by Ma®™
ck ck ck bukan kali yah [timpuk] LG

sok tau.com ah lo ;D


ye.....
gw ditimpuk ::cry::
ini lanjutan cerita yg sebelomnya bukan seh :bingung:

Ma®™
January 05, 2004, 03:34
Baca aje, kalo nyimak mah ga usa nanya :kakaka:

lonely_girl
January 06, 2004, 01:05
::rock lanjut terus

Ma®™
January 11, 2004, 01:34
Mar lanjoetin bis exam yah, sekitar awal Maret, maap :)

thing``
January 16, 2004, 08:33
jgn lama2 marr.. ntar tenggelam ini thread :D

Leen
September 14, 2004, 09:38
mar, g baru baca lohh :o ^o^


bagus banget.... kesannya.... manis bangett ceritanya :D :D ^o^

Ma®™
September 14, 2004, 13:09
Hahahaha duh uda ga niat lanjutin nih cerita, uda lupa intinya :D

Langsung gua posting cerita baru aja deh yah?

Ma®™
September 14, 2004, 13:11
Btw ini cerpen uda gua post di forum tetangga sih, buat yg uda baca enjoy it aja skali lagi yah :)

Ma®™
September 14, 2004, 13:11
Senyum-Mu

"Hanya dengan melihat senyum mu saja, itu sudah cukup membuatku bahagia"

Leen
September 14, 2004, 13:11
ok ok.... menunggu dengan maniss... cerita baru mar ::bahagia::

Ma®™
September 14, 2004, 13:15
Wah lagi OL juga yah ;D Jadi ga enak.. Warung sebelah lama banget nih!

Ma®™
September 14, 2004, 13:17
Tuk... tuk... tuk...

Vicky! Menghadap ke kantor guru seusai pelajaran!" teriak Pak Sadewa begitu bel sekolah berbunyi. "Hee???" ucap Vicky setengah sadar. "Kamu sudah 2 hari berturut-turut tidur di kelas setiap jam pelajaran!" ucap Pak Sadewa. "Yah habis pelajaran bapak membosankan!" ucap Vicky lagi seadanya sambil tersenyum. "Jangan kurang ajar kamu!" bentak Pak Sadewa. "Kamu harus memakai itu sampai seusai sekolah! Jika kamu lepaskan, aku akan memanggil orang tua mu datang menghadap kepala sekolah!" ucap Pak Sadewa begitu Vicky ngeloyor pergi. "Panggil saja! Mereka ga bakalan dateng deh Pak" balas Vicky cuek.

"Orang uda cerai gimana mo dateng! Bolot!" ucap Vicky dalam hati.

"Haiiiiiiiiiiiiiiiiii!" teriak Vicky lantang begitu masuk ke dalam kelas. "Diomelin apa lagi kali ini kamu?" tanya Lia. "Biasa dehhhh, makanan sehari-hari" balas Vicky cuek. "Kamu gak papa kan Vick?" tanya Rosa. "Waaahhhh! Rosa perhatian skaliiiiii!" sambil Vicky mencubit pipinya. Rosa ini temen Vicky dan juga dia itu bintang sekolah terutama di angkatan dan kelas Vicky. "Andai aja gua cowo, pasti gua bakal ngejer Rosa mati-matian!" ucap Vicky sambil menaruh tangan di dagunya. "Ngayal di siang bolong!" teriak kedua teman Vicky yang lain.

"Muka badak juga yah lo" ucap seseorang di samping Vicky tiba-tiba. "Yah ampun!!!" teriak Vicky dalam hati. "Eh.. Halo Lee!" balas Vicky cengegesan.

"Duh Lee, kalo muka lo lagi senyum tuh cakep banget sihhhhh!"

*

"Tor ayo balek!" ajak Lee ketika Victor sedang asik bercanda dengan gadis-gadis di kelasnya. "Kamu pulang duluan aja Lee, urusan kelas aku yang urus kok" kata Vicky sambil mengunci locker. "Yakin?" lirik Lee sambil melihat tulisan yang ada di punggung Vicky.

SAYA BERJANJI TIDAK AKAN TIDUR DI KELAS LAGI.

"Kamu masih bakal pake itu kertas sampe pulang nanti?" tanya Lee sambil menahan tawa. "EHHHHHHHHHHHHHH!!! Engga engga! Lepasin donkkk!" teriak Vicky panik.

"Vic, kamu yang ngurus kelas? Mo dibantuin gak?" tanya Fara. "Engga papa kok, gua bisa ndiri, lo duluan aja Far" balas Vicky sambil menepuk-nepuk penghapus diluar kelas. Begitu Vicky masuk ke dalam kantor guru, tidak lama Vicky mendengar teriakkan Pak Sadewa. "VICKYYYY!! SAPA YANG BILANK ITU TULISAN BOLEH DI COPOT???" teriak Pak Sadewa. "Iyahhhhhh, saya pake lagi pakkkk!" teriak Vicky tak mau kalah sambil ngibrit.

Di koridor sekolah Vicky bertemu lagi dengan Lee dan Victor. "Lee, aku pulang dulu yah! Dadahhh" pamit Vicky sambil berlari keluar. "Ayo lo ngomong apaan ama Vickyyyy!" rangkul Victor agak sedikit memaksa. "Ga ada urusannya deh ama lo! Lagian kenapa sih lo kayanya penasaran banget ama si Vicky?" tanya Lee penasaran. "Eh lo ga tau yah? Si Vicky itu bakalan jadi cewe pertama yang gua incer, abis tuh cewe bikin penasaran sih! Lo bayangin aja segitu banyak cewe yang ngejer-ngejer gua Lee.. Tapi dia? Sama sekali ga pernah ngelirik ke arah gua satu kalipun" jelas Victor panjang lebar.

"Victorr! Udah mau pulang yah?" tanya gadis-gadis yang kebetulan lewat. Langsung seketika sifat Victor berubah 180 derajat. "Iyah nih, bye girls!" ucap Victor tak lupa dengan senyumnya yang membuat gadis-gadis terlena. "Ga cape yah lo berpura-pura kaya geto?" ucap Lee setengah jijik. "Wah gua enjoy banget Lee!" tawa Victor menggelegar di koridor sekolah.

*

Ma®™
September 14, 2004, 13:18
Besoknya di sekolah tiba-tiba Rosa menghampiri Vicky dan Fara. "Wah tau gak? Cowo-cowo pada gosip tentang cewe yang paling cakep di angkatan kita loh!!!" ucap Rosa menggebu-gebu.

"Jelas lah mereka pada milih bintang idola mereka, ROSA!" ucap Fara sedikit di tekan. Sedangkan yang di sindir hanya tersenyum malu-malu.

"Gimana kalo kita bikin juga list tentang cowo-cowo cakep di sekolah kita? Gimana-gimana?" tanya Rike, teman satu bangku Fara. "SETUJU!!!" teriak mereka bersamaan.

"Kalo menurut gua Victor tuh cowo paling perfect! Banyak di gandrungin cewe, senyumnya manis, body? Atletis! Apa lagi yang kurang?" kata Fara disetujui anggukan yang lainnya. "Kalo lo Vick?" tanya Rosa.

"Kalo menurut gua.. Si Lee yang paling ganteng!" seru Vicky cepat. "HAH???? Lee???" ucap Fara, Rosa dan Rike terkejut.

"Iyah buat gua Lee jelas-jelas yang paling perfect.. Kenapa lo orang malah milih Victor? Apa lo orang ga salah liat? Gua sih malah curiga ama kelakuan dia. Kayanya rada-rada deh tuh orang" ucap Vicky apa adanya.

Tanpa disadari oleh mereka berempat, Victor sedari tadi menguping pembicaraan mereka. Victor tersenyum tetapi agak sedikit kaget mendengar apa yang di katakan Vicky.

"Biar mereka bilang Victor cowo yang paling ganteng di sekolah, tapi menurut aku, kamu yang paling perfect di mata aku Lee" ucap Vicky dalam hati.

Ma®™
September 14, 2004, 13:19
Flashback

"Hoi ngelamun!" Lee menepuk bahu Vicky. "Hee???" Vicky berbalik badan ke arah Lee tanpa di sadari Vicky dia sedang memegang selang air. "WAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!" teriak Vicky panik. Yang ada tubuh Lee semua basah gara-gara tersiram air.

"Ternyata lo ga cuman tidur di kelas doang! Lagi cuci mobil pun lo bisa tidur" Lee tertawa. "Sorry..." ucap Vicky rada malu.

Tetapi Lee tetap tertawa. Dan saat itu lah tanpa disadari.. "aku selalu merasa aman jika melihat senyum Lee" ucap Vicky dalam hati.

*

Ma®™
September 14, 2004, 13:20
Masa Sekarang

Tidak lama bel istirahat pun berbunyi. "Halo Vicky!" sapa Victor. Fara, Rosa dan Rike saling menatap kebingungan. "Kenapa Victor cumen nyapa lo Vick????" tanya Rike takjub. Vicky hanya mengangkat bahu tanda tak tahu.

Saat masuk ke kelas. "Vickyyyyy! Tadi makan apa?" tanya Victor lagi sambil berusaha ngobrol dengan Vicky. Lagi-lagi Vicky merasa ada yang tidak beres.

Sepulang sekolah langsung Vicky berlari-lari di koridor sekolah mencari Lee. "Lee!! Gua mo nanya ma lo soal Victorrr!" tanya Vicky tanpa basa basi. "Hari ini gua ngerasa dia aneh! Kenapa seharian dia nyamperin gua terus sih? " ucap Vicky rada takut.

