View Full Version : Warna - Warni







Pizzaro
September 27, 2003, 06:06
Minta partisipasi kalian donks...
kalian punya cerita Rohani bisa berbentuk Renungan atau apapun, Humor, atau yang laen - laen Tapi harus yang Rohani ( berguna dan bermanfaat ) kirim disini OK !!

eLiZa
September 27, 2003, 17:12
kayaknya banyak deh dari fwd2 imel..
boleh gak?

red_conjurer
September 28, 2003, 12:41
pasti pizzaro p un ya banyak cerita tu h kan elonya peny iar radio rohani

red_conjurer
September 28, 2003, 12:49
Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur (Filipina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

“Bagaimana kabarmu Andoy? Apakah kamu akan ke sekolah ?”
“Ya, Bapa Pendeta!” balas Andoy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.
Dia begitu memperhatikan keselamatan Andoy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut,”Jangan menyeberang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang jalan . jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat.”

Terima kasih, Bapa Pendeta.”
“Kenapa kamu tidak pulang sekarang ?? . apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?”
“Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan .. sahabatku.”
Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya didepan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy kepada Bapa di Surga.

“Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya . aku makan satu kue dan minum airku . Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan! . aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya . lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini selopku yang terakhir . aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa .. paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.

Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah . tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi . tolong Tuhan ??

Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.

Tuhan . Engkau mau lihat lukaku ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini .. disini .. aku rasa Engkau tahu yang ini khan ..??

Tolong jangan marahi Ibuku ya ..??? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukul kami.

Oh Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, namanya Anita ... menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku ???

Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei .. ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira ??
Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu . tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang.”

Kemudian Andoy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, “Bapa Pendeta .Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!”

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah .. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andoy tiba dari pesta natal di sekolahnya, dan menyapa “Halo Tuhan..Aku ...’

“Kurang ajar kamu bocah !!! tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa ??!!!
Keluar.!!!”
Andoy begitu terkejut, “ Dimana Bapa Pendeta Agaton ..??? dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya .. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja . tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus - ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya .” Ketika Andoy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja. Sambil membuat tanda salib ia berkata “Keluarlah bocah .. kamu akan mendapatkannya !!!”

Oleh karena itu Andoy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut didepan Gereja. Dia mulai menyeberang .ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang - disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andoy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar .. dan Andoy tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tak bernyawa.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, “ Maaf Tuan.apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?” Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam segera berdiri dan berkata,” Dia adalah sahabatku.” Hanya itulah yang dia katakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andoy.

“Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?” “Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari.” ucap ibu Andoy terisak.

“Apa katanya ?”
Ayah Andoy berkata ,”Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andoy sepertinya Dia begitu mengenal Andoy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan menegani Dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut.

Dia menyibakkan rambut Andoy dari wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu ..” “Apa yang dia katakan ?”

“Dia berkata kepada puteraku ..” Ujar sang Ayah
“Terima kasih buat kadonya . Aku akan segera berjumpa denganmu . engkau akan bersamaku.” Dan sang Ayah melanjutkan, “Anda tahu kemudian . semuanya itu terasa begitu indah .. aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. aku tidak dapat melukiskan sukacita didalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta..siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu ? anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap hari . kecuali pada waktu puteraku meninggal .” Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik,” Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa .. kecuali dengan Tuhan.”

KEEP IN FAITH ...
GIVE THANKS EVERYDAY ... FOR EVERYTHING ...
GOD BLESS YOU

qbiz
September 28, 2003, 14:20
TEMUKAN BERKAT YANG SEPERTINYA SUKAR DIRAIH
PENGETAHUAN & KEMENANGAN MENJADI MILIKMU
- SEKARANG –

Oleh : Peter Youngren


Sebuah berita bukanlah berita sampai pada saat kejadian itu benar-benar terjadi. Karena bobot berita akan dinilai dari suatu kejadian yang terjadi secara nyata. Kenyataan sederhana ini menjadi kunci dasar pada pengertian kepada Injil dan pengertian kepada kunci kemenangan kita. Injil adalah sebuah “kabar baik”. Dalam bahasa Yunani kata “baik” secara harafiah adalah sesuatu yang sudah terjadi. Jadi sekarang anda mengerti bahwa anda mengikuti sebuah keyakinan kekristenan yang sudah terbukti dan terjadi. Sebuah karya Allah yang sudah dinyatakan dengan kasihNya melalui Tuhan Yesus Kristus.

Perhatikan ayat-ayat ini :

Galatia 5:1
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Kristus telah membebaskan kita. Perhatikan bawa ini ditulis dalam “past tense” sesuatu yang sudah terjadi. Yesus sudah melakukan sesuatu untuk kita. Rasul Paulus bersaksi demikian :

Galatia 2:20
namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Mengapa orang-orang Kristen ingin mencari sesuatu terobosan yang kelihatannya sukar? Berkat, Pengetahuan dan Kemenangan? Mengapa kita tidak mencari pengetahuan tentang bagaimana mempercayai dan merengkuh kemenangan yang sudah menjadi milik kita?

Hal yang tragis melihat orang-orang Kristen mencari pemenuhan kebutuhan yang terus menerus tidak ada habis-habisnya. Selalu mencari kunci-kunci untuk meraih kesuksesan. Ini adalah sikap-sikap yang tidak mempercayai gaya hidup yang tertulis di dalam Alkitab Perjanjian Baru. Dan secara nyata prilaku dan gaya hidup kita tidak ada bedanya dengan orang-orang yang beragama lain.

Orang Muslim adalah umat yang suka berdoa, mereka berdoa lima kali sehari. Orang Hindu dan Budha juga adalah orang-orang yang suka berdoa. Mereka berdoa agar Tuhannya melakukan sesuatu untuk mereka.

Hakekeat doa dalam Injil itu berbeda. Doa bukanlah sesuatu yang meyakinkan Tuhan untuk melakukan sesuatu di masa datang. Tetapi doa yang benar adalah harus difokuskan pada apa yang sudah Tuhan perbuat.

Kita harus sadar dan setuju kepada suatu kenyataan bahwa Yesus sudah melunasi semuanya di Kalvari. Tapi kenyataan ini tidak juga dimengerti dan ditampakkan dalam ekspresi kita bahwa kita sudah mendapatkan sesuatu yang sungguh berkelimpahan. Bahkan itu tidak pernah terucap di mulut kita.

Kita kadang berdoa begini “Oh Tuhan, bekerjalah dengan dasyat, hal yang ajaib yang belum pernah Engkau lakukan” Doa seperti ini sepertinya didoakan dengan penuh iman “oh… Tuhan akan melakukan perkara dasyat yang belum pernah Dia lakukan”. Namun Injil sudah mengajarkan bahwa Tuhan sudah memberi tuntunan/ guide-lines dalam kehidupan kita :

2 Petrus 1:3-4
1:3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

Mari kita teliti apa yang sudah kita terima dalam Yesus Kristus, ada 6 poin sebagai berikut :



1. BERKAT TUHAN

Kadang kadang orang berkata “Saya sungguh percaya Tuhan akan memberkatimu” atau “Tahun ini kamu akan menerima berkat yang berlipat kali ganda” Ini adalah pikiran yang bagus, tapi ini bukan pikiran Injil.

