View Full Version : Ttg Homoseksual dlm Islam (Merger Threads)
begawan
August 03, 2003, 16:06
pastilah dah tau ini dosa
cuman kenafa sih org sering salah kaprah dengan mengatakan bahwa org homo itu atas kehendak Allah????
max
August 03, 2003, 16:56
waduh!! kehendak Allah? yang pasti sih bukan.
nunggu yg banyak ilmunya nih buat kasih komen :)
begawan
August 03, 2003, 17:10
justru itu
org kan sering bilang
emang 'takdir'nya begono
weleh kok iso
orgil
August 04, 2003, 04:42
ya .. itu karena para ilmuwan menemukan gen yang membuat perilaku individu menyukai sesama jenis
(gw gak tau secara ilmiahnya gimana )
yg jelas hubungan sesama jenis itu tidak bisa menghasilkan keturunan! ... jadi apakah itu benar !?
Channie
August 04, 2003, 10:30
no komen deh..takut salah ucap :D
AlfaOmega
August 04, 2003, 11:58
link (http://hmb.utoronto.ca/HMB265H/Lecture%2015/Lecture15.pdf) halaman 18 sampe selesai
Turner Syndrome, gen X:
1. terjadi 1 dari 5000 kelahiran bayi ce
2. 99% lethal dalam kandungan
3. female
Klinefelter Syndrome, XXY
1. terjadi pada 1 dari 1000 bayi kelahiran bayi co
2. 20% mati dalam kandungan
3. cowoq
4. infertil / mandul
5. IQ rendah
Trisomy X, XXX
1. Female
2. Fertile
3. Tall / tinggi / jangkung
4. Lower IQ
Kalo guwe lihat kenyataan di lapangan, homosex koq akalnya normal, alias IQ nya tidak jongkok. Malahan ada yang sarjana, professional, anggota dewan rakyat, dll.
Kalau itu ada kesalahan genetika terutama kromoson sex... ya guwe sangsi atas kebenarannya.
Yang guwe yakini adalah, kaum homo sex itu adalah manusia dgn kromosom biasa, yang pintar sedemikian rupa, sehingga bisa mengangkat kebiasaan homonya dgn alasan genetik. Padahal, (menurut guwe) dia secara psikologi sakit.
AlfaOmega
August 04, 2003, 12:06
link (http://www.infobiogen.fr/services/chromcancer/IntroItems/PolyConstitAutreEngl.html)
Ini contoh IQ nya manusia-2 yg dapat kelainan sex. paling tinggi IQ 70 :D
OTHER AUTOSOMES DISEASES
A - DELETION 4p (Wolf-Hirschhorn syndrome / Pitt-Rogers-Dank syndrome)
Karyotype: deletion of band 4p16 gives full phenotype; critical segment narrowed to 200 kb.
Clinics:
hypotrophy, low birth weight: 2 kg.
microcephaly, high forehead, large glabella, broad nose in prolongation of the eyebrows line: greek helmet aspect.
hypertelorism, ocular malformations, hare-lip / cleft palate.
long, slender, manicured fingers.
Malformations:
heart (50%).
ocular; in particular colobomata (25%).
IQ = 20; seizures; often bedridden.
B - DELETION 5p (cri-du-chat syndrome)
Karyotype: deletion of 5p14-p15 most often; critical segment narrowed to 5p15.2 (about 2 Mbases); the deletion is de novo in 85% of the patients, and 15% are familial cases of parental balanced rearrangement
Epidemiology: 0.02 / 1 000 births.
Clinics:
typical high-pitched cry in the newborn (like a kitten)
microcephaly, round moon-shaped face, hypertelorism, broad nasal bridge, downward slanting palpebral fissures, and micrognathia; growth retardation
triradius axial in t'.
hypotonia in the newborn; hyperactivity, tantrums, destructive behaviour is frequent in the adult; autistic-like features may be present; heavy psychomotor retardation (IQ may be at 20).
Malformations: rare.
C - TRISOMY 8 MOSAICISM
Epidemiology: sex ratio 3M/1F; increased parental mean age.
Clinics:
high forehead, everted lower lip.
discrete dysmorphia.
dermatoglyphics: deep palmar/plantar furrows.
Malformations: kyphoscoliosis, hemivertebrae and other osteoarticular disorders.
I Q: 50 to 70 mainly; however, cases with normal intelligence and no visible malformation remain undetected.
D - TRISOMY 9p
Karyotype: critical segment likely to be in 9p22-p24.
Clinics: microcephaly, deeply set eyes, broad nose.
Malformations: rare.
I Q = 50.
E - TRISOMY 13 (Patau syndrome)
I. Epidemiology:
0.1 / 1 000 births.
increased parental age.
normal pregnancy duration.
life expectancy: frequently found in early miscarriages, and in late miscarriages; stillbirths are common, and babies often die in the neonatal period; very few reach adulthood. (nggak sampe umur dewasa)
II. Clinics:
microcephaly, receding forehead.
microphtalmia/anophtalmia, colobomata of the iris, cataract.
arrhinencephaly, probocis.
hypotelorism.
scalp defect (in relation with neural tube fusion defects).
hare-lip / cleft palate.
umbilical hernia: 1/3 of cases.
genitalia: cryptorchidy in the male, uterus bicornis (constant) and vagina duplex (often) in the female.
fingers in flexion position; postaxial polydactyly 80 % (hands and feet); club foot; dermatoglyphics: axial triradius in t"; thenar pattern.
III. Malformations: constant, heavy, leading to early death in most of the cases.
Central nervous system :
arhinencephaly (50 %).
hypoplasia of the corpus callosum (20 %).
hypoplasia of the frontal lobe.
spina bifida.
Ocular:
micro/anophtalmia (90 %).
coloboma.
retinal dysplasia.
luxation or absence of lens.
Cardiac (constant):
ventricular septal defect.
patent foramen ovale.
persistence of ductus arteriosus
tetralogy of Fallot.
Renal (50 %):
hydronephrosis.
polykystic kidneys ...
Digestive (50 %):
malrotation of the intestine.
malformation of the pancreas.
gallbladder agenesis.
Bones:
spina bifida.
rib malformations.
IV. Karyotype:
most often free and homogenous trisomy.
sometimes translocation t(13q 14q).
sometimes mosaic trisomy.
F - DELETION 18p (Edwards syndrome)
brachycephaly, ptosis, broad nose, irregular teeth.
kyphoscoliosis.
holoprosencephaly (10%).
IQ = 50; may have psychiatric behaviour.
G - DELETION 18q
Karyotype: deletion of 18q21-qter most often; critical segment maps to 18q23.
Clinics:
severe hypotonia (frog-like).
midface hypoplasia; carp-shaped mouth.
tapered fingers.
hearing impairment
growth retardation
Malformations:
ocular: constant.
osteoarticular.
genitalia.
variable IQ, from 30 to over 70.
H - TRISOMY 18
I. Epidemiology:
0.2 / 1 000 births.
increased parental age.
pregnancy duration is often prolonged.
life expectancy: frequently found in miscarriages; stillbirths are common, and babies often die in the neonatal period; very few reach adulthood.
II. Clinics:
hydramnios; single umbilical artery frequently.
low birth weight: 2,3 kg.
constant sign: hypoplasia of the first branchial arch, which implicates:
--> low set ears
--> microretrognatism
Pierre Robin syndrome:
microretrognathism,
cleft palate,
glossoptosis.
microcephaly (40 %), dolichocephaly.
short neck with excess of skin .
Faun-like ear.
short thorax and sternum, making the abdomen looking long.
hernias: diaphragmatic, umbilical, inguinal.
cryptorchidism (30 %).
clubfoot; irreducible flexion of forearms; dysplastic nails, absence of distal flexion crease of fingers; clenched fingers with overlap of the 2nd and 5th onto the 3rd and 4th; dermatoglyphics: frequency of arches.
III. Malformations: constant, heavy, leading to early death in most of the cases.
Cardiac: constant.
ventricular septal defect.
patent foramen ovale.
persistence of ductus arteriosus
valves anomaly, in particular mitral valve
Renal (1/3): mostly horseshoe kidney, hydronephrosis, polykystic kidneys, hyploplastic kidneys.
Digestive: frequent; Meckel, anal atresia; pancreas anomalies.
Brain
Bones: spina bifida, hemivertebrae , absence of clavicle.
IV. Karyotype:
most often free and homogenous trisomy.
frequency of doubles aneuploidies and mosaics.
sikhasep
August 04, 2003, 12:24
Gue setuju ma Alfa, Homo Sex itu akibat ulah manusia sendiri, gak mungkin lah Allah SWT menciptakan makhluk yang sangat dibenci oleh Nya sendiri karena sejak dulu Allah SWT melaknat pelaku Homo Sex.
Jangan terperdaya alasan** yang mengatas nama kan "Ini bukan kehendak gue, tapi gue tercipta begini". Homo sex seringnya lahir dari jiwa dirinya yang gak kuat atas beban hidup yang ditanggungnya, misal : gak punya pacar lan jenis yg menahun, minder.
begawan
August 05, 2003, 05:56
wuih...lengkap :D
justru itu, kalo emang bener tuhan menciptakan homoseks
gw bakal jadi org pertama yang NGGAK PERCAYA TUHAN :hehe
moonlit
August 05, 2003, 09:10
mmmh... tapi bukannya ketertarikan pada sesama jenis itu memang selalu ada dalam diri setiap manusia??
mungkin porsinya beda...
tapi pasti selalu ada kan?
AlfaOmega
August 05, 2003, 10:05
Originally posted by moonlit
mmmh... tapi bukannya ketertarikan pada sesama jenis itu memang selalu ada dalam diri setiap manusia??
mungkin porsinya beda...
tapi pasti selalu ada kan?
kalo ini sich, tinggal kita sebagai manusia harus bijak.
Kita ada otak untuk memilih
1. korupsi atau kerja
2. free love atau married
3. homo sex atau hetero sex
4. jujur atau curang
5. baik ato buruk
6. dll
kita manusia berakal, jadi semua pilihan itu ada. dan itu lah ujian Allah bagi kita.
Kita bukan robot (yang cuman ngelaksanakan), kita bukan hewan(berotak tapi tidak berakal), kita bukan pula malaikat (yang tidak bernafsu).
Kita ada akal dan nafsu.
m_rifqi
August 05, 2003, 11:06
Originally posted by moonlit
mmmh... tapi bukannya ketertarikan pada sesama jenis itu memang selalu ada dalam diri setiap manusia??
mungkin porsinya beda...
tapi pasti selalu ada kan?
Gak akan terbayangkan dalam diri gue klo musti tertarik sama sesama jenis, asli gak kebayang. Perilaku Homo dan lesbi hanya dilakukan oleh manusia yang lemah iman dan akal, juga akibat kelainan kejiwaannya. Allah SWT menciptaka manusia dengan bentuk yang sempurna. Manusia sendiri lah yang gak mensyukuri nikmat-Nya sehingga menimbulkan prilaku yang menyimpang :)
Gion Franklin
August 05, 2003, 11:31
Nambah sedikit... gw pikir bukan orangnya yang dibenci Allah, tapi perbuatannya (sodomi). Perilaku itu yang dibenci Allah, bukan orangnya. Lagipula homosex itu sendiri juga merupakan kasih sayang, so apakah setan yang mengajarkannya?
Dan terjadinya homosex ini emang bukan karena melulu minder, gak laku di kalangan lain jenis dan sebagainya. Bagaimana dengan homosex yang udah merasakannya sejak kecil? At least itu yang terjadi pada gw :(
Ortu gw pun memperlakukan gw normal˛ aja, dan pergaulan pun baik.
AlfaOmega
August 05, 2003, 12:11
Originally posted by Gion Franklin
Dan terjadinya homosex ini emang bukan karena melulu minder, gak laku di kalangan lain jenis dan sebagainya. Bagaimana dengan homosex yang udah merasakannya sejak kecil? At least itu yang terjadi pada gw :(
Ortu gw pun memperlakukan gw normal˛ aja, dan pergaulan pun baik. [/font]
Homosex itu banyak sebabnya koq ...
salah satu sebab yang dominan adalah lingkungan.
Terkadang,
1. anak diperlakukan keras, sehingga sedikit kesempatan bergaul dgn lawan jenis.
2. sekolah yang sejenis aja
3. lingkungan kerja yang sejenis aja
4. larangan pacaran
5. dll.
Solusinya, ya perlu diterapi dunk :bravo:
Guwe pernah mbaca novel sewaktu smu dulu. Ceritanya, seorang pemuda tertimpa kecelakaan, yang berakibat pada aktivitas sex nya. Tuch pemuda.... akibat kecelakaan tersebut, dia jadi impotent. tetapi, dia berusaha keras untuk menghilangkan impotent dia tersebut.
Dia udah mencoba berpacaran beberapa kali. Dan dia gagal terus. karena dia minder, impotent, nggak mo mengecewakan si ceweq, dan lain-2.
Akhirnya, tuch cowoq nekad lho....
Dia ke tempat prostitusi dengan tujuan untuk membuktikan apakah dia impotent ato nggak. :kakaka:
Singkat cerita, dia pilih seorang dari mereka, dan kemudian dia berterus terang ke si pereq itu tentang keadaan dia.
Wew....
Finally... si pemuda itu bisa normal lho.
Cerita novel itu jangan dipraktekkan. :nono
Lebih baik, lu bertanya saja ke ulama / kyai untuk minta wirid / dzikir / do'a.
Bisa juga, kalo lu udah bener berniat untuk meninggalkan aktivitas homo tersebut. Ya cari ceweq yang mengerti lu dan mo ngebantu lu meninggalkan aktivitas homosex. merid. dan semoga berhasil.... :bravo:
elwing
August 05, 2003, 14:12
gue ngga yakin kalo Allah pernah menggariskan homosexual di hidup umatnya
yang gue yakini adalah:
orang yang merasa dirinya gay/ homo adalah orang yang salah menganggap cobaan dengan takdir
dan gue ngga suka homoseksual, terlebih ketika orang yang menjalani kehidupan itu merasa bangga dengan dosa yang dipilihnya :)
Saffran
August 05, 2003, 23:56
Originally posted by alfaromeo
1. anak diperlakukan keras, sehingga sedikit kesempatan bergaul dgn lawan jenis.
2. sekolah yang sejenis aja
3. lingkungan kerja yang sejenis aja
4. larangan pacaran
5. dll.
sori ikutan nimbrung...
itu yang no. 5 dll... dll-nya apa aj? :D
bunda naila
August 06, 2003, 01:26
menyangkut yang nomer 2 sampe 4 (kebiasaan bergaul dgn yg sejenis aja).. gue liat ada beberapa komunitas yang membatasi pergaulan dgn lawan jenis, tentu aja dgn niat yg baik sebenernya.
tapi mungkin nggak rules seperti ini berefek samping ketertarikan thd sejenis yg berlebihan? :rolleyes:
gue setuju sama moonlit, at least pada cewe, ada sedikit kecenderungan untuk tertarik, sayang dan mengagumi teman sejenis (inged, bukan jatuh cinta ya :) ). cewe bisa menilai kecantikan cewe lain, ke-charming-an cewe lain, bahkan keseksian cewe lain tanpa harus merasa malu. sebaliknya dgn cowo, kadang suka enggan mengakui (atau bahkan mungkin nggak menyadari) bahwa SRK itu seksi banget.
Shun_En
August 06, 2003, 02:53
:bravo: Gue stu juga tuh ma loe...!!
AlfaOmega
August 06, 2003, 08:32
Originally posted by naila
gue setuju sama moonlit, at least pada cewe, ada sedikit kecenderungan untuk tertarik, sayang dan mengagumi teman sejenis (inged, bukan jatuh cinta ya :) ).
Mirip banget dengan yang di eramuslim. :bravo:
Sumber Syahwat Itu Bernama: Perempuan!
Publikasi 05/08/2003 10:06 WIB
eramuslim - Dalam Qur'an Surat Ali Imran ayat 14 dikatakan syahwat manusia kecenderungan pertama berasal dari perempuan. "Dihiasi manusia dengan syahwat yang muncul dari perempuan dan anak-anak....."
Dalam surat ini dikatakan "manusia", bukan saja laki-laki. Artinya seluruh manusia memiliki syahwat kepada perempuan. Kalau dikatakan "manusia" artinya mencakup laki-laki dan perempuan juga. Kalau laki-laki memiliki syahwat kepada perempuan itu sudah normal, tapi bagaimana dengan perempuan terhadap perempuan?
Dalam kajian tafsir di Maqdis Bandung, ustadz Saiful Islam Lc menjelaskan maksud ayat ini kurang lebih sebagai berikut:
Seorang perempuan bila melihat perempuan lain lebih cantik dari padanya, lebih baik dari dirinya, apakah itu pakaiannya, tas, sepatu, rumah, jilbab, perabotan dan lain-lain, biasanya langsung timbul keinginan dalam hatinya untuk bisa juga seperti orang yang dilihatnya itu atau memiliki keinginan untuk memiliki juga benda yang ada pada perempuan yang dilihatnya. Beda dengan laki-laki, laki-laki biasanya tidak timbul syahwatnya melihat sesamanya mengenakan pakaian bagus, lebih tampan, ujar Ustadz Saiful melanjutkan.
Biasanya dialog yang terjadi jika perempuan bertemu dengan perempaun lain antara lain, "Jilbabnya bagus, beli dimana? saya jadi ingin beli juga euyh" atau "model baru ya, bagus sekali, antarkan saya dong, saya mau beli juga"!!
Suatu hari sayapun pernah menjadi "korban", waktu itu saya melihat teman memakai baju baru dan menurut saya bagus. Saya membayangkan, sayapun akan lebih tampak cantik jika memakai baju itu.
Tiba-tiba saja secara spontan saya katakan "Mbak bajunya bagus, beli dimana, berapa semeter, ongkos jahitnya berapa", buntut-buntutnya saya minta diantarkan ke toko tempat ia membeli kain.
Selang berapa detik saya ingat surat Ali Imran ayat 14 beserta taushiah ustadz agar menghindari bahaya syahwat yang muncul dari perempuan. Akhirnya saya katakan, "nggak jadi deh mbak, lain kali saja".
Pantas saja sebelum meninggal, Rasul berpesan agar benar-benar melindungi perempuan, tidak saja banyak fitnah yang ditimbulkan oleh perempuan, tapi juga syahwat (keinginan) yang dapat menjerumuskan manusia kedalam kebinasaan.
Laki-laki bergairah mencari nafkah bisa disebabkan karena perempuan. Laki-laki melakukan KKN, pekerjaan tercela dan perilaku binatang bisa juga disebabkan karena perempuan. Perempuan, adalah makluk yang luar biasa, dari rahimnya lahir manusia setingkat Rasulullah dan sehina Fir'aun.
Pesan Rasulullah kepada perempuan, hati-hatilah dalam kehidupan dunia, jangan jadi penggoda, sebagaimana perempuan juga suka digoda. Wallaahu'alam.
max
August 06, 2003, 10:05
Pesan Rasulullah kepada perempuan, hati-hatilah dalam kehidupan dunia, jangan jadi penggoda, sebagaimana perempuan juga suka digoda. Wallaahu'alam.)
wuiih nih kalimat baru denger man
bunda naila
August 07, 2003, 03:59
komentar nih.. dari situs yg sama :
Benarkah Sumber Syahwat Manusia Itu Perempuan?
Publikasi 07/08/2003 09:05 WIB
eramuslim - Sebuah artikel di internet belum lama ini (eramuslim, 5/8/2003) menyatakan bahwa "sumber syahwat itu bernama: perempuan!" Kesimpulannya itu didasarkan pada tafsiran seorang ustadz terhadap Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 14. Ditafsirkan bahwa "seluruh manusia (laki-laki dan juga perempuan) memiliki syahwat kepada perempuan". Kemudian si penulis mengemukakan contoh dirinya sendiri (seorang wanita) yang sempat tergoda untuk membeli kain karena 'syahwat' (keinginan) untuk tampak lebih cantik setelah melihat perempuan lain mengenakannya. Tidak lama berselang ia menginsafi bahaya syahwat tersebut dan karenanya membatalkan keinginannya.
Alhamdu lillaah. Sikap insaf tersebut layak dihargai dan perlu diteladani. Akan tetapi, ada beberapa pandangannya yang masih perlu diselidiki lebih lanjut. Antara lain: (a) Memadaikah terjemahan penggalan ayat (Ali Imran 14) yang dijadikan landasannya?; (b) Seberapa andalkah penafsirannya?; dan (c) Benarkah sumber syahwat manusia adalah perempuan? Mari kita cermati satu demi satu.
Pertama, mari kita perhatikan terjemahannya, yaitu "Dihiasi manusia dengan syahwat yang muncul dari.....". Bandingkan dengan beberapa terjemahan lainnya: (1) "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada ...." (Dept. Agama RI, 1986); (2) "Dihiaskan kepada manusia, mencintai syahwat (keinginan nafsu), seperti ...." (Mahmud Junus, 1988); (3) "Menjadi tampak indah bagi manusia kecintaan kepada yang diingininya: ...." (Abdullah Yusuf Ali, terj. Ali Audah, 1996). Nah, ternyata ada perbedaan mendasar.
Terjemahan si penulis artikel di atas menggunakan ungkapan "muncul dari" sehingga menyiratkan "sumber", Sedangkan terjemahan-terjemahan lainnya tidak mengandung makna "sumber syahwat" sama sekali, melainkan "daftar keinginan" manusia yang biasanya paling tampak indah. Jadi, ada kemungkinan bahwa terjemahan ayat yang dijadikan landasan tersebut kurang memadai.
Kedua, mari kita perhatikan penafsirannya. Dalam menafsirkan ayat tersebut, si penulis yang mengutip (secara tidak langsung) penjelasan sang ustadz mengemukakan praduga bahwa perempuan cenderung gampang iri kepada sesamanya sedangkan laki-laki biasanya tidak. Bila pendapat ini kita terima, maka arahnya adalah pandangan bahwa pada dasarnya akhlaq perempuan lebih buruk daripada laki-laki. Akan tetapi, pendapat tersebut tidak didukung dengan dalil yang kuat, baik dari nash maupun dari fakta hasil penelitian empiris. Dengan demikian, prasangka tersebut kurang dapat diandalkan dan kebenarannya patut diragukan. Bahkan, Al-Qur'an sendiri tidak menceritakan rasa iri wanita terhadap sesama perempuan, tetapi justru mengungkapkan rasa iri beberapa pria terhadap sesama laki-laki! (Contohnya, rasa iri terhadap Yusuf a.s. (yang sangat tampan) dari saudara-saudaranya sesama pria. Lihat surat Yusuf ayat 8-9.)
Di ayat lain dinyatakan, "Sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak Adam ...." (al-Isra' 70). Ungkapan 'anak-anak Adam' ini mencakup manusia seluruhnya, laki-laki dan perempuan. Pemahaman ini dipertegas oleh surat Ali Imran ayat 195 yang menyatakan ba'dhukum min ba'dhin (M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Quran (Bandung: Mizan, 1996), hlm. 301). Jadi, pada dasarnya akhlaq perempuan itu sama baiknya dengan akhlaq laki-laki.
Ketiga, karena ternyata kita tidak dapat menyimpulkan dari surat Ali Imran ayat 14 bahwa sumber syahwat manusia itu perempuan, maka pertanyaannya kita ubah menjadi: Benarkah perempuan merupakan sumber fitnah (kerusakan) bagi manusia (baik laki-laki maupun perempuan)? Salah! Konteks fitnah wanita itu terutama bagi laki-laki saja. Usamah bin Zaid r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Tidaklah aku tinggalkan fitnah setelahku yang lebih merusak kaum laki-laki selain fitnah wanita." (HR Bukhari dan Muslim. Ini merupakan hadits yang paling shahih mengenai fitnah wanita.) Di sisi lain, laki-laki pun bisa menjadi fitnah bagi perempuan. Al-Qur'an lagi-lagi menyediakan fakta menarik. Al-Qur'an tidak menceritakan laki-laki yang rusak lantaran tergoda oleh kecantikan perempuan, tetapi justru mengungkapkan beberapa wanita yang menjadi rusak lantaran tergoda oleh ketampanan pria! (Lihat surat Yusuf ayat 30-31.)
Sumber fitnah yang bisa merusak kita itu adalah bisikan syetan dan hawa nafsu di dalam diri kita sendiri. (Lihat, misalnya, Yusuf [12]: 53, Thaha [20]: 120 dan al-Baqarah [2]: 35-39.) Jadi, lawan-jenis (di samping harta dan anak-anak) bisa merusak (atau merupakan fitnah bagi) manusia apabila sumbernya (yaitu bisikan syetan dan hawa nafsu) dituruti sesuka hati. Wallaahu a'lam.
Muhammad Shodiq, S.Ag.
muhshodiq@yahoo.com
Wuller
August 07, 2003, 05:57
Originally posted by begawan
wuih...lengkap :D
justru itu, kalo emang bener tuhan menciptakan homoseks
gw bakal jadi org pertama yang NGGAK PERCAYA TUHAN :hehe
Eits..... hati2 brur klo nulis, biar gimana juga (segala sesuatunya yg terjadi di dunia ini adalah atas izin dan perkenannya) + (Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu yang merubahnya sendiri). So, itu terserah Allah-lah yang berkehendak, kita gak bisa apa2. Tapi berhubung kenyataanya sekarang jadi marak itu berarti atas kehendaknya/ ijinnya Dia juga kan? (mungkin) Ini tanda2nya mo kiamat. Gw rasa ente kudu hati2 deh ama tulisan. Ok ::peace::
sikhasep
August 07, 2003, 10:18
Originally posted by Wuller
Eits..... hati2 brur klo nulis, biar gimana juga (segala sesuatunya yg terjadi di dunia ini adalah atas izin dan perkenannya) + (Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu yang merubahnya sendiri). So, itu terserah Allah-lah yang berkehendak, kita gak bisa apa2. Tapi berhubung kenyataanya sekarang jadi marak itu berarti atas kehendaknya/ ijinnya Dia juga kan? (mungkin) Ini tanda2nya mo kiamat. Gw rasa ente kudu hati2 deh ama tulisan. Ok ::peace::
Yang underline kok pake tandatanya (?), jadi gak yakin kan klo itu kehendak-Nya:hehe
Kan udah jelas tuh postingan di atas semuah, tinggal di kaji dan direnungkan bener kagaknya :damai:
sikhasep
August 07, 2003, 10:28
Originally posted by Gion Franklin
Nambah sedikit... gw pikir bukan orangnya yang dibenci Allah, tapi perbuatannya (sodomi). Perilaku itu yang dibenci Allah, bukan orangnya. Lagipula homosex itu sendiri juga merupakan kasih sayang, so apakah setan yang mengajarkannya?
Dan terjadinya homosex ini emang bukan karena melulu minder, gak laku di kalangan lain jenis dan sebagainya. Bagaimana dengan homosex yang udah merasakannya sejak kecil? At least itu yang terjadi pada gw :(
Ortu gw pun memperlakukan gw normal˛ aja, dan pergaulan pun baik.
Nah ini die contoh kasus..... perlu pakar psychology nih :cool:
Apa yang dibilang Alfa itu betul, Yang gue gak tau dari elo adalah :
1. Apakah fisik elo lengkap sebagai cowoq ???
2. Sejak kapan elo merasakan suka dengan sesama jenis ???
Klo lo suka lo boleh jawab pertanyaan gue, klo kagak ya gpp, pertanyaan gue closed sampe di situ :detektif:
AlfaOmega
August 07, 2003, 11:03
Originally posted by Mike Benjie
sori ikutan nimbrung...
itu yang no. 5 dll... dll-nya apa aj? :D
banyak koq yang menyebabkan orang menjadi homo.
Yang guwe tahu, lingkungan berpengaruh besar.
ada orang yang homo, gara-2 pernah diajarin oleh rekan sekamar homo-an.
ada orang yg homo, gara-2 pernah secara nggak sengaja nonton BF / majalah yg homo.
Yang jelas, lingkungan berdampak / berpengaruh besar.
Kalo nyebutkan satu persatu, emank banyak banget sebab musababnya.... :haha
Kemudian, kita pikir dulu... kenapa orang bisa jatuh dan masuk ke lingkungan homo. Sebab, ini tentu beda dengan ngelihat orang yg udah homo, dan terus di cek genetiknya / gen nya / hormonnya.
Contoh yang lain. Kasus pecandu narkotika. Badan dia, sebelum jadi pecandu narkotik, tentu nggak perlu narkotik. Setelah dia jadi pecandu, tentu badan hormon darah otak, udah addicted ke narkotika. Apakah setelah melihat kenyataan itu, kita bis abilang bahwa Tuhan udah nyiptain dia sebagai pecandu narkotik ? :nono
Kebutuhan biologis pun demikian. Banyak cara utk memenuhinya. prostitusi, homo, hetero, merid, free love, ML dgn binatang (kalo ada), dll. Kalo orang udah biasa ke prostitusi dan bisa milih-2 di sana, terus nggak bisa terpenuhi kebutuhan biologisnya dikala dia ML dgn istri / suaminya. Apakah itu sudah taqdir Tuhan bahwa dia harus ke prostitusi terus ? :nono
Tujuan sama: pemenuhan kebutuhan biologis.
Kepuasan, itu relatif.
