View Full Version : Antara Aku, Kami dan Dia







AlfaOmega
November 21, 2003, 16:34
Kadang ada yang bertanya, mengapa Allah menyebut KAMI pada ayat-2 tertentu.

Baru saat ini guwe dapat tulisan yang komplit tentang hal ini. Semoga puas setelah membaca tulisan ini....:damai:



"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (Terjemahan dari QS.15:9)

1. Kami.

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada kamu kemenangan yang nyata," (Terjemahan dari QS.48:1)

"Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik." (Terjemahan dari QS.2:99)

Dari gaya bahasa yang digunakan ini, orang yang tidak tahu akan berkata, "Berarti Allah ada banyak, kan?"

2. Aku.

"Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja." (Terjemahan dari QS.29:56)

"Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu). Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilah (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku." (Terjemahan dari QS.20:13-14)

"Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Rabbmu, maka sembahlah Aku." (Terjemahan dari QS.21:92)

Dari gaya bahasa yang digunakan ini, orang yang tidak tahu akan berkata, "Berarti Muhammad minta disembah, kan?"

3. Dia.

"Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." (Terjemahan dari QS.2:20)

"Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya:"Jadilah". Lalu jadilah ia." (Terjemahan dari QS.2:117)

Dari gaya bahasa yang digunakan ini, orang yang tidak tahu akan berkata, "Berarti ini ucapan Muhammad sendiri, kan? bukan Allah, kan?"


Jawaban dari ketiga pertanyaan semacam itu adalah:

Dalam literatur bahasa Arab, seseorang bisa merujuk kepada dirinya dengan menggunakan kata "kami" (nahnu) sebagai penghormatan atau pengagungan diri. Dia juga bisa merujuk kepada dirinya dengan menggunakan kata "aku" (ana), dan juga bisa merujuk kepada dirinya dengan menggunakan kata "dia" (huwa). Ketiga bentuk penggunaan kata ganti ini untuk merujuk kepada diri-Nya, digunakan oleh ALLAH SWT dalam Al Quran, yang telah diturunkan-Nya dalam bahasa Arab.
(Fatawa Al Lajnah Ad Daa'imah, 4/143).


Ibnu Taymiyyah rahimahullah berkata dalam bukunya Al 'Aqiidah At Tadmuriyyah, hal.109:

"Kata-kata innaa (Sesunguhnya Kami) dan nahnu (Kami), dan bentuk-bentuk plural yang lain, dapat digunakan oleh seseorang yang mengatasnamakan kelompok atau dapat juga digunakan oleh seseorang sebagai penghormatan dan pengagungan, sebagaimana diucapkan oleh para raja, "Kami memutuskan.." dan seterusnya [Pada Bahasa Inggris dikenal sebutan "The Royal We" ].

Dalam kasus ini, hanya satu orang yang berkata dengan menggunakan bentuk plural sebagai penghormatan. Dia Yang Paling Pantas Menerima Hormat lebih dari siapapun adalah ALLAH SWT, jadi ketika Dia menyampaikan firman-Nya melalui Al Quran dengan menyebut "innaa" (Sesungguhnya Kami) dan "nahnu" (Kami), itu adalah sebagai penghormatan dan pengagungan diri-Nya, dan bukan menunjukkan JUMLAH.

Jika ayat seperti ini menimbulkan terasa membingungkan, maka sangatlah penting untuk merujuk kepada ayat yang jelas dan tidak ambigu sebagai klarifikasi. Misalnya seorang non muslim, memaksakan kata "Kami" dalam ayat "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya" sebagai BUKTI jamaknya TUHAN, maka kita dapat menolak klaim ini dengan menunjuk ayat yang jelas dan terlepas dari intrepetasi yang salah, seperti -"Dan Ilah kamu adalah Ilah Yang Maha Esa; Tidak ada Ilah melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang." (Terjemahan dari QS.2:163)- dan -"Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa".(Terjemahan dari QS.112:1)- dan ayat-ayat lainnya yang hanya bisa diartikan secara jelas.

Ketidaktahuan mereka ini bisa hilang dari orang-orang yang mencari Kebenaran. Setiap kali Allah menggunakan bentuk plural untuk merujuk kepada diri-Nya, ini didasari pada rasa hormat dan keagungan yang pantas Dia miliki dan juga didasari pada betapa besarnya atribut yang Dia miliki, seperti malaikat-Nya."

Saffran
November 21, 2003, 17:56
yupe... cukup jelas then :)

Shun_En
November 22, 2003, 04:49
ooo...begitu.. :o

Mahesa Jenar
November 22, 2003, 14:29
HEHEHE ........

penjelasan yng bagus n representative
btw klo ada pertanyaan apa perlunya Allah menggunakan bentuk plural (kami) dlm beberapa firmannya
sedangkan tanpa itupun sudah maklum diketahui bahwa Dia Esa/tunggal n maha segalanya
apa tidak ada kemungkinan lain bahwa penggunaan kata ganti tsb juga dimaksudkan sbg penghormatan thd pihak2 yng terlibat dlm penyampaian firman-Nya spt malaikat n rasul misalnya?
jadi bukan dlm pengertian eksistensi diri-Nya yng plural!

bagaimana pendapat ini rekan alfa? silahkan dikomentari lebih lanjut :bravo:

Saffran
November 23, 2003, 09:30
Originally posted by alfaromeo
Jawaban dari ketiga pertanyaan semacam itu adalah:

Dalam literatur bahasa Arab, seseorang bisa merujuk kepada dirinya dengan menggunakan kata "kami" (nahnu) sebagai penghormatan atau pengagungan diri. Dia juga bisa merujuk kepada dirinya dengan menggunakan kata "aku" (ana), dan juga bisa merujuk kepada dirinya dengan menggunakan kata "dia" (huwa). Ketiga bentuk penggunaan kata ganti ini untuk merujuk kepada diri-Nya, digunakan oleh ALLAH SWT dalam Al Quran, yang telah diturunkan-Nya dalam bahasa Arab.
(Fatawa Al Lajnah Ad Daa'imah, 4/143).

