View Full Version : Aku Mengasihimu dengan Kasih Tuhan - PESERTA LOMBA CIPTA CERPEN







Juffrouw
April 25, 2003, 15:23
“Lagi ngapain Li?” sapa Martha di msn messenger

“Nganggur” jawab gue singkat, namun kemudian...

“Mar, tanya dong”

“Tanya apa say?”

“Teman gereja loe si Kristina itu anak baru yah?”

“Lama kok, napa?”

“Di website gereja loe jarang ada foto dia”

“Dia dulu gak aktif, belakangan aja neh aktifnya”

“Iya ya, dia pendiam sekali.”


“Gereja loe aneh deh.”

“Aneh gimana Li?”

“Anak2 Jakarta mainnya sama anak2 Jakarta, anak2 Jawa mainnya sama anak2 Jawa.”

“Hmm, sekarang mending Li, dulu parah banget.”

“Katanya banyak yang keluar ya dari gereja loe?”

“Ya begitulah”

“Eh Mar, exnya pacar loe masih ke gereja situ juga?”

“Kok loe tau pacar gue punya ex?”

“Lho…kan loe yang cerita ke gue dulu”

“Duh males gue ceritainnya lagi”

“Oh ya sudah, gak usah dibahas deh”

“Ok deh gue kasih tau, tapi udah itu case closed!”

“Ok”

“Exnya pacar gue itu Kristina.”

“Speechless.”
:shock:

Gue sama sekali gak berniat untuk mengungkap luka hati Martha. Gue tau kisah cinta Martha dan pacarnya gak mulus, dalam arti banyak diganggu oleh exnya cowok itu. Tapi gue sama sekali tidak menyangka kalau exnya cowok Martha adalah Kristina. :argg

Sebenernya gue lagi jatuh cinta sama seorang cowok yang kebetulan satu gereja dengan Martha. Tapi gue kenal cowok itu di kampus. Cerita punya cerita ternyata satu gereja dengan teman gue Martha. Akhirnya gue jadi suka ikutan kebaktian di gereja Martha, karena cowok yang gue naksir itu, sering ngajak gue.

Arend nama cowok itu. Dia janji jemput gue di stasiun. Dia sudah menunggu gue di sana ketika gue turun dari kereta.
“Kita tunggu satu teman lagi yah”
“Oh Ok”
Ternyata yang ditunggu itu seorang gadis cantik, bernama Kristina, Tina panggilannya. Rambutnya sebahu, manis dan lembut. Sejak melihat Tina, ada rasa cemburu di hati gue. Jangan2 Arend suka dengan Tina. Bahkan di lain kesempatan, gue lihat Arend dan Tina pelayanan bareng di kebaktian pemuda dan kebaktian umum. Rasa cemburu itu semakin besar :mad2:

Gadis secantik Tina, kok bisa2nya terobsesi dengan pacarnya teman gue itu?? Padahal Dody, pacar Martha, gak ada cakep2nya sedikitpun. Sewaktu Martha jadian dengan Dody, katanya Tina sering meneror Martha dengan telepon2 yang menjengkelkan dan menyebar2 isu bahwa Martha merebut Dody dari Tina. Gue tau Martha sangat sakit hati pada Tina, walau Martha bilang sudah memaafkan, tapi toh gue rasakan kepahitan dihati Martha dari cara dia menceritakan kisah itu.

Selama ini Tina bersikap ramah dengan gue. Memang dia pendiam, tapi dia selalu menegur gue terlebih dahulu. Entah kenapa, kok gue jadi lebih simpatik pada Tina daripada pada teman gue sendiri? :bingung: Gue bisa rasakan hancurnya hati Tina, waktu dia tau pria yang masih dicintainya kini pacaran dengan teman satu gerejanya. Ketemu tiap minggu, berkali2 bahkan dalam seminggu. Dan karena rasa simpatik itu, lama kelamaan gue dan Tina benar2 menjadi sahabat baik. Persahabatan gue dan Tina mulai erat ketika Dody dan Martha selesai study di Belanda, dan kembali ke Indonesia.

