View Full Version : Concept On Design: THE LEADER or THE FOLLOWER???







Djakartians
December 29, 2002, 17:49
Dear Guys!

Sering banyak designer takut dengan yang namanya konsep...
dan akhirnya memilih men-design tanpa di awali dengan konsep apapun... yang penting "keren" dan "eye-catching"

btw, sebenernya gimana seh menurut kalian?
apakah ada baiknya membuat konsep dulu sebelum men-design? ataukah men-design aja dulu, setelah selesai baru "ngarang-ngarang" konsepnya???

:rolleyes:

kyoko
December 29, 2002, 19:49
konsep selalu lebih bagus of course..
dan as the result.. I do charge more money for the concept

i charge less for the "keren" and mostly "eye-candy"

and for some reason, since my target clients are mostly mom&pops businesses, they go for the "keren" and "eye-candy" one cuz i charge definately way less than the other one.

Djakartians
December 29, 2002, 21:31
Originally posted by kyoko
konsep selalu lebih bagus of course..
dan as the result.. I do charge more money for the concept
...erased by Djakartians


that's called CREATIVE BOUTIQUE... :D

kyoko
December 30, 2002, 01:21
could you elaborate more on: CREATIVE BOUTIQUE?

thx :D

DeathBrain
December 30, 2002, 02:48
ok let see, sepengalaman me di TV Comm Ad khususnya dalam hal Visual Conceptnya, sekarang sudah sedikit sekali yang menghargai original concept, kita (as creator) hanya pasrah kepada permintaan konsumen yang umumnya meniru :

"Eh, saya maunya kaya iklan itu dong (bahkan konsumen tsb melampirkan dengan dengan contohnya)"

Nah bagaimana kita bisa beradu argumentasi dengan konsumen merupakan pilihan yg sulit, akan tetapi juga banyak konsumen yang masih menghargai base concept yang kita buat (ajukan) terlebih dahulu.

But for me concept is still first of all..:)

kyoko
December 30, 2002, 06:00
i agree w/ deathbrain

for clients that I've met.. they usually want something fast and simple and.. "I like something like that one"

kadang.. mo direct ke client ttg ide kita.. mereka ga gitu mo denger. they have their own direction which.. SUCKS!!!

ya udah deh.. pasrah.. asal dapet duit ya ga apa :D

Djakartians
January 02, 2003, 17:14
Originally posted by DeathBrain

ok let see, sepengalaman me di TV Comm Ad khususnya dalam hal Visual Conceptnya, sekarang sudah sedikit sekali yang menghargai original concept, kita (as creator) hanya pasrah kepada permintaan konsumen yang umumnya meniru :

"Eh, saya maunya kaya iklan itu dong (bahkan konsumen tsb melampirkan dengan dengan contohnya)"

Nah bagaimana kita bisa beradu argumentasi dengan konsumen merupakan pilihan yg sulit, akan tetapi juga banyak konsumen yang masih menghargai base concept yang kita buat (ajukan) terlebih dahulu.

But for me concept is still first of all..:)


Advertising Agency bukan hanya sebagai pembuat iklan belaka...
Namun juga berperan sebagai biro konsultan...

Dalam hal ini bukan memberikan/menyediakan apa yang client inginkan, tapi yang client butuhkan... ini adalah dua hal yang berbeda...

Ketika kebutuhan client mencapai angka 5, maka idealnya adalah Advertising Agency memberikan angka 7 sebagai pemenuhan kebutuhan...
Bukan hanya angka 5 atau kurang...
Mengingat sebuah Brand itu TUMBUH, dan adalah TUGAS dari Advertising Agency untuk melihat prospek sebuah Brand ke depannya... bukan cuma untuk beberapa bulan ke depan saja...

CMIIW... :D :D :D

Master M4G1C14N
January 02, 2003, 17:42
ahahahahah
gue dulu juga ada client... kaya gitu :(
bete man...
kita udah buat yg menurut kita bagus... kita kasih conceptnya gini dan gitu...
dan lain2.. dan sebagainya...
soo udah ready buat dikerjain.. ehh jgn kan di kritik2 konsep yg gue buat eh LANGSUNG di tiban ama concept mereka yang menurut gue sucks :( :( but again that is life... believe me, client who has their concept already will ALWAYS think that their concept is A LOT better then the designers ... and fortunatelly, di melb kaga ada kejadian kaya gini, mereka bener2 menghargai banget hasil karya designer2nya :D :D :D :D
hidup melb..

Djakartians
January 02, 2003, 21:33
Client mah jangan terus-terusan diturutin...
Bisa ngelunjak!!!

Master M4G1C14N
January 02, 2003, 22:14
kalo diturutin malah tambah ngelunjak mas....
:( :( :(
kalo itu pengalaman di indo yah....
kalo di melb.. ehh a lot better then indo's client

Azazel
January 03, 2003, 10:51
kalau clientnya udah punya konsep sendiri terus apa masalahnya? ego? :)

:kabur:

Djakartians
January 03, 2003, 13:54
seperti yang gue bilang sebelumnya...
biasanya client itu cuma tau apa yang mereka INGINKAN... bukan yang mereka BUTUHKAN...

ini adalah 2 hal yang BERBEDA...
dan adalah tugas dari seorang konsultan memberikan jalan dan membukakan mata mereka LEBAR-LEBAR :)

Azazel
January 03, 2003, 14:28
no, maksudnya buat yang nyodorin konsep tapi terus ditiban sama konsep kliennya.

kalau clientnya ngga punya konsep sih setuju aja. :)

kyoko
January 03, 2003, 18:36
gua selalu ingin uang-nya :D
kalo gua dah nyoba kasih direksi yang menurut gua bagus, tetep ga mo denger.. ya udah.. gua nyerah

emang bagian designer utk nyerah ke client.. soalnya.. we're not really an artist.. ga bisa kayak.. here's my art.. take it .. or leave it.