[/color]

Pertanyaan gue lagi:
Kenapa harus merujuk kepada literatur bahasa Arab?
Kenapa ga bahasa yang laennya?
Kurang generalisasi kah?

begawan
November 23, 2003, 12:10
al qur'an kan diturukan pake bhs arab ;D
masa pake bhs indonesia? itu namanya terjemahan :hehe

Mahesa Jenar
November 23, 2003, 12:38
YAP tul pak resi!

pan agama itu diturunkan di jazirah arab
pembawa risalah/penerima wahyunya juga ber KTP arab
klo diwahyukan dng bahasa sansekerta ya "jaka sembung" donk!
toh yng ber KTP Indonesia klo pengen tau maksudnya juga musti men-translate :bravo:

Saffran
November 23, 2003, 14:01
Nah itu.. knp harus diturunkan di jazirah Arab? :hehe
saya kan tidak mengerti jadi tolong dijelasin

Mahesa Jenar
November 23, 2003, 14:14
HEHEHE ......

klo elo nanyanya gitu mike, rasanya akan geser neh topik
aslinya pertanyaan elo kan ini neh:

Kenapa harus merujuk kepada literatur bahasa Arab?
Kenapa ga bahasa yang laennya?
Kurang generalisasi kah?

nah! jawaban2 diatas itu udah match blom?
klo soal mengapa Islam kok diturunkan di jazirah arab
bagus you buka thread tersendiri deh :bingung:

pid
November 23, 2003, 16:29
mungkin yg dimaksud si Mike kenapa Al-Quran yg beredar harus selalu pake bahasa Arab ya?

Itu udah jelas, supaya orisinalitas Al-quran terjaga. Generalisasinya tidak akan kurang karena tidak ada larangan membuat tafsir Al-quran ke dalam bahasa lain apapun, tapi tetap musti menyertakan naskah Al-quran aslinya yg dalam bahasa Arab itu. Al-quran mengandung bahasa sastra yg sangat tinggi yang gak gampang untuk diterjemahkan begitu saja dalam bahasa lain. Bayangin aja kalau misalnya ada puisi bahasa inggris yg bahasa sastranya tinggi, pasti sulit kalo harus diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia dan mungkin akan terdengar aneh dan malah artinya jadi melenceng. Belum lagi penerjemah yg berbeda mungkin akan menghasilkan terjemahan yg berbeda pula. Itulah kenapa Al-quran yg beredar selalu harus dalam bentuk aslinya yang bahasa Arab itu. Jika ada ketidaksusaian dan keraguan dalam tafsirnya, bisa selalu merajuk ke naskah aslinya. Keuntungan lain, umat Islam di belahan dunia manapun jadi mempunyai satu bahasa dalam beribadah. Umat Islam dari berbagai negara bisa kumpul dan melakukan sholat bersama dalam satu bahasa yg sama, yaitu bahasa yg ada dalam Al-quran.

Kenapa bahasa Arab? Semata2 karena Al-quran diturunkan di Arab dan yg menerima wahyu itu adalah orang Arab. Gak mungkin khan diturunkan ke orang Arab tapi pake bahasa melayu misalnya. Apalagi Nabi Muhammad buta huruf. Bisa2 ajarannya nanti gak menyebar kalo yg nerima wahyu aja gak ngerti bahasanya. Mungkin kalau dulu turunnya di Asia bisa aja jadi berbahasa melayu atau mandarin.

Kenapa di Arab? wah kalo ini jangan2 musti nanya ama yg nurunin Al-quran itu sendiri yang tidak lain adalah Allah sendiri :hehe. Manusia hanya bisa menerka2 kenapa, tapi alasan yg sebenarnya hanya Allah yang tahu.

cmiiw :D

Saffran
November 24, 2003, 07:31
Gue bertanya...
kenapa harus pake bahasa Arab?
then kalian menjawab:
karena diturunkan di jazirah Arab
then gue bertanya lagi:
kenapa harus diturunkan di jazirah Arab?


apa kurang kronologis? :bingung:
gue rasa wajar aj gue bertanya "kenapa harus diturunkan di jazirah Arab" karena pertanyaan gue itu kan berangkat/mengacu dari jawaban kalian "karena diturunkan di jazirah Arab".

Mahesa Jenar
November 24, 2003, 07:40
HEHEHE ........

then saya menjawab:
klo diturunkan di daratan CHINA ya menggunakan bhs n huruf cina donk! ;D

AlfaOmega
November 24, 2003, 09:51
Originally posted by Mike Benjie
Gue bertanya...
kenapa harus pake bahasa Arab?
then kalian menjawab:
karena diturunkan di jazirah Arab
then gue bertanya lagi:
kenapa harus diturunkan di jazirah Arab?

Menurut guwe sich, kalau pertanyaannya kayak gini, ya jawabnya bisa pakai pertanyaan juga.

Kenapa guwe dilahirkan sebagai cowoq ?
Kenapa guwe dilahirkan di Indonesia ?
Kenapa guwe anak orang biasa saja, koq nggak anaknya president ataupun nabi / rasul ?

tetapi, tidak sedikit ulama islam yang mencoba mencari jawaban pertanyaan tersebut. Yang guwe ingat sich,
1. jazirah arab saat itu negeri tidak bertuan; diantara dua super power dunia: parsi (penyembah api) dan romawi.
2. penduduk jazirah arab pada saat itu bener-2 dalam kegelapan dan rendah akhlaqnya. Sampai-2 dalam sebuah kisah:
a. ada sekitar 180 patung berhala disekitar Ka'bah
b. bayi perempuan dikubur hidup-2, karena memalukan
c. Ada pula yang membuat sesembahan dari roti. Disembah-2 tuch roti. Setelah capek nyembah, dia lapar. Terus dimakan tuch roti tersebut. kelakarnya penceramah, tidak ada dech civilization di dunia ini, yang sedemikian perkasa nya sampai-2 tuhan pun dimakan. :kakaka:
3. Ada pula yg bilang karena disitu ada Kabah, baitullah. Sebelum MUhammad lahirpun, setiap tahun tidak sedikit yang berhaji ke Kabah. Walaupun dgn cara jahiliyyah.

