AdMan
September 04, 2003, 19:01
daripada buat topic yang ngga-ngga mendingan kita pikirkan dan bicarakan "perkara2 yang diatas".
GUDANG DOA
Pada awal tahun 2003 Tuhan memberikan sebuah mimpi kepada DR. Bill Hamon tentang apa yang telah disediakan Allah bagi orang Kristen. Bill berkata, "Saya bermimpi: Ada sebuah gudang yang besar di sorga dan di dalam gudang tersebut terdapat banyak bungkusan yang bertuliskan nama-nama orang kudus dengan daftar semua kebutuhan mereka. Ada paket besar dengan tulisan nama dan alamat yang jelas termasuk kotak pos dari si penerima. Semua paket kiriman itu bertuliskan tahun 2003, sehingga saya sangat senang untuk menerima jawaban doa saya.
Tetapi saya juga mendapat mimpi lain yang sangat aneh. Ada banyak sekali bungkusan dan paket yang penuh sesak di dalam gudang besar yang lain.
Pada paket tersebut tertulis: 'Dikembalikan kepada pengirimnya', karena si penerima tidak mengambilnya. Ketika sadar, saya bertanya mengapa mereka tidak menerima dan Tuhan memberikan dua hokum sebagai syarat untuk menerima jawaban doa, yakni percaya dan menerima. Jika kita tidak percaya maka kita tidak akan menerima apa-apa."
Di gudang manakah barang kebutuhan saudara tersimpan? Apakah paket bungkusan saudara berada pada gudang yang siap dikirim untuk tahun 2003 atau berada pada gudang yang dikembalikan? "Tahun 2004 adalah tahun penggenapan janji-janji Tuhan secara khusus untuk bangsa Indonesia," kata Bill Hamon dalam seminar Apostolik dan Profetik 2003 di Bina Karna, Bidakara.
4 LANGKAH AKTIVASI UNTUK MENERIMA JAWABAN DOA.
Seringkali kita menyalahkan Tuhan karena tidak menjawab doa-doa kita. Namun sesungguhnya kita harus menyadari kekeliruan kita sebagai orang Kristen, karena banyak jawaban doa kita terpaksa dikembalikan ke sorga karena kita tidak mau mengambilnya. Oleh karena itu, ada 4 langkah aktivasi yang harus kita lakukan untuk menerima jawaban doa kita, yakni :
1. MENEMUKAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN, DAN MENGAKUI MELALUI MULUT KITA.
Tuliskan semua kebutuhan saudara di dalam sebuah kertas, kemudian cari dan temukan ayat firman Tuhan yang mendasari kebutuhan tersebut. Paulus berkata kepada jemaat di Roma, "Tetapi apakah katanya? Ini : Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu. Itulah firman iman, yang kami beritakan," (Roma 10:8). Kita perlu mengakui firman yang mendasari kebutuhan kita di dalam doa. Itulah sebabnya Salomo berkata, " Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa yang menggemakannya, akan memakan buahnya," (Amsal 18:21).
Namun harus diperhatikan oleh orang Kristen adalah jangan mendoakan sesuatu yang bertentangan dengan firman Tuhan. Yakobus berkata, "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu," (Yakobus 4:3).
2. MEMPERCAYAI DALAM HATI.
Mengapa kita dituntut oleh Tuhan untuk mempercayai di dalam hati? Karena kepala dan otak kita adalah penghalang utama untuk tidak mempercayai janji Tuhan. Kita telah dicekoki dengan fakta-fakta yang terlalu banyak sehingga ketika kita menerima firman Tuhan, maka kepala kita akan serta merta menolaknya.
Itulah sebabnya Paulus berkata, "Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan," (Roma 10:10).
Karena begitu pentingnya sebuah hati yang tetap percaya kepada janji Tuhan. Yesus berkata, "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu," (Mark 11:24).