Guwe jamin, semakin mendekat ke neraka, semakin memuaskan dech... :haha
dalam suatu ibarat,
Jalan ke syurga itu mendaki, dan dikelilingi ujian dan rintangan yg berat. Terkadang, harus ditebus dengan darah, air mata ataupun nyawa.
Jalan ke neraka itu turun, dikelilingi oleh kesenangan, keindahan, tawa dan riang
Alternatif lain daripada homoan,
1. ditukar aja dech kelaminnya; dengan melalui operasi. Kayak alm Dorce.
2. pakai cara pengobatan, dengan merangsang kelenjar untuk memproduksi hormon sesuai dengan jenis kelamin lu.
elwing
August 07, 2003, 14:37
bukannya jenis kelamin itu takdir yang sebenernya ngga bisa diubah :eek:
apa karena manusia bisa ngubah trus diperbolehkan? :eek:
sikhasep
August 07, 2003, 14:56
Originally posted by elwing
bukannya jenis kelamin itu takdir yang sebenernya ngga bisa diubah :eek:
apa karena manusia bisa ngubah trus diperbolehkan? :eek:
Gue setuju ma elwing :bravo:
dengan catatan ::hehe
Perubahan jenis kelamin sebagai mana yg dimaksudkan oleh Alfa adalah misalnya gini,
Katakan lah elo terlahir sebagai ceweq, tapi ternyata punya alat kelamin cowoq::eeek:: dan sisi kejiwaan pun elo ceweq, misal suka maen boneka, berias, menyukai cowoq, dst.
Nah kasus ini bisa disempurnakan melalui dunia medis untuk membuat kehidupan elo menjadi lebih baik, dalam arti kata lo gak dianggap manusia aneh dan dikucilkan masyarakat. Dan elo bisa kembali menjalani kehidupan elo sebagaimana yg elo idam**kan (jadi ceweq seutuhnya).
Namun klo dasarnya die cowoq tulen, dan ternyata dari sisi kejiwaan amlah menyukai cowoq bukan ceweq lazimnya, nah ini yang dilaknat. Karena perbuatan itu menyimpang dari kodrat nya :damai:
oleole
August 07, 2003, 16:01
pernah kebayang enggak kalo ulama gay dan kemudian MUI melegalisir ulama gay karena perlunya mengakomodasi kelompok gay.
Padawan
August 08, 2003, 00:10
Originally posted by sikhasep
Gue setuju ma elwing :bravo:
Katakan lah elo terlahir sebagai ceweq, tapi ternyata punya alat kelamin cowoq::eeek:: dan sisi kejiwaan pun elo ceweq, misal suka maen boneka, berias, menyukai cowoq, dst.
Nah kasus ini bisa disempurnakan melalui dunia medis untuk membuat kehidupan elo menjadi lebih baik, dalam arti kata lo gak dianggap manusia aneh dan dikucilkan masyarakat. Dan elo bisa kembali menjalani kehidupan elo sebagaimana yg elo idam**kan (jadi ceweq seutuhnya).
Namun klo dasarnya die cowoq tulen, dan ternyata dari sisi kejiwaan amlah menyukai cowoq bukan ceweq lazimnya, nah ini yang dilaknat. Karena perbuatan itu menyimpang dari kodrat nya :damai:
hmm, jadi semua cowok yg bersisi kejiwaan ce (dlm hal ini, menyukai co) hrs ganti kelamin?
sikhasep
August 08, 2003, 00:44
Originally posted by oleole
pernah kebayang enggak kalo ulama gay dan kemudian MUI melegalisir ulama gay karena perlunya mengakomodasi kelompok gay.
Coba lo perjelas dulu definisi gay yang lo maksud :damai:
Originally posted by Padawan
hmm, jadi semua cowok yg bersisi kejiwaan ce (dlm hal ini, menyukai co) hrs ganti kelamin?
Lho....lo narik kesimpulan itu dari mana tuh
:bingung:
Shun_En
August 08, 2003, 04:09
Wakzz..!! Tambah seru ajah nih topik...!! :salut: Dan kaya'nya makin panjang ajah...!!
(maksudnya...??? ::crash::)
moonlit
August 08, 2003, 08:07
Originally posted by Padawan
hmm, jadi semua cowok yg bersisi kejiwaan ce (dlm hal ini, menyukai co) hrs ganti kelamin?
hahahahahahaa....
lucu banget niiy.....
sori sori no offense cuma lucuuu... :haha
reynaldidie
August 08, 2003, 08:31
sory ikutan ya, kalo engga salah sih yg pernah gw baca dari hasil riset. kalo anak perempuan itu dia membawa kromosom xx n kalo anak laki dia membawa kromosom xy. jadi sesungguhnya pria itu bisa dikatakan memiliki unsur perempuan didirinya, jd bisa jd juga dia menjadi gay krn hal tsb.
AlfaOmega
August 08, 2003, 08:44
Originally posted by elwing
bukannya jenis kelamin itu takdir yang sebenernya ngga bisa diubah :eek:
apa karena manusia bisa ngubah trus diperbolehkan? :eek:
Lu bener elwing.
Ganti kelamin itu nggak boleh :bravo:
Terima kasih atas koreksinya
:cool:
Berarti, jalan medis nya ya penyuntikan hormon. Jadi kayak program Keluarga Berencana :kakaka:
begawan
August 10, 2003, 14:24
Originally posted by Wuller
Eits..... hati2 brur klo nulis, biar gimana juga (segala sesuatunya yg terjadi di dunia ini adalah atas izin dan perkenannya) + (Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu yang merubahnya sendiri). So, itu terserah Allah-lah yang berkehendak, kita gak bisa apa2. Tapi berhubung kenyataanya sekarang jadi marak itu berarti atas kehendaknya/ ijinnya Dia juga kan? (mungkin) Ini tanda2nya mo kiamat. Gw rasa ente kudu hati2 deh ama tulisan. Ok ::peace::
jadi bisa gw ambil kesimpulan bahwa homoseksual seperti yg kata elu marak sekarang ini ADALAH KEHENDKNYA??? MOHON DIJAWAB RINGKAS SAHAJA
oleole
August 11, 2003, 14:21
quote:
Originally posted by oleole
pernah kebayang enggak kalo ulama gay dan kemudian MUI melegalisir ulama gay karena perlunya mengakomodasi kelompok gay.
Coba lo perjelas dulu definisi gay yang lo maksud
gwe paling parah bikin definisi. tapi gwe cuma pengen nanya, gimana kalo kasus legalisasi pemuka gama anglican gay terus dilegalisasi petinggi anglican di amrik ma uk, terjadi dalam islam.
mudah-mudahan nggak bakal pernah kejadian.
AlfaOmega
August 11, 2003, 14:24
Originally posted by oleole
gwe paling parah bikin definisi. tapi gwe cuma pengen nanya, gimana kalo kasus legalisasi pemuka gama anglican gay terus dilegalisasi petinggi anglican di amrik ma uk, terjadi dalam islam.
mudah-mudahan nggak bakal pernah kejadian.
Ini nich firman Allah SWT:
"Jika kamu berpaling, Dia akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, dan mereka tidak seperti kamu." (Muhammad: 38)
Sebagai contoh
Jadi, kalo kita semua umat Islam di dunia ini tidak bisa menjaga Masjidil Haram di mekkah. Maka ayat diatas bakal berlaku.
Jika semua umat islam telah melenceng dari jalan Allah yang lurus (misalkan gay), maka bakal muncul umat islam dari golongan lain (dari arah yang tidak disangka-2) yang lebih memahami islam dengan ijin Allah SWT.
sikhasep
August 11, 2003, 14:29
Originally posted by oleole
gwe paling parah bikin definisi. tapi gwe cuma pengen nanya, gimana kalo kasus legalisasi pemuka gama anglican gay terus dilegalisasi petinggi anglican di amrik ma uk, terjadi dalam islam.
mudah-mudahan nggak bakal pernah kejadian.
Gue gak kan berandai-andai, karena dasar legalisasi dari ulama terhadap gay tentunya harus didasari ayat** dan hadis nabi Muhammad SAW. Yang patut dicermati tinggal ayat dan hadis bagaimana yang dipakai buat melegalisasi kaum gay :bravo:
ayoklah
August 11, 2003, 14:56
Jadi gay.. jadi gay aja deh... Ga usah masuk2in ke agama. Kecuali ada gay mo jadi ustadz...
Legalisasi dulu ganja, baru deh.. legalisasi gay...
Bastian78
August 13, 2003, 00:14
Originally posted by alfaromeo
link (http://hmb.utoronto.ca/HMB265H/Lecture%2015/Lecture15.pdf) halaman 18 sampe selesai
Turner Syndrome, gen X:
1. terjadi 1 dari 5000 kelahiran bayi ce
2. 99% lethal dalam kandungan
3. female
Klinefelter Syndrome, XXY
1. terjadi pada 1 dari 1000 bayi kelahiran bayi co
2. 20% mati dalam kandungan
3. cowoq
4. infertil / mandul
5. IQ rendah
Trisomy X, XXX
1. Female
2. Fertile
3. Tall / tinggi / jangkung
4. Lower IQ
Kalo guwe lihat kenyataan di lapangan, homosex koq akalnya normal, alias IQ nya tidak jongkok. Malahan ada yang sarjana, professional, anggota dewan rakyat, dll.
Kalau itu ada kesalahan genetika terutama kromoson sex... ya guwe sangsi atas kebenarannya.
Yang guwe yakini adalah, kaum homo sex itu adalah manusia dgn kromosom biasa, yang pintar sedemikian rupa, sehingga bisa mengangkat kebiasaan homonya dgn alasan genetik. Padahal, (menurut guwe) dia secara psikologi sakit.
alfa, blom bisa bedain penyakit cacat seluruh kromosom ama cacat gen doang ya :hehe
lagian dari teori yang ada , ga ada yang bilang homosexuality itu kelainan kromosom satu rantai gitu (seperti halnya trisomy, Klinefleter dll), kalo kelainan kromosom gitu mah udah pasti fenotipnya abnormal. Yang dibilang adalah ada suatu lokasi abnormal di suatu gen di suatu kromosom .
Jadi cuma suatu lokasi di suatu gen tertentu aja.......Jadi seperti kalo manusia kena Diabetes Mellitus atau hypertension, itu masalah satu-dua gen di suatu rantai kromosom (bukan seluruh kromosomnya).
Kalo soal dosa atau nggaknya di dalam ajaran agama Islam, gue ga bisa komen. Cuma gue di sini mau jelasin aja, bahwa kelainan seluruh kromosom itu lain dengan kelainan gen semata....jadi trisomy, Klinefelter, super-female, Turner, Down,Patou, dll itu ga bisa dipakai contoh
Gion Franklin
August 13, 2003, 02:22
Originally posted by alfaromeo
Guwe pernah mbaca novel sewaktu smu dulu. Ceritanya, seorang pemuda tertimpa kecelakaan, yang berakibat pada aktivitas sex nya. Tuch pemuda.... akibat kecelakaan tersebut, dia jadi impotent. tetapi, dia berusaha keras untuk menghilangkan impotent dia tersebut.
Dia udah mencoba berpacaran beberapa kali. Dan dia gagal terus. karena dia minder, impotent, nggak mo mengecewakan si ceweq, dan lain-2.
Akhirnya, tuch cowoq nekad lho....
Dia ke tempat prostitusi dengan tujuan untuk membuktikan apakah dia impotent ato nggak. :kakaka:
Singkat cerita, dia pilih seorang dari mereka, dan kemudian dia berterus terang ke si pereq itu tentang keadaan dia.
Wew....
Finally... si pemuda itu bisa normal lho.
Tapi kan analoginya berbeda... :bingung:
Si pemuda tsb impoten karena kecelakaan, bukan impoten karena sudah dari lahir...
Gion Franklin
August 13, 2003, 02:25
Originally posted by alfaromeo
Berarti, jalan medis nya ya penyuntikan hormon. Jadi kayak program Keluarga Berencana :kakaka:
Penyuntikkan hormon ini emang udah pernah ada yang mencoba? Dan hasilnya?
AlfaOmega
August 13, 2003, 09:31
Originally posted by Bastian78
alfa, blom bisa bedain penyakit cacat seluruh kromosom ama cacat gen doang ya :hehe
Mungkin begitu... lu khan ahlinya soal biology. Makanya, ada nggak prove (recognised research paper) gen gay, gen hetero sex, gen lesbi ?
Sejauh yang guwe baca, belum ditemukan kaitan antara gen dengan gay. Silakan baca bbc (http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/325979.stm) dengan sini (http://www.madsci.org/posts/archives/aug97/862927470.Ge.r.html).
Sebagian besar scientist bilang hubungan antara gay dgn gen: "Probably yes, at least partially."
First of all, is it a disease? Most people won't think so (except the maybe sick-making 'Ellen-coming-out' event). However, there is some research which points to some genes which may be involved. It can also have something to do with the environment in which people are raised. Many people may be gay but don't wish to express it, which will give bad results in large scale tests.
Lady Synthesizer
August 13, 2003, 10:03
hmm :hmmm: menarik nich. gua ikutan baca ach.. :)
Bastian78
August 13, 2003, 12:09
Originally posted by alfaromeo
Mungkin begitu... lu khan ahlinya soal biology. Makanya, ada nggak prove (recognised research paper) gen gay, gen hetero sex, gen lesbi ?
Sejauh yang guwe baca, belum ditemukan kaitan antara gen dengan gay. Silakan baca bbc (http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/325979.stm) dengan sini (http://www.madsci.org/posts/archives/aug97/862927470.Ge.r.html).
Sebagian besar scientist bilang hubungan antara gay dgn gen: "Probably yes, at least partially."
First of all, is it a disease? Most people won't think so (except the maybe sick-making 'Ellen-coming-out' event). However, there is some research which points to some genes which may be involved. It can also have something to do with the environment in which people are raised. Many people may be gay but don't wish to express it, which will give bad results in large scale tests.
kan gue pernah kasih bbrp sourcenya di thread lain,2 rcognized research juga, nanti gue coba cari lagi, dulu soalnya waktu pendidikan pernah disuruh bikin paper ini sih....
mungkin ini salah satunya (ada bbrp actually):
http://www-2.cs.cmu.edu/afs/cs.cmu.edu/user/scotts/bulgarians/nih-nyt.html
tentu aja perdebatan soal ada ga faktor gen atau nggak ini terus berlanjut, dengan para ahli ketemu hasil yang beda-beda dan extensive research terus being made. Tapi agaknya yang sekarang ini, arahnya itu mengatakan :'ada hubungan antara gen dan gay'. (jadi berat yang ke setuju)
Kalo pendapat gue sih, seperti gangguan psikiatris lainnya (walaupun sejak taun 83, homosexuality udah bukan dimasukan ke dalam psychiatric disease)....semua itu terjadi karena faktor bio-psycho-social. Jadi ketiga faktor ini berperan, gennya ada (bio), adanya suatu kelainan pada masa perkembangan (psycho) dan lingkungan juga (social). Untuk berapa persennya pembagiannya, tentu gue blom bisa jawab.....gimana ngukurnya juga ya ? :hehe
Tapi kalau elo tanya pendapat gue pribadi, seorang Bastian aja, dengan sebatas pengetahuannya dan pengalaman dan pengamatannya, gue bilang paling besar itu gen, kedua pertumbuhan , ketiga baru lingkungan.
Saffran
August 13, 2003, 14:49
...dan Mike Benjie, yang merasakannya, setuju ama kalimat terakhir Bastian78.
Gion Franklin
August 14, 2003, 04:13
Originally posted by begawan
justru itu, kalo emang bener tuhan menciptakan homoseks
gw bakal jadi org pertama yang NGGAK PERCAYA TUHAN :hehe
So admit it... as your promise...
Emange begitu kenyataannya... ::jinjit::
begawan
August 14, 2003, 08:46
apa? kenyataannya TUHAN MENCIPTAKAN HOMOSEKSUAL :kakaka::haha
AlfaOmega
August 14, 2003, 09:03
guwe baru kepikiran tentang hadits Rasul:
Yang intinya:
Setiap perbuatan baik, bakal ada balasannya.
Setiap perbuatan keji, bakal ada balasannya.
Jika anak cucu Adam melakukan perbuatan keji, maka bakal setitik tanda pada dirinya. Kalo banyak perbuatan keji dilakukan, maka tanda itu bakal menutupi sehingga susah bagi dia untuk menerima kebenaran.
Jika gen gay / lesbon / homoseks itu ada... bisa jadi inilah tanda / cap karena perbuatan dia dari Tuhan. :shock:
Subhanallah
[doa] Semoga kita termasuk golongan orang-2 yang sholeh {) ::finger::
malaikatbaru
August 24, 2003, 10:38
esktrimnya sih kalo semua manusia homo pasti umat manusia punah karena gak ada yg bakal bikin anak lagi...? tapi dengan teknologi bayi tabung dan kloning ..punya anak kan gak perlu lewat hubungan seks.
gue sih percaya gay/lesbian ataupun waria itu kekurangan sejak lahir...apa bisa disamakan dengan cacat yg lain spt buta, tuli...so mereka harus hidup dgn itu dan gak bisa protes ke Tuhan
begawan
August 24, 2003, 15:14
ngapain juga mrk protes ke tuhan????
bunda naila
August 26, 2003, 01:04
Originally posted by alfaromeo
Jika gen gay / lesbon / homoseks itu ada... bisa jadi inilah tanda / cap karena perbuatan dia dari Tuhan. :shock:
trus.. emm.. apa bedanya sama cacat bawaan lain?
sikhasep
August 26, 2003, 01:31
kok jadi panjang ya bahasannya dan berkesan saling menguji, bukan nyari yang benernya :hehe
begawan
August 26, 2003, 04:25
justru gw nanya tuh simple aja :
apa iya Tuhan niptain HOMOSEKSUAL
udah
malaikatbaru
August 26, 2003, 05:31
kenapa harus meragukan kemampuan Tuhan...Tuhan membuat ciptaan yg sempurna dan tidak sempurna selalu ada maksudnya supaya makhluknya saling menolong dan saling belajar..
Sedikitpun pikiran manusia gak bisa menjangkau Tuhan...
dragz
August 26, 2003, 05:31
pertanyaan susah juga :hehe
darimana sifat homoseksual ?
dari 'jiwa' atau 'tubuh' ?
aleks75012
August 26, 2003, 08:36
Tuhan menciptakan atau tidak para Homoseksual,
hmm...harus nanya ke Dia langsung kali :D
begawan
August 26, 2003, 10:09
then, apakah homoseksual itu cacat bawaan dari lahir?
gw kira nggak
fitrahnya manusia, laki ya laki
perempuan ya perempuan
itu yg pertama
begawan
August 26, 2003, 10:13
Originally posted by malaikatbaru
kenapa harus meragukan kemampuan Tuhan...Tuhan membuat ciptaan yg sempurna dan tidak sempurna selalu ada maksudnya supaya makhluknya saling menolong dan saling belajar..
Sedikitpun pikiran manusia gak bisa menjangkau Tuhan...
sama sekali ini bukan keraguan untuk tuhan
ok, kalo gitu, misal tuhan menciptakan homoseksual
namun ia melaknat juga org2 yg demikian
so siapa yg salah???
kalo tuhan menciptakan homoseksual, kenapa justru dia melaknat homoseksual tersebut?
sama aja nanya : apa org yg jahat itu emang diciptakan tuhan untuk jahat?
wah, kalo gitu gw mau diciptakan jadi org baik donk, jadi ulama aja, biar masuk surga
dragz
August 26, 2003, 10:33
mungkin homoseksual adalah salah satu instrumen cobaan bagi hamba2nya ..
aisyah
August 26, 2003, 18:05
ada artikle juga yg mengatakan bahwa mungkin ada pengaruh gen terhadap perilaku seorang penjahat..
tapi apa karena adanya gen tersebut didalam badan kita berarti kita akan menjadi seorang penjahat itu?
aku rasanya tergantung. gen-nya ada, tapi mungkin saja butuh faktor2 laen ntuk menjadi seorang penjahat itu. Gak hanya faktor gen saja..
Jadi kalo mungkin ada gen homosexual di badan seseorang, dia bisa aja ada pilihan ntuk menjadi seorang homosexual atau tidak. Dan pilihan ini tergantung lingkungan serta social interaction dia...
so even if God did create the homosexual gene in us, we still have a choice in how influential this particular gene is in our lives...
gimana? :D
begawan
August 27, 2003, 05:38
rada setuju :D
Gion Franklin
August 27, 2003, 12:25
Rada setuju? Gak setujunya dimana? :hehe
begawan
August 27, 2003, 15:03
bagi gw tuhan tdk pernah menciptakan homoseksual :haha
dragz
August 28, 2003, 05:43
emang bisa disamakan dengan perilaku maniak2 macam Ted Bundy, Charles Manson gitu ?? :bingung:
bunda naila
August 28, 2003, 05:45
Originally posted by begawan
bagi gw tuhan tdk pernah menciptakan homoseksual :haha
:hehe
trus soal gen itu, menurut elo mungkin salah meneliti ya? atau gimana? :bingung:
begawan
August 28, 2003, 08:08
gw lebih percaya al-qur'an daripada penelitian begitu :hehe
gw tetep pake logika gw :
kalo misal gw diciptakan sebagai homoseksual
dan gw dilaknat sama tuhan
so what??????
gw emang diciptakan homoseksual oleh tuhan, lalu kenapa dia melaknat gw?????
balik ke FITRAH manusia aja : Laki ya laki, perempuan ya peremuan
balik ke tadkir : setau gw dlm islam itu takdir : ajal, hari akhir, jodoh
apa ada manusia ditakdirkan jadi homoseksual??
kalo ada, jadinya kok tuhan kayak maen boneka gitu :haha
bunda naila
August 28, 2003, 08:12
gue sih mikirnya.. kalo emang gen pembawa sifat homoseksual itu ada, mungkin pengaruhnya gak akan besar pada sifat2 yg muncul (phenotype-nya). kayak aisyah bilang, mungkin itu cobaan buat yg bersangkutan, semacem "tantangan" untuk menaklukkan kecenderungan seperti itu, bukan malah ngikutin dan mendapatkan laknatNya :hehe
mirp juga sama penelitian, sedikit anggur merah nggak merusak, tapi malah menyehatkan. ya.. bisa aja begitu, dan kalo punya bukti ilmiah juga gue nggak akan nentang. tapi gue yakin, untuk mendapatkan efek yang sama, nggak harus dengan mengkonsumsi anggur merah. sehat iya, seneng iya, tapi dapet dosa :hehe. justru itu tantangan buat kita untuk menjadi sehat tanpa anggur merah.
aleks75012
August 28, 2003, 09:36
mungkin kaum homoseksual harus jadi monk aja semua,
utk menekan hasrat seksualnya dgn laki (atau perempuan utk lesbian) :haha
itu kalau perumpamaan dgn anggur merah. Tidak mau dosa minum alkohol, jgn minum;
tidak mau dosa hubungan homoseksual, jgn berhubungan dgn sejenis.
Di agama yg dilarang adalah perbuatannya, bukan hasrat nya. wonk hasrat sex itu pasti setiap ada di setiap manusia, hanya beda di orientasi aja.
Lalu siapakah yg menciptakan "hasrat" dan "naluri" itu? mungkin semua sudah tau jawabannya:D
sama dgn di filsafat hukum, orang yg hanya berniat melakukan pelanggaran hukum tidak bisa dianggap melanggar hukum, kecuali jika sudah ada perencanaan konkrit, atau melakukan tindakan awal yg mengarah ke pelanggaran.
dragz
August 28, 2003, 09:50
sama juga dengan dosa kok, berencana melakukan dosa, masih belum di itung , baru 'post' doang
pas melakukannya baru di 'commit'
kalo gak jadi ya di 'rollback' :haha
begawan
August 28, 2003, 09:55
"hasrat" gw selalu kembali ke fitrah manusia
laki ya hasrat ke perempuan
perempuan hasrat ke laki
perbuatan muncul dari hasrat
aleks75012
August 28, 2003, 09:58
:haha
jadi kesimpulan gue sih, hasrat homosexual itu alamiah dan tidak dilarang. jadi orang teriak "I'm gay (or lesbian)" tidak dosa dr ukuran agama.
kalau sudah melakukan sodomi atau sejenisnya, nah itu yg dilarang dan berdosa menurut ukuran agama (atau hukum negara , jika UU di suatu negara menyebutkan hal itu).
sikhasep
August 28, 2003, 10:11
Originally posted by aleks75012
:haha
jadi kesimpulan gue sih, hasrat homosexual itu alamiah dan tidak dilarang. jadi orang teriak "I'm gay (or lesbian)" tidak dosa dr ukuran agama.
kalau sudah melakukan sodomi atau sejenisnya, nah itu yg dilarang dan berdosa menurut ukuran agama (atau hukum negara , jika UU di suatu negara menyebutkan hal itu).
bisa aja lo leks :haha
sekiranya aleks punya hasrat ke cowoq alamiah dong leks ya :hehe
aleks75012
August 28, 2003, 11:58
gue jawab: iya
asal baca dan hubungkan dgn 2 post naila dan gue yg di atas.
aleks75012
August 28, 2003, 13:33
Originally posted by begawan
perbuatan muncul dari hasrat
kalau orang yg terganggu jiwanya (gila misalnya)
lalu orang itu bugil di tengah jalan,
apakah itu hasrat dia juga nggak ya?
*but gue nggak bermaksud ingin menggiring opini homoseksual = gila loh ;D
bunda naila
August 29, 2003, 00:58
hueheue.. ya.. gue kira2 mikir kayak Alex gitu. Allah bekerja dengan caraNya yang kadang nggak kita mengerti. gue nggak menutup kemungkinan bahwa fithrah manusia itu "diuji"Nya juga :hehe. mungkin bagi sebagian besar orang, fithrah itu udah bawaan lahir, tapi buat sebagian kecil yg lain, bawaan lahir harus "diluruskan" supaya sesuai fithrah :hehe
begawan
August 29, 2003, 07:24
Originally posted by aleks75012
kalau orang yg terganggu jiwanya (gila misalnya)
lalu orang itu bugil di tengah jalan,
apakah itu hasrat dia juga nggak ya?
*but gue nggak bermaksud ingin menggiring opini homoseksual = gila loh ;D
gila lain lagi donk
ada tuh dlm al-qur'an ayat ttg org gila
sekarang gw nanya lagi, org gila itu diciptakan tuhan-kah?
begawan
August 29, 2003, 07:26
gw percaya gen2 dsbnya itu berpengaruh secara fisik
tapi nggak secara psikolgis
homoseksual dan sebagainya itu kan cacat psikis, bukan fisik
elwing
August 30, 2003, 12:04
Originally posted by naila
hueheue.. ya.. gue kira2 mikir kayak Alex gitu. Allah bekerja dengan caraNya yang kadang nggak kita mengerti. gue nggak menutup kemungkinan bahwa fithrah manusia itu "diuji"Nya juga :hehe. mungkin bagi sebagian besar orang, fithrah itu udah bawaan lahir, tapi buat sebagian kecil yg lain, bawaan lahir harus "diluruskan" supaya sesuai fithrah :hehe
i love this comment :)
aisyah
August 31, 2003, 00:49
menambah :D
ini, buat aku, bisa aja kayak cancer gene (denger2 ada kan. maaf gue lupa2 inget ;D). seseorang yg memiliki family history ama kanker kemungkinan besar memiliki gen tersebut. atau ada keturunannya. tapi apa dia sok pasti akan mendapatkan kanker. tergantung. kehadiran kanker kan juga banyak dipengaruhi oleh lingkungan kita...
atau juga penyakit mental. ini juga ada keturunannnya. aku pernah ngomong ama seorang ibu yg adopsi seorang anak perempuan. trus kita cerita2, dan sempet lah dia cerita ama aku tentang bagaimana anaknya ini ada family history ama penyakit bipolar. dan walo ada tanda2 sedikit bahwa anaknya juga memiliki penyakit ini, dia berusaha sekali supaya nih anak tidak akan jatuh sakit kayak ibunya...supaya tidak terlalu severe...dan ntuk itu, dia menjaga lingkungan nih anak supaya dia tidak banyak dipengaruhi hal2 yg bisa membuat dia jatuh sakit...supaya tidak mengikuti potensi dia ntuk menjadi sakit...
nah dengan ini bukan ada maksud ntuk menyamakan homosexuality ama penyakit, tapi kalo memang bener ada gen homo, bukan berarti nih orang akan menjadi seorang homosexual. potensi ada, ketertarikan ama sesama jenis mungkin besar ada, tapi sampe bener menjadi seorang homosexual belom tentu.
jadi buat aku bisa aja Tuhan menciptakan gene homosexuality...dan buat aku Tuhan tidak maen boneka. Manusia kan juga diciptakan ama "free will". Tinggal kita milih mana jalan yg kita akan ambil. apa dengan adanya gen tersebut berarti kita tidak ada pilihan dalam perilaku kita?
pokerface
September 01, 2003, 03:46
Nabi Musa dan Firaun sama2 punya akal (otak) dan nafsu :D
alvaliant
September 18, 2003, 04:47
kan nggak ada orang yg emang sengaja pengen jd homoseks..
