View Full Version : Islam dan nasionalisme
Sperti kita ketahui bersama, bahwa negara Indonesia ini mayoritas masyarakatnya beragama muslim.
Yang duduk di pemerintahanpun mayoritas beragama muslim
Partai2 yang berbau agama pun mayoritas membawa nama Islam.
Bagaimana kadar nasionalisme dibandingkan kadar sekulerisme ?
Seandainya .... *seandainya looo... tapi kayanya kemungkinannya kecil banget kali ye* ... seandainya suatu waktu terpilih seorang presiden yang beragama non muslim, bagaimana ?
begawan
July 30, 2003, 05:13
gw bingung menghubungkan nasionalisme dengan agama ::bingung::
dragz
July 30, 2003, 05:28
Originally posted by eNGi
Bagaimana kadar nasionalisme dibandingkan kadar sekulerisme ?
kayaknya gak nyambung enGi ;D
karena nasionalisme malah sering bersama dengan sekulerisme
Seandainya .... *seandainya looo... tapi kayanya kemungkinannya kecil banget kali ye* ... seandainya suatu waktu terpilih seorang presiden yang beragama non muslim, bagaimana ?
denga pemilihan langsung, maka hasil apapun juga harus diterima :D
orgil
July 30, 2003, 05:46
Originally posted by eNGi
Sperti kita ketahui bersama, bahwa negara Indonesia ini mayoritas masyarakatnya beragama muslim.
Yang duduk di pemerintahanpun mayoritas beragama muslim
Partai2 yang berbau agama pun mayoritas membawa nama Islam.
Bagaimana kadar nasionalisme dibandingkan kadar sekulerisme ?
Seandainya .... *seandainya looo... tapi kayanya kemungkinannya kecil banget kali ye* ... seandainya suatu waktu terpilih seorang presiden yang beragama non muslim, bagaimana ?
hmmm ... bukannya itu wajar ?? negara yang penduduknya mayoritas umumnya jadi pemimpin dalam wilayah tersebut dengan atau tanpa membawa bendera agama ...
... di negara manapun di dunia hal itu berlaku !
kemungkinan itu SAMA BESARnya apabila di indonesia terpilih seorang presiden yang bukan orang jawa
... ini dulu dijawab, baru pertanyaan eNGi bakal terjawab
mohon maaf, jawaban sama sekali tidak bermaksud membawa unsur kesukuan
surya
July 30, 2003, 07:48
Engi...jangan salah paham lho. Partai yang mengusung-usung agama itu bukan cuma di Indo. Di Jerman, Belanda, Inggris, dll - partai-partai agama juga banyak ( Partai Kristen Demokrat, dll ).
Sekularisme justru temen dekatnya nasionalisme :D
Sekularisme adalah isme yang memisahkan urusan agama dengan urusan non agama. Turki modern adalah contoh negara yang mengalami revolusi dari kerajaan Islam Ottoman, jadi negara Sekuler Turki yang memisahkan urusan agama dan pemerintahan.
Padahal dasar beragama adalah setiap tindakan seseorang, mestilah berdasarkan standard moralitas dan rambu-rambu agama, bukan cuma dalam beribadah, tapi juga berpikir, bertindak, berperilaku, mengambil keputusan, dll. Jadi menurut gue, adalah hal yang mustahil melakukan sekularisme di negara yang masih memegang prinsip-prinsip religius.
Negara barat contoh paling gampang, dilihat sebagai dampak dari proses sekularisasi selama berabad-abad sejak jaman Renaissance. Ketika agama cuma dikungkung dalam lingkup sempit rumah ibadah, sedangkan aktivitas lain tidak didasari dengan spirit keagamaan/religius, akibatnya banyak orang kehilangan panduan dan kepercayaan terhadap agama dan Tuhan. Tuhan dan agama cuma dipakai pada saat kawin, mati, dan moment hari raya. Di luar itu, Tuhan dan agama cukup disimpan di lemari saja.
Dalam Islam, membela negara termasuk kategori Jihad juga loh (asalkan negara yg dibela dianiaya dan diinjak-injak hak asasi dan kebebasanya secara sewenang-wenang). Jadi Islam justru sangat menganjurkan nasionalisme. Makanya dulu jaman penjajahan, yang sangat gigih berperang dan berjuang melawan Belanda adalah umat Islam. Bung Tomo sampe "Allahuakbar" demi memperjuangkan negara ini.
Nggak usah khawatir lah dengan atribut partai Islam ini dan itu, yg sekarang menjamur di mana-mana. Pemahaman dan penerapan yang benar terhadap hukum Islam, bukan dengan menyusahkan agama lain. Lagian Partai-partai Islam itu umumnya didukung oleh tokoh-tokoh Islam yang moderat pendidikan dan cara berpikirnya.
Kalo soal pemimpin non Muslim, bisa-bisa aja kok. Lebanon itu negara mayoritas Islam yang pernah dipimpin oleh orang Kristen.
Asalkan prosedur pemilihannya jujur dan adil, hasil apapun harus siap diterima sebagai konsekuensinya. Yang penting orangnya jujur dan hatinya bersih aja, dan niatnya bener-bener untuk memajukan negara ini...kenapa nggak??
Cuma...masa sih dari sekian banyak umat Islam ..nggak ada yg bisa jadi pemimpin yang adil dan bersih? :rolleyes:
ha ha ha ... gak nyambung ya ? maap ...
abis daku agak2 gak setuju dengan partai2 berbasis agama. *nggak cuma yang berbasis agama islam, yg berbasis agama kristen juga*
Apalagi masa pemilu sebelum ini, ketika kans PDIP kelihatan besar, ada issu2 bujukan bagi umat muslim untuk tidak memilih partai2 yang memiliki banyak wakil yang nonmuslim. Itu baru pemilu. Gimana coba kalau pemilihan langsung presiden tapi calonnya bukan muslim.
he he he ....
ttg jawa atau nggak ... *sukuisme* kayanya nggak sebanding kalau dibandingkan dgn pembedaan agama deh.
jika .... kita tahu bahwa orang ini sungguh mugkin mampu, tapi dia beragama non muslim, is there any chance that you will vote him/her ?
surya
July 30, 2003, 08:11
Chance jelas aja ada. Nggak ada aturan yang secara eksplisit melarang. :D
orgil
July 30, 2003, 08:19
Originally posted by eNGi
ha ha ha ... gak nyambung ya ? maap ...
abis daku agak2 gak setuju dengan partai2 berbasis agama. *nggak cuma yang berbasis agama islam, yg berbasis agama kristen juga*
Apalagi masa pemilu sebelum ini, ketika kans PDIP kelihatan besar, ada issu2 bujukan bagi umat muslim untuk tidak memilih partai2 yang memiliki banyak wakil yang nonmuslim. Itu baru pemilu. Gimana coba kalau pemilihan langsung presiden tapi calonnya bukan muslim.
he he he ....
ttg jawa atau nggak ... *sukuisme* kayanya nggak sebanding kalau dibandingkan dgn pembedaan agama deh.
jika .... kita tahu bahwa orang ini sungguh mugkin mampu, tapi dia beragama non muslim, is there any chance that you will vote him/her ?
coba bilang begitu sama orang aceh/papua ...
bukankah ini sudah jadi jawaban buat seorang pemimpin ??