Jawaban yang pasti sich, hanya Allah SWT Yang Maha Tahu. :D

Saffran
November 24, 2003, 10:03
jawaban Mahesa Jenar menurut gue tidak nyambung ah.. bener dhe.


btw.. dari jawaban Mas Alfa, bisa disimpulin karena keadaan di Arab yang lagi 'semrawut' makanya 'seakan' dibutuhkan 'pelurusan' di sana.. gitu bukan?

thank yak anybody! :)

eudea
November 24, 2003, 11:36
ada beberapa pendapat tentang kenapa AlQuran menggunakan bahasa arab. salah satunya bisa dibaca di perdebatan inih..

http://media.isnet.org/islam/Etc/TanggapanSegar9a.html

AlfaOmega
November 24, 2003, 12:36
Secara logika sich, Allah Maha Pintar dech.

Sehingga, tidak mungkin kalau Rasul yang diutusnya berbahasa Arab dan bahasa Arab dipakai sebagai bahasa sehari-2 masyarakat di lingkungan rasul tsb berada, kemudian Tuhan memberikan wahyu pakai bahasa Cina. :shock:

Terpaksa dech si rasul itu harus nerjemahin wahyu Allah tsb. Atau harus mengayuh perahu ke daratan China utk menyampaikan da'wah.

Ingat: Allah itu Maha Pintar, sehingga tidak mungkin dgn otak kayak kita ini, mampu menerima semua arti eksplisit dan implisit dari Firman-2 Allah SWT.

Mahesa Jenar
November 24, 2003, 13:38
YAP tul mas alfa

mengenai latar belakang mengapa Islam diturunkan di jazirah arab, there's clear

I'm so sorry mike! bila gw kurang straight to give answer
maapin gw deh, besok dah lebaran neh ..... OK mike? :bravo:

Saffran
November 24, 2003, 14:07
Mahesa, loe kan ga salah apa2 lagi! :) Jadi, apa yang harus gue maapin?

Mahesa Jenar
November 24, 2003, 14:23
YOI thank's atas kelapangannya fren!

btw ortu n kepercayaan saya mengajarkan:
"Segeralah minta maaf atas kekhilafan sebelum liur menjadi kering"

salam kenal n kompak mike!
may Godbless you :D

Saffran
November 26, 2003, 16:25
Salam kenal juga... btw kompak dalam hal apa dulu nih? :)

Mahesa Jenar
November 27, 2003, 05:23
YAAAHHH ........

paling tidak dlm berpartisipasi di [WG] kan! ;D

Gion Franklin
November 27, 2003, 09:27
Dulu gw pernah nanya ke mas alfa soal perkataan 'nahnu' ini dan dijawab oleh mas alfa

untuk menunjukkan bahwa Allah itu lebih tinggi dari kita, tapi gak menunjukkan jumlah. Seperti Megawati yang berpidato selalu pake kata kami.

Tapi yah gw bingung juga, bukannya kami itu merujuk ke Mega dan para menterinya?? ;)

Well thanks buat jawabannya yang memuaskan. :bravo:

Yak semoga Mike mengerti :)

myc
November 27, 2003, 13:18
Kalau pertanyaannya kenapa musti di Arab, kenapa musti orang Arab, kenapa musti bahasa Arab, dst dst... jawabnya : ini sih sudah kehendakNya.

Sebelum Muhammad, hampir semua Nabi & Rasul merupakan orang Yahudi (dimulai dari keturunan Ya'kub). Lucunya, orang Yahudi ini kerjanya membunuhi Nabi/Rasul yang diutus Allah pada mereka.

Akhirnya tahta "manusia-pilihan-tuhan" diberikan pada keturunan Ibrahim yang satu lagi yaitu keturunan Ismail atau orang Arab. Ini untuk memberi pelajaran serta menguji keimanan orang-orang Yahudi yang selalu rewel & kurang ajar pada nabi-nabi mereka.

Akibatnya, Rasul terakhir adalah orang Arab, dan selanjutnya maka secara otomatik bahasa yang digunakan pun bahasa Arab untuk Al Qur'aan, dst. dst.

Bangsa Arab pula yang kebetulan menguasai Baitullah, Ka'bah yang merupakan tempat peribadatan manusia pertama, lambang perjanjian Allah dengan Ibrahim dan keturunannya.

Sekedar menambah, di samping beberapa alasan lain yang sudah dituliskan sebelumnya.

Saffran
November 27, 2003, 18:11
(maaf yak)
Janji Tuhan Allah kepada keturunan Abraham (Ibrahim or whatever) itu hanya kepada keturunan Yakub (anak Abraham) dan bukan keturunan Ismail.

Gue ga pernah sekali2 pun meyakini bahwa janji Tuhan Allah itu bisa dibatalkan ;D why? karena Allah itu kalo daw berjanji pasti digenapi. Itu pasti dan tidak mungkin tidak digenapi (apalagi sampe dibatalkan dan diubah! :haha). Dan janjinya emang daw jelas banget (seengganya bagi gue) kalo tangan kanan-Nya akan terus menjaga kaum keturunan Yakub. Jadi ga ada namanya takhta "manusia-pilihan-Tuhan" diberikan ke orang laen (lagi2 seengganya bagi gue lho). IF it ever happens, apakah artinya janji Tuhan Allah dibatalkan oleh Tuhan Allah sendiri? Wow.. how could? ;D Atau ada yang laen yang membatalkannya? Tapi yg jelas sih di mata Tuhan Allah tidak pernah batal satu kali pun, tapi mungkin di mata manusia terlihat seperti batal?

