View Full Version : kumpulan tips hidup bahagia







homer
September 02, 2003, 03:08
mimpi sumi

1
Sumi kembali bermimpi. Mimpi yang sama seperti di malam-malam sebelumnya. Dan sama seperti ketika dia terbangun di malam-malam sebelumnya yang dapat diingatnya hanyalah kecupan itu dan kalimat yang tidak dimengertinya yang keluar dari bibir lelaki itu. Siapa dia? Sumi yakin itu bukan suaminya. Sumi juga yakin lelaki itu bukan seseorang yang pernah dikenalnya.
“ Mimpi itu menghasilkan imaji imaji yang membingungkan bahkan menyesatkan. Apakah kehidupan seksmu dengan suamimu baik-baik saja? Mungkin itu penyebabnya kenapa kamu bermimpi erotis seperti itu”
“ Erotis? Cuma kecupan di bibir “
“ Katamu kecupan itu lebih menggairahkan dari senjata suamimu. Apa itu bukan erotis”
“ Ya. Tapi aku tak sudi menyebutnya erotis. Sulit aku mengungkapkannya dengan kata-kata yang bisa kamu pahami. Mungkin menggairahkan pun bukan kata yang tepat. Dan kami masih melakukannya tiga kali seminggu.”
“ Tetap kurasa ada yang salah dengan kehidupan rumah tanggamu. Tidak wajar seorang istri bermimpi berkecupan dengan lelaki yang bukan suaminya. Ini sama dengan selingkuh. Lihat saja sekarang, lelaki dalam mimpimu itu telah menyita pikiranmu. Aku curiga kamu mengingankan yang lebih dari hanya sebuah kecupan. Kamu ingin dia meremas buah dadamu”
“Aku tak suka buah dadaku diremas. Tapi kalau boleh jujur aku memang menginginkan yang lebih dari sekedar kecupan”
“Intropeksi dirilah”
“Memang apa yang sedang aku lakukan sekarang”
“Masturbasi. Kamu ingin menghadirkannya kembali malam ini. Padahal kamu tau malam ini adalah jadwalmu berhubungan badan dengan suamimu. Masih ingat? Aku curiga kamu lupa. Senin, Rabu, dan Sabtu”
“Ingat. Sehabis dunia dalam berita. Senin biru misionari. Rabu merah kupu-kupu dan Sabtu hitam sixtynine”
“ Tapi katakan sekarang dengan jujur..”
“Dari tadi aku sudah jujur”
“Lebih jujur lagi”
“Baik”
“Apakah kamu membayangkan lelaki dalam mimpi itu ketika bersenggama dengan suamimu?”
“Kamu baru saja memberiku ide yang cemerlang”
“Kamu gila”
“Kurang tapat”
“Kurang tepat?”
“Bukan gila. Aku sedang tergila-gila “

2
“Ma…Aku pergi dulu”
“Hati-hati Pa”
“Oh ya, nanti malam kita off dulu. Papa ada rapat kerja di puncak. Kemungkinan menginap”
“Oke. Bawain tales Bogor yah”

3
“Rapat?”
“Iya rapat”
“Kamu itu kadang terlalu bodoh sekali”
“Kenapa?”
“Bukankah itu alasan yang selalu dipakai lelaki untuk bertemu perempuan simpanannya”
“Aku baru tahu “
“Sekarang kamu tahu”

4
Sumi kembali bermimpi malam ini. Mimpi yang berbeda dari malam-malam sebelumnya. Tidak ada lagi kecupan dan kalimat yang tidak dimengertinya. Semua begitu jelas, tak ada imaji imaji yang membingungkan. Lelaki dalam mimpi itu memberinya sebilah pisau dan membisikkan sesuatu ditelinganya sebelum kemudian pergi.

surfergirl
September 02, 2003, 03:52
homer, ide lu ada aja.... ^^

shella
September 02, 2003, 09:00
Yeee... Homer selalu punya cerita2 bagus :D:D

homer
September 09, 2003, 02:06
semoga hidup kalian jadi tambah bahagia :D

homer
September 09, 2003, 02:08
Lupa dan Gelak Tawa

Bukan hari yang biasa. Aku terbangun jam 5 pagi. Ku coba untuk kembali tidur, di luar masih gelap. Tapi mataku sulit untuk terpejam. Jadi ku putuskan untuk onani saja. Ku hidupkan komputerku, buka folder gambar-gambar perempuan telanjang yang ku donlot beberapa hari lalu. Kris Dayanti, Dian Nitami, Cut Keke, Sophie Latjuba, Ayu Azhari, Angel Ibrahim, Yuyun Sukowati, Santi, Femmy, tidak kenal, perempuan sipit, bule, anak smu. Aku pilih Yuyun Sukowati. Praise The Lord For Technology. Tidak ada satu menit aku perkosa Yuyun Sukowati. Dengan nafas yang masih tersengal aku ke kamar mandi. Ku lihat cairannya tersembur ke buku-buku yang ada di samping ranjang, The Book of Laughter and Forgetting. Sial kitab suciku juga. Murtad. Bedebah. Terkutuk.
Tadi malam sebabnya. Pacarku mutusin aku. Kenapa? Aku lupa. Semua begitu cepat. Aku hanya ingat wajahnya yang cantik. Tanktopnya yang seksi. Roknya yang mini. Dan pahanya yang putih. Aku lupa apa alasannya memutuskan aku. O, aku ingat ada air mata yang mengalir di pipi. Shit, itu air mataku ( aku baru tahu kalo kata shit tidak ada dalam kamus bahasa Inggrisnya Hassan Shadily,,,fuck ). Sementara cuma itu yang ku ingat.
Namanya Putri Patricia. Artis itu? Bukan. Namanya saja yang sama. Tapi sekali-kali memang dia nampang di tabloid dengan pakaian renang yang seksi. Aku lupa nama tabloidnya. Pernah juga dia ikut acara asal. Aku tanya waktu itu “ Memang kamu mirip siapa Sayang?”
“Putri Patricia” Jawabnya
“Putri Patricia?..Kamu memang Putri Patricia”
“Duh..Masa kamu tidak kenal Putri Patricia yang artis”
“Yang maen AADC yang jadi Cinta itu yah?”
“Nah..kamu tau”
Dia tidak menang. Kata jurinya ( aku lupa siapa siapa mereka, they are so feckin’ phony) Putri Patricia sama sekali tidak mirip dengan Putri Patricia yang artis yang maen tersanjung 6 sambil kemudian menambahkan yang maen AADC yang jadi Cinta itu Dian Sastro. Semua orang juga tahu.

Jam lima lewat.
Aku memutuskan untuk bunuh diri saja. Aku ambil pisau swiss ku. Dalam nama Tuhan yang maha pengasih dan penyayang..aku cabut nyawaku…shit.. Aku ingat…
“Kamu tidak perhatian. Kamu lupa apa warna favoritku, lagu kesukaanku, nama anjingku, ………..kamu tidak perhatian”
Lupa dan Perhatian. Aku tak melihat hubungannya. Apa hati yang mencinta saja tidak cukup. Apa kesetiaan saja tidak cukup. Lupaku bukan bentuk keperhatian. Lupaku adalah gelak tawa. Apakah begitu penting warna favorit, lagu kesukaan, bahkan nama anjing. Cinta adalah ingatan. Seperti itu kah? Cinta tidak ada ketika ingatan memudar seperti pasangan diatas 50 tahun, tidak ada lagi cinta. Aku tidak setuju. Bagaimana dengan aku yang pelupa sebelum 50 tahun? Apakah aku tak pantas untuk mencinta.
“Kamu lupa tanggal kita jadian dan tahun lalu kamu lupa ulang tahunku. Lupa tanda tidak mencinta”
Aku tak tahu hal-hal seperti ini begitu penting bagi perempuan. Romantisme perempuan penuh kekurangajaran. Selalu melihat yang sepele dan tutup mata pada hal yang besar.
“Bagaimana mungkin kamu bilang hatimu hal yang besar yang penuh kesetiaan dan cinta jika ulang tahunku saja kamu tidak ingat”
“Aku pelupa”
Putri Patricia tertawa “ Alasan yang paling tidak masuk akal.
Aku letakkan pisau swissku ( tanpa kesadaran, sepertinya tangan ini bergerak sendiri tanpa sensor dari otak ). Aku duduk lemas. Wajah Yuyun Sukowati masih di layar komputerku. Aku jadi pingin onani lagi. Onani bisa melepaskan stress. Aku dengar onani dijadikan terapi di pengungsian dan penjara-penjara.
Bukan hari yang biasa. Aku onani lagi. Sambil membayangkan Putri Patricia. Kali ini lebih lama. Lupa dan Gelak Tawa.
Aku sepenuhnya tak mengerti apa isi novel itu. The Book Of Laughter and Forgetting, The Book of Nothing.
Aku mentertawakan lupaku. Mentertawakan definisi cinta baru. Mentertawakan diriku sendiri. Semoga aku lupa. Aku tertawa lagi. Lupa mencintai. Lupa dicintai. Lupa patah hati. Betapa menyenangkan. Lupakan percobaan bunuh diriku, Lord. Tapi bagaimana Kau bisa Lupa jika Engkau Maha Tahu. Tahu bagaimana Kau pernah melupakan.
Tiba-tiba aku teringat kembali. Aku ingat…PUTRI PATRICIA…aku cinta kamu. Aku ingat hijau warna favoritmu. Screaming Infidelity lagu favoritmu, Holden nama anjingmu. Aku ingat 17 Agustus kita jadian, saat upacara bendera di sekolah. Ulang tahunmu 14 Maret 1986. Aku ingat itu juga..PUTRI PATRICIA…aku ingat kamu begitu marah. Bukan maksudku meninggalkanmu. Bukan inginku kau pulang sendiri. Kamu begitu lama mencari-cari baju. Aku menunggu. Aku menunggu begitu lama sampai-sampai aku lupa kalau hari itu aku pergi bersamamu. Aku ingat.
Aku meninggalkanmu di Mall.