AlfaOmega
July 30, 2003, 08:21
Originally posted by surya
Chance jelas aja ada. Nggak ada aturan yang secara eksplisit melarang. :D
Peluang sich memang ada :bravo:
Karena negara RI bukan negara agama.
hanya saja....
sistem demokrasi khan mewakili apa yang ada di rakyat.
Kalau kenyataan di pemerintahan tidak representatif dengan kenyataan yang ada di lapangan (rakyat); bakal timpang tuch. Gejolak sosial dimungkinkan terjadi.
kapiten
July 30, 2003, 08:21
gue gak mau dipimpin oleh orang yg bukan muslim
bunda naila
July 30, 2003, 08:24
memisahkan mana partai yg berbasis agama dan mana yang bukan, kayaknya juga nggak terlalu gampang. katakanlah PKB.. dia jelas2 nggak menyebut2 Islam sebagai asas.. tapi Pancasila. dia juga menyatakan nggak terkait langsung dengan NU (walaupun pada prakteknya sih iya ;D). juga PAN atau PDKB. bisa nggak partai2 itu disebut berbasis agama? :bingung:
lain dgn Partai Keadilan (skr PKS) yg emang jelas2 mencantumkan Islam sebagai asas partainya. :hehe
kapiten
July 30, 2003, 08:28
jadi?
bunda naila
July 30, 2003, 08:30
Originally posted by eNGi
Apalagi masa pemilu sebelum ini, ketika kans PDIP kelihatan besar, ada issu2 bujukan bagi umat muslim untuk tidak memilih partai2 yang memiliki banyak wakil yang nonmuslim. Itu baru pemilu.
kalo yang ini sih.. nurut gue agak berbau politis juga sih :hehe.
dalam Islam sendiri, setau gue yg gak boleh adalah memilih non-muslim menjadi pemimpin umat Islam, bukan pemimpin negara (which can be different, terutama krn Indonesia bukan negara agama).
misalnya Kwik Kian Gie, menurut gue dia punya kans yg cukup, seandainya presiden Indonesia emang boleh WNI Keturunan Asing
btw, sapa sih yg bukan keturunan asing di Indonesia, Alwi Shihab turunan Arab, Yapto Suryosumarno yg turunan Belande, gue turunan Yunan ;D
bunda naila
July 30, 2003, 08:31
Originally posted by kapiten
jadi?
mana gue tau.. udah jelas2 gue pake icon ":bingung:" :haha
ayoklah
July 30, 2003, 08:35
Jadi... silakan pak amien jadi presidennya indonesia... monggoooo paaakk.... ::banana::
ayoklah
July 30, 2003, 08:39
Bisa aja presiden non-muslim... syaratnya punya suara dominan aja di politik indonesia. Selama ini belon ada yang ngalahin ke pinteran pak amien... ya pak? ::banana::
oleole
July 30, 2003, 09:01
kalo cuma sekedar mempertanyakan kaitan nasionalisme dan islam, sejarah perjuangan kemerdekaan indo mungkin bisa jadi patokan. kumandang takbir Allahuakbar oleh Bung Tomo di surabaya juga bisa menjadi tolok ukur eratnya kaitan nasionalisme dan islam.
kerelaan umat islam dalam kaitan dengan piagam jakarta juga bisa jadi contoh tambahan. terus perjuangan umat islam untuk mempertahankan negara kesatuan indo. banyak dech, pokoknya contoh yang memperlihatkan tolok ukur eratnya hubungan islam dan nasionalisme.
tapi emang pertanyaannya sederhana: "bagaimana sikap umat islam kalau non-muslim terpilih jadi presiden"?
kalo ini kan proses perjuangan politik. umat islam yang sangat nasionalisme tentu akan hati-hati dengan isu ini, terutama dalam kaitan perlunya mempertahankan negara kesatuan. banyak konsenkuensinya kalo non-muslim terpilih jadi presiden.
misalnya komitmen terhadap negara kesatuan, tolerasi beragama (karena di banyak negara terbukti tingginya kecenderungan pembatasan kebebasan beragama dan bisa ditarik dari jaman medieval sanpai sekarang. malah banyak pemeluk agama lain dipaksa, baik dengan pembunuhan massal atau penghancuran sumber hidup untuk pindah agama. sekarang dengan cara moderen bentuknya berubah).
pertanyaan engi, sebetulnya bisa menjadi warning buat umat islam. kalo mereka terpecah non-islam bisa terpilih dan konsekuensinya mungkin tak terbayangkan. dalam posisi tidak memegang kekuasaan formal umat islam sudah bisa merasakan dampak refleksi kekuatan kelompok non-muslim, apalagi dalam bentuk pemegangan kekuasaan formal. "hang on."
orgil
July 30, 2003, 09:12
ayoklah:
milih PAN nanti yak ... hehe :haha
oleole:
wawasannya dalem! ... :)
ayoklah
July 30, 2003, 09:30
Gak abis pikir, kenapa selalu agama jadi patokan seorang pemimpin. Kalo orang islam tapi begok, ma non islam tapi pinter, pilih mana orang indo nih ya??::mikir:: (jangan bilang orang islam pinter semua yah!)
Kecuali pak amien... ::banana::
dragz
July 30, 2003, 09:40
Originally posted by oleole
pertanyaan engi, sebetulnya bisa menjadi warning buat umat islam. kalo mereka terpecah non-islam bisa terpilih dan konsekuensinya mungkin tak terbayangkan. dalam posisi tidak memegang kekuasaan formal umat islam sudah bisa merasakan dampak refleksi kekuatan kelompok non-muslim, apalagi dalam bentuk pemegangan kekuasaan formal. "hang on."
sangat betul :D
jika pada pemilihan presiden secara langsung, yang terpilih adalah non muslim, maka ada yang salah dengan umat Islam ;D
Originally posted by ayoklah
Gak abis pikir, kenapa selalu agama jadi patokan seorang pemimpin. Kalo orang islam tapi begok, ma non islam tapi pinter, pilih mana orang indo nih ya??::mikir:: (jangan bilang orang islam pinter semua yah!)
Kecuali pak amien... ::banana::
:haha
Originally posted by Zeratul
sangat betul :D
jika pada pemilihan presiden secara langsung, yang terpilih adalah non muslim, maka ada yang salah dengan umat Islam ;D
:haha
Lho.. kok gitu ? ya nggak gitu lah :)
he he he ... btw, pada tau kan kalau gw non muslim ? tapi thread ini nggak bermaksud apa2 loh, soalnya di forum kristen ada juga pertanyaan sehubungan dgn presiden non-muslim *kristen*
Tapi isinya pesimis semua ... termasuk gw :D
Buat gw sih, yang penting nasionalismenya kudu kuat banget. Makanya nggak peduli agamanya apa, sehingga dia nggak akan memandang sebelah mata terhadap agama yang lain.
Tapi kadang memang ada ketakutan dan kekecewaan di hati berhubungan dengan pembedaan agama ini. Terutama kalau denger2 ada gerakan2 'menegaraIslamkanIndonesia' :(
Senang mengetahui pandangan teman2 nggak sempit :)
ayoklah
July 30, 2003, 10:48
Originally posted by Zeratul
sangat betul :D
jika pada pemilihan presiden secara langsung, yang terpilih adalah non muslim, maka ada yang salah dengan umat Islam ;D
Ah ya belon tengngngngtu! Selama yang terpilih masuk logika(pantas, maxudnya).. Daripada kalian pilih gus dur(atau yang sudah2)... Entar dah jadi presiden, disuruh turun lagi...
ayoklah
July 30, 2003, 10:59
Originally posted by eNGi
Buat gw sih, yang penting nasionalismenya kudu kuat banget. Makanya nggak peduli agamanya apa, sehingga dia nggak akan memandang sebelah mata terhadap agama yang lain.