Skali lagi maaf lho.. ini kan pendapat pribadi gue aj dan ga perlulah terlalu direcognize. :bravo:

Saffran
November 27, 2003, 18:20
Originally posted by myc
Bangsa Arab pula yang kebetulan menguasai Baitullah, Ka'bah yang merupakan tempat peribadatan manusia pertama, lambang perjanjian Allah dengan Ibrahim dan keturunannya.



Setau gue lambang perjanjian Abraham (Ibrahim or whatever) dengan Tuhan Allah itu sunat. ;D Jadi ketawa ngebaca quote di atas. Sori yak, tapi ini kan setau gue. Janji Allah ama Abraham itu terjadi jauh sebelum yang namanya "sesudah Masehi" muncul. Long long time ago... Janjinya sendiri ditandai dengan perjanjian. Setiap anak laki-laki dari keturunan Abraham harus disunat dalam usia 8 hari (tolong digarisbawahi usia 8 harinya).

Ya seengganya itu yang gue tau. :)

Oh ya, denger2 penelitian medis sunat dalam usia 8 hari jauh lebih aman dan sehat daripada sunat di usia menjelang remaja.

ayoklah
November 27, 2003, 19:48
Kayaknya Islam turun di arab karena Abraham juga berasal dari sekitar2 situ. Jadi menurut aliran cerita aja sih. Agama2 keturunan Abraham. Islam agama terakhir kan?

ayoklah
November 27, 2003, 19:50
Mungkin agama2 di luar agama2 gurun pasir ini, termasuk udah lebih lama.

aisyah
November 27, 2003, 22:24
Originally posted by Gion Franklin

Tapi yah gw bingung juga, bukannya kami itu merujuk ke Mega dan para menterinya?? ;)

Well thanks buat jawabannya yang memuaskan. :bravo:

Yak semoga Mike mengerti :)

soal kata kami.

dulu sekali pas masa maen chat2 :D, aku pernah chat ama seorang Indonesia. Dia sering mengunakan kata kami dalam pembicaraannya.

Pas aku baca kata kami tersebut aku rada mikir aneh. Trus aku tanya ama dia, "loh ada siapa lagi di situ?" trus dia bilang "tidak ada". lalu aku tanya lagi, "kalo gitu kenapa make kata kami?" dia bilang yah itu artinya juga "aku", tapi lebih formal konotasinya. bukan berarti ada orang kedua atau ketiga yg dimaksud lewat kata kami tersebut. tapi sampe sekarang rada geli juga kalo ada orang mengunakan kata kami (atau we dalam inggris), abis seringkali kebayang dikepala jumlah orangnya lebih dari satu. ;D

penjelasan laen buat kata we (kami) dalam kamus:

3. Used instead of I, especially by a writer wishing to reduce or avoid a subjective tone

5. Used instead of I by a sovereign in formal address to refer to himself or herself.

jadi seperti sudah dijelaskan kata "kami" (atau 'we') dak harus "merujuk ke menteri2" sang Presiden.

aisyah
November 27, 2003, 22:31
Originally posted by Mike Benjie
(maaf yak)
Janji Tuhan Allah kepada keturunan Abraham (Ibrahim or whatever) itu hanya kepada keturunan Yakub (anak Abraham) dan bukan keturunan Ismail.

Gue ga pernah sekali2 pun meyakini bahwa janji Tuhan Allah itu bisa dibatalkan ;D why? karena Allah itu kalo daw berjanji pasti digenapi. Itu pasti dan tidak mungkin tidak digenapi (apalagi sampe dibatalkan dan diubah! :haha). Dan janjinya emang daw jelas banget (seengganya bagi gue) kalo tangan kanan-Nya akan terus menjaga kaum keturunan Yakub. Jadi ga ada namanya takhta "manusia-pilihan-Tuhan" diberikan ke orang laen (lagi2 seengganya bagi gue lho). IF it ever happens, apakah artinya janji Tuhan Allah dibatalkan oleh Tuhan Allah sendiri? Wow.. how could? ;D Atau ada yang laen yang membatalkannya? Tapi yg jelas sih di mata Tuhan Allah tidak pernah batal satu kali pun, tapi mungkin di mata manusia terlihat seperti batal?

Skali lagi maaf lho.. ini kan pendapat pribadi gue aj dan ga perlulah terlalu direcognize. :bravo:

apakah dengan merangkul keturunan Abraham lagi berarti janji utamanya telah batal? bagaimana kalo dikatakan memperbesar, dalam arti selaen merangkul keturunan Jacob Tuhan juga merangkul keturunan Ismail?

bukannya Allah Maha Tau? kita tak bisa dong mengatakan batal ataupun tidak batal. Kita Tuhan kah? Terlepas apa yg dituliskan di buku2 kitab agama apapun. Kita tidak tau tapi percaya.

lagipula postingnya si myc kan tidak ada kata batal, tapi status "manusia terpilih" diberikan pada keturunan Ibrahim yang satu lagi yaitu keturunan Ismail atau orang Arab. Jadi bisa diartikan, selaen "manusia terpilih" bukan hanya saja dari keturunan Yakob, tapi juga keturunan Ismail.

buat aku sih, entah dak begitu suka ama kata2 "manusia terpilih". Aku percaya Tuhan tidak menganggep manusia A lebih baek dari manusia B hanya karena dia keturunan seorang anak Abraham, atau manusia laen.

pid
November 28, 2003, 01:59
ooh... jadi buat kaum Nasrani, masalah Islam diturunkan di Arab itu sebenernya masalah besar ya, karena kesannya tidak sejalan dengan yg sebelum2nya.

ada yg bisa kasih jawaban yg memuaskan gak nih?

sheen
November 28, 2003, 03:23
Eh, tiba-tiba gue jadi bingung: Abraham/Ibrahim itu orang Arab atau Yahudi yah?

myc
November 28, 2003, 04:34
Originally posted by Mike Benjie
(maaf yak)
Janji Tuhan Allah kepada keturunan Abraham (Ibrahim or whatever) itu hanya kepada keturunan Yakub (anak Abraham) dan bukan keturunan Ismail.