"Hmmm..." Lee kelihatan sedang berusaha mencari-cari alasan. "Sorry yah Vick, ini kayanya gara-gara gua deh.." jawab Victor. "Soalnya kemarin itu, anak-anak cowo di kelas gua pada ngomongin cewe yang paling cakep sgala macem gitu. Gua bilang ke anak-anak kalo menurut gua cumen elo cewe yang paling enak diajak ngobrol dan pegi bareng" jelas Lee. Dalam hati Vicky rada terkejut sekaligus... SENANGGG!!!

"Dan entah kenapa, Victor selalu ngerasa gua saingan dia. Padahal menurut gua, semua cewe-cewe naksir ma dia, kenapa juga dia musti sirik ama gua?" jelas Lee.

Ma®™
September 14, 2004, 13:23
"Vick?" panggil Victor sambil membawa majalah.

"Knapa Tor?" jawab Vicky sambil melirik ke arah majalah yang di bawanya sedari tadi. "Lusa nonton yuk?" ajak Victor yang menggemparkan seisi kelas. Vicky hanya bengong menatap ke arah Victor yang tersenyum. "Dia ngajak gua ngedate?" tanya Vicky dalam hati.

Apa lo mau pura-pura jadi pacar gua aja Vick?" tanya Lee di balkon kelas ketika jam istirahat. "Pura-pura pacaran?" tanya Vicky bingung.

"Iyah.. Abis kayanya si Victor gangguin lo terus sih" jawab Lee.

"Maksud lo pura-pura pacaran yang kaya anak-anak geto? Gandengan tangan, mesra-mesraan geto?" tanya Vicky polos.

"Ga usa ampe kaya gitu sih" jawab Lee sambil mengelus kepalaku.

"Iyah yah, cumen pura-pura kok, kenapa juga gua nanya kaya geto? Bego ah!" omel Vicky dalam hati.

"Engga Lee ga usah.. Gua yakin gua bisa handle sendiri kok. Thanks buat tawarannya" jawab Vicky sambil berlari masuk ke arah kelas.

Di kelas Vicky menceritakan kejadian tadi. "Kenapa lo tolak??? Padahal kesempatan kaya gitu kan cumen dateng skali!" Fara mecubit pipi Vicky gemas.

"Yah abis gimana donk. Pura-pura pacaran doank. Gua yakin banget gua bisa handle si Victor itu kok Far, lo tenang aja deh" kata Vicky menenangkan Fara bersamaan dengan bunyi bel istirahat tanda pelajaran harus dimulai lagi.

Hari minggu seperti yang sudah di janjikan Victor. "Aku pergi dulu yah mom" pamit Vicky kepada ibunda yang sedang sibuk masak untuk acara arisan sore nanti. "Ati-ati loh Vick, kalo pulang kemaleman tilpun aja, tar mami suru supir jemput kamu yah?" teriak ibu Vicky dari arah dapur. "Okeee!" jawab Vicky sambil mengunci pintu.

Dari kejauhan Vicky bisa melihat Victor sedang menunggu di taman yang memang sudah menjadi tempat pertemuan mereka. Orang yang lalu lalang di depan taman itu SELALU melihat ke arah Victor. "Gila yah ni cowo! Pake susuk apa sih ampe orang-orang slalu nengok ke arah dia?" tanya Vicky bingung.

"Vicky!" teriak Victor sambil melambaikan tangannya. "Duhh dia ngeliat kemari pula!" umpat Vicky sambil menunduk.

"Hey Tor!" sapa Vicky pura-pura kaget.

"Felem horror!" teriak Vicky. "Kenapa ga felem romantis aja?" tanya Victor kesal.

"Felem romantis itu ngebosenin, bikin orang tidur! Horror pokoknya! Kalo lo ga mo nonton itu, gua pulang!" ancam Vicky yang ternyata berhasil.

"Mo minum apa?" tanya Victor sesudah membeli tiket. "Apa aja deh" jawab Vicky. Dia yang traktir ini" kata Vicky dalam hati cuek.

"Yok masuk" ajak Victor sambil membuka pintu bioskop.

Di dalam bioskop, Victor mengajak Vicky ngobrol sambil tersenyum. "Tor, lo ga usa senyum-senyum gitu deh di depan gua! Senyum lo tuh ga bakalan mempan di gua" kata Vicky sambil minum coca-cola yang tadi di beli Victor.

"Oke oke.. Gila deh baru kali ini ada cewe yang ga mempan ama senyuman gue!" ucap Victor agak sedikit kesal.

"Gua tau lo suka ama Lee makanya lo ga tergoda ama gua!" ucap Victor lagi tetapi kali ini Vicky langsung spontan berdiri dan berteriak. "TAU DARI MANA LOOOOOOO?????" teriak Vicky.

"Baru kali ini yeh, gua pegi ama cewe terus di usir dari bioskop, malu-maluin banget!" umpat Victor sambil menendang-nendang tong sampah.

"Mati deh guaaaaaa! MATIIIIIIIIIIIIII!" teriak Vicky diluar bioskop.

"Victor uda tau, pasti dia bakal kasi tau Lee! Gimana nihhhhhhh?" tangis Vicky dalam hati.

"Dari dulu selalu kaya gitu. Gua ga tau apa yg menarik dari Lee ampe cewe-cewe yang gua suka bahkan yang uda jadi cewe gua pun, mereka ngaku kalo mereka suka ama Lee!" kata Victor sambil menyalakan sebatang rokok.

"Biar banyak banget cewe-cewe yang katanya suka ama gua tapi pada akhirnya mereka slalu milih Lee" ucap Victor geram.

"Pikiran gua, gua mao ngedeketin lo biar lo suka ma gua dan gua mao bikin si Lee cemburu. Tapi ga kena!" ucap Victor lagi sambil menyemburkan asap dari mulutnya.

"Tor, kalo gua bilang lo lebih baik jadi diri lo sendiri. Lo tuh sebenernya gentleman kok. Kaya tadi aja, lo beliin gua tiket, ngikutin gua yang mau nonton felem horror" jelas Vicky. "Dan lagi, lo tadi ngebukain pintu buat gua, itu tuh tanda gentleman sejati" lanjut Vicky.

"Lo ga usa ngerasa kalo Lee saingan lo karna dia tuh anggep lo temen bae dia sendiri dan uda kaya sodara sendiri" jelas Vicky sambil melirik ke arah Victor. "Gua cabut dulu yah? Ketemu besok di sekolah yah? DADAH!" pamit Vicky sambil berlari ke arah parkiran.

Besoknya di sekolah Lee melihat Victor yang sedang menatap ke arah lapangan. "Itu kan Vicky" tanya Lee dalam hati.

"Vicky cantik banget.." gumam Victor. "BARUSAN GUA BILANK APA LEE????" tanya Victor begitu sadar dari lamunannya.

"Lo bilang.. Vicky cantik banget" jawab Lee kaget. "GA MUNGKIN GUA BILANK GETO!" jawab Victor panik.

Di halaman belakang sekolah Victor merenung sendiri. "Gua ga boleh suka ama dia!" ucap Victor dalam hati.

Ma®™
September 14, 2004, 13:25
Saat itu Rosa yang sengaja mengikuti Victor shock mendengar percakapannya dengan Lee.

"ROSAAAAAAAAAAAA!" teriak Vicky sambil mencubit-cubit pipi Rosa. Tapi Rosa diam saja. Kok aneh? Biasa kalo dia di cubit pasti langsung respon ini kok engga?" tanya Vicky dalam hati.

Begitu Rosa nengok ke arah Vicky dan Fara, yah ampun.. Tampang Rosa kusut bener!

"Kenapa lo Ros? Ada masalah ama cowo terperfect lo, Victor?" tanya Fara heran.

"Engga ada apa-apa! Dan gua uda ga suka lagi ama Victor!" bentak Rosa.

Seperti biasa di jam pelajaran Vicky suka tertidur dan kali ini Vicky di panggil menghadap Pak Sadewa dan diberikan hukuman seperti biasanya.

Sementara di kelas, anak-anak cowo sedang gosip seputar Vicky. "Lo tau gak sih si Vicky? Gosipnya sih dia tuh kerja jadi wanita malem, makanya itu sering ketiduran" kata teman sekelas Lee yang kebetulan saat itu Vicky lewat di depan kelas. Vicky langsung diam dan ingin melihat reaksi Lee.

"Lo liat itu dengan mata kepala lo sendiri?" tanya Lee tegas. Teman Lee itu langsung diam seribu bahasa.

"Kalo lo ga liat dengan mata kepala lo sendiri, mendingan ga usa gosip yang bukan-bukan deh" sambung Lee.

"Ga nyangka Lee bisa belain gua, padahal dia ga tau apa-apa tentang gua" pikir Vicky dalam hati.

Malamnya, Vicky bersiap-siap untuk pergi. "Halooo cantik!" sapa Andrew. "Ngapaen lo disini? Gua uda bilang gua ga pernah mau ketemu lo lagi!" damprat Vicky di depan muka Andrew.

"Perlu gua anter?" tanya Andrew lembut. "Ga perlu!" jawab Vicky ketus.

"Uda gua bilang lo kalo mo cari bokap gue bukan disini tempatnya! Dia uda kabur ga tau kemana!" jelas Vicky. "Gua cmen mao nganterin lo ke tempat kerjaan lo kok. Lagian ngapain sih lo kerja cape-cape? Ga bakalan bisa bayar hutang bokap lo Vick! Mendingan lo kerja ama gua aja, kerja sante dan bayaran tinggi" bujuk Andrew penuh rayuan.

