View Full Version : good story buat bahan renungan [merged]
shella
March 20, 2003, 08:19
cukup berharga buat kita... begawan.. sorry gue gak tau kudu post dimana, memang sih ini bukan karangan gue... tapi bagus buat jadi pelajaran buat kita :maaf:
shella
March 20, 2003, 08:21
Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang terakhir.
Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah ?. Saya yakin soal ini cuma "bercanda". Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya... ? Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong.
Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan "dihitung" atau tidak. "Tentu Saja Dihitung !!" kata si Profesor. "Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang.
Semuanya penting !. Semua harus kamu perhatikan dan pelihara,walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas "hallo" !
Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah "Dorothy".
shella
March 20, 2003, 08:23
Penumpang yang Kehujanan Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai.
Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil.
Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat.
Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960- an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan,lalu mencarikan si ibu ini taksi.
Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda.
7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk
seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna (1960-an !) khusus dikirim kerumahnya. Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah :
" Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi
suamiku yang sedang sekarat... hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda,karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu"
Tertanda Ny. Nat King Cole
Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA
shella
March 20, 2003, 08:24
Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang anda layani. Di zaman es-krim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja.
Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih
dihadapannya.Anak ini kemudian bertanya " Berapa ya,... harga satu ice cream sundae?"katanya. "50 sen..." balas si pelayan. Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya....
"Wah... Kalau ice cream yang biasa saja berapa ?" katanya lagi.
Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak... dan pelayan ini mulai tidak sabar. "35 sen" kata si pelayan sambil uring-uringan. Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya. "Bu... saya pesen yang ice cream biasa saja ya..."
ujarnya. Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan. Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi.
Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen.
Anda bisa lihat... anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang "layak"
......
shella
March 20, 2003, 08:26
Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan.
Beberapa pedagang ter-kaya yang menjadi rekanan raja tiba ditempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan.
Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu. Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak
mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu.
Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya, ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan.
Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah
bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi
kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.
shella
March 20, 2003, 08:28
Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja
di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz,seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang.
Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil
yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu.
Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal
tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata "Baiklah... Saya akan melakukan hal tersebut.... asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku".
Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat
tidur,disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah,
tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang.
Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang
bergetar...katanya "Apakah saya akan langsung mati dokter... ?"
Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia
harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya. Lihatlah... bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya....
candl3
March 20, 2003, 09:49
bagus la, lagi doooooonk
Lov3-ly
March 20, 2003, 14:51
::cry:: hiks...hiks... benar-benar pelajaran yang berharga...
princess
March 20, 2003, 14:52
wah....bagus banget nih, pas buat bahan renungan kita semua :)
begawan
March 20, 2003, 15:25
disini aja nggak papa kok
gw seneng aja dapet plajaran berharga gini :bravo:
BabY bLuE
March 20, 2003, 19:29
gue tambahin yaks shell. permisiiii numpang posting :hehe
Pelayan Hotel
Bertahun-tahun dahulu, pada malam hujan badai, seorang laki-laki tua dan
istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia. Mencoba menghindari
hujan, pasangan ini mendekati meja resepsionis untuk mendapatkan tempat
bermalam.
"Dapatkah anda memberi kami sebuah kamar disini ?" tanya sang suami. Sang
pelayan, seorang laki-laki ramah dengan tersenyum memandang kepada pasangan itu
dan menjelaskan bahwa ada tiga acara konvensi di kota.
"Semua kamar kami telah penuh," pelayan berkata. "Tapi saya tidak dapat mengirim
pasangan yang baik seperti anda keluar kehujanan pada pukul satu dini hari.
Mungkin anda mau tidur di ruangan milik saya ? Tidak terlalu bagus, tapi cukup
untuk membuat anda tidur dengan nyaman malam ini."
Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini membujuk. "Jangan khawatir
tentang saya. Saya akan baik- baik saja," kata sang pelayan. Akhirnya pasangan
ini setuju. Ketika pagi hari saat tagihan dibayar, laki- laki tua itu berkata
kepada sang pelayan, "Anda seperti seorang manager yang baik yang seharusnya
menjadi pemilik hotel terbaik di Amerika. Mungkin suatu hari saya akan membangun
sebuah hotel untuk anda."
Sang pelayan melihat mereka dan tersenyum. Mereka bertiga tertawa. Saat pasangan
ini dalam perjalanan pergi, pasangan tua ini setuju bahwa pelayan yang sangat
membantu ini sungguh suatu yang langka, menemukan sesorang yang ramah bersahabat
dan penolong bukanlah satu hal yang mudah. Dua tahun berlalu. Sang pelayan
hampir melupakan kejadian itu ketika ia menerima surat dari laki-laki tua
tersebut. Surat tersebut mengingatkannya pada malam hujan badai dan disertai
dengan tiket pulang-pergi ke New York, meminta laki-laki muda ini datang
mengunjungi pasangan tua tersebut.
Laki-laki tua ini bertemu dengannya di New York, dan membawa dia ke sudut Fifth
Avenue and 34th Street. Dia menunjuk sebuah gedung baru yang megah di sana,
sebuah istana dengan batu kemerahan, dengan menara yang menjulang ke langit
"Itu," kata laki-laki tua, "adalah hotel yang baru saja saya bangun
untuk engkau kelola".
"Anda pasti sedang bergurau," jawab laki-laki muda. "Saya jamin, saya tidak,"
kata laki-laki tua itu, dengan tersenyum lebar. Nama laki-laki tua itu adalah
William Waldorf Astor, dan struktur bangunan megah tersebut adalah bentuk asli
dari Waldorf-Astoria Hotel. Laki-laki muda yang kemudian menjadi manager pertama
adalah George C. Boldt.
Pelayan muda ini tidak akan pernah melupakan kejadian yang membawa dia untuk
menjadi manager dari salah satu jaringan hotel paling bergengsi di dunia.
Pelajarannya adalah........ perlakukanlah semua orang dengan kasih, kemurahan
dan hormat, dan anda tidak akan gagal.
BabY bLuE
March 20, 2003, 19:40
RENCANA ALLAH PASTI INDAH
Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelaikain. Tetapi aku
memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku,lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan
ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas. "Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, "Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. " Waktu aku lakukan itu, aku
heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah,dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.
Kemudian ibu berkata,"Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan. Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah, "Allah, apa yang Engkau lakukan?"
Ia menjawab: "Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku
membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah? "Kemudian Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga
menyelesaikan pekerjaanKu dibumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.
Beruntunglah orang2 yang mampu menjaring ayat indah Allah dari keruwetan hidup di dunia ini.Semoga Allah berkenan menumbuhkan kesabaran dan mewariskan kebijaksanaan dalam hati hamba-Nya agar dapat memaknai kejadian2 dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun itu. Amin.
Semoga tulisan ini benar-benar membuka pikiran kita bahwa Allah adalah Yang Maha pengatur segala sesuatu di alam ini. Tulisan ini mengingatkan kendati pun manusia punya keinginan, tetapi Allah mempunyai keputusan yang tak mungkin dapat kita ubah. mari kita senantiasa bersyukur kepada Nya.
begawan
March 20, 2003, 20:04
moreeeeeeeeeeee :D
bebex_imoet
March 20, 2003, 21:07
bagus2 yahhh... terharu nih jadinya... :D
Ma®™
March 21, 2003, 00:09
Ho oH bagus-2 tar kalo gua dapet, gua postingin jg deh dsini :)
shella
March 21, 2003, 01:47
wahhh BB... thanks yahh :maaf: bagus2 banget ceritanya... asik juga yahh berbagi pelajaran disini.. paling gak ada pencerahan batin lahhh
delfira_daffa
March 21, 2003, 01:52
hueheuheue... bagus neh.... ini thread khusus kisah-kisah yang penuh hikmah..
maksud gw kisah/cerita yang bisa direnungi en diambil hikmahnya......
Ntar kalo gw punya yang bagus-2 kaya gene gw postingin disini yaK SHELL..
shella
March 21, 2003, 02:15
iya del... posting aja disini.. biar semua juga bisa baca... seneng gue ma cerita2 kaya gini...
Teophania_star
March 21, 2003, 04:34
thanks for this thread.......
it's really fulfilling......especially about the sulaman thing.....:)
thanks....one more time....and if it's possible, can you put some more stories in???
:)
Carlos Alberto
March 21, 2003, 05:22
suiit suiiit.......
bagus shell!!
shella
March 22, 2003, 04:27
Originally posted by Teophania_star
thanks for this thread.......
it's really fulfilling......especially about the sulaman thing.....:)
thanks....one more time....and if it's possible, can you put some more stories in???
:)
ok, nanti kalau ada gue post lagi deh... tapi kalau loe punya juga gpp kok di post disini.. biar kita smua bisa baca ;)
candl3
March 25, 2003, 07:50
gw ikutan yaaaaaaaaa
candl3
March 25, 2003, 07:52
Berpikir Sederhana
Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.
Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?"
Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia." Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh, tetapi ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.
Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, Rusa!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.
Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.
delfira_daffa
March 25, 2003, 08:08
ohh.. huehuee.. candl3
baguss.. baguss... gw ngerti hikmah dibalik cerita mu :)
shella
March 26, 2003, 04:10
Let the story begin ..
Sewaktu boy dan girl baru pacaran, boy melipat 1000 burung kertas buat girl, dan girl menggantungkannya di dlm kamar girl.
Boy mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.
Waktu itu, girl dan boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka b'dua....