lygia
September 09, 2003, 11:05
awesome :D
Daku lebih suka ini daripada Malam Pertama Pengantin yang kau ikutin lomba 'ntu.

surfergirl
September 10, 2003, 13:01
wehehe... homerian sekali...... ^^
oma lyg, kapan2 cerita soal frater2 muda dong... hehehe

aphrodite_zhou
September 10, 2003, 14:47
ckckckck... homer tuh ceritanya khas bgt ya..

itu tuh! co emang suka nyepelein hal2 kecil kaya gitu.. ga heran deh klo dipegatin !
:nono

surfergirl
September 11, 2003, 06:18
yeah... dan cewe suka membesar2kan hal2 kecil... :D ga heran kalo berantem trus

homer
September 23, 2003, 07:49
Ngatiyem

Itulah perempuan tercantik yang telah membuat hatiku bergetar. Namanya Ngatiyem. Aku tak tahu apa arti Ngatiyem. Tapi aku tahu orang tuanya pasti memberi nama itu dengan sebuah harapan. Harapan yang dimaknai lewat nama itu. Seperti namaku, Sabar Sampe Tua. Jadi pastilah nama yang diberikan orang tua sudah dipikirkan baik-baik sebelumnya seperti nama bapakku, Sopan Jujur Monang Halomoan Sibutar Butar.
Sejujurnya aku kaget. Tak percaya. Jangan-jangan ini cuma akal-akalan temanku saja waktu ku tanya siapa nama perempuan itu. Bagaimana mungkin seorang perempuan metropolis, cantik, seksi, kelihatan hobinya bacanya cosmo tapi bernama Ngatiyem. Ngatiyem, nama itu tidak enak didengar dan sulit untuk dicari nama pendeknya. Paling pas yah Iyem. Dan itu sangat kurang ajar. Iyem itu nama hampir semua pembantu di negeri ini. Kalau sudah membayangkan pembantu jelas apa yang kita bisa bayangkan. Aku teringat pembantuku yang namanya Iyem juga.
Ngatiyem, kataku dalam hati ketika dia lewat di depan hidungku. Dibalut T shirt putih ketat, rok yang mini dirinya terlihat sangat seksi. Kakinya yang putih, kurus panjang melangkah berirama mengikuti dentuman pantatnya sendiri. Rambutnya sebahu dibiarkan terurai. Tertepa angin jatuh di wajahnya. Tanganya yang kecil dan mulus menyibaknya. Kemudian menghilang masuk kantin. Bau parfumnya masih melayang-layang, harum meninggalkan kesan yang sama seperti yang baru saja ku lihat. Ku berani katakan kamu tidak perlu lagi selingkuh jika Ngatiyem jadi milikmu.
Yang harus ku cari sekarang adalah nomor hand phonenya. Aku tak percaya temanku itu. Jadi aku tak menanyakan kepadanya. Aku langsung meminjam hand phonenya. Pura-pura melihat-lihat hand phonenya. Temanku tak curiga karena dia memang bodoh. Ngatiyem. Aku baca sampai tiga kali sampai hapal benar. Rencananya akan ku telpon nanti malam.


Sial.
Birong bodoh. Temanku itu benar-benar bodoh. Nomor ini sudah tidak bisa dihubungi lagi. Nomornya sudah kadaluarsa. Kenapa aku bisa punya teman sebodoh Birong. Sebangku pula, sialan. Tapi jangan-jangan ini karena dia pintar. Dia tidak sebodoh yang ku kira. Birong itu artinya hitam. Kulitnya memang hitam sehitam-hitamnya. Pernah baca Mimin. Persis seperti itulah dirinya. Juga botak, jangan lupa.
Malam ini aku hanya bisa gigit jari dalam arti sebenarnya kemudian menghisapnya perlahan. Jempol jari favoritku. Percaya tidak dulu para kanibal sangat menyukai jempol selain daun telinga.


Siapa bilang Tuhan tidak lagi menjawab doa secara cepat dan tepat. Setelah puas menghisap jempolku tadi malam aku tak tau apa yang akan ku lakukan selanjutnya. Pernah merasa seperti itu, seolah-olah hidup ini harus melakukan sesuatu. Tidak boleh diam dan hanya duduk saja sambil melamun. Anyway, setelah itu aku berdoa. Sebenernya ngomong begitu saja tanpa tutup mata dan kusyuk. Sok akrab saja. Seperti Abe atau Moses. Aku ngomong begini, Tuhan beri aku kejutan dong besok. Sekali ini aja. Kalau bisa, pasti bisa sih kalau Tuhan mau. Tolong supaya aku besok pagi bisa duduk bareng dengan Ngatiyem.
Yes.
Sekarang Ngatiyem ada di sebelah. Persis disebelahku. Wong kakinya dan kakiku bersentuhan. Kami ada di angkot. Ku rasa Tuhan membuat mobilnya Ngatiyem rusak untuk hari ini. Kalau saja aku minta juga supaya Ngatiyem mengenaliku dan kemudian menyapaku “Kamu anak kelas D kan yang biasa memperhatikan aku setiap kali aku mau jalan ke kantin”.
Ngatiyem bahkan tak menoleh ke samping dimana aku berada. Mencoba mencium pipinya. Hanya rambutnya yang menerpa wajahku ketika angin berhembus dari kaca jendela. Harum. Aku kurang puas. Aku bergeser sedikit. Mencoba melihat Branya. Dengan belahan ring kaos yang longgar dan pendek aku bisa puas melihat Branya. Melihat Bra saja sudah puas, maki diriku sendiri. Banyak Bra di kaki lima. Banyak juga di jemur di depan rumah. Melambai. Mengingatkan. Bra, penutup air hidup itu.
Tapi ini Bra, Bra yang sedang dikenakan. Dan itu sangat berbeda, bela diriku sendiri. Dan ingat siapa yang mengenakannya. Ngatiyem. Bukan Iyem pembantumu itu. Keindahan Bra tergantung siapa yang mengenakannya. Artinya seberapa indah wajah dan buah dada yang mengenakan. Jadi saranku belilah Bra sesuai dirimu. Jangan pernah termakan iklan dalam majalah apalagi jika kamu tidak secantik model itu. Percuma. Mahal bodoh.

Kamu tahu ini benar-benar terjadi. Aku tak tahu apakah Tuhan masih ikut campur dalam hal ini. Tiba-tiba ada kucing lewat yang membuat Pak supir ngerem mendadak. Aku yang sedang melirik ke Bra tak siap. Aku tersungkur menabrak tubuh Ngatiyem. Begitu cepat. Ngatiyem berteriak kemudian menampar pipiku. Aku kaget semua orang kaget. Ternyata tanganku memegang buah dadanya.
Aku kemudian meminta maaf sambil tersenyum. Ngatiyem tidak rela. Dia memaki aku. Aku biarkan dia memaki sepuasnya. Sampai dia turun dari angkot dia masih memaki.