Gue ga pernah sekali2 pun meyakini bahwa janji Tuhan Allah itu bisa dibatalkan ;D why? karena Allah itu kalo daw berjanji pasti digenapi. Itu pasti dan tidak mungkin tidak digenapi (apalagi sampe dibatalkan dan diubah! :haha). Dan janjinya emang daw jelas banget (seengganya bagi gue) kalo tangan kanan-Nya akan terus menjaga kaum keturunan Yakub. Jadi ga ada namanya takhta "manusia-pilihan-Tuhan" diberikan ke orang laen (lagi2 seengganya bagi gue lho). IF it ever happens, apakah artinya janji Tuhan Allah dibatalkan oleh Tuhan Allah sendiri? Wow.. how could? ;D Atau ada yang laen yang membatalkannya? Tapi yg jelas sih di mata Tuhan Allah tidak pernah batal satu kali pun, tapi mungkin di mata manusia terlihat seperti batal?

Skali lagi maaf lho.. ini kan pendapat pribadi gue aj dan ga perlulah terlalu direcognize. :bravo:

Gak papa kok, namanya juga berdiskusi :)

Oh kamu Nasrani yah, Katolik or Protestant or what ?
Janji yang mana maksud kamu nih, biar jelas aja.
Kata-kata ku "manusia-pilihan-tuhan" dipindah tahtanya ke keturunan Ismail cuma mengambil istilah dari Alkitab. Sebenarnya, dalam Islam tidak ada "manusia-pilihan-tuhan", semua manusia sama kedudukannya di mata Allah apakah dia itu orang Habsyi yang hitam legam atau orang Chinese yang putih kuning. Yang membedakan manusia adalah tingkat ketaqwaan atau kepatuhan kepada Allah.

Batal ngga batal yah kembali ke kitab suci khan. Kita kan memiliki landasan yang berbeda. Dalam Islam saja yang akan disembelih itu diyakini bukan Ishak melainkan Ismail. Bahkan kalau tidak salah ada yang sudah membahasnya dari sisi Alkitab dan sejarah, ternyata yang mungkin disembelih memang cuma Ismail karena Ishak belum lahir. Memang cukup banyak perbedaan mencolok dari Alkitab & Al Qur'an mengenai kisah nabi-nabi.


Originally posted by Mike Benjie
Setau gue lambang perjanjian Abraham (Ibrahim or whatever) dengan Tuhan Allah itu sunat. ;D Jadi ketawa ngebaca quote di atas. Sori yak, tapi ini kan setau gue. Janji Allah ama Abraham itu terjadi jauh sebelum yang namanya "sesudah Masehi" muncul. Long long time ago... Janjinya sendiri ditandai dengan perjanjian. Setiap anak laki-laki dari keturunan Abraham harus disunat dalam usia 8 hari (tolong digarisbawahi usia 8 harinya).

Ya seengganya itu yang gue tau. :)

Oh ya, denger2 penelitian medis sunat dalam usia 8 hari jauh lebih aman dan sehat daripada sunat di usia menjelang remaja.

Sunat ? Betul juga tapi maksudku dengan simbol perjanjian adalah segala sesuatu perbuatan atau ibadah yang diabadikan sejak Ibrahim sampai Muhammad. Toh orang Islam & Yahudi sampai sekarang masih bersunat. Dan orang Islam saja yang melakukan ibadah di Ka'bah sama seperti Ibrahim yang bernama ibadah haji (Ini dalam keyakinan Muslim lho).

Originally posted by aisyah

lagipula postingnya si myc kan tidak ada kata batal, tapi status "manusia terpilih" diberikan pada keturunan Ibrahim yang satu lagi yaitu keturunan Ismail atau orang Arab. Jadi bisa diartikan, selaen "manusia terpilih" bukan hanya saja dari keturunan Yakob, tapi juga keturunan Ismail.

buat aku sih, entah dak begitu suka ama kata2 "manusia terpilih". Aku percaya Tuhan tidak menganggep manusia A lebih baek dari manusia B hanya karena dia keturunan seorang anak Abraham, atau manusia laen.

Sudah aku jawab di atas :)

myc
November 28, 2003, 04:38
Originally posted by sheen
Eh, tiba-tiba gue jadi bingung: Abraham/Ibrahim itu orang Arab atau Yahudi yah?

Ibrahim orang Kana'an (Kanaan?). Begitu setahuku.

Saffran
November 28, 2003, 08:31
Originally posted by aisyah
apakah dengan merangkul keturunan Abraham lagi berarti janji utamanya telah batal? bagaimana kalo dikatakan memperbesar, dalam arti selaen merangkul keturunan Jacob Tuhan juga merangkul keturunan Ismail?

bukannya Allah Maha Tau? kita tak bisa dong mengatakan batal ataupun tidak batal. Kita Tuhan kah? Terlepas apa yg dituliskan di buku2 kitab agama apapun. Kita tidak tau tapi percaya.

Bukan, kita bukan Tuhan, dan bener banget kita tidak tahu, tapi percaya. :) Justru saya menulis post di atas kan atas dasar saya percaya.


lagipula postingnya si myc kan tidak ada kata batal, tapi status "manusia terpilih" diberikan pada keturunan Ibrahim yang satu lagi yaitu keturunan Ismail atau orang Arab. Jadi bisa diartikan, selaen "manusia terpilih" bukan hanya saja dari keturunan Yakob, tapi juga keturunan Ismail.