Pikiran Injil adalah “ Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” (Efesus 1:3)

• Aku menginginkan Tuhan untuk memberkatiku
• Aku sudah diberkati dengan berkat yang ajaib di dalam Kristus


2. MENGENAL ALLAH

Banyak orang berkata “Oh Tuhan ingin mengenalmu” atau “Aku berusaha untuk mengenal Kristus, Tuhan sepertinya berada di tempat yang jauh” . Tetapi Injil mengajarkan :

Efesus 2:13-14
2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,

Tembok pemisah antara Tuhan dan manusia sudah dirobohkan!

• Aku berusaha mengenal Tuhan
• Aku telah memiliki iman untuk mengenal Allah melalui karya pengorbanan Tuhan Yesus Kristus.

qbiz
September 28, 2003, 14:20
3. KEKUATAN ROH

“Oh Tuhan berikan kepadaku kuasaMu” atau “Aku sungguh perlu Kuasa Tuhan dalam hidupku” Bukankan ini sering kita dengar?. Tetapi Injil mengajarkan :

Efesus 1:18-19
1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
1:19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,[/b]


Marilah kita pelajari bahwa masalah kita tidak terbentur pada urusan kuasa, tetapi terbentur pada hal pengertian. Kita tidak menyadari bahwa kita sudah memiliki kuasa, malah kita menganggap diri kita ini lemah tanpa kuasa. Rasul Paulus tidak mendoakan umat Tuhan untuk mendapat pertambahan kuasa dari Tuhan, tetapi suatu tambahan pengertian akan kuasa yang sudah kita miliki.

Bagaimana anda mengerti hal ini?

• Aku butuh mendapatkan tambahan kuasa Tuhan dalam hidupku
• Aku sudah mendapatkan Kuasa dari Tuhan yang dibutuhkan dalam hidupku. Aku berdoa agar aku diberikan mata pengetauan dan pengertian yang membawa aku menyadari apa yang suda aku punyai.


4. KEBEBASAN

Sepertinya banyak sekali orang membicarakan kiat-kiat untuk meraih sebuah kemerdekaan. Ada 7 “langkah”, ada 12 “rahasia”, ada 25 “kunci”. Semua kiat-kiat ini dibicarakan untuk menuntun anda semua ke arah kebebasan.. Buku-buku yang menulis metode dan kiat membangun diri banyak ditawarkan, semuanya menjanjikan kemenangan dan kesuksesan . Semuanya itu diikuti oleh orang-orang sebagai ganti daripada yang Allah sudah rancangkan, yaitu kebebasan melalui Yesus Kristus. Kita begitu sibuk mencari cara bagaimana menyelesaikan masalah kita. Marilah kita kembali kepada ajaran Injil :

[i]Roma. 6:17-18
6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.
6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

Perhatikan kalimat “Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.” Ini adalah sesuatu hal yang sudah terjadi! Kemerdekaan itu sudah disediakan untuk kita. Kalau kita terus mencari jalan-jalan lain untuk mendapatkan kemerdekaan, kita hanya akan terjerat pada masalah dan fokus kita hanya akan terbatas pada hal itu-itu saja.

• Aku sungguh ingin dimerdekakan
• Kemerdekaanku adalah dalam kenyataan bahwa Kristus telah membebaskan aku.


5. KUTUK TURUNAN

Kita belajar dari Perjanjian lama bahwa kutuk akan terjadi sampai pada keturunan ke tiga bahkan ke empat. Kitapun kadang mempercayai ada dosa turunan yang menurun dari orang tua bahkan dari kakek dan nenek kita. Kita sering mendengar orang-orang berkata :

“Aku harus mematahkan kutukan dalam keluargaku ini”
“Aku ini terkena kutukan yang sudah turun-temurun terjadi di keluargaku”
“Aku perlu pertolongan”
“Aku harus menyelesaikan masa laluku”

Tetapi Injil berkata demikian :

1 Petrus 1:18-19
1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Bisa anda pahami ayat-ayat tersebut? Kita sudah ditebus dari segala hal yang sia-sia warisan dari nenek moyang kita! Kita tela dibebaskan dari kutuk turunan.

Darah Kristus yang mulia, terima dan nikmatilah. Kita tidak lagi dikutuk, kita diberkati. Yesus telah menyelesaikan masalah yang terjadi di keluarga kita. Pertolongan dari Tuhan telah kita terima, Yesus sudah melakukannya 2000 tahun yang lalu. Ini harus anda percayai bahwa tidak ada kutuk dalam dirimu dan keluargamu.

• Aku telah menerima penebusan melalui darah Yesus yang mulia dari segala kutuk dan hal yang sia-sia warisan nenek-moyangku.


6. KESEMBUHAN

Apakah anda mencari kesembuhan ? Kesembuhan dari Yesus sudah dipersiapkan untuk anda. Seringkali banyak orang datang kepada saya dan berkata “Pastor Peter, saya datang ini untuk mengetahui apakah Allah mau menyembuhkan saya. Maukah anda berdoa untuk saya? Maukah Tuhan menyembuhkan saya? Saya menjawab “mungkin tidak”.
Bisa jadi anda mengira saya jahat sekali karena menjawab dia demikian. Tetapi saya tidak bermaksud jahat, tetapi saya mengatakan sebuah kebenaran. Pahamilah bahwa kesembuhan Ilahi sudah tersedia. Apabila orang berkata walaupun dengan iman berharap Tuhan melakukan sesuatu yang dasyat bahkan suatu hal yang sepertinya belum pernah terjadi. Tentu saja saya suka sekali hal itu. Tetapi apa yang sudah dikerjakan Yesus 2000 tahun yang lalu itu sudah menjadi kunci untuk memasuki segala anugerah Tuhan, termasuk kesembuhan.

1 Petrus 2:24
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Sekali lagi, ingatlah hal ini “kita sembuh” ini sudah terjadi.

• Aku percaya aku disembuhkan Tuhan
• Aku sudah menerima kesembuhan yang sudah disediakan Allah. Aku tidak perlu mencarinya dan aku telah menerima sesuatu hal yang besar yang sudah dilakukan Yesus untukku.

Injil adalah Kabar Baik, ini adalah peneguhan atas iman terhadap karya Tuhan Yesus Kristus yang telah menjadi korban tebusan atas dosa-dosa manusia. Anda bukanlah seorang pengemis yang bangkrut yang sedang memohon-mohon pertolongan. Anda sudah dibenarkan, ini sudah menjadi rencana Allah. Tetapi mungkin saja anda belum menyadari keyataan Injil ini dan tetap saja berpikiran :

• …. Aku belum diberkati
• …. Aku belum mengenal Allah
• …. Aku belum merasakan Kuasa Allah
• …. Aku belum dibebaskan
• …. Aku masih merasa ada kutukan
• …. Aku belum disembuhkan dan diselamatkan

Apa yang harus anda lakukan jika berpikiran seperti diatas?
Anda harus mempelajari Injil dengan sungguh, berdoa sesuai Injil. Mintalah tuntunan Roh Kudus untuk membukakan pengertian-pengertian yang injili.

