View Full Version : Nanya Donk...







Channie
November 07, 2003, 03:26
ada 2 pertanyaan:
1. ada ga hadist tentang Pingsan dan nangis itu membuat batal puasa?
2. boleh ga kita membayar puasa dengan Fidyah dalam bentuk Beras (guak gak kuat bayar puasak nyak :hehe).

Mohon petunjuknyak :maaf:

pokerface
November 07, 2003, 08:37
alfaromeo
sikhasep

ayo jawab! :o

:hehe

AlfaOmega
November 07, 2003, 08:49
Cara Mengqadha (Mengganti) Puasa
Edisi : 183, Tanya Jawab
Selasa, 4 Ramadhan 1422 / 20 November 2001
================================================== =================

Bagaimana hukum qadha yang tertunda sampai Ramadhan berikutnya ?
Jawab:
Waktu dan kesempatan melaksanakan qadha (mengganti) puasa Ramadhan adalah lebih dari
cukup yakni sampai bulan Ramdhan berikutnya. Namun demikian, tidak mustahil ada orang-
orang dengan alasaan tertentu belum juga melaksanakan qadha puasa itu sampai tiba bulan
Ramdhan berikutnya. Kejadian seperti ini, dapat disebabkan oleh berbagai hal, baik yang
positif maupun negatif seperti selalu ada halangan, sering sakit, bersikap apatis,
gegabah, mengabaikannya dan lain-lain. Sehingga pelaksanaan qadha itu tertunda sampai
Ramadhan berikutnya.

Penagguhan qadha puasa Ramadhan sampai tiba Ramdhan berikutnya tanpa halangaan yang sah
hukumnya haram dan berdosa. Sedangkan jika penangguhan itu disebabkan oleh uzur yang
selalu mneghalanginya, maka tidaklah dosa.

Adapun mengenai kewajiban fidyah (memberi makan kepada seorang miskin pada tiap hari yang
ditinggalkannya) yang dikaitan dengan adanya penanguhan qadha itu, diantara para fuqara
ada dua pendapat . Pertama, penangguhan qadha puasa Ramdhan sampai tiba Ramdhan berikutnya,
tidak menjadi sebab kewajibannya fidiyah, baik penangguhan itu karena udzur atau tidak.
Kedua, penagguhan itu ada tafshil (rincian) hukumnya yakni, jika penangguhan itu karena
udzur, maka tidak menjadi sebab diwajibkanya fidyah. Sedangkan jika pengaguhan itu tanpa
udzur maka menjadi sebab diwajibkannya fidyah.

Apakah qadha puasa harus dilakukan secara berurutan ?
Jawab :
Qadha Puasa Ramdhan, wajib dilaksanakan sebanyak hari yang ditinggalkan, sebagimana
termaktub dalam Al-Baqarah : 184. Tidak ada ketentuan Mengenai tatacara qadha selain
dalam ayat tersebut. Dan tidak ada pula dalil yang menunjukan bahwa qadha itu harus
dilakukan secara berurutan. Malah sebuah hadits sharih (tegas dan Jelas) yang diriwayatkan
Daruquthni dari Ibnu Umar menyatakan :
"Qadha puasa itu, jika ia berkehendak mala ia boleh melakukannya secara terpisah.
Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya secara berurutan."

Bagaimana jika wafat sebelum malaksanakan Qadha?
Jawab:
Memenuhi kewajiban membayar hutang adalah sesuatu yang mutlak baik yang berhubungan
dengan manusia, apalagi yang berhubungan dengan Allah. Sehingga orang yang wafat sebelum
memenuhi kewajiban qadha puasa Ramadhan sama artinya dengan mempunyai tunggakan hutang
kepada Allah. Oleh sebab itu, pihak keluarga wajib menuhinya. Adapun dalam prakteknya
ada dua pendapat. Pertama yang menyatakan melaksanakan qadha orang yang wafat tersebut
dapat diganti dengan fidyah. Sebagaimana diatur dalam hadits:

Siapa saja yang wafat dan menpunyai kewajiban puasa maka dapat digantikan dengan memberi
makan kepada seorang miskin pada tiap hari yang ditinggalkan.

Pendapat kedua mengatakan bahwa pihak keluarganya yang wajib melaksanakan qadha puasa
tersebut sebagai gantinya dan tidak boleh dengan fidyah. Dalam perakteknya qadha itu
boleh dilakukan orang lain dengan seizin atau perintah keluarganya. Ini didasarkan oleh
hadits : Siapa saja yang wafat dan menpunyai kewajiban qadha puasa, maka walinya berpuasa
untuk menggatikannya. (HR Bukhari dan Muslim dari'Aisyah)

Pendapat kedua ini lebih kuat karena landasan haditsnya lebih shahih. Sedangkan pendapat
pertama haditsnya kuarang kuat.

Bagaimana jika lupa jumlah hari puasa yang harus diqadha?
Jawab:
Dalam keadaan seperti ini lebih baik jika ditentukan saja jumlah hari yang paling maksimal.
Kelebihan dari qadha lebih baik dari pada kurang karena kelebihan itu akan menjadi
ibadah sunah yang memiliki nilai tersendiri.

Sumber : suara Hidayatullah
Rujukan : Fatwa-fatwa kontemporer oleh Dr, Yusuf Qardawi

AlfaOmega
November 07, 2003, 08:52
Tidak Puasa karena Sakit
Seri ke-330, Senin, 4 November 2002
--------------------------------------------------------------------------------


Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr. wb.

Saya seorang Ibu usia 42 tahun. Mempunyai masalah mengenai Ibadah Puasa. Karena saya perna operasi usus mentalit th.1990., sebelum operasi saya termasuk rajin berpuasa. Setelah operasi saya sebagai seorang muslimah merasa sedih sekali, apalagi menjelang Puasa Romadhon. Karena setiap puasa saya mual ,muntah- muntah dan jatuh sakit. Kata dokter saya tidak boleh perpuasa. Setelah sembuh saya coba puasa lagi, dan dapat 1-2 hari saya mual lagi dan muntah-muntah dan sakit lagi. Sedangkan saya puasa tahun lalu masih punya hutang 11 hari . Karena saya serasa sebagai seorang muslimah tidak bisa menjalankan ibadah puasa, saya tambah ibada saya selain sholat l5 waktu , saya tambah sholat tahajut tiap malam dan sholat dhuha setiap pagi. Dan tentunya juga baca alquran , surat-2 dan doa tiap malam. Yang menjadi pertanyaan saya, selain membayar fidya, Ibadah apa yang harus saya jalankan sebagai seorang muslimah ?

Wassalam

Ibu Giri Yulaikah


Jawaban:

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Yth. Ibu Yulaikah
Sakit merupakan salah satu alasan boleh tidak berpuasa pada bulan Ramadhan. Dalam al-Qur'an surat al-Baqarah : 185 dikatakan "Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan, maka boleh ia mengganti puasa di hari-hari lain"

Ketentuan sakit disini adalah sakit yang menyebabkan penderitaan atau menjadi semakin parah bila tetap berpuasa, atau akan seamkin lamban sembuhnya. Sakit ringan seperti sakit kapala atau pilek tidak diperbolehkan meninggalkan puasa. Di sini peran ahli medis sangat diperlukan untuk menentukan apakah si pasien boleh berpuasa atau tidak.

