View Full Version : Kitab Suci







sikhasep
September 12, 2003, 06:44
Apakah kita percaya bahwa Kitab suci berasal dari Sang Pencipta ?

Menurut lo, apa sih kriteria kitab yang di anggap suci itu ::mikir::

ayoklah
September 13, 2003, 13:15
Kitab suci berasal dari sang pencipta. Sang pencipta tuh maksudnya sang penulis? sang pengarang? penerbit? Ato Tuhan?

Kitab suci itu adalah kitab(buku) yang isinya menjadi patokan ato pegangan bagi kaum yang mempercayai kebenaran isi buku tsb. Buku besar UU negara adalah kitab suci bagi pemerintahan. Buku besar ilmu kedokteran adalah kitab suci bagi kaum dokter. Buku "marilah bergaul" adalah kitab suci bagi anak2 gaul... :hehe

Itu menurut saya.....

Petek
September 15, 2003, 08:09
Originally posted by sikhasep
Apakah kita percaya bahwa Kitab suci berasal dari Sang Pencipta ?

Menurut lo, apa sih kriteria kitab yang di anggap suci itu ::mikir::



Mnrt gua siy, kitab-kitab yang katanya suci itu yah asalnya dari sang pencipta.....

Kalo kriteria kesucian kitab, mnrt gua tergantung pengetahuan, posisi, standar & persepsinya masing2 lah... Tiap orang bisa beda, sama aja kayak bagaimana tiap orang "mengenal" Tuhan.... Kalo ditanya "keaslian/keotentikan", nah baru deh itu ada kriterianya menrt gua :)

p4ter
September 16, 2003, 10:06
Kitab Suci menurut gw adalah Kitab yang ditulis manusia, dengan tuntunan ilham dari Tuhan. Sumber ajarannya adalah "Mahluk" yg dianggap merupakan asal mula agama itu berasal.

sikhasep
September 16, 2003, 10:49
Originally posted by Petek
Kalo ditanya "keaslian/keotentikan", nah baru deh itu ada kriterianya menrt gua :)


Gimana tuh kriterianya :)

Petek
September 16, 2003, 12:16
Originally posted by sikhasep
Gimana tuh kriterianya :)

Petek
September 16, 2003, 12:18
Originally posted by sikhasep
Gimana tuh kriterianya :)


Ups sori keapus...:hehe

Sederhana aja siy kriterianya:
Gak ada distorsi dari luar, gak dikurang-kurangin dan gak ditambah-tambahin.

sikhasep
September 17, 2003, 02:11
Originally posted by Petek
Ups sori keapus...:hehe

Sederhana aja siy kriterianya:
Gak ada distorsi dari luar, gak dikurang-kurangin dan gak ditambah-tambahin.

Maksud dari gak ada distorsi ::mikir::

redhot
September 17, 2003, 12:44
Originally posted by sikhasep
Apakah kita percaya bahwa Kitab suci berasal dari Sang Pencipta ?

Menurut lo, apa sih kriteria kitab yang di anggap suci itu ::mikir::

saya pernah bertanya hal seperti itu kepada guru saya, lalu beliau menjawab ''apakah tentang kesucian itu akan mengurangi imanmu? lalu setelah engkau mengetahui suci tidaknya kitab sucimu engkau akan bertanya lagi apakah Tuhan kita juga orang suci, sebesar itukah imanmu terhadap kitab sucimu?''

Senyum :)
September 18, 2003, 01:47
Originally posted by redhot
saya pernah bertanya hal seperti itu kepada guru saya, lalu beliau menjawab ''apakah tentang kesucian itu akan mengurangi imanmu? lalu setelah engkau mengetahui suci tidaknya kitab sucimu engkau akan bertanya lagi apakah Tuhan kita juga orang suci, sebesar itukah imanmu terhadap kitab sucimu?''

