View Full Version : BPK : Kebocoran di DKI 821 Milyar







Enche
May 08, 2003, 04:48
Fantastis!.. pemeriksaan berlangsung Juli-Desember menemukan
pengelembungan (mark-up) DKI.

hebatnya angka ini ditemukan dalam wilayah yang terbatas
(belum sepenuhnya).

mark-up rata2 terjadi pada proyek tanpa tender atau
tunjuk hidung. contoh pembelian 194 pistol gas buatan jerman
di gelembungkan 3 kali lipat.

mark up pembangunan Islamic Centre kramat tunggak
135 Milyar, juga setelah diperhitungkan kemahalan 56 milyar
belum lagi proyek2 rahasia yang belum terungkap.

so.. kalau ini benar. uang negara terkorupsi hampir 70%

todiq
May 09, 2003, 16:12
:hehe gaq masalah....! begitulah Indonesia...
kalo dki aja segitu
di daerah yug kaya seperti kaltim ato sumsel bisa lebih tinggi ga yah?

kupluk
May 09, 2003, 19:42
klo baca ini serasa baca berita perampokan

udah hampir kaya berita biasa :argg

Enche
May 09, 2003, 20:28
Kelanjutannya : Sutiyoso berjanji menindak staf yang terbukti korupsi :

katanya : saya ga mungkin urus semuanya. Saya mempercayakan tugas2 yang sifatnya mendetail kepada staf
Saya bukan tukang cukur, katanya.

kalau ngapusi (boong) tak keplaki (tempeleng) katanya.

menurut Amir Hamzah dari Metropoliitan Cabin for Watch and
Empowerment, Sutiyoso tak bisa melempar ke anak buahnya.
dia harus bertanggungjawab.


ahh.. soal kaya gini kapan selesenya..

Bo Tat
May 10, 2003, 00:01
Ntar lagi juga "reda", sediain aja beberapa milyar buat wartawan, kepolisian, LSM dan instansi terkait lainnya, seperti DPRD dan BPKP... Beres dah... :P :haha

Bo Tat
May 10, 2003, 01:17
Penyelewengan Dana Rp 819 Miliar Hanya Salah Administrasi...
Kepala Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Firman Hutajulu mengatakan dana sebesar Rp 819 miliar yang diduga disalahgunakan oleh BUMD dan beberapa instansi Pemda DKI Jakarta, hanyalah kelalaian administrasi belaka. Walah!
“Belum tentu semuanya menjadi sarat KKN. Itu bisa saja karena kelalaian atau kesalahan prosedural. Kan bisa diperbaiki administrasinya,“ kata Firman di Balaikota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2003).

Seperti diketahui, kasus penyalahgunaan dana DKI Jakarta mencuat setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memeriksa laporan di beberapa unit pelaksana dan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI. Misalnya, pembelian pistol gas untuk Dinas Perhubungan (Dishub) yang diduga dimark up sampai 3 kali lipat.

Firman mengakui bahwa memang ada temuan BPK pada semester 1 tahun 2002 yang diduga bermasalah yakni sebesar Rp. 679 miliar di 4 perusahaan milik daerah. “Bank DKI sekitar Rp. 337 miliar, food station Tjipinang Jaya sekitar Rp 1,549 miliar, Margasatwa Ragunan sekitar Rp 311 miliar dan Jakpro sekitar Rp 28,9 miliar, “urainya.

Semester 2 tahun 2002, lanjut Firman, BPK menemukan dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp 140 miliar. Rinciannya adalah kantor Walikotamadya Jakarta Pusat sekitar Rp 14,5 miliar, kantor Walikotamadya Jakarta Utara sekitar Rp 8,4 miliar, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sekitar Rp 9,5 miliar, Dinas Pertamanan sekitar Rp. 11,3 miliar, Dishub sekitar Rp 12 miliar, Dinas Pariwisata sekitar Rp 5,3 miliar, kantor diklat sekitar Rp 2,3 miliar.

Sedangkan sekitar Rp 77 miliar lagi diduga disalahgunakan oleh kantor Kanwil Agama, Dinas Tata Bangunan, Askesmas, Dinas Pendidikan Dasar dan Dinas Bina Mental dan Kesejahteraan Sosial.

Sehingga total semester 1 dan semester 2 tahun 2002 yakni sebesar Rp. 819 milyar.

Firman menambahkan Bawasda akan terus melakukan klarifikasi administrasi terjadinya kesalahan prosedur dan mekanisme pelaksanaan di lapangan.

Menanggapi dugaan penyalahgunaan dana yang ditemukan BPK, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengaku baru mendapat laporannya secara lisan dari Bawasda. “Untuk masalah pistol, tidak ada prosedur yang salah dan untuk yang lainnya belum selesai diperiksa Bawasda,“ ujar Sutiyoso yang ditemui terpisah di Balaikota, Jumat (9/5/2003).

Orang Indonesia emang pinter ya.... pinter berkelit... :haha

begawan
May 10, 2003, 03:38
kebayang brapa korup di KALTIM, RIAU, ACEH , IRIAN :hehe

pokerface
May 11, 2003, 11:23
kalo kebocoran pasti ada deh .... tapi kalo sampai 70 persen kayaknya nggak deh ..... masih di bawah 50 persen :)

obake
May 11, 2003, 14:06
begitulah indonesia, semua pakai aji mumpung:D
kasusnya juga hangat2 tahi ayam, sebentar juga reda!
kalau sudah di sumpal sana, sumpal sini:hehe

.//VZX
May 11, 2003, 15:18
tinggal tunggu ancur aja kalo kayak gini terus