Itulah perempuan tercantik yang dulu telah membuat hatiku bergetar. Namanya Angie. Dulu namanya Ngatiyem. Sekarang setiap kali dia lewat kelasku aku tersenyum. Angie yang dulu namanya Ngatiyem hanya menunduk. Wajahnya merah. Kelihatan malu.
Perempuan cantik itu tidak memiliki puting susu.

homer
September 24, 2003, 08:17
Semua Bahagia

Snowy. Timmy. Pluto. Benji. Lassie. Blacky.
“Bravo saja” Celutuk kakek yang sedang membaca di kursi malas.
“Bravo?” Ucap Mini ragu. Matanya yang bulat menatap wajah kakeknya meminta penjelasan karena Mini merasa tidak pernah dengar ada anjing bernama Bravo.
“Memang Bravo itu nama anjingnya siapa?” Tanya Mini untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa memang tidak ada tokoh dalam film atau buku yang memiliki anjing bernama Bravo. Kakek diam buku yang di bacanya dilipat. Kelihatan kalau kakek sedang berpikir mencari-cari jawaban untuk pertanyaan cucu kesayangannya itu karena nama itu muncul di kepalanya tiba-tiba saja. Mungkin akibat dari buku yang sedang dibacanya.
Karena kakek lama menjawab Mini penasaran dan bertanya lagi “ Memang apa artinya Bravo, Kek?”
“Hebat “ Jawab kakek
“Hebat..mhm” Gumam Mini
“Nek..Nek nama anjing Mini ini Bravo “ Kata Mini sambil mengangkat anjing baru yang di hadiahkan kakeknya untuk ulang tahunnya yang ke tujuh. Nenek yang baru muncul dari kebun belakang berseri melihat kebahagian cucunya. “ Oh ya, Bravo bagus sekali namanya. Bravo halo Bravo aku neneknya Mini “
Anjing yang masih kecil itu menggonggong. Menjilati wajah nenek. Mini kesenangan. Memeluk anjing itu kemudian menciuminya. “Bravo kenalkan aku Mini”
Seolah mengerti bahasa manusia, anjing itu menjilati wajah Mini. Semua tampak bahagia.


Seekor burung bangau raksasa membawa bayi dengan sebuah kain yang disangkutkan di paruhnya. Kakek yang menemukannya. Pagi itu ketika dia hendak berangkat ke kebun. Bangau raksasa berwarna hitam itu sudah berdiri di depan pintu rumahnya dengan bayi dalam kain yang disangkutkan di paruhnya. Kakek mengira dirinya mimpi. Siapa yang akan percaya seekor bangau raksasa membawa bayi.
“Bapak tidak sedang bermimpi” Ucap bangau itu setelah menaruh bayi itu dalam pelukan kakek. Kakek bingung karena seumur hidupnya belum pernah dia melihat bangau bicara dan dia tidak merasa bangau itu telah menyerahkan bayinya. Tiba-tiba sudah ada di pelukannya. Waktu itu masih jam lima pagi. Belum ada yang pergi ke sungai untuk mandi dan mencuci. Rumah kakek jauh dari penduduk lainnya. Begitu juga penduduk yang satu dengan penduduk yang lain. Karena tanah yang masih luas sehingga tiap orang bisa menggarap tanah sesuai tempat yang diingininya.
“Aku pasti bermimpi” Batinnya tapi dilihatnya mata bayi itu berkedip dan bibirnya bergerak-gerak. “Yakinlah dengan saya, Bapak tidak sedang bermimpi”
“Tapi…” Kata kakek ragu
“Kami memang bisa bicara bahasa berbagai mahluk” Potong bangau raksasa itu. “Namaku Bogus”
“Trisno” Ucap kakek menyebut namanya masih tidak percaya.
“Langsung saja Pak Trisno, saya menemukan bayi ini terapung di lautan. Saya melihatnya ketika terbang bersama teman-teman. Kami sudah berusaha memeliharanya. Tapi saya dan istri saya selalu pergi saat matahari terbit dan pulang saat matahari terbenam. Tidak mungkin kami memeliharanya karena siapa yang akan menjaganya nanti selama kami bekerja. Jadi kami memutuskan membawa masalah ini ke musyawarah besar Perkumpulan Bangau Bangau dan disepakati bahwa bayi ini harus dipelihara oleh mahluk manusia. Itulah tujuan saya kemari”
“ Tapi kami sudah tua. Kami tidak tahu bagaimana merawat bayi. Memang dulu kami berharap memiliki anak tapi tidak lagi ketika kami sudah putus asa untuk memilikinya bahkan kami sudah melupakan keinginan besar itu”
“Pak Trisno ketika kami melihat bayi itu terapung di laut kami berpikir untuk membiarkannya saja karena untuk apa gunanya bagi kehidupan mahluk bangau jangan-jangan nanti ketika dia besar dia akan menjadi pemburu yang akan menembaki kami. Tapi hati kami tidak tega. Bayi mungil itu sendiri dalam kengerian laut. Jadi kami putuskan untuk mengambilnya dan menolongnya. Matahahari hampir terbit Pak Trisno, saya harus pergi. Rawatlah sayangi dia sebagai anak yang Bapak harap-harapkan itu dalam doa-doa Bapak. Namakan dia Mini” Setelah mengatakan itu bangau yang bernama Bogus itu terbang meninggalkan kakek bersama Mini yang ada dalam pelukannya. Saat itulah Nenek keluar hendak ke sungai melihat kakek dengan bayi di pelukannya.
Nenek tak percaya sedikitpun cerita kakek tapi dirinya terlanjur tak perduli yang penting baginya doanya telah dijawab oleh Yang Maha Kuasa. Semua tampak bahagia.

Bravo, kakek dan nenek sudah lama mati tapi Mini masih menemukan wajah mereka setiap malam dalam mimpinya.
“Ceritakan apa yang kamu lihat dalam mimpimu itu ”
“Bangau-bangau”
“Lalu”
“Bangau-bangau itu ada di sana mengerubungi tubuh Bravo, kakek dan nenek yang berlumur darah”
“Apa yang dilakukan bangau-bangau itu?”
“Diam berdiri saja di sana mengelilingi”
“Cuma itu?”
Mini menenggak kembali isi gelasnya. Perutnya mual dan ingin muntah. Dia berjalan menuju toilet, menabrak meja yang menghalangi jalannya. Tubuhnya ambruk jatuh terkulai di lantai. Mini tertawa. Aku melihatnya kasihan tapi tidak berusaha menolongnya berdiri. Membiarkan dia tergeletak.
“Bangau…bangau …bangau…”
Mini berteriak teriak lalu tertawa lagi. Mini kemudian muntah. Cukup banyak yang dikeluarkan dari isi perutnya. Bekas makan malam tadi. Cap Cay, Ayam Goreng, Kangkung Cah dan nasi yang terlalu lembek. Semuanya 45 ribu ditambah 50 ribu buat hotel dan 150 untuk Mini jadi semuanya 245 ribu. 245 ribu cuma untuk cerita bodoh tentang anjing dan kakek yang menemukan bangau raksasa dengan bayi dalam kain di paruhnya. Murah hati sekali aku malam ini. Oh Tuhan, aku cuma ingin bercinta.