Sangat setuju sekali(SSS)... hehehe... (jadi inget pelajaran PSPB dulu)
Gue pikir utk jadi presiden indo(at least saat ini) diperlukan orang yang nasionalis(karena yang harus dibangkitkan saat ini adalah semangat nasionalis indonesia). Utk semangat beragama di indonesia, udah jempolan lah. Jadi ga perlu harus presiden indonesia islam, utk menambah rasa keislaman orang2 indo kan??? (ato emang iya?)
Inget aja, Indonesia negaraku, Islam agama ku. Bukan Islam negara ku kan??? (ato emang iya?)
dragz
July 30, 2003, 11:14
Originally posted by eNGi
Lho.. kok gitu ? ya nggak gitu lah :)
he he he ... btw, pada tau kan kalau gw non muslim ? tapi thread ini nggak bermaksud apa2 loh, soalnya di forum kristen ada juga pertanyaan sehubungan dgn presiden non-muslim *kristen*
Tapi isinya pesimis semua ... termasuk gw :D
Buat gw sih, yang penting nasionalismenya kudu kuat banget. Makanya nggak peduli agamanya apa, sehingga dia nggak akan memandang sebelah mata terhadap agama yang lain.
Tapi kadang memang ada ketakutan dan kekecewaan di hati berhubungan dengan pembedaan agama ini. Terutama kalau denger2 ada gerakan2 'menegaraIslamkanIndonesia' :(
Senang mengetahui pandangan teman2 nggak sempit :)
inget gak kasusnya pembredelan tabloid monitor karena polling siapa yang paling populer dan ternyata no 1-nya Suharto dan Nabi Muhammad no sekian ??
gw termasuk yang gak setuju kesalahan ditimpakan ke Monitor dan Arswendo. siapa yang salah, padahal kebanyakan peserta polling adalah muslim ? jawabannya adalah umat Islam sendiri.
kasusnya sama dengan pemilihan presiden. Gw jelas gak bakalan memilih yang non-muslim sebagai pemimpin. pertama karena emang dilarang, kedua apakah dari sekian banyak tokoh Islam gak ada yang pantas dipilih ?
walau begitu, konsensus bersama harus di hargai, jika yang terpilih ternyata non-muslim, maka silahkan pimpin Indonesia.
dragz
July 30, 2003, 11:17
Originally posted by ayoklah
Ah ya belon tengngngngtu! Selama yang terpilih masuk logika(pantas, maxudnya).. Daripada kalian pilih gus dur(atau yang sudah2)... Entar dah jadi presiden, disuruh turun lagi...
ya sama saja dong ;D
siapapun yang terpilih, kalo ternyata ditengah jalan performanya jelek, mendingan turun aja ;D
masalah gus dur kemaren kan politik aja, dan ingat, pemilihan presiden kemarin dilakukan oleh kurang lebih 1000 orang, bukan 120 juta rakyat indonesia yang telah punya hak.
ayoklah
July 30, 2003, 12:13
Tapi akhirnya toh Megawati, pilihan sebagian besar rakyat indonesia, duduk di kursi kepresidenan. Tapi toh..............
Ya ga bisa lah, tiap kali ada presiden, tiap kali disuruh turun. Kan ada aturannya, pemilu 5 taun sekali.. Ga usah disuruh turun, kalo ga kepilih lagi, ya akhirnya turun juga. Toh??
Lagian naiknya gusdur jadi presiden kan utk mencegah terjadinya kekacauan. Artinya itu tindakan alternatif yang diambil, demi tercapainya kestabilitasan nasional. Daripada ga ada tindakan...
ayoklah
July 30, 2003, 12:19
Originally posted by Zeratul
kasusnya sama dengan pemilihan presiden. Gw jelas gak bakalan memilih yang non-muslim sebagai pemimpin. pertama karena emang dilarang,
Dilarang? Oh... dilarang ma agama islam yah... :o Tapi ga ada larangan dalam uu negara indonesia kan...
kedua apakah dari sekian banyak tokoh Islam gak ada yang pantas dipilih ?
Kalo ada... kalo nggak ada? Ato kalo ada calon presiden yang nasionalis spt bung karno, pinter spt habibie, keras spt suharto, dan toleran spt gus dur, tapi non-muslim, bagaimana? Apa Allah lebih menghendaki indonesia tetep dalam kehancuran, yang penting presiden islam? kayak gus dur!
walau begitu, konsensus bersama harus di hargai, jika yang terpilih ternyata non-muslim, maka silahkan pimpin Indonesia.
Yah.. mestinya begitu.. Tapi apakah muslim indonesia memiliki hati sebesar itu??
Yang penting amien for president guys...!! ::banana::
dragz
July 30, 2003, 12:20
beda dong :D
pemilu jaman dulu milih partai, bukan wakil rakyat.
pemilihan presiden dilakukan oleh wakil partai di parlemen.
kalau sistemnya demikian, jika terpilih presiden yang non-muslim malah masih bisa di maklumi, karena hanya dipilih oleh 1000 orang.
ayoklah
July 30, 2003, 12:23
Ya udah.... pemilu mendatang kan ga begitu lagi... coba aja wait and see...
dragz
July 30, 2003, 12:32
Originally posted by ayoklah
Dilarang? Oh... dilarang ma agama islam yah... :o Tapi ga ada larangan dalam uu negara indonesia kan...
Kalo ada... kalo nggak ada? Ato kalo ada calon presiden yang nasionalis spt bung karno, pinter spt habibie, keras spt suharto, dan toleran spt gus dur, tapi non-muslim, bagaimana? Apa Allah lebih menghendaki indonesia tetep dalam kehancuran, yang penting presiden islam? kayak gus dur!
Yah.. mestinya begitu.. Tapi apakah muslim indonesia memiliki hati sebesar itu??
itulah, semuanya kan kembali ke bagaimana umat Islam Indonesia ini, tidak adanya pemimpin yang mumpuni itu bukan salah siapa2 kecuali kita juga.
jika akhirnya ada non-muslim yang terpilih ?? salah kita juga, paling tidak umat Islam tidak mampu 'mendidik' salah satu generasi mudanya untuk tampil dan mengemban tugas memimpin umat.
Yang penting amien for president guys...!! ::banana::
AMIEN for this :hehe
surya
July 31, 2003, 00:24
Amien Rais for president :hehe
Jalan pikirannya cukup demokratis dan maju.....sayang suka buat blunder sendiri :hehe
Gue sih ngeliat, bakalan Mega lagi yg akan jadi president. Tapi PDI-P nggak akan jadi partai mayoritas lagi di parlemen.