Tetapi pada suatu saat, girl mulai menjauhi boy. Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali2 itu!!
Sewaktu girl mau mutusin boy, girl bilang sama boy, "Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa.....
Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh, aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita nanti setelah menikah...!!"
Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun.
Sudah lewat beberapa tahun...
Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak dapat melupakannya.
Pada suatu hari, waktu itu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Girl..
Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri. Boy ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tsb.
Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.
Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Boy tercegang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman! Dia melihat di atas papan nisan,foto Girl tersenyum sangat manis terhadapnya.
Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Boy. Dalam hujan, burung2 kertas itu terlihat begitu hidup.
Org tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke paris. Girl terserang kanker, Girl pergi ke surga. Girl ingin Boy menjadi orang yang mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa ia berbuat demikian terhadap Boy dulu. Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil.
Girl mengatakan, kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya. Hujan pada hari Ching Ming itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy. Dingin tidak terasa lagi, yang ada hanya kepiluan hati..
Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah...
Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut, "Hatiku tidak pernah menyesal, semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas, 1000 ketulusan hatiku, beterbangan di dalam angin menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit, melewati sungai perak,
apakah aku bisa bertemu denganmu? Tidak takut berapapun jauhnya, hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu. Masa lalu seperti asap, hilang dan takkan kembali, menambah kerinduan di hatiku. Bagaimanapun dicari,jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.."
(lirik langsung ditranslate dari bahasa Mandarin)
europe
March 31, 2003, 06:08
iyah ...
akhirnya ada juga gw temukan thread kaya gini ...
gw paling seneng kalo baca cerita2 kaya gini ...
yang sedih juga suka ...
semuanya bisa buat pelajaran hidup kita untuk menuju kearah yg lebih baik lagi ..
thanks buat semua yg udah posting ke sini dan mau berbagi ama kita2 ...
lagi dunkz !!
CeeCee
April 02, 2003, 06:20
bagus2!!! lagi2!!
BabY bLuE
April 04, 2003, 18:05
AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU
MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN
Kata-Kata Diatas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati
yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa
damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan
senantiasa
membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.
Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama : Kita sering
memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita
miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah,kendaraan, pekerjaan
tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran
anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh
rumah yang besar dan indah,mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan
lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita
terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita
hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang
lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak
pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya.
Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''. Orang yang
''kaya'' bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat
menikmati apapun yang mereka miliki.
Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan,tapi kita perlu
menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah
perasaan ini
dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di
sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan
merasakan nikmatnya hidup.
Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan
orang-orang di sekitar Anda.
Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah
mengatakan, ''Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu
cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur.
Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat
membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat
seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria.
Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.
Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan
membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain
lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai,
lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.
Saya ingat, pertama kali b ekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan
saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan
gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah
setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di
atas saya.Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi
saya. Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi
rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang
penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak
akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya
dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.
Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di
pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit
jiwa. Pasien pertama sedang duduk termen ung sambil menggumam, ''Lulu,
Lulu.''
Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang
ini. Si dokter menjawab, ''Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak
oleh Lulu.'' Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia
terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok
dan berteriak,''Lulu, Lulu''. ''Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?
'' tanyanya
keheranan. Dokter kemudian menjawab,''Ya, dialah yang akhirnya menikah
dengan Lulu.''
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki.
Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin
mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang
terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.
Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ''Saya mempunyai dua anak
laki-laki.
Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau
berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak
kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia
karena saya akan
berjumpa dengan anak pertama saya di surga.''
BabY bLuE
April 04, 2003, 18:13
oops sorry double posting!!
BabY bLuE
April 04, 2003, 18:13
To My Friends Who Are........... SINGLE
Love is like a butterfly.
The more you chase it, the more it eludes you.
But if you just let it fly, it will come to you when you least expect it.
Love can make you happy but often it hurts,
but love's only special when you give it to someone who is really worth it.
So take your time and choose the best.
To My Friends Who Are............ NOT SO SINGLE
Love isn't about becoming somebody else's" perfect person."
It's about finding someone who helps you become the best person you can be.
To My Friends Who Are............ PLAYBOY/GIRL TYPE
Never say "I love you" if you don't care.
Never talk about feelings if they aren't there.
Never touch a life if you mean to break a heart.
Never look in the eye when all you do is lie.
The cruellest thing a guy can do to a girl
is to let her fall in love when he doesn't intend to catch her fall and it works both ways...
To My Friends Who Are............ MARRIED
Love is not about "it's your fault", but "I'm sorry"
not "where are you', but "I'm right here"
not "how could you", but "I understand"
not "I wish you were", but "I'm thankful you are."
To My Friends Who Are............ ENGAGED
The true measure of compatibility is not the years spent together
but how good you are for each other.
To My Friends Who Are............ HEARTBROKEN
Heartbreaks last as long as you want and cut as deep as you allow them to go.
The challenge is not how to survive heartbreaks but to learn from them.
To My Friends Who Are............ NAIVE
How to be in love:
Fall but don't stumble, be consistent but not too persistent,
share and never be unfair, understand and try not to demand,
and get hurt but never keep the pain.
To My Friends Who Are............ POSSESSIVE
It breaks your heart to see the one you love happy with someone else
but it's more painful to know that the one you love is unhappy with you.
To My Friends Who Are............ AFRAID TO CONFESS
Love hurts when you break up with someone.
It hurts even more when someone breaks up with you.
But love hurts the most when the person you love has no idea how you feel.
To My Friends Who Are............ STILL HOLDING ON
A sad thing about life is
when you meet someone and fall in love
only to find out in the end that it was never meant to be
and that you have wasted years on someone who wasn't worth it.
If he isn't worth it now he's not going to be worth it a year or 10 years from now.
Let go.....
And I'm TRYING to let you GO ... God help me !!
BabY bLuE
April 04, 2003, 18:20
MEMO FROM GOD
To: YOU
Date: TODAY
From: THE BOSS
Subject: YOURSELF
Reference: LIFE
I am God. Today I will be handling all of your problems. Please remember that I do not need your help.
If life happens to deliver a situation to you that you cannot handle, do not attempt to resolve it. Kindly put it in the SFGTD (something for God to do) box. All situations will be resolved, but in My time, not yours.
Once the matter is placed into the box, do not hold onto it by worrying about it. Instead, focus on all the wonderful things that are present in your life now.
If you find yourself stuck in traffic; Don't despair. There are people in this world for whom driving is an unheard of privilege.
Should you have a bad day at work; Think of the man who has been out of work for years.
Should you despair over a relationship gone bad; Think of the person who has never known what it's like to love and be loved in return.
Should you grieve the passing of another weekend; Think of the woman in dire straits, working twelve hours a day, seven days a week to feed her children.
Should your car break down, leaving you miles away from assistance; Think of the paraplegic who would love the opportunity to take that walk.
Should you notice a new gray hair in the mirror; Think of the cancer patient in chemo who wishes she had hair to examine.
Should you find yourself at a loss and pondering what is life all about, asking what is my purpose? Be thankful. There are those who didn't live long enough to get the opportunity.
Should you find yourself the victim of other people's bitterness, ignorance, smallness or insecurities; Remember, things could be worse. You could be one of them!
Should you decide to send this to a friend; Thank you very much , you may have touched their life in ways you will never know.
shella
April 08, 2003, 08:36
BB... thanks yahh :bravo:
shella
April 09, 2003, 09:45
Seorang Ibu selalu bertanya pada anaknya apa bagian tubuh yang paling penting.
Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar.
Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." jawabnya, "Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti."
Beberapa tahun kemudian sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya, "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita."
Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."
Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku."
Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.
Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"
Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering
berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku. Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini
penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup".
Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting."
Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air mata. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."
Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?" Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangin ketika mereka menangis. Kadang-kandang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap,
kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."
Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialamin oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan... Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan... Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.
shella
April 10, 2003, 04:46
Jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal di rumah jompo, karena kehadirannya tidak diinginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut.
Ayah dari anak tersebut minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Di samping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yang belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yang hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahankannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya.
Selain aib yang harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yang ia dapatkan hanya cemohan, karena telahelahirkan seorang bayi haram tanpa bapa.
Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yang didapatkannya dari Tuhan di mana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love - Kasih.
Siang ia harus bekerja berat di pabrik dan di waktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan menghasilan tambahan yang ia bisa dapatkan. Terkadang ia harus menjahit sampai jam 2 pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa
pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, di samping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.
Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian sampai dengan makanan.
Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca di luaran sangat dingin sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang telah dikumpulkannya belum mencukupinya. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja.
Sejak saat tersebut ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering
sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yang terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi dlm keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yang tercinta.
Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya diluar kota. Di sana putrinya jatuh cinta pada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.
Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan saja. Ia tidak diundang, bahkan kehadirannya tidaklah diinginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yang tercinta. Sejak saat itu bertahun-tahun ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya.
Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu. Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya.
Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja disana. Di rumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai babu dari keluarga tersebut. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan, bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.
Di rumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinya daripada dirinya sendiri. Di samping itu sering sekali dibentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dlm kamarnya yang kecil di belakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.
Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo.
(bersambung)
shella
April 10, 2003, 04:48
Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dengan putri kesayangannya. Uang pension yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.
Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yang ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Di samping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yang ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.
Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat di bawah nol dan salujupun turun dengan lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena di luaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi ke rumah putrinya. Ia ingin betemu dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali. Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus berjam-jam di luaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo tempat di mana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yang berada dlm keadaan sakit.