Carlos
January 03, 2003, 19:15
Setuju.. Ada (banyak) klien datang tanpa konsep. Tapi gitu disodorin karya sesuai konsep kita, beliau2 minta diubah extreme ini itu. Jadi sama juga bohong dibikin konsep. Meskipun gitu, gak diturutin = gak dapet bayaran.

Master M4G1C14N
January 03, 2003, 19:26
ahahah for me designing stuff is not JUST about earning MONEY..
it is absolutely more then that.. it is about my hobby.. it is about everything that i couldnt describe using both indonesian and english language.. there is fun, there is JOY, etc...
and indo's client USED to ruins everything...
including, giving their own concept that i think didnt MATCH to their company profil themes....
or..
EXTREMELY changed my concept, that sucks also :( :(

we are not an artist.. you are right...
but dont forget, we are profesional...
do you ever try to tell your lawyer about how he will defend your case???
or
do you ever try to command your doctor about what kind of medicine he will offered??
that is what i got in melb.. everything in here is based on profesionalism.. at least that is my IMHO :D :D :D :D

kyoko
January 03, 2003, 20:47
Originally posted by master m4g1c14n
ahahah for me designing stuff is not JUST about earning MONEY..
it is absolutely more then that.. it is about my hobby.. it is about everything that i couldnt describe using both indonesian and english language.. there is fun, there is JOY, etc...
and indo's client USED to ruins everything...
including, giving their own concept that i think didnt MATCH to their company profil themes....
or..
EXTREMELY changed my concept, that sucks also :( :(

we are not an artist.. you are right...
but dont forget, we are profesional...
do you ever try to tell your lawyer about how he will defend your case???
or
do you ever try to command your doctor about what kind of medicine he will offered??
that is what i got in melb.. everything in here is based on profesionalism.. at least that is my IMHO :D :D :D :D

the difference between an amateur and a professional is:
amature doesn't receive payment for it and an ok job
Professional does and do a great job in it

being a professional is about money. why should u do it for money if you're in for the hobby only? u should do it for free then.

can't compare w/ doctors tho, doctors know and have studied what we don't know. sometimes clients already know what they wanted but couldn't get it out. They're an artist w/o the knowledge of computer. so it is our job as a professional to do what he wanted and direct it a bit to our view.
even our view is not always right as a designer.. there are many ideas that works better.

designing is a passion... thats what i believe in. and i do believe in making profit off my passion. i am a professional and i've been in the business for 4 years and loving it. i've been in the situation that i had to live w/o much money.. but fortunately.. i found my dream career which i love and i enjoy and i do make money off it.

i mean.. we go to a doctor.. we go there cuz we don't know crap.
an artist, a fellow designer.. knows how the design work, but don't know computer... may need our helping hand.
that's what I really mean. and design/art is closely related to eachother most of the time, so an artist really know his view also and art is always in the eye of the beholder.

I say picasso is crap, but some people say is good.
I think vincent van gogh is a great artist, people say he's an idiot.

Djakartians
January 03, 2003, 23:28
pake bahasa indonesia aja dong... please...
Ini kan forum Indonesia...

:grouphug:

Master M4G1C14N
January 04, 2003, 02:23
pake bahasa indonesia aja dong... please...
Ini kan forum Indonesia...
LOL
ok :D :D :D

yah itu pendapat pribadi masing2 la...
being a professional is about money. why should u do it for money if you're in for the hobby only? u should do it for free then.
profesional itu tidak 100% tentang uangnya...
orang yang profesional itu berarti tu orang udah DIPERCAYA bisa melakukan hal yang sangat baik dalam pekerjaannya...
let say:
gue suruh teknisi komputer buat perbaiki komputer gue..
gue BAYAR dia...
trus dia udah perbaiki, ehh sehari kemudian tu komputer rusak lagi, dan hal yang sama muncul lagi...
menurut gue , itu teknisi kaga profesional, mungkin dia masih baru bekerja, belon punya pengalaman, masih belon bisa diserahkan TANGGUNG JAWAB yang besar...
now, tell me... apa hubungannya dengan money??
money itu adalah tentang sebuah pekerjaan... HAMPIR tidak mungkin untuk sebuah pekerjaan dilakukan tanpa bayaran.. tapi TIDAK semua hasil pekerjaan DINILAI PROFESIONAL
do it for free??? gue masih perlu duit didunia ini, dan gue tidak akan melakukan sebuah pekerjaan for free! seseorang yang tidak profesional pun masih dibayar...
ok elu bilang melakukan untuk hobi = do it for free...
gue hobby banget programming languages, designing using flash, designing using 3dsmax.....
soo rangkuman... gue kaga bole punya pekerjaan dibidang itu?? kalo gue punya pekerjaan dibidang itu berarti gue kaga dibayar, LOL *ketawa gelinding2 dilantai* :D

can't compare w/ doctors tho, doctors know and have studied what we don't know. sometimes clients already know what they wanted but couldn't get it out. They're an artist w/o the knowledge of computer. so it is our job as a professional to do what he wanted and direct it a bit to our view.
even our view is not always right as a designer.. there are many ideas that works better.

