View Full Version : puasa syawal







begawan
December 10, 2003, 07:30
harus berurutan 1 minggu ato boleh putus2?

bunda naila
December 10, 2003, 07:35
AFAIK boleh putus, tapi gue menunggu yg bisa ngasih dalil :hehe

Channie
December 10, 2003, 08:01
AFAFIK teh apa?

bunda naila
December 10, 2003, 08:08
as far as I know :haha

Channie
December 10, 2003, 08:25
dueennkk...aneh2 aja ;D dulu CMIIW sekarang AFAFIK ntar apalagi?? :haha

tonton
December 10, 2003, 08:46
Setau gw (abis nanya ke org2 yg lebih pinter) boleh putus asalkan masih di bulan Syawal...
ce em i i we

pid
December 10, 2003, 09:15
1 minggu itu berarti 7 hari ya? atau 6 hari?

AlfaOmega
December 10, 2003, 12:40
*Dari hadits berikut, tidak ada perintah utk melakukan berturut-2.


Puasa Syawal

"Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan , kemudian diringi dengan
(puasa) enam hari di bulan Syawal maka ia seperti berpuasa satu tahun
penuh (HR Muslim)

Kata Syawal artinya meningkatkan.Bulan ini dinamakan bulan Syawal
karena merupakan bulan peningkatan amaliyah Ramadhan jadi bukan
kebalikannya yang malahan menjadi bulan anti klimaks dari peningkatan
ibadah yang kita lakukan selama bulan Ramadhan.

Puasa 6 hari di bualn Syawal ini termasuk ibadah puasa yang sangat
dianjurkan untuk dilakukan.Tidak ada batasan apakah puasa itu dilakukan
secara berturut-turut ataupun berselang seling , akan tetapi yang dianjurkan
adalah secara berturut-turut yang dimulai pada tanggal 2 Syawal.

Hikmah puasa pada bulan Syawal ini adalah untuk mendidik kesabaran
kita , tidak menjadikan hari raya sebagai ajang balas dendam untuk
makan enak sepuas-puasnya setelah sebulan penuh berpuasa.Selain
itu juga untuk memberi kesempatan pada tubuh untuk menyesuaikan
diri setelah sebulan penuh dilatih untuk menahan haus dan lapar.Itulah
sebabnya puasa syawal yang dimulai pada tanggal 2 syawal sangat
diutamakan karena pada saat itu godaannya sangat besar sekali dimana
pada saat tersebut umumnya makanan tersedia secara berlimpah ruah
dan dimana-mana orang merayakan hari istimewa tersebut.

Di sejumlah dareah puasa syawal ini ditradisikan sebagai bagian budaya
setempat.Di daerah Jawa Timur misalnya , ada tradisi lebaran ketupat
yaitu perayaan lebaran yang dilakukan 7 hari sesudah hari raya 'Idul
Fitri sebagai penutup ibadah puasa syawal.Ummat Islam di daerah
lain ada baiknya meniru tradisi yang baik ini dan hendaknya dimulai
dari keluarga masing-masing.Islam sangat mengajarkan kesabaran dan
kesederhanaan . kegembiraan dalam menemui hari raya 'Idul Fitri
memang diajurkan tapi berlebih-lebihan dalam merayakannya sangat
tidak dianjurkan oleh agama.Karena itulah tradisi melakukan puasa
syawal ini merupakan anjuran agama yang sangat diutamakan untuk
menahan hawa nafsu kita dalam merayakan hari raya 'Idul Fitri.

AlfaOmega
December 10, 2003, 12:43
PUASA ENAM HARI DI BULAN SYAWAL

Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu' anhu, Nabi s.a.w. bersabda

"Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari dibulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun. (Hadis Riwayat : Muslim).