Menurut pendapat ulama Hanafi dan Syafi'i, penderita sakit hukumnya mubah (boleh) untuk tidak berpuasa. Ini merupakan haknya ntuk tidak berpuasa. Apabila tetap berpuasa maka puasanya sah.

Menurut pendapat ulama Hanbali, disunnahkan bagi orang yang sakit untuk tidak berpuasa dan bila ia tetap berpuasa hukumnya makruh. Alasannya ayat di atas mengandung ajuran untuk tidak berpuasa.

Menurut pendapat Maliki, ada bebrapa kriteria penderita sakit. Pertama: tidak mampu puasa, bila tetap berpuasa pasti menderita dan kemungkinan akan semakin parah sakitnya. Ini hukumnya wajib tidak puasa (haram berpuasa). Kedua: mampu puasa namun dengan sangat berat, ini disunnahkan untuk tidak berpuasa. Ketiga: mampu berpuasa dengan tidak begitu menderita, karena sakitnya ringan, hukumnya tidak boleh tidak berpuasa.

Seorang yang meninggalkan puasa karena sakit, ia wajib membayar puasa di hari lain selain Ramadhan sebanyak hari yang ditinggalkan. Bila ia telah sembuh dan belum menggantinya hingga datang Ramadhan lagi, ia wajib membayar fidyah sebanyak 1 mud (1 mud = 675 gram atau 0.688 liter) untuk setiap hari yang ditinggalkan. Bila ia belum sembuh hingga datang Ramadhan berikutnya, ia hanya berkewajiban qadla di hari kesembuhannya nanti tanpa membayar fidyah.

Bila ia meninggal sebelum kesembuhannya, ia tidak wajib membayar fidyah dan tidak wajib qadla. Lain halnay bila ia meninggal seteleh kesembuhannya, keluarganya boleh mengganti puasanya dengan berpuasa untuknya, sesuai hadist Aisyah: Barangsiapa meninggal dan mempunyai tanggungan puasa, maka walinya boleh berpuasa untuknya" (H.R. Bukhari Muslim). Boleh juga dari harta warisannya digunakan untuk membayat fidyah pengganti puasa sebanyak 1 mud per hari,s esuai dengan hadist Ibnu Umar "Barangsiapa meninggal dunia dan mempunyai tanggungan puasa, maka berilah makan mengganti setiap harinya kepada satu orang miskin" (H.R. Tirmidzi).

Orang yang sakit tidak tersembuhkan atau orang lanjut usia yang sudah tidak mampu lagi berpuasa, tidak diwajibkan puasa dan tidak diwajibkan membayar hutang pausa, namun cukup mengganti puasa yang ditinggalkan dengan memberi makan kepada fakir miskin tiap harinya sebanyak 1 mud.

****

Melihat kondisi Ibu, sebaiknya Ibu tetap konsultasi dengan dokter muslim tentang kemungkinan ikut berpuasa. Bila saran dokter tetap tidak boleh puasa, maka ibu boleh meninggalkannya dan menggantinya dengan fidyah. Bila Ibu merasa mampu puasa, Ibu boleh juga melaksanakannya dengan semampunya, misalnya tidak harus sebulan penuh. Ibadah-ibadah sunnah yang telah Ibu laksanakan insya Allah akan menambah pahala, terutama pada bulan Ramadhan dan semoga bisa mengganti ibadah puasa yang belum bisa Ibu laksanakan secara sempurna. Semoga Ibu diberi kekuatan Allah dan sakitnya segera disembuhkan.

Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan.


Wassalam

Muhammad Niam

pokerface
November 07, 2003, 09:01
channy

ayo dibaca :o

:hehe

AlfaOmega
November 07, 2003, 09:03
Dr. Quraish Shihab Menjawab

1. Bagaimana hukumnya puasa bagi pekerja kuli
bangunan/pelabuhan, yang karena capek sering tidak puasa?
(HARYADI, Jl.Raya KKO Cilandak Gg.depot S Jakarta Selatan)

Mereka dapat tidak berpuasa dan cukup membayar fidyah. Ini
kalau sulit mendapat pekerjaan lain yang dapat memenuhi
kebutuhan hidupnya.

2. Bagaimana hukumnya sedang berpuasa memasukkan obat melalui
mata, telinga, dan dubur (obat ambeien)? (REZA KURNIA,
Jl.Sidomukti Raya, Semarang)

Dalam madzhab Syafi'i, masuknya sesuatu dengan sengaja
walaupun kecil dan walau tak bisa dimakan ke dalam tubuh
melalui lubang masuk yang terbuka, seperti mulut, hidung,
telinga, "mulut kedua" saluran pengeluaran, kesemuanya itu
membatalkan puasa. Kecuali bila yang masuk lalat, nyamuk atau
debu. Memasukkan obat melalui mata tidak membatalkan puasa.

3. Ramadhan yang lalu saya masih berhutang puasa. Haruskah
diganti dua kali lipat, adakah hadis/keterangan mengenai hal
tersebut? (CINDY, Pamulang Ciputat Jakarta Selatan)

Tidak harus mengganti dua kali lipat; tidak ada hadis/dalil
yang mengharuskan demikian. Jadi, cukup mengganti sebanyak
hari Anda tidak berpuasa, tetapi mayoritas ulama mengharuskan
di samping mengganti juga membayar fidyah.

4. Saya mengalami mens tidak rutin. Sehari kering, sehari
kemudian keluar lagi. Dalam keadaan demikian, bagaimana puasa
saya? (SITI HUZAIMAH, Jl.Andera I/99 Pondok Labu Jakarta
Selatan)

Darah bulanan yang keluar kurang dari masa minimal haidh atau
lebih dari masa maksimal tidak dinilai haidh. Mayoritas ulama
menyatakan bahwa masa maksimal adalah lima belas hari. Nah,
jika yang Anda alami lebih dari masa itu, maka Anda boleh
berpuasa.

5. Sebelum puasa saya suntik KB. Bulan Puasa ini saya tidak
haidh, tapi keluar flek-flek hitam. Batalkah puasa saya? (AYU,
Jakarta Selatan)

Batal, jika flek tersebut keluar pada masa yang biasanya Anda
haidh.

6. Dalam sebuah riwayat, Rasul tidak pernah berjabat tangan
dengan wanita yang bukan mahramnya. Apakah riwayat itu benar
dan bagaimana sekarang ini banyak ulama, ustad, dan kyai yang
berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram? (AS FIRDAUS,
Jl.Zainul Arifin No.5 Malang Jawa Timur)

Berjabat tangan antara dua jenis kelamin yang bukan mahram
diperselisihkan hukumnya oleh ulama. Ada yang membolehkan
secara mutlak, ada juga yang menilainya makruh bila disertai
syahwat dan mentolelirnya bila tanpa syahwat, dan ada pula
yang dengan ketat melarangnya. Benar ada riwayat yang
menyatakan bahwa Rasul SAW tidak berjabat tangan dengan
wanita. Ulama yang berjabat tangan dengan yang bukan mahram
berpendapat bahwa sikap Rasul itu tidak menunjukkan larangan,
tetapi untuk sekedar menghindari syubhat dan ihtiyath
(berjaga-jaga).