Harusnya dijawabin tuh... : tergantung pengertian dari kata 'iman' yang dimaksud. :D

Diliat dari kata2nya, 'iman' yang dimaksud lebih ke arah 'kepercayaan membuta' deh. :D

::maap::

sikhasep
September 18, 2003, 02:17
Sebenernya gue pun sedang berusaha meyakini suatu kitab dianggap suci atau "Benar" berdasarkan suatu parameter yang umum dan bukan berdasarkan pada iman semata :)

So, disini gue ingin sharing dengan temen** yang lain. Mari kita tunggu pakar kita sdr. Petek ::cheer::

kapiten
September 18, 2003, 03:03
gue kagum ama Muhammad SAW yg walaupun dia tidak sekolah tetapi beliau sangat pandai, apakah itu karena beliau mempelajari Al- Quran yach?

mungkinkah kitab yg tidak suci bisa menjadi acuan dan pedoman yg hebat seeperti itu?

Pizzaro
September 18, 2003, 03:56
Kriteriaku dalam Kitab Suci itu simple dan gampang, dimana terdapat suatu kebenaran, dimana kitab suci itu tidak mengundang Kerusuhan, tapi ada unsur Love,dan yang pasti itu berasal dari Tuhan walaupun ditulis manusia..

Petek
September 18, 2003, 09:18
Originally posted by sikhasep
Sebenernya gue pun sedang berusaha meyakini suatu kitab dianggap suci atau "Benar" berdasarkan suatu parameter yang umum dan bukan berdasarkan pada iman semata :)

So, disini gue ingin sharing dengan temen** yang lain. Mari kita tunggu pakar kita sdr. Petek ::cheer::


Gak ada pakar2an :nono... berat jadi pakar, gua cuma pelajar dan akan selalu jd pelajar :p

Btw, masalah parameter yg dipake universal sih boleh2 aja... cuman masalahnya biar kita udah pake parameter umum, kalo gak punya akses informasi akurat ttg kitab2 yg dimaksud yah susah juga.

Kadang2 apa yg didapatkan orang2 cuma sisi baiknya dari suatu kitab aja... karena misalny sewaktu dapet pelajaran agama, yg dikasih tau yah yg baik2nya doang. Kalau mau kritis, sejarah pembentukan kitab sebenernya bisa jadi pelajaran pertama menguak seperti apa kitab itu. Tapi syaratnya, (kalo bisa loh) semua sumber dipelajari jadi bisa dapet banyak masukan, tapi jangan asal terima aja sih... kuncinya berpikir kritis

Btw, susah sih kalo udah ngomongin iman.... soalnya bisa melibatkan pembenaran-pembenaran..... justru kebenaran yg sebenernya malah hilang.

AlfaOmega
September 18, 2003, 09:29
Memang bener tuch kata si Petek.

Kalo yang keluar baiknya saja, ada anggapan bahwa nggak baiknya disembunyiin.

Kalo isinya bener semua, anggapan orang, lu koq nyama-nyamain dengan iptek sich :hehe

p4ter
September 26, 2003, 04:42
bisa ngak jaman sekarang kita nulis sendiri Kitab Suci yang isinya "ajaran2" (maksudnya dari pengalaman2 hidup) yang secara universal dianggap baik?

Bukankah itu isi dari KS (hal yg baik2)?

sikhasep
September 26, 2003, 04:55
Setahu gue kitab suci itu merupakan penjabaran dari Firman Tuhan kepada messenger untuk disampaikan kepada manusia, makanya disebut Kitab Suci :)

Dan sang messengernya pun diakui oleh sebagian masyarakat memiliki akhlak yg patut diteladani, sehingga masyarakat bisa membenarkan ucapannya.

Apakah Murni Pemikiran Manusia yang tercurah dalam tulisan bisa dianggap sebagai Kitab Suci ?

Klo anda pernah tau Buku karangan Anand Khrisna, silahkan anda baca. Apa sesuai dengan hati anda ? apa merupakan sebuah tuntunan menuju sang pencipta ? ;)

Petek
September 26, 2003, 06:41
Originally posted by sikhasep
Setahu gue kitab suci itu merupakan penjabaran dari Firman Tuhan kepada messenger untuk disampaikan kepada manusia, makanya disebut Kitab Suci :)

Dan sang messengernya pun diakui oleh sebagian masyarakat memiliki akhlak yg patut diteladani, sehingga masyarakat bisa membenarkan ucapannya.

Kayaknya gua tau deh arah pernyataan elo ditunjukkan ke mana :)...
Btw, kalo yg kayak begituan, semua agama kan juga mengklaim pernyataan yg sama...