homer
October 07, 2003, 07:46
shit-us

Orang yang ditunggunya belum datang. Harusnya dia tidak datang lebih awal. Menunggu membuatnya gelisah. Baru semenit dari terakhir dia melihat jam tangannya. Belum lagi semenit kemudian dia melihatnya kembali. Duduk. Berdiri. Duduk. Mulutnya mengucapkan sesuatu ( sepertinya sial atau sialan atau sapi mungkin sari ). Dia melihat ke arahku. Aku pura-pura melihat HPku. Sampai ku yakin dia tidak melihat ke arahku lagi, aku kembali memperhatikannya. Ini kira-kira gambaran tentang dirinya.
Rambutnya dicukur pendek, hampir plontos. Tubuhnya tegap dan berisi. Tubuh yang sering diolah. Matanya tajam dan tampak jahat (aku bisa menilai orang dari matanya). Ada banyak bekas luka di wajahnya. Di atas alisnya, di bawah matanya dan goresan luka yang panjang dari leher ke dagunya. Bajunya tampak lusuh, aku yakin dia belum menggantinya sejak kemarin sama dengan kargonya yang pudar warnanya.
Dia mulai gusar. Diacaknya rambutnya yang hampir tidak ada. Dia mulai berjalan menuju anjungan tunai mandiri ikut antri bersama yang lain setelah gilirannya ( sekitar ada 6 orang dibelakangnya ) dia kembali ke belakang mengantri. Orang-orang yang dibelakangnya melihatnya bingung kemudian beberapa dari mereka pergi. Setelah gilirannya kembali dan tidak ada yang mengantri lagi, dia kembali ke tempat duduk merah yang tersedia di lobby mall ini.
Tempat duduk merah kami menyebutnya. Kami adalah aku dan bekas pacarku. Di tempat duduk itulah kami mengukir janji. Aku bahkan masih ingat ketika pertama kali kami kopi darat setelah dua bulan cyber in love, kami secara bersamaan mengetik tempat rendevouz pertama kali kami yaitu tempat duduk merah di lobby mall. Ukiran janji cinta abadi itu bahkan masih ada di tempat duduk merah itu. Ku tulis dengan tinta hitam. Ku rasa semua orang sudah melihatnya dan iri lalu melakukan hal yang sama. Sekarang semua tempat duduk yang ada di lobby mall di Jakarta telah dipenuhi oleh coretan ikrar janji cinta abadi. Seseorang butuh inspirasi soal cinta dan banyak kali mereka mendapatkanya dari tulisan. Ah, cinta selalu membuatku kehilangan arah. Lihat apa yang dilakukannya atas pengamatanku. Mari kembali pada tokoh kita.

Sudah sejam aku mengamatinya.
Artinya lebih dari sejam dia menunggu. Orang yang ditunggunya belum juga datang. Dia melihat ke jamnya untuk kesekian kali. Sedang aku mengira-ngira seperti apakah orang yang ditunggunya. Aku punya banyak imajinasi. Mungkin seperti ini ceritanya.

Namanya Rodya ( aku selalu ingin punya nama seperti ini ). Dia seorang yang pendiam yang banyak menghabiskan waktunya membaca buku-buku sastra. Tunggu,…tidak cocok. Sangat jauh dari perawakannya. Jadi seperti ini saja. Namanya tetap Rodya. Cita-citanya sejak masih TK menjadi tentara. Sampai smu cita-citanya tetap sama ( tentu dengan rambut cepak yang sama ). Hobinya semua berhubungan dengan dirgantara ( salah satunya adalah bermain petak umpet, aku agak bingung apa hubungannya dengan dirgantara ). Dia mengkoleksi segala jenis pistol mainan dan baju tentaranya hampir memenuhi seluruh isi lemari pakaiannya. Tapi sial kataku karena sampai smu saja cita-citanya itu ada. Berakhir ketika dalam tawuran pelajar dimana dia selalu paling berada di depan, giginya terlempar batu dan tanggal seketika. Jadi ku tambahkan gambaran dirinya; dua gigi depannya ompong, Dan hari ini dia menunggu seorang pengedar koplo karena dia sedang saplo. How about that?



Or goes like this.
Namanya Sabar. Seorang mahasiswa fakultas ilmu sosial dan politik, jurusan demonstrasi. Asli Samosir sebelum akhirnya pindah ke Aek Sarulla, Pahae. Bapaknya sopir dan ibunya penjual batik solo. Yang tiap bulan menerima kiriman sebanyak satu juta untuk uang kuliah. Penghasilan bapaknya hanya lima ratus ribu dan ibunya enam ratus limah puluh dua ribu rupiah. Pernah sengaja memberi diri untuk ditangkap dan memang ditangkap selama tiga hari. Ceritanya kepada teman-teman demontrannya yang sudah mengerubunginya lapar mendengar cerita seputar siksaan yang dialaminya. Sabar membuka mulutnya dan mereka takjub melihat dua gigi depan Sabar yang ompong. Pasti sakit yah bang Sabar, ini ujar Rosa fakultas sastra jurusan demonstran juga yang sangat mengagumi Sabar. Begitu juga Sabar terhadapnya. Sabar merasa bergairah seperti bocah ingusan yang baru pertama kali liat celana dalam wanita. Sampai kemudian muncul tulisan di buku diary Che Guevara yang dipinjam Sabar dari Rosa. Tulisan itu ada di akhir halaman buku. Begini bunyinya…Kamu adalah wajah yang hadir dalam mimpiku yang membuatku selalu mengingat akan pesonamu. Kamulah bunga yang mengubahku menjadi kumbang. Rosa membacanya dan menahan geli. Tidak pernah dia membaca puisi yang seburuk ini. Terlanjur hatinya mengagumi kegagahan Sabar. Sabar yang berani. Sabar yang berteriak demi rakyat kecil. Sabar yang rela kehilangan dua gigi depannya demi turunnya harga BBM.
Jadi Sabar sedang menunggu Rosa. Tapi sudah sejam lebih, kemana Rosa.
Ini cukup menarik. Ku rasa ini imajinasi yang cukup tepat..

Tepat. Memang imajinasiku yang kedua ini tepat. Seorang perempuan sedang menghampirinya. Sabar berbicara sesuatu ( sepertinya, kok lama kenapa? Atau kemana dulu sih? Karet yah jamnya atau kampret kamu ). Wajah Rosa memelas meminta maaf. Wajah Sabar agak berubah. Dia menghela nafas panjang. Kemudian membawa Rosa ke tempat duduk merah. Keduanya duduk. Rosa kemudian bicara. Sabar mendengarkan sambil matanya mengawasi sekeliling. Matanya seperti sedang mencari sesuatu tampak hati-hati. Kemudian berhenti. Mataku dan matanya saling bertatapan. Sabar berbicara sesuatu kepada Rosa. Rosa melirik ke arahku. Kemudian keduanya tampak berbicara sambil sesekali mereka melihat ke arahku. Aku kembali pura-pura melihat ke HPku. Aku tak berani melihat. Aku kemudian hanya memencet-mencet HPku. Aku tak tahu apa yang terjadi dengan Sabar dan Rosa selama aku memandangi HPku. Aku melihat-lihat isi PhoneBook untuk menghilangkan kecurigaan mereka. Ku pencet R. Rani. Ratih. Reni. Roni. Rosa. Rosa? Hampir aku tak percaya apa yang ku lihat. Dengan penasaran aku pencet S. Sabar. Aku tak pernah punya teman bernama Sabar dan Rosa. Seingatku aku tak pernah menyimpan nama mereka dalam HPku. Pasti ada yang salah. Ku pencet lagi R. Benar seperti tadi. S lagi. Sama juga. Muncul perasaan aneh dalam tubuhku. Ku rasa tubuhku bergetar. Nama Sabar yang muncul dalam layar Siemensku berjalan, bergerak memutar persis cacing. Langsung ku matikan HPku.
Setelah kurasa mereka tak melihatku lagi, aku baru kembali melihat ke arah mereka.. Tapi mereka sudah tidak ada di sana. Sabar dan Rosa, kemana mereka? Aku melihat sekeliling lobby. Mereka sudah lenyap. Hanya ada seseorang di sana. Di tempat duduk merah itu. Lelaki. Sama sekali tidak mirip dengan Sabar. Ini kira-kira gambarannya.
Rambutnya model Mohawk dengan baju hitam Rancid. Jeans belel ketat dengan sepatu lars yang buluk. Wajahnya putih mulus seputih dan semulus perempuan-perempuan di iklan pembersih wajah. Dilehernya ada rantai dengan mata gembok ysng cukup besar. Tubuhnya cukup jangkung. Aku pikir jika dia mau melepaskan atributnya dan berganti pakaian seperti Ari Wibowo dia bakal membintangi Tersanjung 7. Aku bisa melihat dari matanya ( seperti ku bilang tadi aku bisa menilai orang dari matanya ) bahwa dia sangat tidak cocok menjadi anak punk. Tidak ada semangat pemberontakan di sana. Poser mungkin. Tapi gayanya seolah mengatakan bahwa dirinya sudah punk sejak lahir. Aku terlalu banyak mendengar anak punk berbicara seperti itu.
Tampaknya dia juga sedang menunggu seseorang. Menunggu juga membuatnya gelisah. Harusnya dia tidak datang lebih awal. Aku kira aku memiliki sedikit imajinasi tentang dirinya. Begini ceritanya.

delfira_daffa
October 07, 2003, 08:13
cerita bang homer sarat makna yach ::up::

Kalimat2 yang ditulisnya juga "penuh" ;)

alan_smithee
October 20, 2003, 19:27
the last story thrilled me, bro :bravo:

homer
October 21, 2003, 06:05
thx buat komentonya guys..i hope you guys are still with me

homer
October 21, 2003, 06:07
cinta


Suken berbalik ketika dilihatnya seorang satpam berjalan menuju ke arahnya. Suken mempercepat langkahnya sampai dirasanya sudah cukup jarak baginya untuk berpura-pura melihat baju-baju yang dipajang di etalase. Suken berusaha tenang tapi sadar sulit baginya untuk bisa tenang. Tidak mungkin tenang, ada bom di tasnya.
Langkah kaki satpam terdengar mendekat, dilihatnya dari pantulan kaca satpam itu berjalan melewatinya. Suken menghela nafas lega. Pikirnya satpam tadi mengetahui kalau di tasnya ada granat.

