fiskal11
November 02, 2003, 04:19
Bunuh diri, kenapa dan apa penyebabnya di pandang dari segi kristen.
guys, sory yah kalo thrad ini sudah ada sebelomnya, kalo bisa di gabungkan, dan ini pertanyaan gw yah .
gw sering ngbaca atau mendengar cerita cerita org yang melakukan bunuh diri. atau berita berita yang sangat menyedihkan
mengenai mereka yang melakukan hal hal tersebut.
gw juga pernah dapet sharing dari temen yang melakukan pelayanan, bahwa dia sempat melayani seorang laki2 yang masih
muda, cowo ini seorang kristen yang religious, dan memiliki gelar sarjana, tapi..dia melakukan bunuh diri, karena ada beberapa
hal yang dia dapatin tidak sesuai dengan apa yang telah di tanamakan sejak kecil.
Lalu..begitu banyak berita berita di koran di negara seperti china, hongkong sangat rentan dengan jiwa jiwa yang ingin
bunuh diri, lebih tinggi daripada orang orang jepang.
Apakah situasi hidup yang sangat kompetitif membuat mereka ingin melakukan hal tersebut, Seperti artis
leslie cheung, aku bener bener sangat shock..karena dia bunuh diri dengan gosip yang tidak enak di dengar
tapi dengan pengakuan dari dia sendiri bahwa dia memiliki tekanan emotional yang sangat tinggi.
benarkah ada orang yang di lahirkan dengan jiwa ingin bunuh diri, kenapa ada begitu banyak org yang
merasa dirinya hampa walaupun dia telah memiliki apapun di dunia ini, termasuk dia telah melakukan pelayanan
di dalam Gereja atau hal hal keagaaman?
apakah kamu pernah merasakan ingin bunuh diri? atau merasa hidup itu membosankan. Kemana pun engkau pergi,
perasaan bosan yang sama tetap menghantui. walaupun ada org org di sekitar mu yang mencintaimu dengan tulus
dan engkau berusaha membagi cinta yang tulus kepada mereka.
apakah rasa hampa dan bosan itu akan mengakibatkan seorg bunuh diri? atau kompitisi hidup yang sangat tinggi? atau
karena mereka susah untuk mendapatkan cinta? tapi bukan kah karena cinta yang terlalu ingin memiliki bisa mengakibatkan
seseorang melakukan bunuh diri juga? atau lingkungan hidup yang menekan mereka?
aku telah bertemu dengan beberapa temen yang pernah mengaku ke gw kalo mereka pernah berpikiran seperti itu,
padahal mereka adalah orang org yang percaya ama TUhan ( bukan hanya di dalam kristen lho )
apakah itu suatu penyakit? atau karena mereka terlalu berpikir banyak untuk mendapatkan sesuatu.
gw pernah mendengar dari teman bahwa dia merasa lebih baik bunuh diri daripada gagal dalam hidupnya atau menjadi
seorang peminta minta.
dia juga ngomong bahwa bunuh diri memang hanya bagi seorang losser,
tapi juga seorang yang berani untuk mengambil keputusan , seperti kasus boss texmaco, yang bunuh diri karena
perusahaannya di main mainin ama org org politik di indo. sehinga mereka bangkrut terjerat utang karena sudah
tidak ada jalan keluar, kalaupun ada, itu akan membuatnya harus bekerja 30 kali lipat dari usianya.
jadi pernahkah kalian merasakan hal seperti itu? bagaimana cara kalian mengatasinya?
sejujurnya gw salut dengan apa yang telah di lakukan oleh boss texmaco, walaupun itu sangat bertentangan dengan
apa yang telah aku percayai di dalam alkitab,
tapi bukankah kita harus mengambil keputusan yang extreme, tapi aku berharap aku tidak akan pernah
menjumpai hal hal tersebut atau mendengarnya lagi.
U know..seorang boss gede seperti die, bakalan penuh dengan tekanan. have u ever live in china, if u did, u must know
what kind of life at there, mungkin tekanan yg di alami boss texmaco lebih 10 kali lipat dari society tekanan di sana.
anyway...menurut gw neh, dont do something stupid, walaupun bunuh diri di angap suatu hal yang sangat berani atau pengecut
untuk menghadapi hidup, tapi
tetap aja akan menyakiti hati orang orang yang di tingalkan.
menurut loe, sebenarnya kenapa org org tersebut berpikiran begitu bagaimana kita harus menghadapi mereka, dan memberitahu
ke mereka bahwa pikiran mereka itu tidak pantas untuk di pikirkan.
mungkin iblis akan mengambil kesempatan dalam kesempitan, tapi org org yang sudah sangat putus asa tidak akan pernah
bisa mendengarkan siapa siapa lagi, termasuk org yang di cintai ama dia atau mencintainya.
apa yang membuat mereka bisa tersadar kembali atau bener bener terbangun? dan jiwa jiwa yang bunuh diri itu akan kemana?
apakah akan ke neraka? atau sama sekali tidak prnah ke neraka atau surga, tapi terjebak dalam waktu ?
sori kalo pertanyaan gw terlalu berat, gw hanya ingin tahu dari loe org org yg lebih senior dari gw di wg, karena
pendapat temen temen gw di real life terlalu banyak yang bervariasi.
nb: me saat ini tidak berpikiran ingin bunuh diri,
karena masih mau enjoy..hehehe...pingin sesering mungkin bisa make love hahaha and i need it! :D (beneran jail d gw :) )
oceh..oceh..back to topic please. jawab yang serius yah :) terima kasih.
guys, sory yah kalo thrad ini sudah ada sebelomnya, kalo bisa di gabungkan, dan ini pertanyaan gw yah .
gw sering ngbaca atau mendengar cerita cerita org yang melakukan bunuh diri. atau berita berita yang sangat menyedihkan
mengenai mereka yang melakukan hal hal tersebut.
gw juga pernah dapet sharing dari temen yang melakukan pelayanan, bahwa dia sempat melayani seorang laki2 yang masih
muda, cowo ini seorang kristen yang religious, dan memiliki gelar sarjana, tapi..dia melakukan bunuh diri, karena ada beberapa
hal yang dia dapatin tidak sesuai dengan apa yang telah di tanamakan sejak kecil.