Imam Ahmad dan An-Nasa'i, meriwayatkan dari Tsauban, Nabi s.a.w berabda:

"Puasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan (puasa) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari (di bulan Syawal, pahalanya) sebanding dengan (puasa) dua bulan, maka itulah bagaikan berpuasa selama setahun penuh. "

Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, Nabi s.a.w bersabda:

"Barangsiapa berpuasa Ramadhan lantas disambung dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia bagaikan telah berpuasa selama setahun. (Hadis Riwayat : AlBazzar)

Sesungguhnya pahala puasa Ramadhan yang disertai dengan puasa enam hari di bulan Syawal menyamai pahala puasa satu tahun penuh, kerana setiap hasanah (kebaikan) diberi ganjaran sepuluh kali ganda.

Puasa setelah Ramadhan mempunyai banyak kelebihan antaranya :

Puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa Ramadhan.

Puasa Syawal dan Sya'ban bagaikan solat sunat rawatib, berfungsi sebagai penyempurna kepada kekurangan atau kecacatan. Sesungguhnya pada hari Kiamat nanti amalan-amalan fardhu akan disempumakan (dilengkapi) dengan amalan-amalan sunnah. Puasa fardhu yang dilakukan kaum muslimin memiliki kekurangan dan tidak sempuma, maka puasa syawal sebagai penampong bagi meyempumakannya.

Membiasakan puasa setelah Ramadhan menandakan diterimanya puasa Ramadhan, kerana apabila Allah Ta'ala menerima amal seorang hamba, pasti Dia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik. Sesungguhnya sesiapa yang mengerjakan kebaikan kemudian disertai diikuti dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda Allah menerima amal pertama. Demikian pula sebaliknya, jika seseorang melakukan suatu kebaikan lalu diikuti dengan yang buruk maka hal itu merupakan tanda tertolak amal yang pertama.

Puasa Ramadhan mendatangkan maghfirah atas dosa-dosa yang lalu dan akan datang. Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya Aidil Fitri yang merupakan hari pembahagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah Aidil Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa.

Dan di antara manfaat puasa enam hari bulan Syawal adalah amal-amal yang dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan tidak terputus dengan berlalunya bulan mulia ini, selama ia masih hidup. Orang yang memiliki hutang puasa Ramadhan memulai membayamya dibulan Syawal dan mempercepat proses pembebasan dirinya dari tanggungan hutangnya.

AlfaOmega
December 10, 2003, 13:20
pesantrenOL (http://pesantren.hypermart.net/tanya/083.html)

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pak ustadz pertanyaan saya adalah :
Saya pernah dengar ada yang mengatakan bahwa puasa Syawal harus dilakukan selama 6 hari berturut -turut, bila tidak berurutan maka itu bukan puasa syawal tapi hanya puasa sunat biasa. Apakah pendapat ini benar ustadz?

Dan bila saya sudah melakukan 2 hari yang tidak berurut apakah saya harus mengulangnya kembali atau boleh saya teruskan berurutan. Mohon penjelasan ustadz dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Hormat saya,
Nina - Bekasi

Jawab:

Sebaiknya memang dilakukan secara berurutan dan langsung sehabis hari raya. Kecuali jika mempunyai tanggungan qadha' Ramadhan. Maka sebaiknya ia mendahulukan qadha' lebih dulu.

Namun kalaupun melakukannya tidak berurutan, sebagian besar ulama telah berpendapat itu sah-sah saja, cukup memenuhi ketentuan puasa Syawal. Karena pada dasarnya, hadis yang mengatakan "man shaama ramadhaan tsumma atba'ahuu min syawwaal fadzaaka shiyaamu al-dahr" (Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutianya dengan puasa 6 hari di bulan Syawaal maka seakan-akan ia melakukan puasa setahun). Kalimat "min syawwaal" mempunyai arti:
(1) baik pelaksanaan puasanya secara berurutan tepat setelah hari raya, atau
(2) secara berpisah-pisah dan tidak tepat setelah hari raya.

Jadi, jika Anda telah berpuasa 2 berturut-turut pada tanggal 5 dan 6 Syawal, misalnya, maka Anda tak perlu mengulang dari hitungan pertama. Demikian, Wallahua'lam bisshawaab.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Arif Hidayat

begawan
December 10, 2003, 16:48
thx ya :D