View Full Version : Pertanyaan kecil







Green Star
July 09, 2003, 08:47
Pengen tanya nih sama yg tahu mengenai agama Islam.

Kenapa orang yg beragama Islam tidak boleh mengkonsumsi daging babi ?
Kalau bisa penjelasannya disertakan dengan ayat Al Quran yg ngejelasin hal itu :)

Gua pernah tanya sama temen gue orang Maroko atau Turkey dan orang Indo yg beragama Muslim, kok jawabannya beda beda yah ?

Daku jadi bingung ;D

bunda naila
July 09, 2003, 09:02
hmm.. kalo gue berhadapan sama masalah kayak ginian sih, terus terang lebih mengacu ke dalil asalnya dlm Quran :

"Telah diharamkan atas kamu bangkai, darah, daging babi, binatang yang disembelih bukan karena Allah, yang (mati) karena dicekik, yang (mati) karena dipukul, yang (mati) karena jatuh dari atas, yang (mati) karena ditanduk, yang (mati) karena dimakan oleh binatang buas kecuali yang dapat kamu sembelih dan yang disembelih untuk berhala." (al-Maidah: 3)

soalnya kalo mencari2 hikmah pengharaman babi dgn logika (misalnya krn babi itu kotor, banyak lemaknya, blablabla) bisa dgn mudah dipatahkan sesuai dgn perkembangan jaman ;). padahal menurut pendapat pribadi gue, babi itu haram dan seumur dunia haram buat Muslim :D.

Green Star
July 09, 2003, 10:07
kata mati kok ada tanda kurungnya ?

ada penjelasan lebih lanjut ?

*ternyata menarik juga kalau tahu lebih ;D

AlfaOmega
July 09, 2003, 13:04
Originally posted by Orion
kata mati kok ada tanda kurungnya ?

ada penjelasan lebih lanjut ?

*ternyata menarik juga kalau tahu lebih ;D

itu artinya, dalam wahyu aslinya... nggak ada kata yg berarti mati. Jadi, mestinya terjemahan ayatnya nggak memakai kata mati.
Kata dalam kurung itu, diletakkan untuk memudahkan pemahaman. walau pun tanpa kata (mati) pun, udah jelas bahwa ayat itu berbicara tentang penyembelihan / upaya membuat hewan mati.

Green Star
July 09, 2003, 15:50
oh gitu
jd di dlm kitab Quran itu, kata : tidak boleh mengkonsumsi "daging babi" tertera yah ?

si goblok
July 10, 2003, 02:01
eh.. saya juga pengen nanya dikit ya? tentang anjing.. hehe..
soalnya gini.. saya di indo ngeliat temen maupun kenalan yang beragama islam ngga punya masalah apa2 dengan anjing.. mau meluk ato mo main dengan anjing ga papa.. biasa2 aja..
tapi sewaktu saya di malaysia, temen2 saya yang muslim sangat menghindari anjing, mendekat aja ngga... dianggap haram gitu..

jadi anjing itu sebenarnya memang seharusnya dihindari ato ngga?

surya
July 10, 2003, 02:45
Originally posted by Orion
oh gitu
jd di dlm kitab Quran itu, kata : tidak boleh mengkonsumsi "daging babi" tertera yah ?
Lah..kan udah jelas haram tuh. Kayaknya ada hadits yg menjelaskan lebih jauh. Mungkin si alfa bisa cariin.

begawan
July 10, 2003, 08:23
ada kok di qur'an, biar mod aja yang nyariin :hehe

anjing- setau gw boleh untuk anjing pengembala, tapi itu juga nggak boleh kena air liur alias jangan sampe dijilat anjing, kudu dicuci 7 kali itu

Green Star
July 10, 2003, 09:46
kenapa anjing dikategorikan binatang haram ?
ada asal usul cerita nya tidak ?

AlfaOmega
July 10, 2003, 12:10
Originally posted by Orion
oh gitu
jd di dlm kitab Quran itu, kata : tidak boleh mengkonsumsi "daging babi" tertera yah ?