3. MENGAKUI DENGAN MULUT.
Iman dapat diumpamakan tongkat pengukur untuk mengetahui banyak atau sedikitnya oli sebuah mobil. Pengakuan dari mulut akan menentukan besar atau kecilnya iman kita. Banyak orang yang telah mendoakan sesuatu hal, namun tidak menerima jawaban doanya karena salah mengakuinya melalui mulut yang diucapkannya. Uang adalah alat tukar pembayaran yang sah di dunia, demikian juga iman adalah alat tukar yang berlaku di sorga bagi orang yang membutuhkan sesuatu dari Allah.
Iman kita diumpamakan dengan seseorang yang naik pesawat. Ia harus berserah kepada dua hal yakni percaya kepada pilot dan juga hukum bernoli yang mengangkat dan mendorong pesawat tersebut dalam ketinggian tertentu sampai mendarat di landasan berikutnya. Jika pesawat keluar dari dua hukum itu, maka pesawat akan jatuh. Demikian juga dengan pengakuan dari mulut kita akan menghancurkan pesawat hidup kita atau sebaliknya membawa kita sampai pada tujuan dan rencana Allah atas hidup kita.
4. AMBIL LANGKAH IMAN.
Bertindak atas apa yang kita percayai sebab doa hanyalah langkah pertama sedangkan bertindak mempercayai untuk menerima jawaban. Tuhan adalah langkah berikutnya. Yakobus memberikan pertanyaan, "Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?" (Yakobus 2:14).
Berapa banyaknya doa-doa yang dinaikkan dengan tidak ada jawaban dari Allah seolah-olah doa yang sia-sia? Yakobus kembali memberikan jawabannya : "DEMIKIAN JUGA HALNYA DENGAN IMAN: JIKA IMAN ITU TIDAK DISERTAI PERBUATAN, MAKA IMAN ITU PADA HAKEKATNYA ADALAH MATI," (Yakobus 2:17). Apakah iman kita mati selama ini? Jika ya, maka hanya diperlukan sebuah tindakan, agar janji Allah tergenapi.
Tuhan Memberkati
GUDANG DOA
Pada awal tahun 2003 Tuhan memberikan sebuah mimpi kepada DR. Bill Hamon tentang apa yang telah disediakan Allah bagi orang Kristen. Bill berkata, "Saya bermimpi: Ada sebuah gudang yang besar di sorga dan di dalam gudang tersebut terdapat banyak bungkusan yang bertuliskan nama-nama orang kudus dengan daftar semua kebutuhan mereka. Ada paket besar dengan tulisan nama dan alamat yang jelas termasuk kotak pos dari si penerima. Semua paket kiriman itu bertuliskan tahun 2003, sehingga saya sangat senang untuk menerima jawaban doa saya.
Tetapi saya juga mendapat mimpi lain yang sangat aneh. Ada banyak sekali bungkusan dan paket yang penuh sesak di dalam gudang besar yang lain.
Pada paket tersebut tertulis: 'Dikembalikan kepada pengirimnya', karena si penerima tidak mengambilnya. Ketika sadar, saya bertanya mengapa mereka tidak menerima dan Tuhan memberikan dua hokum sebagai syarat untuk menerima jawaban doa, yakni percaya dan menerima. Jika kita tidak percaya maka kita tidak akan menerima apa-apa."
Di gudang manakah barang kebutuhan saudara tersimpan? Apakah paket bungkusan saudara berada pada gudang yang siap dikirim untuk tahun 2003 atau berada pada gudang yang dikembalikan? "Tahun 2004 adalah tahun penggenapan janji-janji Tuhan secara khusus untuk bangsa Indonesia," kata Bill Hamon dalam seminar Apostolik dan Profetik 2003 di Bina Karna, Bidakara.