Apakah Murni Pemikiran Manusia yang tercurah dalam tulisan bisa dianggap sebagai Kitab Suci ?

Klo anda pernah tau Buku karangan Anand Khrisna, silahkan anda baca. Apa sesuai dengan hati anda ? apa merupakan sebuah tuntunan menuju sang pencipta ? ;)


Kalo menurut gua, kesucian suatu kitab atau tulisan tertentu muncul ketika seseorang atau sekelompok orang mulai mengkultuskan kitab atau tulisan itu. Jadi, suci atau tidaknya suatu kitab tergantung alasan orang itu melakukan pengkultusan. KAlo kayak gini, ujung2nya gak jauh-jauh dari yang namanya iman.

sikhasep
September 26, 2003, 07:23
Originally posted by Petek
Kayaknya gua tau deh arah pernyataan elo ditunjukkan ke mana :)...
Btw, kalo yg kayak begituan, semua agama kan juga mengklaim pernyataan yg sama...

Emang, gue menjabarkan secara umum kok :p


Kalo menurut gua, kesucian suatu kitab atau tulisan tertentu muncul ketika seseorang atau sekelompok orang mulai mengkultuskan kitab atau tulisan itu. Jadi, suci atau tidaknya suatu kitab tergantung alasan orang itu melakukan pengkultusan. KAlo kayak gini, ujung2nya gak jauh-jauh dari yang namanya iman.

Bisa juga begitu, tapi tentunya perlu didukung oleh latar belakang penulisnya kan ;)

Petek
September 30, 2003, 05:06
Bisa juga begitu, tapi tentunya perlu didukung oleh latar belakang penulisnya kan ;)
[/QUOTE]

Kadang2 kita, dalam menilai latar belakang penulis, sulit untuk bersifat objektif. Seorang tokoh mungkin mulia di mata seseorang tapi belum tentu mulia di mata orang lain.
Selain itu, terkadang seseorang dianggap mulia karena konsensus bersama secara turun-temurun... ujung2nya muncul pengkultusan individu.

Btw, menurut gw kitab yang bener2 otentik tidak menjamin isinya faktual dilihat dari fakta sejarah.... maksudnya, kitab itu menceritakan kej yg sebenernya terjadi...

Jujur aja, sampe skrg, gua pribadi belon nemu tuh yang namanya kitab yg bener2 otentik.... pasti ada aja tambahan2 ato pngurangan2

sikhasep
September 30, 2003, 05:23
Lama banget baru OL Petek , sibuk ya :)

Originally posted by Petek
Kadang2 kita, dalam menilai latar belakang penulis, sulit untuk bersifat objektif. Seorang tokoh mungkin mulia di mata seseorang tapi belum tentu mulia di mata orang lain.
Selain itu, terkadang seseorang dianggap mulia karena konsensus bersama secara turun-temurun... ujung2nya muncul pengkultusan individu.

Setidaknya kultus tersebut dibuat pada kalangan tertentu, dan orang luar tentunya boleh dong menilai ;)


Btw, menurut gw kitab yang bener2 otentik tidak menjamin isinya faktual dilihat dari fakta sejarah.... maksudnya, kitab itu menceritakan kej yg sebenernya terjadi...

Ada beberapa sejarah yang abu** lho ;)


Jujur aja, sampe skrg, gua pribadi belon nemu tuh yang namanya kitab yg bener2 otentik.... pasti ada aja tambahan2 ato pngurangan2

Bagi gue, klo kitab suci (yg diyakini sebagai kalimat tuhan) memiliki kalimat tambahan yg merupakan hasil pemikiran dari manusia, maka sudah batal kesuciannya. Jika ditinjau bahwa kitab suci tsb merupakan firman tuhan :)

Dan ini gue juga berkata jujur, dari hati gue :)

Petek
October 01, 2003, 09:17
Originally posted by sikhasep
Lama banget baru OL Petek , sibuk ya :)


Yep... kurang lbh gitu, biasa... lagi nulis

Setidaknya kultus tersebut dibuat pada kalangan tertentu, dan orang luar tentunya boleh dong menilai ;)


Yah emang boleh lah... gak ada yg ngelarang.
Maksud gua, giliran menilai konsep yg kita punya sendiri... seringkali kita gak bersikap objektif karena udah terjadi pengkultusan.... punya kita yg paling bener.