"Leave me alone, jerk!" bentak Vicky yang kemudian berjalan pergi.

"Vicky?" tanya Lee dalam hati.

"Vick, tolong lo layanin orang ini" kata manager Vicky. Vicky bekerja menjadi seorang bartender. "Mao minum... LEEEEEEEEEEE????" teriak Vicky. "Ngapain kamu disini?" tanya Vicky heran. "Ada juga aku yang nanya kamu Vick, ngapain kamu disini?" Lee berbalik nanya.

"Tadi aku liat kamu ngobrol ama cowo geto, aku ngikutin kamu tapi kamunya malah ngilang dan ga lama aku liat kamu masuk ke tempat ini" Lee menjelaskan.

"Aku kerja disini Lee" jawab Vicky. "Tapi buat apaan?" tanya Lee heran. "Kamu lihat kan cowo yang tadi berantem ma aku?" tanya Vicky sambil melihat ke arah bulan. "Iyah, kenapa dia?" tanya Lee penasaran.

"Itu orang uda ngebuat hidup aku dan keluarga aku ancur berantakkan. Papi minjem uang buat perusahaan nya dia, ternyata di tipu mentah-mentah sama mereka, akibatnya papi hutang banyak banget ama mereka" jelas Vicky panjang lebar.

"Mami aja kadang-kadang doang dirumah, jarang banget deh aku liat dia dirumah" jelas Vicky sambil melihat ke arah jam tangan. "WAHHH, aku uda musti pergi! Telat kerja!" teriak Vicky sambil melepas celemeknya.

"Kerja dimana lagi?" tanya Lee kebingungan. "Ada dehhh" senyum Vicky sambil berjalan pergi.

Ma®™
September 14, 2004, 13:26
Krek

Vicky membuka pintu rumah dengan sangat hati dan sialnya...

"Kamu sudah 3 hari pulang telat terus Vicky. Kemana aja sih kamu?" tanya Ibu Vicky di ruang tamu.

"Eh.. Abis dari tempat teman mi" jawab Vicky yang tidak lama melihat adiknya lewat.

Vicky langsung ke kamar tanpa melanjutkan kata-katanya. "Hhhhh... Ga betah dirumah" ucap Vicky dalam hati. Tidak lamapun Vicky tertidur lelap.

"HUAAAAAAAAAAAAAAAAA.. mati gua mati! Telat telat!" teriak Vicky dari dalam kamar. Brak bruk brak bruk. Terdengar suara ribut dari kamar Vicky.

"Aku pergi dulu" pamit Vicky kepada Ibu dan adiknya. "Vicky, ini bawa bekal kamu biar ga kelaperan di jalan" ucap Ibu Vicky tegas, tidak lembut. "Hah?" Vicky terkejut.

"La la la la" Vicky bernyanyi sambil bersiul-siul. "Kenapa sih di bikinin bekal aja segitu senengnya?" tanya adik Vicky bingung. "Berisik lo ah!" jawab Vicky setengah bercanda. "Udah gih sana lo pegi, tar telat lagi cilik" ucap Vicky.

Sesampainya di kelas, Vicky terlihat beda sekali hari ini.

"Halooooo smoaaaaaaaaaaa!" teriak Vicky.

"Eh eh ada apa nih? Pagi-pagi kok uda seneng" tanya Fara bingung.

"Ga papa kok hehehehe" senyum Vicky.

Pas jam istirahat pun, Vicky terlihat senang sambil membuka bekal yang sudah dibawanya sejak tadi. Di amati lagi bekalnya, Vickypun tersenyum.

Fara dan yang lainnya kebingungan melihat Vicky.

"Ayooo makannn! Uda laper nih gua!" kata Vicky, yang tetap masih senyum-senyum.

Tidak lama bekal Vicky pun jatuh berantakkan. "Wah Vick, sorry makanan lo jadi kaya geto. Gua beliin yang laen aja di kantin yah?" ucap Didi, teman sekelas Vicky yang sedari tadi bermain bola dikelas.

Vicky tidak banyak bicara kemudian pergi ke halaman belakang sekolah sambil menangis.

Lee yang melihat kejadian itu di kelas bertanya pada Fara.

"Far, Vicky kenapa sih?" tanya Lee khawatir.

"Ga tau juga Lee, dari tadi pagi tuh anak seneng banget, pas tadi bekalnya kena bola geto dia langsung nangis" Fara menjelaskan.

"Vicky?" tanya Lee hati-hati. Vicky yang begitu tau Lee datang menghampirinya, buru-buru menghapus air matanya.

"Yah kenapa Lee?" tanya Vicky seolah tidak terjadi apa-apa.

"Kalo mo nangis, nangis aja Vick, anggep aja aku ga ada disini" ucap Lee sambil membelai lembut rambut Vicky.

"Hiks huhuhuhu! Itu.. be... bekal... jarang banget mami aku bisa kaya gitu Lee. Ma.. makanya a.. aku seneng banget hari ini" tangis Vicky pecah seketika.

Sesampainya dirumah, lagi-lagi Vicky kena tegur oleh Ibunya.

"Vicky, kamu kerja yah?" tanya Ibu Vicky.

"Eh ah.. Engga kok mi" jawab Vicky terbata-bata.

"Jangan bohong! Hari ini uda berapa orang dari tempat kerja kamu beda-beda nyariin kamu. Mami uda bilang kamu ga bakalan kerja lagi" ucap Ibu Vicky tegas.

"Tapi mi.." ucap Vicky. "Tidak ada tapi.. Mulai skr, mami yang kerja, tugas kamu hanya sekolah, itu saja" begitu Ibu Vicky selesai dengan ucapannya, Vicky berjalan ke kamar.

Ma®™
September 14, 2004, 13:28
Besoknya di sekolah.

"Lee lee!" panggil Vicky di gerbang masuk sekolah.

"Hey! Pagi Vick. Kok seneng banget, uda baean ma nyokap?" tanya Lee.

"Aku di suruh ga usah kerja lagi, kemaren malem pas pulang kerja, mami dapet tlp dari tempat kerjaku yang laen, wah dimarahin abis-abisan aku" jelas Vicky.

*

"Hey Lee, lagi apa?" tanya Rosa di kelas.

"Wahhh ada CD Dave Koz, aku suka banget ama dia Lee, boleh aku pinjem gak?" tanya Rosa sambil terkagum-kagum melihat cover CD Dave Koz itu.

"Boleh aja kok Ros, masih banyak banget CD-nya dia dirumah kalo mau dateng aja besok-besok atau kapan kamu sempet" jawab Lee.

"Vick! Lo liat gak si Rosa? Kenapa sih deket banget ama si Lee? Jangan-jangan dia suka ama Lee yah?" bisik Fara di samping Vicky.

"Iyah sih gua liat dan ngerasa banget si Rosa aneh akhir-akhir ini, tapi engga mungkin lah dia suka ama Lee, dia kan demen ama si Victor!" ujar Vicky bingung.

"Bukannya Rosa udah bilang dia ga suka lagi ama Victor kemaren itu? Itu becanda pa serius sih?" tanya Fara lagi.

Vicky hanya mengangkat kedua bahunya.

Tidak lama Rosa menghampiri meja Vicky dan Fara.

"Gila yah Lee, ternyata suka juga ma Dave Koz. Gua baru minjem satu CD loh dari dia, ga nyangka hobby dia ma gua sama, penyanyi yang kita suka juga bisa kebetulan sama lagi" Rosa berceloteh panjang lebar selama jam istirahat.

*

Besoknya, pagi-pagi sekali Rosa menghampiri Lee di gerbang sekolah dan mereka jalan bareng ke arah kelas sambil bercerita tentang rencana mereka sepulang sekolah nanti.

"Eh Vick, tar gua mao kerumah Lee loh, dia bilang dia ada banyak banget CD Dave Koz ama buku tentang biography nya" ujar Rosa ketika masuk ke dalam kelas.

Brak. Terdengar gebrakan meja belajar.

"Ros, gua ga tau apa mau lo yah! Lo uda tau tentang perasaan gua tapi dari kemaren lo berkoarrrrrrrr terus tentang Lee! Kalo emang lo suka ama dia, ga perlu lo ceritain ke gua!" bentak Vicky. Kemudian Vicky berlari ke taman belakang sekolah.

Lee menghampiri Rosa dan bertanya apa yang tengah terjadi di antara mereka. Rosa hanya bisa menangis di pundak Lee.

"Kemana Vicky Far?" tanya Victor kebingungan.

"Paling di belakang sekolah Tor" ujar Fara menjawab tenang.

Srek. Begitu terdengar bunyi seseorang disana, Vicky langsung menghapus air matanya.

"Vick?" tanya Victor lembut.

"Kenapa sih si Rosa itu yah? Aneh banget deh! Masa dia deket-deket ama Lee, dia malah kasih tau gua!" Vicky mengeluarkan semua uneg-unegnya di depan Victor. "Ga tahan lagi" Kata Vicky dalam hati.

"Lo suka kan ama Lee? Kenapa engga lo bilank aja ke Lee?" tanya Victor sambil tiduran diatas rumput.

"Karna yang dia suka bukan gua Tor. Inget gak waktu lo orang lagi ngomongin soal cewe tercakep?" tanya Vicky.

"Iyah. Eitsssssss! Jangan bilang gua lo lewat di depan kelas terus nguping!" ujar Victor yang langsung bangun dari tidurnya.