Gion Franklin
September 18, 2003, 04:54
Maxud loe karena emang udah lahiriah??
begawan
September 18, 2003, 16:52
Originally posted by alvaliant
kan nggak ada orang yg emang sengaja pengen jd homoseks..
so????
kesimpulannya?
sikhasep
September 19, 2003, 10:04
Tentang homoseksual, sesungguhnya hukuman bagi pelaku homoseksual itu lebih berat daripada pelaku zina. Hal ini berdasarkan berdasarkan hadis Nabi saw. dari Ibnu Abbas dan 'Ikrimah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda yang artinya, "Barang siapa engkau temukan melakukan pekerjaan kaum Nabi Luth as (homoseksual), maka bunuhlah orang yang melakukannya dan orang yang dikerjai." (HR Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Nasai).
Itu salah satu landasan hukum dalam Islam :)
Jadi bagaimana selanjutnya :bingung:
Gion Franklin
September 22, 2003, 13:39
Bila yang bersangkutan (a homosex) melakukannya.
Tapi bila ia tidak ya nggak tho...
sikhasep
September 23, 2003, 03:32
Iya enggak :)
begawan
September 23, 2003, 05:56
nggak iya :haha
Gion Franklin
September 25, 2003, 06:00
Toh gw yakin Allah gak membenci manusia homosexnya tapi yang gak disukai tuh perbuatannya (liwath)...
sikhasep
September 25, 2003, 06:12
Klo gak melakukan praktek homosexual ya gak dosa :)
Sesuatu itu tergantung dari niatnya ;)
bunda naila
September 25, 2003, 06:38
kalo baru niat doang blom dosa ya?
beda ama niat baik dong ya.. ktnya kalo perbuatan baik, walaupun baru niat udah dapet pahala.
sikhasep
September 25, 2003, 07:40
Iya karena niat secara bahasa (semantik) berarti: Maksud, tujuan, keinginan.
Dalam terminologi fiqih niat adalah: "keinginan hati (untuk berbuat) yang dibarengi dengan perbuatan". Ilustrasinya, bila seseorang ingin berpuasa sunat kemudian ia berpuasa, maka ia telah berniat. Bila seseorang hanya berkeinginan (berbuat) tapi
keinginannya itu tak direalisaikan dalam perbuatan, itu bukanlah niat dalam pemahaman fikih. ;)
dragz
September 25, 2003, 07:49
bukannya ada hadits yang mengatakan kalo berniat berbuat baik itu sudah mendapatkan pahala, sedangkan berniat buruk itu selama belum dilaksanakan tidak berdosa ?
sikhasep
September 25, 2003, 10:45
Gue gak dapet hadist yang itu kang Atul :hehe
Denger** sih gitu :rolleyes:
rulez
October 01, 2003, 11:20
Originally posted by Gion Franklin
Nambah sedikit... gw pikir bukan orangnya yang dibenci Allah, tapi perbuatannya (sodomi). Perilaku itu yang dibenci Allah, bukan orangnya. Lagipula homosex itu sendiri juga merupakan kasih sayang, so apakah setan yang mengajarkannya?
Dan terjadinya homosex ini emang bukan karena melulu minder, gak laku di kalangan lain jenis dan sebagainya. Bagaimana dengan homosex yang udah merasakannya sejak kecil? At least itu yang terjadi pada gw :(
Ortu gw pun memperlakukan gw normal˛ aja, dan pergaulan pun baik.
Lo tau kisah Sodom & Gomorah ?
dia itu ceritanya ada di waktu nabi Luth..
Allah melaknat mereka....
dan lagian homo itu menantang hukum alam
mAGNET kutub2nya ga akan bisa nempel
minyak ama air ga akan bisa menyatu
Gion Franklin
October 02, 2003, 03:47
Originally posted by rulez
Lo tau kisah Sodom & Gomorah ?
dia itu ceritanya ada di waktu nabi Luth..
Allah melaknat mereka....
dan lagian homo itu menantang hukum alam
mAGNET kutub2nya ga akan bisa nempel
minyak ama air ga akan bisa menyatu
Yupe, I know that.
Tapi selama mereka gak melakukan praktek homosexual tsb (liwath), gw yakin Allah gak akan melaknat mereka. ;)
Allah itu Maha Penyayang kok. Yang tidak disukai-Nya adalah perbuatan, bukan manusianya.
Di sisi lain, masyarakat lelaki kaum Sodom telah menyia˛kan isteri mereka yang sah. Itu salah, karena mereka sudah sah beristeri terus kenapa malah 'banting setir'??
sikhasep
October 02, 2003, 04:41
Gion... :bravo:
Saffran
October 02, 2003, 11:30
Betul. Ada perbedaan yang jelas banget dong di cerita Sodom & Gomorah. Kalau dibaca dari awal (well, gue baca dari Alkitab - Perjanjian Lama :)), para lelaki yang akhirnya menjalankan homoseksualitas itu dulunya adalah kepala2 keluarga, dan sebagian lagi pemuda yang 'ditulari'.
begawan
November 02, 2003, 12:56
untuk urusan jadi imam gimana?
menurut para homo
gay sama banci itu beda lo
kalo gay, co yang suka co
kalo banci co yang kepengen jadi co
nah, gimana dong??
Gion Franklin
November 03, 2003, 04:29
Bukannya kalo banci meng-imami yang banci pula atau wanita??
Kalo gay mungkin bisa meng-imami cowok...
begawan
November 05, 2003, 06:43
nah yg gw tau kan cuma ada kata2 'banci'
dlm islam, apa gay itu termsuk banci?
virgo
September 18, 2005, 06:50
ak mau tanya nich gimana hukumya suka sejenis
kayak homosek , lesbian , banci yang mereka suka sama sejenis
mereka kan ga ingin di lahirkan sebagai banci trus homo lesbi dll
mereka juga di lahirkan pingin normal.....mereka juga ingin seperti mereka
memang ada yang pengaruh lingkungan ada juga yang bawaan
gimana menurut anda anda semua
mereka ga ingin jadi homo , banci , lesbi dlll
jadi gimana hukumya :( :cool:
evolver
September 18, 2005, 07:59
hidup ini adalah pilihan, kitalah yg memilih apa kita itu...
selama ini sebagian manusia hanya bisa menuntut dan mengemis belas kasihan, sekaranglah saatnya untuk memilih ingin apa dan bagaimana...
jikalau ada kemauan pasti ada jalan...
maukah kita melihatnya??
:)
ndableg
September 18, 2005, 09:25
kalo ada bencong nyesel jadi bencong, ya ga ada di taman lawang lah...
virgo
September 18, 2005, 15:16
lo kl ga percaya tanya aja bencong itu sebenerya pingin normal apa kagak
mereka itu tidak kuat menahan nafsu
so dah sifatnya suka ma co
]
Ruddy
September 18, 2005, 15:44
dalam Al Qur'an sudah jelas bahwa yang boleh dinikahi hanya lawan jenis. kalau tidak begitu, buat apa Allah SWT menciptakan makhluk hidup jantan dan betina?
evolver
September 18, 2005, 17:06
Originally posted by virgo
lo kl ga percaya tanya aja bencong itu sebenerya pingin normal apa kagak
mereka itu tidak kuat menahan nafsu
so dah sifatnya suka ma co
tidak kuat?? yakin karena tidak kuat??
kalo pertanyaannya diganti, pemerkosa bagaimana hukumnya? dia kan pengen normal cuman ga kuat aja nahan nafsunya??
pembunuh bagaimana hukumnya? dia kan pengen normal cuman ga kuat aja nahan nafsunya??
dst...
hidup ini adalah pilihan, kitalah yg memilih apa kita itu...
selama ini sebagian manusia hanya bisa menuntut dan mengemis belas kasihan, sekaranglah saatnya untuk memilih ingin apa dan bagaimana...
jikalau ada kemauan pasti ada jalan...
maukah kita melihatnya??
:)
mysterious
September 19, 2005, 15:51
hhmm..menarik sekali nih pertanyaannya teman kita.
gue pernah baca kalau rasa mencintai sesama jenis itu ga berdosa, selagi ga sampai bersetubuh. apa bener??
S0ra
September 20, 2005, 01:01
Originally posted by Ruddy
dalam Al Qur'an sudah jelas bahwa yang boleh dinikahi hanya lawan jenis. kalau tidak begitu, buat apa Allah SWT menciptakan makhluk hidup jantan dan betina?
buat ditonton waktu mereka ml
suka bokep juga keliatannya
AlfaOmega
September 20, 2005, 13:59
suka dalam makna perasaan suka seperti layaknya seorang female in love kepada male. Itu dilarang :nono
Tapi kalau suka dalam makna suka gaul, ngobrol. Insya Allah itu hal 'mubah' saja.
Bebek21
September 20, 2005, 14:17
Suka mah nggak papa, tapi kalo sampe kepikiran utk terus bersama, doing sexual intercourse, dan nggak mau lagi dengan lawan jenis, berarti tak tertolong.
Jadi inget, temennya temen gw pesolek bgt. Dia cowok tapi urusan merawat diri jauh lebih teliti drpd cewek. Karena selalu kemayu, byk cowok yg naksir dia. Dia biasanya manfaatin tuh cowok2 buat beliin dia parfum mahal.
Stlh bertahun2 kayak gitu terus, semua org pada memandang dia homo. Dia bilang sih dia nggak homo, tapi karena ada seorg homo yg nembak dia dan bilang ke dia, "Lo tuh sebenarnya homo kayak gw!" akhirnya temennya temen gw itu jadian juga sama dia. Tapi dia masih bertanya2 sih, dia homo atau bukan. ;D
Bebek21
September 20, 2005, 14:21
Padahal, temen gw (si Ayam) udah berkali2 ngingetin dia ttg azab Allah terhadap penyuka sejenis. Ttp aja nih cowok bertanya2, "Gw homo nggak sih? Gw sih udah pernah 'main' sama 'cowok' gw, tapi gw masih nggak yakin ini homo atau bukan." ;D
evolver
September 20, 2005, 17:23
^ ahahaha.. geloo... parah euy... kacau..kacau...
yah bagaimanapun semoga dia bahagia deh... ^^
virgo
September 21, 2005, 08:45
trus kl manusia di ciptkan berpasang pasangan knp ada gay , bencong , homo , lesbi
knp trus ada itu ... trus orang orang itu tempatny di mana gitu loohjjj...
trus siapa sih yang mau jd homo gay lesbi
inginnya normal semua
tapi kok ada gitu loh
menurut u gimana
Sikhasep Jr
September 21, 2005, 09:17
Original posted by virgo
ak mau tanya nich gimana hukumya suka sejenis
kayak homosek , lesbian , banci yang mereka suka sama sejenis
mereka kan ga ingin di lahirkan sebagai banci trus homo lesbi dll
Pada dasarnya hubungan sejenis adalah perbuatan yang diharamkan dan dilaknat oleh Allah SWT. Allah SWT memberikan hukuman yang keras terhadap pelaku homoseksual/lesbian ini :
Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya (QS 4:15)
Perbuatan keji tsb termasuk didalamnya adalah zina atau hubungan dengan sejenis (lesbian), sedangkan jalan lain yang dimaksud ayat diatas adalah sebagai mana yang tertuang dalam QS 24:2.
Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS 4:16)
Ayat diatas adalah mencakup hukuman bagi pelaku zinah, homoseksual, dan lesbian.
Rasulullah saw bersabda : "Wahai para pemuda, apabila siapa diantara kalian yang telah memiliki ba'ah (kemampuan) maka menikahlah, karena menikah itu menjaga pandangan dan kemaluan. Bagi yang belum mampu maka puasalah, karena puasa itu sebagai pelindung." (HR Muttafaqun 'alaih).
ba'ah (kemampuan) itu secara lughotan wa istilahan adalah kemampuan untuk melakukan jima' (dengan lawan jenis) sebagai salah satu fungsi dan tujuan pernikahan.
Oleh karena itu, dalam kaitannya dengan prilaku homoseksual/lesbian maka hal ini dapat berarti hilangkanya "kemampuan" (ba'ah) tsb terhadap lawan jenisnya sehingga jika "kemampuan" tsb hilang maka Rasulullah saw menganjurkan puasa agar bisa menekan gejolak syahwatnya.
Tidak ada cara lain dalam Islam selain puasa bagi yang berpenyakit homoseksual/lesbin. Dan tidak pernah juga Islam membolehkan terjadinya hubungan badan antara sesama jenis, karena hal ini termasuk dalam ZINA dan hukumannya adalah sebagaimana yang tercantum dalam QS 24:2 bagi pezina ghairu muhsan dan rajam bagi pezina muhsan sesuai hadist.
Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Umar bin al-Khattab berkhutbah : "Sesungguhnya Allah SWT mengutus nabi Muhammad SAW dengan haq dan juga menurunkan kepadanya Al-Kitab (Al-Qur'an). Dan di antara ayat yang turun kepadanya adalah ayat rajam. Kami telah membacanya dan memahaminya. Dan Rasulullah telah merajam dan kami pun juga telah merajam. Sungguh aku khawatir setelah masa yang panjang nanti akan ada seorang yang berkata, "Kita tidak mendapati keterangan tentang rajam di dalam Qur'an." Maka orang itu telah menyesatkan dengan meninggalkan faridhah (kewajiban) yang telah Allah turunkan. Hukum rajam adalah benar bagi pezina baik laki-laki maupun perempuan yang muhsan, yaitu bila telah ditegakkan bayyinah (saksi) atau pengakuan. Demi Allah, jangan sampai ada orang yang mengatakan bahwa Umar telah menambahi ayat Al-Qur'an." (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmizy dan An-Nasa'i)
Lafadz rajam tsb memang telah dinasakh ayatnya, tetapi hukumnya tetap berlaku yaitu sesuai perintah Nabi saw. Hal ini tidak aneh karena Allah SWT sendiri telah berfirman :
Ayat mana saja yang Kami nasakh-kan, atau Kami jadikan lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 2:106)
Dan hal ini sesuai dengan keumuman makna hadist berikut :
Rasulullah saw bersabda : "Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga hal : [1] orang yang berzina, [2] orang yang membunuh dan [3] orang yang murtad dan keluar dari jamaah." (HR Muttaq 'alaih)
Memang bahwa ada homseksual/lesbian yang terlahir dengan kondisi seperti itu. Namun hal ini tidaklah menjadikan bolehnya melakukan hubungan sejenis karena Allah SWT dan Rasul-Nya melarang perbuatan tsb. Oleh karena itu, jalan yang terbaik adalah puasa dan mudah2an Allah memberi kekuatan kepadanya dan memasukkannya kedalam surga-Nya bagi orang2 yang ta'at dan takut kepada hukum Allah.
Wallahu'alam
evolver
September 21, 2005, 10:22
Originally posted by virgo
trus kl manusia di ciptkan berpasang pasangan knp ada gay , bencong , homo , lesbi
knp trus ada itu ... trus orang orang itu tempatny di mana gitu loohjjj...
trus siapa sih yang mau jd homo gay lesbi
inginnya normal semua
tapi kok ada gitu loh
menurut u gimana
lo baca postingan gw napa?
en elo yuh niat nanya buat cari jawaban atau apa seeh??
AlfaOmega
September 22, 2005, 15:29
Kenapa ada bencong, gay, dan lain-2....
Sewaktu baru dilahirkan, manusia khan nggak ada yang bencong, gay, dan lain-2. Manusia itu netral.
Pada suatu masa adalam hidupnya, dia akhirnya menentukan pilihan.....
Akhirnya, ada yang memilih jalan hidup sebagai homo
ada yang memilih jalan hidup sebagai hetero
ada yang nge jomblo
Setelah terjerumus dalam kehidupan gay, akhirnya dia bilang bahw aitu udah takdir / kodrat dari Allah. Dia pun bisa membuktikan bahwa di gen dia ada gen untuk homo. :rolleyes:
Semua manusia pada awalnya khan nggak ada yang pecandu narkotika. Terus ada yang terjerumus dalam kehidupan narkotika. Karena udah nge candu, terus dia berusaha nge buktikan bahwa didalam dirinya ada gen untuk pecandu narkotika. Dgn membandingkan gen nya orang normal, dgn pecandu...
Memang, bakal ditemukan adanya perbedaan. :hehe
Point yang berusaha guwe sampaikan adalah....
tidak ada seorang manusia pun yang mengetahui taqdir Allah SWT. :nono
mengapa dia memilih kehidupan gay daripada kehidupan hetero atau nge jomblo ? :haha
mengapa dia memilih kehidupan sebagai pecandu rokok daripada bukan perokok ?
mengapa dia memilih kehidupan sebagai pecandu narkotik daripada bukan pecandu narkoba ?
mengapa mengambil jurusan IPA daripada IPS ?
mengapa memilih nggak sekolah daripada sekolah ?
justifie
September 25, 2005, 06:03
Originally posted by evolver
lo baca postingan gw napa?
en elo yuh niat nanya buat cari jawaban atau apa seeh??
gw stuju ma lo (elvover)
virgo
September 28, 2005, 03:41
iya ak juga setuju dengan thred u
tuhan kan menciptakan manusia berpasang pasangan
trus yang ak belum paham tahu tuh
tempatnya gay homo bencong itu dimana
so ga semuanya thred u itu benar
ak pingin tau
evolver
September 28, 2005, 15:29
thred u??? maksudnya siapa?
ada juga ini kan thread elo punya... oh maksud lo postingan gw alias pendapat gw ya??
oke deh, asumsiin emang gw yg diajak ngomong, jadi pertanyaan elo adalah tempat gay/bencong/waria/wadam(atau apapun sebutannya-lah) dimana gitu? kalo berbicara tempat sih ya dimana aja mereka mau... emang ada masalah apa??
kalo semisal pertanyaan lo adalah, kok mereka "jadi" gay etc, nah ini dia nih...
seperti yg gw posting sebelum2nya...
mereka yg memilih jalan hidup mereka sendiri...
apa pun itu juga, jadi ga hanya berlaku pada kasus gay etc, juga kepada hal2 yg dipandang negatif oleh khalayak umum semisal, pelacur, pencuri, pembunuh, orang miskin, orang bego etc...
dimana tempat mereka semua yg ge sebutin itu?? ya dimana aja mereka mau...
kenapa mereka seperti itu?? yaa karena mereka yg memilihnya, aah mana ada orang mau miskin, mau bego etc, simpel, dia waktu sekolah belajar ga? atau cuman asal masuk en maen2 di kelas?? atau malah bolos... jadi kalo mereka ternyata ga "pinter" itu pilihan dia kan? karena mentingin main kali? karena pengen nonton, jalan2 etc...(satu studi kasus yg dapat diterapkan kepada contoh kasus yg lain...)
semoga kita sama2 semakin paham... :)
** COMY **
September 29, 2005, 15:32
mulai lagi :o..eror lagi :o..diskusi kok kaya debat kusir si Virgo :(
caliFRAGi
August 24, 2006, 19:14
misi, numpang tanya.
bagaimanakah seharusnya pandangan Islam terhadap waria/bencong/banci/dll yg sejenisnya??
apakah ini termasuk dosa? atau sah-sah saja? atau seharusnya didukung?
maap kalo sudah pernah dibahas (minta link-nya dong kalo sudah pernah dibahas).
Gion Franklin
August 25, 2006, 08:07
Dulu pernah ada... disatuin ama thread tentang homoseksual kalo gak salah... Tapi mendingan dibahas di sini aja yah :)
Hmmm kalo tentang banci, dulu gw pernah buka buku agama (waktu SD). Di situ ada tentang tata cara shalat. Tertulis:
- Pria mengimani jamaah pria, banci, dan wanita
- Banci mengimani jamaah banci dan wanita
- Wanita mengimani jamaah wanita
Kalo ngebaca tulisan di atas, banci diperbolehkan beribadah shalat gitu... artinya dalam Islam udah diterima dong?? ;D
happy
August 25, 2006, 13:06
wew... buku yang mana tuh nulis gituh?
AlfaOmega
August 25, 2006, 16:45
Originally posted by Fritz Fidelle
Kalo ngebaca tulisan di atas, banci diperbolehkan beribadah shalat gitu... artinya dalam Islam udah diterima dong?? ;D
Kesimpulannya tuch.
banci atau pun bencong, memang suatu perbuatan dosa. Walaupun banci atau pun bencong, jika muslim.. tetep ada kewajiban sholat.
:kabur:
happy
August 26, 2006, 04:03
banci/bencong tetep dikategorikan laki2 (walau dia ngakunya perempuan)
jadi bagi muslimah mereka tetap bukan mahrom
doni cakep
August 26, 2006, 12:21
ya...
klo ditanya jlas dosa lah... :o
caliFRAGi
August 26, 2006, 14:30
thanks atas replynya! :D
Originally posted by happy
banci/bencong tetep dikategorikan laki2 (walau dia ngakunya perempuan)
jadi bagi muslimah mereka tetap bukan mahrom
mahrom=?
koq ga ada jawaban pasti?
gw nangkapnya sekarang, banci mmg dosa. tapi kalo terlanjur banci, gpp?
jadi bingung.
baru 1 yg bilang dosa.
gw tunggu jawaban dari yg lain :D
R_Getamped333
August 27, 2006, 06:09
Waria / Bencong / Banci
Menurut Aku Dosa
Jadi Mending Langsung Tobat
happy
August 28, 2006, 04:28
laki2 dilarang berpakaian dan bertingkah laku seperti perempuan, sebegitu juga sebaliknya...
jadi setau saya bencong/waria itu termasuk dosa
wallahua'lam
*mahrom= orang yang dilarang untuk dinikahi, misalnya untuk muslimah mahromnya orang tua, saudara2nya sekandung, kakek, paman2 dari ayah, anak2nya, perempuan2 lain, dll
chinsei imoto
August 31, 2006, 03:29
Originally posted by AlfaOmega
Kesimpulannya tuch.
banci atau pun bencong, memang suatu perbuatan dosa. Walaupun banci atau pun bencong, jika muslim.. tetep ada kewajiban sholat.
:kabur:
g bkn muslim sih, cm mo nanya
kalo sholatny rajin, tetep dosa??? :angel:
AlfaOmega
August 31, 2006, 10:32
Originally posted by chinsei imoto
g bkn muslim sih, cm mo nanya
kalo sholatny rajin, tetep dosa??? :angel:
perbuatan banci / bencong, itu berdosa.
sholat rajin, itu berpahala. berapa besar pahalanya, tergantung kualitas sholatnya.
Semakin baik / tinggi kualitas sholatnya, semakin besar pahalanya.
Semakin baik / tinggi kualitas sholatnya, semakin kecil kemungkinan dia berbuat banci / bencong dengan sengaja. karena, sholat itu bisa mencegah dari perbuatan keji dan munkar. :D
semoga saja, pahala dari sholat bisa menutupin dosa dari perbuatan banci / bencong.
:damai:
happy
September 02, 2006, 04:00
wallahua'lam
Allah maha Adil kok, ga mungkin menzalimi hambanya...
..:: PUMI ::..
September 02, 2006, 16:22
ass..
yg dimaksudkan dgn banci / waria di dalam islam adalah mereka yg dengan takdir Allah SWT dari lahirnya memiliki dua kelamin yakni kelamin pria dan wanita.. krn keberadaannya adalah termasuk qodar, maka hak adanya dan diperbolehkan untuk menjadi imam bagi makmum wanita.. jd banci yg dimaksudkan disini bukanlah para pria yg dengan sengaja melawan takdir dgn mengganti kelamin mereka.. ataupun dgn bergaya bagaikan wanita.. gitu saja..
wassalam
Ali Iskandar
September 03, 2006, 05:52
emg srkng udh kayak trend. Kerana mereka yg bencong bikinan2 itu mula mendapat ruang di dalam masyarakat. Awalnya aktivitas2 mereka dilakukan secara sembunyi2 serta sangat tertutup. Tetapi kesan jaman globalisasi dan teknologi IT moden telah membuka jalur yg lebih luas dan lebih jauh. Kalau di negara barat malah mereka duduk dlm posisi terhormat dalam society. Itu barat.
Bila menyentuh org timur dan ketimuran, seharusnya kultur bencong/waria (yg bikanan2 ini) harus di tangani dengan bijak. Rata2 org timur yg berpendidikan barat, mungkin meliat ini bukan gejala besar dan merbahaya. Tp jauh di hati mereka, mereka sendiri ga mau kalau ada anak atau cucu mereka yg jadi begitu.
Justeru, nilai budaya timur yg murni dan ajaran Islam asli bs menangani ini semua. Cuman mungkin butuh waktu yg rada lama.
Contoh.... seperti pertanyaan di atas, kalau mereka solat nya rajin, apa tetap dosa?
Jawabannya ialah jika solat mereka benar, maka seluruh kehidupan mereka jadi benar. Itu intinya.
Solat bs memelihara mereka dari kejahatan dan dosa.
Solat bs membenarin jalan hidup mereka yang selamat dan sejahtera.
Wallahualam......
justifie
September 05, 2006, 17:03
sori klo gw sebut nama
mau tau dunk pendapat kalian ttg bunda dorce
trus gw juga pernah liat ada waria yg pake busana muslimah, pake jilbab sgala dan gak mau bersalaman dg laki2
mnurut kalian gmn?
ridho_rvk
January 04, 2007, 16:16
aslm,
aku mohon pendapat ato masukan sekalia, simana caranya aku bisa sembuh dari gay....
sholat dan berdo'a ke pada ALLAH SWT udah kujalanin, berdo'a supaya sembuh dari penyakit yg di azab allah ini tapi....bukan kayak mencuri yang kita bisa tahan untuk tidak melakukannya....gay perasaan ku di hati suliiiit bgt menghilangkannya aku terus berdo'a supaya di beri kekuatan tapi.....belum berubah aku mohon....
makasih [thanks]
Gion Franklin
January 04, 2007, 16:36
Wa'alaikumsalam :)
Kamu udah pernah nyoba berobat, konsultasi ke psikiater belum? Kalo ortu kamu belum tau, let them know. Jadi mereka bisa di belakang mu 4 supporting u. Karena, Allah gak akan mengabulkan seandainya kamu gak ada usaha. Berdoa, shalat aja gak ada guna nya kalo kamu juga gak ada usaha. Satu hal lagi, jangan menyerah aja ya. Bila ada yang memvonis kamu gak bisa sembuh, jgn pcaya...
Gion Franklin
January 04, 2007, 16:43
... Gay guys menurut gw, adalah orang-orang yang diberi Allah cobaan yang teramat berat. Terkadang, mereka divonis macem-macem. Yang seharusnya mereka dipeluk oleh kaum agamawan, sering dijauhin. Ya gimana bisa 'sembuh' kalo gt?? Gak heran kasus bunuh diri marak di kaum gay.
Gimana gak berat, orang str8 kalo pengen ML bisa menikah. Gays mana boleh menikah? Karena itu gw yakin, kalo gays dapat ...
Gion Franklin
January 04, 2007, 16:49
... 'sembuh', maka usaha yang dilakukan udah setingkat dengan jihad fisabilillah. Sangat mulia :)
One thing, homosexualitas kamu harus diteliti dulu, apakah genetis, atau memang non-genetis. Sebab kalo genetis, bakalan susah / hampir mustahil 'sembuh' nya.
Kalo mungkin suatu saat kamu udah gak sanggup lagi, well - accept what u really are, who u really are. Mungkin ada alasan tertentu kenapa..
Gion Franklin
January 04, 2007, 16:57
... Allah menciptakan mu seperti ini. Dengan menerima diri sendiri, mensyukuri apa yang Dia berikan, Allah pasti menyukainya. Bila akhirnya jalan itu yang kamu pilih, banyaklah selalu berdoa, berbuat baik, kalo perlu berpuasa. Being a gay is not a sin, tapi ngelakuin zina nya, liwath nya, itu yang digugat.
Sekian dulu dari gw. I'll support ur back bro ;)
Wassalam
Redriz
January 04, 2007, 20:01
yah, gw sih ga yakin bisa banyak bantu, cuma bisa bantu doa bro, moga kuat :(.
saran gw ga jauh2 dari fritz, terutama ke psikiater, kayaknya itu yang penting.
kalo ingat Tuhan, Ingat mati aja, ingat surga yang abadi selamanya
AlfaOmega
January 04, 2007, 22:23
Apakah hadits ini bisa dipakai ?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Di kalangan orang-orang terdahulu ada seorang laki-laki yang telah membunuh 99 orang, lalu dia mencari orang yang banyak ilmunya, kemudian dia ditunjukkan kepada seorang rahib, lalu dia mendatanginya, kemudian dia katakan bahwa
dia telah membunuh 99 orang, apakah tobatnya bisa diterima?
Rahib itu menjawab, Tidak bisa.” Laki-laki itu membunuh rahib tersebut, sehingga genaplah 100 orang yang telah dibunuhnya.
Kemudian laki-laki itu mencari orang lain lagi yang paling banyak ilmunya, lalu dia ditunjukkan kepada seorang yang alim (berilmu), kemudian dia mengatakan bahwa dia telah membunuh 100 orang, apakah tobatnya bisa diterima?
Orang alim itu menjawab, “Bisa. Tidak ada penghalang antara kamu dengan tobatmu. Pergilah ke daerah begini dan begini, karena di sana banyak orang yang beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, lalu beribadahlah kepada Allah Azza wa Jalla bersama mereka dan janganlah kamu kembali ke daerahmu, karena daerahmu memang jelek.”
Laki-laki itu pergi. Sesampainya di tengah perjalanan dia mati, maka malaikat Rahmat berbantahan dengan Malaikat Adzab. Kata malaikat Rahmat, “Orang ini pergi untuk bertobat dengan menghadap kepada Allah dengan sepenuh hati.” Kata malaikat Adzab, “Orang ini tidak berbuat kebaikan sama sekali.”