Giliran konsepnya orang lain... seringkali kita suka semena-mena... kasak-kusuk cari kesalahan2nya doang... Trus menilai segala sesuatunya berdasarkan sudut pandang konsep kita

Kayak misalnya... menghakimi kitab orang lain banyak tambahan2 plus pengurangan2.... Trus giliran kitab dia sendiri yg dia yakini, dia langsung bilang: "punya gua bener2 otentik... gak ada tambahan2 atau pengurangan2... langsung dari Tuhan... kalimat Tuhan"

Ada beberapa sejarah yang abu** lho ;)


Iya lah.... wong kitab2 yang dikultuskan banyak orang isinya saling kontroversial gitu :p

Bagi gue, klo kitab suci (yg diyakini sebagai kalimat tuhan) memiliki kalimat tambahan yg merupakan hasil pemikiran dari manusia, maka sudah batal kesuciannya. Jika ditinjau bahwa kitab suci tsb merupakan firman tuhan :)

Dan ini gue juga berkata jujur, dari hati gue :)


Yah gua ngerti maksud elo kok... emang kalo menurut standar tertentu, kesucian bisa diukur begitu

Tapi ada juga loh standar yg mengatakan kalo tambahan2 yg berasal dari manusia itu diilhami oleh roh Tuhan juga... jadi tambahan2 itu asalnya dari Tuhan dan sifarnya suci.

Nah... kalo masalah begini... balik2 lagi ke masalah iman... dan itu tergantung masing2 pribadi. Kan tiap2 pribadi punya pengalaman spiritual yang beda2....

sikhasep
October 01, 2003, 10:25
Salute sama Petek :bravo:

that's why I like u friend :)

Petek
October 02, 2003, 12:25
Originally posted by sikhasep
Salute sama Petek :bravo:

that's why I like u friend :)


THX:)
Ati2 ntar malah gak kritis loh... gak objektif gitu...ama pndpat gw :p

employee
October 09, 2003, 01:13
Ikutan aahh...

Membahas mengenai kitab suci...Kadang mengherankan juga. Agama A bilang, kitab suci gue paling bener karena ini ditulis oleh nabi yang diberi firman oleh tuhan, agama B bilang ini ditulis oleh nabi berdasarkan firman tuhan juga. Agama C sama juga gak mau kalah. Lalu kok tuhan berfirman dan ditulis berbeda beda sih ? dan malah ada yang saling kontradiksi...

Lalu manakah yang benar ? Jika masing masing bilang kitabnyalah yang paling benar dan melakukan tindakan dengan membuta berdasarkan text book yang ada di kitab suci dan tindakan itu dijadikan pembenaran, maka jika isi kitab itu kontradiksi, amatlah berbahaya.
Itulah kelemahan manusia yang hanya percaya membuta oleh kitab suci.

Lalu bagaimanakah agar kita tidak salah ?
Yah itu semua berpulang dari kita sendiri. Janganlah mempercai semua itu dengan 100% benar tetapi telitilah apakah itu membuat kebaikan bagi kita dan orang lain. Apakah hal tersebut tidak bertentangan dengan kedamaian. Apakah hal tersebut menimbulkan kebahagian bagi diri sendiri dan orang lain. Apakah hal tersebut setelah di teliti tidak kontradiksi dengan kehidupan yang kita jalani.

Yah seperti itu mungkin ya faktor faktor penentu apakah ajaran tersebut baik atau tidak, apakah ajaran tersebut patut ditiru apa tidak, apakah ajaran tersebut bersifat universal atau hanya akan memupuk ke egoisan kita. Kita harus ketat dan teliti dalam memilih mana yang akan dijadikan pegangan hidup kita. Janganlah terbawa karena Agama A terbesar pasti benar, atau agama B terkecil pasti salah.

Yah segitu aja deh kalo menurut gue. Kalo agama A di kitabnya ada ajaran yang benar yah kita ikuti, lalu di agama b ada ajaran yang benar yah kita ikuti, agama c benar juga, yah di ikuti. Jika memang itu dari tuhan, maka ajaran tersebut akan bersifat universal. Tidak akan ada saling kontradiksi dan tidak ada yang berisi tentang kekerasan. Semua pasti tentang kedamaian.