7. Saya biasa salat malam sekitar pukul 02:30. Kebiasaan itu
berlanjut dalam bulan Ramadhan ini. Bagaimana niat saya ketika
mendirikan salat pada jam tersebut, niat tarawih atau tahajud?
(IBU MARLINA, Graha Indah A-11/5 Pondok Gede Bekasi)

Keduanya boleh. Saran saya tarawihlah dahulu, kemudian tahajud
walau satu rakaat dan akhiri dengan witir.

8. Bagaimana cara zakatnya orang yang berhutang kepada bank?
(ANISA, Padang Sumatera Barat)

Salah satu syarat wajib berzakat adalah kepemilikan penuh
terhadap harta. Dengan demikian hutang tidak dizakati, tetapi
merupakan kewajiban yang menghutangi (kreditor) untuk
mengeluarkan zakatnya saat ia menerima kembali uangnya.

9. Kapan tepatnya malam lailatul qadr, apa khasiat
(keistimewaannya) dan bagaimana cara mendapatkannya? (TEGUH
PRAYOGA, SMU Negeri 1 Pare Kediri Jawa Timur)

Tidak ada yang mengetahui waktunya secara tepat. Nabi SAW
menduga pada malam ganjil setelah 20 Ramadhan. Ia adalah malam
yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Untuk
mendapatkannya diperlukan kedamaian batin, dengan Allah,
sesama manusia, lingkungan dan diri sendiri. Yang bertemu
dengannya akan beroleh bimbingan malaikat hingga akhir
hidupnya.

10. Mana yang harus didahulukan puasa Syawal atau membayar
utang puasa Ramadhan? (ELI HANDAYANI, PT Tigaraksa Jakarta
Utara)

Kalau harus memilih maka membayar hutang puasa lebih dahulu,
karena ia wajib.

11. Bolehkah itikaf sepuluh hari terakhir Ramadhan dilakukan
di rumah, atau apakah harus di masjid? (RIDHWAN, Jl.Garnisun 1
No.4 Jakarta Selatan)

Itikaf harus dilakukan di masjid. Mazhab Abuhanifah
membolehkan wanita itikaf di mushala rumahnya.

12. Apakah puasa Syawal harus dilakukan berturut-turut mulai
dua Syawal, atau bagaimana seharusnya? (DENI, Jl.Widya Chandra
II/1 Jakarta)

Puasa Syawal tidak harus dilakukan berturut-turut, asalkan
selama dalam bulan Syawal.

13. Dokter menganjurkan orangtua saya yang baru dioperasi agar
tidak berpuasa. Apakah dengan demikian orangtua saya cukup
membayar fidyah atau mengganti puasa di lain waktu? Bagaimana
pahala salat tarawihnya karena beliau tidak puasa? (ABDULLAH,
Jakarta)

Jika sebab tidak berpuasa itu bersifat sementara, maka beliau
tidak harus membayar fidyah, cukup mengganti puasa, setelah
Ramadhan. Akan tetapi jika karena tua sehingga diduga tidak
akan dapat berpuasa lagi, maka cukup membayar fidyah saja.
Pahala tarawihnya Insya Allah diperolehnya.

14. Apakah yang lebih utama salat tarawih delapan rakaat atau
20 rakaat? Adakah keterangan yang menjelaskan keduanya?
(M.SADELI, Pintu II TMII/22 Lubang Buaya Jakarta Timur)

Salat tarawih delapan atau 20 rakaat keduanya mempunyai dasar.
Sedangkan keutamaan banyak ditentukan oleh kekhusyukan dan
kesempurnaan salat, bukan oleh bilangan rakaatnya.

15. Bagaimana hukumnya mendengar orang yang sedang
bergunjing? Apa tandanya orang yang mendapat lailatul qadr?
(ENI, Tebet Mas Indah A2 No.15 Jakarta Selatan)

Mendengar orang bergunjing dosa. Yang bergunjing itu hendaknya
ditegur atau ditinggalkan. Tanda yang mendapat lailatul qadr
antara lain hidupnya damai dengan semua pihak dan selalu
terdorong melakukan kebajikan.

16. Bagaimana hukumnya puasa bagi pekerja kuli
bangunan/pelabuhan, yang karena capek sering tidak puasa?
(HARYADI, Jl.raya KKO Cilandak Gg.depot S Jakarta Selatan)

Mereka dapat tidak berpuasa dan cukup membayar fidyah. Ini
kalau sulit mendapat pekerjaan lain yang dapat memenuhi
kebutuhan hidupnya.

17. Bagaimana hukumnya sedang berpuasa memasukkan obat melalui
mata, telinga, dan dubur (obat ambeien)? (REZA KURNIA,
Jl.Sidomukti Raya, Semarang)

Dalam madzhab Syafi'i, masuknya sesuatu dengan sengaja
walaupun kecil dan walau tak bisa dimakan ke dalam tubuh
melalui lubang masuk yang terbuka, seperti mulut, hidung,
telinga, "mulut kedua" saluran pengeluaran, kesemuanya itu
membatalkan puasa. Kecuali bila yang masuk lalat, nyamuk atau
debu. Memasukkan obat melalui mata tidak membatalkan puasa.

18. Ramadhan yang lalu saya masih berhutang puasa. Haruskah
diganti dua kali lipat, adakah hadits/keterangan mengenai hal
tersebut? (CINDY, Pamulang Ciputat Jakarta Selatan)

Tidak harus mengganti dua kali lipat; tidak ada hadits/dalil
yang mengharuskan demikian. Jadi, cukup mengganti sebanyak
hari anda tidak berpuasa, tetapi mayoritas ulama mengharuskan
disamping mengganti juga membayar fidyah.

19. Kalau di bulan puasa main kartu remi pakai uang monopoli,
dosa tidak? (AYUDIAH, Kompleks TVRI Blok D2 No.14 Jakarta)

Tidak dosa. Tetapi itu menyianyiakan kesempatan emas, makruh,
dan anda mendapat ganjaran jika menolak ajakan bermain remi.

20. Apa dasarnya melaksanakan salat witir tiga rakaat dengan
dua salam? (HANAFI, Jl.Kalimantan No.14 Cinere Jakarta
Selatan)

Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban menyatakan
bahwa beliau salat witir tiga rakaat dan memisahkan yang genap
dan yang ganjil.

21. Mana yang benar mengirim doa atau mendoakan yang sudah
meninggal? Saya tidak pernah berziarah ke makam Bapak/Ibu,
dosakah saya? (KUSMIYATI, Jl.Hemat Daan Mogot Jakarta Barat)

Yang benar mendoakan yang meninggal. Anda berdosa/kurang setia
kepada orangtua jika tidak pernah berziarah, mendoakan pun
tidak. Yang wafat sangat mendambakan doa yang hidup.

22. Saya mengalami mens tidak rutin. Sehari kering, sehari
kemudian keluar lagi. Dalam keadaan demikian, bagaimana puasa
saya? (SITI HUZAIMAH, Jl.Andera I/99 Pondok Labu Jakarta
Selatan)

Darah bulanan yang keluar kurang dari masa minimal haidh atau
lebih dari masa maksimal tidak dinilai haidh. Mayoritas ulama
menyatakan bahwa masa maksimal adalah lima belas hari. Nah,
jika yang anda alami lebih dari masa itu, maka anda boleh
berpuasa.

23. Sebelum puasa saya suntik KB. Bulan puasa ini saya tidak
haidh, tapi keluar flek-flek hitam. Batalkah puasa saya? (AYU,
Jakarta Selatan)

Batal, jika flek tersebut keluar pada masa yang biasanya anda
haidh.