Anda sekarang mengerti, Injil itu bukanlah sebuah perasaan atau emosi. Injil adalah Kabar yang Nyata! Suatu pernyataan Allah yang sudah dibuktikan oleh Yesus. Ketika anda dibenarkan oleh Yesus, dan mengerti apa yang sudah dijelaskan dalam Injil. Kita tahu bahwa Allah sudah melakukan terobosan-terobosan pembenaran kepada umat manusia sejak 2000 tahun yang lalu!

Percayalah! Terimalah! Akuilah dan Hiduplah sesuai kebenaran Injil.

Juffrouw
September 28, 2003, 19:05
Originally posted by red_conjurer
Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur (Filipina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

“Bagaimana kabarmu Andoy? Apakah kamu akan ke sekolah ?”
“Ya, Bapa Pendeta!” balas Andoy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.
Dia begitu memperhatikan keselamatan Andoy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut,”Jangan menyeberang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang jalan . jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat.”

Terima kasih, Bapa Pendeta.”
“Kenapa kamu tidak pulang sekarang ?? . apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?”
“Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan .. sahabatku.”
Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya didepan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy kepada Bapa di Surga.

“Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya . aku makan satu kue dan minum airku . Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan! . aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya . lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini selopku yang terakhir . aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa .. paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.

Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah . tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi . tolong Tuhan ??

Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.

Tuhan . Engkau mau lihat lukaku ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini .. disini .. aku rasa Engkau tahu yang ini khan ..??

Tolong jangan marahi Ibuku ya ..??? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukul kami.

Oh Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, namanya Anita ... menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku ???

Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei .. ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira ??
Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu . tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang.”

Kemudian Andoy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, “Bapa Pendeta .Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!”

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah .. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andoy tiba dari pesta natal di sekolahnya, dan menyapa “Halo Tuhan..Aku ...’

“Kurang ajar kamu bocah !!! tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa ??!!!
Keluar.!!!”
Andoy begitu terkejut, “ Dimana Bapa Pendeta Agaton ..??? dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya .. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja . tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus - ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya .” Ketika Andoy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja. Sambil membuat tanda salib ia berkata “Keluarlah bocah .. kamu akan mendapatkannya !!!”

Oleh karena itu Andoy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut didepan Gereja. Dia mulai menyeberang .ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang - disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andoy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar .. dan Andoy tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tak bernyawa.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, “ Maaf Tuan.apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?” Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam segera berdiri dan berkata,” Dia adalah sahabatku.” Hanya itulah yang dia katakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andoy.

“Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?” “Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari.” ucap ibu Andoy terisak.

“Apa katanya ?”
Ayah Andoy berkata ,”Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andoy sepertinya Dia begitu mengenal Andoy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan menegani Dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut.

Dia menyibakkan rambut Andoy dari wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu ..” “Apa yang dia katakan ?”

“Dia berkata kepada puteraku ..” Ujar sang Ayah
“Terima kasih buat kadonya . Aku akan segera berjumpa denganmu . engkau akan bersamaku.” Dan sang Ayah melanjutkan, “Anda tahu kemudian . semuanya itu terasa begitu indah .. aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. aku tidak dapat melukiskan sukacita didalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta..siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu ? anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap hari . kecuali pada waktu puteraku meninggal .” Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik,” Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa .. kecuali dengan Tuhan.”

KEEP IN FAITH ...
GIVE THANKS EVERYDAY ... FOR EVERYTHING ...
GOD BLESS YOU

gue :nangis: baca ini...:nangis:

hansel
September 28, 2003, 23:45
Originally posted by qbiz
Orang Muslim adalah umat yang suka berdoa, mereka berdoa lima kali sehari. Orang Hindu dan Budha juga adalah orang-orang yang suka berdoa. Mereka berdoa agar Tuhannya melakukan sesuatu untuk mereka.


Too judgmental!!!
We don't know for sure what they pray for, for what reasons? They might make a bargain with their god through prayer, they might ask for guidance from their god in prayer, but they might also express their love for their god in prayer.

Pizzaro
October 01, 2003, 01:55
Originally posted by red_conjurer
pasti pizzaro p un ya banyak cerita tu h kan elonya peny iar radio rohani
Justru Pizz pengen cari cerita2 lagi, kehabisan bahan cerita... Hihihihi :D

Pizzaro
October 01, 2003, 02:06
Wah, yang dikirim ma Qbiz, kalo dimasukkin ke bahan Radio bisa jadi Pendeta yang lagi Khotbah di Radio ne...

Pizzaro
October 01, 2003, 02:07
Ayo masukkin lagi...!!!

Pizzaro
October 01, 2003, 02:10
Originally posted by red_conjurer
Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur (Filipina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

“Bagaimana kabarmu Andoy? Apakah kamu akan ke sekolah ?”
“Ya, Bapa Pendeta!” balas Andoy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.
Dia begitu memperhatikan keselamatan Andoy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut,”Jangan menyeberang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang jalan . jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat.”

Terima kasih, Bapa Pendeta.”
“Kenapa kamu tidak pulang sekarang ?? . apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?”
“Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan .. sahabatku.”
Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya didepan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy kepada Bapa di Surga.

“Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya . aku makan satu kue dan minum airku . Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan! . aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya . lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini selopku yang terakhir . aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa .. paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.

Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah . tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi . tolong Tuhan ??

Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.

Tuhan . Engkau mau lihat lukaku ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini .. disini .. aku rasa Engkau tahu yang ini khan ..??

Tolong jangan marahi Ibuku ya ..??? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukul kami.

Oh Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, namanya Anita ... menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku ???

Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei .. ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira ??
Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu . tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang.”

Kemudian Andoy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, “Bapa Pendeta .Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!”

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah .. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andoy tiba dari pesta natal di sekolahnya, dan menyapa “Halo Tuhan..Aku ...’

“Kurang ajar kamu bocah !!! tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa ??!!!
Keluar.!!!”
Andoy begitu terkejut, “ Dimana Bapa Pendeta Agaton ..??? dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya .. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja . tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus - ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya .” Ketika Andoy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja. Sambil membuat tanda salib ia berkata “Keluarlah bocah .. kamu akan mendapatkannya !!!”

Oleh karena itu Andoy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut didepan Gereja. Dia mulai menyeberang .ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang - disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andoy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar .. dan Andoy tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tak bernyawa.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, “ Maaf Tuan.apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?” Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam segera berdiri dan berkata,” Dia adalah sahabatku.” Hanya itulah yang dia katakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andoy.

“Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?” “Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari.” ucap ibu Andoy terisak.

“Apa katanya ?”
Ayah Andoy berkata ,”Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andoy sepertinya Dia begitu mengenal Andoy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan menegani Dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut.

Dia menyibakkan rambut Andoy dari wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu ..” “Apa yang dia katakan ?”

“Dia berkata kepada puteraku ..” Ujar sang Ayah
“Terima kasih buat kadonya . Aku akan segera berjumpa denganmu . engkau akan bersamaku.” Dan sang Ayah melanjutkan, “Anda tahu kemudian . semuanya itu terasa begitu indah .. aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. aku tidak dapat melukiskan sukacita didalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta..siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu ? anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap hari . kecuali pada waktu puteraku meninggal .” Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik,” Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa .. kecuali dengan Tuhan.”

KEEP IN FAITH ...
GIVE THANKS EVERYDAY ... FOR EVERYTHING ...
GOD BLESS YOU

Makanya Tuhan Yesus pernah ngomong jadi seperti anak kecil.. hix hix.. jadi ga pengen tua dech...!!

seksi_tiga
October 01, 2003, 11:08
STAND UP FOR JESUS

Dulu di University of Southern California ada seorang profesor filosofi yang atheis. Ia berusaha membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada. Mahasiswa selalu takut berargumentasi dengan dia.20 tahun ia mengajar dan tak seorang pun berhasil meentangnya. Pada hari terakhir tiap semester , dia selalu berkata kepada 300 mahasiswanya, "Bila ada yang masih percaya Yesus silahkan berdiri !". Selam itu tidak ada seorang pun berani berdiri. Para mahasiswa sudah tahu apa yang akan dilakukan profesor itu selanjutnya. Ia akan berkata, "Siapapun yang percaya pada Tuhan adalah orang Tolol. Bila Tuhan ada, Ia mampu menghentikan kapur ini jatuh ke lantai dan tidak pecah. Contoh sederhana ini untuk membuktikan bahwa Tuhan tidak ada, dan Dia dapat melakukannya ". Dan setiap tahun, kapur itu selalu jatuh dan pecah. Kebanyakan mahasiswa terlalu takut untuk berdiri.

Sampai akhirnya ada seorang mahasiswa baru yang mengikuti kelas profesor tersebut. Ia adalah orang Kristen yang sudah mendengar cerita tentang profesornya. Mahasiswa baru ini tidak merasa gentar. Ia berdoa setipa pagi supaya ia dimampukan untuk berdiri. Tidak ada yang melemahkan imannya. Ia hanya berharap.

Akhirnya hari terakhir itu tiba. Profesor mengajukan pertanyaan yang sama seprti semesr\ter semester yang lalu. Profesor dan 300 mahasiswa terkejut melihat seorang mahasiswa yang berdiri di bagian belakang kelas. Profesor bereriak, "Anda bodoh !!!" Ia bersiap melepaskan kapur yang dipegannya. Tapi saat ia melepaskannya, kapur itu terlepas dario jarinya, masuk kelengan bajunya, meluncur ke celannya melewati kakinya hinggak ke sepatunya. Saat menyentuh lantai kapur itu tidak pecah. Kesombongna profesor itu luluh dan ia berlari meninggalkan kelas. Akhirnya mahsiswa yang berdiri tadi berjalan ke depan kelas dan bercerita tentang kasih dan kuasa Yesus kepada 300 temannya selama 30 menit.

Saudara terkasih , bagaimana dengan kita ? Beranikah dengan iman kita stand up for Jesus ( =berdiri bagi Yesus ) ???

red_conjurer
October 02, 2003, 03:52
Originally posted by Juffrouw
gue :nangis: baca ini...:nangis:

saya juga.. malah setiap kali baca ini saya inget diri saya yg jarang bgt bersyukur.
Jesus hiks :nangis: help me, i need u coz i love u

red_conjurer
October 03, 2003, 04:34
I ASKED GOD


I asked God to take away my pain.


God said, No.
It is not for Me to take away, but for you to give it up.


I asked God to make my handicapped child whole.


God said, No.
His spirit is whole, his body is only temporary.


I asked God to grant me patience.


God said, No.
Patience is a by-product of tribulations; it isn't granted, it is earned.



I asked God to give me happiness.


God said, No.
I give you blessings, happiness is up to you.



I asked God to spare me pain.


God said, No.
Suffering draws you apart from worldly cares and brings you closer to Me.



I asked God to make my spirit grow.


God said, No.
You must grow on your own, but I will prune you to make you fruitful.

I asked for all things that I might enjoy life.


God said, No.
I will give you life so that you may enjoy all things.



I asked God to help me LOVE others as much as He loves me.


God said... Ahhh, finally! you have the idea.

langitbiru
October 03, 2003, 13:07
Originally posted by qbiz
Orang Muslim adalah umat yang suka berdoa, mereka berdoa lima kali sehari. Orang Hindu dan Budha juga adalah orang-orang yang suka berdoa. Mereka berdoa agar Tuhannya melakukan sesuatu untuk mereka.


agree dgn hansel. Tuhan siapa?

Pizzaro
October 08, 2003, 03:12
Tuhan kita dengan Tuhan mereka beda gaks?!

hansel
October 08, 2003, 03:14
Bukan masalah sama or beda, but terlalu menghakimi kalo mengatakan org-org selain Kristen berdoa demi minta sesuatu doang!

homer
October 08, 2003, 04:26
ada yang tau siapa yang nulis ini?

god grant me serenity...
accept things that i cannot change...

cuman segitu yang gue inget,..beberapa hari ini gue nemuin kalimat ini terus, dibuku juga film..

kepikBIRU
October 08, 2003, 04:45
serenity prayer .... yang jadi THE prayer of Alcoholics Anonymous
Enggak jelas masih sapa yang pertama kali menulis prayer ini ...

God, grant me the serenity to accept the things I cannot change ..
courage to change the things I can
and the wisdom to know the difference

terus bait selanjutnya
Living one day at a time,
Enjoying one moment at a time,
Accepting hardship as the pathway to peace.
Taking, as He did, this sinful world as it is, not as I would have it.
Trusting that He will make all things right if I surrender to His will.
That I may be reasonably happy in this life,
And supremely happy with Him forever in the next.
Amen.

Juffrouw
October 08, 2003, 14:28
Originally posted by Pizzaro
Tuhan kita dengan Tuhan mereka beda gaks?!
Tuhan (Allah) orang Kristen, Yahudi dan Islam itu sama. Bedanya cuma pada Yesus Kristusnya doang....orang Yahudi dan Islam tidak mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Mesias dan Tuhan.

Marianne
October 23, 2003, 07:21
yang kayak ini bukan?

DOA


Berdoalah di mana saja anda berada.

Tuhan ada di mana-mana.

Bila doa anda menjadi kering dan rutin, teruskan saja.