Jadi janganlah terpaku pada kitab suci dan menjadi fanatik akan kitab tersebut sehingga kadang jika kita sudah fanatik, maka sikap kritis kita akan menjadi hilang.

sikhasep
October 09, 2003, 03:25
Ada aturan umum yang bersifat universal seperti :
1. Dianjurkan berbuat baik
2. Dilarang berbuat jahat
3. Menghormati HAM

AlfaOmega
October 09, 2003, 12:07
Baik pun perlu didefiniskan ulang.

Baik itu bisa diartikan sesuatu yang hasilnya baik, tapi nggak perduli gimana caranya untuk mendapatkan hasil yg baik. Kayak Machiavelli.

Baik bisa pula diartikan sesuatu yang diterima kalayak ramai.

Yang jelas, macam-2 dech :D

Petek
October 09, 2003, 12:14
Kayaknya gua sependapat deh sama employee

Pada dasarnya gua pribadi percaya kalo gak ada sesuatu di alam semesta ini yang luput dari yang namanya "kesalahan" atau kekurangan2. Begitu juga agama2 yg ada di dunia ini, pasti juga gak luput dari kesalahan dan kekurangan. Bagi gua, suatu agama yg punya kesalahan bukan berarti agama itu udah gak bisa dipercayai atau diyakini lagi. Tapi itu menurut gua sendiri loh...

employee
October 09, 2003, 16:52
Originally posted by alfaromeo
Baik pun perlu didefiniskan ulang.

Baik itu bisa diartikan sesuatu yang hasilnya baik, tapi nggak perduli gimana caranya untuk mendapatkan hasil yg baik. Kayak Machiavelli.

Baik bisa pula diartikan sesuatu yang diterima kalayak ramai.

Yang jelas, macam-2 dech :D

Baik yang gue maksud di sini adalah

kebaikan bagi kita dan orang lain. Apakah hal tersebut tidak bertentangan dengan kedamaian. Apakah hal tersebut menimbulkan kebahagian bagi diri sendiri dan orang lain. Apakah hal tersebut setelah di teliti tidak kontradiksi dengan kehidupan yang kita jalani.

Mahesa Jenar
December 06, 2003, 07:58
p4ter :
bisa ngak jaman sekarang kita nulis sendiri Kitab Suci yang isinya "ajaran2" (maksudnya dari pengalaman2 hidup) yang secara universal dianggap baik?

HEHEHE .........

boleh n bisa2 aja
btw jangan lupa yng namanya manusia suka gak konsisten n konsekwen
bikin aturan sendiri kadang dilanggar sendiri itu sudah fenomena wajar
klo tidak dilanggar itu berarti bukan aturan/ketentuan namanya ;D

ayoklah
December 07, 2003, 10:53
Kalo gitu bikin aturan yang enak aja deh...

Mahesa Jenar
December 07, 2003, 12:53
EKEKEKE ........

ya AYOKLAH
minimal tingkat RT duluw
kita ujicoba n saksikan
bisa pada komit n konsekwen gak komunitas itu ::banana::

bobo
December 08, 2003, 02:58
Originally posted by sikhasep
Menurut lo, apa sih kriteria kitab yang di anggap suci itu ::mikir::

[/b]

ada cap stempel dari penerbit dan telah lolos dari badan sensor pemerintah .... mempunyai cabang minimal di 25 provinsi dan mempunyai pengikut minimal 1000 orang ( dalam bentuk tanda tangan )

hyper
December 09, 2003, 08:56
Adalah salah besar kalau kita menilai suatu kitab (buku) dikatakan kitab suci hanya berdasarkan klaiman dari mana ia berasal atau siapa yang buat. Klaiman dari mana suatu kitab berasal bukan merupakan cerminan bahwa kitab itu adalah kitab suci.

Menilai suatu kitab adalah kitab suci hanya dapat dilakukan dengan melihat apa yg tertera, tertulis dalam kitab tsb.