yup, elu bener lagi...
memang, gue dulu juga udah pernah katakan...
apapun yang diminta oleh client akan selalu gue lakukan....
read my quote
ehh jgn kan di kritik2 konsep yg gue buat eh LANGSUNG di tiban ama concept mereka yang menurut gue sucks but again that is life...
dont forget, gue sudah mengakui hal itu sebelonnya, krn walaupun itu sucks, but i am profesional, dan dilain pihak kita hidup didunia ini yang gue sudah sadar bukan dunia yang "what ever i want"
i mean.. we go to a doctor.. we go there cuz we don't know crap.
elu udah pernah sakit kepala, dan dokter lu kasih elu obat bagus banget!! sehari langsung sembuh..
trus 6 bulan kemudian, elu merasakan hal yang SAMA(menurut elu), tapi obatnya dah habis, tapi tu dokter kaga kasih gue obat yang sama, dan kali ini obatnya banyak, kaga cuman satu, dikasih 4 macam, dan semuanya harus dibeli, skrg gue kaga bole keras kepala krn gue musti percaya akan keprofesionalisman dari dokter ini...
an artist, a fellow designer.. knows how the design work, but don't know computer
lu tau gak, bahwa ada begitu banyak special FX or whatever yang bisa DIhasilkan oleh komputer dan TIDAK PERNAH TERKETAHUI OLEH Artist itu sendiri....
dan mereka bersi keras kaga mau special things yang bisa digenerate oleh komputer itu, padahal yg bisa dilakukan oleh komputer itu jauh lebih BETTER, mereka kaga percaya akan keprofesionalisman dari Designer itu sendiri(at least di indo happened, kalo di melb sih bener2 heaven on earth)
simple.. example indo
gue ngerjain website... gue dikasih theme color, logo , etc2 permintaan lain yang mereka mau, dan masalah design serta systemnya gue yang atur, tapi musti diconfirm ke mereka dulu..
ok..
soo
gue buat concept gue dalam satu printout, dan mereka strip away flash NAVIGATION dari concept gue... how cool is that, padahal gue udah kaga charge lebih untuk flash navigation itu...
dan apa yang gue lakukan, yah gue terima2 aja, dengan rada bete sih, krn gue udah ada Concept tentang bagaiman struktur Website ini, file2nya dll....
ok example di melb..
gue buat website , kerjasama ama temen...
mereka udah ada concept, dan tidak menerapkan flash nav didalam...
gue hanya mau MEMBERI SARAN, gue bilang
gue : gue punya ide baik(aslinya dalam english)
client : coba kasih tau gue..
gue : ok , gini... menurut gue flash nav itu sangat bagus, krn sizenya kecil dan itu akan memberikan kesan design yang better
client : If it is good for you, and you think it is better then do it and prove it to us, ok?
gue : you got it (gue lebih merasa profesional disini, pendapat gue ditampung, dan mereka mau menyetujui hal itu kalo memang lebih bagus)
habis itu gue langsung pulang , buat satu flash nav, simple flash nav, dan pas gue tunjukin ke mereka dibanding dengan HTML nav, mereka sangat amazed by flash nav(of course la, flash nav itu cool).... dan akhirnya mereka accept concept gue..

yang tidak terjadi di indo adalah, mereka bahkan tidak mau TAU tentang pendapat kita sbg PROFESIONAL, mereka tidak percaya kalo kita tau hal2 di komputer lebih BAIK dari mereka...
and although that SUCKS, tapi yah namanya juga hidup, gue kan juga ngejer duitnya..
dan walaupun sucks concept gue tidak diliriks ama sekali, tapi tetep gue Hobby dalam mengerjakan hal itu, gue seneng walaupun DONGKOL krn concept gue kaga diterima...
dan walauoun gue hobi tapi gue masih dapat bayaran, krn bayaran itu diberikan untuk HAMPIR semua pekerjaan yang ada di dunia ini.. cuci toilet aja yang tinggal gosok2 aja dibayar...


I say picasso is crap, but some people say is good.
I think vincent van gogh is a great artist, people say he's an idiot.

different way of thinking apply on different person..
i mean no offense on MY POST..
:)
semuanya adalah IMHO berdasarkan pengalaman.. :D

Djakartians
January 04, 2003, 02:47
is designer an artist???
yes, it's true...

but not fine artist!!!

DESIGNER IS COMMERCIAL ARTIST
PAINTER IS FINE ARTIST

Master M4G1C14N
January 04, 2003, 02:55
ehehehe :)
i am not a fine artist indeed :(
ehehh tapi jgn lupa, gue bisa memanfaatkan computer 100% untuk mengcoorporatekan SOUND+GRAFIK+FX to make something better at least untuk JIWA MUDA :)

but.. i am not supposed to speak in hear.. i am amateur :(
cant be compared to a profesional like DB , Djakartians(i was wondering what does this nick mean?), Kyoko(Yeah babe) :)
:salut: :salut:

Djakartians
January 04, 2003, 03:01
maksud gue gini master m4g1c14n...

seorang designer itu membuat design karena ada sebuah masalah yang harus dipecahkan/dicarikan solusi...

tetapi seorang pelukis menciptakan sebuah lukisan berdasarkan perasaannya saat itu... bukan karena diminta orang lain ataupun untuk solusi sebuah masalah... lebih kepada kepuasan pribadi sang pelukis... :)

kyoko
January 04, 2003, 03:21
ga ngerti...
ok djakartians..
kayaknya.. kalo ga boleh ingris.. aga susah bagi gua..
dah minta maaf waktu disaat kenalan.. bhw gua bakalan pake ingriss tuh..

sorry yah.. this is going to be my last post...
maaf juga.. gua keras kepala ttg hal ini

Master M4G1C14N
January 04, 2003, 03:32
hee?
kyoko emangnya tinggal dimana??
masa kag ngerti bhs indo?
apa perlu posting gue , gue translate in english for you? :)

anyway.. banyak temen2 yang punya sedikit banyak perbedaaan tentang arti kata konsep itu sendiri.. menurut kalian konsep itu apa?