Kemudian mereka didatangi oleh satu malaikat lain dalam wujud manusia, lalu mereka meminta keputusan kepadanya. Kata dia, “Ukurlah jarak yang terdekat dengan orang yang mati ini dari tempat berangkatnya dan dari tempat tujuannya. Ke mana yang lebih dekat maka itulah keputusannya.” Ternyata hasil pengukuran mereka adalah bahwa orang yang mati tersebut lebih dekat ke tempat tujuannya, maka dia dalam genggaman malaikat Rahmat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jadi...
dalam kasus diatas, utk ninggalin kehidupan / kebiasaan sebagai pembunuh, maka dia berpindah dari lingkungan yang 'jelek' menuju ke lingkungan yang lebih Islami. Yang udah membunuh 100 orang... disarankan utk hijrah.... apalagi yg cuman gay.
“Bisa. Tidak ada penghalang antara kamu dengan tobatmu. Pergilah ke daerah begini dan begini, karena di sana banyak orang yang beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, lalu beribadahlah kepada Allah Azza wa Jalla bersama mereka dan janganlah kamu kembali ke daerahmu, karena daerahmu memang jelek.”
seperti halnya dgn anda...
anda bisa memulai meninggalkan kehidupan gay, dengan berpindah dari lingkungan yg kondusif terhadap gay, ke lingkungan yg lebih baik...
entah dgn berteman dgn kawan-2 non homo
ato yg lainnya...
ma'af.. tulisan guwe agak theoritis... tapi, semoga bermanfaat.
Gion Franklin
January 04, 2007, 23:54
Di forum sebelah, kawan kita ini juga buka thread serupa (tapi bukan di forum agama laen). Dia bilang udah ngerasain sejak SMP. Kayaknya lingkungan dia justru non-homosexual deh...
Gw dulu pernah nemu ada tulisan yang bagus banget, moga2 gw msh bisa nemu, kalo udah gw copy-paste ke sini.
ridho_rvk
January 05, 2007, 01:06
Makasih Banget all,
aku belom nyuba ke pasikiater, menurut ku "allah yg menguasai segala sesuatu kejadian" jadi....aku lebih banyak curhat ke allah. it's okay aku akan coba sarannya
ridho_rvk
January 05, 2007, 01:10
... 'sembuh', maka usaha yang dilakukan udah setingkat dengan jihad fisabilillah. Sangat mulia :)
One thing, homosexualitas kamu harus diteliti dulu, apakah genetis, atau memang non-genetis. Sebab kalo genetis, bakalan susah / hampir mustahil 'sembuh' nya.
Kalo mungkin suatu saat kamu udah gak sanggup lagi, well - accept what u really are, who u really are. Mungkin ada alasan tertentu kenapa..
beda genetis ama non genetis apaan??
perlu di ketahui aku bukan banci
pernah aku kasih cerita ama temen deket ku dia kaget amat soalnya dia bilang aku gak bertingkah kayak cewek kok....yg mana biasa kaum gay tunjukin
tapiiiii.....aku masih belom kuat kasih tahu amaortu....coz aku sayang bgt ama mereka aku gak mau nyakitin hati mereka, aku pengen bahagiain mereka. kalo aku kasih tahu mereka itu udah nyoreng muka ku di hadapan mereka.....aku belum sanggup...kalobisa aku udah sembuh sebelum mereka tahu
[thanks]
ridho_rvk
January 05, 2007, 01:14
trus umm....menurut ku inti saran dari "AlfaOmega" aku mesti ninggalin lingkungan gay ku?
aku malah gak pernah masuk ke lingkungan itu (siapa yg mau coba?) malah
(jujur saja) SMP aku di Pondok Pesantren....aku gak tahu kalo pilihan ku itu bakal nge-jerumusin aku :nangis:
Gee_Whiz
January 05, 2007, 01:21
... 'sembuh', maka usaha yang dilakukan udah setingkat dengan jihad fisabilillah. Sangat mulia :)
One thing, homosexualitas kamu harus diteliti dulu, apakah genetis, atau memang non-genetis. Sebab kalo genetis, bakalan susah / hampir mustahil 'sembuh' nya.
Kalo mungkin suatu saat kamu udah gak sanggup lagi, well - accept what u really are, who u really are. Mungkin ada alasan tertentu kenapa..
pertama-tama, gay bukan penyakit, jadi ga mungkin sembuh.. paling2 'berusaha untuk kembali normal'
maksud bos apa non-genetis dan genetis? emangnya gay keturunan?
bapaknya gay, anaknya bisa gay juga?
buat TS, coba deh contoh Ivan Gunawan tuh...dia berusaha banget tuk berubah.. pertama2 dari penampilan dulu, trus sikap, berusaha deketin cewek..,lihat keindahan mereka geto...
tapi klo pun lo tetep gay, ga bisa berubah juga meskipun udah usaha, ya berserah diri aja.. Allah yakin bukan mau lu jadi gay. gak usah pikirin manusia, meskipun mereka mencerca, tapi yang penting yang diatas. Yang diatas pasti mengampuni jika lu bener2 telah berusaha, Dia maha Tahu, jadi dia pasti tau usaha2 yg telah lo lakuin. yg penting lo jangan berkumpul sama temen2 lu yang gay juga, bisa balik lagi.
mengenai perkawinan, ada beberapa gay yang kembali normal setelah menikah, punya istri dan anak. tapi ada juga yang malah selingkuh ama gay lagi :)
tergantung dari 'kadar' ke-gay-an lu.. misalkan pada skala kinsey angka lu adalah 6, berarti lu gay mutlak yang gak mungkin bisa berubah. tapi di dunia ini gak ada yang memiliki angka 0(hetero murni) dan 6 (homo murni). jadi angkanya berkisar di 2 - 5. angka 3 adalah biseks.
jika angka lu ada di 2-3, kemungkinan besar lewat perkawinan bisa normal kembali, insyaallah.
jika angka lu di 4-5, kemungkinan sangat sulit, dan bukan tidak ada jalan untuk tetap BERIMAN dan BERTAKWA bagi ORANG-ORANG GAY. GAY berhak memiliki TUHAN dan IMAN. TUHAN tidak membeda-bedakan umatnya yang GAY dari yang straight. Asalkan dengan ke-gay-an lu, lu gak berzinah. Misalkan lu gak bisa merit ama cewek, ya wis, daripada nanti istri lu menderita. tapi jangan sampe lu melakukan hub intim dengan sejenis, itu artinya zinah yang dilarang semua agama.
untuk menghindari zinah, bunda dorce ganti kelamin, karena dia sadar, dia tidak mungkin bisa dengan wanita. adapula orang yang memilih nikah di luar negeri dengan pasangannya untuk menghindari zinah. ada beberapa negara sudah men-sahkan pernikahan sejenis (belanda).
ok, semoga hari lu ridho dan ikhlas menerima diri lu apa adanya. selamat berjuang bro! i wish u luck. and ingetlah, gue selalu mendoakan orang-orang seperti lu. hanya orang2 munafik dan zalim yang mengutuk orang2 seperti lu, karena kalian adalah mahluk Tuhan juga yang diciptakanNya. Tak seorangpun berhak menghakimi dan mengutuk kalian.
jadi gay juga tidak berarti lu tidak bisa berkarir. banyak banget orang gay yang sukses dan mereka tetap berusaha bahagia dengan keadaannya,
buat orang2 straight yang beriman, tolong jangan anggap mereka najiz dan dosa. bukan mau mereka seperti itu. gue yakin, mereka semua berusaha balik ke kodratnya sebagai laki2. namun kadang Allah memiliki maksud tertentu dengan mentakdirkan mereka seperti itu.
ridho_rvk
January 05, 2007, 01:34
kalo....aku gak nikah...gimana aku mau bahagia-in ortu ??
sempet pas smp ama pas sma aku naksir ama cewek...apa artinya aku ada di tingkatan 2-3 ??
semoga allah beri petunjuk dan aku bisa sembuh
Gion Franklin
January 05, 2007, 01:41
First of all, gw gak bilang gay adalah suatu penyakit yah. Mungkin karena gw bilang 'sembuh' - justru gw kasih tanda petik di kata tersebut - karena gw juga setuju gay isn't a disease.
Gw bilang genetik bukan karena bawaan dari orang tua, tapi memang udah dari lahirnya begitu. Nah lingkungan hanya membantu dia untuk lebih terbuka, tertutup, atau hipokrit.
Ternyata dugaan gw bener ya, justru...
Gion Franklin
January 05, 2007, 01:46
... sobat kita ini lingkungan gaul nya dengan yang str8 - malah sempat mengenyam di pondok pesantren (ustadz yang gay juga ada kok). Sehingga gw mulai berpendapat kalo orientasi kamu emang bawaan sejak lahir.
Cuma untuk lebih pas nya, coba konsultasi ama psikiater or psikolog, okay? Orang tua kata gw berhak tau kondisi anak nya sih. Cuman itu kembali pada kamu sendiri, ridho.
Gion Franklin
January 05, 2007, 01:52
Soal nikah, daripada mikirin ortu happy or not, mendingan pikirin buat ur own happiness. Kalo kamu maxa merit demi ortu happy namun kamu msh gay, kasian dunk bini kamu. Yang terjadi adalah penyiksaan lahir & batin bini.
Gak menikah bukan berarti suatu kemunduran. Bisa saja ada orang yang ditakdirkan-Nya tidak menikah kan??
ridho_rvk
January 05, 2007, 01:53
... sobat kita ini lingkungan gaul nya dengan yang str8 - malah sempat mengenyam di pondok pesantren (ustadz yang gay juga ada kok). Sehingga gw mulai berpendapat kalo orientasi kamu emang bawaan sejak lahir.
Cuma untuk lebih pas nya, coba konsultasi ama psikiater or psikolog, okay? Orang tua kata gw berhak tau kondisi anak nya sih. Cuman itu kembali pada kamu sendiri, ridho.
dari lahir?? kayak nya enggak deh aku sd suka ama cewek suer....smp juga sempet suka ama cewek...awal aku gay kayak nya pas saat kakak kelas smp ku ada juga yg gay...nah pas itu aku lagi sakit hati bgt ama cewek idaman gue....aku belum nyatain sama tuh cewek...sial nya kakak kelasku itu lebih pandai ngambil perasaan hati ku...
*SIGH* [sigh]
Gion Franklin
January 05, 2007, 03:57
Well, kalo gitu gw kira kamu ada chance buat 'sembuh' yah. Pengen tanya dulu, saat masih suka ::ce:: itu, kamu apa ada rasa tertarik juga ama ::co:: ??
Cobain deh ke psikiater atau psikolog yah. Yang paling baik kata gw sih kamu cerita soal kondisi kamu ke ortu, jadi mereka men-support keinginan kamu buat 'sembuh'. Gw yakin, mereka gak akan malu atau benci pada kamu kok. Karena mereka melihat, kalo putranya itu ada keinginan besar untuk 'sembuh'. Itu udah sangat-sangat mulia kalo gw bilang.
Gee_Whiz
January 05, 2007, 05:32
kalo....aku gak nikah...gimana aku mau bahagia-in ortu ??
sempet pas smp ama pas sma aku naksir ama cewek...apa artinya aku ada di tingkatan 2-3 ??
semoga allah beri petunjuk dan aku bisa sembuh
wah..klo gitu lo 100% bisa kembali lagi normal, menurut gue lu ada dikisaran 2-3. yg lu butuhkan cuma "USAHA"
usaha : - melupakan cowok yg lu taksir
- mendekati cewek yang baiiiik...banget ama lu. niscaya kebaikannya itu akan membangkitkan rasa sayang dihati elu..
trus nih, gue mo tanya, lo anak tunggal? klo BUKAN anak tunggal, gue rasa perkawinan bukan satu2nya cara ngebahagiain ortu. kecuali klo lu anak tunggal, lu wajib ngasih cucu ke ortu lu.
o ya, gue mo tau satu hal: apakah lu menyadari diri lu gay saat lu di pesantren? emang banyak kok di pesantren yg jadi gay.. temen gue juga ada
ok, keep up your good try! :)
Gion Franklin
January 05, 2007, 07:23
trus nih, gue mo tanya, lo anak tunggal? klo BUKAN anak tunggal, gue rasa perkawinan bukan satu2nya cara ngebahagiain ortu. kecuali klo lu anak tunggal, lu wajib ngasih cucu ke ortu lu.
Emang nya kalo anak tunggal, wajib ngasih cucu gitu ke orang tua nya? Atas dasar apa gitu? :bingung:
Emang gak ada ya jalan lain dalam membahagiakan ortu selaen menikah & ngasih cucu?
Light_Warrior
January 05, 2007, 10:07
Kayaknya gue bisa nolong deh.... Gue tahu orang yang tepat yang bisa membantu lu untuk "sembuh". Ada beberapa orang yang ditolongnya, dan alhamdulillah tertolong.
BTW, guys....semua orang punya hormon laki2 dan perempuan di dalam tubuhnya. Dalam suatu situasi bisa saja muncul rasa suka kepada sesama jenis. Terlebih kalau kita percaya bahwa ruh itu "genderless", dan rasa suka, rasa cinta itu dari ruh, bukan pikiran semata.
Kalau mau ditolongin siiih....
Gee_Whiz
January 05, 2007, 10:19
Kayaknya gue bisa nolong deh.... Gue tahu orang yang tepat yang bisa membantu lu untuk "sembuh". Ada beberapa orang yang ditolongnya, dan alhamdulillah tertolong.
BTW, guys....semua orang punya hormon laki2 dan perempuan di dalam tubuhnya. Dalam suatu situasi bisa saja muncul rasa suka kepada sesama jenis. Terlebih kalau kita percaya bahwa ruh itu "genderless", dan rasa suka, rasa cinta itu dari ruh, bukan pikiran semata.
Kalau mau ditolongin siiih....
siapa war? kasih tau dunk... buat temen gue neh kesian..
Gee_Whiz
January 05, 2007, 10:21
Soal nikah, daripada mikirin ortu happy or not, mendingan pikirin buat ur own happiness. Kalo kamu maxa merit demi ortu happy namun kamu msh gay, kasian dunk bini kamu. Yang terjadi adalah penyiksaan lahir & batin bini.
Gak menikah bukan berarti suatu kemunduran. Bisa saja ada orang yang ditakdirkan-Nya tidak menikah kan??
istri, bos...bukan bini :hehe
Gion Franklin
January 05, 2007, 11:32
Buat Light_Warrior, nah tolong ya bantu teman kita ridho :) ridho, kamu segera deh kontak ama temen nya Light_Warrior ini. Oh ya, emang gimana cara dia 'nyembuhin'?
bipbip1
January 05, 2007, 12:01
Haaaaaahhhhhh?????? gay bisa sembuh???? :hehe :hehe
kalau benar,,, Maha Suci Allah.............
ridho_rvk
January 05, 2007, 14:48
Well, kalo gitu gw kira kamu ada chance buat 'sembuh' yah. Pengen tanya dulu, saat masih suka ::ce:: itu, kamu apa ada rasa tertarik juga ama ::co:: ??
Cobain deh ke psikiater atau psikolog yah. Yang paling baik kata gw sih kamu cerita soal kondisi kamu ke ortu, jadi mereka men-support keinginan kamu buat 'sembuh'. Gw yakin, mereka gak akan malu atau benci pada kamu kok. Karena mereka melihat, kalo putranya itu ada keinginan besar untuk 'sembuh'. Itu udah sangat-sangat mulia kalo gw bilang.
pas kelas satu smp enggak...tapi pas sma iya....
ridho_rvk
January 05, 2007, 14:50
wah..klo gitu lo 100% bisa kembali lagi normal, menurut gue lu ada dikisaran 2-3. yg lu butuhkan cuma "USAHA"
usaha : - melupakan cowok yg lu taksir
- mendekati cewek yang baiiiik...banget ama lu. niscaya kebaikannya itu akan membangkitkan rasa sayang dihati elu..
trus nih, gue mo tanya, lo anak tunggal? klo BUKAN anak tunggal, gue rasa perkawinan bukan satu2nya cara ngebahagiain ortu. kecuali klo lu anak tunggal, lu wajib ngasih cucu ke ortu lu.
o ya, gue mo tau satu hal: apakah lu menyadari diri lu gay saat lu di pesantren? emang banyak kok di pesantren yg jadi gay.. temen gue juga ada
ok, keep up your good try! :)
aku bukan anak tunggal tapi aku anak yg pertama....makanya aku gak mau ngasih contoh yg jelek ke adik2....umm adik ku semuanya cewek...apa itu ada pengaruh??
pas di pesantren "Gak"...tapi pas di sma aku baru sadar...ada yg aneh...dengan ku
ridho_rvk
January 05, 2007, 14:53
Kayaknya gue bisa nolong deh.... Gue tahu orang yang tepat yang bisa membantu lu untuk "sembuh". Ada beberapa orang yang ditolongnya, dan alhamdulillah tertolong.
BTW, guys....semua orang punya hormon laki2 dan perempuan di dalam tubuhnya. Dalam suatu situasi bisa saja muncul rasa suka kepada sesama jenis. Terlebih kalau kita percaya bahwa ruh itu "genderless", dan rasa suka, rasa cinta itu dari ruh, bukan pikiran semata.
Kalau mau ditolongin siiih....
mau banget...makasih banyak...gimana caranya? apa yakin sembuh bener?
aku pernah loh nyba ke "dukun" ato paranormal yg mampu nyembuhin segala penyakit termasuk gay...tapi gagal NOL besar
Gee_Whiz
January 08, 2007, 05:25
aku bukan anak tunggal tapi aku anak yg pertama....makanya aku gak mau ngasih contoh yg jelek ke adik2....umm adik ku semuanya cewek...apa itu ada pengaruh??
pas di pesantren "Gak"...tapi pas di sma aku baru sadar...ada yg aneh...dengan ku
tergantung suku apa elu itu... kalo jawa/sunda/padang, ya ga papa..
kalo batak/cina/ambon/menado, cucu dari anak laki2 wajib untuk nerusin marga.
soalnya kan adik lu cewek semua, nanti kasian bokap lu marganya ga ada yg nerusin...
usul gue, sebelum 'normal kebali', sebaiknya jangan dulu nikah hanya karena ingin bahagiain ortu ato untuk nerusin marga. lu usaha dulu untuk normal kembali (tuh light warrior bisa kasih jalan). tapi jika lu gak berhasil juga, baiknya kasih pengertian ke ortu, daripada lu dan istri sama2 menderita, lebih baik lu sendiri.
ya..gue harap lu bukan salah satu dari suku2 diatas yang wajib nerusin marga buat anak laki2..tapi klo pun iya, kebahagiaan lebih penting daripada hanya soal marga. :)
** COMY **
January 08, 2007, 11:18
usul beyond bener tuh..jgn krn gak enak sama ortu..lalu elo menikah..lebih baik elo sembuhin diri elo dan baru menikah..tapi kalau gak sembuh juga..pasrahkan saja dgn yg di atas (kalau elo sdh berusaha dan berdoa ya) mohon petunjuk :D
Gee_Whiz
January 09, 2007, 05:57
Nambah sedikit... gw pikir bukan orangnya yang dibenci Allah, tapi perbuatannya (sodomi). Perilaku itu yang dibenci Allah, bukan orangnya. Lagipula homosex itu sendiri juga merupakan kasih sayang, so apakah setan yang mengajarkannya?
Dan terjadinya homosex ini emang bukan karena melulu minder, gak laku di kalangan lain jenis dan sebagainya. Bagaimana dengan homosex yang udah merasakannya sejak kecil? At least itu yang terjadi pada gw :(
Ortu gw pun memperlakukan gw normal˛ aja, dan pergaulan pun baik.
fritz, lu dah 'sembuh' belum? :heartbeat
ridho_rvk
January 09, 2007, 16:47
..............mohon petunjuk gimana lagi??
sorry.......
infermanvx_II
January 12, 2007, 08:24
knp bingung... mereka yang berzinah itu kan Dosa, kemudian menjadi Homoseksual adalah Akibat dari dosanya... bisa juga diartikan sebagai Dampak dari KARMA
** COMY **
January 12, 2007, 12:24
Karma tdk ada dalam Islam Bung :D
gene
January 12, 2007, 14:07
bagi gw tuhan tdk pernah menciptakan homoseksual :haha
Tahu darimana? Jangan mendahului deh, kita semua kan manusia biasa.
Gw ngeliat kok lebih banyak opini bahwa homoseks itu DOSA. Wajar kok, tapi kalau punya temen gay atau pernah berinteraksi dengan mereka, opini seperti ini pasti bakal dianggap angin oleh mereka. Yang mereka perlukan bukan bagaimana pendapat orang tentang mereka, tapi lebih ke arah guidance apa yang harus mereka lakukan. Banyak gay yang nggak dipengaruhi lingkungan, masalah keluarga atau apapun kayak temen kita Ridho, yang ternyata sadar kalau mereka gay dan langsung kena cap HOMOSEKS ADALAH DOSA. Kasihan kan?
Misalnya, mereka harus menikah :
- apakah secara otomatis keinginan homoseksualnya hilang?
- kalau ternyata masih ada, apa jadinya dengan istri+keluarga kalau ternyata dia
masih berhubungan dengan cowok?
Kalau tidak menikah, apa lingkungan juga bisa menerima opini : OK, saya gay, daripada saya harus melakukan sodomi (anal sex), lebih baik saya 'berpuasa' dan menahan diri. Jika ada gay yang memutuskan untuk menjalankan hidupnya seperti ini, apa kemudian masyarakat otomatis tidak menganggap dia sebagai gay? Nggak kan? "Cap" gay-nya tetap nempel, regardless dia melakukan sodomi atau nggak?
Gw percaya banget sama Tuhan, tapi gw nggak akan mendahului-Nya dengan mengeluarkan puluhan ayat, hadits, referensi apapun. God Moves in Mysterious Ways, mungkin akal pikiran manusia biasa kayak kita nggak (belum) bisa memahami apa maksud yang di atas dengan kejadian-kejadian seperti ini. Kalau memang mau ambil simple-nya, kenapa nggak dijadikan wanita itu "xx" dan laki itu "yy", jadi nggak pernah ada case banci, gay, waria karena "xy" itu? Anyway, itu rahasia Tuhan. Gw jamin deh, sekarang ini nggak ada seorang dokter/manusia di dunia yang bisa bikin cowok/manusia dengan gen "yy".
Untuk perbandingan, kalau (misal) Tuhan tidak menciptakan homosex karena kaum ini dilaknat, kalau gitu Babi, alkohol, anjing yang diharamkan untuk dimakan juga nggak diciptakan Tuhan? Terus kenapa sebagian manusia di dunia yang nggak dilarang untuk makan babi, minum alkohol dan orang-orang yang mengkonsumsi barang-barang haram ini tidak terbukti akhlak-nya lebih jelek daripada mereka yang tidak mengkonsumsi-nya.
So far kalo gw discuss dengan temen-temen gay, gw hanya mendorong mereka ke arah perbuatan yang baik, di luar masalah orientasi sexual mereka yang sampai sekarang masih diperdebatkan.
Sorry to say, opini kayak fitrahnya Laki adalah Laki, Wanita adalah Wanita, terlalu naif. Gw yakin Tuhan tidak akan menjadikan seorang laki str8 yang koruptor, bandit, atau tukang perkosa di tempat yang lebih mulia dibandingkan laki gay yang memberikan kontribusi besar untuk kehidupan sesama manusia. There's much more in life than just human sexual orientation.
Gee_Whiz
January 22, 2007, 00:49
Tahu darimana? Jangan mendahului deh, kita semua kan manusia biasa.
Gw ngeliat kok lebih banyak opini bahwa homoseks itu DOSA. Wajar kok, tapi kalau punya temen gay atau pernah berinteraksi dengan mereka, opini seperti ini pasti bakal dianggap angin oleh mereka. Yang mereka perlukan bukan bagaimana pendapat orang tentang mereka, tapi lebih ke arah guidance apa yang harus mereka lakukan. Banyak gay yang nggak dipengaruhi lingkungan, masalah keluarga atau apapun kayak temen kita Ridho, yang ternyata sadar kalau mereka gay dan langsung kena cap HOMOSEKS ADALAH DOSA. Kasihan kan?
Misalnya, mereka harus menikah :
- apakah secara otomatis keinginan homoseksualnya hilang?
- kalau ternyata masih ada, apa jadinya dengan istri+keluarga kalau ternyata dia
masih berhubungan dengan cowok?
Kalau tidak menikah, apa lingkungan juga bisa menerima opini : OK, saya gay, daripada saya harus melakukan sodomi (anal sex), lebih baik saya 'berpuasa' dan menahan diri. Jika ada gay yang memutuskan untuk menjalankan hidupnya seperti ini, apa kemudian masyarakat otomatis tidak menganggap dia sebagai gay? Nggak kan? "Cap" gay-nya tetap nempel, regardless dia melakukan sodomi atau nggak?
Gw percaya banget sama Tuhan, tapi gw nggak akan mendahului-Nya dengan mengeluarkan puluhan ayat, hadits, referensi apapun. God Moves in Mysterious Ways, mungkin akal pikiran manusia biasa kayak kita nggak (belum) bisa memahami apa maksud yang di atas dengan kejadian-kejadian seperti ini. Kalau memang mau ambil simple-nya, kenapa nggak dijadikan wanita itu "xx" dan laki itu "yy", jadi nggak pernah ada case banci, gay, waria karena "xy" itu? Anyway, itu rahasia Tuhan. Gw jamin deh, sekarang ini nggak ada seorang dokter/manusia di dunia yang bisa bikin cowok/manusia dengan gen "yy".
Untuk perbandingan, kalau (misal) Tuhan tidak menciptakan homosex karena kaum ini dilaknat, kalau gitu Babi, alkohol, anjing yang diharamkan untuk dimakan juga nggak diciptakan Tuhan? Terus kenapa sebagian manusia di dunia yang nggak dilarang untuk makan babi, minum alkohol dan orang-orang yang mengkonsumsi barang-barang haram ini tidak terbukti akhlak-nya lebih jelek daripada mereka yang tidak mengkonsumsi-nya.
So far kalo gw discuss dengan temen-temen gay, gw hanya mendorong mereka ke arah perbuatan yang baik, di luar masalah orientasi sexual mereka yang sampai sekarang masih diperdebatkan.
Sorry to say, opini kayak fitrahnya Laki adalah Laki, Wanita adalah Wanita, terlalu naif. Gw yakin Tuhan tidak akan menjadikan seorang laki str8 yang koruptor, bandit, atau tukang perkosa di tempat yang lebih mulia dibandingkan laki gay yang memberikan kontribusi besar untuk kehidupan sesama manusia. There's much more in life than just human sexual orientation.
very wise point of view! totally agree!
rimei
January 31, 2007, 06:19
fritz, lu dah 'sembuh' belum? :heartbeat
Hmm... fritz belum 'sembuh'... hehehe...
Yang perlu ditanya adalah... Fritz nya mau 'sembuh' gak??
Bingung... ilmunya masih dangkal neh. Tapi di Islam setau gw c gak ada homoseksual. Pertama punya temen gay gw langsung puyenk... gak masuk di logika.
Emang c gw open minded person, tapi tetep aja pertamanya bikin gw shock.
Gak mau mikir jauh-jauh dan susah-susah, pengen tanya pendapat temen2 neh. Misalnya kan gay, berarti kan cowok suka ama cowok. Trus pasti ada gairah seksual kan? Naaahh... dalam Islam, hubungan yang halal itu kan melalui perkawinan (ato pernikahan c yang benernya? :bingung: ). Trus kalo cowok ama cowok gimana? apa ada dalam Islam cowok nikah ama cowok?
Trus, namanya manusia kan pasti pengen seks. Trus kaum gay gimana? apa bisa berhubungan dengan halal??
Klo misalnya maksa dengan tidak memperdulikan halal tersebut, berarti termasuk dosa kan?? Berzinah itu jelas dosa besar... jadi gimana dunk thu???
Terus klo misalnya neh pengen bikin gay 'sembuh', argumen apa c yang bisa kita kasih buat dia, yang islami....
Frankly, I fell in love with a gay.. :heartbeat
Willing to do almost about anything klo aja ada yang bisa bikin dia 'sembuh' (yang tidak melanggar agama tentunya hehe)
[thanks]
sorry klo udah ada yang bahas atau post sebelumnya, gak sempet c baca semua postingan hehehe. Ini juga curi2 waktu kantor.. (aduh, dosa gak ya.. hehe)
Gee_Whiz
January 31, 2007, 09:55
Hmm... fritz belum 'sembuh'... hehehe...
Yang perlu ditanya adalah... Fritz nya mau 'sembuh' gak??)
udah pastilah tiap orang pengen idup normal jeng :)
Naaahh... dalam Islam, hubungan yang halal itu kan melalui perkawinan (ato pernikahan c yang benernya? :bingung: ). Trus kalo cowok ama cowok gimana? apa ada dalam Islam cowok nikah ama cowok?
Trus, namanya manusia kan pasti pengen seks. Trus kaum gay gimana? apa bisa berhubungan dengan halal??
Klo misalnya maksa dengan tidak memperdulikan halal tersebut, berarti termasuk dosa kan?? Berzinah itu jelas dosa besar... jadi gimana dunk thu?????)
yang dilarang adalah zinahnya. itulah kenapa beberapa negara melegalkan 'pernikahan' sesama jenis agar mereka terhindar dari dosa zinah :)
Terus klo misalnya neh pengen bikin gay 'sembuh', argumen apa c yang bisa kita kasih buat dia, yang islami....