Setiba di rumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata purtinya sendiri yang membukakan pintu rumah gedong di mana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yang diucapkan putrinya ? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia ditegor: "Kamu sudah bekerja di rumah kami puluhan tahun sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu di belakang rumah!"
"Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin
memberikan hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena di luaran dingin sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!" kata wanita tua itu.
"Maaf saya tidak ada waktu, di samping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!" ucapan putrinya dengan nada kesal. Setelah itu pintu ditutup dengan keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis.
Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih, belas kasihanpun tidak ada. Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon di rumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelpon ke kantor polisi, sebab di halte bus di depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!"
Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yang tercinta yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.
Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga. Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun. Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa.
Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja "Mother's Day" sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu.
Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah. Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita?
Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.
When Mother prayed, she found sweet rest,
When Mother prayed, her soul was blest;
Her heart and mind on Christ were stayed,
And God was there when Mother prayed!
Our thanks, O God, for mothers
Who show, by word and deed,
Commitment to Thy will and plan
And Thy commandments heed.
A thousand men may build a city,
but it takes a mother to make a home.
No man is poor who has had a godly mother!
------------
I Love you mom
shella
April 15, 2003, 01:58
Aku mendapat bunga hari ini.
meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku.
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari ini ia mengirim aku bunga.
Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku.
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali (perbuatannya) karena ia mengirim bunga padaku hari ini.
Aku mendapat bunga hari ini, padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukul aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali (perbuatannya)semalam, karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.
Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk
meninggalkannya, aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini....
Sekedar untuk perenungan kita bahwa sebaiknya wanita jangan berpangku sepenuhnya pada laki-laki tanpa memiliki ketrampilan apa-apa dan janganlah laki-laki menganiaya wanita.
Q`tee
April 16, 2003, 07:32
shella.... gua sampe :nangis: baca cerita yang pengorbanan sang ibu....
mama.... :nangis:
shella
April 23, 2003, 07:07
iya gue juga jadi sadar... kalo pengorbanan ibu gue itu besar juga yahhh :)
shella
April 28, 2003, 08:01
Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan pakaian dalam dan membuka bungkusan berbahan sutra "Ini, ......", dia berkata, "Bukan bungkusan yang asing lagi". Dia membuka kotak itu dan memandang pakaian dalam sutra serta kotaknya. "Istriku mendapatkan ini ketika pertama kali kami pergi ke New York, 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah mengeluarkan bungkusan ini. Karena menurut dia, hanya akan digunakan untuk kesempatan yang istimewa.
Dia melangkah dekat tempat tidur dan meletakkan bungkusan hadiah didekat pakaian ynag dia pakai ketika pergi ke rumah duka. Istrinya baru saja meninggal.
Dia menoleh padaku dan berkata :
"JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN ISTIMEWA, SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH KESEMPATAN YANG ISTIMEWA".!
Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya mengubah hidupku. Sekarang aku lebih banyak membaca dan mengurangi bersih-bersih. Aku duduk di sofa tanpa khawatir tentang apapun. Aku meluangkan waktu lebih banyak bersama keluargaku dan mengurangi waktu bekerjaku. Aku mengerti bahwa kehidupan
seharusnya menjadi sumber pengalaman supaya bisa hidup, tidak semata-mata supaya bisa survive (bertahan hidup) saja.
Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu. Aku menggunakan gelas-gelas kristal setiap hari. Aku akan mengenakan pakaian baru untuk pergi ke Supermarket, jika aku menyukainya. Aku tidak menyimpan parfum specialku untuk kesemaptan istimewa, aku menggunakannya kemanapun aku menginginkannya. Kata-kata "Suatu hari ....." dan Satu saat nanti ....." sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat, mendengar dan melakukan sesuatu ternyata berharga, aku ingin melihat, mendengar atau melakukannya sekarang.
Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku apabila dia tahu dia tidak akan ada di sana pagi berikutnya,ini yagn tak seorangpun mampu mengatakannya. Aku berpikir, dia mungkin sedang menelepon rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya.
Barangkali juga dia menelpon teman lama untuk berdamai atas
perselisihan yang pernah mereka lakukan. Aku suka berpikir bahwa dia mungkin pergi makan makanan China, makanan favoritnya. Semua ini adalah hal-hal kecil yang mungkin akan aku sesali jika tak aku lakukan, jika aku tahu waktu sudah dekat.
Aku akan menyesalinya, karena aku tidak akan lebih lama lagi melihat teman-teman yang akan aku temui, juga surat-surat yang ingin aku tulis "Suatu hari nanti".
Aku akan menyesal ! dan merasa sedih, karena aku tidak sempat mengatakan betapa aku mencintai orangtuaku, saudara-saudaraku dan teman2ku.
Sekarang, aku mencoba untuk tidak menunda atau menyimpan apapun yang bisa membuatku tertawa dan bisa membuatku menikmati hidup.
Dan, setiap pagi, aku berkata kepada diriku sendiri bahwa hari ini akan menjadi hari istimewa. Setiap hari, setiap jam, setiap menit, adalah istimewa. Apabila kamu mendapatkan pesan ini, itu karena seseorang peduli padamu, dan karena mungkin ada seseorang yang kamu pedulikan.
Jika kamu terlalu sibuk untuk mengirimkan pesan ini kepada orang lain dan kamu berkata kepada dirimu sendiri bahwa kamu akan mengirimkannya "Suatu saat nanti", ingatlah bahwa "Suatu saat" itu sangat jauh ....... Dan mungkin tidak akan pernah datang
shella
May 13, 2003, 02:07
Semua Terjadi Karena Suatu Alasan
Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.
Gedung putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos.
Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan! Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku. Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test
fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.
Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini?
Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa. Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam?
Aku berpaling pada ayahku. Katanya, "Semua terjadi karena suatu alasan." Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa
saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?
Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang. Aku teringat kata-kata ayahku, "Semua terjadi karena suatu alasan." Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat
menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang. Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.
Frank Slazak
Best Regards,
L3080Y
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
shella
July 07, 2003, 04:25
A Glass of Milk
Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.
Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.
Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.
Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, "berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?" Wanita itu menjawab: "Kamu tidak perlu membayar apapun". "Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan" kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :" Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda."
Bertahun-tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menganganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.
Dr. Howard dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata Dr. Howard. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumahsakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu.
Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.
Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan... Wanita itu sembuh !!. Dr. Howard meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Howard melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.
Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus diangsur seumur hidupnya. Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi.."Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu !!" tertanda, Dr. Howard Kelly.
Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa:
"Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia."
lonely_girl
July 16, 2003, 17:55
gw kayaknya dah pernah baca dech
lonely_girl
July 16, 2003, 17:57
tapi gw lupa baca di mana yach
::mikir::
shella
July 17, 2003, 05:16
pasti dari mail :D
shella
July 17, 2003, 05:22
KOPI ASIN...
Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis.
Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat.
Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya. Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang aja yuk...?!?".
Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?"
Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali!
Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.
Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?" Si pria menjawab,"Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana."
Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria dihadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya.
Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli ... betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu!
Untung ada kopi asin!
Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya,dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.
Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu tentang kopi asin. Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus.
Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.
Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu.
Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.
Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab, rasanya manis.
======
Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu bukan seperti yang anda gambarkan.
Sama seperti kejadian kopi asin tadi. Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula.
lonely_girl
July 17, 2003, 18:46
kok lo tau seh sel ? :hmmm:
shella
July 18, 2003, 04:14
Ya soalnya gue juga dpt dari mail2 sih :hehe
kalo loe ada cerita2 bagus di post disini aja sis
viechien
July 18, 2003, 04:26
bagus bagus kayanya aku pernah baca deh di Chicken soup for the soul
bener ga sih?
begawan
July 18, 2003, 04:29
Originally posted by shella
Ya soalnya gue juga dpt dari mail2 sih :hehe
kalo loe ada cerita2 bagus di post disini aja sis
lu ikutan milis 17tahun.com shel?:shock:
[nunjuk]shella
shella
October 22, 2003, 06:43
begawan ngaco [timpuk] :haha
shella
October 22, 2003, 06:51
Bukan Aku Tak Cinta
Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada.
Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya.
Pukul 18.30. Tinnn...........
Tiiiinnnnn.............. !! Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah.
Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang.
"Mama, mama.... Mama, mama...." Cassie menggerak-gerakkan tangan Mama. Mama diam saja. Dengan cemas Cassie bertanya, "Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?"
Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin gencar bertanya, "Mama, mama... mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?"
Tiba-tiba... "Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!" Mama membentak dengan suara tinggi.
Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama... Cassie salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya.
Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama? Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya.
Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa.
TIN TIIIN ! Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, kekamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan. "Cassie mana?".
"Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya."
Malam itu mereka kembali hanya makan berdua.
Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.
Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka. Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?
europe
October 30, 2003, 13:06
Cerita ini merupakan terjemahan dari versi Chinese :
Jika sekarang anda memiliki seorang yang sangat dicintai, Ingatlah selalu kebaikannya, sayangilah segalanya, agar segala perasaan yang indah menjadi nyata.
Touching Story
Tahun itu, dia mendadak muncul, tampangnya tidak seberapa. Di bawah dukungan teman sekamar, yakni Siao Cien, dengan memaksakan diri aku bersahabat dengan dia.Secara perlahan, aku mendapati bahwa dia adalah orang yang penuh pengertian dan lemah lembut. Hari berlalu, hubungan kami semakin dekat, perasaan di antara Kami semakin menguat, dan juga mendapat
dukungan dari teman-teman. Pada suatu hari di tahun kelulusan kami, dia berkata padaku :"Saya telah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi tetapi di Amerika, dan saya tidak tahu akan pergi berapa lama, kita bertunangan dulu,bolehkah ?"