Peler yang mengatakan pertama kali. Peler mahasiswa psikologi sahabat Suken sendiri. Kamu punya bakat jadi pembunuh ketika Suken menceritakan pikirannya dengan bercanda. Peler orang yang serius seperti kebanyakan psikolog, itu termasuk calon psikolog seperti Peler ini. Mereka akan berkata, kok diam ada masalah yah, ceritakan saja masalahmu. Mungkin akan membuat bebanmu berkurang. Sialan, aku lagi nahan boker makanya aku diam.
Seperti itulah Peler ketika Suken dilihatnya termenung. Suken memang benar memikirkan sesuatu yang sebenarnya bukan masalah besar baginya hanya bertanya-tanya saja kenapa bisa ada pikiran itu di kepalanya. Hanya ingin tahu. Itu saja.Tapi Peler adalah psikolog kebanyakan. Dengan teori yang di pelajarinya di kuliah Peler mengatakannya setelah sebelumnya menyebut nama-nama yang asing yang tidak pernah terpikir oleh Suken bahwa ada orang yang bernama seperti itu. Tapi meyakinkan. Peler dengan wajahnya itu memang meyakinkan dengan intonasi yang mencekam, kamu punya bakat membunuh. Itu talentamu kata Peler. Pikiranmu itu membebaskanmu.

Suken hanya bercerita seperti ini.
Seringkali aku ingin membunuh seseorang walau hanya sekilas keinginan itu muncul. Aku ingin membunuh tetanggaku yang menyalakan radio dengan volume keras-keras. Aku ingin membunuh anak-anak kecil yang bermain karet di depan rumahku, suara mereka merepet bikin kepalaku pusing. Aku ingin membunuh supir-supir metro mini yang mengemudi seenaknya. Membunuh politisi yang terlalu sering muncul di tipi. Membunuh perempuan-perempuan cantik yang membuka auratnya yang sedang berjalan dengan lelaki jelek di Mall. Si Lelaki menjinjing belanjaan si cewek. Aku ingin membunuh mereka semua. Aku ingin mereka mati. Itu saja.

Suken kembali ragu dengan tujuannya. Dia berjalan di antara orang-orang yang sedang mengantri tiket 21. Ingin dia lakukan di sini. Dilihatnya Lelaki yang sedang memeluk mesra cewek di depannya. Pasti pacarnya. Pemandangan ini memompa adrenalinnya dengan cepat. Muncul di pikirannya. Ini saat yang tepat untuk membunuh orang-orang ini. Suken membuka dengan hati-hati isi tasnya. Baru saja….,dilihatnya seorang perempuan termenung sendiri. Duduk dekat tangga. Perempuan itu mengambil perhatiannya. Ditutupnya kembali tasnya.

Perempuan itu adiknya. Sedang apa dia di sini pikir Suken. Uni adiknya tidak melihatnya. Suken mencari tempat yang tepat untuk mengawasi apa yang sedang dilakukan adiknya. Duduk di bangku yang berada di tengah rungan Suken mengawasi adiknya. Uni berada tepat di depannya. Uni tidak mungkin melihat Suken karena terhalang oleh orang-orang yang sedang mengantri tiket.
Uni umurnya 15 tahun. Baru saja naik kelas dua smp. Masih anak-anak tapi terlanjur tubuhnya sudah mekar dan seksi persis orang dewasa. Seksi karena Uni senang berpakaian seksi.
Minggu lalu ketika Suken baru saja pulang mendapatkan granat, ibunya sedang memaki-maki Uni. Ibu menemukan lisptik di tas sekolah Uni. Merah. Persis punya ibu yang hilang yang dicari-carinya. Suken curiga lipstik itu pemberian Sanyoto pacar gelap ibu. Suken kasihan melihat Uni dipukuli sedang bapak diam saja. Bapak selalu seperti itu. Bapak cuma melihat, wajahnya tampak sedih tapi tak berbuat apa-apa setiap kali Uni dipukuli. Suken mencoba menengahi walau akhirnya dia juga kena damprat dan disuruh jangan ikut campur. Ini urusan ibu dengan Uni. Urusan perempuan.
Suken sayang Uni begitu juga bapak. Tapi ibu, dia bahkan membencinya ketika melihat Uni tumbuh menjadi gadis yang cantik.
Uni sendiri menutup diri di rumah. Tidak ada yang tahu. Suken tak pernah tahu siapa adiknya. Siapa temannya. Siapa pacarnya. Ingin Suken tahu. Ingin Suken dekat dengannya.

Uni cantik ucap Suken dalam hatinya. Sedang apa kamu disitu dik. Suken masih mengawasi Uni. Dilihatnya Uni masih tak bergeming. Masih di situ. Suken ingin menghampirinya tapi hatinya bilang jangan. Diam saja di sini. Perhatikan. Suken mengikuti kata hatinya. Dia tetap duduk dan mengawasi.. Lalu tidak lagi mengawasi tapi menikmati. Menikmati wajah cantik Uni. Menikmati tubuh seksi Uni. Hatinya bahagia dan seketika lupa granat yang ada di tasnya.

surfergirl
October 23, 2003, 04:37
yaela homer, ga ada nama laen yah, itu ngambil dari basa madura bukan sih :hehe

homer
October 23, 2003, 07:53
yang mana si suken, uni atau si peler ? :D

homer
October 23, 2003, 10:19
Parji Kambing

Setelah diangkat ke surga parji menambah namanya. Nama lengkapnya menjadi Yohanes Parji. Dia berungkali menganjurkan teman-temannya untuk memanggilnya Yohanes. Dan dia menggerutu kalau dipanggil Yo atau anes saja. Dia mau yang lengkap, Yohanes. Dan itu menjadi kesulitan buatku. Karena sejak kecil aku memanggilnya parji. Kadang ditambah dengan kata kambing. Karena jenggotnya yang sudah tumbuh ketika dia mulai masuk smp. Parji kambing, begitu dulu aku memanggilnya. Tapi setelah dia diangkat ke surga-dalam kesaksiannya di gereja-dia makin sering marah kepadaku. Rasanya aneh. kadang aku berharap mungkin ada baiknya si parji kagak usah diangkat segala ke surga. Karena setelah turun dari sorga, dia menjadi manusia yang berubah total. Aku sih senang kalau dia menjadi manusia yang lebih baik. Tapi kalau cuma karena dipanggil parji aja dia marah wah..jangan-jangan dia bukan ke surga.
Pernah suatu kali kutanyakan padanya surga itu seperti apa sih.
Tidak seperti dulu, jika ditanyakan sesuatu dia akan menjawab dengan cepat penuh gairah. Kali ini dia merenung dulu mirip guru yang bijaksana dalam film kungfu dan itu menyebalkan bagiku. Di elus jenggotnya yang panjang, matanya kemudian mengarah ke langit. Aku ikuti arah matanya. Baru dia bercerita.

Aku tau dulu parji suka padaku. Waktu smp gelagatnya udah keliatan. Nelpon tapi ketika bicara gelagapan sendiri. Ketika aku bilang aku suka Jhon, dia malah ngejelekin si Jhon. Walau begitu aku dengar saja nasehatnya. Kehilangan temen gedek kayak parji lebih menyakitkan ketimbang kehilangan cowok ganteng seperti Jhon. Jhon sudah lewat. Dan aku kembali "bersama" dengan parji kambing. Sampai waktu sma aku suka lagi dengan teman sekelasku. Orang islam, kubilang begitu ama parji. Dia tersontak kaget dan memakiku. aku menuruti lagi nasehatnya. Lebih baik kehilangan cowok ganteng ketimbang parji yang gedek tapi baik hatinya. Setelah itu mungkin aku satu-satunya perempuan yang banyak ditaksir cowok tapi gak pernah pacaran padahal sudah 17 tahun.