Originally posted by Zeratul
jika akhirnya ada non-muslim yang terpilih ?? salah kita juga, paling tidak umat Islam tidak mampu 'mendidik' salah satu generasi mudanya untuk tampil dan mengemban tugas memimpin umat.
kenapa harus merasa bersalah ?
trus.. beneran gitu ada larangannya di agama Islam dalam memilih presiden ? kalau terlalu ditekankan pada agama, berarti kurang demokratis donk ?
bunda naila
July 31, 2003, 07:26
nurut gue sih, kalo dari sekian ratus juta muslim gak ada yang beres.. berarti emang ada yg salah. umat islam musti ngaca, musti introspeksi.. jgn sampe kalo kalah cuma nyalahin org lain, apalagi umat lain. liat diri sendiri dulu :hehe.
bunda naila
July 31, 2003, 07:31
oh iya NGi.. kenapa kalo menekankan agama jadi kurang demokratis? kan demokrasi artinya pemerintahan (kratos) ada pada rakyat (demos). apapun kriteria rakyat memilih sang pemimpin (krator), kalo cara pemilihannya udah tepat (bener2 murni suara rakyat tanpa manipulasi dan tekanan pihak2 tertentu), ya berarti udah sesuai dengan demokrasi :). agama kan nggak menekan.. agama itu memberikan bimbingan. yang mungkin bisa memberikan tekanan adalah pemuka agama. however, pemuka agama toh nggak bisa berbuat apa2 klo umatnya melakukan hal yg nggak mereka anjurkan alias nggak nurut :hehe.
karena jadinya ada semacam kabut di wajahmu ... *eh itu iklan*
iya.. jadi kaya ada yang menghalangi pandangan, baik sedikit atau banyak.
Cotohnya aja ... dengan ada perasaan "ada yg salah dengan umat islam kalau sampe kalah" ... tuuuhh... itu aja udah terasa ada angin2 gak enaknya ...
he he he .. nggak jauh2 lah, dulu pemilihan ketua senat di fakultas gw aja ada unsur2 begitunya ... biar bagaimanapun juga diusahakan supaya yang menang itu calon dari golongan muslim yg 'kuat'.
dragz
July 31, 2003, 10:47
gw rasa, kok sama aja ya dimana2 agama, kalo memilih pemimpin rasanya lebih condong ke yang seagama. karena dengan demikian, kebutuhan2 dan kepentingan2 bisa dilaksanakan. ini logika aja.
surya
July 31, 2003, 13:46
Logic sih begitu....orang pasti lebih nyaman jika dipimpin oleh orang yang mempunyai prinsip yang sama, karena berarti bisa lebih gampang bekerja sama.
Programmer C++ mana mau dipimpin sama programmer Visual Basic...bisa berantem ntar
surya
July 31, 2003, 13:52
Originally posted by eNGi
he he he .. nggak jauh2 lah, dulu pemilihan ketua senat di fakultas gw aja ada unsur2 begitunya ... biar bagaimanapun juga diusahakan supaya yang menang itu calon dari golongan muslim yg 'kuat'.
Ini sama saja dengan pandangan dari pihak lain..bahwa dari pihak mhs nasrani pasti mengajukan calon yg "kuat" agamanya...golongan mhs nasionalis pasti ingin mhs yg "kuat" nasionalisnya....
Make sense, toh? Gue kebetulan waktu kuliah dulu ikutan "hard core" terjun dalam persaingan di senat mahasiswa.....kondisi seperti sangat terasa kok, bukan cuma di kalangan mhs muslim doang......friksi sangat tajam, dan lobi-lobi sebelum pemilihan ketua/pengurus senat pasti membawa unsur agama.
AlfaOmega
July 31, 2003, 15:37
Umumnya sich, rasa kesukuan / kedaerahan lebih ditonjolkan dalam pemilihan pres / wapres. (ini berlaku bagi orang awam)
Orang Jawa bakal milih nama yg kejawaan dech, kayak Soekarno, Soeharto.
demkian pula daerah lainnya.
bunda naila
August 01, 2003, 01:06
apalagi di Jawa Barat.. sorry ya {) to be honest, bokap gue pernah dapet surat kaleng yg bilang bhw orang suku gue nggak akan bisa memimpin di Jawa Barat ;D
eNGi
August 01, 2003, 02:57
Originally posted by Zeratul
gw rasa, kok sama aja ya dimana2 agama, kalo memilih pemimpin rasanya lebih condong ke yang seagama. karena dengan demikian, kebutuhan2 dan kepentingan2 bisa dilaksanakan. ini logika aja.
Begitulah manusia ...
Bagaimana dengan umat agama lain ?
Kalau selalu yang dipikirkan hanya kepentingan golongan *pokoknya pimpinan gw harus seagama sama gw sehingga kebutuhan gw, kepentingan gw bisa dilaksanakan*, lalu di mana letak nasionalismenya ?
hansel
August 01, 2003, 03:05
Yaela eNGi!!! Masih percaya aja 'ma yg namanya nationalism.
Javanese ya memandang diri mereka Javanese dulu, Indonesian kemudian. Sundanese memandang diri mereka Sundanese dulu, Indonesian kemudian.
Masalah kepercayaan pun no exception.
dragz
August 01, 2003, 04:38
yang namanya politik kan selalu bersama kompromi. ketika seorang pemimpin terpilih sudah ada, tentu dia bakalan melihat realitas masyarakat yang dipimpin. *ini gak berlaku buat mega ;D*.
eNGi
August 01, 2003, 06:47
Originally posted by hansel
Yaela eNGi!!! Masih percaya aja 'ma yg namanya nationalism.
Javanese ya memandang diri mereka Javanese dulu, Indonesian kemudian. Sundanese memandang diri mereka Sundanese dulu, Indonesian kemudian.
Masalah kepercayaan pun no exception.
Salahkah bila gw berharap nasionalisme itu masih ada ?? Nggak semata2 dibuktikan dengan nggak ogah2an ikutan upacara bendera setiap hari senin ... nggak sebatas lulus penataran p4 dengan nilai yang tinggi ....
kalau nasionalisme dalam 1 negara aja sudah susah .... bagaimana bisa mewujudkan satu dunia damai tanpa perang ?
salahkah bila gw SANGAT INGIN PERCAYA bahwa kita semua bisa membantu mewujudkannya ??
Yaaa.... memang kelihatannya muluk2 banget .... tapi impian itu sungguh ada ... dan gw harap nggak sekedar impian tapi bisa jadi kenyataan.
eNGi
August 01, 2003, 07:00
Apalagi di Indonesia ini, gw *nasrani* termasuk kaum yang minoritas ... wajar kalau gw mempertanyakan ini semua ....
apalagi gw pernah merasa dimusuhi hanya karena gw nasrani ..
apalagi gw merasa sakit hati dengan gerakan2 bawah tanah yang ingin mengganti Indonesia menjadi negara Islam ...
apalagi gw mengetahui perjuangan berat suatu wilayah untuk bisa membangun gereja ...
apalagi gw merasa bantuan sumbangan gw dianggap najiz oleh sekelompok orang bahkan dianggap tindakan kristenisasi ...
hiks :( maap ...... jadi curhat ....
orgil
August 01, 2003, 07:36
Originally posted by hansel
Yaela eNGi!!! Masih percaya aja 'ma yg namanya nationalism.
Javanese ya memandang diri mereka Javanese dulu, Indonesian kemudian. Sundanese memandang diri mereka Sundanese dulu, Indonesian kemudian.
Masalah kepercayaan pun no exception.
... setuju sekali dengan hansel ! itu berlaku dimanapun di dunia :)
Originally posted by eNGi
Salahkah bila gw berharap nasionalisme itu masih ada ?? Nggak semata2 dibuktikan dengan nggak ogah2an ikutan upacara bendera setiap hari senin ... nggak sebatas lulus penataran p4 dengan nilai yang tinggi ....
kalau nasionalisme dalam 1 negara aja sudah susah .... bagaimana bisa mewujudkan satu dunia damai tanpa perang ?
salahkah bila gw SANGAT INGIN PERCAYA bahwa kita semua bisa membantu mewujudkannya ??