Mungkin dalam keadaan tidak rela melepas kepergiannya, saya
mengangguk.Oleh karena itu sehari sesudah hari wisuda, hari itulah merupakan hari pertunangan kami berdua. Setelah bertunangan tidak berapa lama, bersamaan dengan ucapan selamat dan perasaan berat hati dalam hatiku, dia menaiki pesawat dan terbang menuju sebuah negara yang asing.Saya
juga mendapatkan sebuah pekerjaan yang bagus, memulai hari bekerja dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Telpon interlokal merupakan cara kami untuk tetap berhubungan dan melepas kerinduan.
Suatu hari, sebuah hal yang naas terjadi pada diri. Pagi hari, dalam perjalanan menuju tempat kerja, sebuah taksi demi menghindari seekor anjing di jalan raya, mendadak menikung tajam. Tidak tahu lewat berapa lama, saat siuman telah berada di rumah sakit,anggota keluarga yang mengelilingi melihat saya telah siuman, mereka lantas memanggil dokter. "Pah, Mengapa ? Mengapa saya tidak dapat memanggilnya ?
Dokter mendatangiku dan memeriksa, suster menyuntikkan sebuah serum ke dalam diriku, mempersilahkan orang lainnya untuk keluar terlebih dahulu.
Ketika siuman kembali, yang terlihat adalah raut wajah yang sedih dari setiap orang, sebenarnya apa yang terjadi. Mengapa saya tidak dapat bersuara ? Ayah dengan sedihnya berkata : "Siao Min, dokter bilang syaraf Kamu mengalami luka, untuk sementara tidak dapat bersuara, lewat beberapa waktu akan membaik." "Saya tidak mau !" saya dengan berusaha memukul ranjang, membuka mulut lebar-lebar berteriak, tapi
hanya merupakan sebuah protes yang tidak bersuara. Setelah kembali ke rumah, kehidupanku berubah. Suara telp yg didambakan sewaktu dulu, merupakan suara yang sangat menakutkan sekarang ini. Saya tidak lagi keluar rumah, juga menjadi seorang yang menyia-nyiakan diri, ayah mulai berpikir untuk pindah rumah. Dan dia? di belahan bumi yang lain, yang diketahui hanyalah saya telah membatalkan pertunangan kami,
setiap telpon darinya tidak mendapatkan jawaban, setiap surat yang ditulisnya bagaikan batu yang tenggelam ke dasar lautan.
Dua tahun telah berlalu, saya secara perlahan telah dapat keluar yang masa gelap ini, memulai hidup baru, juga mulai belajar bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Suatu hari, Siao Cien datang ke rumah merayakan ulang tahunku, serta memberitahu bahwa dia telah kembali, sekarang bekerja di sebuah perusahaan sebagai seorang insinyur. Saya berdiam diri, tidak mengatakan apapun. Mendadak bel pintu berbunyi, orang rumah karena suara bel yang berbunyi berulang-ulang dan
terdengar tergesa-gesa, tidak tahu harus berbuat apa,akhirnya ayah menyeretkan langkah kakinya yang berat, pergi membuka pintu. Saat itu, di dalam rumah mendadak hening, dia telah muncul, berdiri di depan pintu rumahku. Dia mengambil napas yang dalam, dengan perlahan berjalan ke hadapanku, dengan bahasa isyarat yang terlatih, dia berkata: "Maafkan saya ! Saya terlambat satu tahun baru menemuimu, dalam satu tahun ini, Saya berusaha dengan keras untuk mempelajari bahasa isyarat, demi untuk hari ini, Tidak peduli kamu berubah menjadi apapun, selamanya kamu merupakan Orang yang paling kucinta. Selain kamu, saya tidak akan mencintai orang lain,Marilah kita Menikah !"
The End
Dear friend,
Cinta yang tulus tak terpengaruh oleh perubahan, yang ada hanyalah penerimaan, tak perduli seberapa besar perubahan itu, cinta selalu dapat menerima dikala pasangan kita berubah , cobalah tengok ke belakang dan jujurlah bertanya ,apakah dia yang berubah atau kadar penerimaan kita yang menipis? (gv)
" One day you will come to realize that you are simply an eternal
essence in need of nothing except Love"
europe
October 30, 2003, 13:07
kepanjangan ya ?? ;D tp bagus loh
europe
October 30, 2003, 13:12
Tulang Rusuk
Ce : Yang paling kamu cintai di dunia ini siapa ?
Co : Kamu dong !!!
Ce : Menurut kamu, aku ini siapa ?
Co : (berpikir sejenak lalu menatap Ce dengan pasti) Kamu tulang rusukku!!! Menurut Kitab suci, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua Pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati ..."
Setelah menikah, pasangan itu mengalami masa yang indah dan untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing - masing dan kepenatan hidup yang ada. Hidup mereka menjadi membosankan.
Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari pada akhir sebuah pertengkaran Ce lari keluar rumah.
Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak "Kamu nggak cinta lagi sama aku !". Co sangat membenci ketidak dewasaan Ce dan secara spontan balik berteriak "Aku menyesal kita menikah ! Kamu ternyata bukan tulang rusukku !!!" Tiba - tiba Ce menjadi terdiam dan berdiri terpaku untuk beberapa saat.
Co menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan, tetapi seperti air yang telah tertumpah tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Ce kembali kerumah dan mengambil barang - barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing - masing.
" Lima tahun berlalu. Co tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Ce. Ce pernah ke luar negeri tetapi sudah kembali. Dia pernah menikah dengan seorang asing dan bercerai. Co agak kecewa bahwa Ce tidak menunggunya kembali. Dan di tengah malam yang sunyi dia meminum kopinya dan merasakan sakit di hatinya. Tetapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Ce.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat dimana banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas.
Co : Apa kabar ?
Ce : Baik ... apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang ?
Co : Belum.
Ce : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Co : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, tidak ada yang berubah.
Ce tersenyum manis, lalu berlalu. "Good bye ...."
Semingga kemudian dia mendengar bahwa Ce adalah salah satu korban Menara WTC. Malam itu, sekali lagi,Co mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di hatinya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Ce, tulang rusuknya sendiri yang telah dengan bodohnya dia patahkan.
Insight : "Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal"
thing``
October 30, 2003, 13:20
:) really touching.. perlu banyak merenungin
*duhhh.... jadi san chai ama thau ming zhe aja dechh.. ali2 libut melulu tapi saling setia en tulus* :P
:haha
europe
October 30, 2003, 13:20
hihi masih ada lg thing ,.... ;D
lom abis ni ..
europe
October 30, 2003, 13:26
Ketika Tuhan Menciptakan Seorang Ibu
Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. Kini giliran
diciptakan para ibu. Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut:
"Tuhan, banyak nian waktu yg Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?" dan Tuhan menjawab pelan:
"Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan?"
01)Ibu ini harus waterproof (tahan air / cuci) tapi bukan dari
plastik.
02) Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai
03) Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan
seadanya untuk mencukupi kebutuhan anak- anaknya.
04) Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anaknya
05) Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukan hati anaknya.
06) Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan
07) enam pasang tangan!!
Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya "
Enam pasang tangan....? tsk tsk tsk" ---
"Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya,
melainkan tangan yang melayani sana sini,
mengatur Segalanya menjadi lebih baik...." balas Tuhan.
08) Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang modelnya?"
Malaikat semakin heran.
Tuhan mengangguk-angguk.
Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya: "Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?",
padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya.
"Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh".
Artinya...,ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat
dan pasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya.
Mata itu harus bisa bicara!
Mata itu harus berkata: "Saya mengerti dan saya sayang padamu".
Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun.
"Tuhan", kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah".
"Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai"
09) Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.
10) Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging
11) Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi....
Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan
perlahan.
"Terlalu lunak", katanya memberi komentar.
"Tapi kuat" Kata Tuhan Bersemangat.
Kata Tuhan bersemangat.
"Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia
tanggung, pikul dan derita."
"Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat. lagi.
"Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, idea dan berkompromi", kata Sang Pencipta.
Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu di pipi,
"Eh, ada kebocoran di sini"
" Itu bukan kebocoran", kata Tuhan.
"Itu adalah air mata.... air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan,air mata kesepian,
air mata kebanggaan, airmata...., air mata...."
"Tuhan memang ahlinya....",
Akhirnya Malaikat berkata pelan pada pembaca
" JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH CERITA INI KEPADA
ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DIDUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA "
thing``
October 30, 2003, 13:30
:haha ... tom beralih forum :hehe
europe
October 30, 2003, 13:30
Kebutuhan akan rasa dicintai
Dalam hati setiap orang ada kebutuhan untuk merasa dicintai tanpa harus diperiksa dahulu apakah ia pantas menerimanya.
--Maurice Wagner--
Joe agak pemalu ketika masih remaja, dan bahkan ketika sudah duduk di perguruan tinggi, ia juga tidak memiliki keberanian untuk mengajak kencan seorang gadis.
Pada suatu malam, Jake yang tinggal di kamar lain di asrama yang sama memberinya tawaran yang tak dapat ditolaknya, tawaran untuk memperkenalkannya dengan seorang gadis, teman pacar Jake, yang kebetulan sedang berkunjung untuk liburan akhir pekan.