Ternyata memang Tina tidak punya teman di gereja itu. Beda dengan Martha yang gaul dan bawel, Tina tidak bisa membuat suasana ceria, dia pasif dan selalu jadi pendengar. Sifatnya yang introvert terkadang membuat dirinya tertekan dan tidak jarang ia jadi pendendam. Tapi Tina tidak pernah cerita tentang Dody pada gue dan gue juga tidak berniat mengorek kisah itu lagi…kasihan…

“Li, gimana ya caranya kasih tau ke cowok kalau kita suka sama dia?”

“Hah??”

“Eh maksudnya gimana sih menarik perhatian cowok?” Tina memperjelas pertanyaannya

“Loe Tin?? Gak usah ditarik, cowok2 udah ketarik sendiri”

“Kok bisa??”

“Ya kecantikan loe itu bagaikan magnet, tau gak??”

“Ngaco loe akh” jawabnya malu2 sambil dorong2 gue

“Emang lagi naksir cowok yah? Siapa yang beruntung kali ini?” gue kedip2 ;)

“Rahasia tapi yah”

“OK”

“AREND” bisikannya serasa petir di siang hari buat telinga gue
:nangis:

Ma®™
April 25, 2003, 15:34
Dowhhhh repoD ini.. Gua bacanya rada bingung hehehe maklum da subuh :P

Juffrouw
April 25, 2003, 16:05
ini belum selesai, gue harus off dulu

Ma®™
April 25, 2003, 16:07
Iyah tenang aja gua pasti baca kok :P

Lov3-ly
April 26, 2003, 12:07
tolong donk.. setiap percakapan di spasi aja.. jadi jelas.. rada bingung neh bacanya...

tapi cuma saran loh..

CeeCee
April 26, 2003, 12:13
yap! lebih gampang bacanya soalnya juff!! tapi bagus kok!! cpet lanjutin yach!

Juffrouw
April 27, 2003, 14:58
"Lia, wat doe je in het weekend?" tanya Michiel
Lia apa yang kamu lakukan di weekend?

"Emm, zaterdagochtend gak ik naar de jeugddienst en zondagochtend ga ik gewoon naar de kerk"
Emm, sabtu pagi gue ke persekutuan pemuda, dan minggu pagi ya biasa ke gereja

"Wil je a.s. zaterdag avond naar de bios met mij?"
Mau gak sabtu malam nanti kita ke bioskop?

Akhirnya sabtu malam minggu itu gue ke bios sama Michiel. Dia teman kuliah gue, 1 jurusan tapi lain kelas. Kami kenalan justru di kereta, karena kebetulan pernah duduk berhadap2an. Padahal di kampus kami gak pernah ngobrol. Dan lama2 kami jadi akrab, bahkan sering pulang bareng, karena kebetulan kami naik kereta dengan jurusan yang sama. Dia lucu, dia baik, pemalu, kalem, padahal badannya tinggi besar ;)

Dan malam minggu itu, di mobil...dia menyatakan cintanya pada gue...tapi gue bingung....kenapa gue gak deg2an :heartbeat sampe gue juga males menceritakannya ke teman2. Rasanya gak terjadi apa2 malam itu. Gue pasti tidak mencintainya :(

"Li...Li..." Tina melambaikan tangannya di depan mata gue

"Eh ada apa?"

"Kok bengong?"

"Banyak pikiran Tin"

"Cerita dong"

"Hmm...gini, ada co nembak gue, anaknya baik, bahkan minggu lalu dia mau ikut ke gereja bareng gue. Tau sendiri kan loe anak bule sini mana mau sih ke gereja, tapi dia bilang mo coba ikut gue. Tapi...gue gak cinta dia Tin"

"Akh cerita biasa itu, tolak aja"

"Kasihan Tin"

"Loe terlalu baik buat dunia ini Li, dimana2 kasihan melulu"

Gue beneran kasihan sama Michiel. Gue gak bisa langsung menolak dia, gue bilang aja minta waktu dulu untuk mikir2 dan dia malah ketawa, katanya cewek Indonesia aneh, diajak pacaran mikirnya lama banget :argg

Juffrouw
April 27, 2003, 15:31
Malam itu gue liat Arend online di MSN, gue sengaja tidak mau negur dia, malu soalnya, masa gue melulu yang negur duluan :(

"Hi Lia" aihhhh tumben banget tuh cowok negur gue ::v::

"Hey Rend"

"Sibuk Li?"