Itulah yang saya simpulkan dari kalimat di bawah ini. Mungkin gue salah, tapi mungkin juga bener.

Lucunya, orang Yahudi ini kerjanya membunuhi Nabi/Rasul yang diutus Allah pada mereka.

Akhirnya tahta "manusia-pilihan-tuhan" diberikan pada keturunan Ibrahim yang satu lagi yaitu keturunan Ismail atau orang Arab.


buat aku sih, entah dak begitu suka ama kata2 "manusia terpilih". Aku percaya Tuhan tidak menganggep manusia A lebih baek dari manusia B hanya karena dia keturunan seorang anak Abraham, atau manusia laen.

Memang betul. Makanya ada iman.
Yak daw dhe... I'm not gonna speak any longer on the thread. Takut2 salah bicara. :)

Saffran
November 28, 2003, 08:37
Originally posted by myc
Oh kamu Nasrani yah, Katolik or Protestant or what ?


lebih suka nyebut diri gue "orang percaya" ;D



Batal ngga batal yah kembali ke kitab suci khan. Kita kan memiliki landasan yang berbeda. Dalam Islam saja yang akan disembelih itu diyakini bukan Ishak melainkan Ismail. Bahkan kalau tidak salah ada yang sudah membahasnya dari sisi Alkitab dan sejarah, ternyata yang mungkin disembelih memang cuma Ismail karena Ishak belum lahir. Memang cukup banyak perbedaan mencolok dari Alkitab & Al Qur'an mengenai kisah nabi-nabi.

He-eh. Kembali ke Kitab Suci. Jadi lebih baik gue kembali ke rumah gue. :)

AlfaOmega
November 28, 2003, 09:43
Originally posted by sheen
Eh, tiba-tiba gue jadi bingung: Abraham/Ibrahim itu orang Arab atau Yahudi yah?

Abraham / Ibrahim itu yang menurunkan suku bangsa Yahudi + Arab. :)

Mahesa Jenar
November 29, 2003, 08:00
HEHEHE .......

ada yng bilang bapak bangsa semit yng kemudian menurunkan suku spt yng dibilang rekan alfa
makanya ada juga yng mengistilahkan Islam n Kristen itu agama semitic [dunno]

ayoklah
November 29, 2003, 10:45
Alpa bilang gini:
Abraham / Ibrahim itu yang menurunkan suku bangsa Yahudi + Arab.

Makanya perang mulu. Wong abang adek rebutan warisan kebenaran kok...

Tapi ngomong2, kristen tumbuh diantara dua kekuatan ini loh...

ayoklah
November 29, 2003, 10:47
kita mah, orang indo, ga perlu ikut2an benernya...

ayoklah
November 29, 2003, 10:58
Originally posted by Mike Benjie
(maaf yak)
Janji Tuhan Allah kepada keturunan Abraham (Ibrahim or whatever) itu hanya kepada keturunan Yakub (anak Abraham) dan bukan keturunan Ismail.

Ah... gw pernah nonton pelem ttg Abraham. (pastinya pelem itu bikinan yahudi yah) Disitu diperlihatkan bhw Ismael dan ibunya terpaksa diusir, karena istrinya abraham, sarah, khawatir ismael yang bakal jadi pemimpin(karena lebih tua) dan menimbulkan perselisihan di kampung.

Pada waktu dalam pengusiran, mereka ga tau mo kemana, yang jelas terombang ambing di gurun pasir. Namanya gurun pasir yah... sapa yang selamat. Tapi tuhan melindungi mereka dengan keluarnya mata aer. Tuhan tidak membiarkan mereka mati dan berjanji ma siti hajar(nama bulenya lupa!) kalo anaknya bakal menurunkan kaum besar, yah... orang arab!

Ato pelem itu orang arab kali yang bikin...

Mahesa Jenar
November 29, 2003, 15:35
LAH ini kok jadi ngebahas Antrophologi ataw silsilah yok!

btw gmana tuh soal kata ganti yng dipake dlm Al-Qur'an
elo bisa terima gak penjelasan2 yng ada ...... klo gak lanjutin [dunno] :kabur:

ayoklah
November 29, 2003, 18:16
Ya bisa lah. Makanya gw no comment. Tinggal nungguin sasaran empuk aja bang. Kalo2 ada yang kontra.

Gion Franklin
November 30, 2003, 08:09
Originally posted by Mike Benjie
(maaf yak)
Janji Tuhan Allah kepada keturunan Abraham (Ibrahim or whatever) itu hanya kepada keturunan Yakub (anak Abraham) dan bukan keturunan Ismail.


Skali lagi maaf lho.. ini kan pendapat pribadi gue aj dan ga perlulah terlalu direcognize. :bravo:
Bukankah dalam ALkitab sendiri tertulis bahwa Ismael-lah yang dijanjikan??

Tentang Ismael, AKu telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu yang sangat banyak, ia akan memperanakan dua belas raja (Pangeran)dan Aku akan membuatnya menjadi satu bangsa yang besar (Kejadian 17:20)

Atau mungkin Allah memberkati Ismael dan Ishaq, yang akhirnya menurunkan Jacob alias Yakub?? :rolleyes:

Gion Franklin
November 30, 2003, 08:13
Kalau kita simak kutipan ayat berikut:

Arab dan semua pemuka Kedar berdagang dengan engkau dalam anak domba, domba jantan dan kambing jantan; dalam hal2 itulah mereka berdagang dengan engkau (Yehezkiel 27:21)

Correct me, bukankah Alkitab sendiri menempatkan Kedar dan keturunannya dalam tempat yang special??

Kita tahu bahwa Rasulullah lahir dari keturunan Kedar, dimana Kedar merupakan keturunan Ismael... :rolleyes:

Saffran
November 30, 2003, 10:58
Originally posted by Gion Franklin
Bukankah dalam ALkitab sendiri tertulis bahwa Ismael-lah yang dijanjikan??