Hingga suatu malam waktu mau belajar biologi aku menemukan lipatan kertas dalam bukuku. Ku buka dan ku baca, isinya puisi. Puisi cinta. Tapi milik siapa? ku ingat-ingat lagi ternyata minggu lalu parji kambing itu meminjam bukuku ini. Waks..Parji? aku tak tau kalau dia pandai membuat puisi apalagi bisa membuat kata-kata seromantis itu. Ku ingat kembali bentuk wajahnya, ku pandangi dalam khayalku. Aku jadi senyum-senyum sendiri. Ternyata parji itu manis juga. Malam itu aku tak dapat tidur dengan nyenyak karena aku berharap pagi cepat datang. Rencananya nanti di sekolah aku menanyakannya, apa ini? ku tanya seperti itu saja supaya dia yang menjelaskannya.
"apa ini?"
"apa?" Parji malah bingung
"ini"
"kertas" jawabnya polos
dia bahkan tidak membukanya. Aku ambil lagi dan lari masuk ke dalam kelas. Parji cuma bengong.
Malamnya aku kembali bertanya-tanya. Dia pura-pura atau ?
Butuh seminggu aku melupakan kejadian itu. Tapi aku tak bisa melupakan dan mengeyahkan perasaanku padanya. Kita memang masih sering jalan bersama. Dia masih seperti dulu tapi aku tidak. Aku lebih sering menatapi wajahnya. Dan ketika tertangkap oleh matanya dia bilang, kenapa sih ngeliatin gue mulu..naksir loe?"
Seingatku sih waktu itu kubilang iya. Tapi kata itu tidak keluar dari mulutku. Nyangkut ditenggorokan.

Setelah turun dari sorga. Parji banyak memberi kesaksian di gereja-gereja. namanya makin terkenal. Apalagi sekarang dia bisa nyembuhin orang segala. Ngusir setan juga pernah. Dia makin berwibawa. itu sebabnya juga aku gak boleh lagi manggil dia parji apalagi pake tambahan kambing. Yang lebih seru sih dia sering ngobrol dengan Yesus. Aku sih juga sering. Tapi gak kayak ngobrol dua arah gitu. Gak gamblang. Parji suka ngomong begini.." Yesus berbicara padaku.."
Kalau sudah begitu aku jadi takut. Nanti tiba-tiba Yesus bicara kepadaku dalam kebaktian raya.." Anakku Jeni..kau telah berdosa, kau jatuh dalam dosa perzinahan "
bayangkan kalau tiba-tiba kalimat itu keluar di tempat umum. Malunya, tapi untungnya belum pernah.

Sudah tiga tahun sejak Parji turun dari sorga. Dan hari ini dia mengajakku untuk bertemu. Aku tau dimana dia akan menemuiku.
"Citraland"
"seperti biasa yah" kataku
Tempat ini banyak membawa kenangan bagi kita berdua. Dan sekarang aku sedang berusaha untuk tidak memanggilnya parji apalagi dengan tambahan kambing. Aku tidak mau membuatnya gusar. Mungkin ini pertemuan yang penting.. Mungkin dia mau bilang, aku sayang kamu atau maukah kau menikah denganku?. Aku mengulang-ngulang terus nama Yohanes supaya tidak salah. Sengaja aku datang sejam lebih awal.

Dia datang.
Makin manis dengan kemeja biru.
Kemeja biru?
itu hadiah dariku. Ada apa ini?
kita pesan minuman.
Dia mengelus janggutnya. Aku memandanginya. Matanya mengarah ke atas. Ku ikuti.
Dia pegang tanganku. Tanganku..waks
"Yesus berbicara padaku tadi malam,..Kau adalah jodohku "
"Apa kau bilang PARJI ?!!!"

lygia
October 23, 2003, 11:28
aduh - baru lagi , padahal daku sedang nunggu2in sambungan Suken...

surfergirl
October 23, 2003, 14:19
yah nama yang terakhir itu lah hom :D
nyokap gw kan bisa bahasa madura tuh hehehe

lygia
October 23, 2003, 15:51
homtje sama sekali tidak berkamxud yang itu dalam memberi nama tokoh cerpennya. klo yang kau kamxud itu jeng harus menggunankan [e]pepet = Pèler.
:hehe
Am I rite' or rite'?

homer
October 24, 2003, 03:28
hahaha...yap..ucapkan lah seperti orang batak mengucapkan e :D

hei guys..dah pada tau pan..gue lagi ngerjain proyek novel. nah daripada kalian "ngebantai" cerpen lain bantuin gue aja bantai novel gue ini sekalian jadi editornya,what da ya think guys?

lygia
October 24, 2003, 08:43
gue bantai membantai kagak ikut2an. nenenk moyang gue bukan orang mongol.
kasih opini pribadi, menghina, mencela, memuji, mengkiritk sih boleh deh... :hehe
sok lah! beberkan disini hard copy novel-moe, jeng.

lygia
October 24, 2003, 08:43
PS : bagaimana sih wong batak mengucapkan e?

surfergirl
October 25, 2003, 03:19
eee..... ngono toh jengz.
btw- homer itu bukan jeng, tapi jong... kekeke

yah let's make him happy by slaughtering him :D
yg ente tulis disini apa termasuk fragmen2 novel? atow buat "latian", warming-up getuh??

begawan
October 25, 2003, 03:59
hm...perlu nggak gw juga posting bakal buku gw, bakal roman paling picisan :D--- disini :D
rencananya sih gw selesaikan dulu drafnya, trus dah ada beberapa org korban yang bakala baca :D

surfergirl
October 25, 2003, 06:31
argh judulnya ??? tolong judulnya duluw...
ya enaknya bikin thread baru dong...
gimana kalo bincil aja dikasih kehormatan pertama jadi "korban"mu (apa engga kebalik entar??) :D

lygia
October 25, 2003, 11:54
yupe, hom en beg bikin theard baru saja judulnya : opini publik.
post your draft then we're commenting over.
kau nggak sekalian surf?

begawan
October 25, 2003, 16:19
gw malu ktawa sendiri gara2 baca kalimat terkahirmu oma Lyg ;D
ahem, gw males ah posting disini, sebab nanti semua pada baca |:D dan nggak suprise donk |:o
bincil mah nggak suka roman picisan nek :P:P

judulnya? belum ada judul |:D

tapi critanya ngangkat tentang kehidupan org2 yang 'sakit' secara psikologis dan larinya ke internet |:D

homer
October 26, 2003, 12:29
novel yg gue pengen buat seh baru nyampe bab 3 dengan hitungan 5 halaman :D. gue pengen terus sampe kelar tapi gak enak nulis novel tanpa sparing partner :P masih banyak butuh masukan, maunya sih don't give a shit about people think..tapi rasanya perlu untuk novel.
nanti gue coba per fragmen,...gue butuh byk masukan ttg tehnik penulisan dan kalimat2 yang efektif.

homer
October 26, 2003, 13:06
sorry topik novelnya sudah diclosed

homer
October 26, 2003, 13:07
underconstruction..akan di bangun mall cerpen disini.

homer
October 26, 2003, 13:18
baru segitu...

gue buat dua versi.
versi satunya setelah prolog gue langsung nulis novel tentang seorang kutu buku yang terobsesi dengan penulis satu novel.
tidak ada tokoh melan dan zhivago.

sedang versi yang pertama rencananya bakal selang seling ceritanya dengan cerita novel yang sedang di buat oleh si tokoh.
tapi untuk versi pertama ini gue agak ragu, ceritanya jadi ada dua. walau kisah si kutu buku dan penulis satu novel bakal jadi forsi yang banyak.
memang masih mentah bgt, makanya butuh masukan :P

gimana ceritanya sejauh ini? kalimat2nya boros atau malah terlalu pop?

surfergirl
October 27, 2003, 00:45
bukan kya dunia sophie yah? apa itu namanya, "cerita dalam cerita"? maksud gw antara dunia novel sang tokoh en dunia realita ada hubungan seperti apa?