Tanah yang kering kerontang menyambut datangnya hujan.


Bawalah kemarahan anda dalam doa, logam yang panas bisa dibentuk.

Bila anda berdosa dan terus menerus jatuh, berdoalah.

Tuhan tetap mencintai anda.

Berdoalah bila anda cemas.

Doa membuat segala sesuatu bisa dipikirkan dan dipertimbangkan secara sehat.


Bila karena sesuatu hal anda tidak bisa berdoa, bersantailah.

Keinginan untuk berdoa itu sudah merupakan langkah awal menuju doa.

Bila dorongan doa mengajak anda untuk mengambil resiko, beranilah.

Tuhan akan mendukung anda.

Bila anda merasa sedih atau menyesal, menangislah.

Air mata adalah doa dari kalbu hati.


Jika anda tidak menyukai seseorang, berdoalah untuknya.

Doa mengungkapkan maksud Tuhan yang tersembunyi.

Bila anda menerima kabar buruk, tegarlah, doa memberi cahaya terang.

Jika "doa" membuat anda jadi pasif dan acuh tak acuh, itu bukanlah doa.

Doa sejati akan membuahkan kepedulian dan pelayanan.


Gunakanlah saat-saat ribut dan tegang untuk berdoa.

Kegaduhan adalah hiruk pikuk ciptaan yang mencari Tuhan.

Berdoalah bila anda merasa kesepian.

Doa membuat anda ditemani oleh para malaikat.

Bila hidup ini terasa kejam dan tak adil, berdoalah terus.

Tuhan adalah karenanya, bukan penyebabnya.

Marianne
October 23, 2003, 07:47
WANGI HUJAN

Ini adalah sebuat cerita yang sangat indah dan menyentuh hati. Segala sesuatu mungkin jika kau percaya. Di akhir cerita ini, kau memiliki dua pilihan. Aku pikir kau mengetahui apa yang menjadi pilihanku.

Angin bulan Maret yang dingin meniup malam yang sunyi di Dallas ketika dokter berjalan ke sebuah ruang rumah sakit yang kecil dari Diana Blessing.

Masih gugup karena operasi, David suaminya memegang tangannya ketika mereka mempersiapkan diri untuk menerima kabar terakhir. Sore itu 10 Maret 1991, komplikasi menimpa anak mereka, Cindy Lou Blessing.

Dengan panjang 12 inci dan hanya seberat 1 pon dan 9 ons, mereka mengetahui bahwa Cindy lahir prematur dan dalam kondisi yang membahayakan.

Walau demikian, tetap saja perkataan sang dokter jatuh seperti bom bagi mereka. "Aku kira ia tidak dapat melaluinya", katanya, mengucapkannya selembut yang ia dapat. "Hanya 10 persen kemungkinannya ia akan hidup melalui malam ini, dan bahkan jika benar, masa depannya akan menjadi sangat kejam."

Kaku karena ketidakpercayaannya atas berita itu, David dan Diana mendengarkan sementara sang dokter menggambarkan masalah besar yang akan Cindy hadapi jika ia berhasil hidup. Ia tidak akan dapat berbicara, bahkan ia dapat menjadi buta, dan ia dapat dipastikan akan mudah dan rapuh sekali terkena hal yang membahayakannya dari lumpuh karena otak yang luka sampai keterbelakangan mental, dan sebagainya.

"Tidak! Tidak!" adalah satu-satunya hal yang dapat Diana katakan. Ia dan David, dengan anaknya Dustin yang berumur 5 tahun, telah sejak lama memimpikan memiliki seorang anak perempuan dalam keluarga mereka. Sekarang, hanya dalam hitungan jam, mimpi itu telah pergi.

Melalui jam-jam yang gelap di pagi itu sementara Cindy tergantung pada kehidupan oleh seutas benang, Diana mengalami tidur yang gelisah, menjadi semakin dikuatkan bahwa anak perempuan mungil mereka akan hidup dan hidup menjadi gadis muda yang sehat dan bahagia.

Tapi David, terjaga dan mendengarkan detail kemungkinan hidup putri mereka akan meninggalkan rumah sakit dengan hidup, dan tidak sehat, mengetahui bahwa ia harus memberitahukan istrinya hal-hal yang tidak mereka harapkan. David masuk dan mengatakan bahwa mereka perlu membicarakan sebuah rencana pemakaman.

Diana mengingat, "Aku merasa sangat kecewa padanya karena segala hal yang ia kerjakan-mencoba untuk mengajakku dalam segala hal yang sedang terjadi-tapi aku hanya tidak mau mendengarkannya, aku tidak mau mendengarkannya."

Aku berkata, "Tidak, hal itu tidak akan terjadi, tidak boleh! Aku tidak perduli apa yang dikatakan dokter; Cindy tidak akan meninggal!
Suatu hari ia akan menjadi baik dan pulang ke rumah bersama kami!"

Bagaikan digerakkan hidup oleh tekad Diana, Cindy bertahan hidup jam demi jam, dengan pertolongan setiap peralatan dan keajaiban medis yang ada yang tubuh kecilnya dapat menanggungnya. Tapi ketika hari-hari pertama itu berlalu, sebuah kepedihan yang baru muncul bagi David dan Diana. Karena sistem sarafnya yang belum berkembang terlalu rapuh, maka ciuman ringan atau sentuhan sayang mereka pun hanya akan menyebabkan penderitaan baginya, sehingga dengan demikian mereka bahkan tidak dapat menggendong bayi kecil mereka untuk memberikan kekuatan cinta baginya.

Sementara Cindy berjuang di bawah sinar ultra violet dan kabel-kabel serta tabung-tabung apa yang dapat mereka lakukan hanyalah berdoa supaya Tuhan tetap berada di dekat bayi mungil mereka yang berharga. Tidak pernah ada waktu dimana Cindy menjadi lebih kuat. Tapi sementara minggu-minggu berlalu dengan perlahan berat badannya bertambah seons di sini dan bertambah kuat seons di sana.

Akhirnya, ketika Cindy berumur 2 bulan, orang tuanya dapat merangkulnya untuk pertama kalinya. Dan 2 bulan kemudian walaupun dokter dengan lembut memperingatkan bahwa peluang hidupnya, tidak dapat dikatakan hidup secara normal, adalah sama dengan nol, Cindy pulang ke rumah dari rumah sakit itu, persis seperti yang ibunya perkirakan.

Hari ini, lima tahun kemudian, Cindy adalah seorang gadis mungil yang lincah, dengan mata abu-abu yang bersinar-sinar dan semangat hidup yang tidak pernah padam. Ia tidak menunjukkan sama sekali cacat secara mental atau fisik. Secara singkat, ia adalah sosok gadis kecil yang sempurna namun ini bukanlah akhir dari cerita ini.

Suatu sore yang cerah di musim panas 1996 dekat rumahnya di Irving, Texas, Cindy sedang duduk di pangkuan ibunya di tempat duduk suatu lapangan bola di mana tim baseball kakaknya Dustin sedang berlatih.