Tentang Ismael, AKu telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu yang sangat banyak, ia akan memperanakan dua belas raja (Pangeran)dan Aku akan membuatnya menjadi satu bangsa yang besar (Kejadian 17:20)

Atau mungkin Allah memberkati Ismael dan Ishaq, yang akhirnya menurunkan Jacob alias Yakub?? :rolleyes:

Kejadian 17:18 Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"

Kejadian 17:19 Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya."

Kejadian 17:20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.

======
Dua-duanya diberkati! Tapi perjanjian utamanya yak antara Abraham dan keturunannya (yang dari Sara, yaitu Ishak) dengan Allah.

Yang, bukankah begitu pesan yang tersampaikan dari apa yang tertulis? :)



Originally posted by Gion Franklin
Kalau kita simak kutipan ayat berikut:

Arab dan semua pemuka Kedar berdagang dengan engkau dalam anak domba, domba jantan dan kambing jantan; dalam hal2 itulah mereka berdagang dengan engkau (Yehezkiel 27:21)

Correct me, bukankah Alkitab sendiri menempatkan Kedar dan keturunannya dalam tempat yang special??

Kita tahu bahwa Rasulullah lahir dari keturunan Kedar, dimana Kedar merupakan keturunan Ismael... :rolleyes:

Yehezkiel 27 ttg keadaan Tirus yang menyedihkan kan..?
Di situ dijelasin kalo Tirus berdagang dengan smua bangsa. Knp kamu bisa nyimpulin Kedar ditempatkan pada tempat yang spesial?

Gion Franklin
November 30, 2003, 11:21
Hhhmm.. I C I C Thanks buat infonya :)

AlfaOmega
December 10, 2003, 14:34
Ini juga perjanjian antara Tuhan dengan Abraham.

9 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

12 Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.

13 Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.

14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku."

Gion Franklin
December 11, 2003, 03:24
Jadi menurut point diatas, tanda dari perjanjian antara Allah dengan Ibrahim itu adalah sunat-nya itu???

Siapakah yang dimaxud? Bani Israel atau Bani Ismail??

AlfaOmega
December 11, 2003, 10:18
Originally posted by Gion Franklin
Jadi menurut point diatas, tanda dari perjanjian antara Allah dengan Ibrahim itu adalah sunat-nya itu???

Siapakah yang dimaxud? Bani Israel atau Bani Ismail??

9 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

Dalam point 9 dan 10 sudah cukup jelas dech.
Yang terkena perjanjian, ya Ibrahim serta semua keturunanya. :D
Pada saat itu, belum ada Bani Israel karena Ishaq masih belum lahir. :D
Bani Ismail juga belum ada karena Ismail masih belum punya keturunan. :haha

Shun_En
December 12, 2003, 03:47
o, iya juga yah.... :)

Gion Franklin
December 13, 2003, 02:25
Perjanjiannya kekal yah? Gak bisa dibatalkan dengan alasan apapun?? :)

Btw OT dikit :hehe menurut gw sunat itu tanda bagi Allah betapa Ia sayang pada kita.
Tak disunat tak apa, namun disunat lebih baik, karena lebih bersih dan baik buat kita (yang ::co:: nich!) :) Allah tau apa yang lebih baik buat kita, karena itu diwajibkannya sunat, tanda Ia sayang pada kita...

AlfaOmega
December 15, 2003, 10:16
Originally posted by Gion Franklin
Perjanjiannya kekal yah? Gak bisa dibatalkan dengan alasan apapun?? :)

Btw OT dikit :hehe menurut gw sunat itu tanda bagi Allah betapa Ia sayang pada kita.
Tak disunat tak apa, namun disunat lebih baik, karena lebih bersih dan baik buat kita (yang ::co:: nich!) :) Allah tau apa yang lebih baik buat kita, karena itu diwajibkannya sunat, tanda Ia sayang pada kita...

Kayaknya,itu adalah hikmah nya, dech. :D

Mungkin analoginya kayak gini:

Bu President, jadiin guwe menteri, lu dunk. :haha

Bu President:
iya, tapi syaratnya lu harus pakar dalam bidang yang lugeluti. Untuk itu, lu harus belajar yang rajin, kalo bisa minimal sarjana. Dan juga, lu harus punya koneksi dgn pakar-2 lain di dalam negeri dan luar negeri.
dan seterusnya.... :hehe

Jadi, perjanjian ini kayak semacam jual beli. Alias perjanjian timbal balik yang mengikat kedua belah pihak.

Gion Franklin
December 16, 2003, 10:38
Menurut kepercayaan orang Kristen bahwa Penyelamat dunia
akan lahir dari anak Ibrahim. Ibrahim sendiri beranak 2 dari
2 orang isteri pula, yakni Sara dan Hagar. Tetapi umat
Kristen menekankan bahwa anak Ibrahim yang syah adalah
Ishak, yang lahir dari Sara: sedang Ismail bukanlah anak
Ibrahim yang syah karena lahir dari seorang budak, jadi
tidak mungkin Juru Selamat Dunia lahir dari keturunan
Ismail. Betulkah Ismail bukan anak Ibrahim yang syah?

Sebagai dasar untuk membuktikan bahwa hanya Ishak yang
merupakan anak Ibrahim yang syah, umat Kristen mempergunakan
Kitab Kejadian 22: 2, Firman-NYA: "Ambillah anakmu yang
tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak." Apakah
Ismail bukan anak Ibrahim yang syah? Hal ini nyata dibantah
sendiri oleh Kitab Kejadian pasal 21: 13: "Tetapi keturunan
dari hambamu itu (Ismail) juga akan KU-buat menjadi suatu
bangsa, karena iapun anakmu."