Jika isi dari kitab tersebut berisikan ajaran untuk melenyapkan keserakahan, kebencian, “kebodohan” yang berakhir pada lenyapnya penderitaan, maka kitab tersebut baru bisa dikatakan sebagai kitab suci. Sebaliknya jika tidak, maka kitab tersebut bukan kitab suci.

Mengapa kita tidak bisa menilai suatu kitab sebagai kitab suci hanya berdasarkan klaiman dari mana ia berasal atau siapa yang buat ?
Karena siapapun bisa membuat dan menulis kitab, dari anak kecil sampai pejabat. Katakanlah seorang raja yang otoriter membuat kitab seenaknya yang isinya justru menimbulkan sesuatu yang buruk yang mau tidak mau rakyatnya harus menurutinya, jika tidak maka akan dihukum mati. Apakah kitab tsb bisa disebut sebagai kitab suci ? Katakanlah sebuah kitab diklaim berasal dari langit tetapi isinya tidak membawa damai, justru menambah keserakahan, kebencian, dan membiarkan “kebodohan” dalam diri manusia sehingga tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah, yang salah dikatakan benar, yang benar dikatakan salah. Apakah kitab tsb bisa dikatakan sebagai kitab suci ? Tentu tidak bukan.

Sebaliknya meskipun sebuah kitab dikatakan berasal dari seorang pengemis, berasal dari manusia, atau mungkin dari neraka sekalipun tetapi isinya justru mengajarkan untuk melenyapkan keserakahan, kebencian, “kebodohan” yang berakhir pada lenyapnya penderitaan, apakah kitab tersebut dapat kita sebut sebagai kitab suci ? Jelas ya.

Dengan kata lain siapa dan dari mana tidaklah penting di dalam menilai kesucian sebuah kitab, karena itu semua hanyalah penampilan luar saja bukan intinya yang sifatnya bisa menipu.

Sekarang kita bisa menentukan sikap, apakah kita adalah orang yg hanya suka penampilan luar yang penuh tipu daya atau orang yang suka akan penampilan dalam yang murni dan bersih dari tipu daya ?

ayoklah
December 09, 2003, 16:02
jadi kitab suci itu adalah kitab yang isinya membawa kebaikan yah...

bobo
December 09, 2003, 18:34
kitab suci penganut satanism itu gak ada yg ngajarin kebaikan :D

Bo Tat
December 09, 2003, 19:16
Balik lagi ke masalah awal...
Pengertian dari kitab suci itu apa?

Apapun itu, tetap aja menurut gue harus dilihat dari sudut orang yang memikirkannya.
Kalo gue nganggap A itu suci ya itu buat gue... belum tentu buat orang lain.
Seperti analogi pisau juga.
Bisa buat kebaikan bisa buat kejahatan.

Jadi, kitab itu mau suci atau kagak, sesuatu itu adalah A atau B, semuanya tidak bisa diartikan dalam satu pengertian.

IMHO! :)

hyper
December 10, 2003, 01:54
Originally posted by ayoklah
jadi kitab suci itu adalah kitab yang isinya membawa kebaikan yah...

Kebaikan jangka pendek, menengah maupun panjang.

hyper
December 10, 2003, 01:56
Originally posted by bobo
kitab suci penganut satanism itu gak ada yg ngajarin kebaikan :D

Tergantung, apakah kita melihat kebaikan atau ketidak baikan di dalam isi ajarannya ?
Jika kita melihat bahwa tidak ada kebaikan di dalam isinya, hal itu tidak dapat dikategorikan sebagai kitab suci.

hyper
December 10, 2003, 02:38
Originally posted by Bo Tat
Balik lagi ke masalah awal...
Pengertian dari kitab suci itu apa?

Apapun itu, tetap aja menurut gue harus dilihat dari sudut orang yang memikirkannya.
Kalo gue nganggap A itu suci ya itu buat gue... belum tentu buat orang lain.
Seperti analogi pisau juga.
Bisa buat kebaikan bisa buat kejahatan.

Jadi, kitab itu mau suci atau kagak, sesuatu itu adalah A atau B, semuanya tidak bisa diartikan dalam satu pengertian.

IMHO! :)

Oleh karena seseorang dalam pandangan masing pribadi berbeda ,maka tidak bisa dijadikan criteria untuk kitab suci.