Yaaa.... memang kelihatannya muluk2 banget .... tapi impian itu sungguh ada ... dan gw harap nggak sekedar impian tapi bisa jadi kenyataan.
terus terang engi, yang namanya nasionalisme itu sistemnya berjalan bottom up bukan top down
kalau masyarakatnya miskin dan melarat, kenapa yang disebut nasionalisme yang mereka harapkan, itu kan tidak menyangkut kehidupan sehari-hari
dan kalau kenyataannya pemerintah tidak mampu memakmurkan mereka / membawa mereka kepada kesejahteraan, apakah mereka masih percaya dengan isu nasionalisme ?
nasionalisme ada kalau masyarakat percaya bahwa pemerintah mampu melindungi dan mensejahterakan mereka! dan itu pun tidak untuk selamanya ...
... mengenai suku atau agama!
semua orang tidak akan pernah percaya kepada seseorang yan
g baru dikenalnya, dibutuhkan waktu untuk percaya bahwa mereka adalah orang yang benar-benar dapat diandalkan
itu juga berlaku bagi pemimpin daerah/nasional
maka dari itu berkembang isu "putra daerah memimpin daerah"
hal itu tidak jauh beda dengan soal agama ...
orgil
August 01, 2003, 07:45
Originally posted by eNGi
Apalagi di Indonesia ini, gw *nasrani* termasuk kaum yang minoritas ... wajar kalau gw mempertanyakan ini semua ....
apalagi gw pernah merasa dimusuhi hanya karena gw nasrani ..
apalagi gw merasa sakit hati dengan gerakan2 bawah tanah yang ingin mengganti Indonesia menjadi negara Islam ...
apalagi gw mengetahui perjuangan berat suatu wilayah untuk bisa membangun gereja ...
apalagi gw merasa bantuan sumbangan gw dianggap najiz oleh sekelompok orang bahkan dianggap tindakan kristenisasi ...
hiks :( maap ...... jadi curhat ....
i'm sorry to hear that! :( ...
di indonesia dari dulu tidak pernah diajarkan mengenai perbedaan, apa itu perbedaan, mengapa ada perbedaan, apa yang harus ditanamkan mengenai perbedaan (dalam hal agama, suku, gender) ... apalagi toleransi
hal itu cuma ada di buku (dan itu pun buku pelajaran sekolah dasar sampai menengah)
contohnya sudah banyak di televisi ...
diluar negeri hal itu masih sama saja, tapi mereka memiliki pemahanan yang dalam mengenai hak asasi manusia ...
eNGi
August 01, 2003, 07:52
memang nggak perlu diajarkan tentang perbedaan ... karena kita ini sama ! ... sama2 manusia yang punya hati nurani dan akal budi ... *ciyyeeehhh*
dan itu NGGAK CUMA ADA DI BUKU !! sama sekali nggak ...
kita bisa kok membina toleransi ... SANGAT BISA ...
oh ya.. tapi mungkin bener apa kata orgil ... bahwa PEMAHAMAN yang DALAM MENGENAI HAK ASASI MANUSIA itulah yang harus lebih ditekankan :)
bunda naila
August 01, 2003, 07:56
Originally posted by orgil
semua orang tidak akan pernah percaya kepada seseorang yan
g baru dikenalnya, dibutuhkan waktu untuk percaya bahwa mereka adalah orang yang benar-benar dapat diandalkan
itu juga berlaku bagi pemimpin daerah/nasional
maka dari itu berkembang isu "putra daerah memimpin daerah"
yah.. kalo eNGi pernah ngalamin sebagai minoritas dalam hal agama, keluarga gue juga pernah ngerasain dalam hal suku.
tapi gue pribadi masih berpendapat, selama negara Indonesia ini masih berbentuk bukan negara agama.. maka pemimpin negara itu nggak beda2 amat dengan pemimpin propinsi atau pemimpin kelurahan atau pemimpin departemen atau pemimpin rumah sakit atau pemimpin perusahaan.
kenapa?
karena dia bukan pemimpin umat. fatwa2 penting nggak dibuat oleh pemerintah, tp oleh ulama yg (harusnya) independen.
masalah pembuatan peraturan.. yah.. sebetulnya gak beda jauh kan? kalo seorang presiden gila bisa bikin aturan "dilarang pergi beribadah di hari senin", sebetulnya pemimpin kantor pun bisa berbuat yg sama. yg membedakan cuma besar-kecil lingkupnya doang :).
krn itu gue juga masih berpendapat, dalam memilih presiden, umat Islam gak kena aturan "dilarang memilih non muslim". menteri Kristen spt Radius Prawiro, atau Hindu seperti I Gde Ardika, atau Buddha seperti Kwik Kian Gie nggak pernah ada masalah kok.
well.. cuma sekedar pikiran "gila" gue.. heran ya.. padahal nick gue bukan naigil :hehe
orgil
August 01, 2003, 08:46
:haha .... lucu juga kok kalo nick-nya naigil ... jadi kita barengan ... :D :P :D
engi:
sip deh! :D :)
ayoklah
August 01, 2003, 09:34
Originally posted by eNGi
memang nggak perlu diajarkan tentang perbedaan ... karena kita ini sama ! ... sama2 manusia yang punya hati nurani dan akal budi ... *ciyyeeehhh*
dan itu NGGAK CUMA ADA DI BUKU !! sama sekali nggak ...
kita bisa kok membina toleransi ... SANGAT BISA ...
oh ya.. tapi mungkin bener apa kata orgil ... bahwa PEMAHAMAN yang DALAM MENGENAI HAK ASASI MANUSIA itulah yang harus lebih ditekankan :)
Ah... ini bisa saja terjadi, asalkan negeri indonesia ini sudah jadi negara makmur nan terjamin. Gemah ripah loh jinawi, katanya.
Gimana mo menghormati hak asasi orang laen kalo diri sendiri merasa hak asasinya tidak dihormati. Semua orang menuntut hak. Akhirnya saling berebut hak. Dan ternyata hak yang didapatkan menginjak hak2 asasi orang laen. Yah... kapan selesainya...
Sama2 manusia yang punya hati nurani... Tapi kenapa tetangga sebelah punya BMW, sedangkan gue naek pick-up terungtung? Katanya sama2 manusia yang punya hati nurani. Tapi kenapa tetangga gue tiap ari makan roti pake keju, sedangkan gue musti makan singkong rebus ma tempe?
Kamu bicara idealis nya.. tapi gimana kalo ini kenyataannya?
eNGi
August 01, 2003, 09:44
apa adil itu selalu sama rasa sama rata ?
kalau mau yang seperti itu , mungkin kita kudu hidup dalam paham sosialis !
itu sama aja dengan mempertanyakan karunia masing2 dari Allah ...
"Allah... kenapa dia lebih cantik dari saya ? ... Allah .. kenapa IQ dia jauh lebih tinggi dari saya ? ... Allah, mengapa tubuh dia lengkap, sementara tangan saya hanya sebelah ? Allah .. mengapa ?? mengapa ??? mengapaaa ???"