Bangsa Yahudi (Israel) mempercayai bahwa mereka adalah
bangsa pilihan dimana sejarah penyelamatan manusia akan
selalu bersumber kepada dan dari bangsa itu. Jadi menurut
kepercayaan mereka Juru Selamat Dunia akan datang dari
bangsa Israel. Tetapi apakah keturunan Ibrahim itu hanya
yang lahir sebagai anak- anak Ishak? Rupanya hal ini
dibantah sendiri oleh Yesus Kristus: "Dan janganlah mengira,
kamu dapat berkata dalam hatimu: Ibrahim adalah bapa kami.
Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan
anak-anak Ibrahim dari batu-batu itu." (Mateus 3: 9).

Jadi jelaslah bahwa keturunan Ibrahim bukan saja yang lahir
sebagai anak-anak Ishak tetapi juga dari batu-pun bisa jadi
keturunan Ibrahim, lebih-lebih anak-anak Ismail yang nyata
diakui dalam Kiitab Kejadian.

Kalau Juru Selamat Dunia harus lahir sebagai keturunan
Ibrahim maka tentu tidak menutup kemungkinan bahwa Juru
Selamat itu adalah lahir dari garis Ismail. Tetapi kalau
juga ditentukan bahwa Juru Selamat itu lahir dari garis
Ishak, tetapi apakah Juru Selamat itu juga harus "Anak
Daud?"

AlfaOmega
December 16, 2003, 12:10
Firman-NYA: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak."
Yang guwe paham, Ismail itu abang nya Ishak. Mungkinkah Ishak menjadi anak tunggal, padahal dia lahir udah mempunyai kakak ?

Ibrahim sendiri beranak 2 dari 2 orang isteri pula, yakni Sara dan Hagar.
Istri pertama Ibrahim adalah Sara. Mereka udah lama berumah tangga, tapi nggak dikaruniai anak pula. Sehingga, merekapun berangsur tua dan Sara mulai berputus asa akan bakal adanya keturunan dari rahimnya.
Sehingga, dengan usia 60+ tahun, Ibrahim diijinkan Sara menikah dgn budaknya, Hagar. Setelah beberapa saat, mengandunglah si Hagar. Mendengar kehamilan Hagar, Sara cemburu sehingga Sara ingin agar Hagar keluar dari rumah tsb.
(Make sense juga, kalo lu punya 2 istri; juga bakal terjadi kayak gini. JIka istri tua lum punya anak, istri muda ngandung bakal ngelahirin anak lu. Pasti cembukor juga si istri tua :kakaka: )

Singkat cerita, Hagar ditinggalkan Ibrahim di tengah padang pasir yang merupakan cikal bakal kota Mekkah.

Kalau orang Israel sich, emank suka pilih-2 dalam menerima keputusan Allah SWT. Dalam Al Qur'an (QS 2:246-247) ada contohnya


"Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israel sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang dibawah pimpinannya di jalan Allah".

Disini, Israel minta seorang raja agar bisa berperang dibawah pimpinannya di jalan Allah.


Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang" mereka menjawab: "Mengapa pula kami tidak mau berparang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami." Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha mengetahui orang-orang yang dzalim."

Akhirnya, mereka nggak mau pergi berperang.


"Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu."

Nabi mereka mengatakan, Thalut udah diangkat oleh Allah sebagai rajanya.


Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang banyak?" Nabi mereka berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa, Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendakinya dan Allah Maha luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui." ."
Jawab mereka: kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang banyak?"
Padahal Thalut dari kalangan mereka. Tetapi, mereka beranggapan bahwa Thalut nggak berharta, orang biasa. Mending Raja itu salah satu dari mereka, yang kaya dan berharta.

Serupa pula dengan nabi Ismail dgn Ishaq. Mereka nggak mau nerima nabi Ismail, karena mereka anggap anak budak.

Selain itu, mereka tidak mengakui Nabi Isa as, walaupun Nabi Isa keturunan Ishak. Gw nggak tahu alasan penolakan mrk atas Nabi Isa.

Sebagai seorang muslim, kita harus menerima semua nabi dan rasul pilihan Allah. Karena, neraca Allah itu iman dan taqwa. Yang mulia adalah yang beriman dan bertaqwa.

Gion Franklin
December 17, 2003, 02:56
Mungkin karena ayat Kejadian 22:2 itulah yang dijadikan dasar bagi kaum Yahudi untuk menegaskan bahwa mereka bangsa pilihan... :bingung:

Kalo kaum Yahudi gak menyetujui Nabi Isa As yang gw baca dikarenakan beliau dianggap pemberontak.

AlfaOmega
December 17, 2003, 11:28
Originally posted by Gion Franklin
Mungkin karena ayat Kejadian 22:2 itulah yang dijadikan dasar bagi kaum Yahudi untuk menegaskan bahwa mereka bangsa pilihan... :bingung:

Kalo kaum Yahudi gak menyetujui Nabi Isa As yang gw baca dikarenakan beliau dianggap pemberontak.

Tetapi, kata-2 anak tunggal nggak tepat diberikan kepada Ishak.
Kalau Tuhan berfirman kepada Ibrahim, mestinya Tuhan tahu dunk kalau Ishak itu anak kedua Ibrahim.

Mahesa Jenar
December 17, 2003, 13:54
HEHEHE …….

Betul klo yng dipakai itu terminologi Islam tentu gak masalah, karena pengertian anak itu ya keturunan secara biologis, perkara Hagar itu statusnya budak faktanya melahirkan keturunan Ibrahim itupun tidak bisa dipungkiri.

Hanya pengertian Juru selamat barangkali berbeda, dlm Islam semua Rasul n Nabi adalah utusan Tuhan yng diberi amanah melalui wahyu untuk mewartakan/menda’wahkan jalan Keselamatan pada umatnya.
btw pengertian kalimat “Aku, Kami dan Dia” dlm ayat AQ di ignore yach! kok gak disinggung lage ;D