Djakartians
January 04, 2003, 10:59
Originally posted by kyoko
ga ngerti...
ok djakartians..
kayaknya.. kalo ga boleh ingris.. aga susah bagi gua..
dah minta maaf waktu disaat kenalan.. bhw gua bakalan pake ingriss tuh..

sorry yah.. this is going to be my last post...
maaf juga.. gua keras kepala ttg hal ini

makasih untuk keras kepalanya kyoko...
indonesia masih memerlukan tenaga-tenaga kreatif yang mempunyai nilai-nilai nasionalis yang tinggi...

btw, kultur lokal perlu lebih dihargai...
FYI, untuk perusahaan multinasional aja banyak yang bikin iklan dengan pendekatan lokal agar lebih bisa memahami kultur masyarakat...
dan bukannya ngotot ber-inggris ria...

ingat, alkitab saja diterjemahkan menjadi lebih dari 1500 bahasa yang ada di dunia agar lebih bisa dipahami...

Master M4G1C14N
January 04, 2003, 20:45
mm excuse me.. please answer my question :) :D :D :D

Djakartians
January 06, 2003, 02:43
Originally posted by master m4g1c14n
erased by Djakartians

anyway.. banyak temen2 yang punya sedikit banyak perbedaaan tentang arti kata konsep itu sendiri.. menurut kalian konsep itu apa?

dalam mengerjakan sebuah design yang notabene adalah commercial arts ada 2 macam yang perlu diketahui...

1. What 2 Say
2. How 2 say

Menurut gue, yang disebut dengan konsep adalah "What 2 Say".
Dalam hal ini kita perlu tahu apa yang ingin kita sampaikan kepada orang yang menikmati design kita.

Sedangkan eksekusi adalah "How 2 Say".
Semakin baik eksekusi, akan semakin banyak pula orang yang tertarik untuk menikmati design kita.

Tapi sekali lagi ditekankan urutannya adalah What 2 Say dulu baru kemudian How 2 Say...
Nggak bisa dibalik... :)

Master M4G1C14N
January 06, 2003, 03:35
hmmm DB bagaimana dengan pendapat lu??
apakah itu CONCEPT menurut elu..?

Dante
January 06, 2003, 04:02
Pengalaman menyedihkan yang biasanya terjadi, kita sudah capek2 mikir sampai keblenger dan ber-creative thinking ria, eehhh... ujung2nya client enggak setuju dengan alasan terlalu 'nyeni' lahhh, enggak eye catching laah, mau-nya seperti iklan 'anu' laahh, what can we say ? :( seringkali apa2 ide creative kita dalam men-design sesuatu terbentur dengan keinginan klient kita.
Bila sudah begini kita sebagai Designer memang gak bisa berbuat banyak (demi duit rasanya.. :D ), selain setuju sama client. Palingan juga memberi mereka beberapa saran untuk final layout, agar gak kelihatan norak atau terlihat kampungan (khususnya bagi client yg product-nya khusus u/ masyarakat lapisan kelas bawah..) fiiuuhh.... :rolleyes:

Djakartians
January 06, 2003, 05:20
karena itulah sebelumnya diperlukan research...
tentukan dulu siapa target audiencenya...

sorry... gue berbicara dari sisi ad-maker... bukan designer... :)

Master M4G1C14N
January 06, 2003, 10:41
hmm gue jadi bingung...
knp pendapat orang2 tentang concept sedikit banyak berbeda...

for me concept itu(for website design):
- Layout of the Interface
- Web Structure
- Tools used
- dll
macam gitu...
jadi kalo layout of the interface.. yah gue gambar sketch kasarnya + sudah dinomorin dengan warna2(Dont forget, diNOMORIN, :D bukan di warnain)

hmm kalo dalam Aplikasi Ke pekerjaan, bagaimana cara elu2 pada membuat concept???
soo maybe kita bisa liat pendekatan ke ARTI KATA Concept for design :)

Djakartians
January 06, 2003, 10:43
waks.... concept for design udah lewat...

sekarang ini gue ngerjainnya concept for ad... :)

Master M4G1C14N
January 06, 2003, 10:46
:salut: ampun bang :D :D :D

DeathBrain
January 06, 2003, 10:56
Originally posted by master m4g1c14n
hmmm DB bagaimana dengan pendapat lu??
apakah itu CONCEPT menurut elu..?
Pengertian konsep sangat beragam..:)
But for me, A "concept" is an idea or notion that we apply to the things, implementation, or objects, in our awareness..:)

Master M4G1C14N
January 06, 2003, 18:39
Strange..
kok postingan gue ilang???

ok de gue ketik lagi...
for me(dalam webdesign), concept itu adalah dasar untuk melakukan sebuah design, krn dalam concept itu kita menentukan Grafik Interfacenya, colornya, Logo, tata letak, tools yang dipake, web structure , dll yang seperti itu
tapi setelah gue liat2... ternyata definisi gue tentang Concept lebih kearah prakteknya.. bukan teorinya..
nah skrg kalo dulu kan gue tanya pendapat elu2 pada tentang teori dari concept.. skrg kalo prakteknya concept itu menurut lu kaya gimana punya sih??
:)

DeathBrain
January 06, 2003, 20:02
Heih...wait...wait..kayaknya bener ada postingan ilang..:eek:
Kayaknya you pernah ngetik itu deh..:bingung:
Hmmmh...what's going on here...:bingung:

Master M4G1C14N
January 06, 2003, 23:58
ehehehe iya gue pernah post...
gue jgua bingung de kok bisa ilang..:bingung:
anyway back to topic..
kalo prakteknya ... elu2 pada membuat concept itu yang kaya gimana???