"Tidak, terima kasih," sahut Joe. "Aku tidak mau kencan buta."
"Jangan khawatir dengan gadis ini," kata Jake meyakinkan Joe. "Julie gadis istimewa, dan percayalah ia cantik."
"Tidak," ulang Joe.
"Ini bukan situasi yang mungkin gagal. Aku bahkan memberimu jalan keluar," papar Jake.
"Bagaimana?" tanya Joe.
"Waktu kita menjemput ke asrama mereka, tunggulah sampai ia keluar dari pintu, lalu periksalah sendiri. Bila kamu memang menyukainya, maka baguslah, kita akan menikmati malam yang menyenangkan. Tapi kalau menurutmu ia jelek, berpura-puralah terkena serangan asma. Cukup dengan 'Aaahhggggg!' lalu kaupegang tenggorokanmu seolah-olah sulit bernapas. Apabila ia bertanya, 'Ada apa?' katakan saja 'Asmaku kambuh.' Jadi kencan itu kita batalkan. Begitu saja. Tidak usah ragu. Tidak akan ada masalah."
Joe ragu-ragu. Aka tetapi ia setuju untuk mencobanya. Apa ruginya?
Ketika mereka tiba di pintu asrama mereka, Joe mengetuk pintu, maka keluarlah gadis itu. Joe mengamatinya dan tidak dapat mempercayai matanya. Ia cantik sekali. Betapa beruntungnya dia ? Ia hampir tidak tahu harus berkata apa.
Gadis itu juga mengamati Joe dan tiba-tiba berteriak, "Aaahhggggg!"
Tampaknya tidak hanya mereka yang telah menyiapkan rencana darurat. Kebanyakan kita, entah kapan, pernah ditolak oleh seseorang karena kita tidak cukup cerdas, tidak cukup jangkung, tidak cukup gagah, tidak cukup tampan, tidak cukup cantik, dan sebagainya. Betapa beratnya ketika kita ditolak!
Apabila kita menerima seseorang tanpa syarat, kita memberi mereka kebebasan untuk berada di luar diri mereka sendiri. Penerimaan yang tulus memungkinkan kita melihat nilai sesungguhnya seorang manusia.
Ketika kita mencoba memaksa orang agar mereka menjadi seperti yang kita inginkan, kecenderungan mereka untuk mempertahankan diri, keras kepala, dan sakit hati muncul. Namun, apabila Anda memberi mereka peluang untuk menolak perubahan itu, berarti Anda juga memberi mereka kebebasan untuk berubah.
Berhentilah menerima orang berdasarkan apa yang dapat, harus, atau akan terjadi pada mereka andaikata mereka mendengarkan Anda. Kita akan terus memandang seseorang melalui kacamata keharusan, kepantasan, tuntutan dan prasangka sampai kita menerima orang lain tanpa syarat.
europe
October 30, 2003, 13:32
iyah nih thing ,,, ;D
abis binun mo taruh mana .. ;D
ra1ny
October 30, 2003, 13:35
wahhhhhhhh............sedihhhhhhhhhhhhhh ::cry::
europe
October 30, 2003, 15:06
iyah .. ;D
setelah gw terima dr imel .. n baca .. ;D
jd terharu .. palagih yg soal MOM itu .. ;D
duh duh
Ma®™
October 31, 2003, 11:40
Bagus buangettttttttttttt :nangis:
europe
October 31, 2003, 12:50
uhui .. kalo yg ada story2 sejenis .. posting disini ajah yuks .. ;)
kita baca bareng2 .. :)
thing``
November 03, 2003, 03:33
masalah joe en julie.. :haha ... emank runyem :kakaka: ceciannn dee joe
shella
November 03, 2003, 04:19
Gue sebelumnya juga udah bikin kok... judulnya "pelajaran berharga" itu isinya sama seperti apa yg loe post tomz... boleh gue merged gak? :)
thing``
November 03, 2003, 14:59
gimana klo thing buat kisah menyentuh ttg mami shella ::brow::
europe
November 10, 2003, 13:53
di merge ajah shell .. ;)
cancerio
January 15, 2004, 18:22
This is really nice people, what kind a friend are you?
A simple friend has never seen you cry.
A real friend has shoulders soggy from your tears.
A simple friend doesn't know your parents' first names.
A real friend has their phone numbers in their address book.
A simple friend brings a bottle of wine to your party.
A real friend comes early to help you cook and stays late to help you clean.
A simple friend hates it when you call after they have gone to bed.
A real friend asks you why you took so long to call.
A simple friend seeks to talk with you about your problems.
A real friend seeks to help you with your problems.
A simple friend wonders about your romantic history.
A real friend could blackmail you with it.
A simple friend, when visiting, acts like a guest.
A real friend opens your refrigerator and helps themselves.
A simple friend thinks the friendship is over when you HAVE an argument.
A real friend knows that it's not a friendship until after you've had a
fight.
A simple friend expects you to always be there for them.
A real friend expects to always be there for you!
cancerio
January 15, 2004, 18:23
Bola untuk Anak
25 tahun yang lalu,
Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan.
Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya
kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali
hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami
selesai. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan
istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Tapi aku
masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau
hadir menjadi saksi. Umurku sudah menginjak seperempat
abad dan Kania di bawahku. Cita-cita kami sederhana,
ingin hidup bahagia.
22 tahun yang lalu,
Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya
makan keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku
sudah punya momongan. Seorang putri, kunamai ia
Kamila. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan
sempurna, maksudku kaya akan budi baik hingga dia
tampak sempurna. Kulitnya masih merah, mungkin karena
ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak dijenguk
kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus bisa
terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania
tak mau menerima kami. Ya sudahlah. Aku tak berhak
untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya
yakin, suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.
19 tahun yang lalu,
Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang
berlari-lari, melompat-lompat atau meloncat dari meja
ke kursi lalu dari kursi ke lantai kemudian berteriak
"Horeee, Iya bisa terbang". Begitulah dia memanggil
namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu merekah
seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania tak
jarang berteriak, "Iya sayaaang," jika sudah terdengar
suara "Prang". Itu artinya, ada yang pecah, bisa vas
bunga, gelas, piring, atau meja kaca. Terakhir cermin
rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompat dari tempat
tidur ke lantai, boneka kayu yang dipegangnya
terpental. Dan dia cuma bilang "Kenapa semua kaca di
rumah ini selalu pecah, Ma?"
18 tahun yang lalu,
Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih
awal dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu.
Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania
tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy
apalagi jadi pemain bola seperti yang sering
diucapkannya. "Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi
pemain bola!" tapi aku tidak suka dia menangis terus
minta bola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling
tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan
seperti yang sudah kuduga, dia bersorak kegirangan
waktu kutunjukkan bola itu. "Horee, Iya jadi pemain
bola."
17 Tahun yang lalu
Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di
jalan. Mainnya di rumah aja. Coba kalau ia nurut,
Bapak kan tidak akan seperti ini. Aku tidak tahu
bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan
bola di tas sekolahnya. Yang aku tahu, hari itu hari
sabtu dan aku akan menjemputnyanya dari sekolah.
Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang
jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah
jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku
mengalahkan kehati-hatianku dan "Iyaaaa". Sebuah truk
pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya
berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua
kakiku sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini.
Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki,
bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar
barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Kulihat
Kania menangis sedih, bibir cuma berkata "Coba kalau
kamu tak belikan ia bola!"
15 tahun yang lalu,
Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang
pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan
menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh
dan Iya mulai banyak dibentak. Aku hanya bisa
membelainya. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit
kepala makanya cepat marah. Perabotan rumah yang bisa
dijual sudah habis. Dan aku tak bisa berkata apa-apa
waktu Kania hendak mencari ke luar negeri. Dia ingin
penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan
Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap
pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia memang pergi
ke Malaysia.
13 tahun yang lalu,
Setahun sejak kepergian Kania, keuangan rumahku
sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu
tak terdengar kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang
untuk Kamila masuk SMP. Anakku memang pintar dia
loncat satu tahun di SD-nya. Dengan segala
keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan
sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan pekerjaan
yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku miris,
menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh
remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi
keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi
aku harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila
hidup tegar.
10 tahun yang lalu,
Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku.
Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu
sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan
hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya.
"Biar cantik kalo kere ya kelaut aje." Mungkin itu
kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang
sabar dia tidak marah walau tak urung menangis juga.
"Sabar ya, Nak!" hiburku.
"Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak diganggu!"
pintanya padaku. Dan aku menangis. Anakku maafkan
bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam
hatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari
kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu
sudah semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia
tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena
sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP.
7 tahun yang lalu,
Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania,
istriku, kembali menemui pikiranku. Sudah
bertahun-tahun tak kudengar kabarnya. Aku tak mungkin
bohong pada diriku sendiri, jika aku masih menyimpan
rindu untuknya. Dan itu pula yang membuat aku takut.
Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke
Malaysia. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang
cuma lulusan SMP. Haruskah aku melepasnya karena
alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku
mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia
berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung
untuk modal. Setelah itu dia akan pulang, menemaniku
kembali_ dan membuka usaha kecil-kecilan. Seperti
waktu lalu, kali ini pun aku tak kuasa untuk
menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku
baik-baik saja.