AlfaOmega
November 07, 2003, 09:06
Originally posted by channy
1. ada ga hadist tentang Pingsan dan nangis itu membuat batal puasa?


Nangis nggak membatalkan puasa.
Kalau ada berita sedih / bahagia di saat sedang puasa, memang secara reflek / spontan, manusia bisa menangis.

Raden Mahesa
November 07, 2003, 10:52
wah kata siapa nangis itu ga batal???? klo nangis terus air matanya massuk ke mulut en kerasa terus ketelen gmn???? hihihihi

dragz
November 07, 2003, 11:21
kan kalo ketelen :toktok: :haha

dan yang namanya ketelen kan gak sengaja :hehe

Channie
November 08, 2003, 13:51
Originally posted by gimli
channy

ayo dibaca :o

:hehe


aduh panjang :hehe

Channie
November 08, 2003, 13:53
jadi intinya?? guak dah baca tapi blom nemuin intinya ::sedih::

sikhasep
November 12, 2003, 09:38
Jika puasa menyebabkannya pingsan maka dibolehkan baginya berbuka tapi wajib mengqadha’.

Jika dia pingsan di tengah hari lalu sadar sebelum terbenam matahari atau sesudahnya maka puasanya sah, jika masih dalam keadaan puasa. Namun jika pingsannya tersebut sejak fajar hingga terbenam matahani (Maghrib) maka. Menurut jumhur ulama puasanya batal. Sedangkan qadha’ puasa karena pingsan adalah wajib.

Pak_Boss
November 13, 2003, 01:20
Originally posted by alfaromeo
Nangis nggak membatalkan puasa.
Kalau ada berita sedih / bahagia di saat sedang puasa, memang secara reflek / spontan, manusia bisa menangis.

Air mata itu kan cairan yg berasal dari tubuh kita sendiri, jadi mestinya walaupun ketelen/ditelen gak batal puasa. Contoh cairan lain yg juga tdk membatalkan puasa
- Air Liur
- keringat
- Cairan di hidung kalau lagi pilek

bunda naila
November 13, 2003, 01:34
besarnya fidyah adalah satu mud
pertanyaan : satu mud itu setara dgn beras berapa kilo?

laron
November 13, 2003, 01:45
Originally posted by Pak_Boss
Air mata itu kan cairan yg berasal dari tubuh kita sendiri, jadi mestinya walaupun ketelen/ditelen gak batal puasa. Contoh cairan lain yg juga tdk membatalkan puasa
- Air Liur
- keringat
- Cairan di hidung kalau lagi pilek

Klo cairan itu sudah keluar dari tubuh, kemudian masuk lagi. semisal meludah kemudian menjilatinya ato ingus yang keluar trus ketelen maka sudah membatalkan puasa, jika air ludah yang masih berada di mulut (belum keluar) tidak membatalkan puasa.

Channie
November 13, 2003, 08:43
nanyak lagi dunk...

1. kalo (ini kalo yak :o) ada pasutri (pasangan suami istri) malem2 mereka *in the hoy :hehe*...tapi mereka males buat mandi wajib...baruk esok harinyak mereka mandi wajib. kirak2 puasanyak di terimak gak?? ato dianggap gak puasak??

2. kan kalo cowok mengeluarkan sperma :hehe, kan batal puasaknyak... kalo "ituknyak keluar sendirik" gimanak?? batal gak??hukumnyak cowok yang coli pas puasak gimanak??batal gak??

segini dulu nanti guak post lagi kalo adak pertanyaan lagi. makasih yak semuanyak {)

bunda naila
November 13, 2003, 08:54
chan, di threadnyapak kapiten waktu itu udah ada ;)

Originally posted by channy
nanyak lagi dunk...

1. kalo (ini kalo yak :o) ada pasutri (pasangan suami istri) malem2 mereka *in the hoy :hehe*...tapi mereka males buat mandi wajib...baruk esok harinyak mereka mandi wajib. kirak2 puasanyak di terimak gak?? ato dianggap gak puasak??

diterima atau nggaknya sih nggak tau :D. tapi yang jelas, puasanya tetep sah.
mandi junub bukan syarat sah puasa, melainkan syarat sah shalat. makanya boleh2 aja masuk waktu imsak blom mandi, asal sebelum shalat shubuh ya mandi duluw.

2. kan kalo cowok mengeluarkan sperma :hehe, kan batal puasaknyak... kalo "ituknyak keluar sendirik" gimanak?? batal gak??hukumnyak cowok yang coli pas puasak gimanak??batal gak??

yang membatalkan puasa adalah (CMIIW) bersetubuh atau mengeluarkan mani dengan sengaja. jadi besetubuh tapa keluar mani tetep batal, dan keluar mani tanpa bersetubuh (alias onani) tetep batal juga :)
kalo keluar krn mimpi, alias gak disengaja, gue pribadi ikut pendapat yg bilang nggak batal. krn mimpi kan gak bisa kita atur.

Channie
November 13, 2003, 08:59
cmiiw tuh apa??

bunda naila
November 13, 2003, 08:59
correct me if I'm wrong :hehe

Channie
November 13, 2003, 09:03
ya elah kirain apaan :o :haha

sikhasep
November 14, 2003, 08:10
Originally posted by naila
besarnya fidyah adalah satu mud
pertanyaan : satu mud itu setara dgn beras berapa kilo?

satu mud yakni sekitar lima perenam liter :)

1 Litter = Berapa Kg ? :bingung:

:kakaka:

bunda naila
November 14, 2003, 08:16
tergantung massa jenisnya :haha

satu liter sama dengan satu kilo kalo massa jenisnya 1000 kg/m3 (air) ;D

sikhasep
November 14, 2003, 08:24
Jeng naila ::up::

AlfaOmega
November 14, 2003, 16:18
Originally posted by naila
tergantung massa jenisnya :haha

satu liter sama dengan satu kilo kalo massa jenisnya 1000 kg/m3 (air) ;D

Tergantung suhu dan tekanan udaranya :haha

kalau pada suhu 100C, massa jenis air 0.96gr/ml. :o

*Latihan OT nich

:kabur:

ayoklah
November 15, 2003, 14:02
Pokoknya puasa itu intinya nahan napsu. Termasuk napsu makan/minum. Kalo biasanya kamu ngumbar napsu, di bulan puasa ini, elu harus tahan2 setahan2nya. Yang paling keren yah... selama puasa elu ga ngelepas napsu sama sekali.

T'rus apa hubungannya nelen ingus sendiri ma napsu? Apa2 ya jadi batal apa bila diinginkan batal.
Spt apakah sikat gigi itu batal. Saya rasa kalo niatnya utk membatalkan puasa yah... batal. Tapi kalo niatnya utk membersihkan mulut dari bau dan kuman, apa batal? Apa tuhan kasih aturan suka aneh2 kaya umatnya? I don't think so.

Kenapa cewek menstruasi ga boleh puasa. Karena ga bakal kuat! that's it! Kenapa orang pingsan ga perlu puasa, karena bisa jadi ga kuat. Tapi kenapa orang keluar mani batal? Ya jelas2 mani itu ga bakal keluar kalo ga dipancing2. Artinya air mani keluar karena keinginan/napsu si orang tsb. Artinya nih orang emang kaga pengen puasa.