Djakartians
January 07, 2003, 07:04
pertama kali survey & research dulu...
tentuin siapa target audiencenya...
tentuin obyektifnya...
tentuin personalitynya...
tentuin tone & mannernya...

lumayanlah... cukup ribet... :D

Master M4G1C14N
January 07, 2003, 07:27
hmm secara praktek Djakartians berarti hampir sama ama gue...
:D

kalo DB gimana praktek pembuatan conceptnya??

DeathBrain
January 07, 2003, 08:15
Memang ribet kok dan untuk me ndak jauh beda dengan Djakartians..:)

Tapi me lebih menomor satukan What's the products need for, setelah itu baru :

- Market Analisys/Consumer Soope & Target/the need of buying & use
- Demand & Competition Survey & Research

Setelah ini baru me bikin concept dari product tsb, setelah raw concept jadi dan mendapat acc dari client, baru me lanjutkan dengan

- Objective-nya
- Job Schedulling/Time Table
- The man behind the gun-nya (internal personal/team)
- Project Coy's Relations (karena me PH jadi banyak team dari PT lain)
- dll (yg terkait dengan flow pekerjaan)

Jadi concept justru me buat setelah Survey & Research..:)

Djakartians
January 08, 2003, 03:13
guys...
banyak sampe sekarang designer yang kalo mau men-design ya men-design aja dulu... konsepnya baru dipikirin belakangan.. jadi seperti ngarang-ngarang...

kalo gitu gimana tuh???

Master M4G1C14N
January 08, 2003, 04:00
hmm.. kalo gue sih harus dipikirin dulu conceptnya..
baru abis itu tau apa yang PERLU untuk didesign..

tapi waktu gue pertama kali tau design yah.. keadaannya kaya gitu, duduk di depan komp, dengan Flash nyala BLANK...
duduk termenung.. nyoba2 bikin sesuatu yang cool :(

kalo skrg, biasanya gue ada buku DESIGN(isinya cuman polos doank) buat coret2an...
gue bikin dulu concept baik UI, Color, MODEL 3D, Special FX, Place where you put the Concent, etc etc...
gitu de :)

Djakartians
January 10, 2003, 10:19
masih banyak designer yang mikir:
YANG PENTING GUE DIBAYAR...

kalo gue kok ngeliatnya jadi kayak "melacurkan diri"
bukan idealisme yah... karena biasanya idealisme selalu berbenturan dengan yang namanya kebutuhan klien...

Master M4G1C14N
January 10, 2003, 10:35
rada gak ngerti ...
maklum rada telmi dikit gue ;D

kalo webdesigner sih bener2 pentingin hasil designya krn hasil designnya itu kan portfolio dia :)
imo sih :)

Djakartians
January 11, 2003, 06:11
design is just design if it doesn't sell...

Piscesgal82
January 15, 2003, 14:47
Guys...

aku anak baru disini...
aku baru baca2 postingan diatas..
wah kayaknya yang aktif disini cuman beberapa orang aja yah..
terlebih setelah Kyoko cabut dari topik ini...
which I think...sangat ga reasonable banget...

Sepertinya yang kalian perbincangkan cukup menarik..

tentang CONCEPT..

for me ..of course CONcept is the LEADER and Execution is the FOLLOWER
karena tanpa Concept yang jelas gue ga bakalan tau kemana arahnya design gue...

Sebelonnya gue perkenalkan diri gue dulu kali yah..
gue fresh graduate dari Curtin Uni di Ausie..
but gue memutuskan untuk cari kerjaan di Indo...
sebelonnya gue udah pernah kerja di Singapore, Malaysia dan juga di beberapa agency kecil di Indonesia.
Jadi gue tau banget bedanya cara berfikir orang2 Indo and orang2 luar.

Perlu gue tekenin..buat master magician yang notabone ada di Melb
correct me if im wrong yah..

menurut gue pribadi culture orang Indonesia emang udah beda banget dengan culture orang OZ (berhubung loe ada di Melb) mereka2 itu memang lebih bisa menghargai hasil kerja orang laen (Appreciation) and mereka juga lebih berani mengungkapkan isi hati dan sangat menghargai pendapat, hasil kerja apalagi konsep orang lain.

Mereka lebih sportif kita lihat saja dalam beroleh raga, mereka lebih bisa bekerjasama dalam team work, beda dengan kita, kita lebih jago kalau sendiri-sendiri (badminton), giliran yang perlu team work hancur lebur.. Hal ini bukan sepenuhnya salah mereka, hal ini karena culture kita, sekarang bagaimana dengan generasi muda yang telah banyak mengenyam pendidikan di LN, dan lebih banyak menyaksikan informasi yang makin transparan, tentunya kita harus berbesar hati membuka diri, untuk menerima culture yang baik dan sesuai dengan keadaan, dan minimize yang jelek. karena hanya dengan demikian kita baru dapat menjadi bangsa yang besar.
Wakss sorrry kok gue jadi bawel gini sih :P

