View Full Version : tuttion industry







greatgan
September 14, 2003, 15:32
les tambahan berapa diantara kita yg mengikuti kelas tambahan atau membawa anak pergi ke les untuk warga yg sudah mempunyai anak...?? adakah les tambahan masih di dalam jalur yg benar..?? seberapa besar peran les tambahan dalam diri anda / anak anda ...??

les tambahan telah menjamur di kota2 besar, bahkan hampir 80% dari anak2 sekolah sekarang mengikuti les tambahan adakah yg di sediakan oleh pusat les , individual bahkan guru kelas itu sendiri.

tanpa kita sadari les tambahan telah menjadi sebuah keharusan , sebuah peraturan tidak tertulis.

yg menjadi pertanyaan sekarang adalah , jika les tambahan adalah sebuah keharusan ,bukankah segala system pendidikan kita in tidak productive ...??

waktu yg di habiskan setiap harinya untuk sekolah (6-8 jam) . apakah itu tidak cukup atau guru tidak lagi mengangap bahwa mereka bertanggung jawab untuk mencerdaskan murid2 ,karena mereka karena mereka menyerahkan selebihnya kepada guru les. atau mungkin mereka sendiri berada di dalam trend/industry ini..??

sering kita mendengarkan cerita seperti "dia mah bisa bagus gitu karena dia kan les ama guru A" atau " guru A maksa saya untuk les ama dia untuk bisa dapet nilai bagus". sadarlahpraktis ini telah mengrogoti system pendidikan, keuangan, waktu dan mental kita/ anak kita.

keuntungan dari tidak mengikuti les tambahan:
1. anak 2 lebih bisa mandiri, mencari dan menyelesaikan masalah yg mereka hadapi. tidak mengharapkan segalanya di selesaikan oleh guru les.
2. tempat les sekarang banyak yg tidak produktif dan wahasil menhabiskan waktu sang anak.dan menciptakan mental bekerja secara lambat.
3.anak 2 sekarang dihadapi dengan waktu belajar yg terlalu lama, anak2 tidak lagi mempunyai waktu untuk explorasi diri dan mengembangkan bakat (luar academik) yg mereka punya. membuat kreativitas mereka tersedat dan membentuk pemikiran systematis. serta memberikan mereka tekanan.
4. otak kita akan lebih mudah untuk menerima data/informasi ketika kita mempunya state emosi dan fizik yg baik, lamanya waktu belajar membuat kita menjadi kurang productive.
ingat study smart not study hard.
5.menghabiskan uang . mengingat kelas les tambahan sekarang sangat maahaalll ..

jika anak2 pada ummumnya tidak merasa cukup dan membutuhkan les tambahan, kesalahan terletak pada guru2 sekolah yg tidak produktif.
sudah saat nya kita sadar dan mulai mengubah ini...
bikin complaint resmi ke pihak sekolah.

tapi tentu saja mengikuti les tambahan tidak sepenuhnya salah ada kala kita memerlukan les tambahan apabila kita mempunyai kelemahan(tidak mampu mencapai nilai standart) di bidang2 pelajaran tertentu..

tetapi beberapa pertimbangan di atas mungkin bisa memberikan sedikit insight bahwa les tambahan bukan sebuah keharusan.
[tambahan]
banyak orang tua jaman sekarang sangat sibuk dan mereka sering kali tidak mau susah untuk mengawasi perkembangan anak mereka untuk mudah mereka mengirim anak mereka pergi ke tempat2 les . dengan demikian mereka tidak perlu khwatir anak mereka melakukan hal yg kurang berguna(bagi mereka) . sementara ada beberpa yang berniat memuaskan egomereka ketika berbanga dengan nilai anak mereka.
. yg sangat membuat ku sedih adalah ketika ku melihat anak2 sd di dera secara fizik maupun emosional.karena mereka tidak bisa mendapat ranking dalam sekolah.
sadarlah nilai mereka ketika sekolah bukan jaminan masa depan mereka ..!!

todiq
September 15, 2003, 07:15
warga [WG] yg udah menikah.. perlu dibaca nih...!

pokerface
September 16, 2003, 00:51
baik pak

Enche
September 17, 2003, 20:57
diteirma, thanks