Mangkanya gue puasa. Abis gue ga punya alasan utk ga puasa hari ini...

ayoklah
November 15, 2003, 14:03
Originally posted by laron
Klo cairan itu sudah keluar dari tubuh, kemudian masuk lagi. semisal meludah kemudian menjilatinya ato ingus yang keluar trus ketelen maka sudah membatalkan puasa, jika air ludah yang masih berada di mulut (belum keluar) tidak membatalkan puasa.

Lagian ngapain ada orang menjilati ingus ato ludah yang udah keluar???? Puasa2 lagiiii!!??

Gua rasa kalo gila, ga ada kewajiban puasa deh....

bunda naila
November 17, 2003, 01:14
:haha:haha
jadi pengen ketawa.. geuleuh pisan ih yg diomongin.. jilat2 ingus segala ;D

mas alfa, iya itu kan pada suhu dan tekanan udara yg sering kita jumpai sehari2 :kabur:

oh iya yok.. cewe mens klo puasa nggak bakal kuat, mungkin iya pas hari2 pertama. klo udah mo kelar sih, benernya udah gak ada hambatan fisik lagi :D

ayoklah
November 17, 2003, 09:58
Originally posted by naila
oh iya yok.. cewe mens klo puasa nggak bakal kuat, mungkin iya pas hari2 pertama. klo udah mo kelar sih, benernya udah gak ada hambatan fisik lagi :D

Kamu puasa pas lagi mens??

AlfaOmega
November 17, 2003, 17:09
Originally posted by naila
oh iya yok.. cewe mens klo puasa nggak bakal kuat, mungkin iya pas hari2 pertama. klo udah mo kelar sih, benernya udah gak ada hambatan fisik lagi :D

Tapi masih belum suci.

bunda naila
November 18, 2003, 00:46
yok ya enggak dong.. maksud gw sih, gw gak puasa krn masih belum suci, dan krn emang masih dilarang berpuasa. bukan krn ketidakmampuan fisik.
kadang hal2 kayak gini masih susah dicari pembenarannya lewat akal dan ilmu pengetahuan.

misalnya, kalo elo kentut, gak bau sekalipun, harus ngulang wudhu. tapi kalo makan rujak sampe mulut belepotan, wudhunya masih sah. padahal mulut itu termasuk yg dibersihkan saat wudhu, dan lubang angin di belakang ndak.
dan kalo dalam kehidupan sehari2, kayaknya mulut belepotan lebih jijay daripada kentut yg gak bau :haha
kalo soal ginian sih, kadang gw mikir, aturannya gitu.. ya ikutin ajaaaaa :D

akachan Jr
November 19, 2003, 03:27
sengaja membatalkan puasa dosa ngak?

kakegaul
November 19, 2003, 07:14
kenapa sengaja dibatalin ?

harusnya sih itu dosa

AlfaOmega
November 19, 2003, 17:05
hooh. Puasa itu suatu kewajiban, jadi kalau sengaja membatalkan itu hukumnya dosa. Kecuali kalau ada keringanan dari syar'i. contohnya musafir, datang bulan, dll.

Channie
November 28, 2003, 03:03
nanya lagi dunk
1.apakah mengulum bisa membatalkan puasa??
2.puasa dimulai sejak kapan??sejak subuh??fajar??ato imsak?? Imsak itu sendiri artinya apa??

myc
November 28, 2003, 04:50
Originally posted by channy
nanya lagi dunk
1.apakah mengulum bisa membatalkan puasa??
2.puasa dimulai sejak kapan??sejak subuh??fajar??ato imsak?? Imsak itu sendiri artinya apa??

1. Mengulum ? Mengulum apa nih ? Memasukkan sesuatu ke dalam rongga mulut saja batal jika dengan disengaja. Kecuali menggosok gigi (bersiwak) masih dibolehkan sampai sebelum tengah hari tiba.

2. Puasa dimulai sebelum adzan Shubuh yang istilahnya Imsak, yang berarti menahan diri (dari segala sesuatu yang membatalkan puasa). Imsak sekitar 10 menit sebelum berkumandang Adzan subuh, atau setidaknya kita sempat berniat puasa dan menahan diri dari yang membatalkan puasa sebelum Adzan berkumandang.

Channie
November 28, 2003, 09:55
tapi saya liat di hadist puasa mulai dari wakti terbit fajar hingga terbenam matahari.

mana yang bener dengan penjelasan kamu?

AlfaOmega
November 28, 2003, 10:04
Originally posted by channy
nanya lagi dunk
1.apakah mengulum bisa membatalkan puasa??
2.puasa dimulai sejak kapan??sejak subuh??fajar??ato imsak?? Imsak itu sendiri artinya apa??

Puasa dimulai dari terbit fajar (Waktu awal Shubuh) sampai dengan terbenam matahari.

Untuk berjaga-2 agar kita jangan sampai makan sahur dikala waktu shubuh (fajar) udah masuk; maka ada istilah Imsak. Waktu Imsak itu sekedar reminder / peringatan bahwa waktu fajar sudah dekat. :)

Pada jaman sekarang, Imsak itu 5-10 menit sebelum waktu Shubuh masuk.
Di jaman Rasul / sahabat, Imsak itu lamanya adalah bacaan 30 ayat Al qur'an. :)

Channie
November 28, 2003, 10:20
berarti imsak masih bisa minum dunk

myc
November 29, 2003, 04:15
Originally posted by channy
berarti imsak masih bisa minum dunk

Masih bisa kok, malah disunatkan memperlambatnya. Menurut hadist dari Zaid bin Tsabit, lamanya waktu antara selesai makan sahur dengan shalat Shubuh kira-kira selama membaca lima puluh ayat. Jadi yah dikira-kirakan saja. Pada zaman sekarang ini di Indonesia lamanya ditetapkan sekitar 10 menit

ayoklah
November 29, 2003, 09:50
Eh iya... boleh ikut2 nanya? Mungkin udah ditanya di lembar sebelumnya, tapi gue males buka2.

Gimana kalo puasa kita ga sahur? Ada beberapa kali gw puasa ga sahur. Abis housemate gue ga pernah sahur sih. Kadang2 malah jam 2 pagi, sebelum tidur, dah sahur duluan. gimana tuh? Puasanya sah ga yah??

number7
November 29, 2003, 20:24
sah sah aja sih kayaknya..
sahur kan kalau gak salah hukumnya sunnah.
yang jadi masalah kan kalau nanti puasanya gak kuat..:D
Tapi biasanya yang udah biasa puasa gak terlalu ngaruh sih

myc
November 30, 2003, 10:00
Originally posted by ayoklah
Eh iya... boleh ikut2 nanya? Mungkin udah ditanya di lembar sebelumnya, tapi gue males buka2.

Gimana kalo puasa kita ga sahur? Ada beberapa kali gw puasa ga sahur. Abis housemate gue ga pernah sahur sih. Kadang2 malah jam 2 pagi, sebelum tidur, dah sahur duluan. gimana tuh? Puasanya sah ga yah??

Bersahur itu Sunat, tidak berdosa jika ditinggalkan. Jadi puasanya ngga batal tuh :).

Bersahur dikatakan dalam beberapa hadist memiliki berkah (makanannya) karena menguatkan orang yang berpuasa, menggiatkan, dan memudahkan berpuasa.