Seperti biasanya Cindy mengobrol dengan ibunya dan beberapa orang dewasa yang duduk di dekatnya ketika tiba-tiba ia terdiam.

Dengan memeluk lengan ibunya di depan dadanya Cindy bertanya, "Apakah mama menciumnya?"

Dengan membaui udara dan mengenali aroma badai yang mendekat, Diana menjawab, "Iya, wanginya seperti wangi hujan."

Cindy menutup matanya dan kembali bertanya, "Apakah mama menciumnya?"

Kembali ibunya menjawab, "Iya, aku pikir kita akan menjadi basah, ini adalah wangi hujan."

Masih terbawa oleh suasana itu, Cindy menggelengkan kepalanya, menepuk-nepuk bahunya yang kurus dengan tangannya yang kecil dan dengan keras berkata, "Tidak, ini seperti wanginya Dia. Ini adalah seperti wangi Tuhan waktu aku menyandarkan kepalaku di dada-Nya."

Air mata mengaburkan mata Diana ketika kemudian Cindy dengan gembira melompat turun untuk bermain dengan anak-anak lainnya.

Sebelum hujan turun, kata-kata anak perempuannya memastikan apa yang Diana dan seluruh keluarga Blessing sudah ketahui, paling tidak di dalam hati mereka, selama ini. Selama hari-hari dan malam-malam yang panjang dari dua bulan pertama kehidupannya, ketika sarafnya masih terlalu lemah untuk menerima sentuhan mereka, Tuhan memegang Cindy di dada-Nya dan wangi yang harum inilah yang paling diingat olehnya.

red_conjurer
October 26, 2003, 12:18
ceritanya sangat bagus dan membesarkan hati. thx marianne. GBU

Marianne
October 28, 2003, 06:01
Originally posted by red_conjurer
ceritanya sangat bagus dan membesarkan hati. thx marianne. GBU

makasiiih kembali.
ada lagi neh:

Hidup



Inilah perkataan yang diucapkan ibu Teresa sebelum kematiannya : " Kalau saya memungut seseorang yang lapar dari jalan, saya beri dia sepiring nasi, sepotong roti. Tetapi seseorang yang hatinya tertutup, yang merasa tidak dibutuhkan, tidak dikasihi, dalam ketakutan, seseorang yang telah dibuang dari masyarakat - kemiskinan spiritual seperti itu jauh lebih sulit untuk diatasi."



Mereka yang miskin secara materi bisa menjadi orang yang indah. Pada suatu petang kami pergi keluar, dan memungut empat orang dari jalan. Dan salah satu dari mereka ada dalam kondisi yang sangat buruk. Saya memberitahu para suster :"Kalian merawat yang tiga; saya akan merawat orang itu yang kelihatan paling buruk."



Maka saya melakukan untuk dia segala sesuatu yang dapat dilakukan, dengan kasih tentunya. Saya taruh dia di tempat tidur dan ia memegang tangan saya sementara ia hanya mengatakan satu kata : " Terima kasih " - lalu ia meninggal.



Saya tidak bisa tidak harus memeriksa hati nurani saya sendiri. Dan saya bertanya : " Apa yang akan saya katakan, seandainya saya menjadi dia ?" dan jawaban saya sederhana sekali. Saya mungkin berusaha mencari sedikit perhatian untuk diriku sendiri. Mungkin saya berkata : " Saya lapar, saya hampir mati, saya kedinginan, saya kesakitan, atau lainnya".



Tetapi ia memberi saya jauh lebih banyak ia memberi saya ucapan syukur atas dasar kasih. Dan ia mati dengan senyum di wajahnya. Lalu ada seorang laki -laki yang kami pungut dari selokan, sebagian badannya sudah dimakan ulat, dan setelah kami bawa dia ke rumah perawatan ia hanya berkata : " Saya telah hidup seperti hewan di jalan, tetapi saya akan mati seperti malaikat, dikasihi dan dipedulikan. " Lalu, setelah kami selesai membuang semua ulat dari tubuhnya, yang ia katakan dengan senyum ialah : " Ibu, saya akan pulang kepada Tuhan" - lalu ia mati.



Begitu indah melihat orang yang dengan jiwa besar tidak mempersalahkan siapapun, tidak membandingkan dirinya dengan orang lain. Seperti malaikat, inilah jiwa yang besar dari orang-orang yang kaya secara rohani sedangkan miskin secara materi.



Hidup adalah kesempatan, gunakan itu.

Hidup adalah keindahan, kagumi itu.

Hidup adalah mimpi, wujudkan itu.

Hidup adalah tantangan, hadapi itu.

Hidup adalah kewajiban, penuhi itu.

Hidup adalah pertandingan, jalani itu.

Hidup adalah mahal, jaga itu.

Hidup adalah kekayaan, simpan itu.

Hidup adalah kasih, nikmati itu.

Hidup adalah janji, genapi itu.

Hidup adalah kesusahan, atasi itu.

Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu.

Hidup adalah perjuangan, terima itu.

Hidup adalah tragedi, hadapi itu.

Hidup adalah petualangan, lewati itu.

Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu.

Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu.

Hidup adalah hidup, berjuanglah untuk itu

Marianne
October 28, 2003, 06:04
Tuhan tahu

beberapa hal yang dapat mendorongmu untuk tetap bertahan!!!!!

Jika kamu merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia......
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih....
Tuhan sudah menghitung air matamu

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja....
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelpon....
Tuhan selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi........
Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan......
Tuhan dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan.....
Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur....
Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban....
Tuhan terseyum kepadamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi....
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu

Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap....Tuhan tahu

Marianne
October 28, 2003, 06:24
Jejak Kaki
Oleh: Agustinus

Semalam aku bermimpi sedang berjalan menyisir pantai bersama TUHAN. Di cakrawala terbentang adegan kehidupanku. Pada setiap adegan, aku melihat dua pasang jejak kaki dipasir, sepasang jejak kakiku dan sepasang jejak kaki TUHAN.

Setelah adegan terakhir dari kehidupanku, terhampar dihadapanku, aku menoleh kebelakang melihat jejak kaki dipasir. Aku memperhatikan bahwa berkali-kali sepanjang jalan hidupku, terutama pada saat-saat paling gawat dan mencekam, hanya terdapat sepasang jejak kaki saja.

Hal ini benar-benar membuat aku sangat kecewa, maka aku bertanya kepada TUHAN, "TUHAN, dimanakah Engkau? Engkau mengatakan bila aku memutuskan untuk mengikut Engkau, Engkau akan berjalan bersama aku sepanjang jalan hidupku. Namun aku memperhatikan bahwa pada saat-saat paling gawat dan beban berat menindas hidupku, hanya terdapat sepasang jejak kaki saja, dan aku tidak mengerti mengapa pada waktu aku sangat membutuhkan Engkau, justru Engkau meninggalkan aku".