"Gua lewat di depan kelas, dan pas gua denger Lee bilang cewe yang paling cakep itu Rosa" ucap Vicky sedih.

"Gua tau biar Lee ga suka ama gua, tapi gua jadi temennya aja udah cukup banget buat gua Tor. Dan.. makanya gua uda mutusin buat ngelupain dia" jelas Vicky lagi.

"Kita bolos aja yah?" tanya Victor sambil melihat ke arah jam.

Vicky hanya menganggukan kepalanya.

Ma®™
September 14, 2004, 13:31
"Kenapa lo musti ngelupain Lee? Gara-gara dia bilang dia suka ama Rosa? Dia cumen bilang kagum bukan berarti suka" jelas Victor.

"Kenapa gua malah ngomong kaya gini? Bukannya gua mustinya engga ngebelain Lee? Mikir paan sih gua?" tanya Victor dalam hati.

"Itu keputusan gua Tor" jawab Vicky seadanya.

"Kalo emang lo suka dia, yah lo nyatain perasaan lo lah. Lagian dia sempet muji lo kok, dia bilang kalo cewe yang enak diajak ngobrol dan hang out cuman elo, makanya gua deketin lo kaya yang gua bilang biar lo suka ma gua, tapi nyatanya lo emang bener.. Beda ama cewe lain" jelas Victor sambil melirik ke arah Vicky.

"Um.. yah udah tar istirahat gua coba ngomong ama Lee. Yok balik, bilang aja abis dari klinik" ujar Vicky sambil berdiri.

*

"Hiks" Rosa masih berdiri di depan wastafel sambil memeluk Lee.

"Udah Ros, jangan nangis lagi" ujar Lee sambil menenangkan Rosa.

"Lee.. Aku suka kamu" ucap Rosa.

Vicky yang kebetulan lewat dan melihat kejadian itu berlari keluar.

"Hey Vick! Kenapa lagi lo?" tanya Victor sambil menarik tangan Vicky.

"GUA BENER-BENER MUTUSIN BUAT NGELUPAIN LEE TOR!" tangis Vicky meledak.

"Vick...." ucap Victor lirih.

"Pilih gua Vic.. Please..." ucap Victor memeluk Vicky.

Ma®™
September 14, 2004, 13:33
Vicky tertegun.

"Kayanya mendingan gua ijin pulang aja deh Tor" ucap Vicky kemudian berjalan pergi.

Victor menarik tangan Vicky.

"Mungkin lo pikir gua gombal Vick.. Tapi engga! Gua serius suka sama elo dan gua ga mao liat lo terluka" ucap Victor.

"Iyah gua tau.. Thanks, tapi.. Gua bener ga bisa ngasih jawaban apa-apa sekarang ini Tor. Gua harap lo ngerti yah?" tanya Vicky.

"Gua ngerti kok. Apa perlu gua ijin juga buat nganterin lo pulang Vick?" tanya Victor serius.

"Engga usah. Gua paling ga suka ngerepotin orang lain buat gua sendiri" ucap Vicky sambil berjalan ke arah kelas.

Di kelas Rosa menghampiri Vicky.

"Vick.. Gua perlu ngomong sama lo" ujar Rosa.

"Ga ada yang perlu diomongin lagi" ucap Vicky tegas.

"Far, gua ijin pulang dulu yah?" pamit Vicky kepada Fara.

Fara hanya bisa menganggukan kepalanya. Gua ga tau deh apa yg bakalan terjadi ama lo orang bedua, Vick, Ros" ujar Fara dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.

"Vicky kemana Far?" tanya Lee saat istirahat.

"Udah ijin pulang dari pelajaran kedua tadi. Kan jem pertama kosong" jawab Fara sambil membaca majalah.

*

Sesampainya dirumah, Vicky menelpon ke tempat kerja. Vicky sedang tidak ada mood untuk bekerja hari ini. Biarpun hari ini hari terakhir Vicky kerja.

"Iyah, gua janji bakalan ke tempat kerja weekend nanti yah? Sorry banget loh" ucap Vicky berbicara dengan wakil bosnya di telepon.

Semusim t'lah kulalui.... Handphone 7610 Vicky berbunyi. Terlihat nama Lee disana.

"Halo?" jawab Vicky malas-malasan.

"Lo sakit Vick?" tanya Lee.

"Engga kok, lagi males aja di sekolah" jawab Vicky sok sibuk.

"Gua lagi in the middle of something nih Lee, udahan dulu yah?" ucap Vicky tanpa menunggu jawaban dari Lee lagi.

"Sucks!" ucap Vicky dalam hati.

Tidak lamapun Vicky tertidur.

Ma®™
September 14, 2004, 13:34
Sementara itu Rosa berbicara dengan Lee tentang pernyataan hatinya yang ternyata sangat di luar perkiraan Lee dan Rosa sendiri.

"Lee, maafin gua yah kalo tadi tiba-tiba aja.." Rosa terdiam.

"Ga usah dipikirin Ros.. Sebelom lo nanya jawaban gua, mendingan gua bilang dulu ke lo yah?" ujar Lee.

"Bilang apa?" tanya Rosa.

"Saat ini gua sama sekali ga kepikiran buat pacaran. Sama sekali engga" jelas Lee.

"Ada cewe yang lo suka?" tanya Rosa blak-blakan.

Lee hanya menggeleng lemah.

*

Besoknya saat siap-siap pergi ke sekolah, Vicky melihat Victor sudah menunggu di depan gerbang rumah Vicky.

"Hai" sapa Victor.

"Ngapain lo disini?" tanya Vicky bingung.

"Mau pergi bareng sama lo ke sekolah. Ga boleh yah?" tanya Victor lembut.

"Bukannya ga boleh, lo ga telpon atau ngomong kemaren, tiba-tiba aja lo uda di depan rumah gua sekarang. Kenapa lo jadi lembut gini sekarang?" tanya Vicky sambil mengunci pintu gerbang.

"Yah emang dasarnya gua lembut, lo ga tau aja hehehe" ujar Victor sambil cengegesan.

*

Di sekolah Vicky melihat Lee jalan berdua dengan Rosa.

"Pagi-pagi uda liat pemandangan bete!" kutuk Vicky dalam hati.

Victor yang menyadari hal itu tiba-tiba saja merangkul Vicky. Tetapi Vicky hanya bisa terdiam. Tidak marah.

"Yuk jalannya buruan tar telat" ucap Victor yang terdengar di telinga Vicky seakan alasan.

"Thanks Tor" ucap Vicky pelan.

"Vick.. Gua mau lo pertimbangin lagi yang soal kemaren. Gua tau lo suka sama Lee, tapi lambat laun gua bakal bikin lo suka sama gua!" ucap Victor tegas menatap Vicky.

Ma®™
September 14, 2004, 13:34
Dirumah Vicky berpikir dan berpikir.

"Victor ada juga sisi baiknya. Sejak hari itu gua lom pernah lagi ngobrol ama Lee kaya biasa, ga tau kayanya sakit aja hati gua. Apa musti gua terima Victor jadi cowo gua?" pikir Vicky dalam hati.

Kringggg.

Suara telepon membuyarkan lamunan Vicky.

"Vicky?" tanya pemilik suara dari seberang sana.

"Iyah kenapa Tor?" tanya Vicky.

"Lagi ngapain?" tanya Victor.

"Lagi mikirin something aja hehehe" jawab Vicky.

"Mikirin apa yang gua bilang tadi pagi disekolah?" pancing Victor.

"Iyah sih, tapi ga itu doang kok" jawab Vicky.

"Jadi gimana? Gua diterima ga nih?" ejek Victor.

Hening.

"Iyah..." jawab Vicky pelan.

"HAHHHHHHHH???" teriak Victor.

*

"Serius lo si Vicky jadian ama Victor?" bisik anak-anak kelas sebelah.

"Bukannya Vicky deket banget ama Lee? Malah hampir digosipin juga Vicky sama Lee saling suka? Kenapa jadi begini?" ujar yang satunya lagi.

"Sejak kapan sih lo orang suka ikut campur urusan orang lain?" gertak Fara geram.

"Udah Far. Diemin aja, tar juga ilang sendiri kok" ucap Vicky.

"Lo suka ama Victor Vick?" tanya Fara bingung.

"Suka yah suka, cumen kalo sayang sih belom sampe sana" jelas Vicky.

"Bukannya lo sayang ama Lee?" tanya Fara lagi.

"Duh Far! Buat apa mikirin orang lain sementara orang lain itu pacaran sama temen lo sendiri?" tanya Vicky sedih.

"Lagian Victor udah tau gimana perasaan gua ke Lee dan dia tetep bilang mau jadi cowo gua dan bakal bikin gua suka ma dia gimanapun caranya" jelas Vicky.

Ma®™
September 14, 2004, 13:35
Lambat laun Vicky menyadari bahwa akhirnya Vicky bisa pelan-pelan mengubur kenangan tentang Lee.

Victor setia menemani Vicky. Pergi sekolah dijemput, pulang sekolah di antar, malam minggu pergi ngafe atau nonton. Semuanya itu terasa indah untuk Vicky. Tidak jarang pula Vicky merasa kangen sama Victor.

"Vick, tar malem nonton yuk?" tanya Victor sambil menunggu Vicky mengisi buku kelas.

"Nonton apa yah? Um..." Vicky berpikir. "Ga ada felem bagus kayanya yah say.. Ngafe aja deh yah?" Vicky bergelayutan mesra sambil menggandeng Victor.