"Ndak, ada apa?"

"Ik wil iets vragen"
saya mo tanya sesuatu

"Vraag dan"
tanya aja

"Volgens mij, je bent een meisje met wijsheid en je bent volwassend in het geestelijke leven, daarom wil ik jouw adviezen horen"
Menurut saya, kamu gadis yang bijaksana dan dewasa dalam rohani, makanya saya mau minta nasehat dari kamu'

"Niet overdrijven Rend, ik ben een gewoon meisje, wat wil je vragen dan?"
jangan melebih2kan Rend, aku gadis biasa, emangnya mo tanya apa sih?

"Je kent Tina toch goed hé? Wat vind je van haar? Ik bedoel haar innerlijk"
Kamu kan kenal Tina dengan baik yah? Apa pendapat kamu tentang dia? Maksud saya hatinya dan sifat2nya

Dengan jujur gue ceritakan semua yang gue tau tentang Tina dan pendapat2 gue tentang dia. Belakangan ini memang Tina banyak berubah dibanding dulu. Sekarang dia lebih bisa mengampuni dan mengasihi dan yang paling terlihat, dia semakin ceria :D Tapi gue cemburu...kenapa Arend menanyakan Tina????

"Ben je verliefd op haar Rend?"
Kamu naksir dia ya Rend?

"hehehe...ja ongeveer zo"
ya begitulah kira2

:nangis: Pedih banget hati gue...Tina sahabat gue!! Arend cowok yang paling gue cintai!! Dan mereka jatuh cinta?? Gue bisa bayangkan bila Martha tau cerita ini, dia pasti akan mentertawakan gue. Kenapa juga gue sahabatan sama dia?? Setidaknya kalau dia bukan sahabat gue, mungkin hancurnya hati ini tidak sesakit seperti sekarang.

"Selamat ya Tin" cuma itu yang bisa aku ucapkan pada Tina, setelah dia menceritakan malam yang romantis yang dihabiskannya berdua dengan Arend.

"Aihhh Liaaa...gue hepi banget!!" ya Tina bener2 hepi dan gue mencoba tersenyum supaya gue tidak merusak kebahagiannya :nangis:

"Eh Li, kabar Michiel gimana?" tiba2 Tina menanyakan Michiel

"Oh, udah gue tolak, baru aja kemarin."

"Setelah dia menunggu 6 bulan??????"

"Iya, dia bangga kok katanya, baru menemukan cewek seperti gue yang mikirnya lama banget. Sehingga dia yakin bahwa gue emang serius memikirkannya. Gue tau dia emang baik." dalam hati gue udah sakit banget...gue merasa diri gue bodoh, kenapa gue tidak bisa mencintainya????

"Yah...gue pikir loe bisa jadian dengan Michiel, dan jadi tinggal di Belanda karena ikut suami. Kalau begitu 2 bulan lagi loe harus balik jakarta dong?"

"Iya, kalau bisa sih bln depan, makin cepat makin baik."

"Kenapa?"

"Biaya hidup disini mahal Tin, kasian ortu gue." duh...terpaksa gue boong, padahal gue pingin cepet meninggalkan belanda supaya bisa lupain semua masalah cinta gue :(

"Aduuhh gue sedih banget loe harus balik, loe sahabat gue satu2nya Li. Gue masih ingat, dulu gak ada yang mo jadi sahabat gue dan gue dulu pendiam sekali...gara2 loe gue jadi banyak berubah."

