View Full Version : Nazar







reynaldidie
July 28, 2003, 01:02
Eh kalian pernah engga sih nazar? kalo pernah nazarnya apa? n bener engga sih ada pro-kontra tentang nazar bagi umat islam?

dragz
July 28, 2003, 01:31
gw gak inget hadits biasa atau qudsi yang mengatakan kalau nazar itu hanya ada untuk orang yang pelit.

maksudnya gini, kalau memang mau berbuat baik tidak perlu melakukan bargain dengan Allah. seseorang bernazar biasanya akan melakukan sesuatu perbuatan baik (bisa amal, atau puasa) dengan syarat targetnya tercapai (sesuatu yang diinginkannya). itu yang dimaksudkan dengan bargaining :D

CMIIW :D

elwing
July 28, 2003, 07:05
eh, klo lupa hukumnya apa? ;D

dragz
July 28, 2003, 10:02
kalo udah nazar, berarti hukumnya wajib di tunaikan :D

kalo sampe lupa, ya.... tanggung sendiri :haha

AlfaOmega
July 28, 2003, 11:31
Originally posted by Zeratul
kalo udah nazar, berarti hukumnya wajib di tunaikan :D

kalo sampe lupa, ya.... tanggung sendiri :haha
Guwe lupa ayat al Qurannya.
seingat guwe, nazar itu wajhib dilaksanakan asalkan tidak menyalahi aturan Allah SWT. Kalo lu bernazar mo merkosa anak orang, ya haram untuk dilaksanakan. :kakaka:

Jika nazar itu tidak bisa lu laksanakan, maka alternatifnya
1. memerdekakan budak, atau
2. memberi makan fakir miskin (gw lupa berapa hari nya), atau
3. puasa (gw juga lupa berapa hari lu harus puasa).

Menurut guwe sich, nazar itu cara baik untuk berbarter / jual beli dengan Allah SWT.

Guwe jadi inget kisah 3 orang pemuda yang terperangkap di dalam gua oleh batu besar.


Pada zaman dulu, 3 orang pemuda dalam satu perjalanan beristirahat di dalam sebuah gua untuk berteduh dari hujan lebat. Tiba-tiba pintu gua tertutup oleh satu batu yang besar. Mereka coba mendorong batu itu tetapi tidak berjaya.

Mereka berusaha pelbagai cara untuk keluar tapi kesemuanya gagal. Akhirnya tiada jalan lain kecuali bermohon dan mengadu kepada Allah. Mereka tahu hanya Allah yang dapat melepaskan mereka. Keputusan diambil supaya tiap-tiap orang mengadu atau bertawassul dengan amal kebajikan yang mereka buat.

Pemuda pertama berdoa:
"Ya Allah, saya pernah berbuat amal soleh terhadap kedua ibubapa saya. Suatu hari saya balik dari kerja dan merasa sangat lapar. Saya sangka ibu saya sudah masak nasi tapi rupanya belum kerana kehabisan beras. Saya terus keluar untuk beli beras. Apabila pulang, saya lihat ibu saya tertidur. Saya tidak berani mengejutkannya walaupun saya sangat lapar sehinggalah dia tersedar sendiri. Ya Allah, jika ini merupakan amal kebajikan yang ikhlas terhadap ibuku dan mendapat keredhaanMu, tolonglah kami untuk keluar dari sini."

Tiba-tiba pintu itu terbuka sedikit dengan kurnia Allah, namun mereka masih belum dapat keluar.

Giliran pemuda kedua berdoa:
"Ya Allah, saya juga mempunyai amal soleh. Saya mempunyai gedung perusahaan dan mempunyai banyak pekerja. Setiap pekerja dibayar gaji tepat pada waktunya. Pada satu ketika seorang pekerja tidak datang mengambil gaji bulanannya sehingga beberapa bulan. Uang gajinya saya gunakan untuk membeli barang-barang perniagaan sehingga saya untung 10 kali ganda uang asalnya. Beberapa bulan kemudian, pekerja itu datang kembali lalu saya serahkan kesemua hartanya termasuk keuntungan yang saya niagakan. Ya Allah, sekiranya ini merupakan amal yang mendapat keredhaanMu, tolonglah kami dalam kesusahan ini!"

Sesekejap saja habis memohon, tiba-tiba pintu itu bergerak sedikit tetapi masih belum dapat keluar.