Perkara nasionalis rasanya sih menggunakan bahasa Inggris dalam beremail tidak dapat dikatakan tidak nasionalis deh (sorry buat djakartians, this is just and opinion :) )Menurutku hal tersebut sangat keliru, sekarang kita perlu pahami tentang nasionality dalam pandangan yang sempit dan nasionality dalam wawasan yang luas. terus terang saja aku berfikir bahwa orang Jepang tidak diragukan lagi sifat nasionalisnya, bahkan mereka berani berharakiri (kalo ga salah) buat negaranya.. tetapi kenapa dalam memilih brand name bagi produknya tidak memilih bahasa Jepang, namun menggunakan juga bahasa latin atau inggris contoh, Toyota Corolla, Honda City dsb, sebenernya menurutku dengan kita menggunakan bahasa inggris akan melatih kita untuk berani tampil dan maju kedepan forum yang lebih luas di luar Indo. bukankah kita sekarang telah memasuki era globalisasi, dan AFTA telah berada didepan kita.

hmmm kayaknya aku udah kepanjangan nih ngomongnya...
sekali lagiii maaap kalo aku tib2 jadi nyeletuk macem2.
ok..thankssssssss :)

Master M4G1C14N
January 15, 2003, 14:54
Perlu gue tekenin..buat master magician yang notabone ada di Melb
correct me if im wrong yah..

menurut gue pribadi culture orang Indonesia emang udah beda banget dengan culture orang OZ (berhubung loe ada di Melb) mereka2 itu memang lebih bisa menghargai hasil kerja orang laen (Appreciation) and mereka juga lebih berani mengungkapkan isi hati dan sangat menghargai pendapat, hasil kerja apalagi konsep orang lain.

Mereka lebih sportif kita lihat saja dalam beroleh raga, mereka lebih bisa bekerjasama dalam team work, beda dengan kita, kita lebih jago kalau sendiri-sendiri (badminton), giliran yang perlu team work hancur lebur.. Hal ini bukan sepenuhnya salah mereka, hal ini karena culture kita, sekarang bagaimana dengan generasi muda yang telah banyak mengenyam pendidikan di LN, dan lebih banyak menyaksikan informasi yang makin transparan, tentunya kita harus berbesar hati membuka diri, untuk menerima culture yang baik dan sesuai dengan keadaan, dan minimize yang jelek. karena hanya dengan demikian kita baru dapat menjadi bangsa yang besar.
Wakss sorrry kok gue jadi bawel gini sih

you are not wrong at all my friend...
you have exactly the same thought like mine..
melb is simply better then ind, coz in ind they are all just like doesnt believe in the term of PROFESIONALISM
which will make lots of difference in Melb
that is why i said that is what i got in melb.. everything in here is based on profesionalism.. at least that is my IMHO
hmmm kayaknya aku udah kepanjangan nih ngomongnya...
sekali lagiii maaap kalo aku tib2 jadi nyeletuk macem2.
ok..thankssssssss
ehehe dont be like that, we are not a Piranha FISH that will bite if you said something wrong :lol:

Djakartians
January 16, 2003, 14:38
Originally posted by Piscesgal82
Perkara nasionalis rasanya sih menggunakan bahasa Inggris dalam beremail tidak dapat dikatakan tidak nasionalis deh (sorry buat djakartians, this is just and opinion :) )Menurutku hal tersebut sangat keliru, sekarang kita perlu pahami tentang nasionality dalam pandangan yang sempit dan nasionality dalam wawasan yang luas. terus terang saja aku berfikir bahwa orang Jepang tidak diragukan lagi sifat nasionalisnya, bahkan mereka berani berharakiri (kalo ga salah) buat negaranya.. tetapi kenapa dalam memilih brand name bagi produknya tidak memilih bahasa Jepang, namun menggunakan juga bahasa latin atau inggris contoh, Toyota Corolla, Honda City dsb, sebenernya menurutku dengan kita menggunakan bahasa inggris akan melatih kita untuk berani tampil dan maju kedepan forum yang lebih luas di luar Indo. bukankah kita sekarang telah memasuki era globalisasi, dan AFTA telah berada didepan kita.

TOYOTA, HONDA, adalah bahasa Jepang...
Memang ada perbedaan tentang kulture yang mengakibatkan Brand Barat terkadang nggak laku di Asia...
kenapa?
Coba deh telaah lagi lebih dalam pada "BRANDING IN ASIA" by Paul Temporal. Itu buku bagus... lebih menekankan Brand Building pada pendekatan lokal.. bukan internasional...

Masalah AFTA buat gue bukan sesuatu yang "menakutkan" ketika diri kita sendiri merasa siap untuk bersaing. Ketika saya sebagai orang Indonesia dihadapkan dengan klien ataupun mitra/vendor dari Indonesia juga, apa salahnya kita berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Tapi ketika dengan pihak barat, ataupun Asia, kita bisa menggunakan bahasa Inggris ataupun Mandarin atau Jepang... bukan sesuatu yang mustahil kan?

Mari kita lihat Nasionalisme dari sudut kreatifitas...
Lihatlah, saat ini ada berapa Advertising Agency Lokal yang masih eksis di kancah Award dan Bisnis Advertising di Indonesia?
Makin lama makin berkurang...
Derasnya serangan "afiliasi" yang berakhir dengan "matinya" agency partner semakin banyak terjadi...
Sebut saja dulu Lowe Lintas & Partners... yang sekarang tinggal Lowe Worldwide saja... Lintas-nya mati... padahal Lintas-lah yang lebih dulu dikenal dengan Citra Lintas-nya...

Ada lagi IndoAd Ogilvy... yang kemudian berubah menjadi Ogilvy & Matters... IndoAd-nya "mati" dan kemudian berubah lagi menjadi Ogilvy saja...