Frankly, I fell in love with a gay.. :heartbeat
Willing to do almost about anything klo aja ada yang bisa bikin dia 'sembuh' (yang tidak melanggar agama tentunya hehe)
[thanks]
wah...gaynya pasti ganteng ya.. :)
saran gue, lu cintai dia sepenuh hati, tunjukin kalo lu adalah org yg paling care sama dia, tunjukin sisi kelembutan lu, jgn bikin dia tambah muak sama cewek dgn bertingkah polah yg nyebelin. klo dia simpatik ama lu, pasti lama2 dia fall in love ama lu, bukan karena lu cewek, tapi karena lu sebagai individu yang patut dicintai.
menurut gue, cinta itu bisa terjadi kepada siapa saja, cuma umumnya orang pertama2 liat jenis kelamin dulu kan. tapi setelah bergaul, memahami, akrab, dll, bisa pula timbul cinta sesama jenis karena terlalu sering bersama, dan saling tergantung satu dgn yg lain. jadi "JATUH CINTA KEPADA TEMAN SEJENIS" bisa menimpa siapa aja, bahkan org2 hetero juga. dan BUKAN TIDAK MUNGKIN jika gay juga bisa jatuh cinta kepada perempuan! karena hal-hal diatas tadi
gue tertarik banget dengan thread ini karena gue merasa, GAY juga punya HAK ASASI untuk mencintai dan dicintai dan bahwa setiap manusia BISA saja jatuh cinta kepada sejenisnya. Gue bukan pendukung gay, tapi gue sangat bersimpati kepada mereka. semoga suatu saat negeri ini bisa melegalkan pernikahan sejenis agar mereka dapat merasakan kebahagiaan yang sama dengan rekan2nya yang hetero.
Ini juga curi2 waktu kantor.. (aduh, dosa gak ya.. hehe)
DOSA!! :)
rimei
February 01, 2007, 06:58
udah pastilah tiap orang pengen idup normal jeng :)
Pengen c pengen... tapi usaha nggak?? Klo gak usaha ya gak bisa dibilang pengen...
yang dilarang adalah zinahnya. itulah kenapa beberapa negara melegalkan 'pernikahan' sesama jenis agar mereka terhindar dari dosa zinah :)
Legal disini berdasarkan apa? Negara? Apakah mungkin pernikahan sesama jenis dilegalkan secara agama, dalam hal ini Islam? Dalam Islam gak ada kan pernikahan sesama jenis. Jadi konteks 'legal' disini masih rancu. Kalau secara agama (Islam) tidak bisa dilegalkan, sudah pasti tidak akan terhindar dari zinah.
wah...gaynya pasti ganteng ya.. :)
Hmm... ganteng gak ya?? :haha . Lumayan lah... buat sehari-hari.
Kalau dibilang ganteng, ntar orangnya ke-geer-an deh.
Ada yang bilang ganteng, jujur c waktu pertama kenal gw gak nganggap dia ganteng.
Jadi yang pasti gw jatuh cinta bukan karena ganteng nya. Tapi the person inside him... :inlove:
saran gue, lu cintai dia sepenuh hati, tunjukin kalo lu adalah org yg paling care sama dia, tunjukin sisi kelembutan lu, jgn bikin dia tambah muak sama cewek dgn bertingkah polah yg nyebelin. klo dia simpatik ama lu, pasti lama2 dia fall in love ama lu, bukan karena lu cewek, tapi karena lu sebagai individu yang patut dicintai.
Kayaknya itu mah udah yah... dan masih gw jalanin sebenernya. Tapi sekarang gw jalanin bukan karena pengen dia juga cinta gw (dengan cara yang sama seperti cowok normal) tapi simply karena gw cinta dia. Karena menurut dia, dia juga 'cinta' gw. I can't leave him and neither can he. Tapi ini gak usah dibahas disini, kayaknya beda topic alias curhat :haha
gue tertarik banget dengan thread ini karena gue merasa, GAY juga punya HAK ASASI untuk mencintai dan dicintai dan bahwa setiap manusia BISA saja jatuh cinta kepada sejenisnya. Gue bukan pendukung gay, tapi gue sangat bersimpati kepada mereka. semoga suatu saat negeri ini bisa melegalkan pernikahan sejenis agar mereka dapat merasakan kebahagiaan yang sama dengan rekan2nya yang hetero.
Balik lagi ke masalah legal. Apa sih sebenarnya tujuan dari sebuah pernikahan?? Oke lah untuk masalah menghindarkan diri dari berzinah. Gimana dengan tujuan meneruskan keturunan? Menurut gw, tujuan dari pernikahan yang lain adalah memiliki keturunan yang sah. Sah menurut agama dan menurut hukum juga tentunya. Allah tentu sudah mengatur semuanya, ada tujuan dibalik semuanya. Kenapa gak ada pernikahan sesama jenis, ya karena manusia bukan hemaprodit. Kelamin manusia cuman satu jenis setiap individunya. Gw gak akan pake dalil, karena emang gak tau. Tapi secara logika ya emang bener... nikah itu tujuan lainnya ya punya anak. Klo nikah sesama jenis ya gimana bisa punya anak??
Memang c, anak bukan segalanya dalam sebuah pernikahan. Tapi jangan munafik juga, setiap pasangan yang menikah tentunya pengen punya anak (kalo bisa).
Temen gw yang gay juga bilang klo dia pengen punya anak (someday). Lha terus gimana cara? Adopsi?
Jadi gw masih tetep berpikir kalo dari sananya emang gitu, cewek ya ama cowok.
Btw, r u gay? :bingung:
Kalo masalah ini udah pernah dibahas, again, sorry yah. Tiba2 aja ni tertarik ngebahas gay thing :) . Usually keep it by myself aja.
DOSA!! :)
Klo tujuannya menambah pengetahuan agama kan gak dosa... lagian gak ada kerjaan juga c dikantor. Daripada ngerumpi dan nambah dosa, mendingan baca forum dan nambah pengetahuan tentang agama tho?? :hehe
Gee_Whiz
February 01, 2007, 11:03
Pengen c pengen... tapi usaha nggak?? Klo gak usaha ya gak bisa dibilang pengen...
ada ga usaha yg gagal? :D
Legal disini berdasarkan apa? Negara? Apakah mungkin pernikahan sesama jenis dilegalkan secara agama, dalam hal ini Islam? Dalam Islam gak ada kan pernikahan sesama jenis. Jadi konteks 'legal' disini masih rancu. Kalau secara agama (Islam) tidak bisa dilegalkan, sudah pasti tidak akan terhindar dari zinah.
iya, itu cuma untuk secara hukum, agar pasangan homoseks mendapat perlakuan yang sama dengan yg hetero, dan memiliki status hukum yg jelas, misalnya warisan. klo dalam islam, ada ayatnya gak yang menentang homoseks? boleh dikasih ke gw ga? sori, i'm not a muslim, jd gak tau.. tapi yg pasti agama mana sih yang melegalkan menurut penganutnya? semua agama mengajarkan kebaikan dan kelurusan kan? karena homo dianggap 'tidak lurus' dan 'aneh' dan 'zinah' jadinya masyarakat menilai mereka tidak benar sehingga mencap bahwa itu dilarang. padahal kan belum tentu semua agama melarang. klo islam, gimana? ayat apa yg melarang? [thanks]
Kayaknya itu mah udah yah... dan masih gw jalanin sebenernya. Tapi sekarang gw jalanin bukan karena pengen dia juga cinta gw (dengan cara yang sama seperti cowok normal) tapi simply karena gw cinta dia. Karena menurut dia, dia juga 'cinta' gw. I can't leave him and neither can he. Tapi ini gak usah dibahas disini, kayaknya beda topic alias curhat :haha .
trus, kalu emang he said he loved u, berarti dia udah normal donk :D
Balik lagi ke masalah legal. Apa sih sebenarnya tujuan dari sebuah pernikahan?? Oke lah untuk masalah menghindarkan diri dari berzinah. Gimana dengan tujuan meneruskan keturunan? Menurut gw, tujuan dari pernikahan yang lain adalah memiliki keturunan yang sah. Sah menurut agama dan menurut hukum juga tentunya. Allah tentu sudah mengatur semuanya, ada tujuan dibalik semuanya. Kenapa gak ada pernikahan sesama jenis, ya karena manusia bukan hemaprodit. Kelamin manusia cuman satu jenis setiap individunya. Gw gak akan pake dalil, karena emang gak tau. Tapi secara logika ya emang bener... nikah itu tujuan lainnya ya punya anak. Klo nikah sesama jenis ya gimana bisa punya anak??
Memang c, anak bukan segalanya dalam sebuah pernikahan. Tapi jangan munafik juga, setiap pasangan yang menikah tentunya pengen punya anak (kalo bisa).
Temen gw yang gay juga bilang klo dia pengen punya anak (someday). Lha terus gimana cara? Adopsi?
Jadi gw masih tetep berpikir kalo dari sananya emang gitu, cewek ya ama cowok..
ya, salah satu tujuan pernikahan adalah punya anak. namun, banyak pula pasangan hetero yg juga mandul, tapi mereka dapat dengan mudah mengadopsi anak. itulah yang tidak dimiliki oleh pasangan homoseks, mereka tidak punya hak untuk adopsi, karena mereka tidak punya status perkawinan. jika pernikahan mereka ada dokumennya, ada stempel dari pejabat setempat yang berwenang, ada saksi, dll (singkatnya sah secara hukum) maka mereka boleh mengadopsi anak.
Btw, r u gay? :bingung: ..
in between
Klo tujuannya menambah pengetahuan agama kan gak dosa... lagian gak ada kerjaan juga c dikantor. Daripada ngerumpi dan nambah dosa, mendingan baca forum dan nambah pengetahuan tentang agama tho?? :hehe
hahaha... samalah ama gua...ni juga dikantor :D
Tor@Sudir0!
February 01, 2007, 11:25
ya ampun... Tuham sudah menciptakan lawan jenis utk masing2 jenis, tapi kenapa masih ada saja yg namanya homoseksual? Subhanallah...
SimpleMe
February 08, 2007, 16:22
Tahu darimana? Jangan mendahului deh, kita semua kan manusia biasa.
Gw ngeliat kok lebih banyak opini bahwa homoseks itu DOSA. Wajar kok, tapi kalau punya temen gay atau pernah berinteraksi dengan mereka, opini seperti ini pasti bakal dianggap angin oleh mereka. Yang mereka perlukan bukan bagaimana pendapat orang tentang mereka, tapi lebih ke arah guidance apa yang harus mereka lakukan. Banyak gay yang nggak dipengaruhi lingkungan, masalah keluarga atau apapun kayak temen kita Ridho, yang ternyata sadar kalau mereka gay dan langsung kena cap HOMOSEKS ADALAH DOSA. Kasihan kan?
Misalnya, mereka harus menikah :
- apakah secara otomatis keinginan homoseksualnya hilang?
- kalau ternyata masih ada, apa jadinya dengan istri+keluarga kalau ternyata dia
masih berhubungan dengan cowok?
Kalau tidak menikah, apa lingkungan juga bisa menerima opini : OK, saya gay, daripada saya harus melakukan sodomi (anal sex), lebih baik saya 'berpuasa' dan menahan diri. Jika ada gay yang memutuskan untuk menjalankan hidupnya seperti ini, apa kemudian masyarakat otomatis tidak menganggap dia sebagai gay? Nggak kan? "Cap" gay-nya tetap nempel, regardless dia melakukan sodomi atau nggak?
Gw percaya banget sama Tuhan, tapi gw nggak akan mendahului-Nya dengan mengeluarkan puluhan ayat, hadits, referensi apapun. God Moves in Mysterious Ways, mungkin akal pikiran manusia biasa kayak kita nggak (belum) bisa memahami apa maksud yang di atas dengan kejadian-kejadian seperti ini. Kalau memang mau ambil simple-nya, kenapa nggak dijadikan wanita itu "xx" dan laki itu "yy", jadi nggak pernah ada case banci, gay, waria karena "xy" itu? Anyway, itu rahasia Tuhan. Gw jamin deh, sekarang ini nggak ada seorang dokter/manusia di dunia yang bisa bikin cowok/manusia dengan gen "yy".
Untuk perbandingan, kalau (misal) Tuhan tidak menciptakan homosex karena kaum ini dilaknat, kalau gitu Babi, alkohol, anjing yang diharamkan untuk dimakan juga nggak diciptakan Tuhan? Terus kenapa sebagian manusia di dunia yang nggak dilarang untuk makan babi, minum alkohol dan orang-orang yang mengkonsumsi barang-barang haram ini tidak terbukti akhlak-nya lebih jelek daripada mereka yang tidak mengkonsumsi-nya.
So far kalo gw discuss dengan temen-temen gay, gw hanya mendorong mereka ke arah perbuatan yang baik, di luar masalah orientasi sexual mereka yang sampai sekarang masih diperdebatkan.
Sorry to say, opini kayak fitrahnya Laki adalah Laki, Wanita adalah Wanita, terlalu naif. Gw yakin Tuhan tidak akan menjadikan seorang laki str8 yang koruptor, bandit, atau tukang perkosa di tempat yang lebih mulia dibandingkan laki gay yang memberikan kontribusi besar untuk kehidupan sesama manusia. There's much more in life than just human sexual orientation.
Hi...hi...Gue Salut sama elo gen Bukan karena Gue Gay trus ngerasa dapet dukungan gak sama sekali,cuma kata kata lu Bijaksana banget,lagian ngapain sih sibuk soal Homo dah gembar gembor kl gak taunya salah satu keluarag,adik,kaka,ayah,teman atau paman dna ipar dari kalian semua adalah GAY gmna?? gak malu jadinya :)?
wrakadah
February 09, 2007, 06:22
ikutan nimbrung nih...
sebenernya sih kita harus melihat dari akar permasalahannya.
setau gw sih, manusia hanya diciptakan 2 jenis, yaitu laki2 dan perempuan
yang tujuannya menurut logika gw, ya supaya bisa berkembang biak di bumi ini dan tidak mengalami kepunahan
kemudian gejala homoseksual timbul itu dikarenakan, ya karena manusia berfikir, dan memiliki fantasi, dan itu merupakan anugrah dari Tuhan yang menurut gw sangat tidak ternilai.
Tapi, apakah semua hasil pemikiran dan fantasi dari manusia tersebut adalah benar dan tidak menyimpang?tentu saja tidak, dan saya beranggapan bahwa suatu pemikiran dapat dikatakan menyimpang apabila pemikiran tersebut menimbulkan kerugian bagi manusia itu sendiri. (dalam hal ini kerugian yang dialami oleh kaum homoseksual, gay..atau apalah istilahnya, mereka tidak dapat memperoleh keturunan atas hasil hubungan biologis antar mereka, dan itu memang tidak mungkin dilihat dari sisi manapun)
kalo sesuatu yang menyimpang ya harus dibenarkan..
gw melihat bahwa hubungan seks dengan sesama jenis adalah sesuatu yang menyimpang, dan adalah hak dari mereka yang menyimpang untuk memperoleh pengarahan agar dapat keluar dari penyimpangan tersebut.
Kadang kala kita melakukan suatu pembenaran atas suatu hal yang menyimpang, dengan dalih belas kasihan atau peri kemanusiaan, atau apalah namanya, dan ini yang kayanya sedang terjadi saat ini di banyak hal
Gw setuju bahwa Tuhan tidak menciptakan semua manusia dan makhluk hidup di bumi ini dalam kondisi yang sempurna, tapi gw juga juga yakin bahwa semua ketidaksempurnaan dan semua hal yang bedampak buruk bagi manusia adalah jalan dari Tuhan untuk manusia agar dapat mempergunakan akal dan pikirannya untuk dapat menyempurnakan semua ketidaksempurnaan dan hal2 buruk yang diciptakan oleh Tuhan.
::ngoceh::
gene
February 09, 2007, 09:20
kemudian gejala homoseksual timbul itu dikarenakan, ya karena manusia berfikir, dan memiliki fantasi, dan itu merupakan anugrah dari Tuhan yang menurut gw sangat tidak ternilai.
Ada bukti, referensi, teori pendukung kalau homoseksual itu hasil fantasi manusia?
Gw punya temen gay, dan dia sering berfantasi untuk punya istri, anak dan berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan hidup mereka untuk jadi istri dan anak yang paling bahagia di dunia. Apa daya, dia nggak pernah tertarik secara seksual dengan wanita dan hanya 'on' kalau dengan laki-laki. Jadi fantasi-nya di sebelah mana?
Tolong jangan disamakan dengan cerita kaum Nabi Luth. Kalau mereka berada pada situasi yang berbeda. Mereka punya istri, tapi lalu berfantasi untuk melakukan hubungan seksual dengan sesama pria. Basically, those people are str8.
Memang tidak mudah untuk memahami masalah ini. Temen gua selalu bilang "Gene, bayangkan kalau elo adalah orang str8, sukanya sama lawan jenis, tapi hukum, agama dan norma masyarakat yang ada hanya menerima orang gay dan hubungan seksual sesama jenis. Apakah elo bakal memaksakan diri untuk ML sama cowok?"
Find the answer...gw aja masih belon bisa jawab pertanyaan itu. :bingung:
Gion Franklin
February 09, 2007, 09:35
Gw juga lebih sependapat ama gene, akan hal nya kaum Nabi Luth itu awalnya mereka str8, sudah punya bini pula. Entah mengapa malah berbelok mencari sesama jenis. Akibat nya bini2 mereka ditelantarkan, jadinya ikut2an jadi homosexual (lesbian). Bagaimana dengan gay yang udah dari sono nya?? Kaum gay gak perlu motivasi or dorongan untk jadi str8. But give them a solution!
cilikba
February 09, 2007, 21:33
"Gene, bayangkan kalau elo adalah orang str8, sukanya sama lawan jenis, tapi hukum, agama dan norma masyarakat yang ada hanya menerima orang gay dan hubungan seksual sesama jenis. Apakah elo bakal memaksakan diri untuk ML sama cowok?"nda usah menghayal ....
bayangkan ... kalo kita makannya kerikil .. minumnya air aki
tuh kan kemana2 dehh
gene
February 10, 2007, 01:00
Iya lah...makanya gw nggak yakin kalau homoseks itu khayalan atau fantasi buatan manusia. Tapi lebih ke arah masalah genetika, soalnya dalam hewan pun ditemukan species jantan yang tidak bisa berkembang biak karena tidak bisa berinteraksi dengan species betina.
SimpleMe
February 11, 2007, 18:59
Iya lah...makanya gw nggak yakin kalau homoseks itu khayalan atau fantasi buatan manusia. Tapi lebih ke arah masalah genetika, soalnya dalam hewan pun ditemukan species jantan yang tidak bisa berkembang biak karena tidak bisa berinteraksi dengan species betina.
Setujuuuuuuuuuu :)
AlfaOmega
February 11, 2007, 20:22
guwe coba nge jawab ya....
Aliif laam mim.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,"kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi ?
dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Q.S; Al `Ankabuut: 1-3).
dalam ayat diatas, disebutkan bahwa setiap manusia, duji oleh Allah SWT.
Ujian Allah SWT itu berbagai macam bentuknya, sebagai bukti atas keimanan dan ke Islam an kita.
Jadi, kalau dibandingkan antara
1. orang macam guwe, yang nggak ada minat hubungan sesama jenis dan tidak melakukan hubungan sesama jenis.
2. orang yg ada keinginan sesama jenis, tapi tidak melakukan hubungan sesama jenis.
Manakah diantara kedua itu yang lebih baik ?
Orang kedua lah yang lebih baik.. Karena, dia udah teruji keimanannya dgn ujian berupa minat sesama jenis, tapi dia tidak melakukannya karena takut kepada Allah SWT.
sedangkan orang pertama, belum diuji dgn ujian berupa minat terhadap sesama jenis.
Ujian Allah SWT itu banyak banget bentuknya.
kekayaan seperti nabi Sulaiman. tapi Kharun yang kaya, tidak bersyukur
sakit yang parah seperti Nabi Ayyub. banyak banget bekatul / ulat yang menempel ditubuhnya. sehingga, orang bakal jijik untuk mendekati beliau.
nabi Musa as. beliau itu pelat / cedal, bicaranya nggak sempurna (mungkin seperti anak kecil yg baru belajar bicara). tapi, itu tidak mengurungkan beliau utk berdawah.
Asiyah ra... dia itu istri Firaun. Firaun mengangkat dirinya sebagai tuhan utk bangsa Mesir. tapi istri Firaun sendiri yg bernama Asiyah, tidak mengakui ketuhanan firaun, dan tetap memegang tauhid.
kalau kita lihat disekitar kita.
sedemikian mudahnya orang melakukan salah satu perintah Allah SWT, seperti pergi haji. tapi, ada pula orang lain yang harus menggunakan tabungan seumur hidupnya, hanya utk pergi haji.
ada cowoq yg mata keranjang. matanya jelalatan, pokoknya kalau ada wanita cantik, nggak terlewatkan sedetikpun. itulah ujian dia.. utk menjaga matanya agar tidak melihat hal-2 yang nggak baik.
ada pula cowoq, yang nafsu $ex nya mudah banget naik. sehingga, kalau ngelihat ce cakep pun, mudah banget nafsunya naik. bisa aja dia salurkan ke pelacur atau sejenisnya. tapi kalau dia ingat akan Allah SWT, tentulah dia akan segera menikah, supaya bisa menyalurkan nafsu nya tersebut secara benar.
ada pula manusia yg tangannya gatel banget. kalau nggak nyuri / ncopet dalam sehari, rasanya tangan tersebut udah gatel dan perlu ada suatu yg diturutin. kalau diturutin, bisa jadi dia jadi raja maling / copet. tp kalo tahu itu diharamkan Allah SWT, dia harus berusaha sekuat tenaga utk tidak melakukannya.
karakter dan bentuk ujian bagi tiap-2 individu / manusia, itu berbeda-beda. kita nggak bisa menyamaratakan, antara individu yg satu dgn individu yg lain.
yang penting, berusaha sekuat tenaga agar tidak melanggar perintah Allah SWT. yang dinilai oleh Allah SWT bukanlah hasil usaha kita, apakah kita berhasil ataukah gagal. yang penting, proses dan ikhtiar kita utk mematuhi perintah NYA.
seperti kita lihat dalam kisah nabi Yusuf berikut ini. beliau sedemikian ganteng dan tampan. itulah ujian beliau... sehingga, wanita-2 yang melihat beliau pun, serta merta bakal rela untuk diajak tidur sekamar semalam saja. Apalagi kalau hubungan tersebut didasari rela sama rela. :eek:
Tapi, ketika semua udah terbentang didepan mata. jika dimisalkan hidangan, itu semua udah tersedia di atas meja, tinggal menikmati saja. apakah kata beliau....? penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Itulah ujian nabi Yusuf yang terbesar....
kalau orang nya nggak tampan sich mudah banget menghadapi ujian tersebut, karena ceweq pun nggak minat utk ngelihat. mungkin ngelirik pun, kagak.
[12:31] Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): "Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka." Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia."
[12:32] Wanita itu berkata: "Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak menaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina."
[12:33] Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh."
dalam kisah diatas... Nabi Yusuf pun mengakui bahwa ada kecenderungan utk memenuhi keinginan mereka (bukan cuman satu orang lho... :o ). tapi, beliau ingat kepada Allah SWT, sehingga beliau terhindar dari godaan tersebut dan berdoa agar dimasukkan penjara saja. :nono
AlfaOmega
February 11, 2007, 21:59
solusi buat yang homo. Solusi yang diperbolehkan oleh Islam adalah
1. bersabarlah
2. married dengan lawan jenis
Sekarang, kita meng otak-atik apa yang diperbolehkan oleh islam tersebut, sehingga sesuai dgn harapan kaum homo.
misalkan yang cowoq.
tentunya harus married dgn ceweq.
ceweq khan banyak macamnya :bingung:
ada yang memble, ada yang cantik, ada yang lemah gemulai, ada yang lembut, tapi ada pula yang kayak ke lelaki-lakian.
ada lho ceweq yang senantiasa pakai jeans / celana panjang.
nggak suka pakai rok.
pinggul pun nggak punya
mungkin dada atas pun nggak seberapa menonjol
secara fisik, susah nge bedain apakah dia itu ceweq atau cowoq.
ada pula ceweq, udah tomboy, dia itu banggak kalau dianggap sebagai cowoq.
setelah married dan mau make love....
matiin lampu
pejamkan mata
bayangkan aja dia sebagai cowoq :eek:
lama-lama terbiasa koq
Kira-2 masuk akal ataukah gak, solusi kayak gini ini ?
wallahu'alam
gene
February 11, 2007, 23:04
solusi buat yang homo. Solusi yang diperbolehkan oleh Islam adalah
1. bersabarlah
2. married dengan lawan jenis
setelah married dan mau make love....
matiin lampu
pejamkan mata
bayangkan aja dia sebagai cowoq :eek:
lama-lama terbiasa koq
Kira-2 masuk akal ataukah gak, solusi kayak gini ini ?
wallahu'alam
Solusi ini sudah banyak diusulkan dan udah banyak yang mencoba. Ada beberapa hasil dan kemungkinan :
1. Banyak gay yang bersabar dengan berusaha menerima kenyataan bahwa mereka gay. Lalu mereka berusaha untuk mencari 'pasangan hidup' layaknya 'suami-istri', yang menurut gw sesuatu yang 'positif' daripada mereka harus terus-terusan cari partner ke sana ke mari yang resikonya lebih besar. Yang justru kurang 'bersabar' adalah lingkungan dan masyarakat, yang kayaknya tetep 'gatel' untuk ngomentarin mereka
2. Ada gay yang menikah sampai punya anak juga. Ada yang menutup-nutupi, tapi ada juga yang akhirnya terbuka kepada istrinya tentang kondisinya. Reaksi si istri juga bermacam-macam, ada yang nggak tahan karena dianggap sebagai 'cowok' waktu ML, ada juga yang pasrah dan berusaha menerima kalau 'saingan'-nya bukanlah sesama wanita.
Gw nggak bisa bilang mana yang lebih baik, karena tergantung pada yang menjalani. Kayaknya sih tiap gay mesti 'explore' untuk menentukan mana yang paling baik untuk masing-masing. Yang penting jangan jadi 'free lance' yang jelalatan nyari cowok ke mana-mana.
Kalau buat gw pribadi sih, hanya berusaha untuk tidak 'preaching' atau 'ngomentarin' temen-temen gw yang gay, karena gw berusaha mengerti ada handicap yang mereka hadapi dalam hidup dan tidak semua masyarakat bisa memahaminya. Mungkin hampir sama kayak reaksi orang jaman dulu sama yang sakit kusta + penderita HIV/AIDS ya?
Gion Franklin
February 11, 2007, 23:29
Mungkin juga ada baek nya yang gay cari bini nya yang lesbian - yang nyari hubby yang gay, paling nggak meminimalkan fitnah yang berkembang di masyarakat ataw bikin masyarakat tenang aja. Ya artinya mereka merit hanya demi status aja. Lagipula tujuan perkawinan pan gak semata-mata untuk melanjutkan keturunan ataw kebutuhan biologis pan?
rimei
February 12, 2007, 05:28
Mungkin juga ada baek nya yang gay cari bini nya yang lesbian - yang nyari hubby yang gay, paling nggak meminimalkan fitnah yang berkembang di masyarakat ataw bikin masyarakat tenang aja. Ya artinya mereka merit hanya demi status aja. Lagipula tujuan perkawinan pan gak semata-mata untuk melanjutkan keturunan ataw kebutuhan biologis pan?
Nggak setujuuuu....
Kalo gitu sama aja donk kalo pernikahannya buat main2. Padahal menikah itu adalah ibadah. Menikah bukan hanya untuk tercatat di KUA aja kan?
That's why they call it holy matrimony, sesuatu yang suci, yang sakral.
Menikah itu harus syah di hadapan Allah dan Allah Maha Mengetahui...
Ok lah, keluarga, masyarakat bisa dibohongin, tapi Allah??? Apa bisa dibohongin??
Belum lagi ketika keluarga tau, apa mereka gak akan sakit hati???
I don't know the solution. Tapi aku pikir gay merit ama lesbian bukan solusinya.
Wallahu alam.
Gee_Whiz
February 12, 2007, 05:35
Mungkin juga ada baek nya yang gay cari bini nya yang lesbian - yang nyari hubby yang gay, paling nggak meminimalkan fitnah yang berkembang di masyarakat ataw bikin masyarakat tenang aja. Ya artinya mereka merit hanya demi status aja. Lagipula tujuan perkawinan pan gak semata-mata untuk melanjutkan keturunan ataw kebutuhan biologis pan?
apa jadinya rumah tangga seperti ini? apakah rumah tangga macam itu yg diinginkan Allah SWT, dimana kedua suami istri hanya married demi status, tidak ada cinta?? sang istri pun belum tentu melayani suaminya, suaminya juga belum tentu nagih. tetep aja diluar status mereka, mereka hidup sendiri2, dan...selingkuh juga sama pasangan sesama jenis masing2.. ini namanya pembodohan mertua menurut gue hehe... tapi anyway, memuaskan semua pihak, ya terutama mertua, keluarga, kerabat, tetangga, relasi, RT, RW, Lurah, pak hakim, pak presiden.