Ini nich gw quote dari jeng Naila
Originally posted by naila
"Telah diharamkan atas kamu bangkai, darah, daging babi, binatang yang disembelih bukan karena Allah, yang (mati) karena dicekik, yang (mati) karena dipukul, yang (mati) karena jatuh dari atas, yang (mati) karena ditanduk, yang (mati) karena dimakan oleh binatang buas kecuali yang dapat kamu sembelih dan yang disembelih untuk berhala." (al-Maidah: 3)


Babi itu haram karena zatnya, demikian pula darah juga haram dimakan karena zatnya.

Kalau bangkai itu juga haram, kecuali bangkai binatang / hewan air karena mustahil untuk menyembelihnya. contoh ikan dll. (Ini ada di hadits)

Sedangkan yang berikut ini, haram karena kelakuan / aktivitas manusia atau makhluq lainnya. Jadi bukan haram zatnya.
binatang yang disembelih bukan karena Allah,
yang (mati) karena dicekik,
yang (mati) karena dipukul,
yang (mati) karena jatuh dari atas,
yang (mati) karena ditanduk,
yang (mati) karena dimakan oleh binatang buas kecuali yang dapat kamu sembelih dan yang disembelih untuk berhala

Contoh lain dari haram karena kelakuan manusia adalah
ayam itu halal (boleh dimakan). tetapi kalo ayam curian, itu jadi haram.

Kemudian, aturan haramnya makanan diatas; masih diperbolehkan Allah untuk suatu keadaan terpaksa. Dan ayat berikut ditutup dengan Ampunan Allah SWT.

Maksud Firman Allah ayat 172-173 surah al-Baqarah:
'Wahai orang-orang yang beriman! makanlah dari benda-benda yang baik (yang halal) yang telah kami berikan kepadamu, dan bersyukurkan kepada Allah, jika betul kamu hanya beribadat kepadaNya. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan kepada kamu memakan bangkai, darah,daging babi dan binatang-binatang yang disembelih tidak kerana Allah, maka barangsiapa terpaksa (memakannya kerana darurat) sedang ia tidak mengingininya dan tidak pula melampui batas (pada kadar yang dimakannya itu), maka tidaklah ia berdosa. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.'

Gion Franklin
July 10, 2003, 12:26
Anjing itu haram dikarenakan termasuk kategori hewan bertaring... mau dimakan (apalagi!) atau dipiara. Kayak di Jeddah, Makkah atau Madinah waktu gw ke sana yang namanya anjing berkeliaran di jalan thu gak ada!! ;D Yang ada thu ya kucing ama merpati ajah :hehe

Aku gak tau ini hadist sahih apa kagak tapi katanya kalo kita miara anjing di rumah, malaikat gak mau masuk rumah... :rolleyes:

AlfaOmega
July 10, 2003, 12:28
Keberadaan anjing di rumah seorang Muslim juga menjadikan berbagai bejana dan sejenisnya tersentuh najis kibat jilatan anjing. Nabi Saw. bersabda, "Jika anjing menjilat bejana salah
seorang di antara kalian, hendaklah dicuci tujuh kali, satu di antaranya dengan tanah" (HR Bukhari).

bunda naila
July 11, 2003, 01:12
kalo gak dijilat nggak apa2 kan? maksud gue,.. seringkali anjing kan punya "kawasan" sendiri, peralatan makan sendiri (ngapain juga gue dan anjing gue sharing susu :P).. dan nggak bercampur baur sama majikannya.

satu lagi.. anjing an sich, walaupun air liurnya najis.. dia bukan binatang hina atau terkutuk. nggak ada ciptaan Allah yg hina :D. Rasulullah pernah memuji org yg memberi minum kpd anjing yg kehausan.