Idealis ... ya.. gw sendiri sudah mengakui bahwa itu memang impian gw :( sayang banget hanay sekedar impian :(
nggak usah jauh2 lah, dari diri kita sendiri masing2 aja ... bagaimana kita memperlakukan orang2 di sekitar kita ... apa mata kita memicing sebelah terhadap orang yang beragama beda dengan kita ?
dragz
August 01, 2003, 09:46
Originally posted by eNGi
memang nggak perlu diajarkan tentang perbedaan ... karena kita ini sama ! ... sama2 manusia yang punya hati nurani dan akal budi ... *ciyyeeehhh*
dan itu NGGAK CUMA ADA DI BUKU !! sama sekali nggak ...
kita bisa kok membina toleransi ... SANGAT BISA ...
oh ya.. tapi mungkin bener apa kata orgil ... bahwa PEMAHAMAN yang DALAM MENGENAI HAK ASASI MANUSIA itulah yang harus lebih ditekankan :)
perbedaan malah harus diajarkan loh .. mungkin tepatnya disadari. itu langkah awal dari toleransi.
ayoklah
August 01, 2003, 09:53
Originally posted by eNGi
Apalagi di Indonesia ini, gw *nasrani* termasuk kaum yang minoritas ... wajar kalau gw mempertanyakan ini semua ....
apalagi gw pernah merasa dimusuhi hanya karena gw nasrani ..
apalagi gw merasa sakit hati dengan gerakan2 bawah tanah yang ingin mengganti Indonesia menjadi negara Islam ...
apalagi gw mengetahui perjuangan berat suatu wilayah untuk bisa membangun gereja ...
apalagi gw merasa bantuan sumbangan gw dianggap najiz oleh sekelompok orang bahkan dianggap tindakan kristenisasi ...
hiks :( maap ...... jadi curhat ....
Tapi ngi... penyelesaiannya kan bukan hanya dengan diangkatnya presiden non-muslim aja.
Gue sih setuju2 aja, kalo memang ada calon kuat yang muslim, jadi presiden. Tapi t'rus terang itu blum mungkin. Alasannya apa lagi kalo bukan mayoritas muslim. Apalagi situasi di indo kayak gini.
Tapi tenang aja.... bentar lagi amien rais jadi presiden! ::banana::
ayoklah
August 01, 2003, 09:59
Originally posted by eNGi
apa adil itu selalu sama rasa sama rata ?
kalau mau yang seperti itu , mungkin kita kudu hidup dalam paham sosialis !
Sosialis ga ada salahnya ah. Di eropa ini sistem pemerintahannya sosialis kok.
Idealis ... ya.. gw sendiri sudah mengakui bahwa itu memang impian gw :( sayang banget hanay sekedar impian :(
Ya ga papa lah. Untung masih bisa mimpi. Lagian semua ini kan berawal dari mimpi.
nggak usah jauh2 lah, dari diri kita sendiri masing2 aja ... bagaimana kita memperlakukan orang2 di sekitar kita ... apa mata kita memicing sebelah terhadap orang yang beragama beda dengan kita ?
Biar aja lah. Itu tandanya orang itu(yang matanya micing2) takut dengan kita. Saya baru mimicingkan mata kalo ada junky nyamperin, mo malak...
dragz
August 01, 2003, 10:07
Originally posted by eNGi
apa adil itu selalu sama rasa sama rata ?
kalau mau yang seperti itu , mungkin kita kudu hidup dalam paham sosialis !
adil itu gak sama dengan sama rata.
lebih cocok ke 'sewajarnya'.
itu sama aja dengan mempertanyakan karunia masing2 dari Allah ...
"Allah... kenapa dia lebih cantik dari saya ? ... Allah .. kenapa IQ dia jauh lebih tinggi dari saya ? ... Allah, mengapa tubuh dia lengkap, sementara tangan saya hanya sebelah ? Allah .. mengapa ?? mengapa ??? mengapaaa ???"
dan jelas sangat beda dengan yang ini :D
Idealis ... ya.. gw sendiri sudah mengakui bahwa itu memang impian gw :( sayang banget hanay sekedar impian :(
idealis itu bagus. gw juga dalam hal2 tertentu, seperti pekerjaan, itu idealis.
nggak usah jauh2 lah, dari diri kita sendiri masing2 aja ... bagaimana kita memperlakukan orang2 di sekitar kita ... apa mata kita memicing sebelah terhadap orang yang beragama beda dengan kita ?
good question :)
orgil
August 01, 2003, 10:18
ZERATUL, jawabannya bagus ... :bravo: :D
Originally posted by ayoklah
Gimana mo menghormati hak asasi orang laen kalo diri sendiri merasa hak asasinya tidak dihormati. Semua orang menuntut hak. Akhirnya saling berebut hak. Dan ternyata hak yang didapatkan menginjak hak2 asasi orang laen. Yah... kapan selesainya...
Sama2 manusia yang punya hati nurani... Tapi kenapa tetangga sebelah punya BMW, sedangkan gue naek pick-up terungtung? Katanya sama2 manusia yang punya hati nurani. Tapi kenapa tetangga gue tiap ari makan roti pake keju, sedangkan gue musti makan singkong rebus ma tempe?
Kamu bicara idealis nya.. tapi gimana kalo ini kenyataannya?
betul ... untuk itu memang harus punya roda hukum yang jelas muternya
kalo ini bukannya masalah material saja, yok! lagipula sudah jadi kewajiban bagi 'yang punya BMW' untuk memberi zakat kepada 'yang naek trungtung' ... :)
orgil
August 01, 2003, 10:26
Originally posted by ayoklah
Sosialis ga ada salahnya ah. Di eropa ini sistem pemerintahannya sosialis kok.
mungkin karena imbas dari jatuhnya euro ya ... :)
Originally posted by ayoklah
Biar aja lah. Itu tandanya orang itu(yang matanya micing2) takut dengan kita. Saya baru mimicingkan mata kalo ada junky nyamperin, mo malak...
atau 10 orang copet yg naek bis! :haha
oleole
August 01, 2003, 11:28
Originally posted by hansel
Yaela eNGi!!! Masih percaya aja 'ma yg namanya nationalism.
Javanese ya memandang diri mereka Javanese dulu, Indonesian kemudian. Sundanese memandang diri mereka Sundanese dulu, Indonesian kemudian.
Masalah kepercayaan pun no exception.
Salahkah bila gw berharap nasionalisme itu masih ada ?? Nggak semata2 dibuktikan dengan nggak ogah2an ikutan upacara bendera setiap hari senin ... nggak sebatas lulus penataran p4 dengan nilai yang tinggi ....
kalau nasionalisme dalam 1 negara aja sudah susah .... bagaimana bisa mewujudkan satu dunia damai tanpa perang ?
salahkah bila gw SANGAT INGIN PERCAYA bahwa kita semua bisa membantu mewujudkannya ??