ehehe, so far so good. ohoho AU... dan stefani:D
tp gw bingung, yg bikin novel itu tokoh aku, trus kutubuku yg tergila2 sama penulis 1 novel itu tokoh melan?? ato gmn?
emang ngepop dosa yah, tp toh bisa dipertajam dengan detil2 antik kya tulisan di stiker ituh :D juga unsur2 sindiran/satire. pokonya bukan pop-tumpul.

weh, om lyg, daku belum ada niatan nulis2 novel. soalnya susah nulis dialog. dulu aja zaman stefani-andrew, masih lancar...

ohya beg, monologmu yg dulu kan ada tuh, sekalian aja diposting.

begawan
October 27, 2003, 05:48
monolog yang maneh?
nyang di KG??
ah males
gw malah punya yang baru tuh kalo naskah drama, tentang evolusi perempuan itu
tapi ya beginilah begawan, mood-nya nggak pasti :D

ini-vike
October 28, 2003, 01:41
Originally posted by homer
baru segitu...

gue buat dua versi.
versi satunya setelah prolog gue langsung nulis novel tentang seorang kutu buku yang terobsesi dengan penulis satu novel.
tidak ada tokoh melan dan zhivago.

sedang versi yang pertama rencananya bakal selang seling ceritanya dengan cerita novel yang sedang di buat oleh si tokoh.
tapi untuk versi pertama ini gue agak ragu, ceritanya jadi ada dua. walau kisah si kutu buku dan penulis satu novel bakal jadi forsi yang banyak.
memang masih mentah bgt, makanya butuh masukan :P

gimana ceritanya sejauh ini? kalimat2nya boros atau malah terlalu pop?


Lompatan Alur kamu terlalu jauh .... kadang bisa menjadi satu "kekuatan" tapi kadang malah justru "bias"

homer
October 28, 2003, 02:16
sama gue ama beg..moodnya kadang ilang...kadang energinya malah ke besaran,ngetik sampe jam3 pagi :D

homer
October 28, 2003, 02:31
Originally posted by surfergirl
bukan kya dunia sophie yah? apa itu namanya, "cerita dalam cerita"? maksud gw antara dunia novel sang tokoh en dunia realita ada hubungan seperti apa?


juga supernova :D
tidak seperti itu tapi.
mulanya gue berpikir bahwa pembaca akan melihat perjalanan kepenulisan tokoh aku ini. jadi dalam novel ini akan muncul kisah tokoh aku sendiri,kisah si kutu buku yang terobsesi dan cerpen2 yang semula mau dibuat novel oleh si tokoh aku.
kaitannya cuma tokoh aku dan karyanya.
tapi berubah pikiran...prolog tokoh aku tetap dipertahankan dan gimana yah kalau dalam scene di bis itu, tokoh aku tidak bercerita tentang zhivago tapi bercerita tentang novel yang sedang dibuatnya yaitu si kutu buku yang terobsesi?
jadi tidak sama dengan sophie maupun supernova karena sejak semula pembaca sudah tahu bahwa melani adalah tokoh yang diciptakan oleh tokoh si aku. tidak ada dunia paralel atau cerita berbingkai tapi lebih mirip dg pak raden mendongeng.


ehehe, so far so good. ohoho AU... dan stefani:D
tp gw bingung, yg bikin novel itu tokoh aku, trus kutubuku yg tergila2 sama penulis 1 novel itu tokoh melan?? ato gmn?
emang ngepop dosa yah, tp toh bisa dipertajam dengan detil2 antik kya tulisan di stiker ituh :D juga unsur2 sindiran/satire. pokonya bukan pop-tumpul.


thx god..gue pikir orang tidak akan menangkap satire dan sarkastik dalam cerita ini. yap gue berusaha untuk menangkap detil2 itu. gue tergila-gila dengan kalimat pembuka tokoh aku dalam prolognya sampai gue memutuskan membuatnya menjadi novel bukan cerpen :D
rencana nama tokoh kutu buku itu melani ( melani budianta :D )
sdg melan adalah teman tokoh aku yang ditaksirnya.

homer
October 28, 2003, 02:36
Originally posted by ini-vike
Lompatan Alur kamu terlalu jauh .... kadang bisa menjadi satu "kekuatan" tapi kadang malah justru "bias"

alur dari rumah melan ke bis yah?
atau dari prolog? kalo prolog kan memang terlepas alurnya atau sambungannya yah yang kurang?
Atau belum apa-apa udah sprint padahal novel itu maraton?
masukan dong harusnya bagaimana.

ini-vike
October 28, 2003, 06:39
kamu lanjutin dulu aja deh.. ada ide, tulis aja dulu..

homer
October 28, 2003, 10:05
oke..idenya berubah jadi direvisi lagi isinya. tidak jadi cerita dalam cerita. ceritanya hanya tentang tokoh aku. cerita si kutubuku dan penulis satu novel..dihilangkan saja.
judulnya juga berubah :D..

homer
October 28, 2003, 10:06
underconstruction juga

homer
October 28, 2003, 10:07
3

Aku sudah terlambat dua jam.
Aku sedang di jalan ketika Gogo telpon. Aku bilang sudah di Plumpang. 15 menit lagi tiba dengan memperhitungkan cara supir membawa metro mininya. 15 menit lagi pikirku kalau metro mini ini tidak terjun ke kali.
Zhivago atau biasa aku panggil Gogo adalah teman hasil aku chating. Kamu pikir aku pasti gila atau gay karena chating dengan lelaki. Chating memang surga fantasi. Jadi aku maklum kalau kamu berpikir seperti itu. Wajarnya lelaki chating dengan perempuan dan vice versa, begitukan.
Tapi ini Zhivago. Yuri Zhivago dokter yang sekaligus penyair. Hebat. Dengan kekaguman itu aku mengklik namanya.
Kamu benar.
Karena tidak ada lelaki yang suka di PV lelaki di dunia chating. Pernah aku menggunakan nick velutha. Lalu ada seseorang yang menyapaku. Setelah ASL, dia bilang sorry gtg. Baguslah.
Aku hanya mencoba ramah dan beretika di dunia cyber. Nicknya Tao_Ming_Tze24.
Aku pikir etika itu tetap perlu. Orang-orang yang keranjingan Tuhan mengirimiku email cerita-cerita iman dan keselamatan. Orang-orang yang keranjingan barang gratisan mengirimiku email dengan pesan fwd ke 10 orang.

Karena aku memakai nick jhonnash, Zhivago tidak membalas sapaanku. Hanya tulisan Hi di depan windowku. Setelah cukup lama, aku diskonek lalu mengganti nick ku menjadi ce_jepang18 kemudian konek lagi dan kembali menyapa Zhivago.
Hi.
Dengan perhitungan lag 10 detik muncul Zhivago dengan icon seperti ini  dan kalimat
Hi juga.
Dia suka bercerita. Terbuka sekali. Ketika kutanya kul/ker, Zhivago mengetik ker sebagai sales eksekutif pada perusahaan swasta di Jakarta. Salesman. Bukan ketiknya. Salesman dan sales eksekutif berbeda.
Suka Boris Pasternak yah?
Boris Pasternak?
Itu nickmu kan dari karya Boris Pasternak.
Dr. Zhivago. Aku menonton filmnya. Memang Boris Pasternak sutradaranya?

Setelah sebulan Zhivago mulai tampak ngebet. Mungkin juga sudah onani sambil membayangkan diriku. Zhivago meminta fotoku. Aku send. Zhivago memujinya, katanya cantik. Jelaslah cantik itukan Putri Patricia. Tapi Zhivago tidak tahu. Aku minta fotonya. Zhivago bilang ketemu saja langsung. Cepat sekali dia mengetik MTA. Aku ketik, oke dengan tambah icon seperti ini . Jam satu siang. Dia kasih nomor hapenya. Aku ketik, aku tidak punya. Dia ketik icon seperti ini  dengan kalimat, tidak apa kamu saja yang telpon aku. Lembut dan perhatian.
Aku tidak datang dan tidak menelponnya. Zhivago marah. Lupa dengan kelembutan dan perhatian juga icon  yang biasa diselipkannya diantara kalimat. Aku tidak enak juga. Lupa dengan omongan sendiri. Tapi ini benar-benar menyenangkan.

Berikutnya aku ajak Zhivago untuk main di forum saja. Ada sebuah forum anak muda yang cukup menarik. Beberapa hari kemudian aku melihat namanya di forum di topik komunisme.
Zhivago sendiri kelihatannya sudah lupa denganku. Tidak ada email darinya di inboxku. Aku lihat dia senang bermain di forum ini dan kelihatan semangat menulis pikiran-pikirannya terutama di topik komunisme itu. Dia sedang bersitegang ide dengan temanku, Melan.