Yang terakhir adalah Inter Admark Dentsu yang sekarang menjadi Dentsu Indonesia...

masih ada lagi nama-nama:
Grafik McCann Ericsson > McCann Ericsson Indonesia
Kreasindo Leo Burnett > Leo Burnett Indonesia
Grey > Grey Worldwide

dan masih akan menyusul:
BBDO Komunika
DDB Advis
DDB Brainstorm
FCB
TBWA
JWT AdForce
Belle Poliyama

tapi untunglah masih ada nama-nama lokal yang masih mampu eksis bersaing dengan agency afiliasi seperti:
Cabe Rawit Marketing Communications
Macs909
Hotline Advertising
Fortune
Matari

yah... tungu saja...
tapi gue sendiri yakin lokal yang lebih menekankan pendekatan kulture lokal masih tetap bisa bersaing...

i wish...

aleks75012
January 16, 2003, 19:10
halo , pengen nimbrung juga nih. Gue bukan dari kalangan design tapi bolehkan?

Concept gimana juga terpenting, dari situ kan bisa lahir design yang bener bener mencapai sasaran.

mengenai mau jadi "follower" atau "leader", mungkin tergantung keinginan client. Bener nggk sih client di Indonesia nggk berani ambil resiko kalau konsep nya dianggap terlalu aneh, atau dianggap terlalu "kreatif?" mereka takut masyarakat kita nggak ngerti ya?

Apakah para artist kita tidak berani menyampaikan idenya ke klien karena takut ditolak? kalau pun takut ditolak apakh mereka tidak berhasil meyakinkan clien nya?

soalnya iklan di indonesia jarang ada yg dibilang berkonsep "leader" itu.

Djakartians
January 16, 2003, 22:30
Originally posted by aleks75012
halo , pengen nimbrung juga nih. Gue bukan dari kalangan design tapi bolehkan?

Concept gimana juga terpenting, dari situ kan bisa lahir design yang bener bener mencapai sasaran.

mengenai mau jadi "follower" atau "leader", mungkin tergantung keinginan client. Bener nggk sih client di Indonesia nggk berani ambil resiko kalau konsep nya dianggap terlalu aneh, atau dianggap terlalu "kreatif?" mereka takut masyarakat kita nggak ngerti ya?

Apakah para artist kita tidak berani menyampaikan idenya ke klien karena takut ditolak? kalau pun takut ditolak apakh mereka tidak berhasil meyakinkan clien nya?

soalnya iklan di indonesia jarang ada yg dibilang berkonsep "leader" itu.

kata siapa iklan di indonesia jarang ada yang berkonsep leader?

dan mungkin banyak yang belum tahu... kalo ada beberapa iklan yang kita anggap iklan buatan luar negeri [karena memakai talent asing]... ambil contoh aja... Long Beach... buatan Mas Gandhi [dulu CD di Leo Burnett], yang Asli Jawa...

yang gue malahan sebaliknya...
iklan di Indonesia... terutama TVC, semuanya memakai strategi komunikasi dan konsep kreatif yang cukup matang... terutama di Jakarta... tapi memang seh masih banyak iklan lokal di daerah yang dibuat berdasarkan "hanya" sebatas keinginan klien saja...

jadi...
tetep aja ujung-ujungnya iklan itu harus berkonsep terlebih dahulu...
It's not an AD, If it doesn't SELL kata Om Ogilvy...
dan untuk dapat membuat iklan yang menjual diperlukan suatu strategi... bukan sekedar pengumuman belaka... :)

Piscesgal82
January 17, 2003, 15:42
Wahh belon sempet komen lagi nih..
soalnya lagi sibukkkkk bolak2 RS..

mungkin dulu kali yah kurang berkonsep..
kalo aku liat sekarangg kayaknya udah cukup lumayan...

Master M4G1C14N
January 17, 2003, 15:53
? apanya kurang berkonsep?
apanya yg sekarang lumayan?
apanya bolak2 RS??
muncul pertanyaan dimana2.. :bingung:

Djakartians
January 21, 2003, 10:16
si Piscesgal82 ini emang sering nyari inspirasi di RS alias Rumah Sakit......

ada yang udah liat Campaigne-nya A MILD 12?
gimana pendapat kalian???

aleks75012
January 21, 2003, 11:09
Originally posted by Djakartians


kata siapa iklan di indonesia jarang ada yang berkonsep leader?

dan mungkin banyak yang belum tahu... kalo ada beberapa iklan yang kita anggap iklan buatan luar negeri [karena memakai talent asing]... ambil contoh aja... Long Beach... buatan Mas Gandhi [dulu CD di Leo Burnett], yang Asli Jawa...

yang gue malahan sebaliknya...
iklan di Indonesia... terutama TVC, semuanya memakai strategi komunikasi dan konsep kreatif yang cukup matang... terutama di Jakarta... tapi memang seh masih banyak iklan lokal di daerah yang dibuat berdasarkan "hanya" sebatas keinginan klien saja...

jadi...
tetep aja ujung-ujungnya iklan itu harus berkonsep terlebih dahulu...
It's not an AD, If it doesn't SELL kata Om Ogilvy...
dan untuk dapat membuat iklan yang menjual diperlukan suatu strategi... bukan sekedar pengumuman belaka... :)

strateginya itu bisa lebih dijelasin ,ggak Djak?

bagaimana dengan sebuah produk yg sasarannya utk masyrakat menengah ke atas, sementara di Indonesia, keadaan ekonomi lagi parah. dgn harapan, semakin tingginya daya beli masyarakat menengah ke atas semakin tinggi, diharapkan ikut membantu perekonomian.
tapi produknya lokal, bukan impor.