:D
Gion Franklin
February 12, 2007, 05:45
Hahaha... gw actually juga gak setuju koq dengan merit with a lesbian :D Usulan gw bernada sarkastis. Gak sedikit kaum gay yang merit ama lesbian demi nyenengin ortu & masyarakat. Solusi yang ditawarkan Alfa gw belum setuju. Kalo ngebayangin as a guy bini nya, ya sama aja bo'ong dunk, gak 'sembuh2' thu artinya.
gene
February 12, 2007, 05:58
Kalo nyari bini yang lesbian, berarti ada dua orang yang mencoba menipu lingkungan dan keluarga. Bokis berjamaah dong... :kakaka:
Kalo kondisinya gini, being single rasanya lebih baik daripada 'mengajak' sang 'istri' untuk ikut ikutan berbohong.
perenung nasib
February 12, 2007, 06:58
guwe coba nge jawab ya....
Aliif laam mim.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,"kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi ?
dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Q.S; Al `Ankabuut: 1-3).
dalam ayat diatas, disebutkan bahwa setiap manusia, duji oleh Allah SWT.
Ujian Allah SWT itu berbagai macam bentuknya, sebagai bukti atas keimanan dan ke Islam an kita.
Jadi, kalau dibandingkan antara
1. orang macam guwe, yang nggak ada minat hubungan sesama jenis dan tidak melakukan hubungan sesama jenis.
2. orang yg ada keinginan sesama jenis, tapi tidak melakukan hubungan sesama jenis.
Manakah diantara kedua itu yang lebih baik ?
Orang kedua lah yang lebih baik.. Karena, dia udah teruji keimanannya dgn ujian berupa minat sesama jenis, tapi dia tidak melakukannya karena takut kepada Allah SWT.
sedangkan orang pertama, belum diuji dgn ujian berupa minat terhadap sesama jenis.
Ujian Allah SWT itu banyak banget bentuknya.
kekayaan seperti nabi Sulaiman. tapi Kharun yang kaya, tidak bersyukur
sakit yang parah seperti Nabi Ayyub. banyak banget bekatul / ulat yang menempel ditubuhnya. sehingga, orang bakal jijik untuk mendekati beliau.
nabi Musa as. beliau itu pelat / cedal, bicaranya nggak sempurna (mungkin seperti anak kecil yg baru belajar bicara). tapi, itu tidak mengurungkan beliau utk berdawah.
Asiyah ra... dia itu istri Firaun. Firaun mengangkat dirinya sebagai tuhan utk bangsa Mesir. tapi istri Firaun sendiri yg bernama Asiyah, tidak mengakui ketuhanan firaun, dan tetap memegang tauhid.
kalau kita lihat disekitar kita.
sedemikian mudahnya orang melakukan salah satu perintah Allah SWT, seperti pergi haji. tapi, ada pula orang lain yang harus menggunakan tabungan seumur hidupnya, hanya utk pergi haji.
ada cowoq yg mata keranjang. matanya jelalatan, pokoknya kalau ada wanita cantik, nggak terlewatkan sedetikpun. itulah ujian dia.. utk menjaga matanya agar tidak melihat hal-2 yang nggak baik.
ada pula cowoq, yang nafsu $ex nya mudah banget naik. sehingga, kalau ngelihat ce cakep pun, mudah banget nafsunya naik. bisa aja dia salurkan ke pelacur atau sejenisnya. tapi kalau dia ingat akan Allah SWT, tentulah dia akan segera menikah, supaya bisa menyalurkan nafsu nya tersebut secara benar.
ada pula manusia yg tangannya gatel banget. kalau nggak nyuri / ncopet dalam sehari, rasanya tangan tersebut udah gatel dan perlu ada suatu yg diturutin. kalau diturutin, bisa jadi dia jadi raja maling / copet. tp kalo tahu itu diharamkan Allah SWT, dia harus berusaha sekuat tenaga utk tidak melakukannya.
karakter dan bentuk ujian bagi tiap-2 individu / manusia, itu berbeda-beda. kita nggak bisa menyamaratakan, antara individu yg satu dgn individu yg lain.
yang penting, berusaha sekuat tenaga agar tidak melanggar perintah Allah SWT. yang dinilai oleh Allah SWT bukanlah hasil usaha kita, apakah kita berhasil ataukah gagal. yang penting, proses dan ikhtiar kita utk mematuhi perintah NYA.
seperti kita lihat dalam kisah nabi Yusuf berikut ini. beliau sedemikian ganteng dan tampan. itulah ujian beliau... sehingga, wanita-2 yang melihat beliau pun, serta merta bakal rela untuk diajak tidur sekamar semalam saja. Apalagi kalau hubungan tersebut didasari rela sama rela. :eek:
Tapi, ketika semua udah terbentang didepan mata. jika dimisalkan hidangan, itu semua udah tersedia di atas meja, tinggal menikmati saja. apakah kata beliau....? penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Itulah ujian nabi Yusuf yang terbesar....
kalau orang nya nggak tampan sich mudah banget menghadapi ujian tersebut, karena ceweq pun nggak minat utk ngelihat. mungkin ngelirik pun, kagak.
[12:31] Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): "Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka." Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia."
[12:32] Wanita itu berkata: "Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak menaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina."
[12:33] Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh."
dalam kisah diatas... Nabi Yusuf pun mengakui bahwa ada kecenderungan utk memenuhi keinginan mereka (bukan cuman satu orang lho... :o ). tapi, beliau ingat kepada Allah SWT, sehingga beliau terhindar dari godaan tersebut dan berdoa agar dimasukkan penjara saja. :nono
Berarti anda menjalankan syariat islam karena sebuah ketakutan akan hukuman Allah???
Sekarang saya balik bertanya mana yang lebih baik
1. Orang yang belajar karena suka pelajaran itu atau
2. orang yang belajar karena takut oleh gurunya
Saya bukan menekankan kita harus lupa kepada Allah SWT tetapi menjalankan syariatnya karena kita mengerti betul2 lebih baik daripada hanya ketakutan. nah masalahnya di sini, seberapa kita ingin mengerti kita tidak akan pernah paham pemikiran Tuhan, Allah SWT berfirman dalam Al-quran tetapi itu bukan berarti juga Allah tidak bisa membuat pengecualian. Maka dari itu karena kita tidak tahu jalan pikiran-Nya jalan yang paling baik adalah tidak membuat kesimpulan, apalagi kesimpulan seolah-olah kita lebih baik daripada gay, atau gay pasti masuk neraka atau sampai2 mencelakai orang gay karena itu urusan yang di atas.
AlfaOmega
February 12, 2007, 08:21
Solusi yang ditawarkan Alfa gw belum setuju. Kalo ngebayangin as a guy bini nya, ya sama aja bo'ong dunk, gak 'sembuh2' thu artinya.
menurut guwe, istilah sembuh atau nggak, itu perlu waktu ya....
kita nggak bisa berharap bahwa setelah married langsung sembuh. berusahalah untuk memperbaiki diri...
frekuensi si dia melakukan hubungan sejenis, lama-lama berkurang. bukankah itu juga suatu perbaikan ?
kemudian, kalau udah beranak pinak :hehe
lama-2 khan sibuk sendiri dengan urusan rumah tangga dan duniawi.
sibuk dgn urusan sekolah anak.
sibuk dgn urusan tabungan.
sibuk dgn urusan jabatan
sibuk urusan harta
sibuk urusan cicilan rumah
sibuk urusan kerja sambilan
de el el
kalau lagi pengin berhubungan secara homo...
kasih aja tugas kepada istri.
bisa aja sewaktu make luv, istri lu berdandan seperti layaknya laki-2.
minjam baju lu...
lu ngebayangin dia sebagai cowoq :haha
nggak ada salahnya, khan ? :)
seberapa banyak hubungan suami istri....
sang istri ngebayangin si co bukan suaminya ?
sang suami ngebayangin dia ce lain ?
sah sah aja.... :kakaka:
kita nggak tahu apa yang di benak pasangan kita ketika berhubungan intim :kakaka:
silakan mbayangin khayalan indah masing-2
yang penting happy dan tujuan tercapai :)
:kakaka: :kakaka: :kakaka: :kakaka:
kalau nurutin keinginan orang-2 homo..
orang-2 non homo pun, ada keinginan utk ganti-ganti pasangan. :eek:
kalau diturutin, ya bisa kemana-mana dech :haha
tapi, tidak sedikit yang tidak mau melakukan itu..
karena hubungan intim di luar nikah itu adalah zina
gw nggak tahu, bagaimana hubungan intim versi orang-2 homo. :kakaka:
mungkin sekedar variasi
apakah co gay, bisa kah melakukan hubungan intim dgn istrinya (yg bener-2 ce) seperti layaknya orang homo ?
hubungan sesama jenis khan 'anu'nya nggak pernah masuk ke lawan jenis. :kakaka:
wrakadah
February 12, 2007, 08:40
Mungkin solusinya begini,..
Gimana kalo ada gerakan secara besar-besaran yang memberikan dukungan kepada setiap kaum gay yang ingin str8, bahwa keinginan mereka tuh didukung dan di support oleh banyak pihak, sehingga mereka akan lebih kuat dalam menghadapi cobaan yang mereka alami.
Mirip gerakan AIDS gitu lah. dan dipublikasikan secara besar-besaran
he.. hee usul aja sih
rimei
February 12, 2007, 08:43
kalau lagi pengin berhubungan secara homo...
kasih aja tugas kepada istri.
bisa aja sewaktu make luv, istri lu berdandan seperti layaknya laki-2.
minjam baju lu...
lu ngebayangin dia sebagai cowoq :haha
nggak ada salahnya, khan ? :)
yeee... mending klo istrinya mau. Itu klo istrinya tau lakinya gay tho? Klo dia kagak tau ya gak bisa juga... :haha
Lagian kasian istrinya ah, kudu pretending kek gitu...
gw nggak tahu, bagaimana hubungan intim versi orang-2 homo. :kakaka:
Gw juga gak tau (tunjuk jari neh :haha). Eh bukan gak tau, agak tau :haha. Tapi gak kebayang aja gitu :bingung: .
Tapi gak mau tau juga ah...
mungkin sekedar variasi
apakah co gay, bisa kah melakukan hubungan intim dgn istrinya (yg bener-2 ce) seperti layaknya orang homo ?
hubungan sesama jenis khan 'anu'nya nggak pernah masuk ke lawan jenis. :kakaka:
Gak bisa kali... kan ada thu dalilnya... Kalo gak salah mah hadist. Tapi jangan suruh sebutin sekarang (lemah euy soal dalil mah, kudu nyari dulu :) ).
Yang kemaren nanya ama gw aja sampe sekarang belum nemu neh dalilnya :p. Ntar yah, gw jadiin PEER kok :)
rimei
February 12, 2007, 09:35
Berarti anda menjalankan syariat islam karena sebuah ketakutan akan hukuman Allah???
Yang gini berarti dia Islam yah? tapi bukan berarti dia Iman yah?
Sekarang saya balik bertanya mana yang lebih baik
1. Orang yang belajar karena suka pelajaran itu atau
2. orang yang belajar karena takut oleh gurunya
Saya bukan menekankan kita harus lupa kepada Allah SWT tetapi menjalankan syariatnya karena kita mengerti betul2 lebih baik daripada hanya ketakutan. nah masalahnya di sini, seberapa kita ingin mengerti kita tidak akan pernah paham pemikiran Tuhan, Allah SWT berfirman dalam Al-quran tetapi itu bukan berarti juga Allah tidak bisa membuat pengecualian. Maka dari itu karena kita tidak tahu jalan pikiran-Nya jalan yang paling baik adalah tidak membuat kesimpulan, apalagi kesimpulan seolah-olah kita lebih baik daripada gay, atau gay pasti masuk neraka atau sampai2 mencelakai orang gay karena itu urusan yang di atas.
Jadi inget waktu gw discuss tentang gay sama nyokap. Gw dikasih tau klo yang Islam belum tentu Iman. Jadi kudu Islam dan Iman, baru bisa menjalankan syariat agama dengan sepenuhnya. Mungkin maxud nyokap gw thu ini kali yah? :p
Kan gw bilang klo gay juga masih suka shalat dan menjalankan syariat Islam. Nyokap bilang, dia thu Islam, tapi gak Iman :bingung:
Bukan gak Iman kali yah? Kurang beriman?
Which come first? Iman, Islam? Ato ketika dia Islam, dia beriman? or the other way round? confusing....
gene
February 12, 2007, 11:10
Dukungan yang ada sekarang adalah pengakuan 'gay marriage'. Walaupun masih jadi kontroversi, tapi menurut gw mengurangi resiko gay 'berkeliaran' cari partner yang bisa meningkatkan resiko penyakit seksual.
gene
February 12, 2007, 11:14
Kan gw bilang klo gay juga masih suka shalat dan menjalankan syariat Islam. Nyokap bilang, dia thu Islam, tapi gak Iman :bingung:
Bukan gak Iman kali yah? Kurang beriman?
Which come first? Iman, Islam? Ato ketika dia Islam, dia beriman? or the other way round? confusing....
Interesting. Kalo menurut nyokap elo namanya apa nih :
1. Gay yang nggak shalat?
2. Str8 yang nggak shalat?
3. Mana yang lebih mending : Str8 yang nggak shalat atau Gay yang shalat?
:bingung: :bingung: :bingung:
Gion Franklin
February 12, 2007, 11:16
kita nggak bisa berharap bahwa setelah married langsung sembuh. berusahalah untuk memperbaiki diri...
Of course not, gak se-instant itu lah seorang gay bisa 'sembuh' kembali jadi str8 begitu udah merit ama ::ce::
frekuensi si dia melakukan hubungan sejenis, lama-lama berkurang. bukankah itu juga suatu perbaikan ?
kemudian, kalau udah beranak pinak :hehe
lama-2 khan sibuk sendiri dengan urusan rumah tangga dan duniawi.
sibuk dgn urusan sekolah anak.
sibuk dgn urusan tabungan.
sibuk dgn urusan jabatan
sibuk urusan harta
sibuk urusan cicilan rumah
sibuk urusan kerja sambilan
de el el
Sebenernya perbaikkan macam apa yah? :bingung: Kalo cuman frekwensi dia berhubungan dengan temen2 seperjuangannya berkurang atau udah gak pernah lagi, thus apakah menjamin kalo akhirnya tumbuh hasrat, emotionally attached to women - paling nggak bininya?
kalau lagi pengin berhubungan secara homo...
kasih aja tugas kepada istri.
bisa aja sewaktu make luv, istri lu berdandan seperti layaknya laki-2.
minjam baju lu...
lu ngebayangin dia sebagai cowoq :haha
nggak ada salahnya, khan ? :)
Susah atuh ini mah :hehe Masalahnya kalo gitu kudu nyari bini yang mau berdandan ala laki2, atau tomboy banget, atau lesbian bottom :haha Yang terakhir skip aja deh, sarkasme gw keluar lagi :P
Lebih jauh lagi, artinya sang bini kudu mengetahui kondisi suaminya yang neither str8 or bi. Nah apakah ada wanita yang mau nerima keadaan suaminya ini sekaligus menerima dirinya senantiasa dianggap as a man acapkali berhubungan??
seberapa banyak hubungan suami istri....
sang istri ngebayangin si co bukan suaminya ?
sang suami ngebayangin dia ce lain ?
sah sah aja.... :kakaka:
kita nggak tahu apa yang di benak pasangan kita ketika berhubungan intim :kakaka:
silakan mbayangin khayalan indah masing-2
yang penting happy dan tujuan tercapai :)
:kakaka:
Ini sih bisa aja, kalo ngebayangin misalnya kita lagi berhubungan ama aktor / aktris yang rupawan. Cuman kalo kasus gay, apakah Allah suka gitu kalo pas berhubungan dengan bini nya dia bayanginnya still... a guy??
mungkin sekedar variasi
apakah co gay, bisa kah melakukan hubungan intim dgn istrinya (yg bener-2 ce) seperti layaknya orang homo ?
hubungan sesama jenis khan 'anu'nya nggak pernah masuk ke lawan jenis. :kakaka:
Kasus2 kayak gini sering kok kita temuin. Ada gay akhirnya merit dengan seorang wanita dan berhasil punya anak, entah gimana caranya :hehe Gw gak tau :P But banyak juga lho yang walaw udah berkeluarga, teteeep aja ngejalin hubungan diam2 ama cowok juga.
Mungkin solusinya begini,..
Gimana kalo ada gerakan secara besar-besaran yang memberikan dukungan kepada setiap kaum gay yang ingin str8, bahwa keinginan mereka tuh didukung dan di support oleh banyak pihak, sehingga mereka akan lebih kuat dalam menghadapi cobaan yang mereka alami.
Mirip gerakan AIDS gitu lah. dan dipublikasikan secara besar-besaran
he.. hee usul aja sih
Hmmm kalo cuman supportive dukungan kayak gini sih udah banyak yah, gw pernah nemu tulisan yang bagusss banget. Quite inspiring I say! But dia lagi2 gak ngasih solusi, how to change their sexual orientation. Tiap orang bisa lagi ngasih dukungan yang very supportive. Udah cukup banyak (sampe gw bosen bacanya). Tapi mana yang ngasih solusi seperti yang gw bilang di atas?
gene
February 12, 2007, 11:24
menurut guwe, istilah sembuh atau nggak, itu perlu waktu ya....
kita nggak bisa berharap bahwa setelah married langsung sembuh. berusahalah untuk memperbaiki diri...
frekuensi si dia melakukan hubungan sejenis, lama-lama berkurang. bukankah itu juga suatu perbaikan ?
Alfa, coba bikin poll deh di thread ini, khusus buat cewek. Question-nya : "Apa yang akan elo lakukan kalau ada cowok yang elo suka banget, terus propose elo buat merit dengan catatan dia ngomong di awal pertemuan "Gue gay, mau nggak merit sama gue terus bantuin gw buat jadi str8?""
Menurut elo kan setelah married nggak bisa langsung sembuh. Terus bulan-bulan pertama, tahun-tahun pertama, ceweknya mesti 'berlapang dada' kalo si cowok pengen ML sama cowok lain? Terus sampai berapa lama?
Emang ortu si cewek bakal ngasih ijin anaknya merit sama gay? Kalau nanti beranak pinak, anaknya mesti 'berlapang dada' kalau nanti ada yang nyumpahin dia "Bapak elo Homo ya?"
Gw bukan nggak setuju kalau gay mo married, gw malah mendukung banget. Tapi kayaknya kita harus kembalikan ke kondisi orang tsb. kayak studi-nya Kinsey. Kalau kecenderungan biseksual dia masih seimbang, mungkin dia bisa survive karena tendency gay-nya memang nggak kuat.
Tapi kalau kecenderungan-nya kuat, menurut gw mending jangan deh! Resiko-nya nggak ditanggung sendiri. Istri, anak, keluarga, mertua dan lain-lain bisa ikut menanggung.
Gion Franklin
February 12, 2007, 11:31
Berarti anda menjalankan syariat islam karena sebuah ketakutan akan hukuman Allah???
Sekarang saya balik bertanya mana yang lebih baik
1. Orang yang belajar karena suka pelajaran itu atau
2. orang yang belajar karena takut oleh gurunya
Saya bukan menekankan kita harus lupa kepada Allah SWT tetapi menjalankan syariatnya karena kita mengerti betul2 lebih baik daripada hanya ketakutan. nah masalahnya di sini, seberapa kita ingin mengerti kita tidak akan pernah paham pemikiran Tuhan, Allah SWT berfirman dalam Al-quran tetapi itu bukan berarti juga Allah tidak bisa membuat pengecualian. Maka dari itu karena kita tidak tahu jalan pikiran-Nya jalan yang paling baik adalah tidak membuat kesimpulan, apalagi kesimpulan seolah-olah kita lebih baik daripada gay, atau gay pasti masuk neraka atau sampai2 mencelakai orang gay karena itu urusan yang di atas.
Oke, out of topic sedikit deh.
Ada yang mengatakan kalo orang itu wajib shalat, gak boleh ditunda2 meskipun loe sebenernya gak suka shalat. Tapi karena loe muslim, jadi loe kudu melaksanakan kewajiban ini.
Ada yang mengatakan melalui 'pemaksaan' kudu shalat ini, ntar toh lama2 juga terbiasa. Dengan terbiasa, saat dia belum shalat, dia bakalan gelisah karena seperti merasakan ada yang kurang.
Idealinya kita shalat karena kita butuh Allah, rindu Allah, cinta Allah, pengen ketemu via shalat, pengen curhat pada-Nya etc. Cuman kalo kondisi kayak gitu belum bisa ditemuin, apa cara 'pemaksaan' semacem ini worthed?
AlfaOmega
February 12, 2007, 21:40
nanya nich....
Orang disebut homo itu, kayak gimana ya ?
apakah seorang homo itu, nggak bisa berhubungan intim dgn lawan jenis ? ;D
bisakah orang homo berhubungan intim dgn lawan jenis ?
jadi kepikiran nich...
ada kah ustadz / ustadzah yang insyaf dari homo ?
[thanks]
Gion Franklin
February 12, 2007, 23:02
Considering they are not attracted sexually by women ya semestinya gak bisa. Tapi ada gay yang merit dengan cewe bisa bikin bini nya hamil. Gw prefer nyebut mereka bi, bukan gay lagi. Kalo ustad / ustadzah yang sembuh dari homosexual gw gak tau... Yang gw tau yang sembuh thu yang dulu nya str8 jadi gay. Gak tau yang dari sono nya was born as a gay.
mudunpapat
February 12, 2007, 23:08
kalo misalnya masuk ke perkumpulan yang terdiri dari banyak cewe sedikit cowo, dan semua cowonya str8, jadi kalo lagi birahi cuma isa liat aja tar lama-lama jadi terpaksa berpaling ke cewe, trus nanti jadi terbiasa, sapa tahu bisa berbelok keinginan menjadi str8.
Batara Guritno
February 13, 2007, 00:41
Salah didik, salah pergaulan, salah memahami kodrat.... murni penyakit kejiwaan, bukan secara Genetik... Seperti yang sudah kita tahu mengenai Sodom dan Gomorah... Pada Jaman dulu, hubungan biseksual sudah biasa... ketertarikan manusia terhadap sesama jenis tuh ada dalam setiap manusia... bahkan pada binatang pun ada. Kambing yang stress sebelum dipotong pd saat Idul Adha, sering terlihat bersetubuh dengan sesama jenisnya (Jantan)... Jadi bukan karena Kehendak Allah, tapi memang sudah kodrat manusia, kodrat itu sama terhadap semua manusia. yang jadi pertanyaan.., kenapa kita tidak Homo sementara dia Homo? Itu karena kita ada di lingkungan yang baik, mendapat pendidikan yang sesuai dengan kodrat kita, dan kita bermental sehat... itu saja... bukan kehendak Tuhan, tapi Kebodohan dan kelemahan mental manusia...
Gee_Whiz
February 13, 2007, 00:53
Berarti anda menjalankan syariat islam karena sebuah ketakutan akan hukuman Allah???
Sekarang saya balik bertanya mana yang lebih baik
1. Orang yang belajar karena suka pelajaran itu atau
2. orang yang belajar karena takut oleh gurunya
Saya bukan menekankan kita harus lupa kepada Allah SWT tetapi menjalankan syariatnya karena kita mengerti betul2 lebih baik daripada hanya ketakutan. nah masalahnya di sini, seberapa kita ingin mengerti kita tidak akan pernah paham pemikiran Tuhan, Allah SWT berfirman dalam Al-quran tetapi itu bukan berarti juga Allah tidak bisa membuat pengecualian. Maka dari itu karena kita tidak tahu jalan pikiran-Nya jalan yang paling baik adalah tidak membuat kesimpulan, apalagi kesimpulan seolah-olah kita lebih baik daripada gay, atau gay pasti masuk neraka atau sampai2 mencelakai orang gay karena itu urusan yang di atas.
keknya gue cenderung se-7 deh ama opini yang ini [thanks]
bwat para agamawan, religiuswan religiuswati, tolong tidak membuat kesimpulan ataupun komentar tentang kaum ini, karena itu mungkin adalah rencana Allah yang tak seorang manusiapun mengetahuinya. semua kejadian adalah atas kehendak-Nya dan rencana-Nya.
solusi terbaik bagi kaum gay: still being a single until you are sure that you really want to marry a woman and make a happy family, not because you want to fulfil your parent's wish or to make your folks satisfied, but because you realize that you really want to change your whole life into a better one.
rimei
February 13, 2007, 04:13
Interesting. Kalo menurut nyokap elo namanya apa nih :
1. Gay yang nggak shalat?
2. Str8 yang nggak shalat?
3. Mana yang lebih mending : Str8 yang nggak shalat atau Gay yang shalat?
:bingung: :bingung: :bingung:
Halah... Kok jadi nanya gimana menurut Nyokap gw? :D
Hmmm.. Tapi ntar coba gw tanyain deh... gw juga pengen tau mama bakal jawab apa :p
Tapi personally, menurut gw cowok str8 ato gay kalo gak shalat ya sama aja berdosanya. Kan dua2nya juga wajib shalat tho???
Kan cowok str8 ato gay juga klo berzina sama aja berdosanya. Yang beda kan mengenai dengan siapa mereka berzina, klo str8 ama lawan jenis, klo gay ama sesama jenis. Hmmm.... dalam hal bagaimana melakukan hubungan seksual, rasanya ada juga deh yang str8 tapi berhubungan secara anal, walopun secara Islam kan gak boleh yah.
Mungkin maxud nyokap gw gak beriman thu dalam hal tidak menerima kodrat bahwa cowok itu pasangannya cewek. Gitu kali ya??
Bukan berarti yang st8 pasti lebih beriman, mungkin dalam hal lain dia gak beriman.
Gak bisa ah banding2in gitu aja. Gak bisa dibilang juga klo yang str8 gak pernah shalat lebih baik dari gay yang shalat. :bingung:
Pokoknya mah dalam hal shalat, dua2nya wajib melaksanakannya. Titik gak pake koma, gak pake nawar lagi :D
Alfa, coba bikin poll deh di thread ini, khusus buat cewek. Question-nya : "Apa yang akan elo lakukan kalau ada cowok yang elo suka banget, terus propose elo buat merit dengan catatan dia ngomong di awal pertemuan "Gue gay, mau nggak merit sama gue terus bantuin gw buat jadi str8?""
Menurut elo kan setelah married nggak bisa langsung sembuh. Terus bulan-bulan pertama, tahun-tahun pertama, ceweknya mesti 'berlapang dada' kalo si cowok pengen ML sama cowok lain? Terus sampai berapa lama?
Emang ortu si cewek bakal ngasih ijin anaknya merit sama gay? Kalau nanti beranak pinak, anaknya mesti 'berlapang dada' kalau nanti ada yang nyumpahin dia "Bapak elo Homo ya?"
Gw bukan nggak setuju kalau gay mo married, gw malah mendukung banget. Tapi kayaknya kita harus kembalikan ke kondisi orang tsb. kayak studi-nya Kinsey. Kalau kecenderungan biseksual dia masih seimbang, mungkin dia bisa survive karena tendency gay-nya memang nggak kuat.
Tapi kalau kecenderungan-nya kuat, menurut gw mending jangan deh! Resiko-nya nggak ditanggung sendiri. Istri, anak, keluarga, mertua dan lain-lain bisa ikut menanggung.
Gw ini contoh nyata cewek yang mau married ama gay. Dengan catatan gaynya mau berusaha menjadi str8. Jadi, gw jatcin ama cowok walopun gw tau dia gay. So... IF he propose, dan janji mau berusaha jadi str8, I would surely say YES.
Tapi gak ada toleransi dia boleh berhubungan ama cowok dalam awal2 pernikahan. Klo dia propose, berarti dia udah siap meninggalkan semuanya dan berusaha jadi str8. Klo belum siap, jangan deh... terlalu menyakitkan buat si cewek :nangis:
Gw gak ngerti kenapa bisa gitu, tapi ya begitulah... Ternyata cinta bisa mengalahkan segalanya, bahkan logika. I was willing to do almost about anything, bahkan semua penderitaan yang mungkin ada.
Pertamanya gw pikir itu sebagai ibadah dan gw pikir gpp gw menderita sedikit, tapi bakalan banyak yang seneng, especially his mom ::sedih:: .
Kenapa gw bilang 'was'? karena ya itu dulu... He wasn't ready... Gw gak mau maksa. Bukan jodoh aja kali... But still love him though, always.... :).
Gw kan masih bisa mencintai dengan cara yang lain :D
To those gay guy out there yang mikir klo gak bakalan ada cewek yang mau married ama mereka dan menerima mereka apa adanya, you're wrong.