Gion Franklin
November 30, 2003, 10:11
Bila memang sahur itu baik, kenapa gak dilakukan saja??
Kalo gw pikir sih begitu... :D

number7
November 30, 2003, 12:22
emang idealnya sih sahur, cuma kan kadang2 suka gak sempet ngelakuin gara2 bangunnya kesiangan..:D

ayoklah
November 30, 2003, 12:26
Tepat mas. Kalo elo2 yang di indo, mungkin ada yang masakin, ato paling enggak ada yang bangunin. Lah kita disini sama2 kebo kok (tapi bukan kumpul kebo!). Dan biasanya kalo gw sahur makan banyak, malah cepet laper. Tapi tantangan nahan rasa lapar, kalo dah umur segini sih ga masalah. yang laen2 itu loh!

myc
November 30, 2003, 12:31
Emang umur brp nih Oom Ayok skrg ? Tantangan apa yg melanda kaum Jompo dalam berpuasa emangnya ?

ayoklah
November 30, 2003, 14:48
Enggak... :hehe :toktok: maksud gue waktu gw masih sd gitu lah...

ayoklah
November 30, 2003, 14:48
waktu kecil kan gw paling susah nahan laper!

Mahesa Jenar
December 01, 2003, 02:57
EKEKEKE ........

ya udah deh elo gw kategorikan blom akil baliq yok
btw klo gak kuat boleh kan puasa bedug (ampe lohor doank)
namanya juga masih latihan n syari'ah wajibnya blom kena tuh ;D

Channie
December 02, 2003, 05:38
waktu gua masih nasrani gua sering bgt ikutan puasa bahkan pernah pol 1 bln kok sekarang bolong yak :D

surya
December 02, 2003, 06:09
Karna dulu waktu di sono, lo pas M juga puasa karan lo gak terikat hukum Islam..makanya gak bolong. ;D
Kalo udah masuk Islam, udah pasti bolong lah pas M..kan haram puasa pas M :D

bunda naila
December 02, 2003, 06:18
haram (ada unsur dosa) atau nggak sah (nggak memenuhi syarat) sih?
kayak kalo junub kan haram masuk masjid, alias berdosa klo dilakukan.
kalo nggak punya wudhu, trus shalat, klo gak salah shalatnya gak sah. tapi nggak pernah ada kepastian hukum bhw tindakan itu haram. paling2 dia musti mengulang shalatnya.

Channie
December 10, 2003, 07:57
Originally posted by surya
Karna dulu waktu di sono, lo pas M juga puasa karan lo gak terikat hukum Islam..makanya gak bolong. ;D
Kalo udah masuk Islam, udah pasti bolong lah pas M..kan haram puasa pas M :D haram apa ga sah??dulu gua pernah denger dari guru agama islam (sma dulu) kalo lagi M masih bisa solah selamat tu "cairan" M gak keluar. di lain pihak ada yang bilang mo keluar apa ga tetep haram. mana yg bener neh??


Originally posted by naila
haram (ada unsur dosa) atau nggak sah (nggak memenuhi syarat) sih?
kayak kalo junub kan haram masuk masjid, alias berdosa klo dilakukan.
kalo nggak punya wudhu, trus shalat, klo gak salah shalatnya gak sah. tapi nggak pernah ada kepastian hukum bhw tindakan itu haram. paling2 dia musti mengulang shalatnya.

kalo (kalo yak) kita habis ML pas malem2 (ini ceritanya bulan puasa) trus males buat mandi wajib...trus kita sahur dan baru mandi wajib pas pagi hari(terbit fajar)..apakah puasanya batal ato ga??

bunda naila
December 10, 2003, 08:10
Originally posted by channy
kalo (kalo yak) kita habis ML pas malem2 (ini ceritanya bulan puasa) trus males buat mandi wajib...trus kita sahur dan baru mandi wajib pas pagi hari(terbit fajar)..apakah puasanya batal ato ga??

gak batal.. puasanya tetep sah.

Channie
December 10, 2003, 08:19
ow ic :D
thanks

Mahesa Jenar
December 10, 2003, 15:22
channy :
kalo (kalo yak) kita habis ML pas malem2 (ini ceritanya bulan puasa) trus males buat mandi wajib...trus kita sahur dan baru mandi wajib pas pagi hari(terbit fajar)..apakah puasanya batal ato ga??

WAAAH ......
klo gituw kasusnya brarti gak sholat subuh donk chan!
pdhal salah satu syarat shalat itu harus bersih dari hadas kecil maupun besar
sedangkan abis ML itu tergolong hadas besar gmana neh?
mang bener batas ML dibulan Ramadhan itu dari maghrib hingga fajar
terkecuali ML-nya abis subuh trus ketiduran ampe siang itu laen soal
ada yng berpendapat laen :bingung:

Gion Franklin
December 11, 2003, 03:21
Originally posted by naila
gak batal.. puasanya tetep sah.
Bukannya kalo mau puasa keadaan harus suci dulu??

bunda naila
December 11, 2003, 03:34
gak kok.. liat deh di pembahasan halaman2 sebelumnya. yang harus suci hadas besar & kecil itu shalat.
gue blom pernah liat ayat atau hadits yg bilang, sebelum puasa harus suci dari hadas. bahkan klo gak salah, cewe yg malem2 kelar mensnya boleh langsung puasa paginya, baru sebelum shalat shubuh dia mandi.

Gion Franklin
December 11, 2003, 04:31
Oh begitu... oke deh :)

Shun_En
December 12, 2003, 03:36
:hmmm: bener juga seh.... :)

Channie
December 12, 2003, 06:36
jadi puasanya dianggap apa?

AlfaOmega
December 12, 2003, 09:54
pesantren-virtual (http://www.pesantrenvirtual.com/tanya/350.shtml)

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr. wb.

Pertanyaan Saya langsung saja, apakah puasa kita sah jika mandi hadast besar dilakukan setelah masuk waktu Subuh

Sundee


Jawaban:

Assalamu'alaikum war. wab.

Disunnahkan agar mandi besar sebelum waktu subuh. Ini agar bisa memulai puasa dalam keadaan suci dari hadast. Bila tidak mandi hingga adzan Subuh, tetap sah puasanya. Demikian juga bila mandinya di waktu pagi, tetap sah dan berdosa karena mengakhirkan shalat subuh tanpa sebab. Dalam sebuah hadist sahih diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. pernah memasuki waktu fajar (subuh) dalam keadaan junub dari berhubungan dengan isterinya, lalu beliau mandi dan melanjutkan puasanya" (H.R. Bukhari Muslim).

Ada pendapat lemah diriwayatkan dari ABu Hurairah bahwa memasuki waktu puasa dalam keadaan junub menjadikan tidak sah puasanya. Pendapat ini didasarkan pada hadist Bukhari yang mengatakan "Barang siapa memasuki waktu pagi dalam keadaan junub, maka tidak ada puasanya baginya".
Mayoritas ulama menafsiri hadist tersebut untuk mereka yang berhubungan dengan isterinya hingga fajar menyingsing dan melanjutkannya meskipun telah memasuki waktu puasa.

Mengakhirkan mandi hadast hingga siang berikut ketinggalan juga shalat subuhnya, berdosa karena telah mengakhirkan shalat dengan tanpa sebab yang diperbolehkan.