Gion Franklin
July 11, 2003, 04:19
Kalo begitu kenapa di tanah Arab malah gw liat gak ada anjing satu ekor pun yah??? :hmmm:

Apa terlalu fanatik?? ;D

Kalo soal dimakan jelas - sebab dia hewan bertaring... kalo soal dipiara karena ada yang bilang haram, maka gw masih ragu kalo mau miara anjing...

dragz
July 11, 2003, 04:38
temen gw pernah punya anjing, tapi udah terlatih nggak ngendus2 orang :D
jadi enak, gak khawatir kena liurnya...

bunda naila
July 11, 2003, 06:47
Gion, orag Arab kan punya mazhab yang agak beda sama kita. misalnya, cewe nggak boleh nyetir sendiri, itu juga kan karena penafsiran mereka thd Islam yg agak beda dari kita :D

AlfaOmega
July 11, 2003, 09:21
Pandangan Ilmu Modern Tentang Pemeliharaan Anjing

Boleh jadi kita menjumpai sebagian para pemuja Barat di tengah masyarakat kita, yang mengaku memiliki rasa tenggang rasa yang sangat dalam, kemanusiaan yang sangat tinggi, dan kasih sayang terhadap sesama mahluk hidup, tetapi mengingkari ajaran Islam yang menyuruh kita berhati-hati terhadap binatang yang sangat jinak dan terpercaya ini. Kepada merekalah ditujukan makalah ilmiah yang ditulis seorang ilmuwan spesialis Jerman, di suatu majalah yang menjelaskan bahaya yang muncul dari kegiatan memelihara anjing atau berdekat-dekatan dengannya (dinukil dan diterjemahkan oleh majalah Nurul Islam edisi Robi’us Tsani / II tulisan Dr. Graard Pentsmar, di majalah Kosinos Jerman).

Semakin meningkatnya minat masyarakat untuk memelihara anjing di tahun-tahun terakhir memaksa kami menghimpun pendapat publik tentang bahaya yang di timbulkannya. Terlebih lagi mereka tak hanya memelihara, tetapi sudah sampai tingkat bercanda dan menciuminya, bahkan membiarkannya menjilati sisa makanan di piring dan minuman yang biasa di pakai manusia.

Meskipun dalam kebiasaan-kebiasaan tersebut di atas banyak aib yang tidak sesuai dengan selera yang sehat dan etika yang luhur, tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kesehatan dan kebersihan, tetapi kami abaikan terlebih dahulu pandangan tersebut, agar ia keluar dari pembicaraan ilmiah ini, untuk dibicarakan dalam serial pendidikan moral dan kejiwaan di tempat lain.

Ditinjau dari aspek medis, yang merupaka pusat perhatian kita dalam pembahasan ini, bahaya yang mengancam kesehatan dan kehidupan manusia akibat memelihara dan bercanda dengan anjing tidak bisa dianggap remeh. Akibat kecerobohan ini banyak orang yang harus mengeluarkan biaya sangat besar. Yang demikian itu karena cacing pita yang terdapat dalam tubuh anjing merupakan penyebab berbagai penyakit menahun yang sulit disembuhkan. Bahkan banyak pula yang harus mati karenanya.

Cacing ini salah satu jenis parasit berbentuk pita, karenanya disebut ‘cacing pita anjing’. Pada tubuh manusia tampak seperti bintil-bintil hitam. Demikian pula pada binatang, khususnya babi. Akan tetapi ia hanya tumbuh secara sempurna dalam tubuh anjing dan serigala, sangat sedikit yang terdapat pada kucing. Lain dengan cacing-cscing pita lainya, cacing pita ini sangat kecil tubuhnya, hampir tak terlihat. Belum pernah dikenal dalam kehidupan kita kecuali sejak beberapa tahun terakhir.