Lalu..begitu banyak berita berita di koran di negara seperti china, hongkong sangat rentan dengan jiwa jiwa yang ingin
bunuh diri, lebih tinggi daripada orang orang jepang.
Apakah situasi hidup yang sangat kompetitif membuat mereka ingin melakukan hal tersebut, Seperti artis
leslie cheung, aku bener bener sangat shock..karena dia bunuh diri dengan gosip yang tidak enak di dengar
tapi dengan pengakuan dari dia sendiri bahwa dia memiliki tekanan emotional yang sangat tinggi.
benarkah ada orang yang di lahirkan dengan jiwa ingin bunuh diri, kenapa ada begitu banyak org yang
merasa dirinya hampa walaupun dia telah memiliki apapun di dunia ini, termasuk dia telah melakukan pelayanan
di dalam Gereja atau hal hal keagaaman?
apakah kamu pernah merasakan ingin bunuh diri? atau merasa hidup itu membosankan. Kemana pun engkau pergi,
perasaan bosan yang sama tetap menghantui. walaupun ada org org di sekitar mu yang mencintaimu dengan tulus
dan engkau berusaha membagi cinta yang tulus kepada mereka.
apakah rasa hampa dan bosan itu akan mengakibatkan seorg bunuh diri? atau kompitisi hidup yang sangat tinggi? atau
karena mereka susah untuk mendapatkan cinta? tapi bukan kah karena cinta yang terlalu ingin memiliki bisa mengakibatkan
seseorang melakukan bunuh diri juga? atau lingkungan hidup yang menekan mereka?
aku telah bertemu dengan beberapa temen yang pernah mengaku ke gw kalo mereka pernah berpikiran seperti itu,
padahal mereka adalah orang org yang percaya ama TUhan ( bukan hanya di dalam kristen lho )
apakah itu suatu penyakit? atau karena mereka terlalu berpikir banyak untuk mendapatkan sesuatu.
gw pernah mendengar dari teman bahwa dia merasa lebih baik bunuh diri daripada gagal dalam hidupnya atau menjadi
seorang peminta minta.
dia juga ngomong bahwa bunuh diri memang hanya bagi seorang losser,
tapi juga seorang yang berani untuk mengambil keputusan , seperti kasus boss texmaco, yang bunuh diri karena
perusahaannya di main mainin ama org org politik di indo. sehinga mereka bangkrut terjerat utang karena sudah
tidak ada jalan keluar, kalaupun ada, itu akan membuatnya harus bekerja 30 kali lipat dari usianya.
jadi pernahkah kalian merasakan hal seperti itu? bagaimana cara kalian mengatasinya?
sejujurnya gw salut dengan apa yang telah di lakukan oleh boss texmaco, walaupun itu sangat bertentangan dengan
apa yang telah aku percayai di dalam alkitab,
tapi bukankah kita harus mengambil keputusan yang extreme, tapi aku berharap aku tidak akan pernah
menjumpai hal hal tersebut atau mendengarnya lagi.
U know..seorang boss gede seperti die, bakalan penuh dengan tekanan. have u ever live in china, if u did, u must know
what kind of life at there, mungkin tekanan yg di alami boss texmaco lebih 10 kali lipat dari society tekanan di sana.
anyway...menurut gw neh, dont do something stupid, walaupun bunuh diri di angap suatu hal yang sangat berani atau pengecut
untuk menghadapi hidup, tapi
tetap aja akan menyakiti hati orang orang yang di tingalkan.
menurut loe, sebenarnya kenapa org org tersebut berpikiran begitu bagaimana kita harus menghadapi mereka, dan memberitahu
ke mereka bahwa pikiran mereka itu tidak pantas untuk di pikirkan.
mungkin iblis akan mengambil kesempatan dalam kesempitan, tapi org org yang sudah sangat putus asa tidak akan pernah
bisa mendengarkan siapa siapa lagi, termasuk org yang di cintai ama dia atau mencintainya.
apa yang membuat mereka bisa tersadar kembali atau bener bener terbangun? dan jiwa jiwa yang bunuh diri itu akan kemana?
apakah akan ke neraka? atau sama sekali tidak prnah ke neraka atau surga, tapi terjebak dalam waktu ?
sori kalo pertanyaan gw terlalu berat, gw hanya ingin tahu dari loe org org yg lebih senior dari gw di wg, karena
pendapat temen temen gw di real life terlalu banyak yang bervariasi.
nb: me saat ini tidak berpikiran ingin bunuh diri,
karena masih mau enjoy..hehehe...pingin sesering mungkin bisa make love hahaha and i need it! :D (beneran jail d gw :) )
oceh..oceh..back to topic please. jawab yang serius yah :) terima kasih.