Akhirnya sampai giliran pemuda ketiga:
"Ya Allah, aku sebenarnya tidak mempunyai suatu amalan yang dianggap penting. Sepanjang ingatanku, hanya sekali aku berbuat baik kerana malu kepada Engkau ya Allah. Aku ditugaskan membagi-bagikan makanan kepada orang-orang miskin. Semasa bekerja aku terlihat seorang gadis cantik yang juga meminta bagiannya. Setelah semua orang pulang, aku pun memanggil gadis itu dan menyatakan niat jahatku kepadanya. Gadis itu menangis seraya berkata dia rela mati kelaparan daripada melakukan dosa perbuatan terkutuk itu. Aku menjadi serba salah dan datang penyesalan yang tidak terhingga. Aku malu dan insaf atas kesalahanku. Ya Allah, sekiranya penyesalan dan taubat ini Kau terima, tolonglah kami dari kesusahan ini."

Tiba-tiba pintu gua itu terbuka luas dan mereka pun keluar dengan selamat.

kapiten
July 29, 2003, 04:06
gue nazar gak makan daging (menjadi vegetarian) sejak 8 tahun yg lalu, dan baru akan makan daging kalo udah merasa sukses

kittykattykoo
September 15, 2006, 13:56
assalamualaikum,

saya waktu itu nazar, terus udah dikabulkan ama Allah, tapi saya lupa nazarnya mau ngapain.

Sebaiknya bagaimana ya?

Tor@Sudir0!
September 16, 2006, 09:58
Ya udah namanya juga lupa. Allah juga ngerti kok kalo gak ngerti namanya bukan Allah.

la_fleur
September 18, 2006, 01:33
si tora nih jawabannya... ;D

hi kitty, gw juga mengalami apa yg elu alamin...
makanya sejak itu gw nyatet deh gw dah nazar apa aja...
kalo buat yg sekarang, menurut gw ganti aja nazar lu sama yg lain, puasa misalnya, dan berdoa deh minta maaf sama Allah :D

kittykattykoo
September 18, 2006, 05:48
ooo boleh yah diganti. kalo gitu oke deh, nanti diganti puasa seminggu. :D makasih yah jawabannyaaa ^^ laen kali nyatet deh. hehehe

J@UI-I d^ M@tOW
September 27, 2006, 02:55
Originally posted by Tor@Sudir0!
Ya udah namanya juga lupa. Allah juga ngerti kok kalo gak ngerti namanya bukan Allah.


Ih ngaco deh jawabnya

la_fleur
September 30, 2006, 07:50
emang lu baru tau kalo si Tora suka ngaco? baca aja postingan2 die... :hehe ... *sorry bung Tora*

la_fleur
September 30, 2006, 07:50
emang lu baru tau kalo si Tora suka ngaco? baca aja postingan2 die... :hehe ... *sorry bung Tora*. tp lumayan lah bisa ngakak... :hehe

AlfaOmega
October 03, 2006, 11:24
Terlupa atau was-was menunaikan nazar (http://202.186.111.130/soaljawab/sumpah/7_sumpah.php?PHPSESSID=57af704ae11a755798194543163 45419)
Soalan 07
Bagimanakah keadaanya jika kita tidak pasti atau terlupa (was-was) samaada nazar yang kita buat sudah di tunaikan atau belum?

--------------------------------------------------------------------------------

Jawapan :

Menunaikan nazar adalah wajib selagi nasar tersebut tidak bertentangan dengan kehendak syarak. Jika kita terlupa menunaikan nazar yang pernah kita niatkan maka hendaklah mengerjakannya secepat yang mungkin setelah kita mengingatinya. Namun jika kita merasa ragu-ragu dan was-was tentang sesuatu yang kita nazarkan tersebut samada telah ditunaikan atau belum, adalah lebih baik anda memohon petunjuk daripada Allah dengan cara mengerjakan solat Istikharah. Ataupun lebih baik menunaikan nazar tersebut dengan demikian menenangkan fikiran anda. Jika pada hakikatnya anda telah menunaikan nazar tersebut maka menunaikannya sekali lagi lantara terlupa dan demi menghindarkan diri diri daripada dosa adalah lebih baik disamping memperoleh pahala kerana telah menunaikan nazar juga pahala menghindari was-was atau pelupa.


Soalan : JIKA KITA TELAH BERNIAT UTK BERPUASA NAZAR, APAKAH HUKUMNYA JIKA KITA TERLUPA NAZAR TERSEBUT SETELAH KITA MENCAPAI MATLAMAT KITA (http://baheis.islam.gov.my/web/musykil.nsf/0/92e373da9d6d029100256d5f00444780?OpenDocument)
.
Jawapan : Sekiranya terlupa dengan tidak sengaja untuk melaksanakan puasa nazar tersebut, maka ia dimaafkan. Sebaliknya jika dia ingat kembali akan puasa itu, maka dia wajib menunaikannya dengan segera..
.

kittykattykoo
October 04, 2006, 07:38
Trimakasiii alfaomega :D