4 tahun lalu,
Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Hampir
tiga tahun dia di sana. Dia bekerja sebagai seorang
pelayan di rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak
suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya
tak pernah siratkan sinar baik. Dia juga dikenal suka
perempuan. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang
keempat. Dia bilang dia sudah ingin pulang. Karena
akhir-akhir ini dia sering diganggu. Lebaran tahun ini
dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca dari
suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu
menunggu hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku
jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang
baik usahakan untuk salat tahajjud. Tak perlu
memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan
Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat
hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih
pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.
3 tahun 6 bulan yang lalu,
Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian
pemerintahan Malaysia, kabarnya anakku ditahan. Dan
dia diancam hukuman mati, karena dia terbukti membunuh
suami majikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku
menangis, aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut
tak mungkin membunuh. Lagipula kenapa dia harus
membunuh. Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia
untuk menyelamatkan anakku dari maut. Hampir setahun
aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. Tenaga
tuaku terkuras dan airmataku habis. Aku hanya bisa
memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia
memang bersalah.
2 tahun 6 bulan yang lalu,
Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti
bersalah. Dan dia harus menjalani hukuman gantung
sebagai balasannya. Aku tidak bisa apa-apa selain
menangis sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi
apakah nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak
belikan ia bola apakah keadaanku pasti lebih baik? Aku
kini benar-benar sendiri. Wahai Allah kuatkan aku.
Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke
Malaysia. Anakku ingin aku ada di sisinya disaat
terakhirnya. Lihatlah, dia kurus sekali. Dua matanya
sembab dan bengkak. Ingin rasanya aku berlari tapi apa
daya kakiku tak ada. Aku masuk ke dalam ruangan
pertemuan itu, dia berhambur ke arahku, memelukku
erat, seakan tak ingin melepaskan aku.
"Bapak, Iya Takut!" aku memeluknya lebih erat lagi.
Andai bisa ditukar, aku ingin menggantikannya.
"Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?"
"Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. Iya
tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan
dia jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak
salah kan, Pak!" Aku perih mendengar itu. Aku iba
dengan nasib anakku. Masa mudanya hilang begitu saja.
Tapi aku bisa apa, istri keempat lelaki tua itu
menuntut agar anakku dihukum mati. Dia kaya dan lelaki
itu juga orang terhormat. Aku sudah berusaha untuk
memohon keringanan bagi anakku, tapi menemuiku pun ia
tidak mau. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam
bulan untuk memohon hukuman pada wanita itu.
cancerio
January 15, 2004, 18:25
2 tahun yang lalu,
Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu
akan hadir melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika
dia sudah datang dan ada di belakangku. Tapi aku tak
ingin melihatnya. Aku melihat isyarat tangan dari
hakim di sana. Petugas itu membuka papan yang diinjak
anakku. Dan 'blass" Kamilaku kini tergantung. Aku tak
bisa lagi menangis. Setelah yakin sudah mati, jenazah
anakku diturunkan mereka, aku mendengar langkah kaki
menuju jenazah anakku. Dia menyibak kain penutupnya
dan tersenyum sinis. Aku mendongakkan kepalaku, dan
dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat
garis wajah yang kukenal.
"Kania?"
"Mas Har, kau . !"
"Kau ... kau bunuh anakmu sendiri, Kania!"
"Iya? Dia..dia . Iya?" serunya getir menunjuk jenazah
anakku.
"Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola
jika sudah besar."
"Tidak ... tidaaak ... " Kania berlari ke arah jenazah anakku.
Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris.
Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan
secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia
diturunkan dari tiang gantungan. Bunyinya "Terima
kasih Mama." Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila
sudah tahu wanita itu ibunya.
Setahun lalu,
Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih
istriku. Yang aku tahu, aku belum pernah
menceraikannya. Terakhir kudengar kabarnya dia mati
bunuh diri. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan
anakku, Kamila. Kata pembantu yang mengantarkan
jenazahnya padaku, dia sering berteriak, "Iya
sayaaang, apalagi yang pecah, Nak." Kamu tahu Kania,
kali ini yang pecah adalah hatiku. Mungkin orang tua
kita memang benar, tak seharusnya kita menikah. Agar
tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita. Benarkah
begitu Iya sayang? (TRUE STORY)
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
cancerio
January 15, 2004, 18:27
gw dapet dr email....
cancerio
September 20, 2004, 20:20
Dalam hati setiap orang ada kebutuhan untuk merasa dicintai tanpa harus diperiksa dahulu apakah ia pantas menerimanya.
--Maurice Wagner--
Joe agak pemalu ketika masih remaja, dan bahkan ketika sudah duduk di perguruan tinggi, ia juga tidak memiliki keberanian untuk mengajak kencan seorang gadis.
Pada suatu malam, Jake yang tinggal di kamar lain di asrama yang sama memberinya tawaran yang tak dapat ditolaknya, tawaran untuk memperkenalkannya dengan seorang gadis, teman pacar Jake, yang kebetulan sedang berkunjung untuk liburan akhir pekan.
"Tidak, terima kasih," sahut Joe. "Aku tidak mau kencan buta."
"Jangan khawatir dengan gadis ini," kata Jake meyakinkan Joe. "Julie gadis istimewa, dan percayalah ia cantik."
"Tidak," ulang Joe.
"Ini bukan situasi yang mungkin gagal. Aku bahkan memberimu jalan keluar," papar Jake.
"Bagaimana?" tanya Joe.
"Waktu kita menjemput ke asrama mereka, tunggulah sampai ia keluar dari pintu, lalu periksalah sendiri. Bila kamu memang menyukainya, maka baguslah, kita akan menikmati malam yang menyenangkan. Tapi kalau menurutmu ia jelek, berpura-puralah terkena serangan asma. Cukup dengan 'Aaahhggggg!' lalu kaupegang tenggorokanmu seolah-olah sulit bernapas. Apabila ia bertanya, 'Ada apa?' katakan saja 'Asmaku kambuh.' Jadi kencan itu kita batalkan. Begitu saja. Tidak usah ragu. Tidak akan ada masalah."
Joe ragu-ragu. Aka tetapi ia setuju untuk mencobanya. Apa ruginya?
Ketika mereka tiba di pintu asrama mereka, Joe mengetuk pintu, maka keluarlah gadis itu. Joe mengamatinya dan tidak dapat mempercayai matanya. Ia cantik sekali.
Betapa beruntungnya dia ? Ia hampir tidak tahu harus berkata apa.
Gadis itu juga mengamati Joe dan tiba-tiba berteriak, "Aaahhggggg!"
Tampaknya tidak hanya mereka yang telah menyiapkan rencana darurat. Kebanyakan kita, entah kapan, pernah ditolak oleh seseorang karena kita tidak cukup cerdas, tidak cukup jangkung, tidak cukup gagah, tidak cukup tampan, tidak cukup cantik, dan sebagainya. Betapa beratnya ketika kita ditolak!
Apabila kita menerima seseorang tanpa syarat, kita memberi mereka kebebasan untuk berada di luar diri mereka sendiri. Penerimaan yang tulus memungkinkan kita melihat nilai sesungguhnya seorang manusia.
Ketika kita mencoba memaksa orang agar mereka menjadi seperti yang kita inginkan, kecenderungan mereka untuk mempertahankan diri, keras kepala, dan sakit hati muncul. Namun, apabila Anda memberi mereka peluang untuk menolak perubahan itu, berarti Anda juga memberi mereka kebebasan untuk berubah.
Berhentilah menerima orang berdasarkan apa yang dapat, harus, atau akan terjadi pada mereka andaikata mereka mendengarkan Anda. Kita akan terus memandang seseorang melalui kacamata keharusan, kepantasan, tuntutan dan prasangka sampai kita menerima orang lain tanpa syarat.
norThic
September 20, 2004, 22:44
can.. yang barusan elo post juga ada di page 4..
norThic
September 20, 2004, 22:46
Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran yang menjual
ayam goreng dan membeli 9 potong ayam. Ia membawa ayam gorengnya ke
taman, untuk dinikmati bersama kekasihnya di bawah sinar rembulan
yang romantis.
Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu terkejut. Bukan
ayam yang didapatinya, melainkan uang hasil penjualan restoran itu
sebanyak 9000 dollar. Pemuda itu kemudian mengembalikan uang itu dan
meminta ayam goreng sebagai gantinya. Pemilik restoran, merasa kagum
atas kejujuran si pemuda, menanyakan namanya dan mengatakan hendak
menelpon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat
cerita tentang si pemuda. Ia akan menjadi pahlawan, sebuah contoh
nilai kejujuran dan moral yang akan mengilhami yang lain!
Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya. "Kekasihku sedang
menunggu. Aku hanya ingin ayam gorengku."
Pemilik restoran menjadi semakin kagum atas sikap si pemuda yang
begitu rendah hati. Ia memohon agar diijinkan menceritakan kejadian
itu kepada wartawan. Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi marah
dan meminta ayam gorengnya.
"Aku tidak mengerti" kata pemilik restoran. "Anda adalah satu-
satunya pemuda jujur di tengah dunia yang tidak jujur! Ini merupakan
suatu kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada dunia bahwa masih
ada orang-orang jujur yang mau bertindak benar. Saya mohon,
beritahukan nama Anda dan juga nama wanita itu."
"Apakah ia istrimu?"
"Itulah masalahnya," kata si pemuda. "Istriku ada di rumah. Wanita
di dalam mobil itu adalah kekasihku. Sekarang berikan ayamku agar
aku dapat pergi dari sini."
norThic
September 20, 2004, 22:48
Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta
terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak
seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas
dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.