Djakartians
January 22, 2003, 09:24
Originally posted by aleks75012


strateginya itu bisa lebih dijelasin ,ggak Djak?

bagaimana dengan sebuah produk yg sasarannya utk masyrakat menengah ke atas, sementara di Indonesia, keadaan ekonomi lagi parah. dgn harapan, semakin tingginya daya beli masyarakat menengah ke atas semakin tinggi, diharapkan ikut membantu perekonomian.
tapi produknya lokal, bukan impor.

panjang banget kalo dijelasin di sini...
tapi mungkin gue bisa kasih beberapa refensi bacaan...

seperti:
1. Positioning by Jack Trout & Al Ries
2. Branding In Asia by Paul Temporal
3. The Brand Mindset by Duane Knapp
4. Big Brand Big Trouble by Jack Trout
5. Differentiate or Die by Jack Trout

gue harap semua bisa terjawab setelah loe baca buku-buku tersebut... :)

aleks75012
January 22, 2003, 11:49
hmm; masalahnya di tempat gue, buku buku yg elo saranin itu jarang ada. kalau terjemahannya juga nggak ada kali.

kalau gitu gue cari yg ditulis penulis lokal, tapi isinya sejenis deh!

atau Djakartians mau kasih resume nya? :D

Djakartians
January 22, 2003, 18:35
buku-buku tersebut telah hadir di berbagai bahasa.. terutama Inggris, dan Eropa Barat [Jerman, Prancis, Spanyol, Belanda]...
Gue sendiri punya yang Bahasa Indonesia...

O iya... ada yang kelewat...

Trilogy-nya Mas Jim Aitchison yaotu
Cutting Edge Advertising
Cutting Edge Commercial
Cutting Edge Radio

aleks75012
January 22, 2003, 18:54
thanks sekali lagi buat info nya!!

Piscesgal82
January 23, 2003, 05:30
Originally posted by Djakartians
si Piscesgal82 ini emang sering nyari inspirasi di RS alias Rumah Sakit......

ada yang udah liat Campaigne-nya A MILD 12?
gimana pendapat kalian???

waaah wahh...
bukan begitu maksudnya..
kebetulan emang kakeku lagi di ICU..
sampe skarang belon sembuh...
so aku tiap hari bulak2 RS..
so jarang2 bisa buka WG..

hm belon tuh..
liat deh nanti..

Djakartians
January 24, 2003, 11:37
ada yang udah liat TVC BII yang baru.. tentang pengkomunikasian logo baru mereka...

FYI, logo mereka di buat oleh LANDOR

Piscesgal82
January 24, 2003, 13:33
Yup......

aku udah liat tuh yang BII..
menurrutku bagus juga..

good idea..

what u think Djak?

Djakartians
January 27, 2003, 09:07
komunikasinya seh kena...
jauh lebih baik ketimbang saat Bank Danamon memperkenalkan logo baru mereka...

investasi sekitar 2 miliar yang tidak sia-sia menurut gue...

Djakartians
February 04, 2003, 07:22
gue denger-denger seh HONDA mau ganti logo!!!

Piscesgal82
February 05, 2003, 07:21
oh yah?????

kira2 jadi seperti apa yah?

Djakartians
February 05, 2003, 17:07
ya belum ketahuan dong...
kalo nggak salah LANDOR lagi yang nanganin...
atau ada pitch antara Dentsu, Sachi & Sachi, Chusenko

fifiluZu
February 25, 2003, 14:06
concept itu bagi guwa, itu seperti prinsip hidup kita de. kalo guwa mo moto something, guwa musti ngenal situasi apa akan poto tersebut mengambarkan.

konsep itu penting, hampir sama dengan prinsip hidup kalo secara real

fifiluZu
February 25, 2003, 14:07
mo ganti logo, mungkin karena denger orang ngomong soal feng shui kale yee

Djakartians
February 27, 2003, 03:44
kan lagi musim Bank ganti logo neh...

Djakartians
February 28, 2003, 07:00
Bank Danamon by Landor
Bank BII by Landor
Bank Pertama by Makki-Makki

All is Branding Consultant

machda
March 19, 2003, 09:33
konsep pertama klien diatas konsep

Djakartians
March 19, 2003, 12:21
Originally posted by machda
konsep pertama klien diatas konsep

kata siapa???

machda
March 20, 2003, 03:29
ya kata gue :)) ya pengalaman gua sih biasanya klien udah ada konsep mau ini itu dll.......kita tinggal eksekusi ,,,,,,,,,,,,,,kalo klien yang ngebebasin itu baru COOL ,,,,,,,,,,konsep works

Djakartians
March 20, 2003, 06:22
Originally posted by machda
ya kata gue :)) ya pengalaman gua sih biasanya klien udah ada konsep mau ini itu dll.......kita tinggal eksekusi ,,,,,,,,,,,,,,kalo klien yang ngebebasin itu baru COOL ,,,,,,,,,,konsep works

ya itu kan idealnya...
tapi apa fungsi dari agency kalo kita nggak bisa memberikan proses edukasi terhadap klien? kita toh juga bisa berperan sebagai konsultan...
menjelaskan kepada klien apa sebenarnya kebutuhan mereka... bukan cuma memenuhi keinginan mereka kan?

trus, kalo mereka ngotot tetep mau diikutin apa mau mereka ya udah... biarin aja... kita tinggal ikutin... dengan konsep kreatif dari kita...
berarti tetep bisa jalan dan jualan toh? :)