4 LANGKAH AKTIVASI UNTUK MENERIMA JAWABAN DOA.
Seringkali kita menyalahkan Tuhan karena tidak menjawab doa-doa kita. Namun sesungguhnya kita harus menyadari kekeliruan kita sebagai orang Kristen, karena banyak jawaban doa kita terpaksa dikembalikan ke sorga karena kita tidak mau mengambilnya. Oleh karena itu, ada 4 langkah aktivasi yang harus kita lakukan untuk menerima jawaban doa kita, yakni :
1. MENEMUKAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN, DAN MENGAKUI MELALUI MULUT KITA.
Tuliskan semua kebutuhan saudara di dalam sebuah kertas, kemudian cari dan temukan ayat firman Tuhan yang mendasari kebutuhan tersebut. Paulus berkata kepada jemaat di Roma, "Tetapi apakah katanya? Ini : Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu. Itulah firman iman, yang kami beritakan," (Roma 10:8). Kita perlu mengakui firman yang mendasari kebutuhan kita di dalam doa. Itulah sebabnya Salomo berkata, " Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa yang menggemakannya, akan memakan buahnya," (Amsal 18:21).
Namun harus diperhatikan oleh orang Kristen adalah jangan mendoakan sesuatu yang bertentangan dengan firman Tuhan. Yakobus berkata, "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu," (Yakobus 4:3).
2. MEMPERCAYAI DALAM HATI.
Mengapa kita dituntut oleh Tuhan untuk mempercayai di dalam hati? Karena kepala dan otak kita adalah penghalang utama untuk tidak mempercayai janji Tuhan. Kita telah dicekoki dengan fakta-fakta yang terlalu banyak sehingga ketika kita menerima firman Tuhan, maka kepala kita akan serta merta menolaknya.
Itulah sebabnya Paulus berkata, "Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan," (Roma 10:10).
Karena begitu pentingnya sebuah hati yang tetap percaya kepada janji Tuhan. Yesus berkata, "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu," (Mark 11:24).
3. MENGAKUI DENGAN MULUT.
Iman dapat diumpamakan tongkat pengukur untuk mengetahui banyak atau sedikitnya oli sebuah mobil. Pengakuan dari mulut akan menentukan besar atau kecilnya iman kita. Banyak orang yang telah mendoakan sesuatu hal, namun tidak menerima jawaban doanya karena salah mengakuinya melalui mulut yang diucapkannya. Uang adalah alat tukar pembayaran yang sah di dunia, demikian juga iman adalah alat tukar yang berlaku di sorga bagi orang yang membutuhkan sesuatu dari Allah.
Iman kita diumpamakan dengan seseorang yang naik pesawat. Ia harus berserah kepada dua hal yakni percaya kepada pilot dan juga hukum bernoli yang mengangkat dan mendorong pesawat tersebut dalam ketinggian tertentu sampai mendarat di landasan berikutnya. Jika pesawat keluar dari dua hukum itu, maka pesawat akan jatuh. Demikian juga dengan pengakuan dari mulut kita akan menghancurkan pesawat hidup kita atau sebaliknya membawa kita sampai pada tujuan dan rencana Allah atas hidup kita.
4. AMBIL LANGKAH IMAN.
Bertindak atas apa yang kita percayai sebab doa hanyalah langkah pertama sedangkan bertindak mempercayai untuk menerima jawaban. Tuhan adalah langkah berikutnya. Yakobus memberikan pertanyaan, "Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?" (Yakobus 2:14).
Berapa banyaknya doa-doa yang dinaikkan dengan tidak ada jawaban dari Allah seolah-olah doa yang sia-sia? Yakobus kembali memberikan jawabannya : "DEMIKIAN JUGA HALNYA DENGAN IMAN: JIKA IMAN ITU TIDAK DISERTAI PERBUATAN, MAKA IMAN ITU PADA HAKEKATNYA ADALAH MATI," (Yakobus 2:17). Apakah iman kita mati selama ini? Jika ya, maka hanya diperlukan sebuah tindakan, agar janji Allah tergenapi.
Tuhan Memberkati