"Sekarang kan loe punya Arend. Dia akan jadi kekasih sekaligus sahabat yang baik buat loe. Jangan galak2 ya sama Arend, dia cowok yang sangat baik dan takut akan Tuhan. Kalau kalian ada masalah ingat sama kasih Tuhan dan jangan dendam, harus saling mengampuni."

"Akhh loe kayak pembicara seminar Love Sex and Dating di gereja aja." :p kamipun tertawa...gue juga baru sadar, sok bijak banget deh gue ini.

Kemal
April 28, 2003, 00:56
Jufff udah abis belon storynya

Juffrouw
April 28, 2003, 14:04
belum...:nangis: gua niat mo abisin senin malam neh...tapi gue masih bingung endingnya :haha mo sad atau hepi ending yah??? ::mikir::

Juffrouw
April 29, 2003, 19:45
Siang itu Arend dan Tina bantuin gue beresin kamar, karena lusa gue sudah harus kembali ke Jakarta. Sebenarnya bete juga liat mereka berduaan, tapi bagaimanapun juga gue gak bisa menolak tawaran bantuan mereka, karena emang gue juga butuh.

"Li, wil je deze boeken meenemen? Ik zal ze nu inpakken" tanya Arend
Li, kamu mo bawa buku2 ini semua? aku masukin kardus yah

"Ik denk het niet Rend, die boeken heb ik niet meer nodig"
rasanya nggak deh Rend, buku2 itu gak diperlukan lagi

"Ik wil graag je boeken overnemen"
aku mau tuh terima buku2 itu

"Echt waar? Je mag alles meenemen hóór"
yang bener? Kamu boleh bawa semua lho

Malam itu Tina nginap di kamar gue. Kami gak tidur semalaman, kami malah bernostalgia, mengingat 3 thn terakhir dimana kami benar2 bersahabat.

"Li, mungkin loe mo jadi sahabat gue karena loe gak tau masa lalu gue"

"Masa lalu itu sudah berlalu Tin"

"Tapi gue beneran jahat banget"

"Lebih jahat ibu tiri Cinderella lah pasti" :p

"Serius Li...coba deh loe tanya Martha...teman sma loe itü"

Dan gue cuma tersenyum sambil berkata...

"Tin, gue tau semua cerita itu"

"Martha cerita ya ke loe?"

"Dia sebenernya gak mau cerita, hanya saja secara gak sengaja gue bertanya hal2 yang mengharuskan Martha cerita tentang masalah kalian dan Dody"

"Aduhh gue malu banget Li, kok gue bisa sejahat itu yah dulu. Dan liat sekarang gue punya Arend, yang jauh lebih baik dari Dody."

"Lebih tampan lagi" gue menambahkan :)

"Iya hehehe...tapi kok loe mau jadi sahabat gue sih? Padahal loe tau gue udah jelek2in teman loe Martha dan..."

"Tin, gue bisa rasakan sakitnya hati loe saat itu sedangkan Martha tidak bisa merasakannya. Itu bedanya kenapa gue bisa jadi sahabat loe dan kenapa Martha tidak"

"Oh...loe pernah mengalami hal yang sama dengan gue?"

"Gak persis sih, tapi beberapa kali gue harus membiarkan pria yang sangat gue cintai pergi, dalam arti dia pacaran dengan gadis lain, tapi perasaan dan sakitnya sama kok"

"Loe bisa memafkan mereka?"

"Gue bahkan sudah melupakannya, bila gue bertemu mereka, gue tetap bisa ngobrol2 seperti biasa. Sebenarnya dalam kasus seperti itu tidak ada yang salah Tin...baik gue, cowok itu, atau cewek lain itu tidak bisa menolak cinta, tidak ada yang salah kalau jatuh cinta dan tidak salah bila cowok itu memilih cewek lain dan bukan gue. Giliran gue akan datang kok..." ;)

"Seandainya dulu saat gue mengalami sakit hati itu, loe sudah jadi sahabat gue, mungkin hubunga gue dengan Martha dan Dody gak sejelek sekarang"

"Mereka masih hidup, loe cuma perlu minta maaf sama mereka, gue yakin mereka juga akan langsung minta maar sama loe"

"Gengsi dong akh..."