Pasti ada.... one in a million mungkin.... :P
Gee_Whiz
February 13, 2007, 05:36
Salah didik, salah pergaulan, salah memahami kodrat.... murni penyakit kejiwaan... itu saja... bukan kehendak Tuhan, tapi Kebodohan dan kelemahan mental manusia...
wah..sarkastis.. ::sedih::
kenapa kita tidak Homo sementara dia Homo?
ya mustinya loe bersyukur klo gak homo tapi temen loe homo, bukannya malah nge-judge :D
sama deh pertanyaan gue, kenapa ada bayi lahir di keluarga kaya, dan ada juga lahir di keluarga gembel? ada bayi yg ditunggu2, diharapkan, dilimpahi kasih sayang, ada pula bayi yang dibuang orang tuanya.
bukankah semua itu kodrat?
jika loe bilang salah didik, salah pergaulan, bagaimana dengan gay yang dari bawaan lahir? trus, gimana juga judgement loe tentang banci/bencong? apakah mereka juga karena salah pergaulan? bagaimana dengan otot2nya yang lemah kek cewek, bentuk wajahnya yg halus, kulitnya yang licin tanpa bulu, dan maaf 'anu'nya yang kecil? semua kekurangan fisik itu karena salah pergaulan ya?
jadi loe gak percaya klo Allah memang menciptakan mereka seperti itu alias kodrat/takdir, tapi mereka bikin2 sendiri?
tengoklah waria2 yang cantik2, seperti oscar lawalata, bgmana mungkin dia bisa jadi cowok tulen kalu fisiknya kek gitu?
gene
February 13, 2007, 12:38
Halah... Kok jadi nanya gimana menurut Nyokap gw? :D
Hmmm.. Tapi ntar coba gw tanyain deh... gw juga pengen tau mama bakal jawab apa :p
Gw nggak serius kok, Rimei :hehe :hehe Ntar gw yang dimarahin nyokap elo.
Menurut gw sih masalah gay atau str8 kan lebih ke Habluminanas, bagaimana seorang manusia berinteraksi dengan manusia lain. Kalau shalat kan lebih ke Habluminallah, bagaimana manusia berdialog dengan penciptanya.
Ideal-nya kan dua-duanya seimbang, jangan terlalu condong ke satu bagian. Gw sih pengen-nya ada solusi buat gay yang ingin memiliki Habluminanas yang baik. Caranya gimana, gw juga nggak tahu :bingung:
AlfaOmega
February 13, 2007, 12:39
Gw ini contoh nyata cewek yang mau married ama gay. Dengan catatan gaynya mau berusaha menjadi str8. Jadi, gw jatcin ama cowok walopun gw tau dia gay. So... IF he propose, dan janji mau berusaha jadi str8, I would surely say YES.
Tapi gak ada toleransi dia boleh berhubungan ama cowok dalam awal2 pernikahan. Klo dia propose, berarti dia udah siap meninggalkan semuanya dan berusaha jadi str8. Klo belum siap, jangan deh... terlalu menyakitkan buat si cewek :nangis:
Menarik juga jawabnya....
Jadi, tidak semua ceweq menolak gay; seperti anggapan beberapa kawan gay.
Jadi, lebih baik kita asumsikan bahwa ada ceweq yg berkenan / mau bersuamikan seorang gay.
Jika seorang ceweq bersuamikan gay... MENGINGAT, sedikit banget istri yg mau dimadu. entah dgn WIL ataupun dgn pasangan homonya.
pertanyaan berikutnya.
jika sudah bersuamikan seorang gay.
maukah seorang istri membantu berhubungan intim dgn suaminya, jika sang suami ingin berhubungan intim dgn gaya 'gay'.
terserah dech dgn gaya apapun, asalkan
1. bukan anal
2. dgn istri / suami sendiri.
3. nggak ada yg merasa di dholimi.
*semoga aja ada ce yg mau ngejawab*
gene
February 13, 2007, 12:45
Gw ini contoh nyata cewek yang mau married ama gay. Dengan catatan gaynya mau berusaha menjadi str8. Jadi, gw jatcin ama cowok walopun gw tau dia gay. So... IF he propose, dan janji mau berusaha jadi str8, I would surely say YES.
Tapi gak ada toleransi dia boleh berhubungan ama cowok dalam awal2 pernikahan. Klo dia propose, berarti dia udah siap meninggalkan semuanya dan berusaha jadi str8. Klo belum siap, jangan deh... terlalu menyakitkan buat si cewek :nangis:
Gw gak ngerti kenapa bisa gitu, tapi ya begitulah... Ternyata cinta bisa mengalahkan segalanya, bahkan logika. I was willing to do almost about anything, bahkan semua penderitaan yang mungkin ada.
Pertamanya gw pikir itu sebagai ibadah dan gw pikir gpp gw menderita sedikit, tapi bakalan banyak yang seneng, especially his mom ::sedih:: .
So you've been fall in love with a gay man? ::up:: ::up:: ::up::
Jarang lho ada cewek kaya elo. Mungkin dari satu sisi akan terlihat 'berat', tapi kalau ditelaah, sebetulnya pengorbanan cewek yang punya suami str8 tapi mata keranjang juga nggak kalah berat. Apalagi kalau hasil selingkuh-nya sampai punya anak....rumit deh!
Di sisi lain, gay man juga mungkin lebih 'setia' kepada sang istri, dalam artian nggak mungkin punya selingkuhan cewek :hehe Jadi sang istri akan selalu jadi Ratu dalam hidupnya.
Well, life is full of choice. Sometime we pick a good one, sometime we don't. Good luck deh....
gene
February 13, 2007, 12:52
ketertarikan manusia terhadap sesama jenis tuh ada dalam setiap manusia...
Di elo juga ada?
Pernah mimpi basah ML sama sesama jenis?
Gw tertarik sama U2 karena musik mereka TOP abis
Gw tertarik sama Roger Federer karena dia sakti mandraguna di lapangan tenis
Gw tertarik sama Gene Kelly karena dia bisa jadi aktor, sutradara, singer dan dancer yang mumpuni.
Tapi nggak bikin gw tertarik ML sama salah satu dari mereka.
Konsep ketertarikan yang elo maksud beda sama yang dirasakan Homo, Bro...
:gasetuju:
rimei
February 14, 2007, 05:40
Menarik juga jawabnya....
Jadi, tidak semua ceweq menolak gay; seperti anggapan beberapa kawan gay.
Betul sekali... Nyatanya... Tidak
Jadi, lebih baik kita asumsikan bahwa ada ceweq yg berkenan / mau bersuamikan seorang gay.
Gak perlu berasumsi, sudah jelas Ada [kedip]
pertanyaan berikutnya.
jika sudah bersuamikan seorang gay.
maukah seorang istri membantu berhubungan intim dgn suaminya, jika sang suami ingin berhubungan intim dgn gaya 'gay'.
terserah dech dgn gaya apapun, asalkan
1. bukan anal
2. dgn istri / suami sendiri.
3. nggak ada yg merasa di dholimi.
Kayaknya perlu diralat dikit deh. Gw bukannya mau bersuamikan gay. Tapi mau bersuamikan cowok yang dulunya gay, a.k.a mantan gay, or gay yang berusaha jadi str8. Klo masih gay banged mah ya gw mikir 2x, 3x, bisa sampe 100x malah :hehe
Buat pertanyaan diatas, gw bisa jawab dengan mudah. Kalo yang "asalkan" tadi emang gak dilakukan, ato dengan kata lain ya nggak melanggar aturan Allah. Trus "gaya" nya tidak menyalahi tata cara yang benar :haha (gw sendiri gak tau maxud gw cara yang benar disini apa), dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku :haha,
Jawabnya Mau
Eh, tapi gaya 'gay' teh kumaha? :bingung:
*semoga aja ada ce yg mau ngejawab*
Sepertinya cewek di thread ini minim (ato cuman gw doank yah? :p). Tapi kan udah gw jawab tuh semua. Any other question? :hehe
rimei
February 14, 2007, 05:55
So you've been fall in love with a gay man? ::up:: ::up:: ::up::
Yupp... still am... ::love::
Jarang lho ada cewek kaya elo. Mungkin dari satu sisi akan terlihat 'berat', tapi kalau ditelaah, sebetulnya pengorbanan cewek yang punya suami str8 tapi mata keranjang juga nggak kalah berat. Apalagi kalau hasil selingkuh-nya sampai punya anak....rumit deh!
Iya ya, jarang banget. Gw dibilang gila sama sobat2 gw. Semua sobat gw menentang. But my mom was okay with it, karena niat gw juga kan ibadah.
Gak tau yah, menurut gw c diselingkuhin ama cowok lebih menyakitkan ketimbang ama cewek. Saingan gw kan cowok, gak bisa ngimbanginnya :haha.
Gw dulu ngerasanya gitu... sakitnya berlipat-lipat.
Tapi emang klo gay selingkuh gak mungkin ampe punya anak :D.
But it still hurts... more than you'll ever know.... Akit..... :D
Di sisi lain, gay man juga mungkin lebih 'setia' kepada sang istri, dalam artian nggak mungkin punya selingkuhan cewek :hehe Jadi sang istri akan selalu jadi Ratu dalam hidupnya
Bener! Tapi yang namanya cewek gak mau diselingkuhin, mau ama cewek or cowok. Cowok juga gak mau diselingkuhin kan... :hehe.
Well, life is full of choice. Sometime we pick a good one, sometime we don't. Good luck deh....
Hope I will pick the good one in the end [thanks]
AlfaOmega
February 14, 2007, 12:13
Eh, tapi gaya 'gay' teh kumaha? :bingung:
guwe juga nggak tahu :kakaka:
sama-2 duduls dech :haha
Allah telah berfirman: “Hendaklah kamu mendatangi ladangmu sebagaimana yang kamu ingini.” (QS al-Baqarah: 223)
kalo udah merid sich....
Silakan ber experiment dech... terserah gaya apa yg anda kehendaki. asal jangan yg diharamkan / dilarang oleh Allah SWT & Rasul NYA.
dianES
February 14, 2007, 12:19
di dholimi itu maksudnya apa ? seks yg sadis ?
AlfaOmega
February 14, 2007, 13:18
di dholimi itu maksudnya apa ? seks yg sadis ?
nggak gitu sich...
kalo $ex yang sadis, tapi sama-2 suka +sama-2 rela... ya nggak apa-2.
nggak tahu lagi kalo polisi yang memperkarakan karna dianggap melanggar Hukum :kakaka:
maksud di dholimi lebih kurang: nggak ada yang menderita.
bener nggak ya definisi gitu... :haha
dianES
February 14, 2007, 14:03
makasi kang alfa atas jawabannya :D
itu di atas nanya gaya gay, masa gak tau sih (kura kura dlm perahu ya) ?
gaya apalagi kalo gak jalan belakang , gak perlu diperjelas ya :hehe
Lovegood
February 14, 2007, 14:34
Oke, out of topic sedikit deh.
Ada yang mengatakan kalo orang itu wajib shalat, gak boleh ditunda2 meskipun loe sebenernya gak suka shalat. Tapi karena loe muslim, jadi loe kudu melaksanakan kewajiban ini.
Ada yang mengatakan melalui 'pemaksaan' kudu shalat ini, ntar toh lama2 juga terbiasa. Dengan terbiasa, saat dia belum shalat, dia bakalan gelisah karena seperti merasakan ada yang kurang.
Idealinya kita shalat karena kita butuh Allah, rindu Allah, cinta Allah, pengen ketemu via shalat, pengen curhat pada-Nya etc. Cuman kalo kondisi kayak gitu belum bisa ditemuin, apa cara 'pemaksaan' semacem ini worthed?
maaf menanggapi yg ot dikit. :D
sebenernya ga bisa dibilang pemaksaan jg sih.
klo orangtua ngajarin solat ke anaknya itu seharusnya pas mereka masih kecil kan. ky misalnya sy diajarin solat mulai dari wudu, gerakan solat, smp baca2anya itu waktu kelas satu sd klo ga salah. abis itu ya tentu aja tiap waktu solat pasti disuruh2 terus kan, dimarahin malah klo ga solat. klo yg dimaksud 'pemaksaan' itu yg ini, sy rasa sih ini perlu.
kenapa? pertama, klo mengharapkan ais ngajarin solat si anak bakal dengan serta merta ngelaksanain solat lima tanpa disuruh2 hampir sm aja ky ngimpi. bisa dibilang mereka itu belum tanggung jawab buat itu, apalagi ngarasa solat sebagai kebutuhan mereka.
kedua, klo ortunya malah ga nyuruh, ngingetin si anak dan anaknya jadi ga solat yg dosa ortunya. (correct me if i'm wrong ya. hehe.) jadinya penting bagi ortu untuk melakukan 'pemaksaan' ini, sekalian buat latihan bagi si anak jg.
nah klo si anak udah akil balig udah bukan kewajiban ortu lagi buat nyuruh2 si anak solat karena itu udah jadi tanggungan dia sendiri. klo dia ga solat ya dia yang dosa.
sekedar bercerita pengalaman waktu kecil, emg dl ortu pasti 'maksa' sy supaya solat. kadang2 sy lgs nurut (terutama klo lg ada maunya) dan kadang ga mau, smp ngumpet2 sgala malah. tp abis sy gedean dikit (sekitar kelas 4 ato 5 sd kali ya) udah ga pernah lg tuh yg namanya dipaksa2 solat. klo udh azan ya sy sadar sendiri klo itu tuh udah waktunya solat. pertama2 nglakuin krn emg harus. tp lama kelamaan mulai nglakuin krn butuh. klo ga solat rasanya ga tenang, ada yg kurang. :)
jadi.. menjawab pertanyaan saudara fritz, worth it ato ga, menurut sy pribadi sih worth it. tp ini dalam konteks 'pemaksaan'nya itu sm anak yg br mulai blajar solat. klo 'pemaksaan'nya itu ke anak2 yg udah akil balig apalagi udh dewasa udah ga applicable lg.
Lovegood
February 14, 2007, 14:36
Tahu darimana? Jangan mendahului deh, kita semua kan manusia biasa.
Gw ngeliat kok lebih banyak opini bahwa homoseks itu DOSA. Wajar kok, tapi kalau punya temen gay atau pernah berinteraksi dengan mereka, opini seperti ini pasti bakal dianggap angin oleh mereka. Yang mereka perlukan bukan bagaimana pendapat orang tentang mereka, tapi lebih ke arah guidance apa yang harus mereka lakukan. Banyak gay yang nggak dipengaruhi lingkungan, masalah keluarga atau apapun kayak temen kita Ridho, yang ternyata sadar kalau mereka gay dan langsung kena cap HOMOSEKS ADALAH DOSA. Kasihan kan?
Misalnya, mereka harus menikah :
- apakah secara otomatis keinginan homoseksualnya hilang?
- kalau ternyata masih ada, apa jadinya dengan istri+keluarga kalau ternyata dia
masih berhubungan dengan cowok?
Kalau tidak menikah, apa lingkungan juga bisa menerima opini : OK, saya gay, daripada saya harus melakukan sodomi (anal sex), lebih baik saya 'berpuasa' dan menahan diri. Jika ada gay yang memutuskan untuk menjalankan hidupnya seperti ini, apa kemudian masyarakat otomatis tidak menganggap dia sebagai gay? Nggak kan? "Cap" gay-nya tetap nempel, regardless dia melakukan sodomi atau nggak?
Gw percaya banget sama Tuhan, tapi gw nggak akan mendahului-Nya dengan mengeluarkan puluhan ayat, hadits, referensi apapun. God Moves in Mysterious Ways, mungkin akal pikiran manusia biasa kayak kita nggak (belum) bisa memahami apa maksud yang di atas dengan kejadian-kejadian seperti ini. Kalau memang mau ambil simple-nya, kenapa nggak dijadikan wanita itu "xx" dan laki itu "yy", jadi nggak pernah ada case banci, gay, waria karena "xy" itu? Anyway, itu rahasia Tuhan. Gw jamin deh, sekarang ini nggak ada seorang dokter/manusia di dunia yang bisa bikin cowok/manusia dengan gen "yy".
Untuk perbandingan, kalau (misal) Tuhan tidak menciptakan homosex karena kaum ini dilaknat, kalau gitu Babi, alkohol, anjing yang diharamkan untuk dimakan juga nggak diciptakan Tuhan? Terus kenapa sebagian manusia di dunia yang nggak dilarang untuk makan babi, minum alkohol dan orang-orang yang mengkonsumsi barang-barang haram ini tidak terbukti akhlak-nya lebih jelek daripada mereka yang tidak mengkonsumsi-nya.
So far kalo gw discuss dengan temen-temen gay, gw hanya mendorong mereka ke arah perbuatan yang baik, di luar masalah orientasi sexual mereka yang sampai sekarang masih diperdebatkan.
Sorry to say, opini kayak fitrahnya Laki adalah Laki, Wanita adalah Wanita, terlalu naif. Gw yakin Tuhan tidak akan menjadikan seorang laki str8 yang koruptor, bandit, atau tukang perkosa di tempat yang lebih mulia dibandingkan laki gay yang memberikan kontribusi besar untuk kehidupan sesama manusia. There's much more in life than just human sexual orientation.
waahh salut sm gene.
bs dibilang postingan ini jadi lebih membuka mata sy dalam memandang persoalan ini. :)
Lovegood
February 14, 2007, 14:37
Yupp... still am... ::love::
Iya ya, jarang banget. Gw dibilang gila sama sobat2 gw. Semua sobat gw menentang. But my mom was okay with it, karena niat gw juga kan ibadah.
Gak tau yah, menurut gw c diselingkuhin ama cowok lebih menyakitkan ketimbang ama cewek. Saingan gw kan cowok, gak bisa ngimbanginnya :haha.
Gw dulu ngerasanya gitu... sakitnya berlipat-lipat.
Tapi emang klo gay selingkuh gak mungkin ampe punya anak :D.
But it still hurts... more than you'll ever know.... Akit..... :D
Bener! Tapi yang namanya cewek gak mau diselingkuhin, mau ama cewek or cowok. Cowok juga gak mau diselingkuhin kan... :hehe.
Hope I will pick the good one in the end [thanks]
wah hebat nih rimei! mudah2an berakhir dgn happy ending ya :)
rimei
February 15, 2007, 02:50
;2804486']wah hebat nih rimei! mudah2an berakhir dgn happy ending ya :)
Jangan terlalu memuji ah... ::malu::
Gak sehebat itu kok, karena ternyata akhirnya gw nyerah juga..... [sigh].
Istilah dangdutnya sih gw udah jatuh bangun, terjerembab, babak belur (gak usah dibayangin lah kayak apa :D). Kita harus tau kapan kudu berenti berusaha karena terus-terusan menyakiti diri sendiri juga tentunya gak baik.
Sekarang hanya bisa terus mencintai dan terus mendoakan [doa].
Tapi hanya Allah yang tau gimana endingnya [dunno]
[thanks]
AlfaOmega
February 15, 2007, 21:34
Hidup itu susah banget, ya.... :)
apalagi kalau udah terperosok ke dalam tindakan-2 yang dilarang oleh Allah SWT.
misalkan kita berada di titik NOL, sebagai titik netral. nggak harus nggak ada dosa dan nggak ada pahala seperti bayi yg baru lahir. anggaplah itu sebagai 'umumnya' kualitas iman seorang muslim.
terus, kalau kita berada di titik misalkan NEGATIF 5. maka kita merasa jauh banget antara kita, dgn standard 'iman' pada umumnya. karena ada 5 'anak tangga' yang memisahkan kita dengan titik NOL tersebut.
mau melompat dari NEGATIF 5 ke titik NOL, terasa susah banget. terlalu tinggi, dan nggak Pe De bisa ngelakuin apa tidak.
dalam kaidah fiqih, ada istilah ”Lebih baik melakukan bahaya yang lebih ringan supaya dapat dihindari bahaya yang lebih berat”.
sebagai contoh adalah dorongan syahwat yang besar, yang bisa membawa ke perzinaan. karena seseorang khawatir berbuat zina (hubungan intim diluar married), maka dia memilih untuk melakukan 'self service'.
memang kedua-duanya berdosa.... karena melanggar / tidak sesuai dgn ayat berikut
”Dan orang-orang yang memelihara kemaluan mereka kecuali terhadap isterinya tau hamba sahayanya, mereka yang demikian itu tidak tercela. Tetapi barangsiapa berkehendak selain dari yang demikian itu, maka mereka itu adalah orang-orang yang melewati batas”[Al-Mu’minun : 5-7].
sehingga, Imam Ahmad bin Hambal dan ulama-2 Hanafiah, memfatwakan bahwa lebih baik melakukan 'self service' darripada berzina (berhubungan intim di luar nikah) dgn asal diniatkan khawatir / takut melakukan zina dan dirinya tidak mampu untuk kawin (nikah).
kembali kepada Homo / Gay... kalau seseorang melakukan kegiatan Homo, menurut guwe... dia udah berdosa besar alias lipat 3
1. berhubungan sesama jenis
2. anal $ex ( khan bisa dilakukan dgn lawan jenis)
3. zina (non anal $ex)
misalkan seorang homo dan dia menikah dgn lawan jenis. Menurut opini guwe. itu masih lebih sedikit dosanya daripada berhomo. Setelah dia married, nggak ada dosa zina lagi padanya (jika berhubungan dgn pasangannya yg sah). dan juga, nggak ada dosa homo lagi padanya. Kalau dia mo ngelakuin anal $ex dgn istri sendiri, terserah dia.. memang diharamkan dalam Islam. kalau sama-2 mau, mo gimana lagi..... menurut guwe, masih lebih baik daripada tetep ber homo.
seandainya guwe mengidap homo....
memang berat kalau langsung komitment utk nikah dgn seorang ceweq. sedangkan homo udah suatu kebiasaan. berzina dilarang.... daripada tetep ber homo ria yang dosanya banyak tersebut. lebih baik memilih dosa yang lebih sedikit. sesekali... coba nge test kejantanan dgn temen deket. kalo perlu, mbayar PSK.
Asal inget..... SAFE $ex friend... jangan sampai kena AIDS dan jangan sampai isi / halim.
(Again... guwe bukannya bilang bahwa berhubungan intim diluar nikah itu boleh. tetapi, daripada tetep & terus menerus berhomo; nggak bakal sembuh-2 dan bakal susah kembali ke kehidupan normal. kapan kaum homo bis akembali ke jalan normal)
kalau ada madzab Ja'fari / Syi'ah. lebih baik ngelakuin nikah Mut'ah aja dech, daripada terus menerus homo. Nikah Mut'ah dibolehkan oleh madzhab Ja'fari. :kakaka:
sebagai renungan...
2:173. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
guwe udah sering denger, pembolehan makanan-2 yg diharamkan dgn kondisi terpaksa.
gw udah sering denger, pembolehan penggunaan perbankan (yg ribawi) utk keperluan cicilan rumah atau nyimpan uang.
yang guwe terkadang mikir...
bolehkah kaum homo utk melakukan zina (hunungan intim) dgn lain jenis, yg bukan istri / suaminya ?
Sekedar mengingatkan lagi.
jika berlaku homo.. maka pelanggaran yg dilakukan adalah
1. berhubungan sesama jenis
2. anal $ex ( khan bisa dilakukan dgn lawan jenis)
3. zina (non anal $ex) dgn lawan jenis
saran guwe... berbuatlah sesuatu untuk mengurangi jumlah pelanggaran. kalau tidak bisa langsung ke standard iman pada umumnya, paling tidak... naiklah dari NEGATIF 3 ke NEGATIF 2.
Mungkin gitu dulu...
wallahu'alam
rimei
February 16, 2007, 07:21
makasi kang alfa atas jawabannya :D
itu di atas nanya gaya gay, masa gak tau sih (kura kura dlm perahu ya) ?
gaya apalagi kalo gak jalan belakang , gak perlu diperjelas ya :hehe
Aduh.... gw dibilang kura kura dalam perahu.... :eek:
Coba baca lagi deh yang sebelumnya dari Alfa.... katanya kan gaya gay, tapi salah satu asalkan nya adalah bukan anal.
Anal thu jalan belakang tho???
Makanya gw bingung.... gaya gay yang dimaksud gimana? :bingung:
Klo gaya gay yang dimaksud adalah jalan belakang, berarti yang 'asalkan' gak bakalan bisa dihindari donk.
Begitulah... :D
Tau kok gimana gay berhubungan... Udah segede gini masa gak tau :p
rimei
February 16, 2007, 07:50
;2804483']maaf menanggapi yg ot dikit. :D
sebenernya ga bisa dibilang pemaksaan jg sih.
klo orangtua ngajarin solat ke anaknya itu seharusnya pas mereka masih kecil kan. ky misalnya sy diajarin solat mulai dari wudu, gerakan solat, smp baca2anya itu waktu kelas satu sd klo ga salah. abis itu ya tentu aja tiap waktu solat pasti disuruh2 terus kan, dimarahin malah klo ga solat. klo yg dimaksud 'pemaksaan' itu yg ini, sy rasa sih ini perlu.
kenapa? pertama, klo mengharapkan ais ngajarin solat si anak bakal dengan serta merta ngelaksanain solat lima tanpa disuruh2 hampir sm aja ky ngimpi. bisa dibilang mereka itu belum tanggung jawab buat itu, apalagi ngarasa solat sebagai kebutuhan mereka.
kedua, klo ortunya malah ga nyuruh, ngingetin si anak dan anaknya jadi ga solat yg dosa ortunya. (correct me if i'm wrong ya. hehe.) jadinya penting bagi ortu untuk melakukan 'pemaksaan' ini, sekalian buat latihan bagi si anak jg.
nah klo si anak udah akil balig udah bukan kewajiban ortu lagi buat nyuruh2 si anak solat karena itu udah jadi tanggungan dia sendiri. klo dia ga solat ya dia yang dosa.
sekedar bercerita pengalaman waktu kecil, emg dl ortu pasti 'maksa' sy supaya solat. kadang2 sy lgs nurut (terutama klo lg ada maunya) dan kadang ga mau, smp ngumpet2 sgala malah. tp abis sy gedean dikit (sekitar kelas 4 ato 5 sd kali ya) udah ga pernah lg tuh yg namanya dipaksa2 solat. klo udh azan ya sy sadar sendiri klo itu tuh udah waktunya solat. pertama2 nglakuin krn emg harus. tp lama kelamaan mulai nglakuin krn butuh. klo ga solat rasanya ga tenang, ada yg kurang. :)
jadi.. menjawab pertanyaan saudara fritz, worth it ato ga, menurut sy pribadi sih worth it. tp ini dalam konteks 'pemaksaan'nya itu sm anak yg br mulai blajar solat. klo 'pemaksaan'nya itu ke anak2 yg udah akil balig apalagi udh dewasa udah ga applicable lg.
Totally agree... :D
Gpp ya OT dikit :hehe
Kan ada peribahasa "Alah bisa, karena biasa". Jadi sebenernya bukan memaksakan, tapi membiasakan. Namanya belum dewasa ya mana mau klo gak dipaxa. Mungkin seperti yang maxa padahal maxudnya mendidik dan membiasakan.
Jujur aja, dulu waktu kecil gw dipaxa shalat ama nyokap sampe dikejar-kejar sama sapu lidi (nakut-nakutin doank, dan gw larinya lebih kenceng dunk :haha). Gw nangis sambil shalat ngerasa nyokap jahat banget. Gw juga kadang boong, bilang udah shalat padahal belum :p. Gw juga pernah dicubit klo gak mau baca Al-Qur'an ato diseret-seret ikut pengajian.
Tapi klo diinget-inget lagi sekarang, gw gak ngerasa itu sebagai paksaan. Malah gw beruntung banget punya nyokap yang galak kek nyokap gw (galak dalam soal agama). Tapi mungkin buat tiap orang beda-beda yah. Ada yang harus dengan paxaan ada yang bisa tanpa paxaan.
Gw liat ada thu yang nyokapnya lembut banget (dulu gw ngiri), nyuruh anaknya shalat, tapi gak pernah maxain anaknya buat shalat. Jadi sekedar ngasih tau doank, dilaksanakan ato gak terserah anaknya, padahal anak kecil kan blm tau mana yang baik buat dirinya dan sebaliknya. Sampe gede ya gitu... Anaknya jadi kagak pernah shalat thu.... or ngerasa biasa banget ninggalin shalat. Ato shalat pas inget doank.
Kalau udah dewasa ya emang dosa ditanggung kita, tapi apa yang udah kita dapet dalam perjalanan menuju dewasa itu ngaruh banget. Setelah gw dewasa c nyokap gw gak pernah maxa2 lagi, hanya dalam kapasitas mengingatkan. Gw pake jilbab sejak remaja gak ada thu dipaxa2 ama nyokap. Pure kesadaran gw sendiri... Berkat didikan agama nyokap selama gw masih kecil.
So.. it's wort it. I will do the same thing to my children for sure...
Someday... :D
rimei
February 16, 2007, 08:02
Maap internetnya dodol, jadi ke post 3x :p.
Sekali lagi maap....
gene
February 16, 2007, 10:52
Tapi klo diinget-inget lagi sekarang, gw gak ngerasa itu sebagai paksaan. Malah gw beruntung banget punya nyokap yang galak kek nyokap gw (galak dalam soal agama). Tapi mungkin buat tiap orang beda-beda yah. Ada yang harus dengan paxaan ada yang bisa tanpa paxaan.
Gw liat ada thu yang nyokapnya lembut banget (dulu gw ngiri), nyuruh anaknya shalat, tapi gak pernah maxain anaknya buat shalat. Jadi sekedar ngasih tau doank, dilaksanakan ato gak terserah anaknya, padahal anak kecil kan blm tau mana yang baik buat dirinya dan sebaliknya. Sampe gede ya gitu... Anaknya jadi kagak pernah shalat thu.... or ngerasa biasa banget ninggalin shalat. Ato shalat pas inget doank.