Lebih lanjut ia mengatakan , “Fase-fase pertumbuhan cacing pita anjing ini sangat unik dalam zoologi. Dari satu sel telur akan tumbuh banyak sekali kepala cacing pita pada borok-borrok yang ditimbulkannya. Disamping itu, dari sel-sel telur yang mirip juga, menimbulkan bintil-bintil yang sangat berbeda. Selain itu, kepala cacing-cacing yang lahir dari luka-luka itu juga akan berubah menjadi cacing-cacing pita sempurna di usus anjing. Pada manusia dan hewan, ia hanya menumbuhkan bintil-bintil dan luka-luka baru yang sangat berbeda dengan cacing pita. Luka yang terjadi pada hewan hanya sedikit yang sebesar apel. Akan tetapi berat levernya bertambah sampai sepuluh kali lipat berat biasanya. Sedangkan pada manusia, mencapai sebesar genggaman tangan atau kepala bayi kecil berisi cairan kuning sebesar sepuluh hingga dua puluh kali.

Pada manusia, kebanyakan terdapat di liver, muncul dengan berbagai bentuk yang berbeda-beda. Hanya kebanyakan berpindah ke paru-paru, otot, limpa, ginjal, dan rongga tengkorak. bentuk dan proses kejadiannya sangat berubah-ubah hingga sering kali menyulitkan para spesialis untuk membedakannya.

Bagaimanapun keadaanya, yang jelas dimanapun luka ini terjadi, adalah ancaman bagi kesehatan dan kehidupan penderita. Yang lebih menyusahkan lagi, usaha yang kami lakukan untuk mengetahui sejarah hidup, cara tunbuh, dan perkembangannya hingga sekarang belum bisa membantu kami menemukan cara penyembuhannya. Hanya kadang-kadang parasit-parasit itu mati dengan sendirinya. Kemungkinan sebabnya adalah karena tubuh mengeluarkan cairan yang berfungsi mematikannya.

Terakhir telah terbukti bahwa dalam kondisi semacam itu tubuh manusia akan mengeluarkan anti-bodi yang akan melawan kerja parasit tersebut dan menawarkan racunnya. Akan tetapi sayang sekali bahwa keadaan dimana parasit-parasit ini mati dengan tidak meninggalkan bekas atau menimbulkan bahaya, sangat jarang terjadi. Disamping itu semua, usaha memerangi dengan metode kimiawi belum menghasilkan apa-apa. Selama penderita tidak mengandalkan alat-alat operasi, ia tidak terselamatkan dari petaka itu dengan cara penyembuhan apapun.

Beberapa faktor itu mamaksa kami menggunakan berbagai sarana yang dapat kami lakukan untuk menghadapi penyakit kronis ini dan melindungi manusia dari ancaman mendadaknya.

Dari otopsi yang dilakukan di Jerman, Dr. Nawalr membuktikan bahwa tragedi manusia karena luka-luka cacing anjing ini tidak kurang dari 1%. Sedang negara-negara asing yang paling banyak tercemari oleh cacing ini adalah wilayah utara daratan rendah Dalmasia, Islandia, Australia bagian tenggara, dan wilayah Frizland Belanda, dimana anjing dipakai sebagai penarik gerobak salju, dan penyakit cacing pita terlihat pada tidak kurang dari 12 % anjing yang ada. Di Islandia didapati bahwa diantara setiap 43% penduduk ada satu orang yang terkena boroknya.

Apabila kerugian sampai menyentuh makanan manusia karena adanya cacing pita dari hewan yang membawa penyakit ini, maka tak seorangpun ragu bahwa menumpasnya adalah suatu keharusan. Bahkan harus dilakukan dalam rangka melindungi kesehatan umum dan menjaga makanan pokok masyarakat. Terlebih lagi karena daerah-daerah yang sekarang masih bebas juga terancam wabah menular ini.

Langkah efektif untuk memeranginya barangkali dengan usaha keras membatasi cacing ini pada anjing dan menghalanginya supaya tidak menyebar. Yang demikian ini karena secara riil kita tidak mampu manghalangi pemeliharaan anjing.

Hal lain yang tidak boleh dilalaikan adalah, secara intensif hendaknya mengobati anjing yang terbukti positif telah terkena penyakit ini, dengan menghilangkan cacing yang bercokol di dalam ususnya. Akan lebih baik lagi jika hal ini dilakukan untuk anjing-anjing penjaga dan penggembalanya sekaligus secara berkala.