Yaaa.... memang kelihatannya muluk2 banget .... tapi impian itu sungguh ada ... dan gw harap nggak sekedar impian tapi bisa jadi kenyataan.
engi masih percaya nasionalisme, mungkin karena ia merasa berakar dan hidup dari pahit manisnya pergulatan hidup di indo. akan sangat berbeda dengan kelompok ataw individu yang akar dan kaitannya basisnya cuma manisnya kehidupan, dan akan segera menebar akarnya ke tempat laen begitu, kehidupan menjadi pait dan getir.
tapi memang enggak ada gunanya nasionalisme tuk sekelompok yang datang meraup manisnya kehidupan.
btw, agak terlalu over-simplikasi engi melihat pilihan partai, pemimpin dan kebebasan memilih dengan mengambil acuan demokrasi dalam konteks agama. demokrasi, konon kata banyak orang, tergantung dari siapa yang diuntungkan dan dirugikan.
di athena, jaman konon, demokrasi bagus tuk kaum bangsawan, termasuk socrates, plato etc. tapi coba tanya kelompok budak yang bekerja keras tanpa HAM dan memungkinkan aristotle mendendangkan seruni demokrasi sambil membelai dedaunan, mendengar gemercik air.
apa arti demokrasi bagi rakyat irak yang setengah mati survive tuk kehidupan basis dengan todongan demokratisasi US/UK. coba tanya apa perlunya demokrasi tuk singaporean yang menikmati boom ekonomi dengan authoritatian state.
bagaimana demokrasi bisa dibangun dalam satu kelompok agama jika pertanyaan eksistensi Allah (apakah satu, banyak, terdiri dari anak, mak, bapak - terus kakek nenek, dan ada generasi tuhan berikutnya) sesuatu yang muskil.
dalam Islam, ini tidak berbeda jauh. larangan dalam Qur'an untuk tidak mengambil pemimpin dari kalangan Islam adalah untuk menjaga kaidah. Kebenaran yang diajarkan sejak dari zaman Adam, Noah, Abraham, Moses, Aaron, Jacob, John the Baptist (Yahya), Jesus the son of Mary, sampai dengan Muhammad SAW.
peace
surya
August 01, 2003, 13:49
Originally posted by eNGi
Apalagi di Indonesia ini, gw *nasrani* termasuk kaum yang minoritas ... wajar kalau gw mempertanyakan ini semua ....
apalagi gw mengetahui perjuangan berat suatu wilayah untuk bisa membangun gereja ...
Setahu gue, umat minoritas memang sangat sulit kehidupannya..bukan cuma di Indo, tapi di belahan dunia manapun. Orang aborigin, manusia asli australia mengalami ketidak-adilan yg sama. Orang Indian di US, posisinya tertekan.
Sama susahnya seperti orang muslim mau bangun masjid di tanah Toba atau mau bangun masjid di East Timor atau Flores.
Gue kebetulan dua tahun tinggal di Bali, dan gue adalah minoritas di sana. Saat Nyepin, gue yg minoritas harus mengalah tidak mengumandangkan adzan di masjid, tidak bisa sholat jama'ah ke masjid, mau makan kudu ekstra waspada supaya tidak makan makanan haram, dll. Untuk alasan tertentu, gue harus berkompromi.
Indonesia sudah dipimpin oleh president yg beragama Islam. Bukan cuma hak agama non Islam yg mungkin ditekan, bahkan orang Islam sudah sejak jaman Suharto/Sukarno lebih sering di-cap subversif, ditangkapin, di penjara, berceramah dikit keras..langsung ditangkap dan dimasukkan ke penjara tanpa pengadilan yg transparan ( jaman Suharto/L.B Moerdani/Ali Moertopo/Sudomo/Try Sutrisno).
Apakah karena dipimpin oleh pemimpin yg seagama, lantas dianggap lebih enak? Kualitas dan pemahaman nilai keagamaan seseorang beda-beda..meskipun agamanya sama.
Gue tidak melihat soal nasionalisme ini sebagai kontra posisi dengan atribut agama/religi seseorang.
AlfaOmega
August 01, 2003, 15:09
:bravo:
boss surya
hansel
August 01, 2003, 23:31
engi masih percaya nasionalisme, mungkin karena ia merasa berakar dan hidup dari pahit manisnya pergulatan hidup di indo. akan sangat berbeda dengan kelompok ataw individu yang akar dan kaitannya basisnya cuma manisnya kehidupan, dan akan segera menebar akarnya ke tempat laen begitu, kehidupan menjadi pait dan getir.
tapi memang enggak ada gunanya nasionalisme tuk sekelompok yang datang meraup manisnya kehidupan.
Sweet? With so many discriminative laws & practices, I wonder if life in Indo can be said sweet. Even more wonder if 1 can still be expected to be a nationalist.
bagaimana demokrasi bisa dibangun dalam satu kelompok agama jika pertanyaan eksistensi Allah (apakah satu, banyak, terdiri dari anak, mak, bapak - terus kakek nenek, dan ada generasi tuhan berikutnya) sesuatu yang muskil.
Just answer this simple question: what's 1's theology got to do with democracy? Answer this question straight forward & don't go round & round making useless comments!
hansel
August 01, 2003, 23:44
Originally posted by eNGi
kalau nasionalisme dalam 1 negara aja sudah susah .... bagaimana bisa mewujudkan satu dunia damai tanpa perang?
Whoaaa!!! Ultranationalism justru sering jadi penyebab peperangan lho!
Yaaa.... memang kelihatannya muluk2 banget .... tapi impian itu sungguh ada ... dan gw harap nggak sekedar impian tapi bisa jadi kenyataan.
eNGi: nationalism di Indo itu sesuatu yg artificial. Istilah 'Indonesia' gak ada sebelom pertengahan abad XIX. Konsep Indo sebagai negara & bgs juga gak ada sebelon awal abad XX. Faktor-faktor pemer1 di Indo semuanya juga artificial: UUD, bahasa, bendera, national anthem, & political outviews, mana yg bisa disebut natural? Secara ethnic, socio-cultural, & kepercayaan mana yg bisa mewakili Indo?
ayoklah
August 02, 2003, 10:09
Originally posted by hansel
eNGi: nationalism di Indo itu sesuatu yg artificial. Istilah 'Indonesia' gak ada sebelom pertengahan abad XIX. Konsep Indo sebagai negara & bgs juga gak ada sebelon awal abad XX. Faktor-faktor pemer1 di Indo semuanya juga artificial: UUD, bahasa, bendera, national anthem, & political outviews, mana yg bisa disebut natural? Secara ethnic, socio-cultural, & kepercayaan mana yg bisa mewakili Indo?
Indo terbentuk oleh rasa senasib pada waktu dibawah kerajaan hindia belanda. Rasa senasib utk memperjuangkan hak2nya yang membuat rakyat indo bersatu melawan penjajah. Pencetusan sumpah pemuda dijadikan semangat juang bersama2 merebut hak bagi bangsa yang (sama2) terjajah. Gitu kan kata buku sejarah?
Saya rasa hansel bener, bahwa saat ini yang bikin indo disebut satu adalah karena satu UUD, satu bendera, satu bahasa, dan satu tentara. Dan itu bagus juga dipertahankan. Yang ga bisa dipertahankan lagi adalah satu tujuan, satu kepentingan, satu suku bangsa.
Gue pikir indo bisa lebih makmur, kalo semua propinsi dimerdekakan. Tapi dengan sarat, satu UUD, satu bendera, satu bahasa, dan satu tentara dipertahankan. Artinya setiap daerah berhak menentukan tujuan dan kepentingannya sendiri2. Biar tiap state bersaing menuju yang termakmur. Pusat dengan kekuatan militernya tinggal tunggu pajak aja...
orgil
August 04, 2003, 04:37
telah berkali-kali diucapkan ... dan diucapkan sekali lagi
FEDERALISME ! ... :D
oleole
August 05, 2003, 16:40
Sweet? With so many discriminative laws & practices, I wonder if life in Indo can be said sweet. Even more wonder if 1 can still be expected to be a nationalist.
it's one own problem. en, as bart love to say: "Big deal,"..............
hansel
August 05, 2003, 18:43
it's one own problem. en, as bart love to say: "Big deal,"..............