Tuhan menjawab, "Anak-Ku, engkau sangat berharga di mata-Ku, Aku sangat mengasihi engkau dan Aku tidak akan meninggalkan engkau. Pada waktu engkau dalam bahaya dan dalam penderitaan, engkau hanya melihat sepasang jejak kaki saja, karena pada waktu itu Aku menggendong kamu".

red_conjurer
October 29, 2003, 13:07
Originally posted by marriane
makasiiih kembali.
ada lagi neh:

Hidup



Inilah perkataan yang diucapkan ibu Teresa sebelum kematiannya : " Kalau saya memungut seseorang yang lapar dari jalan, saya beri dia sepiring nasi, sepotong roti. Tetapi seseorang yang hatinya tertutup, yang merasa tidak dibutuhkan, tidak dikasihi, dalam ketakutan, seseorang yang telah dibuang dari masyarakat - kemiskinan spiritual seperti itu jauh lebih sulit untuk diatasi."



Mereka yang miskin secara materi bisa menjadi orang yang indah. Pada suatu petang kami pergi keluar, dan memungut empat orang dari jalan. Dan salah satu dari mereka ada dalam kondisi yang sangat buruk. Saya memberitahu para suster :"Kalian merawat yang tiga; saya akan merawat orang itu yang kelihatan paling buruk."



Maka saya melakukan untuk dia segala sesuatu yang dapat dilakukan, dengan kasih tentunya. Saya taruh dia di tempat tidur dan ia memegang tangan saya sementara ia hanya mengatakan satu kata : " Terima kasih " - lalu ia meninggal.



Saya tidak bisa tidak harus memeriksa hati nurani saya sendiri. Dan saya bertanya : " Apa yang akan saya katakan, seandainya saya menjadi dia ?" dan jawaban saya sederhana sekali. Saya mungkin berusaha mencari sedikit perhatian untuk diriku sendiri. Mungkin saya berkata : " Saya lapar, saya hampir mati, saya kedinginan, saya kesakitan, atau lainnya".



Tetapi ia memberi saya jauh lebih banyak ia memberi saya ucapan syukur atas dasar kasih. Dan ia mati dengan senyum di wajahnya. Lalu ada seorang laki -laki yang kami pungut dari selokan, sebagian badannya sudah dimakan ulat, dan setelah kami bawa dia ke rumah perawatan ia hanya berkata : " Saya telah hidup seperti hewan di jalan, tetapi saya akan mati seperti malaikat, dikasihi dan dipedulikan. " Lalu, setelah kami selesai membuang semua ulat dari tubuhnya, yang ia katakan dengan senyum ialah : " Ibu, saya akan pulang kepada Tuhan" - lalu ia mati.



Begitu indah melihat orang yang dengan jiwa besar tidak mempersalahkan siapapun, tidak membandingkan dirinya dengan orang lain. Seperti malaikat, inilah jiwa yang besar dari orang-orang yang kaya secara rohani sedangkan miskin secara materi.



Hidup adalah kesempatan, gunakan itu.

Hidup adalah keindahan, kagumi itu.

Hidup adalah mimpi, wujudkan itu.

Hidup adalah tantangan, hadapi itu.

Hidup adalah kewajiban, penuhi itu.

Hidup adalah pertandingan, jalani itu.

Hidup adalah mahal, jaga itu.

Hidup adalah kekayaan, simpan itu.

Hidup adalah kasih, nikmati itu.

Hidup adalah janji, genapi itu.

Hidup adalah kesusahan, atasi itu.

Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu.

Hidup adalah perjuangan, terima itu.

Hidup adalah tragedi, hadapi itu.

Hidup adalah petualangan, lewati itu.

Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu.

Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu.

Hidup adalah hidup, berjuanglah untuk itu

cerita ini yg paling baek dari semua cerita di tread ini. kristal2 putih sudah menggenang di pelupuk mataku......

Marianne
December 08, 2003, 03:28
Apakah Botol Yang Kau Bawa Pecah?

Dr. Lin Ting Tung adalah orang Taiwan pertama yang menjadi dokter dan menjadi Kristen. Ini terjadi pada akhir abad ke-19. Ia bekerja di rumah sakit kecil yang dirintis oleh Dr. Maxwell,seorang misionaris Inggris.

Ketika itu tingkat kesehatan masyarakat di Taiwan sangat rendah dan cara pengobatan masih sangat sederhana. Pada suatu hari seorang anak datang ke rumah sakit itu dan meminta obat untuk ibunya yang sedang demam akibat malaria.

Anak ini berjalan lebih dari dua jam dari desanya ke rumah sakit melalui jalan setapak melewati hutan dan sawah. Ketika nama ibunya dipanggil, anak ini langsung bangkit dari bangkunya, meraih botol obat dan bergegas pulang.
Sore harinya pukul lima, ketika kamar obat akan ditutup, seorang perawat tampak bingung dan berbisik,
"Dokter Lin, botol obat untuk pasien malaria masih ada disini. Tetapi ada satu botol yang hilang. Isinya disinfektan.”
Dr. Lin terkejut, diperiksanya botol yang tertinggal, benar isinya obat malaria. Jadi, anak tadi membawa botol yang salah!
Botol-botol dikamar obat itu memang berbentuk sama dan berwarna sama lagipula, baik obat malaria maupun disinfektan sama-sama cairan.

"Celaka kita. ibu itu bisa mati. Disinfektan itu obat keras pembunuh kuman untuk kamar operasi.
Kalau sampai diminum, usus bisa terbakar dan orang itu akan mati" ujar Dr. Lin dengan wajah pucat.
Segera mereka melaporkan peristiwa ini kepada Dr.Maxwell. Ia juga terkejut.
"Sekarang pukul lima, anak itu pergi dari sini pukul tiga jadi Ia sudah hampir tiba. Tidak mungkin kita mengejarnya. Kita tidak tahu jalan kedesa itu" ujar Dr. Maxwell. Dr.Maxwell termenung. lalu ia berkata, "Mulai hari ini semua obat keras tidak boleh diletakkan diatas meja. sekarang panggil semua karyawan untuk berkumpul.Kita akan berdoa,"

Begitulah semua orang yang bekerja di rumah sakit itu berkumpul dan berdo'a. Dr. maxwell berdo'a, "Tuhan, kami telah membuat kecerobohan. Ampunilah kami.Nyawa seorang ibu sedang terancam. Tolonglah dia, cegahlah dia agar tidak meminum obat yang salah itu......"
Malam harinya Dr. Lin berdinas malam. Ia harus bertanggung jawab atas kematian ibu ini. Esok harinya, ketika masih subuh pintu diketuk. Ternyata itu anak yang kemarin membawa botol yang keliru.
Mukanya pucat ketakutan. Dr. Lin juga takut. Kedua orang itu berdiri saling memandang dengan gugup.