Untuk melindungi kesehatan dan kehidupannya, manusia harus serius berupaya menghindari bercanda dengan anjing. Jangan membiarkannya mendekat. Demikian juga anak-anak , hendaknya kita didik untuk tidak berbaur dengan anjing. Jangan biarkan anjing itu menjilati tangan-tangan mereka atau berada di tempat-tempat mereka bermain. Yang sangat di sayangkan kita justru sering melihat anjing-anjing itu berada di sekolah-sekolah taman kanak-kanak. Belum lagi kotorannya yang tercecer disana-sini. Usahakan juga menyediakan wadah-wadah makanan dan minuman khusus untuk anjing. Jangan biarkan ia menjilati piring-piring yang dipakai oleh manusia, masuk kios-kios makanan, pasar, warung, dan lain-lain. Intinya, harus sangat hati-hati, dengan cara menjauhinya dari segala hal yang berkaitan dengan makanan dan minuman manusia.

Selanjutnya, sekarang Anda benar-benar memahami mengapa Nabi saw. melarang berbaur dengan anjing, mengingatkan kita agar hati-hati terhadap jilatannya pada bejana dan wadah-wadah makanan dan minuman. Beliau saw. memperigatkan kepada pemelihara untuk tidak memeliharanya selain untuk keperluan yang mendesak.

Bagaimana ajaran Muhammad, orang Arab yang buta huruf itu, bisa relevan dengan apa yang telah dicapai ilmu dan kedokteran modern ? Tidak ada yang dapat kami katakana kecuali apa yang telah dikatakan Al-Quran, “Dan tidaklah ia mengatakan atas dasar nafsunya, melainkan wahyu yang diturunkan.” (An-Najm : 3 dan 4)

(Di ambil dari buku : Halal Haram dalam Islam, Karya Dr. Yusuf Qardhawi)

AlfaOmega
July 11, 2003, 09:29
Ini nich sabda / kata Rasulullah SAW
"Jika anjing menjilat bejana salah seorang di antara kalian, hendaklah dicuci tujuh kali, satu di antaranya dengan tanah" (HR Bukhari).

Rasulullah Saw. bersabda, "Jibril 'Alaihis salaam mendatangiku dan berkata, "Tadi malam saya datang dan tak ada sesuatu yang
menghalangiku masuk kecuali patung di atas pintu, tirai bergambar di rumah, dan ada anjing. Karena itu, perintahkan untuk memotong kepala patung itu hingga seperti pohon, perintahkan untuk memotong tirai itu dan jadikan dua buah bantal untuk diinjak, dan perintahkan agar anjingnya keluar"
(HR Ahmad, Abu Daud, Nasa`i, Turmudzi, dan Ibnu Hibban).

Menurut guwe sich, rasulullah SAW telah memberi peringatan tentang bahayanya anjing. Tetapi, Rasulullah SAW belum sampai tahap meng haramkan / melarang sebagaimana halnya babi; dikarenakan beliau melihat adanya faedah dari pemeliharaan anjing, yakni untuk menjaga rumah, berburu, untuk kepolisian / pelacakan, dll.

Singkatnya, kalau emank perlu banget. ya dipersilakan. asal lu pisahkan dengan penghidupan lu atau dikasih tempat tersendiri. Jangan berbaur, dll.

Orang-2 silakan memilih tersendiri.
Kalo bisa njaga diri dgn baik, ya maju terus. Malahan ada yg cuek.

Ada juga orang yang memilih untuk menghindar, karena mbersih kan najis anjing itu cukup susah. Alasannya, daripada sholat / ibadah tidak diterima Allah SWT.