Ketika jalan ke arah kantin, tanpa di sengaja Vicky berpapasan dengan Lee dan Rosa.

"Hi guys!" sapa Rosa tersenyum ke arah Vicky dan Victor.

Vicky hanya tersenyum tipis.

"Hey Ros, Lee" Victor menyapa mereka. "Duluan yah, cewe gua uda kelaperan hehehe" ucap Victor mengedipkan matanya ke arah Lee dan Rosa.

"Kamu kenapa sih Vick? Kayanya udah setengah taun kita pacaran tapi kalo kamu ngeliat si Lee ama Rosa tuh uda kaya kuman yang super mematikan, senyum aja terpaksa.. Ihhhhh!" Victor mencubit pipi Vicky gemas namun.. mesra.

Tiba-tiba Vicky mencium pipi Victor.

"Apaan tuh?" tanya Victor kaget.

"Aku kangen banget sama kamu say..." ucap Vicky sambil memeluk Victor erat.

*

Malamnya Victor menjemput Vicky di rumah.

Setibanya di cafe Vicky berniat memberitahukan Victor tentang rencana dia kuliah di luar negeri.

"Kok tiba-tiba?" tanya Victor sambil mengaduk-aduk strong flat whitenya.

"Yah tadi sore abis pulang sekolah, aku terima surat gitu. Waktu itu kan mami tanya nanti aku mau kuliah dimana. Ga lama aku disuruh ikutan IELTZ test gitu say" jelas Vicky sambil melihat ke arah mobil lalu lalang.

"Jadi uda positif begitu kita lulus-lulusan nanti kamu langsung berangkat?" tanya Victor lagi.

"Musti ngurusin visanya dulu donk, baru pergi" jawab Vicky.

"Kita gimana?" tanya Victor sambil memegang tangan kekasihnya itu.

"Aku mau kita tetep jalan Victor. Kamu kan dulu pernah bilang, kamu bakalan bantuin aku ngelupain Lee dan bakalan bikin aku suka sama kamu" ujar Vicky sambil menaruh kepalanya di bahu Victor.

"Kamu sayang sama aku Vick?" tanya Victor.

"Sayang banget..." jawab Vicky sambil mencium Victor.

*

Ma®™
September 14, 2004, 13:35
Nah udah sama deh ama forum sebelah :p

Lanjutannya nanti yah hahaha lagi sambil nyari ilham :rock

Leen
September 14, 2004, 13:39
weXX udah sebanyak ini??? waduhhh..... tapi harus lanjut yahh!!!! ^o^

Ma®™
September 14, 2004, 13:45
Akhirnya waktu kelulusan tiba. Hari itu bakalan menjadi hari yang ga bakal dilupain sama anak-anak sekolah.

"Vick, lo disana berapa lama?" tanya Fara sesudah beres ngasih tanda tangan.

"Hahaha gila lo Far! Baju sampe udah ga ada tempat buat gua!" ujar Vicky sambil melihat-lihat baju sekolah Fara.

"Yah abis gimana yah Vick... Fans gua banyak sih HAHAHAHA!" tawa Fara meledak.

"Gua bakalan kangen banget nih ama lo Vick!" ucap Fara sedih sambil merangkul bahu Vicky.

"Gua disana ga bakalan lama-lama kok. Gua bakalan balik indo tiap setengah taun" jelas Vicky.

"Jahhhh, ada laki aja balik lo yah tiap setengah taon! Coba ga ada doi, bertaon-taon juga ga bakalan balik" semprot Fara.

Vicky hanya bisa cengegesan.

"Jadi kapan lo berangkat Vick?" tanya Rike yang rambutnya penuh warna seperti pelangi nyasar.

"3 hari lagi kok. Besok malem ga lupa kan lo berdua?" ujar Vicky mengingatkan.

"GA LAHHHHHHHHHHHH!" teriak Fara dan Rike kompak.

*

Malamnya Vicky pamitan kepada ibunda. Victor sudah menunggu diluar dari tadi.

"Sorry yah say.. Kelamaan hehehe" Vicky tertawa innocent.

"Udah biasaaaaaaaaaaaaaa" jawab Victor panjang.

"IHHHHH!" Vicky mencubit pinggang Victor. Dan tak lama mereka pun meninggalkan rumah.

"Besok jadi acara kumpul-kumpul barengnya?" tanya Victor seusai memesan menu.

"Jadi, tadi uda di confirm kok ama Fara dan Rike" jawab Vicky.

Victor menyodorkan sesuatu diatas meja.

"Apaan ini say?" tanya Vicky penasaran sambil mengambil kotak kecil dari atas meja.

"Duh bagus banget! Buat aku?" tanya Vicky bingung.

"Emang aku makan sama sapa sekarang ini sayang?" tanya Victor sambil tersenyum.

"Sini aku pakein..." ujar Victor mengambil kalung itu dari kotaknya.

"Kalo tahun depan kamu pulang, aku pakein cin-cin tanda tunangan kita yah?" tanya Victor sambil mencium kening Vicky.

"Gila yah?" ujar Vicky sambil memeluk Victor.

"Makasih yah sayang" ucap Vicky mencium pipi Victor.

*

Ma®™
September 14, 2004, 13:47
Hahaha iyah uda banyak :)

Pasti di kelarin kok tenang aja.. Boring ga sih ceritanya? Hahaha bis di forum sebelah ga ada yg comment geto jadi sedih deh [sigh]

Leen
September 14, 2004, 13:51
waduuu aku gak baca hari ini de... maap.... sudah malem niii ,... udah mo jam 9, harus buru2 istirahat , kalo engga bsk pagi g klenger.... ^o^ .... nanti pasti kubaca mar..... ^o^

tha-tha......

Ma®™
September 14, 2004, 13:54
Hari ini libur, kerjaan Vicky hanya telponan sepanjang hari. Entah telponan sama Victor, atau Fara & Rike. Rike kebetulan sedang ada dirumah Fara, memudahkan mereka berdua berangkat bareng kerumah Vicky nantinya.

Malamnya, mereka bertiga gosip sampai subuh.

"Wah besok yang mo berangkat! Deg-degan gak?" tanya Rike sedikit kampungan.

"Apaan sihhh looooo Rikkkk!" teriak Vicky dan Fara bersamaan.

"Um... Vick.." panggil Fara sedikit terdengar ragu-ragu di telinga Vicky.

"Kenapa sih Far? Ada yang ga beres yahhhhhhhhhhhhhhh? NGOMONG BURUANNNN!" Vicky melempar bantalnya dari atas tempat tidur.

"Lo ama Lee ama Rosa juga, udah ga ngomongan lagi apa?" tanya Fara takut-takut.

Vicky diam sebentar.

"Engga" jawab Vicky akhirnya. Singkat.

"Sorry yah. Gua bukannya mau bikin masalah apa gimana. Lo ama Lee uda ga ada perasaan apa-apa lagi geto?" tanya Fara lagi.

Rike yang tadinya lagi sibuk melihat-lihat koleksi CD Vicky langsung ikutan menepi di samping tempat tidur.

"Okeh.. Gua ama Victor uda jadian ampir satu tahun Far. Gua sayang ma dia, dan gua makasih banget sama dia karna dia uda bantuin gua lupain Lee. Gua uda ga ada perasaan apa-apa lagi ama Lee. Sama sekali engga" jelas Vicky sambil duduk di atas ranjang.

"Lo pernah kepikiran gak Vick kalo Victor bakalan sayang or ampe ngeduain lo nantinya pas lo di Amrik sana?" tanya Rike mendadak.

"Um... jujur aja sih. Ga pernah kepikiran. Bakal geto gak yah?" tanya Vicky khawatir.

"Selama satu tahun ini gua liat sih Victor ga pernah macem-macem yah Vick.. Even di sekolah juga. Kalo diluar sih, lo yang paling sering keluar bareng sama dia kan Vick? Jadi mustinya lo yang lebih tau dia. Masalah ini lo uda pernah bahas ma dia? Tentang hubungan lo orang bedua maksud gua" tanya Fara mendetail.

"Udah, dan kita berdua sepakat tetep jalanin hubungan kita even jauh" jawab Vicky seadanya.

*

Malam itu ucapan Fara terus tergiang-giang di pikiran Vicky.

"Apa bener Victor bakalan setia sama gua? Apa lagi Victor dulu playboy banget sebelom jadian ma gua" pikir Vicky diatas tempat tidur.

Sementara Fara dan Rike sudah pulas dari tadi.

Ma®™
September 14, 2004, 13:56
Hahaha iyah tenang aja Leen [kedip]

Met bobo yah! [thanks] udah mampir.

Kaoru
September 14, 2004, 14:07
wah Mar... gw bacanya kepotong potong nih... habis bingung terakhir baca yang mana... ;D


gw baca dari depan dulu ah :hehe

Ma®™
September 14, 2004, 14:25
Cerita BARU mulai dari halaman 4, uda gua kasi judul kok gede banget ;D

Cerita yg lama ga gua lanjutin soalnya uda ilank ilham hahaha gomen.

Ma®™
September 14, 2004, 14:26
Niwei Kaworu add gua d frenster kan? Uda d approved, skalian kasih testi yah ;D

Kaoru
September 14, 2004, 14:41
iya kok mar....
jangan kaget gitu lah... :D
ok deh ntar gw kasih testi :D

Ma®™
September 14, 2004, 15:06
ga ikutan bikin KC lo? Gua lagi bikin nih soalnya isenk ga ada kerjaan ;D

Kaoru
September 14, 2004, 15:10
ah... KCnya lagi gw bikin... cuma blom selesai... ;D
baru 1 lembar kalo ditulis tangan ;D

cancerio
September 14, 2004, 19:12
gw save yak cerpennya dah ketinggalan banyak neh :)

Ma®™
September 15, 2004, 03:36
wokeH dokeH cancerio :) Thanks da mampier.