Pernyataan Bo Tat justru menimbulkan pertanyaan baru bagi mereka yang kritis. Apa Kriteria orang suci itu ? Apakah karena anggapan saja ? Apakah karena ia berbaju seba putih ? Apakah karena ia berjenggot panjang duduk disinggasana emas atau dengan tubuh melayang-layang dilangit ? Apakah karena memiliki pengikut yang banyak ? Atau karena “KATANYA” ? Tidak khan, karena itu semua juga penampilan luar yang menipu.

Kriteria orang suci hanya dapat dilihat dari PERBUATANNYA SEHAR-HARI.

Analogi pisau dari Bo Tat tidak dapat digunakan untuk menjelaskan kriteria Kitab Suci, tetapi hanya bisa untuk menjelaskan sesuatu yang diPERGUNAKAN oleh manusia. Contoh uang bisa digunakan untuk berbagai hal oleh keinginan manusia. Jadi hanya untuk menjelaskan PENGGUNAAN sesuatu bukan menjelaskan Kriteria atau pengertian.
Jadi maaf , saya rasa analaogi pisau Bo Tat tidak sesuai dengan criteria maupun pengertian kitab suci. {)

bobo
December 10, 2003, 04:07
hmm, kalo saja jaman dahulu udah ada microchip / komputer dan CD Rom, gue rasa ajaran2 para nabi gak disimpen / ditulis dalam sebuah kitab ....huehue tapi diburn dalam sebuah cd rom, pengikutnya ngebaca di PDA atau pocket pc ... :D
jadinya bukan kitab suci dong, jadi CD rom suci ...:P

kitab cuma media doang kalo menurut gue, yg penting ahlak yg ngebaca .... ahlaknya jebot, kitab yg dibaca gak jadi suci lagi dong ... pemahaman jadi salah, tingkah laku jadi menyimpang ....

hyper
December 10, 2003, 04:34
Originally posted by bobo
hmm, kalo saja jaman dahulu udah ada microchip / komputer dan CD Rom, gue rasa ajaran2 para nabi gak disimpen / ditulis dalam sebuah kitab ....huehue tapi diburn dalam sebuah cd rom, pengikutnya ngebaca di PDA atau pocket pc ... :D
jadinya bukan kitab suci dong, jadi CD rom suci ...:P

Khan baru "kalo saja"....well kita harus realistis, iya ngak ?

kitab cuma media doang kalo menurut gue, yg penting ahlak yg ngebaca .... ahlaknya jebot, kitab yg dibaca gak jadi suci lagi dong ... pemahaman jadi salah, tingkah laku jadi menyimpang ....

Betul. tapi yang Bobo utarakan menyangkut PENGGUNAAN yang juga dilihat dari sisi pemakainya bukan kriteria atau pengertian kitab suci dari kitab itu sendiri. {)

ayoklah
December 10, 2003, 12:05
Wah... kalo gitu, orang yang paham benar isi kitab suci, bisa jadi membahayakan.

hyper
December 11, 2003, 05:43
Originally posted by ayoklah
Wah... kalo gitu, orang yang paham benar isi kitab suci, bisa jadi membahayakan.

Oh tentu saja hal tsb memungkinkan sekali jika ia diselubungi dengan niat-niat yg tidak baik.

Mahesa Jenar
December 12, 2003, 06:22
EKEKEKE ...........

jadi gmana neh :bingung:
yng ga bener itu kitab sucinya ataw oknum applicant kitab suci

ayoklah
December 12, 2003, 18:25
Jadi gimana pun juga kitab suci itu hanyalah sebuah benda yang ga selalu berguna bagi masalah kesucian ato kebaikan. Bahkan bisa sebaliknya, berguna bagi kejahatan.
Sama aja kayak piso. Bisa buat ngiris bawang, tapi bisa juga buat ngiris jari orang. Tergantung si pengguna...

hyper
December 15, 2003, 02:01
Originally posted by Mahesa Jenar
EKEKEKE ...........

jadi gmana neh :bingung:
yng ga bener itu kitab sucinya ataw oknum applicant kitab suci

Untuk menilai kitabnya yg benar apa tidak, apakah hasil applicant dari oknum yang tidak baik atau tidak maka kita kembali lagi ke atas yaitu bagaimana isi kitab sucinya. :)