AlfaOmega
July 11, 2003, 13:07
Memelihara anjing kecuali anjing yang dididik untuk pertanian atau berburu
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam " Barangsiapa memelihara anjing, maka akan berkurang amalannya setiap hari sebear satu qiroth (dalam riwayat lain dua qiroth), kecuali anjing untuk menjaga kebun atau anjing penjaga ternak (mutafaq alaihi, dan riwayat kedua dari muslim)

Green Star
July 11, 2003, 20:07
nggg kalo anjing itu haram krn bertaring.......bukannya kucing juga ? :eek:

Gion Franklin
July 12, 2003, 03:59
Oh ya kucing malah termasuk hewan mulia kenapa yak?? :D
Katanya kesayangan nabi yah??

si goblok
July 12, 2003, 23:32
oo... gitu ya
dulu saya liat di malaysia, jarang sekali saya ngeliat binatang liar yang berkeliaran gitu.. jadi ngga susah buat menghindar anjing.. sedangkan di indo kan banyak binatang liar di mana2.. jadi misalnya ada yang mo nangkep.. baiknya gimana? abis anjing kan memang biasanya lidahnya kemana2.. hehe.. dan yang dimaksudkan dengan nyuci 7 kali dan tanah itu kaya gimana? apa bener2 harus dicuci dengan sabun sebanyak 7 kali? dan tanah bukannya tambah kotor?

trus binatang2 apa lagi yang diharamkan ato dilarang?
dan ada apa dengan kucing?

Gion Franklin
July 14, 2003, 03:16
Pake tanah karena dalam ISlam tanah dianggap suci (kayaknya loh) mungkin karena... pada dasarnya manusia diciptakan dari tanah juga?? ;D

Mungkin juga karena pada masa tsb orang Aarab belum kenal sabun. Oh ya penggantian tanah dengan sabun bisa gak ya?

bunda naila
July 14, 2003, 03:29
dulu.. jaman Soekarno, pernah ada perdebatan antara para ulama.. bolehkah mencuci najis pake sabun instead of pake tanah?
gue lupa2 inget, rasa2nya ulama Muhammadiyah bikin fatwa bhw hal itu boleh. tolong dikoreksi atau dipost fatwanya kalo ada yg punya.

surya
July 14, 2003, 04:59
Kalo soal bertaring, manusia juga punya taring loh?? :hehe

bunda naila
July 14, 2003, 05:49
hihihi.. iyah... binatang buas juga bukan seh, krn anjing bukan murni carnivora seperti singa misalnya.

AlfaOmega
July 14, 2003, 09:00
Originally posted by Orion
nggg kalo anjing itu haram krn bertaring.......bukannya kucing juga ? :eek:

Koq jadi kemana-mana nich :hehe

Terus terang saja, guru agama guwe dulu bilang bahwa binatang bertaring itu haram. Tapi, gw sampe saat ini juga belum pernah membaca hadits / ucapan rasulullah SAW tersebut.

Harap dibedakan haram nya anjing dengan kucing.

Kalau memang binatang bertaring itu haram (hadits nya gw belum baca), maka kucingpun haram. Haram dalam hal ini konotasinya untuk dimakan lhoooo....

Tetapi, anjing lebih parah lagi. Anjing itu membuat lu najis / kotor, sehingga lu kalau tersentuh liur / hidung nya anjing, harus lu bersihkan 7 kali; salah satunya memakai tanah. Jenis najis / kotor kayak begini ini, adalah kotor kelas berat.

Ini nich sabda / kata Rasulullah SAW
"Jika anjing menjilat bejana salah seorang di antara kalian, hendaklah dicuci tujuh kali, satu di antaranya dengan tanah" (HR Bukhari).

Kalau kucing, tidak ada perintah begituan. Kalau tersentuh kotoran kucing (be'ol nya ato kencingnya), baru lu harus mbersihkan pakai air. Tapi, tidak ada perintah 7 kali penyucian.

max
July 14, 2003, 09:31
ga boleh makan babi soalnya babi itu rakus. kau adalah apa yg kao makan
bener ga??

