aleks75012
May 20, 2003, 16:43
menurut gue ini lucu.
Anggota DPR kita sebagian besar memang terkenal hanya suka makan gaji buta, saat harus bekerjapun harus "dipaksa", dgn diinapkan di Hotel.
aneh-aneh aja :hehe
udah gitu, ngapain juga buang biaya besar hanya utk milih Gubernur, yg rata-rata kagak berkualitas.
Berarti memang jelas politik uang di pemerintahan sangat telanjang terlihat. Milih Gubernur udah kaya mau perang.
Anggota DPRD Jawa Barat Akan Dikarantina
TEMPO Interaktif, Bandung:Seratus anggota DPRD Jawa Barat, Rabu (21/5) akan dikarantina di Hotel Horison Bandung dalam rangka persiapan pemilihan gubernur yang akan dilaksanakan Kamis (22/5). Anggota Panitia Pemilihan Gubernur Jawa Barat, Irfan Ansyori, Selasa (20/5) mengatakan rapat Panitia Musyawarah Dewan memutuskan pengkarantinaan itu akan dilakukan Rabu sore hingga Jumat (23/5).
Dia menjelaskan, pengkarantinaan itu bukan untuk mensterilkan anggota Dewan dari lobi-lobi politik dan politik uang, tapi untuk menjamin mereka hadir dalam pemilihan tersebut dan tepat waktu sesuai jadwal. "Pengkarantinaan tidak bisa menjamin tidak terjadinya lobi-lobi politik atau jual beli kursi, karena itu bisa saja dilakukan melalui telepon genggam," kata Irfan. Kemungkinan terjadinya politik uang, menurut Irfan, tergantung pada sikap mental, kejujuran, dan hati nurani masing-masing anggota dewan.
Pemilihan gubernur/wakil gubernur Jawa Barat periode 2003-2008 sedianya dilaksanakan Senin (19/5) lalu, namun ditunda karena Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno minta DPRD berkonsultasi dulu. Setelah konsultasi, Senin siang, Dewan menggelar rapat panitia musyawarah hingga malam dan memutuskan pelaksanaan pemilihan 22 Mei 2003.
Ketua DPRD Jawa Barat Eka Santosa mengatakan, rapat itu juga memutuskan Rapat Paripurna Tahap Dua untuk menetapkan pasangan gubenur/wakil gubenur terpilih pada Selasa (27/5). Penetapan itu dilakukan setelah melewati tahap uji publik selama tiga hari kerja, Kamis, Jumat, dan Senin.
Rencananya Rabu pagi ini akan diadakan gladi bersih pemilihan gubernur. "Semua proses akan diuji coba," kata Ketua Panitia Pemilihan Suyaman, termasuk sistem pemilihan dengan cara voting tertutup. "Nanti akan ada kertas khusus yang harus dicakra."
Dalam pemungutan suara itu, 100 anggota Dewan akan memilih dua pasangan calon yang sudah disetujui Menteri Dalam Negeri. Mereka adalah pasangan Tayo Tarmadi (PKB)-Rudi Harsa Tanaya (PDIP) dan pasangan Danny Setiawan (Golkar)-Nu'man Abdul Hakim (PPP). Tayo-Rudi Harsa sudah mengantongi 34 suara dari PDIP (30 suara) dan PKB (4 suara), sedangkan pasangan Danny-Nu'man mengantongi 33 suara dari Golkar (21 suara) dan PPP (12 suara). Sisanya merupakan suara dari Fraksi TNI/Polri dan Fraksi Amanat Bintang Keadilan yang harus mereka perebutkan.
Untuk pengamanan, Irfan mengatakan kawasan Gedung Sate dan gedung DPRD yang disebut kawasan Ring I akan dijaga 1.000 personel polisi, sementara 5.000 aparat lainnya akan disebar di seluruh kota Bandung terutama antara gedung DPRD dan hotel tempat karantina. Panitia melarang satuan tugas partai politik ikut mengamankan kawasan Ring I karena di kawasan ini hanya akan dijaga oleh aparat kepolisian. (Rinny/Upiek/Bobby-TNR)
Anggota DPR kita sebagian besar memang terkenal hanya suka makan gaji buta, saat harus bekerjapun harus "dipaksa", dgn diinapkan di Hotel.
aneh-aneh aja :hehe
udah gitu, ngapain juga buang biaya besar hanya utk milih Gubernur, yg rata-rata kagak berkualitas.