Wallahu a'lam bissowab

Wassalam


Muhammad Niam

AlfaOmega
December 12, 2003, 09:58
hadis shahih Bukhari

Dari Aisyah r.a : "Nabi s.a.w pernah memasuki pagi hari dalam keadaan masih junub bukan karena mimpi , kemudian ia berpuasa"



>Mandi Junub Di Pagi Hari
>Oleh KH. A. Mustofa Bisri
>Seri ke-50, Rabu, 15 Desember 1999
>---------------------------------------------------------------------------
Tanya:
Pak Mus, bersenggama di malam puasa itu boleh kan? Lalu bagaimana kalau mandi janabahnya di pagi hari, apakah membatalkan puasanya atau tidak?
Matur Nuwun.

DN-Semarang

Jawab:
Memang boleh bersenggama di malam hari puasa. Sebagaimana firman Allah:

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa berampur dengan istri-istri kamu" (QS 2. Al-Baqarah: 187)

Yang dilarang keras itu di siang hari. Adapun orang junub
berpuasa --junubnya karena senggama atau lain-- puasanya sah menurut >kesepakatan ulama. (Baca Ensklipode Ijma' hal 522-523).

Seperti diketahui, mandi janabah itu kan mandi untuk menghilangkan hadas >besar (kalau untuk menghilangkan hadas kecil: wudlu). Orang yang berhadas tidak diperkenankan mengerjakan salat. Kalau berhadas kecil harus berwudlu
dahulu, jika berhadas besar, ya mandi janabah dahulu. Anda boleh saja mandi di pagi hari, tapi ingat salat Subuhnya. Jadi sepagi-paginya. Mandi janabahnya ya sebelum Subuhlah. Ya toh?!

Channie
December 23, 2003, 12:40
jadi dianggap sah ??

AlfaOmega
December 23, 2003, 13:15
Originally posted by channy
kalo (kalo yak) kita habis ML pas malem2 (ini ceritanya bulan puasa) trus males buat mandi wajib...trus kita sahur dan baru mandi wajib pas pagi hari(terbit fajar)..apakah puasanya batal ato ga??

Puasanya nggak batal koq. Puasa tetep sah.
tapi lu tetap wajib sholat shubuh. sholat shubuh dilakukan setelah lu mandi wajib dan sebelum matahari terbit.

AlfaOmega
December 23, 2003, 13:20
Originally posted by surya
Karna dulu waktu di sono, lo pas M juga puasa karan lo gak terikat hukum Islam..makanya gak bolong. ;D
Kalo udah masuk Islam, udah pasti bolong lah pas M..kan haram puasa pas M :D

Originally posted by channy
haram apa ga sah??dulu gua pernah denger dari guru agama islam (sma dulu) kalo lagi M masih bisa solah selamat tu "cairan" M gak keluar. di lain pihak ada yang bilang mo keluar apa ga tetep haram. mana yg bener neh??


Setahu guwe puasa di saat M itu haram dech. Haram itu artinya, jika lu lakukan maka berdosa. Jika tidak lu lakukan, maka berpahala.

Bedanya dgn nggak sah adalah. Nggak sah itu maksudnya kalo lu lakukan ataupun tidak, nggak efek pada dosa / pahala lu.

Masalah detail ttg cairan 'M' dan kebolehan beribadah, gw nggak tahu pastinya. Guwe cowoq tulen nich... :haha
Silakan baca Fiqih Wanita dech :haha

Channie
December 24, 2003, 12:07
iya cowok sih cowok tapii icon nya itu lo :o

Mahesa Jenar
December 26, 2003, 02:13
YAP!
yng disampaikan kang sur ama mas alfa tul chan!
setahu gw jika ce berhalangan lantaran kedatengan langganan:
- sholat2 wajibnya yng tertunda tidak harus diqodlho (dilunasi)
- puasa wajib yng tertunda harus dilunasi diwaktu yng laen

tanda2 bila langganan udah bener2 pergi/bersih, berikut riwayat sahabat Ali.ra
suatu hari ada seorang perempuan bertanya kpd Ali.ra " ya Amirul Mu'minin apa tandanya bila diriku sudah dinyatakan bersih dari hadas (haid)?, ambil kapas dan hadapkan ke tempat kotoran itu berada, bila dia kembali dlm keadaan bersih itulah tandanya. Demikian kurang lebihnya riwayat tsb chan!

Wallahua'lam

Channie
December 28, 2003, 09:02
gimana ga ngerti ::sedih::
coba ulangi maksudnya hadapkan ke tempat kotoran itu teh apa?

Rik
December 29, 2003, 02:57
ditempelkan mungkin chan. klo noda mens nya udah ga ada (gak nempel di kapas itu), berarti mensnya udah habis n udah bisa mandi bersih ..

Channie
December 29, 2003, 06:08
ohh... ic ic.. *ngangguk*

niatnya apa sih?? biasanya gua pake bahasa indonesia. tapi kaya yang ga apdol :D

Mahesa Jenar
January 02, 2004, 08:16
YAP! yng disampaikan ika tul skale!

maksude niat apaan chan ..... mandinya yach?
boleh aja pake bhs Ind (Allah maha mendengar)
tentunya sambil belajar, agar nantinya menjadi afdhal
banyak buku2 pentunjuk praktis, di bimbingan praktis Shalat biasanya juga ada tuh tuntunan mandi
selamat mencari n mencobanya chan!

ayoklah
January 03, 2004, 13:11
Betul chan... mo pake bhs jawa jg ga papa. Ga lo omongin, dalem ati aja jg bisa. Kalo Dia yg nyiptain semua manusia di bumi, masa dia ga ngerti maksud manusia... aneh dong...

Channie
January 07, 2004, 06:29
ya...kadang niat bulan ini ama niat bulan depan suka beda meski pake bhs indo..:D

dragz
January 07, 2004, 08:52
yang penting kan niat hati kita teh :D

kadang niat diucapkan itu penting karena pas mendengar kita mengucapkan niat, bisa menambah tekat dalam hati.

Channie
January 07, 2004, 09:54
yak...:)

btw iconnya kok :D sih?? :hmmm:

dragz
January 07, 2004, 10:54
wah, itu kebiasaan.. ;D

Channie
January 07, 2004, 11:04
dasar... ;D

btw nanya lagi dunk..
apakah benar wanita muslim (atau semuanya) wajib pake jilbab???hadisnya apa?

dragz
January 07, 2004, 11:12
setau gue sih wajib menutup aurat ( ini yang jadi perdebatan ), dan hanya untuk kaum muslimah...

tapi ada dalam Al-Qur'an kok, ehmmm... ntar dicariin ya.

atau kalo ada yang tau, tolong post.

Channie
January 07, 2004, 11:18
agama non muslim juga wajib?

dragz
January 07, 2004, 12:42
wah, gue gak tau kalo agama2 lainnya ...

Mahesa Jenar
January 08, 2004, 04:05
EHEHE ......

kang atul buetull skali chan!
klo ketentuan untuk muslimah silahkan simak AQ surah An-Nuur:31 ataw 24:31
mmm ..... di Al-Kitab rasanya juga ada gw lupa ayatnya, tapi bagi mereka apakah itu wajib ataw tidak [dunno]
kyaknya gw ga berhak komentar deh :hehe

Channie
January 08, 2004, 06:55
kalo seorang muslimah gak pernah pake jilbab (ampe meninggal) apakah dosanya ga diampuni??

bedanya jilbab dan kerudung tuh apa??

reynaldidie
January 08, 2004, 09:44
aku ada pertanyaan nih. kalo sepsg manusia kawin ada 2 saksi n penghulu tp gak ada wali keluarga dr 2 mempelai n engga ada surat nikah itu sah apa tidak ya?