Green Star
July 14, 2003, 10:12
Originally posted by alfaromeo


Koq jadi kemana-mana nich :hehe

Terus terang saja, guru agama guwe dulu bilang bahwa binatang bertaring itu haram. Tapi, gw sampe saat ini juga belum pernah membaca hadits / ucapan rasulullah SAW tersebut.

Harap dibedakan haram nya anjing dengan kucing.

Kalau memang binatang bertaring itu haram (hadits nya gw belum baca), maka kucingpun haram. Haram dalam hal ini konotasinya untuk dimakan lhoooo....

Tetapi, anjing lebih parah lagi. Anjing itu membuat lu najis / kotor, sehingga lu kalau tersentuh liur / hidung nya anjing, harus lu bersihkan 7 kali; salah satunya memakai tanah. Jenis najis / kotor kayak begini ini, adalah kotor kelas berat.

Ini nich sabda / kata Rasulullah SAW
"Jika anjing menjilat bejana salah seorang di antara kalian, hendaklah dicuci tujuh kali, satu di antaranya dengan tanah" (HR Bukhari).

Kalau kucing, tidak ada perintah begituan. Kalau tersentuh kotoran kucing (be'ol nya ato kencingnya), baru lu harus mbersihkan pakai air. Tapi, tidak ada perintah 7 kali penyucian.



rumit juga ;D

AlfaOmega
July 14, 2003, 11:22
Singkatnya.

Anjing itu haram untuk dimakan, dan najis besar kalo disentuh; perlu dibersihkan 7 kali. Salah satu pola pembersihannya, harus memakai tanah.

Kucing itu haram untuk dimakan, dan tidak najis kalo disentuh tubuhnya. Kecuali kalo lu sentuh kotoran kucing, perlu dibersihkan.

oleole
July 14, 2003, 11:24
dulu.. jaman Soekarno, pernah ada perdebatan antara para ulama.. bolehkah mencuci najis pake sabun instead of pake tanah?
gue lupa2 inget, rasa2nya ulama Muhammadiyah bikin fatwa bhw hal itu boleh. tolong dikoreksi atau dipost fatwanya kalo ada yg punya. jadi ingat waktu kecil diketawain ngebersihin bekas jilatan anjing pake tanah tujuh kali malah jadina lebih kotor en dibilangin: konyol lo, sabon waktu jaman Rasullullah belon beredar luas (jika tidak belon ada), makanya dibilang make tanah:D

AlfaOmega
July 14, 2003, 11:42
Originally posted by oleole
jadi ingat waktu kecil diketawain ngebersihin bekas jilatan anjing pake tanah tujuh kali malah jadina lebih kotor en dibilangin: konyol lo, sabon waktu jaman Rasullullah belon beredar luas (jika tidak belon ada), makanya dibilang make tanah:D

Ini nich terjemahan hadits nya
"Jika anjing menjilat bejana salah seorang di antara kalian, hendaklah dicuci tujuh kali, satu di antaranya dengan tanah" (HR Bukhari).

Cukup jelas dan tegas, bahwa salah satunya harus memakai tanah. Apakah nyucinya pakai air sabun ato nggak, itu terserah anda. Yang penting, salah satunya harus pakai tanah :D

Green Star
July 14, 2003, 13:16
Originally posted by alfaromeo
Singkatnya.

Anjing itu haram untuk dimakan, dan najis besar kalo disentuh; perlu dibersihkan 7 kali. Salah satu pola pembersihannya, harus memakai tanah.

Kucing itu haram untuk dimakan, dan tidak najis kalo disentuh tubuhnya. Kecuali kalo lu sentuh kotoran kucing, perlu dibersihkan.


nahhh kalo disingkat begitu kan daku jadi mengerti :)
okkkkk
thanx loh penjelasannya

Mahesa Jenar
December 06, 2003, 08:50
HEHEHE .........

betul Hadist itu benar adanya
tapi kan punya nilai kontekstual juga
klo jaman kini dah banyak berbagai sarana pembersih
dan itu dapat meyakinkan n memantapkan hati
ya apa salahnya bila dipilih cara yng paling simpel