"Kok, belum tidur?" sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya,
Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia
akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah
menuju ruang keluarga, Imron menjawab, "Aku nunggu Ayah pulang.
Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?"
"Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja."
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10
jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25
hari kerja. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?"
Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,
sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika
Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari
mengikutinya.
"Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti
satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong," katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok," perintah Rudi.
Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti
pakaian, Imron kembali bertanya, "Ayah, aku boleh pinjam uang Rp
5.000,- nggak?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah."
"Tapi, Ayah..." Kesabaran Rudi habis. "Ayah bilang tidur!" hardiknya
mengejutkan Imron. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai
mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Imron di
kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron
didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp
15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi
berkata, "Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih
minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan
bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih."
"Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau
sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini."
"Iya,iya, tapi buat apa?" tanya Rudi lembut.
"Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga.
Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat
berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp
15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-,
maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp
5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah," kata Imron polos.
Rudi terdiam.
Ia kehilangan kata-kata.
norThic
September 20, 2004, 22:48
Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari
sangat menonjol dibanding dengan rekan-2nya, sehingga dia seringkali
menjadi juara di berbagai perlombaan yang diadakan. Dia berpikir,
dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti
dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari
di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang
yang memberi tepuk tangan kepadanya.
Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal
dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat, dan dari tangan
dinginnya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis
muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan
sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan
menjadi muridnya.
Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai
sang pakar di belakang panggung, seusai sebuah pagelaran tari. Si
gadis muda bertanya "Pak, saya ingin sekali menjadi penari kelas
dunia. Apakah anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari ?
Saya ingin tahu pendapat anda tentang tarian saya". "Oke,
menarilah di depan saya selama 10 menit", jawab sang pakar.
Belum lagi 10 menit berlalu, sang pakar berdiri dari kursinya, lalu
berlalu meninggalkan si gadis muda begitu saja, tanpa mengucapkan
sepatah kata pun. Betapa hancur si gadis muda melihat sikap sang
pakar. Si gadis langsung berlari keluar. Pulang kerumah, dia
langsung menangis tersedu-sedu. Dia menjadi benci terhadap dirinya
sendiri. Ternyata tarian yang selama ini dia bangga-banggakan tidak
ada apa-apanya di hadapan sang pakar. Kemudian dia ambil sepatu
tarinya, dan dia lemparkan ke dalam gudang. Sejak saat itu, dia
bersumpah tidak pernah akan lagi menari.
Puluhan tahun berlalu. Sang gadis muda kini telah menjadi ibu dengan
tiga orang anak. Suaminya telah meninggal. Dan untuk menghidupi
keluarganya, dia bekerja menjadi pelayan dari sebuah toko di sudut
jalan.
Suatu hari, ada sebuah pagelaran tari yang diadakan di kota itu.
Nampak sang pakar berada di antara para menari muda di belakang
panggung. Sang pakar nampak tua, dengan rambutnya yang sudah putih.
Si ibu muda dengan tiga anaknya juga datang ke pagelaran tari
tersebut. Seusai acara, ibu ini membawa ketiga anaknya ke belakang
panggung, mencari sang pakar, dan memperkenalkan ketiga anaknya
kepada sang pakar. Sang pakar masih mengenali ibu muda ini, dan
kemudian mereka bercerita secara akrab.
Si ibu bertanya ", Pak, ada satu pertanyaan yang mengganjal di
hati saya. Ini tentang penampilan saya sewaktu menari di hadapan anda
bertahun-tahun yang silam. Sebegitu jelekkah penampilan saya saat
itu, sehingga anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja,
tanpa mengatakan sepatah katapun ?".
"Oh ya, saya ingat peristiwanya. Terus terang, saya belum pernah
melihat tarian seindah yang kamu lakukan waktu itu. Saya rasa kamu
akan menjadi penari kelas dunia. Saya tidak mengerti mengapa kamu
tiba-2 berhenti dari dunia tari", jawab sang pakar.
Si ibu muda sangat terkejut mendengar jawaban sang pakar. "Ini
tidak adil", seru si ibu muda. "Sikap anda telah mencuri semua
impian saya. Kalau memang tarian saya bagus, mengapa anda
meninggalkan saya begitu saja ketika saya baru menari beberapa menit.
Anda seharusnya memuji saya, dan bukan mengacuhkan saya begitu saja.
Mestinya saya bisa menjadi penari kelas dunia. Bukan hanya menjadi
pelayan toko !".
Si pakar menjawab lagi dengan tenang "Tidak …. Tidak, saya
rasa saya telah berbuat dengan benar. ANDA TIDAK HARUS MINUM ANGGUR
SATU BAREL UNTUK MEMBUKTIKAN ANGGUR ITU ENAK. Demikian juga saya.
Saya tidak harus menonton anda 10 menit untuk membuktikan tarian anda
bagus. Malam itu saya juga sangat lelah setelah pertunjukkan. Maka
sejenak saya tinggalkan anda, untuk mengambil kartu nama saya, dan
berharap anda mau menghubungi saya lagi keesokan hari. Tapi anda
sudah pergi ketika saya keluar. Dan satu hal yang perlu anda camkan,
bahwa ANDA MESTINYA FOKUS PADA IMPIAN ANDA, BUKAN PADA UCAPAN ATAU
TINDAKAN SAYA.
Lalu pujian ? Kamu mengharapkan pujian ? Ah, waktu itu kamu sedang
bertumbuh. PUJIAN ITU SEPERTI PEDANG BERMATA DUA. ADA KALANYA
MEMOTIVASIMU, BISA PULA MELEMAHKANMU. Dan faktanya saya melihat bahwa
sebagian besar PUJIAN YANG DIBERIKAN PADA SAAT SESEORANG SEDANG
BERTUMBUH, HANYA AKAN MEMBUAT DIRINYA PUAS DAN PERTUMBUHANNYA
BERHENTI. SAYA JUSTRU LEBIH SUKA MENGACUHKANMU, AGAR HAL ITU BISA
MELECUTMU BERTUMBUH LEBIH CEPAT LAGI. Lagipula, pujian itu
sepantasnya datang dari keinginan saya sendiri. TIDAK PANTAS ANDA
MEMINTA PUJIAN DARI ORANG LAIN".
"Anda lihat, ini sebenarnya hanyalah masalah sepele. Seandainya
anda pada waktu itu tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap
menari, mungkin hari ini anda sudah menjadi penari kelas dunia.
MUNGKIN ANDA SAKIT HATI PADA WAKTU ITU, TAPI SAKIT HATI ANDA AKAN
CEPAT HILANG BEGITU ANDA BERLATIH KEMBALI. TAPI SAKIT HATI KARENA
PENYESALAN ANDA HARI INI TIDAK AKAN PERNAH BISA HILANG SELAMA-LAMANYA
……..".
norThic
September 20, 2004, 22:49
Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang
dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya
menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di
tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk
mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat
tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang
ada di kamar itu.
Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas
punggungnya.
Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama
berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan,
keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah
mereka kunjungi selama liburan.
Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat
jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan
tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya.
Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan
bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan
warna-warna indah yang ada di luar sana.
"Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang
indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan
anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan.
Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang
dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah
pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki
langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah."
Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela
Dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata
membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi
lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu.
Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah. Pada
suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan
tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua
tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya
melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu
dengan kata-kata yang indah.
Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu
pun berlalu.
Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat
Untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat
jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya.
Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk
memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta
pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat
jendela itu.
Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan
segala sesuatu ya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi
seorang diri dalam kamar.
Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk
bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela
itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati
semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan
kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya?
Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!!
Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang
Membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah
melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu.
Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang
buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.
"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup," kata
perawat itu
dari the-acesia
norThic
September 20, 2004, 22:49
gue punya banyak cerita2 model ginian...
ada 100-an di email gue :hehe
cancerio
September 21, 2004, 20:15
if you asked me, "do you like me ?", i said no.
if you asked me, "am i pretty ?", i said no.
if you asked me, "am i in ur heart?", i said no,
if you asked me, "would u cry if i walked away?", i said no.
So you walked away..i grabbed your arm and said...
i dont like u, i love u...
ur not pretty, ur beautiful...
ur not in my heart,u r my heart...
and i wouldnt cry if u walked away, i would walk with you.....
cancerio
September 21, 2004, 20:19
This is a love letter from a boy to a girl....
However,the_ girl's father does not like him and want them to stop the relationship......
So,_ the boy wrote this letter to the little girl.
1_______ "The great love that I have for you
2_______ is gone, and I find my dislike for you
3_______ grows every day._ When I see you,
4_______ I do not even like your face;
5_______ the one thing that I want to do is to
6_______ look at other girls._ I never wanted to
7_______ marry you. Our last conversation
8_______ was very boring and has not
9_______ made me look forward to seeing you again.
10______ You think only of yourself
11______ If we were married, I know that I would_ find
12______ life very difficult, and I would have no
13______ pleasure in living with you. I have a heart
14______ to give, but it is not something that
15______ I want to give to you._ No one is more
16______ foolish and selfish than you, and you are_ not
17______ able to care for me and help
18______ I sincerely want you to understand that
19______ I speak the truth. You will do me a favor
20______ if you think this the end. Do not try
21______ to answer this._ Your letters are full of
22______ things that do not interest me._ You have_ no
23______ true love for me._ Good-bye! Believe me,
24______ I do not care for you._ Please do not think that
25______ I am still your boyfriend."