AlfaOmega
January 08, 2004, 10:05
Originally posted by channy
btw nanya lagi dunk..
apakah benar wanita muslim (atau semuanya) wajib pake jilbab???hadisnya apa?

Yang ada tuch, perintah menutup aurat.

Aurat wanita tuch, dari ujung rambut sampai ujung kaki, kecuali tapak tangan dan muka.

Sedangkan jilbab, kerudung, mukena, dll. Itu nama pakaian / fashion nya saja.

Dalam agama lain ? Kalau guwe lihat wanita-2 alim di rumah ibadah (yang mbantu-2 pemimpin agama rumah ibadah tersebut). Mereka masih pakai baju komplit, alias hampir semua auratnya tertutup.

Sedangkan aurat dari laki-2 tuch...
Kalau nggak salah (CMIIW), adalah meliputi pusar ke bawah sampai ke (dan termasuk) paha, termasuk tulang tempurung. Tulang betis / tulang kering ke bawah, nggak termasuk aurat laki-2.

dragz
January 08, 2004, 12:01
Originally posted by channy
kalo seorang muslimah gak pernah pake jilbab (ampe meninggal) apakah dosanya ga diampuni??

yang bisa mengampuni dosa kita hanya Allah semata

kalo kita bertobat dengan sungguh2 Insya Allah dosa kita bakalan diampuni, memakai jilbab atau tidak :)

Channie
January 12, 2004, 02:18
kan yang wajib tertutup semuanya kecuali telapak tangan dan muka.

kalo yang pake cadar gimana??

ayoklah
January 13, 2004, 08:40
Originally posted by alfaromeo
Yang ada tuch, perintah menutup aurat.

Aurat wanita tuch, dari ujung rambut sampai ujung kaki, kecuali tapak tangan dan muka.

Sedangkan jilbab, kerudung, mukena, dll. Itu nama pakaian / fashion nya saja.

Dalam agama lain ? Kalau guwe lihat wanita-2 alim di rumah ibadah (yang mbantu-2 pemimpin agama rumah ibadah tersebut). Mereka masih pakai baju komplit, alias hampir semua auratnya tertutup.

Sedangkan aurat dari laki-2 tuch...
Kalau nggak salah (CMIIW), adalah meliputi pusar ke bawah sampai ke (dan termasuk) paha, termasuk tulang tempurung. Tulang betis / tulang kering ke bawah, nggak termasuk aurat laki-2.

Definisi aurat tuh apa sih? Gw pikir alat kelamin doang...
Lalu apa aja yg termasuk aurat?

Lalu kalo memang aurat itu adalah bagian2 tubuh yg merangsang, kenapa bagian dada pria nggak? Pa lagi kalo berbulu, apa ga merangsang tuh... hay kaum hawa? :hehe

Kenapa ga telanjang sekalian aja... Memang yg cuman keliatan tanggung2 itu bikin penasaran. Spt belahan tok@, bentuk p4nt4t, bahu/punggung telanjang, dll... tapi kalo bugil.. gw rasa ga terangsang lagi cowok2... :hehe

ayoklah
January 13, 2004, 08:41
Originally posted by channy
kan yang wajib tertutup semuanya kecuali telapak tangan dan muka.

kalo yang pake cadar gimana??

Pake cadar mungkin bagus bagi norma agama tapi kayaknya ga bagus bagi norma sosial...

Channie
January 14, 2004, 10:10
kesannya jadi ninja yak :hehe

Gion Franklin
January 15, 2004, 07:57
Originally posted by channy
kan yang wajib tertutup semuanya kecuali telapak tangan dan muka.

kalo yang pake cadar gimana??
Cadar rasanya gak diwajibkan. Bukannya itu kebiasaan orang Arab ajah? Iklim disana termasuk buruk, jadi mereka melindungi wajah mereka (cewek nich) dengan ditutupi dengan cadar..??

Channie
January 15, 2004, 13:29
oh.. kirain bener2 di wajibkan..pan ngeri

Channie
January 26, 2004, 04:40
nanya lagi...kalo kita lagi dapet boleh megang dan baca quran ga??

Mahesa Jenar
February 07, 2004, 12:21
EHEHE ……

Maksoed elo jatuh tempo (M) ya chan?
ketentuannya sama ma orang junub/berhadas besar (pasutri yng abis hub.intim)
emang hampir semua pemuka ulama fiqih mazhab Ahlus Sunnah n Syi’ah sepakat berpendapat spt itu chan
yakni menekankan dlm hal membacanya yng gak boleh/dihindarkan, imam Maliki n imam Syafi’i (Ahlus Sunnah) mengecualikan bacaan "Bismillah ....." untuk memulai sesuatu itu yng boleh. (1)

Adapun memegang dlm pengertian bendanya/kitabnya gw blom menemukan dalilnya
mungkin ada rekan lain yng bisa membantu menjelaskan/menambahkan …… wallahualam :hehe


(1)= dinukil dari buku "Fiqih Lima Mazhab"
oleh : M. Jawad Mugniyah
bab: Taharah
penerbit: Lentera Jkt

Channie
March 01, 2004, 06:40
nanya lagi dunk.

gua kan masih dalam naungan orang tua, wajib bayar infaq ga sih??

qalm
March 01, 2004, 12:11
lhoo ini apa .....
infak ama sedekah ya terserah .....mau apa nda' kesaya juga bisa :D

Rochan_Torny
March 03, 2004, 05:33
maksudnya apa?

dragz
March 03, 2004, 08:32
infak itu hukumnya sunah, seperti juga sedekah...

dilaksanakan berpahala tidak dilaksanakan tidak berdosa.

Mahesa Jenar
March 04, 2004, 13:57
EHEHE ......
kang Zera bener
infaq, shadaqah n jariyah sejenis laennya dasarnya adalah keikhlasan semata
sedangkan zakat adalah kewajiban yng harus ditunaikan dng syarat2 tertentu
dlm pengelolaan dananya diperlakukan sama di baitul maal/BAZIS :hehe

Channie
March 05, 2004, 06:53
zakat wajib?? meski masih dalam naungan ortu?

dragz
March 05, 2004, 07:25
zakat fitrah itu wajib :D
setahun sekali setiap hari raya idul fitri, berupa kebutuhan pokok selama 2 hari ( disini dijadikan beras 2,5 liter ).

zakat mal, tabungan itu belum wajib kalo belum bisa mensupport diri sendiri.

Channie
March 16, 2004, 06:44
wajib bayar kita apa bole lewat ortu??

dragz
March 17, 2004, 00:46
untuk zakat fitrah boleh kok.

Mahesa Jenar
March 17, 2004, 14:35
EHEHE .....
ya ember ketentuannya gitu
yng jelas fitrah itu maknanya diri pribadi/jiwa
bila ybs tlah mampu menghidupi dirinya sendiri ostosmastis harus bayar sendiri
klo masih dlm tanggungan ya sang penanggung yng bayarin :hehe