Ma®™
September 15, 2004, 11:58
Siangnya di Airport, Fara, Rike, Victor dan mami Vicky mengantar Vicky.

"Semuanya udah beres yah Vicky?" tanya mami Vicky.

"Udah kok mam, tinggal masuk aja nanti. Masih sejam an lagi kok" jawab Vicky.

"Yah udah mami ke kantor dulu deh. Tar anak-anak bisa pulang sendiri apa mau tante suruh supir balik lagi kemari abis nganter tante?" tanya mami Vicky lagi.

"Engga usah tante, ngerepotin aja" jawab Victor tidak enak.

"Yah sudah kalo begitu. Inget Vicky, telpon mami gitu kamu sampai yah?" ujar mami Vicky sambil mencium pipi anak sulungnya itu.

*

Di Mc Donald, mereka berempat berbincang-bincang. Tapi tidak lama Fara dan Rike pamitan karena ada janji.

Tinggal Victor dan Vicky berdua.

Vicky terus berpikir apakah harus dia bertanya kepada Victor tentang kegundahannya itu.

"Say..." panggil Vicky lembut.

"Ehmm.." jawab Victor sambil memegang punggung tangan Vicky.

"Apa bener kamu bakalan setia sama hubungan kita sementara aku jauh disana?" tanya Vicky akhirnya.

"Selama setaun ini apa pernah aku ngelirik cewe laen atau pergi sama cewe laen diem-diem?" Victor balik bertanya. Vicky hanya bisa diam.

Vicky menggeleng.

"Yah udah, ga usa di pikirin yah? Kamu udah mo berangkat malah berpikir aneh-aneh gitu sih?" tanya Victor sedikit cemas.

"Engga kok" jawab Vicky singkat.

Tidak lama kemudian Vicky sudah harus masuk. Mereka berdua saling melepas rindu. Sampai akhirnya Vicky harus meninggalkan Victor yang masih setia menunggu di depan pintu sampai Vicky masuk.

*

Ma®™
September 15, 2004, 11:59
Setengah tahun kemudian

Drrrrtttt drrrttt

"Duh sapa sih pagi-pagi gini uda bangunin orang!" umpat Vicky dalam hati.

"Vick, sorry bangunin lo pagi-pagi gini. Bisa tlp gua?" begitulah bunyi sms dari Fara. Singkat.

Tidak lama Vicky mendial nomor rumah Fara.

"Emmm... Kenapa Far?" tanya Vicky setengah ngantuk.

"Lo ama Victor bae-bae aja Vick?" tanya Fara mendadak.

"Iyah kok. Lo suruh gua tlp cmen mao nanya itu aja?" Vicky langsung bangkit dari atas tempat tidur menuju kamar mandi.

"Ga sih, skalian bangunin lo kan lo mo kuliah hahaha" jawab Fara tertawa keras.

"Knapa sih? Gua gosok gigi dulu deh, lo ngomong aja hehehe" Vicky pun mulai menjalankan aksinya.

"Lo kelarin dulu deh tar gua baru ngomong, salah-salah lo keselek odol, gua juga yg repot" jawab Fara jayus.

"Udah nih. Masih sejam lagi jadwal kuliah gua lo uda bangunin gua" ujar Vicky jutek.

"Gini Vick.. Tadi sore kan gua jalan ama Rike berdua abis pulang ngampus. Gua ga sengaja ngeliat Victor. Gua kira gua salah liat tp nyatanya engga. Karna dia jalan ama.. Rosa, Vick..." ucap Fara yang makin lama suaranya makin terasa kecil di telinga Vicky.

Hening.

"Vick?" panggil Fara dari seberang sana.

"Gua ga tau yah apa maunya si Rosa itu. Dari dulu selalu ngambil punya gua! Pengen gua damprat deh rasanya. Si Victor itu mesra apa jalan ama si pecun atu?" tanya Vicky marah.

"Mereka naek escalator geto, terus gua ama Rike ngikutin mereka ke cafe. Ehm.. they were kissing Vick.. Mendingan lo tlp Victor tapi jangan tanya apa-apa. Tanya aja tadi sore kemana? Basa basi geto, yah?" bujuk Fara.

"Okeh tar gua sms lo or gua tlp hp lo yah kasih tau gimana" ucap Fara mantap.

Tidak lama Vicky mendial nomor handphone Victor.

"SIALAN! MANUSIA SIALAN ITU DUA!" umpat Vicky dalam hati.

cancerio
September 15, 2004, 19:51
bunuh Rosa!!! hueheuheu

natasia
September 15, 2004, 22:39
alow mar
nata baru baca nih cerita..
:hehe

eh mar , kenapa sih loe ciptain tokoh rosa?? bikin gw bt tau..and bikin gw sebel..:hehe

kapan loe mau lanjutin nih cerita mar??
as soon as possible yah..
:hehe

Ma®™
September 16, 2004, 01:45
Hahaha knapa gua ciptain Rosa? Di tiap cerpen musti ada peran jahatnya donk, bosen atuh kalo yg bae melolo :D

Gua lanjutin tar sore abis pulang interview otre?

Jgn d bunuh atuh Rosanya :haha

natasia
September 16, 2004, 02:40
aduh mar..dengan adanya tokoh rosa , berarti chance Vicky utk dpt victor ato lee balik khan kecil
padahal gw maunya yg mulus2 aza tuh
*maksa.com
:kakaka:

Ma®™
September 16, 2004, 06:21
Vicky mendial nomor handphone Victor. Tidak lama kemudian terdengar suara dari seberang sana.

"Halo?" jawab si pemilik suara.

"Kamu dimana?" tanya Vicky singkat.

"Oh lagi di Dunkin say. Lagi makan aja" jawab Victor sambil mengunyah.

"Sama siapa?" tanya Vicky lagi.

"Um.. Tadi ketemu Lee sama Rosa, yah barengan sama mereka. Mau ngomong? Kamu kenapa sih kayanya jutek banget" tanya Victor.

"Ga papa kok, just wanna check on you. Yah dah deh" Vicky langsung menutup telpon.

"Victor lagi makan di Dunkin kata dia ketemu sama Lee sama Rosa tadi Far" begitulah bunyi sms singkat yang ditulis Vicky.

*

2 Minggu kemudian Vicky memutuskan untuk pulang. Tanpa memberi tahu Fara, Rike ataupun Victor. Hanya maminya yang tau.

"Halo sayang" sapa mami begitu sampai dirumah.

"Hi Bu. Kok ga ngantor?" tanya Vicky sambil merebahkan diri di sofa.

Akhirnya mereka berbincang-bincang sebentar sampai akhirnya Vicky memutuskan untuk menelpon Victor menggunakan handphonenya dengan NO CALLER ID.

"Halo?" jawab Victor.

"Hai say, kamu dimana nih?" tanya Vicky.

"Lagi di kampus say. Mau ke Citos bentar lagi mo ngafe. Kayanya sih mo ngafe di Bean ama anak-anak" jawab Victor lagi.

"Ohh.. Yah dah deh aku mo pergi dulu tar baru aku telpon lagi yah?" Vicky mengakhiri pembicaraan.

"Ma, Vicky pinjem mobilnya yah? Mau ke mall bentar" ujar Vicky yang langsung mengambil kunci mobil.

Tidak lama Vickypun pamit kepada ibunda.

*

Sesampainya di Citos, Vicky memilih menunggu di daerah yang strategis.

15 menit berlalu, tidak ada tanda-tanda kehadiran Victor.

Setengah jam kemudian, Vicky melihat Victor sedang berjalan berdua dengan Rosa.

Vickypun mendial nomor handphone Victor, lagi-lagi dengan NO CALLER ID.

Dari seberang sana Vicky dapat melihat Victor mengangkat telponnya, sekali-kali melirik ke arah Rosa.

Tidak lama Vicky berjalan menuju ke arah tempat Victor dan Rosa yang sedang asik tertawa sedari tadi.

"Victor.." panggil Vicky pelan.

Plak.

Vicky menampar Victor. Diambilnya cappucino yang sepertinya baru dipesan. Dilemparkan isi cappucino itu ke hadapan Victor dan Rosa.

Sebelom Vicky pergi meninggalkan cafe itu.

Plak.

Vicky menampar Rosa.

"Dasar perek!" teriak Vicky kencang. Dan akhirnya Vicky berjalan ke tempat parkir.

*

natasia
September 16, 2004, 07:23
lanjut mar
banyakan dikit kenapee??
penasaran tau
sukurin tuh si rosa
:kakaka:

Kaoru
September 16, 2004, 07:42
waduh... kasian ditampar.... ;D

natasia
September 16, 2004, 07:56
biarin aza
biar sadar
kalo ga ditampar nanti ga sadar2
:hehe

Ma®™
September 16, 2004, 09:33
Hahaha ga pp sedikit bikin penasaran :haha Yang penting uda d lanjutken :P

Ma®™
September 16, 2004, 13:02
Di dalam mobil Vicky tidak langsung pergi. Dia diam.

"Gua gampar orang barusan! GILA! Berani banget gue!!" ujar Vicky dalam hati.