So bad....._ However, the boy told the girl before to
"READ BETWEEN THE LINES", meaning only to read 1.3.5.7.9.11.13......
So...
Please_ read it again!....
natasia
October 11, 2004, 09:07
cinta tulus seorang evan
Dear Diary,
Hai Di , udah lama vella ngga nulisin kamu yah ,
banyak banget yang vella mau ceritain ke kamu Di .
Tadi pagi vella sama temen2 ngomongin cowok
masing-masing.
Di masih inget sama evan kan ? cowoknya vella ?
Vella malu banget deh sama dia . Dia soalnya ngga
kayak cowok2 temen vella yang lain Di.
Sebel deh sama evan , Bayangin deh Di semua
minusnya
evan nih yah :
Minus 10 karena dia ngga punya handphone !!!
padahal cowok2 temen vella yang lain punya
handphone
Minus 10 karena dia ngga dibolehin nyetir mobil
sama ortunya karena belum 17 , padahal cowok2
temen
vella yang lain biar sama2 sm! p udah boleh bawa
sendiri !!!!!
Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma cepak
biasa , padahal cowok2 temen vella yang lain itu
rambutnya gaya abhies
Minus 10 buat dia karena dia itu ngga suka ke
tempat2 dugem Di ! padahal vella suka banget ke
sana,
malu banget ngga sih punya cowok kayak gitu
Minus 10 buat dia lagi Di ! karena dia ngga punya
satu
pun jacket xsml padahal cowok2 temen vella yang
lain
sering banget belanja disana , kalau dia sih
paling
pake bajunya bangsa bangsa jacket yang merek FILA
(idih banget ngga siCh Di!)
Minus 10 banget ( dan yang ini banget banget
banget !!!! ) karena dia masih suka bawa makanan
dar! i rumah buat makang siang ke sekolah ! gila yah
DI malu2in banget ngga sih !!!!!!!!
Sumpah yah Di , vella malu banget sama dia
,kayaknya
mau putus aja deh Di
Dear Diary.
hari Ini valentine, pas Evan ke kelas vella mau
kasih kado , vella cuma diem aja .Seharian itu Di
,vella ngindarin dia abis-abisan , dia bingung
gitu
kayaknya Di , kenapa vella ngindar terus .
Sampe rumah dia nelepon vella , Vella males tapi
ngomong sama dia Di , vella suruh pembantu bilang
ke
evan kalau vella belum pulang . Dia nelepon 4 kali
hari itu tapi vella males nerima.
Kira-kira 3 harian deh kayak gitu , tiap di
sekolah
vella ngindarin evan pake cara ke wc cewek lah
atau
ngumpet2 lah , dan di rumah vella selalu ngga mau
nerima telepon dari dia , kayaknya vella
bener-bener
udah ilfeel dan malu pacaran sama dia Di !
Akhirnya waktu itu hari Senin, Seperti biasa pas
di
sekolah , Vella ngindarin dia .Pas pulang sekolah
vella ngumpul di kantin sama temen2 vella . Mereka
pada nanya kok vella ngindarin evan terus Vella
diem
aja , tapi setelah didesak akhirnya Vella ngaku
juga
Vella ngomong , " Ah bete banget gue sama tuh
cowok,
udah ngga ada modal mendingan gaul , dan mukanya
setelah gue pikir2 biasa banget , ya ampun kok gue
dulu mau yah jadi sama dia ? dipelet kali yah
gue!!"
tiba tiba semua pada diem dan ngeliat ke arah
punggung vella, Vella bingung dan nengok di , ya
Tuhan Di ! ternyata ada evan di belakang Vella dan
kayaknya dia denger yang vella baru ucapin barusan
.
Vella cuma bisa diem tapi vella sempet ngeliat
Evan
sebentar. Dia diem , mukanya nunduk ke bawah terus
dia pelen2 pergi dari situ.
Vella diem aja , ada beberapa yang ngomong "hayo
loo vel , dia denger lho !!" Tapi ada juga yg
ngomong , " Udahlah vel , baguslah denger , ngga
ada
untungnya tetep sama dia , ntar elo juga bisa
dapet
yg lebih bagus."
Bener juga yah Di . Ya udah vella cuek aja ,
syukur
deh kalau dia denger !!! Dia mau minta putus juga
ayo , mau banget malah vella.
Dua hari pun berlalu Di , dan sejak saat Evan udah
ngga berusaha nyamperin vella di sekolah atau
nelepon vella. Tiap ketemu di sekolah dia cuma
diem
dan ngelewatin vella aja..
Seminggu berlalu , 2 minggu berlalu sejak hari itu
,
vella mulai ngerasa ada sesuatu yang ilang Di ,
ngga
tau kenapa Vella mulai ngerasa kehilangan sesuatu
,
kadang2 vella suka bengong bingung sendiri , cuma
vella berusaha ilangin perasaan itu .Vella ngga
tau
kenapa jadi males kemana mana , pengennya
sendiri aja , males ngapa-in .Semua orang jadi
bingung kenapa Vella berubah jadi kayak gini .
Vella
sendiri juga ngga tau kenapa Di.
Dear Diary,
! ; Minggu malem nih Di, Ujan deres banget, Vella diem
dan ngerenung di dalam kamar. Tiba tiba di channel
V
ada lagunya Janet JaCkson Di ! Tau kan liriknya ?
Doesn't really matter what the eyes is seeing ,
Cause im in love with the Inner being.
Saat itu tiba-tiba Vella nangis Di, Vella baru
sadar.... Betapa baiknya evan..... Vella nangis -
senangisnya Di , karena vella baru sadar betapa
begonya vella...
Minus 10 karena evan ngga punya Hp Di , tapi plus
100
karena dia tiap malem rela jalan jauh ke wartel
buat Nelpon Vella ngucapin selamat tidur setiap
hari.......
Minus 10 karena dia ngga dibolehin nyetir mobil
sama ortunya karena belum 17 Di , Tapi plus 100
! karena tiap malem minggu dia rela naik sepeda jauh
dari kemang ke bona indah khusus ngapelin vella
biar
ujan sekalipun,.....
Minus 10 karena dia rambutnya cuma botak biasa
dan ngga suka di spike, tapi plus 100 karena dalam
keadaan rambut vella apapun baik bagus maupun lagi
jelek , mau salah potong atau salah blow atau
salah
model dia selalu bilang vella cantik banget....
Minus 10 karena dia ngga suka ke tempat dugem Di,
tapi
plus 100 karena dia rela nemenin vella ke
tempat2 kayak gitu , meski dia ngga suka dan rela
dimarahin ortunya karena pulang pagi nemenin
vella...dengan naik taksi ke rumahnya.....
Minus 10 karena eVan ngga punya jacket xsml dan
hanya p! unya jacket fila biasa , tapi plus 100
karena
kalau ujan di sekolah dia selalu minjemin vella
jacketnya meski dia sendiri kedinginan......
Minus 10 karena dia bawa makan siang ke sekolah,
tapi plus 100 karena ternyata nabung uang jajan
makang siangnya buat beli kado valentine buat
vella......
Dari 60 minus yg evan punya Di , dia punya 600
Plus
di hati Vella .... dari 1000 kekurangan evan , dia
punya semilyar kebaikan...... ya tuhan Di , betapa
begonya vella yah.....vella yang berutung
sebenernya
punya cowok evan , dan vella juga yang nyakitin
evan,
padahal ngga pernah sekalipun dia nyakitin vella.
Malemnya vella nangis lama banget Di
Dear Diary,
Vella ketemu sama evan di sekolah. Vella kejar dia
dan bilang vella mau ngomong, Evan diem aja , tapi
pulang sekolah dia nanya vella mau ngomong apa.
Vella kasih dia kartu buatan vella , vella cium
pipi
dia dan vella bilang minta maaf karena vella udah
nyakitin dia . Dia cuma diem aja terus pulang....
Vella cuma bisa diem karena sadar , vella yang
berbuat , vella juga yang kehilangan...
Sakit banget rasanya Di , Vella pulang sekolah
nangis tapi juga sadar itu semua Vella yang bikin
dan vella pula yang nanggung resiko-nya...
Malem itu tiba tiba mama ngetok pintu kamar
vella,katanya ada telepon. Ternyata bener Di itu
evaN,
dia udah maafin vella , dia udah lupain
&nb! sp; semuanya.....aduh Di , girang banget hati vella ,
hihihihihi senengnya
Nanti malem Evan mau kesini Di , dan vella mau
dandan secantik-cantiknya buat evan , jadi Vella
udahan dulu yah Di......thx banget udah denger
curhat-nya vella , Vella belajar satu hal Di ,
Hargailah apa yang kamu miliki sekarang , karena
tanpa kamu sadari , kamu begitu beruntung telah
memiliki-nya
Selamat malem diary,ku.....
NB: Minus 10 Di , karena mukanya tidak tampan ,
tapi plus 100 karena hatinya luar biasa
tampan......
Vella-Nya Evan
sanmei
October 14, 2004, 03:12
Antara Cacing, Burung Dan Manusia
Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing.
Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus "puasa". Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus "berpuasa". Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya "kantor" yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri.
Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis akan makanan yang dijanjikan Allah.
Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.
Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing.
Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati.
Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari makan. Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu.
Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih.
Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing ?
Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi?
Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa. Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar banyak dari burung dan cacing.
vBulletin® v3.8.2, Copyright ©2000-2013, Jelsoft Enterprises Ltd.