Bukan masalah dipaksa atau tidak-nya, tapi bagaimana esensi shalat itu diterangkan kepada anak. Gw dulu waktu kecil nggak pernah di'hukum' kalo nggak shalat, nggak ngaji atau lagi males puasa. Tapi ortu gw selalu menekankan bahwa kita harus selalu bersyukur kepada Allah atas semua nikmat yang kita peroleh. Dialog itu yang sebetulnya pasti diperlukan oleh setiap manusia yang berfikir, karena kadang-kadang nikmat yang kita peroleh tidak mungkin murni atas ikhtiar kita, kalau juga tidak atas kehendak-Nya.
Karena makin dewasa gw ngeliat tidak semua orang kaya dan tidak semua orang miskin, gw jadi nggak pernah ngerasa berat buat shalat atau puasa, karena memang ada 'kebutuhan' untuk berdialog dengan Allah. Untuk selalu dimudahkan dalam segala usaha dan biar nggak terjerumus ke jalan yang tidak diridhai-Nya.
Balik ke topik Homoseks. Mungkin gay perlu banyak 'berdialog' dengan Tuhan sesuai keyakinan mereka, untuk minta bimbingan ke jalan yang diridhai oleh-Nya. Makanya gw nggak bisa ngasih solusi terbaik-nya kayak gimana, mungkin ada yang ditakdirkan untuk hidup sendiri, ada yang ditakdirkan untuk 'mencoba menikah', atau mungkin ditakdirkan untuk 'menikah' tapi dengan sesama gay.
rimei
February 16, 2007, 11:05
Bukan masalah dipaksa atau tidak-nya, tapi bagaimana esensi shalat itu diterangkan kepada anak. Gw dulu waktu kecil nggak pernah di'hukum' kalo nggak shalat, nggak ngaji atau lagi males puasa. Tapi ortu gw selalu menekankan bahwa kita harus selalu bersyukur kepada Allah atas semua nikmat yang kita peroleh. Dialog itu yang sebetulnya pasti diperlukan oleh setiap manusia yang berfikir, karena kadang-kadang nikmat yang kita peroleh tidak mungkin murni atas ikhtiar kita, kalau juga tidak atas kehendak-Nya.
Betul... setuju.... tapi tingkat pemahaman waktu kecil kan minim. Jadi sebelum dapat memahami, ada baiknya dibiasakan menjalankan ibadah. Lama kelamaan tujuan dan kebutuhan menjalankan ibadah itu sendiri jadi berbeda seiring bertambahnya usia dan pemahaman kita soal agama.
Balik ke topik Homoseks. Mungkin gay perlu banyak 'berdialog' dengan Tuhan sesuai keyakinan mereka, untuk minta bimbingan ke jalan yang diridhai oleh-Nya. Makanya gw nggak bisa ngasih solusi terbaik-nya kayak gimana, mungkin ada yang ditakdirkan untuk hidup sendiri, ada yang ditakdirkan untuk 'mencoba menikah', atau mungkin ditakdirkan untuk 'menikah' tapi dengan sesama gay.
Sepertinya itu yang terbaik... gay perlu banyak 'berdialog' dengan Allah (ini kan forum Islam :hehe), memperbanyak ibadah, memohon petunjuk dari Allah. Soal bagaimana mereka memutuskan untuk menjalani hidup (being single ato married), sebagai manusia saya tidak berani menilai. Sejauh itu tidak melanggar aturan Allah, fine with me.
SimpleMe
February 16, 2007, 17:54
Betul... setuju.... tapi tingkat pemahaman waktu kecil kan minim. Jadi sebelum dapat memahami, ada baiknya dibiasakan menjalankan ibadah. Lama kelamaan tujuan dan kebutuhan menjalankan ibadah itu sendiri jadi berbeda seiring bertambahnya usia dan pemahaman kita soal agama.
Sepertinya itu yang terbaik... gay perlu banyak 'berdialog' dengan Allah (ini kan forum Islam :hehe), memperbanyak ibadah, memohon petunjuk dari Allah. Soal bagaimana mereka memutuskan untuk menjalani hidup (being single ato married), sebagai manusia saya tidak berani menilai. Sejauh itu tidak melanggar aturan Allah, fine with me.
Bener banget Justru dgn gue banyak berdoa sama yg diatas,gue justru banyak kemudahan dalam hidup terutama saat memutuskan Pindah ke Negara lain walau berat cuma atas petunjuk yg diatas semua ada hikmahnya Amin,jgn takut gak semua Gay minim kelakuan nya tergantung sama pribadi nya masing2.
Gak usah jauh2 temen gue yg Gay walau dia Manager nya IZZI PIZZA tapi maaf kata nongkrongnya masih di pinggiran tangga SARINAH Thamrin macam Kucing cari Pelanggan ampuuunnnn sombong nya setengah mati padahal Nothing :( yg begini justru gue jdi gak abis pikir soalnya mental nya mental PAMER jdi susah bawa an nya mau Menter terus padahal dgn jabatan nya sedikitnya dia harus sedikit jaga kelakuan atau????
Lovegood
February 17, 2007, 06:03
Totally agree... :D
Gpp ya OT dikit :hehe
Kan ada peribahasa "Alah bisa, karena biasa". Jadi sebenernya bukan memaksakan, tapi membiasakan. Namanya belum dewasa ya mana mau klo gak dipaxa. Mungkin seperti yang maxa padahal maxudnya mendidik dan membiasakan.
Jujur aja, dulu waktu kecil gw dipaxa shalat ama nyokap sampe dikejar-kejar sama sapu lidi (nakut-nakutin doank, dan gw larinya lebih kenceng dunk :haha). Gw nangis sambil shalat ngerasa nyokap jahat banget. Gw juga kadang boong, bilang udah shalat padahal belum :p. Gw juga pernah dicubit klo gak mau baca Al-Qur'an ato diseret-seret ikut pengajian.
Tapi klo diinget-inget lagi sekarang, gw gak ngerasa itu sebagai paksaan. Malah gw beruntung banget punya nyokap yang galak kek nyokap gw (galak dalam soal agama). Tapi mungkin buat tiap orang beda-beda yah. Ada yang harus dengan paxaan ada yang bisa tanpa paxaan.
wah nyokap kita sama bgt nih rimei metodenya. :D
Gw liat ada thu yang nyokapnya lembut banget (dulu gw ngiri), nyuruh anaknya shalat, tapi gak pernah maxain anaknya buat shalat. Jadi sekedar ngasih tau doank, dilaksanakan ato gak terserah anaknya, padahal anak kecil kan blm tau mana yang baik buat dirinya dan sebaliknya. Sampe gede ya gitu... Anaknya jadi kagak pernah shalat thu.... or ngerasa biasa banget ninggalin shalat. Ato shalat pas inget doank.
iya temenku ada nih yg ky gn. akhirnya dia skrg bnr2 ga ngrasa solat itu sebagai bagian dari hidupnya dia. sayang bgt kan..
Kalau udah dewasa ya emang dosa ditanggung kita, tapi apa yang udah kita dapet dalam perjalanan menuju dewasa itu ngaruh banget. Setelah gw dewasa c nyokap gw gak pernah maxa2 lagi, hanya dalam kapasitas mengingatkan. Gw pake jilbab sejak remaja gak ada thu dipaxa2 ama nyokap. Pure kesadaran gw sendiri... Berkat didikan agama nyokap selama gw masih kecil.
So.. it's wort it. I will do the same thing to my children for sure...
Someday... :D
same here :)
Lovegood
February 17, 2007, 06:09
Jangan terlalu memuji ah... ::malu::
Gak sehebat itu kok, karena ternyata akhirnya gw nyerah juga..... [sigh].
Istilah dangdutnya sih gw udah jatuh bangun, terjerembab, babak belur (gak usah dibayangin lah kayak apa :D). Kita harus tau kapan kudu berenti berusaha karena terus-terusan menyakiti diri sendiri juga tentunya gak baik.
Sekarang hanya bisa terus mencintai dan terus mendoakan [doa].
Tapi hanya Allah yang tau gimana endingnya [dunno]
[thanks]
iya bener. maksa sm persistent itu beda.
saya juga ikut mendoakan deh. [doa]
hehe.
Lovegood
February 17, 2007, 06:13
Bener banget Justru dgn gue banyak berdoa sama yg diatas,gue justru banyak kemudahan dalam hidup terutama saat memutuskan Pindah ke Negara lain walau berat cuma atas petunjuk yg diatas semua ada hikmahnya Amin,jgn takut gak semua Gay minim kelakuan nya tergantung sama pribadi nya masing2.
Gak usah jauh2 temen gue yg Gay walau dia Manager nya IZZI PIZZA tapi maaf kata nongkrongnya masih di pinggiran tangga SARINAH Thamrin macam Kucing cari Pelanggan ampuuunnnn sombong nya setengah mati padahal Nothing :( yg begini justru gue jdi gak abis pikir soalnya mental nya mental PAMER jdi susah bawa an nya mau Menter terus padahal dgn jabatan nya sedikitnya dia harus sedikit jaga kelakuan atau????
yah klo udah ky gt sih susah. hrs dari dalem keinginan untuk berubahnya. klo dr luar doang sih ya kecil kemungkinan. klo udah gt mending 'berdialog' spy ga jd seperti ato lebih baik mendoakan spy dia ga jd gt lg. hehe.
btw slm kenal simpleme! ::wave::
(ga tau knp sy ngbacanya sim-ple-me, bukan sim-pel-mi :D)
SimpleMe
February 17, 2007, 17:40
;2806913']yah klo udah ky gt sih susah. hrs dari dalem keinginan untuk berubahnya. klo dr luar doang sih ya kecil kemungkinan. klo udah gt mending 'berdialog' spy ga jd seperti ato lebih baik mendoakan spy dia ga jd gt lg. hehe.
btw slm kenal simpleme! ::wave::
(ga tau knp sy ngbacanya sim-ple-me, bukan sim-pel-mi :D)
Bawaan say kl gue bilang,cuma gue sih dont care lah....
salam kenal juga panggil Nick aje ok
rimei
February 18, 2007, 02:12
;2806911']iya bener. maksa sm persistent itu beda.
saya juga ikut mendoakan deh. [doa]
hehe.
Is there any point of being persistent??? I wonder....
Btw, [thanks] buat do'anya
Salam kenal buat Rach.... and Nick :D
@ Nick
Emang kenapa sampe kudu pindah ke negara lain?
Lovegood
February 18, 2007, 05:22
Bawaan say kl gue bilang,cuma gue sih dont care lah....
salam kenal juga panggil Nick aje ok
ya udh klo gt nick salam kenal! ::wave::
kasian bgt dong klo bawaan. tp ya udh lah ya. let him live his life the way he want it to be.
Is there any point of being persistent??? I wonder....
Btw, [thanks] buat do'anya
Salam kenal buat Rach.... and Nick :D
@ Nick
Emang kenapa sampe kudu pindah ke negara lain?
hemm.. mungkin aja ada. who knows. :D
SimpleMe
February 18, 2007, 09:58
[QUOTE='[Rach];2807416']ya udh klo gt nick salam kenal! ::wave::
kasian bgt dong klo bawaan. tp ya udh lah ya. let him live his life the way he want it to be.
Emberrrrr Lelah hari gini masih ada yg Mental nya Pamer he...he...he...so baik nya dont care aja ya :)
remiback
March 06, 2007, 07:03
btw ada yang tahu pengobatan tuk sembuh dari homoseksual dalam islam ga? gw tertarik ma obat-mengobati.
coz menurut gw segala penyakit ada obatnya. ALQUran adalah obat, tapi mungkin ada yang faham aplikatif alquran tuk obati ini...
Batara Guritno
March 14, 2007, 06:06
wah..sarkastis.. ::sedih::
ya mustinya loe bersyukur klo gak homo tapi temen loe homo, bukannya malah nge-judge :D
sama deh pertanyaan gue, kenapa ada bayi lahir di keluarga kaya, dan ada juga lahir di keluarga gembel? ada bayi yg ditunggu2, diharapkan, dilimpahi kasih sayang, ada pula bayi yang dibuang orang tuanya.
bukankah semua itu kodrat?
jika loe bilang salah didik, salah pergaulan, bagaimana dengan gay yang dari bawaan lahir? trus, gimana juga judgement loe tentang banci/bencong? apakah mereka juga karena salah pergaulan? bagaimana dengan otot2nya yang lemah kek cewek, bentuk wajahnya yg halus, kulitnya yang licin tanpa bulu, dan maaf 'anu'nya yang kecil? semua kekurangan fisik itu karena salah pergaulan ya?
jadi loe gak percaya klo Allah memang menciptakan mereka seperti itu alias kodrat/takdir, tapi mereka bikin2 sendiri?
tengoklah waria2 yang cantik2, seperti oscar lawalata, bgmana mungkin dia bisa jadi cowok tulen kalu fisiknya kek gitu?
Hahaha... aneh... kenapa tidak bisa??
Penyakit kejiwaan dan kelemahan mental adalah penyakit masyarakat umum... sebenarnya jiwa kita semua sedang sakit... dan mental kita masih pada lemah... hanya arahnya yang berbeda... kenapa sarkastik??? apa anda merasa yang paling waras???
ini bukan menjudge... tapi mengambil sudut pandang sehingga mereka bisa tahu bahwa ada banyak cara untuk berubah... kalo bersyukur atas hal itu berarti juga yang homo itu syukurin??? aneh kan???
Anunya kecil??? Kulit halus??? judge gw??? hahaha... ini lebih aneh lagi... padahal katanya gak boleh ngejudge, tapi pengen denger judge gw.... bagaimana kalo gw bilang kalo gw sendiri seperti itu... hahaha... akan jadi bahan ejekan nih... jadi yang bikin homo dan bencong tuh justru orang kayak anda yang menganggap anu kecil, kulit halus, gaya bicara kemayu itu merupakan cacat bagi lelaki... saya yang penting mentalnya... mau berusaha atau menyerah dan menganggap itu kodrat, padahal belum tentu itu kodrat sebenarnya yang diberikan Tuhan... kita mana pernah tahu??? saya juga punya teman baik saya yang berciri seperti itu.... namun dia tidak pernah merasa rendah apalagi sampai memutuskan "emang gw udah bakat jadi bencong/homo, mau diapain lagi".... tapi dia berusaha untuk tidak peduli ejekan orang sekitarnya..... dari situ gw belajar.... bahwa dia lebih jantan dari cowok yang anunya besar, kulit kasar dan penuh bulu... bergaul aja ama kuda...
Batara Guritno
March 14, 2007, 06:19
Di elo juga ada?
Pernah mimpi basah ML sama sesama jenis?
Gw tertarik sama U2 karena musik mereka TOP abis
Gw tertarik sama Roger Federer karena dia sakti mandraguna di lapangan tenis
Gw tertarik sama Gene Kelly karena dia bisa jadi aktor, sutradara, singer dan dancer yang mumpuni.
Tapi nggak bikin gw tertarik ML sama salah satu dari mereka.
Konsep ketertarikan yang elo maksud beda sama yang dirasakan Homo, Bro...
:gasetuju:
Ini hanya berdasarkan penelitian dari luar aja... mungkin ketertarikannya arahnya mulai berubah setelah adanya kebiasaan dan adat istiadat yang mentabukannya.. jadi untuk kita sekarang ini sudah secara tidak sadar juga ikut mentabukannya secara otomatis karena diluar nalar kita... tapi coba lihat jaman pemerintahan kaisar Caligula.... pada jaman itu belum ada kata tabu untuk hubungan sejenis, sehingga biseksual itu merupakan hal yang umum dan banyak dianut oleh sebagian besar orang pada masa itu.... ingat Sodom dan Gomorah???
Ketertarikan disini bisa secara seksual maupun hati... jadi umum.... kalo elo gak tertarik secara seksual dengan idola lo diatas... wajar saja.... sebab menurut nalar elo itu adalah hal yang gak akan mungkin, atau "gak mungkin gw Homo".... jadi secara tidak sadar pula anda sudah menolaknya sebelum sempat dicerna oleh mekanisme pikir otak lo.... jadi untuk orang yang kayak elo gini gak mungkin mimpi ML ama sesama jenis.... kalo dikejar-kejar homo mungkin pernah.... gara-gara salah nyolek... hahaha....
gene
March 14, 2007, 06:34
kalo dikejar-kejar homo mungkin pernah.... gara-gara salah nyolek... hahaha....
Kalo punya sobat homo sih ada, Bat's...
Tapi kalau dikejar homo nggak pernah, soalnya nggak pernah nyolek...:kakaka:
sheli
March 15, 2007, 05:01
Homo ato lezbi ... di TV khan ada acara dalam 7 hari taubat...!!
khususnya homo ato lezbi yang masih mengaku muslim.
lupa gw stasiun TV nya ..... bener-bener dalam 7 hari cing...!!! efektif dan efisien banget dan hidayah Allah Swt tentunya.
Gion Franklin
March 15, 2007, 11:20
Itu acara 7 Hari Menuju Taubat seinget gw orang² yang tobatnya tuh emang orang yang pengen bertobat deh, jadi kalo yang merasa perbuatannya gak salah ya susah diajakin.
Lagipula itu acara reality show, yang mana unsur² originalitasnya gak murni, jadi gw curiga ada sebagian yang akting, atau malah akting belaka.
Hehehe... gw rada skeptical soalnya ;D
sheli
March 20, 2007, 04:04
Itu acara 7 Hari Menuju Taubat seinget gw orang˛ yang tobatnya tuh emang orang yang pengen bertobat deh, jadi kalo yang merasa perbuatannya gak salah ya susah diajakin.
namanya juga usaha, gw sih mendukung aja....hasilnya pan bukan tanggungjawab kita..!
misalnya, banyak lho para PSK yang pengen insyaf namun sulit dengan beribu macam alasan, nah mungkin dengan cara shock terapi begitu bisa menyadarkan tanpa menunda-nunda lagi.
ato bung Fritz punya strategi laen yang lebih bagus.... ayo donk keluarkan ide nya...OK!
Lagipula itu acara reality show, yang mana unsur˛ originalitasnya gak murni, jadi gw curiga ada sebagian yang akting, atau malah akting belaka.
Hehehe... gw rada skeptical soalnya ;D
duhh koq skeptis....jangan donk, umat islam harus optimis...dan santun.
rimei
March 20, 2007, 05:38
Gw juga skeptis ama acara2 kayak gitu, unsur showbizz nya pasti ada seh...
Lagian ya cara2 yang dipake kayaknya aneh aja gitu... Pake ada acara didalem gua trus ada mayat segala... (gw kebetulan nonton pas yang lesbian)
Emang sih gw gak tau cara yang bagus gimana, tapi bukan kayak yang ada di acara itu deh ah... :bingung:
duhh koq skeptis....jangan donk, umat islam harus optimis...dan santun.
Umat Islam boleh optimis... tapi pan kudu logis juga... :D
sheli
March 20, 2007, 06:01
Gw juga skeptis ama acara2 kayak gitu, unsur showbizz nya pasti ada seh...
Lagian ya cara2 yang dipake kayaknya aneh aja gitu... Pake ada acara didalem gua trus ada mayat segala... (gw kebetulan nonton pas yang lesbian)
maksudnya shock terapi aja buat ngingetin bahwa hal tersebut bakalan terjadi, itu cuma mengingatkan aja bagaimana pula kejadian sebenarnya nanti Naudzubillah...kecuali kalo nggak percaya dengan siksa kubur.....pernah liat video ttg kisah orang komunis yang pengen tau siksa kubur....
coba deh bayangin kalo kita bener-bener telah mati......
Emang sih gw gak tau cara yang bagus gimana, tapi bukan kayak yang ada di acara itu deh ah... :bingung:
Umat Islam boleh optimis... tapi pan kudu logis juga... :D
maksudnya logis ??
Gion Franklin
March 20, 2007, 07:07
misalnya, banyak lho para PSK yang pengen insyaf namun sulit dengan beribu macam alasan, nah mungkin dengan cara shock terapi begitu bisa menyadarkan tanpa menunda-nunda lagi.
Nah, acara tersebut emang ditujukan buat orang2 yang emang pengen bertobat, berhenti dari pekerjaan / kebiasaan dia berbuat dosa. Namun bagi yang gak merasa kalo perbuatannya salah, ya kurang tepat lah.
Gw gak begitu setuju dengan shock therapy macem gini... biasanya yang terjadi adalah solusi jangka pendek.
ato bung Fritz punya strategi laen yang lebih bagus.... ayo donk keluarkan ide nya...OK!
Gw prefer dengan metode 'steal their mind gently', yang mana kita gak perlu berkoar2 mulut sampe berbusa ngasih tau kalo di neraka kita bakalan disiksa, di alam kubur kita bakalan disiksa etc... Gw kawatirnya mereka bertobat dikarenakan takut masuk neraka aja. Pertobatan yang baik menurut gw tuh mereka sadar bahwa apa yang mereka perbuat itu salah, tanpa perlu kita takuti dengan macem2 siksaan dalam kubur.
maksudnya shock terapi aja buat ngingetin bahwa hal tersebut bakalan terjadi, itu cuma mengingatkan aja bagaimana pula kejadian sebenarnya nanti Naudzubillah...kecuali kalo nggak percaya dengan siksa kubur.....pernah liat video ttg kisah orang komunis yang pengen tau siksa kubur....
Video tentang orang komunis Rusia itu bukan? Yang mengaku mendengar suara2 di dalam kuburan, seperti orang disiksa? :hmmm:
Gw curiga itu palsu.
** COMY **
March 23, 2007, 13:16
Gw prefer dengan metode 'steal their mind gently', yang mana kita gak perlu berkoar2 mulut sampe berbusa ngasih tau kalo di neraka kita bakalan disiksa, di alam kubur kita bakalan disiksa etc... Gw kawatirnya mereka bertobat dikarenakan takut masuk neraka aja. Pertobatan yang baik menurut gw tuh mereka sadar bahwa apa yang mereka perbuat itu salah, tanpa perlu kita takuti dengan macem2 siksaan dalam kubur.
Gue setuju..sekarang ini banyak orang-orang kalau ngajarin ke anaknya pasti pake embel-embel ancaman nanti kalau gak nurut kamu bakalan masuk neraka loh..memangnya tuh anak bakalan ngerti bentuk neraka kaya apa..lebih baik kasih contoh drpada cuma ngebilangin doank..
nadaegan
March 26, 2007, 07:57
sebagian orang berpendapat..
bahwa homoseksual adalah penyakit. dan, yang mengatakan homoseksual itu bukan penyakit, adalah pelakunya sendiri.. penyakit memang bisa sembuh dengan obat. obatnya adalah, mendekatkan diri pada allah, dan meninggalkan dunia homoseksual itu. dan, mencoba untuk hidup normal, layaknya manusia yang sudah ada kodratnya.. entah itu sebagai laki-laki ato perempuan. kalo ada laki-laki or perempuan menyukai lawan jenisnya.. namanya melenceng dari kodrat. kan udah diciptain lawan jenisnya tuk bs bikin keturunan.. kok malah mau yang sejenis, sihh.. lagian, gak enak tuh.. cinta sesama jenis. lama-lama populasi manusia bisa punah.. duhh... gawat.. belon lagi yang mandul gak bs punya anak..
di thread sebelah.. (curhat kehidupan) kan ada yg bahas ini juga.. setelah gw baca-baca lagi, memang benar.. yg ngomong kalo homo seksual ini bukan penyakit, adalah orang yg memang seorang pelaku homoseksual.
so, semua yang ada di dunia ini, adalah ciptaan Tuhan. kalo ditanya apakah Tuhan menciptakan homoseksual.. gw rasa sih, iya.. diciptain, untuk dijauhin. sebagai cobaan kali, yah.. apakah manusia akan tergoda dengan kenikmatan jadi gay/lesbi itu. kalo kita berhasil menjauhinya.. niscaya kita adalah hambanya yang beruntung dan ditambah dengan kebaikan-kebaikan lain.. insyaallah dapet surga, deh.. (jd, istilahnya.. homoseksual adalah bagian dari jebakan Tuhan. hehehe.. semoga kita gak kejebak, yah..)
coba kita pikirin.. kenapa Tuhan nyiptain Neraka?? kalo gak bakal ada yang nempatin. kalo seumpama.. nanti Neraka kosong.. (impossible memang) gimana.. makanya, kita sebagai manusia.. terutama sebagai umat beragama (esp. muslim) banyak-banyak beribadah, dan mendekatkan diri pada Allah.. supaya gak terjerumus ke dunia yg dilaknat Allah itu.
gue jadi gak tega liat para penderita homoseksual.. semoga kalian cepet sembuh. pokoknya, jauhin dulu dunia itu.. dunia homoseksual.. hindari (bukan memusuhi) para pelaku homoseksual.. dan lebih bergaul dengan yg normal. biasanya, lingkungan jg bs berpengaruh.. dan.. yang lebih penting.. dekatkan diri pada Allah SWT (bagi yang muslim).
walo pun homoseksual ini dosa, dan pelaku serta perbuatannya dilaknat Allah, tapi sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun.. mintalah ampun padaNya, dan jangan lagi mengulangi kesalahan yang sama.. (malu, tuh.. masih jatuh ke lobang yang sama). Taubatan Nasuhah untuk pelaku homoseksual n dosa-dosa besar lainnya, biasanya lebih mulia dari pada ulama sekali pun (tapi, yg udah normal, jangan ikutan-lohhh)
mudunpapat
March 26, 2007, 08:26
sebagian orang berpendapat..
bahwa homoseksual adalah penyakit. dan, yang mengatakan homoseksual itu bukan penyakit, adalah pelakunya sendiri.. penyakit memang bisa sembuh dengan obat. obatnya adalah, mendekatkan diri pada allah, dan meninggalkan dunia homoseksual itu. dan, mencoba untuk hidup normal, layaknya manusia yang sudah ada kodratnya.. entah itu sebagai laki-laki ato perempuan. kalo ada laki-laki or perempuan menyukai lawan jenisnya.. namanya melenceng dari kodrat. kan udah diciptain lawan jenisnya tuk bs bikin keturunan.. kok malah mau yang sejenis, sihh.. lagian, gak enak tuh.. cinta sesama jenis. lama-lama populasi manusia bisa punah.. duhh... gawat.. belon lagi yang mandul gak bs punya anak..
belom tentu lagi, gw gak homo tp ga nganggep homo itu penyakit tuh. Kodrat tuh apa yg dikasi Allah ke kita jadi kalo sebagai laki-laki str8 ya udah jadilah laki-laki str8, tp kalo Allah ngasih kamu sebagai laki-laki gay ya udah terima aja kodrat sebagai laki-laki gay, jangan ubah kodratmu.
soal enak ga enak, tergantung selera, tergantung hasratmu pinginnya apa lah.
Lagian populasi manusia ga bakal punah, terlalu melebih-lebihkan banget.
di thread sebelah.. (curhat kehidupan) kan ada yg bahas ini juga.. setelah gw baca-baca lagi, memang benar.. yg ngomong kalo homo seksual ini bukan penyakit, adalah orang yg memang seorang pelaku homoseksual.
so, semua yang ada di dunia ini, adalah ciptaan Tuhan. kalo ditanya apakah Tuhan menciptakan homoseksual.. gw rasa sih, iya.. diciptain, untuk dijauhin. sebagai cobaan kali, yah.. apakah manusia akan tergoda dengan kenikmatan jadi gay/lesbi itu. kalo kita berhasil menjauhinya.. niscaya kita adalah hambanya yang beruntung dan ditambah dengan kebaikan-kebaikan lain.. insyaallah dapet surga, deh.. (jd, istilahnya.. homoseksual adalah bagian dari jebakan Tuhan. hehehe.. semoga kita gak kejebak, yah..)
godaan ? kok gw gak tergoda ya untuk menjadi gay ? karena memang hasrat gw str8, ya mana bisa tergoda.
coba kita pikirin.. kenapa Tuhan nyiptain Neraka?? kalo gak bakal ada yang nempatin. kalo seumpama.. nanti Neraka kosong.. (impossible memang) gimana.. makanya, kita sebagai manusia.. terutama sebagai umat beragama (esp. muslim) banyak-banyak beribadah, dan mendekatkan diri pada Allah.. supaya gak terjerumus ke dunia yg dilaknat Allah itu.kenapa impossible ? bukankah Neraka diciptakan untuk dikosongkan ? bukankah kelak semua penghuni Neraka bila sudah dirasa tertebus dosanya di Neraka akan menikmati surga ?
gue jadi gak tega liat para penderita homoseksual.. semoga kalian cepet sembuh. pokoknya, jauhin dulu dunia itu.. dunia homoseksual.. hindari (bukan memusuhi) para pelaku homoseksual.. dan lebih bergaul dengan yg normal. biasanya, lingkungan jg bs berpengaruh.. dan.. yang lebih penting.. dekatkan diri pada Allah SWT (bagi yang muslim).
walo pun homoseksual ini dosa, dan pelaku serta perbuatannya dilaknat Allah, tapi sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun.. mintalah ampun padaNya, dan jangan lagi mengulangi kesalahan yang sama.. (malu, tuh.. masih jatuh ke lobang yang sama). Taubatan Nasuhah untuk pelaku homoseksual n dosa-dosa besar lainnya, biasanya lebih mulia dari pada ulama sekali pun (tapi, yg udah normal, jangan ikutan-lohhh)
gw juga ga tega sama orang gay, yah anggap aja pendapat orang-orang diatas itu cobaan dari Allah.
vBulletin® v3.8.2, Copyright ©2000-2013, Jelsoft Enterprises Ltd.