Tidak lama Vicky pun menjalankan mobilnya tanpa ada tujuan. Satu jam pun berlalu, tidak lama handphone Vicky berbunyi.

"Iyah ma, knapa?" jawab Vicky lesu.

"Kamu dimana sih? Victor telpon nyariin kamu terus dari tadi, ini udah malam loh Vick. Victor nanya ama mami kok kamu pulang dia ga tau gitu" ujar mami Vicky panjang lebar.

"Aku bakal pulang telat kali mi, ga usa kuatir aku mungkin nginep tempat Fara taran" ucap Vicky mengakhiri pembicaraan.

"Ah iyah! Kesana aja deh" ujar Vicky.

*

"Nih gedung ga berubah hehehe" Vicky tertawa sedih.

Vicky pun duduk di belakang halaman sekolah, tempat dimana dulu dia selalu duduk disana ketika banyak masalah menghampirinya.

Tanpa Vicky sadari air mata Vicky pun menetes.

Srek.

Terdengar bunyi injakkan rumput.

"Vicky???" tanya suara itu terkejut.

*

Ma®™
September 16, 2004, 15:14
"Lee???" balas Vicky terkejut bukan main.

Vicky ngucek-ngucek matanya.

"Leee????" teriak Vicky sekali lagi.

Vicky berlari ke pelukan Lee dan menangis.

"Udah tenangan?" tanya Lee yang tidak pernah merubah kebiasaan mengelus-elus kepala Vicky dari dulu.

"Iyah.. Makasih" jawab Vicky pelan.

"Kamu ngapain malem-malem kesini?" tanya Vicky.

"Kalo banyak pikiran aku kesini kok dari dulu, bisa bikin aku tenang aja. Tempat kenangan sih" jawab Lee pelan.

Keduanya terhanyut dalam lamunan masing-masing.

"Kamu sama Victor gimana?" tanya Lee lagi.

Vicky diam.

"None of my business, sorry" ujar Lee sambil menerawang indahnya langit malam.

"Kamu sendiri ama Rosa gimana?" tanya Vicky.

"Aku sama Rosa?" tanya Lee bingung.

Vicky mengangguk.

"Dari dulu juga temen aja kok, ga pernah lebih" jawab Lee sambil merebahkan dirinya diatas rerumputan.

"Aku sama Victor udah engga. Tadi siang..." Vicky diam tidak melanjutkan.

"Kalo ga mau cerita ga usah dipaksa Vick" ujar Lee.

"Dia.. sama Rosa.. Kenapa sih Rosa selalu aja ngusik hubungan aku sama orang-orang yang aku sayangin?" tanya Vicky sedikit berteriak.

"Orang-orang? Maksud kamu?" tanya Lee heran.

"Um.. Gini yah.. Cmen kamu jangan kaget, janji?" tanya Vicky melotot.

"Hehehe iyah, dari dulu galak" jawab Lee tertawa kecil.

"Dulu tuh aku sering cerita-cerita ke Fara dan Rosa... Soal kamu" Vicky diam memikirkan ucapan dia barusan.

"Then.. Yah.. Dari dulu aku suka sama kamu, ga jelas gimana Rosa tau-tau deketin kamu gitu, padahal dia suka sama Victor. Pas aku tau dia deketin kamu, dia cerita terus sama aku, yah entah gimana aku kesel lalu aku bentak dia. Yah terus ga lama aku jadian sama Victor sampe hari ini. Udah selesai" jelas Vicky dengan berdebar-debar.

Vicky melirik ke arah Lee.

"Kamu suka aku dulu?" tanya Lee manatap mata Vicky.

"Iyah. Tapi yah aku kira kamu suka sama Rosa jadi yah gitu deh" jawab Vicky malu.

"Kamu mau tau sesuatu?" pancing Lee.

"Apaan tuh?" tanya Vicky. "Bikin penasaran aja dehhh!" ujar Vicky dalam hati.

"Aku suka sama kamu.. Dari dulu.. Sampai sekarang, ga pernah berubah" ujar Lee.

Keduanya terdiam lagi.

Tidak lama Lee bangkit dari duduknya.

"Yuk balik, udah malem" Lee menarik tangan Vicky.

"Aku anter kamu" ujar Vicky memaksa.

*

Setibanya didepan rumah Lee, sebelum Vicky pamit..

"Vick.." panggil Lee pelan.

"Good night, drive safely yah?" Lee mencium kening Vicky.

"Lee? Boleh aku tanya something?" tanya Vicky.

"Kamu.. udah punya cewe sekarang?" tanya Vicky yang tidak berani menatap wajah Lee.

Lee hanya diam. Tidak lama Lee menyentuh dagu Vicky.

Mereka bertatapan.

"Aku jadian sama cewe aku yang sekarang udah ampir 1 tahun. Begitu liat kamu tadi, aku sadar kalo aku masih sayang sama kamu. Tapi.. aku ga bisa ngarepin apa-apa Vick. Aku hanya mau bilang, makasih selama ini kamu udah sayang sama aku, maafin aku kalo selama ini aku ga pernah tau perasaan kamu ke aku" sekali lagi Lee mencium kening Vicky.

*

Vicky tau hari sudah lama sekali. Tapi Vicky butuh teman bicara.

"Far?" panggil Vicky dari seberang sana.

"NENEKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK!! LO TUH GILA BLA BLA BLA BLA BLA" Fara mengoceh tidak henti. Vicky menjauhkan gagang telpon dari telinganya.

"Kalo udah ngocehnya bilang yah?" teriak Vicky.

"Kasih tau gua lo ngapain aja sampe gini ari baru telpon gua. Gua tau lo udah d indo pun dari Victor. Gua telponin HP lo ga aktif! TELL MEEEE!" teriak Fara lagi.

Akhirnya Vicky menceritakan tentang kejadian tadi, tentang Lee dan tentang semuanya.

"Ga hepi ending yah?" tanya Fara yang ikutan sedih.

"Hehehe engga papa, tapi gua seneng kok. Pada akhirnya ga gua doang yang suka dan sayang dia. Tapi dia juga kan Far?" tanya Vicky mencoba untuk tersenyum.

Malam itu Vicky tertidur pulas.

*

Kaoru
September 16, 2004, 15:28
hihi... si nata sampe segitunya yah... ;D
ayo Mar, lanjutin terus yak :)

oreo
September 16, 2004, 15:31
terus terusin dong

SEneng gua tadi pagi gua baca di KG ngak sebanyak ini hehehehe :D

Ma®™
September 16, 2004, 15:51
oreo baca yang di KG? Cerpen ini juga apa yg laen? Abis di KG ga ada yg comment jg geto jd males :hehe

Iyah di lanjutin kok, tp besok yah bis da ngantuk sih :)

natasia
September 16, 2004, 18:22
mar
kesian bener sih vickynya
at least dia dijadiin keq gitu sama either victor ato lee
suka2 loe deh yang penting berending bahagia
:hehe

Kaoru
September 16, 2004, 21:39
bagusan berending sedih ah ;D

natasia
September 16, 2004, 22:21
ga ah . gw maunya bahagia
:hehe

cancerio
September 17, 2004, 02:49
hepi ending donk!

Ma®™
September 17, 2004, 03:33
Jadi bingung gua ;D

Ma®™
September 17, 2004, 03:49
Hari-hari berikutnya Vicky menghabiskan waktu bersama Fara dan Rike.

Tiap hari Victor mencoba menhubungi Vicky di rumah atau di handphonenya, tapi tidak pernah diangkat.

Hingga satu hari sebelom Vicky berangkat, Vicky pergi kerumah Victor.

"Vicky?" ujar Victor kaget melihat Vicky ada di depan rumahnya.

Vicky hanya diam tak bergeming. Wajahnya tidak menunjukkan kesedihan, Vicky hanya ini meluruskan segala sesuatunya.

"Lo diem aja ga usa ngomong. Gua yang perlu ngomong sama lo" ujar Vicky tegas.

"Selama 2 minggu sejak kejadian itu, gua anggep kita ga ada hubungan apa-apa lagi. Mungkin long distance emang ga work out buat kita berdua, mungkin juga lo ga tahan berjauhan ama gua karena selama ini kita ga pernah jauh satu sama lain" lanjut Vicky.

"Ga sengaja gua ketemu Lee abis gua dari cafe waktu itu. Semuanya jelas kalo selama ini dia sayang sama gua dan masih sayang sampe sekarang. Gua senang biarpun dia udah punya cewe, gua yakin kalo gua emang jodoh sama dia, pasti bakalan end up bareng-bareng. Satu hal lagi, ga usah cari-cari gua lagi. Untuk temenan ma lo ma Rosa aja uda bikin gua jijik. Itu aja" Vicky langsung masuk ke dalam mobil dan berjalan pergi.

Tidak lama Victor pun mengirimkan sms ke handphone Vicky.

"Sorry......"

*

Vicky pun lulus 2 tahun kemudian. Vicky masih belum ada rencana apa-apa setelah lulus. Sampai akhirnya..

"Vick, anak-anak alumni angkatan kita mau ngadain reunian nih. Tapi gua bilang kalo mau musti nungguin lo juga, lo kan abis graduate. Gimana?" bunyi sms dari Fara mengagetkan Vicky dari lamunannya.

Vicky langsung menelpon Fara.

"Far? Emang pada rencana mo reunian kapan?" tanya Vicky di telpon.

"Masih 2 apa 3 mingguan lagi sih. Yang laen masih pada usaha kontek-kontek. Mo coba liat dulu sapa-sapa aja yang masih ada di Jakarta. Lo ndiri kapan balik?" tanya Fara.