Berarti memang jelas politik uang di pemerintahan sangat telanjang terlihat. Milih Gubernur udah kaya mau perang.
Anggota DPRD Jawa Barat Akan Dikarantina
TEMPO Interaktif, Bandung:Seratus anggota DPRD Jawa Barat, Rabu (21/5) akan dikarantina di Hotel Horison Bandung dalam rangka persiapan pemilihan gubernur yang akan dilaksanakan Kamis (22/5). Anggota Panitia Pemilihan Gubernur Jawa Barat, Irfan Ansyori, Selasa (20/5) mengatakan rapat Panitia Musyawarah Dewan memutuskan pengkarantinaan itu akan dilakukan Rabu sore hingga Jumat (23/5).
Dia menjelaskan, pengkarantinaan itu bukan untuk mensterilkan anggota Dewan dari lobi-lobi politik dan politik uang, tapi untuk menjamin mereka hadir dalam pemilihan tersebut dan tepat waktu sesuai jadwal. "Pengkarantinaan tidak bisa menjamin tidak terjadinya lobi-lobi politik atau jual beli kursi, karena itu bisa saja dilakukan melalui telepon genggam," kata Irfan. Kemungkinan terjadinya politik uang, menurut Irfan, tergantung pada sikap mental, kejujuran, dan hati nurani masing-masing anggota dewan.
Pemilihan gubernur/wakil gubernur Jawa Barat periode 2003-2008 sedianya dilaksanakan Senin (19/5) lalu, namun ditunda karena Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno minta DPRD berkonsultasi dulu. Setelah konsultasi, Senin siang, Dewan menggelar rapat panitia musyawarah hingga malam dan memutuskan pelaksanaan pemilihan 22 Mei 2003.
Ketua DPRD Jawa Barat Eka Santosa mengatakan, rapat itu juga memutuskan Rapat Paripurna Tahap Dua untuk menetapkan pasangan gubenur/wakil gubenur terpilih pada Selasa (27/5). Penetapan itu dilakukan setelah melewati tahap uji publik selama tiga hari kerja, Kamis, Jumat, dan Senin.
Rencananya Rabu pagi ini akan diadakan gladi bersih pemilihan gubernur. "Semua proses akan diuji coba," kata Ketua Panitia Pemilihan Suyaman, termasuk sistem pemilihan dengan cara voting tertutup. "Nanti akan ada kertas khusus yang harus dicakra."
Dalam pemungutan suara itu, 100 anggota Dewan akan memilih dua pasangan calon yang sudah disetujui Menteri Dalam Negeri. Mereka adalah pasangan Tayo Tarmadi (PKB)-Rudi Harsa Tanaya (PDIP) dan pasangan Danny Setiawan (Golkar)-Nu'man Abdul Hakim (PPP). Tayo-Rudi Harsa sudah mengantongi 34 suara dari PDIP (30 suara) dan PKB (4 suara), sedangkan pasangan Danny-Nu'man mengantongi 33 suara dari Golkar (21 suara) dan PPP (12 suara). Sisanya merupakan suara dari Fraksi TNI/Polri dan Fraksi Amanat Bintang Keadilan yang harus mereka perebutkan.
Untuk pengamanan, Irfan mengatakan kawasan Gedung Sate dan gedung DPRD yang disebut kawasan Ring I akan dijaga 1.000 personel polisi, sementara 5.000 aparat lainnya akan disebar di seluruh kota Bandung terutama antara gedung DPRD dan hotel tempat karantina. Panitia melarang satuan tugas partai politik ikut mengamankan kawasan Ring I karena di kawasan ini hanya akan dijaga oleh aparat kepolisian. (Rinny/Upiek/Bobby-TNR)