Yeah big deal! Especially if 1 cannot answer straight-forwardly (which isn't surprising really).
sydneyrini
August 08, 2003, 12:25
Originally posted by hansel
Faktor-faktor pemer1 di Indo semuanya juga artificial: UUD, bahasa, bendera, national anthem, & political outviews, mana yg bisa disebut natural? Secara ethnic, socio-cultural, & kepercayaan mana yg bisa mewakili Indo?
kalo malaysia gimana dong sel? mereka kan multicultural dan kepercayaannya yang dipeluk penduduknya juga berbeda-beda??
just wondering loh, gak ada maksud2 tertentu... ::v::
eNGi
August 11, 2003, 06:55
Kalau JI gimana tuh :(
Gw yakin gerakan mereka bener2 mencoreng nama Islam, tapi semoga itu bukan ajaran Islam yg sebenarnya :(
Apalagi dengan membunuh sesama manusia :(
bunda naila
August 11, 2003, 06:59
JI? hmm.. kalo emang JI itu sebuah organisasi teroris, ya jelas gak sesuai ama Islam. dalam keadaan perang yg gimanapun, membunuh warga sipil itu udah jelas salah. gak ada tawar menawar :hmmm:
emang masih ada ya, yang mikir terorisme itu ajaran Islam? :hmmm:
surya
August 11, 2003, 08:01
Masih ada yg berpikir bahwa agama mengajarkan pembunuhan terhadap sesama?? :hmmm
Perlu re-thinking kayaknya....
ayoklah
August 11, 2003, 08:10
Originally posted by naila
JI? hmm.. kalo emang JI itu sebuah organisasi teroris, ya jelas gak sesuai ama Islam. dalam keadaan perang yg gimanapun, membunuh warga sipil itu udah jelas salah. gak ada tawar menawar :hmmm:
emang masih ada ya, yang mikir terorisme itu ajaran Islam? :hmmm:
Sembarangan! Emangnya robin hood itu orang mana?
bunda naila
August 11, 2003, 08:12
:haha:haha
makanya gue nanyaaaa.. emang masih ada orang yg mikir terorisme itu ajaran Islam?
oleole
August 11, 2003, 08:50
quote:
Originally posted by hansel
Faktor-faktor pemer1 di Indo semuanya juga artificial: UUD, bahasa, bendera, national anthem, & political outviews, mana yg bisa disebut natural? Secara ethnic, socio-cultural, & kepercayaan mana yg bisa mewakili Indo?
kalo malaysia gimana dong sel? mereka kan multicultural dan kepercayaannya yang dipeluk penduduknya juga berbeda-beda??
just wondering loh, gak ada maksud2 tertentu...
mungkin ada yang terbiasa dengan hak konkrit seperti: "gwe cinta orang tua, keluarga, sekolah, agama selama mereka bisa menyediakan kebutuhan hidup dan menguntungkan gwe. kalo mereka nggak bisa lagi memuaskan kebutuhan cinta gwe bisa direvisi." jadi bentuknya sangat konkrit, material.
tanpa bermaksud menilai mungkin nasionalisme buat "gwe" (yang dirujuk di atas) pribadi bisa konkrit kalo gwe berasal dari satu leluhur, satu sub etnik group (untuk selatan mungkinan hainanese), dialeknya sama, terus gwe bentuk satu negara.
kalo gwe tinggal di indonesia, sulit karena faktor pembentuk nasionalisme artifisial. tidak ada etnik yang murni. di jakarta, gwe berbaur dengan orang betawi yang induk etniknya terdiri dari keturunan budak jawa/bali (hasil perang), sisa laskar sultan agung, pedagang cina/arab/india dan keturunan indo-belanda (depok).
jadi buat gwe indonesia itu kudu tidak ada. dan gwe perlu give up pasport indonesia dan apply kewarganegaraan laen.
sebagai orang awam, yang menjadi pertanyaan "gwe" kok ngotot tetep mempertahankan WNI-nya.
oleole
August 11, 2003, 09:02
Kalau JI gimana tuh
Gw yakin gerakan mereka bener2 mencoreng nama Islam, tapi semoga itu bukan ajaran Islam yg sebenarnya
Apalagi dengan membunuh sesama manusia
gwe pikir naila udah jelasin soal islam en terorisme. soal real politiknya gwe ada bahan yang terbuang sayang kalo nggak diposting (sekali lagi bukan pendapat sendiri ::maap::
btw, tadi gwe postingnya laen, setelah itu ada yang edit dengan isi sangat berbeda jauh. karena itu gwe apus editan yang berbeda jauh dengan penjelasan ini:D
AlfaOmega
August 11, 2003, 09:18
Originally posted by eNGi
Kalau JI gimana tuh :(
Gw yakin gerakan mereka bener2 mencoreng nama Islam, tapi semoga itu bukan ajaran Islam yg sebenarnya :(
Apalagi dengan membunuh sesama manusia :(
Wew...
Lebih baik buat thread baru dech. Biar nggak nge lebar kemana-2 :D
sikhasep
August 12, 2003, 07:29
Originally posted by eNGi
Kalau JI gimana tuh :(
Gw yakin gerakan mereka bener2 mencoreng nama Islam, tapi semoga itu bukan ajaran Islam yg sebenarnya :(
Apalagi dengan membunuh sesama manusia :(
Lo pada ngawur semuah .... :haha
JI = Jama'ah Islamiyah , Gue jama'ah Islamiah, surya juga, Alfa juga, begawan juga, lha lo tau gak sih arti Jama'ah Islamiyah :haha
JI dianggap teroris kan karena Amrik, takut nyinggung 1 aliran agama Islam, dan gak nemuin kesalahan dari kelompok/aliran Islam, maka keluarlah JI .... :haha
Brain washed again ... :hehe
hansel
August 14, 2003, 04:56
mungkin ada yang terbiasa dengan hak konkrit seperti: "gwe cinta orang tua, keluarga, sekolah, agama selama mereka bisa menyediakan kebutuhan hidup dan menguntungkan gwe. kalo mereka nggak bisa lagi memuaskan kebutuhan cinta gwe bisa direvisi." jadi bentuknya sangat konkrit, material.
To return to the case, since when is living under discriminative laws sweet & profitable? Big deal!
oleole
August 14, 2003, 17:11
tanpa bermaksud menilai mungkin nasionalisme buat "gwe" (yang dirujuk di atas) pribadi bisa konkrit kalo gwe berasal dari satu leluhur, satu sub etnik group (untuk selatan mungkinan hainanese), dialeknya sama, terus gwe bentuk satu negara.
kalo gwe tinggal di indonesia, sulit karena faktor pembentuk nasionalisme artifisial. tidak ada etnik yang murni. di jakarta, gwe berbaur dengan orang betawi yang induk etniknya terdiri dari keturunan budak jawa/bali (hasil perang), sisa laskar sultan agung, pedagang cina/arab/india dan keturunan indo-belanda (depok).
jadi buat gwe indonesia itu kudu tidak ada. dan gwe perlu give up pasport indonesia dan apply kewarganegaraan laen.
sebagai orang awam, yang menjadi pertanyaan "gwe" kok ngotot tetep mempertahankan WNI-nya.
...afraid miss the above lines......
hansel
August 14, 2003, 17:20
Definitely diificult to understand simple line.
begawan
August 14, 2003, 17:33
fiu.....seru :)
vBulletin® v3.8.2, Copyright ©2000-2013, Jelsoft Enterprises Ltd.