"Seminggu lagi mustinya sih udah di Jakarta kok hehehe jadi gua positif dateng kalo emang jadi reuniannya" jawab Vicky.

"Oh yah udah kalo geto, gua confirm dulu ke anak-anak yah?" tanya Fara sekaligus menyudahi pembicaraan.

*

Ma®™
September 17, 2004, 03:49
Uwala kepostink 2x :haha

natasia
September 17, 2004, 04:25
ihh , entar reuni pasti ketemu sama rosa , victor sama lee deh
*sok tau.com*

Ma®™
September 17, 2004, 05:48
Sesampainya di Jakarta, Vicky tidak ikut campur tangan sama sekali tentang reunian itu.

Vicky merasa malas sebenarnya ikut reunian kalo tidak mengingat dia akan bertemu lagi dengan teman-teman semasa sekolah dulu. Apa lagi yang membuat Vicky malas kalau bukan tentang Victor dan Rosa?

"Gimana persiapannya?" tanya Vicky menjelang minggu kedua dia di Jakarta.

"So far so good sih. Tinggal liat aja pas hari H nya pada dateng pa engga" jawab Fara.

"Lo ada kontek-kontek ama Lee?" tanya Fara senyum-senyum.

Dilemparnya bantal ke muka Fara.

"Ga lah gila kali lo. Itu udah 2 tahun yang lalu kali, masih aja di inget ama lo!" ujar Vicky sambil merebahkan diri ke kasur.

"Tapi dia dateng kok Vick, tenang aja hahahaha" tawa Fara menggelegar di kamar Vicky.

"AMIT DEH LO TUH FARRRR!" ujar Vicky.

*

Di hari reunian, Fara dan Rike jalan duluan ke tempat yang sudah direncanakan.

"Gua berangkat telat aja deh, males pegi pagi-pagi. Nunggu udah pada dateng aja gua baru dateng" ujar Vicky seperti perintah yang tidak bisa dibantah oleh Fara dan Rike.

Acara reunian dimulai pukul 4 sore. Tapi Vicky tiba disana pukul 5.30 sore karena terjebak macet.

Sesampainya Vicky disana, langsung Vicky mencari Fara dan Rike.

"Kurang telattttt!" ujar Fara dengan tampang sedikit lecek.

"Kaya ga tau Jakarta aja lo ah hahaha" Vicky mencubit pipi Fara.

Tidak lama Vicky, Fara dan Rike ngobrol dengan teman-teman, membicaranakan masa lalu semasa sekolah ataupun tentang kuliah dan pekerjaan.

"Vicky" panggil sang pemilik suara.

Vicky spontan menengok kearah si pemilik suara tersebut.

"Pa kabar?" tanya Victor sambil mengulurkan tangannya.

"Baik, lo sendiri gimana?" jawab Vicky dengan senyuman.

"CIEHHHHHHHHHHHHHHHHHHH! CLBK DEHHH NIH!" teriak anak-anak dari belakang.

Vicky langsung memasang tampang kusut.

"Ngomong di luar aja yuk" ajak Victor.

Mereka berbincang-bincang sesaat. Dari cerita Victor, akhirnya Vicky tahu kalau hubungan Victor dengan Rosa hanya seumur jagung.

"Yah gitu deh, aku kualat kali sama kamu. Dia ngeduain aku gitu hehehe" jelas Victor tanpa beban.

"Ah yg udah lewat lupain aja kali, ngapain di bahas-bahas lagi" jawab Vicky.

"Aku masih sayang sama kamu Vick. Jujur aja, aku ga bisa jalan terus ama Rosa biarpun akhirnya dia ga ngeduain aku. Perasaan bersalah aku tuh makin hari makin jadi" ujar Victor tertunduk sedih.

"Gua cmen nganggep lo sebagai temen kok dari sejak kita bubaran. Ga pernah lebih dan ga akan pernah lagi" jelas Vicky.

Victor hanya bisa diam. Menyesali apa yang sudah dia perbuat dulu.

Tidak lama Fara memanggil Vicky dan akhirnya obrolan mereka selesai sampai disana.

"Vick, sini deh sini" Fara menarik-narik tangan Vicky.

"Masih inget sama Lee kan?" ujar Rike sambil mengedipkan mata genitnya ke arah Vicky.

Vicky hanya bisa tersenyum malu, menahan tawa.

"Hai Lee" ujar Vicky pendek.

"Hey" jawab Lee sambil tersenyum manis.

Tidak lama musik lembut pun mengalun.

"Shall we?" tanya Lee sambil mengulurkan tangannya.

Vicky menyambut uluran tangan itu. Dan mereka pun berdansa di tengah-tengah.

Victor yang melihat kejadian itu menyadari bahwa hubungan mereka tidak semudah yang Victor kira. Dan Victor pun meninggalkan tempat itu.

"Vick, aku mo ngomong sesuatu, aku mau kamu dengerin aku yah?" ujar Lee berbisik di telinga Vicky.

"2 tahun yang lalu kita sama-sama ngaku kalo kita saling sayang satu sama lain. Hari ini pun perasaan aku ga pernah berubah. Sejak hari itu, hanya kamu yang ada di pikiran aku. Hari ini aku mau bilang sama kamu... Aku mau hubungan kita lebih dari teman. May I?" tanya Lee menatap mata Vicky lembut.

"I don't know what to say" jawab Vicky bingung.

"Mungkin kamu ga siap dengan komitment, aku ngerti. Kita ga perlu buru-buru, kita bisa deket lagi kaya dulu. Um.. You are my first love loh" ungkap Lee jujur.

*

Malamnya, Lee pamit tapi sebelum pamit, Lee minta ijin sama Fara dan Rike kalau Lee mau mengantar Vicky pulang.

"Ehm... Mana kunci mobil lo?" tanya Fara.

"You are my best friend Far" peluk Vicky.

"I know i know hahaha. Tar telpon gua yah mau balik jem berapa, jadi gua ga ketiduran. Baju semua ada di mobil lo kan? Uda bilang nyokap juga kan lo mo stay di tempat gua?" tanya Fara seperti detekfit.

Vicky mengganguk mantap.

*

Ma®™
September 17, 2004, 05:53
Mau di abisin pa engga ayoooooooo :haha

natasia
September 17, 2004, 05:59
mauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!!!!
ayo ayo mar!!! cepet2 abisin
aduh si victor kesian amat..sama gw aza deh mau ga??
:hehe:haha;D

Ma®™
September 17, 2004, 06:16
Bikin penasaran dulu ahhh :o

natasia
September 17, 2004, 06:30
yee , jahat bener loe Mar..teganya
::cry::

Ma®™
September 17, 2004, 12:21
Lee membawa Vicky ke atas bukit dimana mereka bisa melihat keindahan kota Jakarta.

Mereka berdua duduk diatas kap mobil Lee dan mulai bercerita tentang 2 tahun belakangan ini.

Sampai akhirnya Lee bercerita tentang dia dan mantan pacarnya.

"Yah aku ga bisa terus sama dia.. Kaya yang aku bilang tadi ke kamu, sejak hari itu aku ketemu sama kamu, dan kita jujur tentang perasaan kita satu sama lain, i felt something different aja" jelas Lee melihat ke arah bintang yang malam itu memang indah sekali.

"Tadi Victor.." Vicky tidak melanjutkan kata-katanya.

"Dia minta balikkan sama kamu?" tanya Lee menebak percakapan yang terjadi antara Victor dan Vicky tadi.

"Yah.. Dia bilang dia nyesel, dan dia masih sayang sama aku. However.. Dia yang bikin aku bisa ngelupain kamu dan ngejalanin hari-hari kaya biasa" ucap Vicky tersenyum ke arah Lee.

"Aku berharap banget kita bisa ngejalanin hari-hari berikutnya.. sama-sama Vick" ujar Lee pelan, namun penuh arti.

Tidak lama pun mereka berciuman.

Untuk pertama kalinya.

"Um.. Lee?" panggil Vicky.

"Kalo hubungan kita tetep kaya gini dulu, kamu keberatan?" tanya Vicky sedikit berat.

Lee diam.

"Kaya yang aku bilang tadi, itu semua terserah kamu. Aku yakin kalo kita jodoh kita bakal bersama nantinya Vick" jawab Lee penuh pengertian.

"Gua ma dia emang satu hati. Gua emang sayang sama Lee, tapi apakah perasaan itu masih ada sekarang?" Vicky bertanya-tanya dalam hati.

The End

Ma®™
September 17, 2004, 12:27
Dengan ini tugas gua selesai :haha

Buat yang ga puas ama endingnya, ehmm.. gomenasai :maaf:

Gua ga suka ending yang hepi or even sad, gua bi suka ending yg dipikir sama pembaca nya sendiri ;D

Thanks buat yang da mampir [thanks]

cancerio
September 18, 2004, 17:58
waaa tamattttttt

endingnya bagus koq :)

natasia
September 19, 2004, 04:15
endingnya si vicky sama victor donk??
gw sih emang lebih suka sama victor ketimbang sama lee..
:kakaka:


asik mar..loe memang baik deh ::cups::

Ma®™
September 19, 2004, 06:30
Endingnya?

Menurut perasaan lo ndiri aja gimana :)

natasia
September 19, 2004, 07:32
gw koq nangkepnya si vicky masih suka victor dan ngelupain si lee yah?

Ma®™
September 19, 2004, 09:40
:haha Terserah imajinasi masing2 gimana

:)