Ternyata Zhivago belum lupa denganku. Ada email darinya. Tanpa subject tidak seprti kebiasaannya dulu ketika sedang hangat-hangatnya denganku. Aku baca, tertulis seperti ini..Titit Loe. Aku menduga dia sudah tahu kalau aku lelaki bukan perempuan. Aku memutuskan untuk mereplynya. Aku menulis..sorry.
Kadang-kadang aku begitu lemah atau lembut. Kenapa harus sorry. Semuanya sudah berjalan dengan benar. Dunia cyber tempat bersenang-senang kenapa harus bersusah. Ketika dunia nyata begitu kompleks dengan segala persoalannya, dunia cyber adalah tempat pelarian yang tepat di mana manusia lebih bisa mengatasinya, dunia yang lebih mudah digenggamnya.

Kenapa aku kemudian bisa berteman kembali dengan Zhivago itu karena Melan. Aku melihat Zhivago respek dan kagum kepada Melan. Melan dulu teman sekolahku.
Aku cerita pada Melan dan ternyata Gogo juga bercerita kepada Melan. Melan mengajak rekonsiliasi, ketemuan sekalian piknik.

Ini adalah acara piknik kita yang kesekian kali. Dan acara piknik ke Ragunan untuk kesekian kali juga. Cari tempat lain dong. Zhivago suatu kali protes ketika pikniknya lagi lagi ke Ragunan. Kami berpikir keras mencari ide untuk tempat piknik di Jakarta tapi yang muncul di kepala hanya Ragunan. Berbeda dengan memikirkan tempat untuk acara seperti gathering atau dating. Mudah tinggal memikirkan kata dengan awalan mall.

Hampir tepat perkiraanku. Hanya butuh 12 menit untuk sampai di mulut gang rumah Melan. Tidak jauh dari mulut gang sekitar 10 meter, dekat pos kamling yang bau pesing di situ rumah Melan. Rumah Melan tusuk sate istilah itu ku tahu dari teman yang senang menonton percaya gak percaya. Katanya rumah tusuk sate susah rejeki. Banyak setannya. Melan sendiri cerita kalau dia sering melihat perempuan berambut panjang terurai menutupi wajah, berpakaian putih memanjang sampai menutupi kaki. Duduk di ayunan.
Kok tau perempuan kan wajahnya tertutupi rambut. Jangan bilang karena berambut panjang karena anak metal juga panjang-panjang rambutnya. Toketnya gede kata Melan.

homer
October 28, 2003, 10:09
dilarang spam di sini..akan dibangun cerpen di sini

homer
October 28, 2003, 10:10
i feel much better with this version..what do u think guys?

surfergirl
October 29, 2003, 02:28
hom, smoga tidak ada yg membajak karyamu ini
masalahnya disini semua orang bebas membaca
tapi kalaupun ada semoga dia dihukum 7 tahun tanpa orgasme :D

kyanya versi terakhir lebih lucu dan sadis, ini gw aga2 sakit perut gitu
ga tau karna ktawa ato lupa makan

homer
October 30, 2003, 08:44
Originally posted by surfergirl
hom, smoga tidak ada yg membajak karyamu ini
masalahnya disini semua orang bebas membaca
tapi kalaupun ada semoga dia dihukum 7 tahun tanpa orgasme :D

kyanya versi terakhir lebih lucu dan sadis, ini gw aga2 sakit perut gitu
ga tau karna ktawa ato lupa makan

damn..
you're right..
kita di indonesia, puisi dibajak cerpen juga dibajak :P

gak gue posting lagi deh...pdhal bab selanjutnya bikin gue lebih mules. nanti kalo dah kelar gue kirim softcopynya...mungkin 6 bulan lagi lah :D

shella
October 30, 2003, 08:54
lho kok gak dilanjutin lagi hom? :( gak asik dong padahal gue seneng lho baca2 cerpen loe... :)

btw emang sapa sih yg suka ngebajak2 gitu? :bingung:

homer
October 30, 2003, 09:13
Originally posted by shella
lho kok gak dilanjutin lagi hom? :( gak asik dong padahal gue seneng lho baca2 cerpen loe... :)

btw emang sapa sih yg suka ngebajak2 gitu? :bingung:

jeng..kalo cerpen tetap lanjut...novelnya yg distop.

di forum cerpen ini ada yang pernah ngebajak cerpen luar ( dari femina?) atau bukan seperti kejadiannya. hanya sekilas baca.
dulu di kage pernah ada kasus yang ngebajak puisinya sapardi djoko damono.
yang terbaru sih kasus dian sastro for presiden, disitu ada puisi hasil bajak dari karya orang lain. we'll never know.

lygia
October 30, 2003, 13:31
ehehehe... dalem soal begituan yang tertinggal kan hanya rasa malu yang mendalam. sementara manusia sudah kehilangan rasa malu - kebanyakan. I didn't say all we..

Wahai, puisi sapardi kok bisa2nya dibazak? itu mah benar2 niatan yang ngebajak dan sudah tak lagi punya kemaluan - sebab akhirnya kan ketauan.
oalah...

lygia
October 30, 2003, 13:34
Wah homie, bagaimana ini - gue lagi baca tau2 maen mau diputus aje. kan daku sedang mencoba mau kasih masukan dan option. anyway, cubak kau forward jugak ke daku ya kelanjutan Zhivago yang tidak kenal Pasternak itu.

lygia
October 30, 2003, 13:35
soal bajakan cerpen sini ke luar yang ada juga kejadiannya cerpen di KG yang fresh original dibajak dikirim ke luar, ya ke femina mag itu.
:guns:

begawan
October 30, 2003, 14:16
usul, kamu bikin milis aja hom :D
yang isinya khusus yg mau komentar tok :D
atau bikin site aja di geocities, yg tau ya itu2 juga :hehe

surfergirl
October 31, 2003, 03:50
weizh, sori lho gw ngingetin terlalu dini... hihihi
abis setau gw forum2 gini engga punya mekanisme copyright dsb
padahal pembajak itu ada dimana2, termasuk cyberforum :D
ketimbang entar nangis darah pan repott....

ya udalah terserah homer mo nerusin dimana
mo bikin milis khusus, ato yahoogroup (invited-members)
ato e-mail kita aja hom (semoga aja engga dibobol) :D

shella
October 31, 2003, 06:42
Originally posted by homer
jeng..kalo cerpen tetap lanjut...novelnya yg distop.

di forum cerpen ini ada yang pernah ngebajak cerpen luar ( dari femina?) atau bukan seperti kejadiannya. hanya sekilas baca.
dulu di kage pernah ada kasus yang ngebajak puisinya sapardi djoko damono.
yang terbaru sih kasus dian sastro for presiden, disitu ada puisi hasil bajak dari karya orang lain. we'll never know.
Novel? novel yg mana kok gue gak tau?
disini ada sih yg posting cerita dari Femina, cuma dia fair nyantumin judul asli dan nama pengarangnya :)

Originally posted by lygia
soal bajakan cerpen sini ke luar yang ada juga kejadiannya cerpen di KG yang fresh original dibajak dikirim ke luar, ya ke femina mag itu.
:guns:

Ini gue pernah tau deh kasusnya :D

begawan
November 01, 2003, 05:57
cek this (http://forum.webgaul.com/showthread.php?s=&postid=994272#post994272)

homer
November 03, 2003, 02:54
oh iya...ide bagus tuh...gue dukung deh diary berpassword itu.

gue sih bego bgt ama teknologi. kagak bisa bikin mailing list apalagi website.

lyg nanti gue fwd deh.

lygia
November 10, 2003, 12:56
mana neh?
kok daku ngga pernah dafat forward-an???

homer
November 12, 2003, 09:00
sorry bung lyg..daku sedang sibuk menempuh ciata-cita menjadi seorang akuntan :D
email di profilemu masih berfungsikan?..besok pagi gue kirim.

diadia
January 31, 2008, 10:50
::v:: Hlo2... i am new comer
salam kenal teman2...

Pas baca cerpen homer, aku jd pengen ngasi coment......

'Homer.... wah cerpen kamu bagus loh... aku suka dengan bahasanya... sangat jelas den efektif....... km dah ner'