"Gengsi itu dosa Tin..."

"oke oke...besok gue telepon deh ke Jakarta, minta maaf sama mereka"

"Bener??"

"Iya beneran"

Kamipun berpelukan :grouphug:

Juffrouw
April 29, 2003, 20:14
Arend dan Tina janji untuk mengantar gue ke airport, tapi pagi itu, Arend sudah memencet bel kamarku.

"Ik wil met jou even praten"
aku mau bicara sebentar dengan kamu

"Oke, wat wil je drinken?"
oke, mo minum apa?

"nee dank je, even serieus Lia..."
gak usah, terima kasih, serius deh sebentar

Arend memukulkan tangannya diatas sofa, artinya aku harus duduk disitu, disebelahnya.

"Aku mau minta maaf" tiba2 Arend meminta maaf

"Untuk apa?" gue masih belum mengerti maksudnya

"Untuk ini..." kemudian Arend menunjukkan tulisan tangan gue pada salah satu buku yang gue berikan buat Arend.

LIA :heartbeat AREND

Saat itu gue gak bisa jawab apa2...gue udah menyembunyikan semua diary dan file2 penting dari compi gue, supaya Arend dan Tina tidak pernah bisa mengetahui isi hati gue. Tapi coretan2 di buku kuliah sama sekali gue lupa :( Gue cuma bisa menetaskan airmata, menatap mata Arend pun gue gak berani...gue malu...

"Pasti kamu sering menangis, aku..aku...aku tidak pandai berbahasa Indonesia, aku sulit menjelaskannya betapa aku ikut bersedih...aku...minta maaf Lia"

"Kamu gak salah Rend, tidak ada yang salah"

"Aku tidak layak jadi pacarmu, aku tidak ada apa2nya dibanding kamu. Selama ini aku banyak belajar dari cara hidupmu. Aku berpikir, kamu harus mendapatkan pacar yang lebih dari aku"

"Rend, jangan merendah, aku mencintai kamu seperti adanya dirimu"

"Oh Lia..."

Arend kemudian memeluk gue...

"Kamu banyak berkorban untuk aku dan Tina. Aku percaya Tuhan liat isi hatimu. Percayalah, aku akan selalu berdoa untukmu. Bila Tuhan tidak memberikan pria yang lebih baik dari aku untukmu, aku akan complain, kita naik banding...heh? benar yah NAIK BANDING? aku takut salah berbahasa Indonesia..."

Aku tertawa mendengar Arend ngomong Indonesia :D

"Kenapa naik banding Rend?"

"Aku tidak rela pria yang lebih jelek dari aku mendapatkanmu..."

sambil mengucapkan itu, mata gue dan matanya saling bertatapan dan ia pun tersenyum. Sekali lagi dalam hati gue berkata Oh Tuhan...betapa manisnya dia dan betapa beruntungnya Tina.
Arend menghapus air mata gue.

Siang itu...gue meninggalkan Belanda...Arend, Tina dan kisah cinta gue yang tidak berbalas. Dengan satu pengharapan, pria yang lebih dari Arend sedang menantikan gue di masa akan datang. Selamat tinggal Arend...

TAMAT

Ma®™
April 30, 2003, 11:27
Nah ini baru namanya CERPEN, Te Op Pe JuFF :D

Juffrouw
April 30, 2003, 14:09
maksud loe mar....nah juff gini dong cerpennya tamat :hehe
soalnya gue sering buat cerpen gak tamat :haha

eLiZa
May 03, 2003, 12:48
Haha.. iya neh tumben tamat :kakaka:

jadi endingnya gitu juff?? :hmmm:

Juffrouw
May 03, 2003, 14:47
iya endingnya pokoknya yang baik gak selalu enak...ada kalanya harus ngalamin sakit juga...gitu...:D