Kemudian anak itu berkata, "Ma'af dokter. Kemarin saya bawa botol itu sambil berlari, lalu saya jatuh botol itu pecah dan isinya tumpah". Dr. Lin yang masih terpaku karena gugup langsung bertanya, Kapan Jatuhnya? anak itu menjadi makin ketakutan,
"Ma'af, dokter. Saya baru datang sekarang. jatuhnya kemarin sore, menjelang gelap," Dr. Lin langsung ingat : Menjelang gelap....itu adalah saat ketika semua karyawan rumah sakit berkumpul mendo'akan ibu anak ini! Jiwa ibu anak ini tertolong, isi botol yang salah itu tidak sampai terminum, karena botol itu pecah ditengah jalan.

Mungkin orang lain akan tersenyum, "Ah, itu Cuma kebetulan," namun orang percaya akan bersaksi, "Tuhan bisa bekerja melalui sebuah kebetulan," itulah juga kesaksian Rasul Paulus di Roma 8:28 :
"....Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia......."

"SEGALA SESUATU" berarti segala keadaan atau segala kejadian, baik berhasil maupun kejatuhan. Kejatuhan dapat berbentuk musibah, penyakit atau kegagalan. Seringkali kita mengira bahwa Allah hanya hadir dan bekerja dalam keberhasilan. Padahal Allah juga hadir dan bekerja dalam kejatuhan. Apa tujuan Allah bekerja dalam kejatuhan?

Paulus menjawab,".....untuk mendatangkan kebaikan......"
Jadi Tuhan dapat mendatangkan kebaikan melalui sebuah kejatuhan.

daylight
December 08, 2003, 10:43
Wah bagus sekali threadnya, bikin gue terharu aja:nangis: :nangis: :nangis: :nangis: :salut:

Marianne
March 06, 2004, 03:08
Puji Tuhan, Anda telah dapat meneleponNya setiap saat! Anda hanya perlu
untuk memanggilNya sekali dan Tuhan mendengar Anda. Karena Dia, Anda
tidak
akan pernah mendapat nada sibuk. Tuhan Yesus Kristus mnerima setiap
panggilan dan mengetahui siapa pemanggilNya secara pribadi.

Ketika Anda memanggil dan Tuhan Yesus Kristus akan menjawab, Anda akan
menangis minta tolong dan Dia akan berkata, "Ini Aku..".

Ketika Anda memanggil, gunakan nomor telepon darurat di bawah ini:

Saat berduka cita ... Putar Yohanes 14
Ketika dikecewakan sesama ... Putar Mazmur 27
Jika Anda ingin berbuah ... Putar Yohanes 15
Ketika Anda berdosa ... Putar Mazmur 51
Ketika Anda khawatir ... Putar Matius 6: 19-34
Ketika Anda dalam bahaya ... Putar Mazmur 91
Ketika Tuhan terasa jauh ... Putar Mazmur 139
Ketika iman Anda perlu dikuatkan ... Putar Ibrani 11
Ketika Anda merasa sendiri dan takut ... Putar Mazmur 23
Ketika hidup Anda sedang dalam kepahitan ... Putar 1 Korintus 13
Untuk rahasia kebahagiaan Paulus ... Putar Kolose 3:12-17
Untuk arti keKristenan ... Putar 1 Korintus 5:15-19
Ketika Anda merasa kecewa dan ditinggalkan ... Putar Roma 8:31-39
Ketika Anda menginginkan kedamaian dan ketenangan ... Putar Matius
11:25- 30
Ketika dunia terlihat lebih besar dari Tuhan ... Putar Mazmur 90
Ketika Anda ingin jaminan keKristenan ... Putar Roma 8: 1-30
Ketika Anda meninggalkan rumah untuk bekerja atau bepergian ... Putar
Mazmur
121
Untuk penemuan / kesempatan besar ... Putar Yesaya 55
Ketika Anda membutuhkan keberanian untuk suatu tugas ... Putar Yosua 1
Supaya dapat bergaul dengan baik terhadap sesama ... Putar Roma 12
Ketika Anda memikirkan kekayaan ... Putar Markus 10
Saat Anda mengalami depresi ... Putar Mazmur 27
Jika Anda kesulitan keuangan ... Putar Mazmur 37
Jika Anda kehilangan kepercayaan terhadap orang ... Putar 1Korintus 13
Jika orang di sekitar Anda tampak berlaku tidak baik ... Putar Yohanes
15
Ketika Anda putus asa dengan pekerjaan ... Putar Mazmur 126
Jika Anda menemukan bahwa dunia mengecil, dan Anda merasa besar...
Putar
Mazmur 19
Ketika Anda khawatir sekaligus ingin punya harapan ... Putar Mazmur 23
Ketika Anda lupa arti kesetiaan sebagai pasangan hidup ... Putar Efesus
5:22

Nomor nomor tersebut dapat langsung dihubungi. Operator tidak
diperlukan.
Seluruh saluran ke Surga terbuka 24 jam sehari.

prometheusz
March 06, 2004, 07:22
Originally posted by kepikBIRU
serenity prayer .... yang jadi THE prayer of Alcoholics Anonymous
Enggak jelas masih sapa yang pertama kali menulis prayer ini ...

God, grant me the serenity to accept the things I cannot change ..
courage to change the things I can
and the wisdom to know the difference

terus bait selanjutnya
Living one day at a time,
Enjoying one moment at a time,
Accepting hardship as the pathway to peace.
Taking, as He did, this sinful world as it is, not as I would have it.
Trusting that He will make all things right if I surrender to His will.
That I may be reasonably happy in this life,
And supremely happy with Him forever in the next.
Amen.


How Did The Serenity Prayer Originate?

People from around the world have shown great interest in this beautiful prayer and there are a number of theories as to how it originated. One only has to go to a major search engine such as Google and type in Serenity Prayer and you will be presented with hundreds of hits on various views on the history of a prayer that has become synonymous to Twelve Steps Programs everywhere.

Little did we know that in 1939 when an AA member who liked the Serenity Prayer so much and brought it to Bill W., the Co-Founder of Alcoholics Anonymous that it would become the most popular prayer in the world. Bill and his staff made up some little cards with the prayer on it and they were printed and passed around. From that day on, this simple and beautiful prayer became a part of the AA movement and subsequently to Twelve Step programs everywhere.


What we have also found interesting is that Reinhold Niebuhr whom many believe wrote the Serenity Prayer denies it and actually credits Friedrich Oetinger, an 18th century theologian, for writing it. This "theory" also suggests that in 1947, Niebuhr read the prayer in an obituary notice in the New York Tribune & was so taken by it that he shared it with Bill Wilson. Perhaps Niebuhr himself, we the "member" spoken of who handed the card to Bill in 1939.


With the Serenity Prayer as well as other inspiring words that speak so eloquently to compulsive eaters and others struggling with addictions, it could be that God in His wisdom orchestrated a series of events that led to the words so many of us say each day ... words which make the quality of our lives a little better ... words that give us hope ... and words that inspire each of us to pray daily for the serenity to accept, the courage to change and, most of all, the wisdom to know the difference.